A little of Help?

Disclaimer: Para tokoh milik mereka sendiri

Pairing: MinKyu, SiBum, WonKyu, MinBum

Genre: Romance, Drama

Warnin': FEMALE!LEETEUK, Yaoi, Typo(s), ooc(?)

A/N: Cerita ini ada kemungkin membuat suntuk.

Maaf untuk perubahan Gendernya (_^_)

Happy reading^^?

.

.

.

08:30 PM

Siwon melihat jam tangannya, waktu menunjukkan bahwa ia sudah lama bermain di taman hiburan itu. Siwon belum merasakan lelah dan ia malah semangat untuk merasakan wahana-wahana yang ada disana. Terimakasih kepada Kibum yang bersedia menemaninya bahkan bersedia menjadi tour guide untuknya.

Sejak Kibum menemukannya, Kibum menuntun Siwon ke berbagai wahana, dari wahana yang ringan sampai wahana ekstrim telah mereka coba. Tidak ada kecanggungan diantara mereka, sesekali candaan menjadi pengisi kegiatan mereka.

Saat ini Siwon dan Kibum sedang mengistirahatkan diri di bangku yang tidak jauh dari Bianglala. Mereka duduk bersisian tanpa ada ruang kosong diantara mereka, menikmati angin malam yang entah kenapa belum terasa dingin. Tangan mereka mengenggam sekaleng kopi yang sudah habis, kaleng kosong tersebut sudah cukup lama mereka pegang padahal disamping Kibum ada tempat sampah. Mungkin mereka belum beminat untuk membuang kaleng kosong tersebut.

"Terimakasih." Ucap Siwon memecah keheningan.

Kibum menatap Siwon dengan alis yang terpaut, "Untuk?" Tanya Kibum.

Siwon tersenyum dan menatap Kibum. Jarak mereka cukup dekat untuk saling memperhatikan wajah masing-masing, hanya beberapa centi lagi dan hidung mereka akan bersentuhan. Jantung Kibum berdetak cukup kencang, Kibum baru pertama kali melihat wajah Siwon dari jarak sedekat ini. Jarak yang terlalu dekat membuat wajahnya sedikit memanas dan sedikit canggung.

"Terima kasih atas saranmu untuk mengajak Kyuhyun kesini." Jawab Siwon dengan wajah yang berseri-seri. "Walaupun sekarang aku malah berada disini denganmu." Lanjut Siwon kecewa.

Jantung Kibum yang tadinya berdetak kencang kini terasa sakit dan wajah Kibum berubah masam. Kibum memalingkan wajahnya ke arah lain, ia meremas dadanya mendengar perkataan Siwon. Sepertinya Kibum memang harus menyerah, dari kalimat Siwon dan nada bicaranya sudah jelas Kibum tidak memiliki arti lebih baginya.

"Oh." Hanya kata singkat itu yang ia keluarkan untuk merespon. Setalah ini Kibum yakin topik yang akan dibicarakan oleh Siwon selanjutnya adalah Kyuhyun. Sudah terlalu sering Siwon membicarakan Kyuhyun. Sejak Siwon mengetahui Kyuhyun adalah sahabat Kibum, Siwon selalu menanyakan segala sesuatu tentang Kyuhyun. Ketika Siwon mulai bekerja di perusahaan tempat Kyuhyun bekerja, Siwon dengan antusias menceritakannya pada Kibum. Entah sejak kapan hubungan Siwon dan Kibum menjadi seperti ini, hubungan yang bisa dikatakan seperti sahabat tapi bukan. Mungkin akan lebih cocok jika disebut sebagai teman curhat, karena Siwon selalu menghubungi Kibum disetiap kejadian yang ingin ia ceritakan. Kejadian-kejadian yang tentu berhungan dengan Cho Kyuhyun. Awalnya Kibum merasa senang karena Siwon menghubunginya bukan karena pekerjaan, tapi begitu Siwon mengatakan bahwa ia ingin berbagi cerita -tentang Kyuhyun-, seketika itu kebahagiaan Kibum pecah.

.

.

Kebahagiaan kini melingkupi hati Kyuhyun. Ia sangat bahagia mendengar Changmin akan melamarnya minggu depan, tapi entah kenapa setelah kalimat itu terlontar suasana diantara mereka jadi canggung. Tangan mereka berpengangan kuat sejak keluar dari Bianglala, namun tidak sepatah kata pun yang keluar dari mereka. Pikiran mereka entah berlari kemana, mereka bahkan berjalan tak tentu arah. Kyuhyun berjalan mengikuti Changmin dengan wajah tertunduk, ia sebenarnya sudah tidak tahan dengan kecanggungan ini. Kyuhyun bermaksud menghilangkan kecanggungan ini.

"Minnie aku-"

"Kyu, kemana Siwon-hyung?" Tanya Changmin memotong perkataan Kyuhyun. Kyuhyun mengerjapkan matanya dan menatap Changmin tidak mengerti. Kenapa Changmin malah menanyakan Siwon? Kyuhyun terdiam sesaat, dan matanya terbelalak ketika ia mengingat sesuatu. Ia melupakan Siwon!

PLAK!

Changmin mengeplak kepala Kyuhyun. Kenapa Kyuhyun bisa melupakan Siwon? Dasar tidak tahu terima kasih! Sudah baik diajak ke taman hiburan tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun, Kyuhyun malah melupakan keberadaan Siwon. Keterlaluan!

"Kenapa memukulku!" Bentak Kyuhyun sambil mengusap kepalanya.

Changmin mendengus, tangannya sudah siap memukul Kyuhyun lagi. "Bodoh, Kau meninggalkan Siwon-hyung!" Changmin kembali memukul kepala Kyuhyun.

"Jangan pukul lagi!" Protes Kyuhyun, "Aku bilangkan mau naik Bianglala, kukira dia mengikutiku." Gerutu Kyuhyun. Changmin berdecak kesal.

"Apanya yang mengikutimu? Kebiasaan burukmu itu harus dirubah. Selalu seperti ini, bertindak semaunya sendiri." Omel Changmin. Kyuhyun hanya mendecih mendengar omelan Changmin. Begitulah, Kyuhyun memang selalu bertindak semaunya. Jika ia ingin sesuatu, tanpa memperdulikan orang lain ia akan segera pergi memenuju apa yang ia inginkan tanpa menghiraukan orang lain. Ia akan langsung pergi tanpa melihat orang disekelilingnya setuju atau tidak. Yang ia inginkan harus ia dapatkan, tidak peduli orang yang bersamanya mengikutinya atau tidak dan bahkan bisa melupakan keberadaan orang lain.

"Apa sih yang membuatmu meninggalkan Siwon-hyung?" Gerutu Changmin. Changmin melanjutkan perjalanan mereka yang sempat terhenti karena pertengkaran kecil. Ia menarik tangan Kyuhyun untuk mengikuti langkahnya. "Kita cari Siwon-hyung, hari sudah malam."

Kim Changmin, sadarlah kalau kau lah yang membuat Cho Kyuhyun meninggalkan Choi Siwon.

.

.

Senin pagi yang sibuk. Itulah kata-kata yang cocok mengambarkan hari ini.

Setelah berlibur di hari kemarin, kini mereka disibukkan kembali oleh pekerjaan mereka. Tidak terkecuali bagi Changmin dan Kyuhyun, saat ini mereka sedang serius mengerjakan pekerjaan yang menumpuk. Seingat mereka, mereka telah mengerjakan tugas mereka bahkan meja mereka 'bersih' dari tugas-tugas.

Saat mereka memasuki ruangan mereka, mata mereka disuguhi oleh tugas-tugas baru. Yang mereka lakukan saat melihatnya, mereka menghela napas dan berjalan dengan sedikit lunglai mendekati meja kerja mereka, duduk, kedua tangan mereka telungkupkan ke atas meja, diakhiri dengan kepala mereka diletakkan di atas tangan, dan... tidur kembali.

Tidur kembali? Ck, mereka serius melakukan itu tadi! Selama 15 menit mereka tidur dengan posisi duduk. Mereka berdua tentu masih merasa lelah setelah bersenang-senang di taman bermain, mereka pulang pukul 10.30 PM dari taman bermain dan sampai di rumah mereka pukul 11.30 PM. Mereka yang terlalu semangat bermain dan mencari keberadaan Siwon-yang ternyata pulang lebih dahulu-, sampai taman bermain itu tutup pun mereka masih betah walau penjaga sudah mengusir mereka. Yah, itu 15 menit lalu. Sekarang mereka yang sudah sadar, langsung mengerjakan tugas mereka dengan begitu serius.

Terlalu serius mengerjakan pekerjaan mereka, mereka tidak menyadari ada seseorang yang masuk keruangan mereka. Berjalan dengan perlahan karena tidak ingin meganggu Changmin dan Kyuhyun yang sedang serius, kemudian mendudukkan diri di meja kerjanya dekat meja kerja Kyuhyun dan mulai menekuni pekerjaannya yang tidak kalah banyak dengan Kyuhyun dan Changmin.

Ruangan yang tadinya hanya dihuni oleh Changmin dan Kyuhyun, kini bertambah. Choi Siwon, dialah yang kini ikut menghuni ruangan itu, seseorang yang baru datang tadi. Mereka bertiga begitu serius mengerjakan tugas mereka sampai waktu makan siang hampir tiba.

"SELESAAIIIII!"

Sebuah teriakan yang cukup melengking memecahkan keheningan. Dua orang yang sedang membereskan tugas mereka yang hampir selesai terlonjak. Laporan yang dipegang oleh Siwon terlepas dan berhamburan bahkan sampai ke dekat kaki Kyuhyun.

Kyuhyun menatap tajam pada sang pelaku, "KIM CHANGMIN!" Bentak Kyuhyun. Changmin yang dibentak, balik menatap tajam Kyuhyun hingga sekarang terjadi adu tatapan tajam.

Siwon hanya menghela napas dan menggeleng melihat tingkah duo evil itu. Siwon membereskan laporan yang bertebaran tanpa memperdulikan Kyuhyun dan Changmin yang mulai adu mulut. Walau Siwon belum lama bekerja, tapi Siwon sudah mulai terbiasa dengan pertengkaran Changmin dan Kyuhyun. Yah, bagaimana tidak terbiasa? Baru beberapa detik Siwon mengenalkan diri pada Changmin dan Kyuhyun ketika hari pertama ia bekerja, ia sudah disuguhi perang mulut antara Changmin dan Kyuhyun. Padahal apa yang mereka ributkan Sangat Sepele! Tiga hari adalah waktu yang cukup untuk Siwon membiasakan diri.

Satu lembar laporan terakhir, Siwon mengambilnya di dekat kaki Kyuhyun. Saat Siwon mengambil laporan itu dengan tangan kirinya, tiba-tiba Kyuhyun berdiri dengan kasar dan...

KREK!

Jari tangan Siwon terinjak oleh Kyuhyun.

"AAAAAAA!"

Teriakan Choi Siwon pun mengema begitu miris.

.

.

Kyuhyun duduk dengan perasaan gelisah, cemas, dan khawatir.

Ruang kerja itu hening cukup lama setelah kejadian Siwon yang berteriak kesakitan serta teriakan Changmin yang memarahi Kyuhyun karena kecerobohannya menginjak tangan Siwon. Kini Changmin duduk berhadapan dengan Siwon, tangan Changmin sibuk mengobati jari-jari Siwon yang lecet dengan alkohol menyebabkan Siwon meringgis. Kyuhyun ikut meringgis begitu melihat ekspresi Siwon, 'Pasti perih.' Batin Kyuhyun ketika melihat Siwon meringgis. Selesai dengan alkohol, Changmin memplester tiga jari tengah Siwon dengan hati-hati.

"Nah, selesai!" Seru Changmin puas melihat hasil 'operasi' dadakannya.

"Terima kasih, Changminnie." Ucap Siwon setelah tangan Changmin melepas jari-jarinya.

Kyuhyun yang merasa bersalah, menghampiri Siwon dan Changmin yang berada di meja kerja Siwon. "Maaf, hyung. Aku tidak sengaja menginjak tanganmu, sungguh." Sesal Kyuhyun. Siwon tersenyum mendengar penyesalan Kyuhyun, "Tidak apa, Kyu. Aku juga yang kurang hati-hati." Ucap Siwon. Kyuhyun yang masih merasa bersalah berniat minta maaf lagi, tapi tidak terlaksana karena melihat Changmin yang berdiri dan menyeret kursi yang tadi ia duduki ke meja kerjanya.

"Ok! Lupakan kejadian tadi dan kita makan siang." Kata Changmin semangat setelah meletakkan kursi itu di meja kerjanya. Changmin kembali melangkahkan kakinya menghampiri Siwon dan menarik Siwon ke arah pintu keluar, "Siang ini traktir aku dan Siwon-hyung, Kyu!" Perintah Changmin seenaknya.

"Kenapa harus aku!" Protes Kyuhyun sambil menyusul Siwon dan Changmin di depan pintu keluar.

"Kau kan sudah membuat Siwon-hyung terluka dan kemarin kau sudah meninggalkan Siwon-hyung. Jadi, anggap saja sebagai tanda permintaan maaf." Jelas Changmin santai.

"Tapi kenapa kau juga!" Protes Kyuhyun lagi.

"Aku kan yang mengobati Siwon-hyung! Jadi kau juga harus berterima kasih padaku."

Sebelum perdebatan berubah menjadi pertengkaran, Siwon menyela perdebatan mereka dengan mengatakan Kyuhyun tidak perlu mentraktirnya. Mendengar itu, Changmin memprotesnya dan menyuruh Kyuhyun mentraktir mereka sebagai tanda minta maaf. Siwon hanya menghela napas pasrah, merasa percuma melerai perdebatan, Siwon menarik Changmin dan Kyuhyun keluar ruangan.

Kyuhyun menggerutu sepanjang perjalanan ke parkiran. "Tahu begitu lebih baik aku yang mengobatinya." Gerutu Kyuhyun.

Siwon yang mendengar gerutuan Kyuhyun tersenyum simpul. 'Akan sangat menyenangkan jika kau yang mengobati, Kyu." Batin Siwon.

.

.

"Err... Kibum." Panggil Donghae pada Kibum yang asyik memakan makan siangnya. Kibum hanya bergumam merespon panggilan Donghae, "Ada yang ingin ku kenalkan." Sedikit ragu Donghae mengatakannya. Kibum yang sudah menelan makanannya menatap Donghae.

"Kau mengajakku keluar saat jam kerja hanya untuk mengenalkan orang?" Heran Kibum. Donghae mengangguk, ia memang berencana mengenalkan seseorang pada Kibum. Alasannya adalah agar orang tersebut tidak salah paham dengan hubungan Kibum dan dirinya. Orang itu adalah kekasih Donghae, kekasih yang selalu ia ceritakan pada Kibum setelah mengenal Kibum. Ah, sepertinya Kim Kibum adalah tempat Curhat yang tepat. Kibum memang terbiasa dengan curhatan orang, ia tipe pendengar yang baik dan akan memberikan solusi, dukungan, semangat dan saran pada orang yang share padanya. Bukan kemauan Kibum menjadi tempat Curhat, toh mereka datang sendiri pada Kibum, selain itu Kibum juga tidak banyak bicara jadi dia memang 'dirancang' untuk memdengarkan ketimbang mengeluarkan isi hati dan pikirannya. Ketika Kibum bertanya kenapa Donghae mau berbagi cerita padahal mereka baru saling kenal.

'Kau memiliki aura yang menenangkan dan juga figur saudara idaman. Walau aku tidak megenal seorang Kim Kibum, tapi aura mu menunjukkan suatu kasih sayang terhadap saudara, meski aku bukan saudara kandungmu.'

Begitulah jawaban yang didapatkan Kibum. Kibum hanya tersenyum mendengarnya, seandainya bisa ingin sekali Kibum menceritakan alasan kenapa ia selalu mengangap orang lain sebagai saudaranya. Tapi ia tidak bisa, Kibum bukan orang yang mudah berbagi cerita. Ia tidak terbiasa jika harus membagi cerita pribadinya meski dengan orang terdekatnya.

"Mengenalkan Kekasihmu?" Tebak Kibum. Ia meletakkan peralatan makannya setelah makan siangnya habis. Wajah Donghae memerah, Kibum tersenyum geli melihat tingkah Donghae, 'Sepertinya Donghae sungguh-sungguh mencintai kekasihnya.' Batin Kibum entah kenapa ikut bahagia.

"Ketahuan ya..." jawab Donghae cengegesan dengan wajah yang malah semakin memerah dan malu-malu.

'Ck, kau seperti remaja ababil yang baru jatuh cinta saja!' Kibum membatin lagi melihat tingkah Donghae. "Kapan kekasihmu datang?" Tanya Kibum lagi. Sebenarnya Kibum penasaran juga dengan kekasih Donghae, apakan sosoknya seperti yang selalu diceritakan Donghae atau malah lebih. Kalau mau jujur, Kibum cukup antusian untuk bertemu dengan kekasih Donghae, karena itu ketika ia mendengar Donghae akan mengenalkan seseorang-yang ia yakini kekasih Doanghae-, tanpa Kibum sadari ia melahap makanannya dengan antusiame tinggi.

"Sebentar lagi, ia bilang sudah dekat." Jawab Donghae senang, ia melirik ke arah pintu masuk restoran dan matanya berbinar senang saat melihat sosok yang ia nanti berjalan menghampirinya. "Itu dia!" Pekik Donghae senang. Kibum melonggok kearah yang dilihat Donghae, kening Kibum mengerut melihatnya terlebih ketika kekasih Donghae mendudukkan diri desamping Donghae.

"Hyukkie... hyung?" Sebut Kibum meyakinkan jika orang yang ia lihat benar.

Donghae yang baru saja akan mengenalkan kekasihnya, terheran ketika Kibum menyebutkan nama Kekasihnya. "Kau mengenal Eunhyuk?" Tanya Donghae tidak percaya dan menatap Kibum dan kelasihnya bergantian.

"Eh? Kibum!" Pekik Eunhyuk begitu melihat Kibum di depannya. Eunhyuk melompat dari duduknya dan menerjang Kibum, "KIBUMMIE!" Teriak Eunhyuk senang. Beruntung tempat duduk Kibum sofa, jadi Kibum tidak jatuh.

"Hyung, lepaskan pelukanmu. Sesak." Keluh Kibum. Eunhyuk segera melepaskan pelukannya.

"Sudah lama tidak berjumpa, bagaimana kabarmu dan duo adik evil-mu?" Tanya Eunhyuk antusias. Kibum tertawa geli mendengar julukan Changmin dan Kyuhyun, Eunhyuk jarang memanggil nama mereka. Eunhyuk selalu memanggil mereka dengan julukan yang mereka miliki, seperti EvilCalm untuk Changmin, EvilKing untuk Kibum, dan EvilMagnae untuk Kyuhyun. Awalnya Kibum heran mengapa Changmin mendapat julukan itu, tapi begitu mengigat wajah Changmin yang Calm julukan itu memang cocok. Wajahnya menipu sifatnya...

"Baik." Jawab Kibum singkat. Eunhyuk mendecih mendengar jawaban singkat Kibum, "Tidak bisakah kau menjawab lebih panjang!" Kesal Eunhyuk dan membuat Kibum tersenyum.

"Kalian melupakanku!"

Donghae yang sedari tadi melihat interaksi Eunhyuk dan Kibum akhirnya buka suara juga, karena sedikit kesal keberadaannya yang dilupakan. Kibum dan Eunhyuk tertawa melihat Donghae yang cemberut, "Ah, maaf, Hae. Aku terlalu senang bertemu Kibum." Eunhyuk kembali duduk di samping Donghae. Donghae semakin cemberut, "Jadi kau tidak senang bertemu aku?"

"Aku terlalu sering bertemu denganmu, Hae. Jujur saja aku bosan!" Jawab Eunhyuk jahil, Donghae memasang wajah 'sok terluka' sedang Kibum geleng kepala melihat sepasang kekasih itu.

"Kalian lucu juga." Komentar Kibum.

"Kami bukan Badut." Protes Eunhyuk dan Donghae kompak membuat Kibum tertawa.

"Sudahlah! Oh, ya. Kalau begitu aku tidak perlu memperkenalkan kalian karena saling kenal. Sebaiknya kita ke inti saja." Donghae menghentikan tawa Kibum. Sepertinya Kibum juga terlalu senang bertemu Eunhyuk jadi melupakan tujuan mereka.

.

.

"Begitu.." Eunhyuk mengangguk mengerti mendengar penjelasan Kibum dan Donghae. Sakit juga mendengar bahwa sahabat dan kekasihnya ditunangkan, bahkan dalam waktu dekat.

"Aku harap kau memgerti, Hyukkie-hyung. Baik aku dan Donghae tidak menyetujuinya, tapi kami tidak bisa menolak. Karena itu," Kibum mengatur napasnya, "Donghae merencanakan kalian untuk menikah terlebih dahulu sebelum pertunangan kami."

Mata Eunhyuk membulat, terkejut mendengar penuturan Kibum. Menikah dengan Donghae sebelum acara pertunangan berlangsung? Yang benar saja! Itu sama saja pologami, poligami! Yang berarti Donghae membagi hatinya. "Poligami..." lirih Eunhyuk dengan mata berkaca-kaca.

"Bukan begitu, Hyukkie." Donghae memeluk Eunhyuk, menenangkannya. "Aku akan menikah denganmu, kau akan menjadi pasanganku yang sah. Aku dan Kibum akan mencari cara agar kami tidak menikah, hanya sebatas tunangan. Maka dari itu, aku akan menikahimu sebelum pertunangan itu berlangsung dan cincin yang akan kupakai saat bertunangan adalah cincin pernikahan kita. Aku, kau, dan Kibum akan mencari cincinnya besok. Aku mohon megertilah, Hyukkie." Jelas Donghae.

"Aku mengerti, tapi tetap saja aku... aku..."

"Tenanglah, Hyukkie-hyung. Kalian akan menikah Lusa kok."

.

.

"Kau tidak bawa mobil, Kyu?" Tanya Siwon tanpa menatap Kyuhyun, Siwon sibuk membereskan meja kerjanya karena jam kerja telah selesai.

"Ya." Jawab Kyuhyun singkat, ia juga sibuk membereskan meja kerjanya yang jauh lebih berantakan bahkan bisa dikatakan mengerikan.

"Kalau begitu, aku akan mengantarmu." Tawar Siwon yang masih membereskan mejanya.

"Baiklah."

.

Perjalanan menuju rumah Kyuhyun begitu damai. Hanya alunan musik yang mengiringi perjalanan mereka, Siwon fokus menyetir sedangkan Kyuhyun melihat pemandangan kota lewat jendela mobil. Suasana hening itu cukup lama berlangsung sampai akhirnya Siwon mengawali pembicaraan, "Kyu, kau bersahabat dengan Kibum sejak kapan?" Tanyanya membuka topik.

Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Siwon, "Sejak.. Tk?" Jawabnya tidak yakin. Kening Siwon berkerut, "TK?" Siwon membeo.

Kyuhyun mengangguk, "Seingatku sejak TK. Tapi, appa pernah berkata kalau kami sering bermain sejak usia.. dua tahun?' Jawabnya masih kurang yakin. Siwon mengangguk mengerti, "Lama sekali. Aku pikir baru lima atau enam tahun." Komentarnya. Kyuhyun tertawa mendengar komentar Siwon, "Kalau dengan Changmin?" Tanyanya lagi.

"SMP? SMA? Ck, aku lupa!"

Kali ini Siwon yang tertawa mendengar jawaban Kyuhyun, "Aneh, padahal aku lihat kalian akrab sekali. Kenapa kau bisa lupa?" Heran Siwon.

"Justru karena keakraban kami, aku merasa sudah mengenalnya telah lama."

"Begitu ya. Aku sempat mengira kalian kenal sejak kuliah karena kuliah di tempat yang sama."

"Kami memang tidak menghumbar hubungan kami, karena itu banyak karyawan di kantor mengira sejak kuliah."

Siwon memandang tidak mengerti pada Kyuhyun sekilas. 'Kenapa Kyu berkata seakan mereka sepasang kekasih?' Heran Siwon yang merasa kalimat itu mengarah pada hubungan istimewa Kyuhyun dan Changmin. "Yah, aku juga merasa kalau kau dan Changmin seperti sahabat yang baru dekat dan sedang rukun. Seperti orang yang baru menemukan hal baru, sangat akrab dan tak terpisahkan. Begitupula dengan Kibum."

"Begitulah kami. Selalu merasa seperti 'baru menjalin hubungan', jadi tidak ada kata bosan diantara 'kami'." Jelas Kyuhyun ceria.

"Aku jadi iri pada 'kalian'." Lirih Siwon.

"Kenapa harus iri? Kau juga bisa seperti 'kami'. Memiliki orang yang berarti dalam menjalani hidup, selain keluarga." Hibur Kyuhyun dengan senyum tulus.

"Ah, sudah sampai hyung!"

.

Sepertinya baik Siwon maupun Kyuhyun salah mengartikan pembicaraan mereka. Siwon mengira apa yang dikatakan Kyuhyun adalah hubungan persahabatan antara dirinya, Changmin, dan Kibum. Sedang Kyuhyun sendiri berkata dengan maksud menujukkan bahwa ia dan Changmin sepasang kakasih dan mereka bersahabat dengan Kibum.

Kyuhyun dan Changmin tidak pernah menghumbar kemesraan dimuka umum, mereka lebih nyaman bersikap layaknya sahabat. Mereka akan bersikap mesra jika sedang berdua saja, mereka sebenarnya merasa risih jika bermesraan dimuka umum. Asalkan mereka saling memiliki mereka sudah merasa cukup, karena itulah Siwon dan karyawan lain tidak mengetahui hubungan Changmin dan Kyuhyun.

Sepertinya kesalah pahaman ini akan berlansung lama.

.

.

Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat telah berlalu begitu cepat.

Hubungan Siwon dan Kyuhyun semakin dekat, terlebih akhir-akhir ini Changmin sibuk dengan pekerjaannya. Memang mereka satu ruangan, tapi Changmin lebih sering ke ruangan Presdir untuk membahas masalah perusahaan. Changmin sangat antusias begitu diperintahkan untuk mengikuti setiap rapat dan pertemuan, Changmin mampu memberikan solusi-solusi atas masalah yang diatasi perusahaan. Presdir yang mengetahui bakat serta kemampuan Changmin, segera memanfaatkan kemampuannya. Rekan-rekan bisnis serta pemegang saham pun memgakui hal itu, perusahaan itu berkembang cukup pesat. Sejak Changmin ikut andil dalam perusahaan, banyak Investor yang berinvestasi ke perusahaan tersebut.

Kesibukan Changmin yang tidak sesuai dengan jabatanya membuat Changmin hanya bisa menghubungi Kyuhyun lewat ponsel. Kyuhyun sebenarnya kesal juga, tapi karena hal ini menyankut dirinya juga, dia bersabar dengan hubungan mereka yang mulai jarang bertegur sapa secara langsung. Setidaknya disaat hari libur mereka bisa menghabiskan waktu bersama, meski Kibum selalu menjadi penengah mereka dan hal itu sungguh menyebalkan bagi Changmin dan Kyuhyun.

Dan karena hal itulah, saat ini Changmin sedang mondar-mandir tidak jelas di kamarnya. Bergerak-gerak gelisah, mengumpat, mengacak rambutnya yang sudah tertata rapi, dan mengigit ibu jari tangannya dengan cemas. Hal itu terjadi karena karena kesibukan Changmin dalam bekerja sehingga membuatnya tidak sempat menyiapkan diri dan segala sesuatunya, beruntung Changmin sudah memiliki benda penting itu.

Kegiatan itu berlangsung sejak 30 menit lalu. Changmin akhirnya menghentikan kegiatan tidak jelasnya dan terpaku memandang pada satu titik. Menatap gelisah pada sebuah kotak kecil berlapis beludru merah yang terletak di atas meja kerjanya. Kakinya hampir melangkah mengambil kotak itu, namun diurungkan. Ia menarik napas dan membuangnya secara kasar, dengan mantap ia langkahkan kakinya untuk mengambil kotak itu.

"Bodohnya diriku~" Makinya pada diri sendiri.

Changmin menaruh kotak itu di saku celana sebelah kanan. Ia berjalan ke arah cermin dan merapikan penampilannya yang acak-acakan, setelahnya ia keluar kamar dan duduk di sofa ruang tamu yang merangkap ruang nonton televisi menunggu Kyuhyun. Mengatur degup jantungnya yang semakin kencang dan memcoba merilekskan diri. Changmin melihat jam tangannya yang menunjukkan jam setengah delapan lebih sepuluh menit. Tidak lama kemudian, pintu apartemen Changmin terbuka. Changmin menoleh dan melihat Kyuhyun berjalan memghampirinya dengan riang. Kyuhyun mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja putih dan dasi hitam, sangat rapi. Berbeda dengan saat Kyuhyun bekerja, walau memakai kemeja kesan urakan masih terlihat meski tidak begitu mendominasi. Changmin menelan ludahnya gugup, melihat penampilan Kyuhyun yang seperti itu membuat Changmin minder. Changmin sangat yakin bahwa pakaian yang dipakai Kyuhyun sangat mahal, berbeda dengan pakaiannya yang tergolong standar. Dari segi penampilan pun sudah membuat Changmin merasa tertekan, bagaiman saat ia akan melamar Kyuhyun di depan Tuan Besar Cho? Oh, sungguh Changmin ingin lari saat ini juga.

"MINNIEI!" teriak Kyuhyun ceria menerjang Changmin hingga mereka terjungkir ke sofa. "Kau sudah siap? Apa kau sudah mempersiapkan segalanya? Tidak ada yang terlupakan kan? Semua oke kan?" Tanya Kyuhyun bertubi-tubi.

"Sesak, jangan memelukku terlalu kencang." Pinta Changmin sedikit tercekat. Kyuhyun segera melepaskan pelukan mautnya dan duduk bersimpuh di sofa dengan mata berbinar, "Maaf, aku terlalu bahagia, Minnie." Changmin tersenyum canggung dan ikut duduk bersimpuh, meraih tangan Kyuhyun dan membawanya ke atas paha Changmin. "Aku... gugup, Kyu."

"Jangan khawatir, aku yakin appa akan menerima lamaranmu. Kau sudah berkerja keras sejak awal, appa sangat menyukaimu, Min." Hibur Kyuhyun.

"Tapi tetap saja aku..."

"Dengarkan aku," pinta Kyuhyun, "Appa sering membicarakanmu, beliau memujimu, menyanjungmu, dan bahkan yang menyebalkan, beliau membandingkan aku denganmu." Jeda sesaat, "Aku sangat yakin dia akan menerimamu, karena appa pernah bilang ingin memiliki putra sepertimu."

Changmin menatap tidak percaya pada Kyuhyun, Kyuhyun mengangguk meyakinkan melihat raut wajah Changmin yang meragukan kata-katanya. "Benarkah?" Tanyanya tidak puas dengan anggukan Kyuhyun.

"Benar."

"Sungguh?"

"Iya."

"Tidak bohong?"

"Tidak."

"Serius?"

"Ya."

"Yakin?"

"Sangat!"

"Ja.."

"BERHENTI BERTANYA!"

PLAAK

"Kenapa memukulku?"

"Kau cerewet!"

Beberapa saat terjadi keheningan, "Maaf, aku hanya terlalu senang mendengarnya. Aku jadi kurang yakin." Ucap Changmin. Kyuhyun menghela napasnya yang sedikit terengah karena berteriak, "Apa pukulanku sudah meyakinkanmu?" Sinis Kyuhyun.

"Kenapa kau sinis sekali?"

"Salahmu!"

"Ck, maafkan aku!"

"Kau tidak ikhlas!"

"Iya! Iya! Maaf!"

"Mana ada minta maaf dengan bentakan"

"Maafkan aku, Kyu." Gemas Changmin yang mulai kesal.

"Ck, kau masih tidak ikh- hmmpp..."

Ah, Changmin mencium Kyuhyun sebelum Kyuhyun tambah cerewet. Lihatlah sekarang, yang cerewet itu Kyuhyun. Seharusnya sejak tadi saja Changmin membungkam bibir Kyuhyun, selain untuk menghilangkan rasa kesal karena Kyuhyun yang jadi cerewet, juga menghilangkan kegugupannya. Setidaknya itu cara yang menyenangkan.

Err... sepertinya Changmin tidak hanya membungkam bibir Kyuhyun, tapi melumatnya juga. Kyuhyun sih tidak keberatan, selama yang mencium-melumat-nya Changmin bukan masalah. Justru Kyuhyun semakin memperdalam ciuman mereka, terbukti dengan kedua tangan Kyuhyun yang meraih tengkuk Changmin dan membawanya berbaring di sofa. Sedang Changmin sendiri menurut saja dengan kemauan Kyuhyun, setidaknya ia sudah tidak terlalu gugup dan sudah mulai santai. Cukup lama mereka berciuman, Changmin hendak melepaskan ciuma mereka, namun Kyuhyun malah menariknya lebih dalam. Uh, apa Kyuhyun tidak merasa sesak? Jujur saja, Changmin mulai kehilangan pasokan oksigen, "K-Kyu~" Changmin mencoba melepas ciuman mereka dan.. berhasil! Kyuhyun mendecih begitu bibir mereka menjauh.

"Kau agresif sekali, Kyu." Ucap Changmin dengan napas terengah. Kyuhyun tidak menjawab malah memalingkan wajahnya. Beberapa saat Changmin terdiam, ia mengerjapkan matanya baru teringat sesuatu. Changmin sedikit tersentak dan segera mengambil kotak merah disaku celananya. Posisi mereka masih saling menindih dengan Changmin berada di atas tubuh Kyuhyun, dan tangan Kyuhyun masih merangkul leher Changmin. Changmin menyodorkan kotak merah itu di depan wajah Kyuhyun dengan senyum mengembang, alis Kyuhyun naik melihat kotak merah kecil itu, "Apa ini?" Tanya Kyuhyun sedikit sinis. Senyum Changmin berubah jadi cengiran, "Cincin lamaran."

PLAAK!

Kembali Kyuhyun memukul kepala Changmin sehingga wajah Changmin membentur dada Kyuhyun, "YA! KENAPA MEMUKULKU LAGI!" Kesal Changmin sambil mengusap kepalanya.

Kyuhyun mendengus dan menatap tajam Changmin, "Dasar Bodoh!" Maki Kyuhyun. Kyuhyun mendorong tubuh Changmin hingga Changmin terjungkir ke bawah sofa, Kyuhyun beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu keluar dengan menghentakkan kakinya kasar. Changmin melonggo melihat tingkah Kyuhyun, "Apa salahku?" Tanya Changmin tidak mengerti. Ia beranjak mengejar Kyuhyun yang sudah keluar apartemen dengan berlari kecil agar bis mengejar Kyuhyun.

"Tunggu, Kyu!"

Hei Changmin, tidakkah kau tahu Kyuhyun menginginkan hal Romantis saat kau memberikan Cincin itu.

Bukan dengan cengiranmu yang sungguh membuat Kyuhyun ingin mencekikmu detik itu juga jika tidak ingat siapa kau.

Kemana sifat romantismu?

Tidakkah kau tahu, Dada Kyuhyun bergemuruh hebat memikirkan kejutan romantis apa yang akan kau berikan padanya ketika memberikan cincin itu.

Dan disaat waktu yang ia tunggu tiba, kau malah dengan entengnya memberikan cincin itu seperti memberikan sebuah permen.

Kau menghancurkan angan-angan Kyuhyun begitu saja!

Wajar saja Kyuhyun memakimu dan mengumpat saat keluar dari apartemenmu.

Kau sungguh menyebalkan, Kim Changmin!

.

.

Siwon menghela napas melihat layar ponselnya. Sudah berkali-kali Siwon menghubungi Kibum, tapi tak kunjung diangkat juga. Kalau seperti ini, cara terakhir mengirim pesan dan semoga saja cepat dibalas.

Sejak dari taman bermain, Kibum jarang menerima panggilan dan pesan serta e-mail pun hampir tidak pernah membalas. Siwon sungguh ingin bercerita pada Kibum, menceritakan kejadian yang terjadi beberapa hari ini.

"Apa sudah tidur ya?" Tebak Siwon, ia rebahkan tubuhnya di kasur menatap langit-langit kamar. "Tapi sekarang baru jam sembilan, biasanya dia tidur jam sebelas malam." Gumam Siwon. Ia melirik kembali pada ponselnya, berharap Kibum menghubunginya. Uh, Siwon sudah tidak sabar berbagi cerita. Kalau saja Siwon tahu rumah Kibum, ia akan berkunjung ke rumahnya. Selama ini, Siwon selalu bercerita dengan menelpon Kibum atau memanfaatkan waktu kerja untuk menemui Kibum. Tapi sejak Siwon bekerja di perusahaan Kyuhyun, Siwon lebih sering menelpon dan sesekali mengajak Kibum keluar di akhir pekan. Waktu-waktu itu ia manfaatkan untuk memgorek informasi tentang Kyuhyun dan bercerita tentang hubungannya dengan Kyuhyun yang mulai dekat sejak bekerja di tempat yang sama.

Siwon mendudukkan diri dengan kilat ketika ia mendengar dering ponselnya menandakan adanya pesan masuk, segera ia membuka pesan dari orang yang ia tunggu. Senyum Siwon ketika menerima pesan itu berganti dengan desah kecewa, harapannya agar Kibum bisa membagi waktunya pupus. Dalam pesan itu, Kibum meminta Siwon untuk tidak menganggunya karena sedang ada acara keluarga. Siwon melempar ponselnya ke tempat tidur dan kembali menjatuhkan diri, "Sebaiknya besok aku hubungi lagi."

.

.

"Aku benar-benar gugup, Kyu." Ucap Changmin. Kyuhyun memarkir mobilnya ke pinggir jalan, ia mendengus sebal. "Bisa kau berhenti mengatakan itu? Sudah berkali-kali kau mengatakannya." Gerutu Kyuhyun.

"Tapi aku benar-benar gugup, Kyu." Keras kepala Changmin. Kyuhyun memutar bola matanya, "Mau melamarku atau tidak!" Kesal Kyuhyun.

"Tentu saja!" Jawab Changmin cepat. "Kalau begitu jangan mengeluh! Kau tinggal memintaku pada si Kang In dan JungSoo!" Sentak Kyuhyun.

"Jangan menyebut nama orang tuamu seperti itu! Kau itu sungguh tidak sopan." Ceramah Changmin. Uh, terkadang Changmin binggung kenapa ia mau menjadi Kekasih seorang Cho Kyuhyun yang nilai sopan santunnya NOL! Bahkan sekarang ia akan melamarnya, salah apa dia? Selama ini Changmin selalu sopan pada siapapun, yah... kecuali pada korban kejahilannya.

"Terserah aku! Mereka orang tuaku." Sewot Kyuhyun. Changmin mendecih, "Mereka juga akan jadi orang tuaku!" Balas Changmin tidak mau kalah.

Kau terjebak Kim Changmin!

Kyuhyun menyeringai, "Mereka tidak akan menjadi orang tuamu! Melamarku saja kau mengeluh terus." Kyuhyun memanasi Changmin.

Kyuhyun sangat mengerti Changmin ingin memeliki orang tua, karena itu dulu saat awal mereka pacaran, Kyuhyun mau berbagi orang tua dengannya asal Changmin menikahinya (terdengar seperti anak kecil, eh?). Dan hal itu tentu saja membuat Changmin langsung berjanji akan menikahi Kyuhyun, karena ia sangat mendambakan sosok orang tua. Apalagi ketika mendengar cerita-cerita Kyuhyun tentang orang tuanya yang begitu sayang padanya. Meski Changmin belum pernah bertemu dengan orang tua Kyuhyun, tapi dari cerita Kyuhyun ia bisa merasa begitu dekat bahkan seperti telah memgenal lama. Seandainya kau tahu maksud Kyuhyun bercerita tentang orang tuanya, dapat dipastikan kau akan memaki Kyuhyun dengan wajah merah, Kim Changmin.

"Apa! Tentu saja malam ini akan ku pastikan kau menjadi pengantinku dan menjadikan orang tuamu, orang tuaku juga." Seru Changmin yang telah termakan jebakan Kyuhyun, "Cepat, jalankan mobilmu!" Perintah Changmin.

Dan Kyuhyun dengan senang hati melanjutkan perjalanan mereka.

.

.

Kau tahu bahwa ucapan itu adalah doa?

Kalau kau mengetahuinya, seharusnya kau berhati-hati dengan ucapanmu.

Kau akan menyesali ucapanmu sebentar lagi...

.

.

Rasanya seperti... De Javu.

Berhadapan dengan orang tua untuk meminta restu, namun kali ini berbeda. Jika kejadian beberapa bulan lalu ia bisa bersikap santai, kali ini ia dilingkupi perasaan takut, gelisah, gugup, cemas, bahkan keringat dingin mengalir dengan mulus dari pelipisnya. Tatapan mata Kangin dan Jungsoo sungguh membuat bibirnya beku, padahal mereka menatap Changmin biasa saja, bahkan ketika Changmin tiba di ramah mereka dngan Kyuhyun, mereka menyambut baik Changmin. Jelas terlihat ekspresi bahagia di mata Kangin, merangkul Changmin seperti anaknya yang baru pulang setelah sekian lama pergi. Jungsoo lebih menyambut baik Changmin, memeluk dan mencium kening Changmin dengan begitu lembut. Changmin sendiri heran dengan sifat suami-istri Cho itu, mereka baru mengenal Changmin tapi seperti sudah mengenal lama. Dan itu pun hanya saat di kantor saja, diluar pekerjaan mereka hampir tidak pernah berkomunikasi.

Kyuhyun tidak heran dengan kelakuan kedua orang tuanya, karena Kyuhyun sering bercerita tentang Changmin sejak pertama bertemu. Jungsoo adalah orang pertama yang akan mendengarkan cerita putra semata wayangnya ini, tidak jarang Jungsoo bertanya soal Changmin dan Kyuhyun mnjawab dengan senang hati. Hanya saja, Kyuhyun tidak menceritakan bahwa mereka sepasang kekasih.

"Jadi apa yang ingin kau bicarakan, Changmin?" Tanya Jungsoo dengan nada Keibuan. Changmin masih diam, ia seperti tidak mendengar pertanyaan Jungsoo. Kyuhyun menyikut pinggang Changmin dengan gemas, Changmin meringgis menerima perlakuan itu. Changmin menoleh pada Kyuhyun yang duduk disampingnya, ia melotot pada Kyuhyun seakan berkata 'apa yang kau lakukan!'. Kyuhyun malah balik melotot pada Changmin dan mengerakkan dagunya menunjuk pada Jungsoo, Changmin menoleh pada Jungsoo dan tersenyum kaku, "Maaf, tadi anda mengatakan apa?" Tanya Changmin malu karena tidak memperhatikan. Kangin tersenyum maklum, "Istriku bertanya, 'ada apa kau berkunjung kemari'? Ulang Kangin dengan tata bahasa yang berbeda namun mengandung arti yang sama.

Changmin mengangguk, ia berdehem untuk menghilangkan kegugupannya, "Sa-saya kemari.. umm.." ucap Changmin tidak jelas. Kangin dan Jungsoo masih menunggu jawaban, Kyuhyun mengenggam tangan Changmin yang berkeringat dingin. Ia meremas tangan Changmin memberi semangat, sesaat ia merasa Changmin menegang, namun setelahnya tangan Changmin membalas genggaman Kyuhyun.

"Saya ingin menikahi putra anda."

Spontan!

Changmin mengatakan itu dengan spontan, bibirnya tiba-tiba saja meluncurkan kalimat itu. Padahal ia sudah berlatih untuk meminta izin dengan sopan, bukan dengam spontanitas yang seakan meeminta dengan nada memerintah. Tapi mau bagaimana lagi? Karena gugup ia jadi mengatakan inti dari kalimat basa-basi yang sudah ia rancang dan latih seharin tadi.

Kedua pasang mata Kangin dan Jungsoo membelalak.

Melamar?

Laki-laki muda dihapan mereka saat ini sedang melamar putra semata wayang mereka?

Ok, hubungan seperti mereka memang sudah bukan hal asing lagi. Walau negara mereka tidak menerima pembuatan surat nikah sesama jenis, tapi mereka diberi kebebasan. Mereka boleh menikah, tapi menikah di negara yang memang mengizinkan pernikahan sesama jenis, mereka bisa kembali ke negara mereka dan negara mengakui penikahaan itu.

Jungsoo menahan napas, Kangin berpikir keras, Kyuhyun harap-harap cemas, dan Changmin... ia ingin mengali lubang dan menguburkan diri karena takut jawaban yang didapat tidak sesuai harapan.

"Apa kau serius?" Tanya Kangin tajam. Changmin mengangguk, tatapan matanya menunjukkan sebuah kesungguhan. "Kalian saling mencintai?" Tanya Kangin lagi, Changmin dan Kyuhyyn mengangguk.

"Sejak kapan?" Kini Jungsoo yang bertanya. Kyuhyun mengerti maksud ibunya, "Sejak SMA. Maaf, aku tidak memberitahukan hal ini pada kalian." Sesal Kyuhyun.

"Apa anda menerima saya?" Tanya Changmin tidak sabar. Ia sungguh merasa takut sekarang, sikap kedua Cho tersebut seperti tidak menyetujuinya.

"Ba-"

"Kim... Changmin?"

.

Keempat kepala diruang tamu tersebut menoleh ke arah suara yang memanggil Changmin. Seseorang menyebutkan nama Changmin dengan nada tidak yakin, seseorang yang berdiri 4 meter dari tempat duduk mereka. Seseorang yang mengintrupsi perkataan Kangin, seseorang yang tentu saja mereka kenali, sangat mengenalinya.

"Hangeng-ssi..."

Kim Hangeng.

Dialah orang yang menyebut nama Changmin. Orang yang kini menatap binggung pada Changmin dan keluarga Cho. "Sedang apa kau disini?" Tanya Hangeng.

Keringat Changmin mengalir kembali, matanya menatap tidak percaya dan sangat terkejut melihat Hangeng yang berdiri angkuh. Tidak hanya Changmin, Kyuhyun pun terkejut dengan kedatangan Hangeng. Kyuhyun menelan ludahnya, genggaman pada Changmin semakin kencang, keringat megalir dengan mulus dari pipi ke dagu Kyuhyun. "Hangeng-ahjusi.." lirih Kyuhyun.

Berbeda dengan Changmin dan Kyuhyun yang berkeringat dingin, Kangin tersenyum lebar pada Hangeng dan menghampiri Hangeng. Tangan kanan Kangin merangkul pundak Hangeng, "Ah, Hangeng. Kau harus tahu berita membahagiakan ini." Seru Kangin riang, tangannya menepuk-nepuk punggung Hangeng. Hangeng menatap penasaran, "Berita membahagiakan apa?" Tanyanya

"Putraku akan menikah dengan Changmin." Senang Kangin dengan bangga.

Jawaban bagi Changmin dan Kyuhyun yang tentu sangat bahagiakan, tapi kebahagian itu tiba-tiba saja berubah menjadi rasa takut. Jantung Changmin dan Kyuhyun seperti berhenti, tubuh mereka kaku.

"Me... menikah?" Tanya Hangeng memastikan. Kangin dan Jungsoo mengangguk senang, senyum dari suami-istri itu mengembang. Hangeng melepas rangkulan Kangin dengan kasar membuat Kangin teeheran, terlebih ketika Hangeng melangkah dengan kasar menghampiri Changmin.

Inilah yang ditakutkan Kyuhyun dan Changmin. Dan kejadian itu terjadi begitu cepat.

BRUGGHHH

Tubuh Changmin menghantam lantai marmer dengan keras. Sebuah pukulan mendarat di pipi kanan Changmin hingga mengakibatkan bibir Changmin sobek dan mengalirkan darah cukup banyak.

Ya, Hangeng menghajar Changmin lagi. Kali ini dengan penuh amarah dan.. kekecewaan.

Kejadian yang begitu cepat hingga Kangin dan Jungsoo tidak mampu berbuat apa-apa, Kyuhyun hanyan berdiri kaku melihat Changmin menghantam lantai marmer. Bukan, bukan kerana ia tidak mau menolong Changmin, tapi karena ia sendiri merasa ketakutan. 'Tidak! Jangan sampai itu terjadi!' Itulah kalimat yang sedari tadi Kyuhyun ucapkan dalam hati.

Hangeng masih belum puas memukul, ia meraih kemeja Changmin dan mengankat tubuh Changmin hingga Changmin berdiri. Kali ini yang menjadi sasarannya adalah perut Changmin...

BUAAGHHH

Dan kembali tubuh Changmin menghatam lantai. Masih tidak puas, Hangeng bermaksud memukul Changmin lagi, namun tangannya keburu ditahan Kangin."HENTIKAN!" Teriak Kangin, "Apa yang kau lakukan padanya, HAH?" Seru Kangin marah. Bagaimana tidak marah? Hangeng tiba-tiba menghajar Changmin, Changmin yang sudah ia anggap putranya sendiri dan calon menantunya! Apa Hangeng gila?

"LEPASKAN AKU!" Hangeng memberontak dan menepis kasar tangan Kangin. Matanya menatap nyalang pada Kangin, "Kau!" Tunjuk Hangeng pada Changmin yang kini tengah mendudukkan diri menahan sakit.

"BERANINYA KAU MENGKHIANATI PUTRAKU! DASAR BERENGSEK! KAU MEMPERMAINKAN PUTRAKU, BEDEBAH!" Teriak Hangeng penuh amarah.

Kangin dan Jungsoo menatap tidak mengerti pada Hangeng yang kini kembali menghajar Changmin. Kyuhyun menatap kosong pada Hangeng yang meluncurkan pukulan secara bertubi-tubi pada Changmin yang tidak menolak ataupun membalas.

Setelah cukup puas memukul Changmin, ia berdiri dn menatap Kangin. "Dia.. beberapa bulan lalu dia melamar putraku, Kibum." Lirih Hangeng, tatapan matanya terlihat sendu. "Aku menolaknya karena kupikir ia hanya mengincar harta keluarga kami, aku tidak ingin Kibum terpedaya oleh si Bedebah ini." Lanjut Hangeng dikuasai amarah lagi, bahkan ia tidak sudi menyebutkan nama Changmin. "Selama beberapa bulan aku menyelidikinya, saat itu kupikir aku salah. Aku berpikir... Dia tulus mencintai anakku, beberapa waktu aku sering melihat mereka berdua. Begitu akrab, tidak sedikitpun sifat picik pada Bocah ini. Sejak saat itu aku kembali mempertimbangkan permintaannya... sampai aku mengambil keputusan malam ini." Hangeng berbalik menatap Changmin tajam dan penuh amarah, "Aku membatalkan pertunangan Kibum dengan keluarga Lee! Kau dengar itu, Brengsek?" Changmin membelalakkan mata tidak percaya, begitupula dengan Kyuhyun.

"Sebelum pertunangan berlangsung, aku melihat Kibum menangis. Ia menangis! Saat itu ia berteriak padaku, dia sudah cukup hidup dikekang olehku. Ia ingin sekali saja hidupnya ia yang menentukan. Dan aku sadar... aku bukan ayah yang baik untuknya, karena itu aku membatalkan pertunagan itu TADI! Kau dengar? Aku membatalkan pertunangn Kibum BARU SAJA! BEBERAPA JAM YANG LALU DAN ITU AGAR KIBUM BAHAGIA BERSAMAMU, BRENGSEK!" Hantaman kembali ia layangkan pada Changmin yang nenunduk menatap marmer. "DAN SEKARANG KAU MALAH INGIN MENIKAHI PUTRA SAHABATKU, EH! KAU... KAU TIDAK ADA BEDANYA DENGAN SAMPAH-SAMPA PENJILAT! HANYA MENGINGINKAN HARTA!"

Jungsoo menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia sungguh tidak menyangka Changmin melakukan itu pada Kibum. Hanya menginginkan harta? Apakan Changmin mempermainkan Kyuhyun? Setega itukah?

Kangin mengepalkan tangannya menahan emosi. Apa-apaan itu? Changmin mempermainkan Kibum? Kibum yang sudah seperti putra kandungnya, Kibum... Kibum putra sahabatnya yang sangat baik..

Tidak bisa dimaafkan!

'Tidak! Tidak... kenapa jadi begini? Minnie...' Kyuhyun masih menatap kosong kearah Changmin yang kini tubuh dan wajahnya di penuhi lebam. Kaki Kyuhyun bergerak untuk meraih Changmin, 'Minnie... ku mohon jelaskan yang sebenarnya.' Batin Kyuhyun memohon, tangannya hampir meraih tubuh Changmin kalau saja Kangin tidak menarik paksa Kyuhyun. "Jangan sentuh dia, Kyu!" Desis Kangin. Tubuh Kyuhyun menegang, ia tahu saat ini ayahnya marah besar, "Appa, kami bisa jelaskan." Lirih Kyuhyun bergetar.

"Tidak ada yang perlu dijelaskan, Kyu. Aku tidak akan membiarkannya mempermainkanmu, seperti yang ia lakukan pada Kibum."

"Tapi... Cha-Changmin, tolong kau jelaskan kebenarannya." Mohon Kyuhyun.

Changmin kembali bangkit, ia mengusap darah yang mengalir dari hidungnya. "Biar saya jelaskan, semuanya. Ini tidak seperti yang anda pikirkan." Pinta Changmin pada ketiga orang dewasa.

"Jelaskan apa lagi?" Sinis Hangeng, "Kebohongan dan rencana licikmu, eh?" Sindirnya.

"Saya mohon... ada alasan kenapa saya melamar Kibum saat itu."

"Kau, benar-benar melamr Kibum?" Tanya Jungsoo.

"Itu benar, tapi..."

"CUKUP!" Berang Kangin. "Tadinya... aku senang saat kau ingin menikahi putraku, tapi begitu mendengar Hangeng, aku jadi tersadar. " Kangin menatap tajam Cahangmin, "Kau hanya mengincar harta kami. Gagal mendapatkan Kibum, kau memperdaya Kyuhyun, Eh!" Sinis Kangin.

"Tidak. Dengarkan aku, appa." Mohon Kyuhyun lagi, ia menatap Jungsoo meminta bantuan, tapi Junsoo malah memalingkan wajahnya tidak mau ikut campur. "Changmin memiliki alasan mengapa ia melakukan itu." Kyuhyun mencoba menjelaskan.

"Diam, Kyu!" Perintah Kangin, "Kenapa kau masih membelanya? Dia hanya menginginkan harta kita!" Tunjuk Kangin pada Changmin, "Heh, pantas saja waktu itu kau meminta ditempatkan satu ruangan dengan putraku. Ternyata kau memiliki rencana licik, kau membuatku mempercayaimu hingga seperti ini. Dan ternyata, dibalik otak jeniusmu kau memiliki rencana busuk!" Maki Kangin. Baik Kangin dan Jungsoo sangat kecewa mendengar cerita Hangeng, mereka terlanjur mempercayai Changmin. Tidak menduga bahwa Changmin memiliki sifat buruk, walau sebenarnya itu salah paham. Tapi karena mereka sangat kecewa, mereka akan meyakini kesalah pahaman ini entah sampai kapan.

"Pantas saja orang tuamu membuangmu ke panti asuhan! Sepertinya mereka sudah mengetahui bahwa anaknya akan sebusuk ini. Keputusan yang tepat, eh!"

Perkataan Hangeng sungguh membuat hati Changmin bagai ditusuk pedang. Tubuh Changmin bergetar, kata itu, kata itu adalah kata tabu baginya. Kata yang mampu membuatnya frustasi, dibuang. Tidakkah kata itu menyakitkan? Anak yang dibuang oleh orangtuanya, tidakkah itu menunjukkan bahwa orang tua tersebut tidak meninginkannya. Changmin sedikit bersyukur tidak mengingat wajah kedua orang tuanya karena pernah hilang ingatan waktu kecil, setidaknya rasa sakit yang sering menderanya tidak begitu membuatnya terpuruk.

Terkadang disaat seperti ini, ia menyesal karena dilahirkan tanpa diinginkan oleh orang tuanya.

.

.

Lihatlah Cho Kyuhyun.

Sekarang Changmin tidak akan merasakan kasih sayang orang tua seperti yang ia dambakan.

Bukankan tadi kau berkata bahawa orang tuamu, tidak akan memjadi orang tuanya.

Tentu kau tidak mendoakan perkataanmu, kakrna inilah hidup.

Apa yang kita ucapakan bisa terjadi, tidak peduli sebuah doa atau bukan.

Takdirlah lah yang memenuhi hidup ini.

.

.

"Salahku..."

"Berhenti menyalahkan dirimu."

"Tapi, ini juga terjadi karena aku."

"Sudahlah, aku juga yang merencanakannya. Jadi ini juga kesalahanku, jangan menyalahkan dirimu lagi, Kibum."

"Karena aku juga... appa, appa menghajarmu."

"Hehehe.. tapi setidaknya putra tercintanya merawat lukaku dengan baik."

"Ck, kenapa kau bisa setenang ini? Padahal kau baru saja di tolak."

"Lalu aku harus bagaimana?"

"Setidaknya menangislah. Kau bisa meminjam pundak hyung-mu ini."

"..."

"Minnie..."

"Kau bukan kakakku... hiks.."

"..."

"Kenapa kau selalu... hiks... ada disaat ... hiks... seperti ini?"

"Karen aku kakakmu."

"Kau bukan kakakku.. hiks...

"Setidaknya panggil aku hyung! Aku lebih tua darimu."

"Tidak mau!"

"Kau tidak sopan sekali! Selama mengenalmu, kau memanggilku hyung HANYA SATU KALI! Dongsaeng Kurang ajar!"

"Hiksss.. kenapa memarahiku?.. hiks... bukannyamenghiburku... hiks..."

"Panggil aku, HYUNG!"

"TIDAK! Aku akan memanggilmu seperti itu kalau kau benar-benar kakak kandungku! hiks..."

"Jangan melap ingus di bajuku!"

"Kau bilang aku boleh meminjam pundakmu.. hiks... sroot!"

"JOROK!"

.

.

.

TBC~

.

.

Hf_Zone

Kayaknya Chap ini panjang dan garing ya?

Sedikit melenceng dari naskah awal ==a

Chap ini difokuskan ke MinKyu dulu, jd untuk SiBum ny kebagian sedikit... banget ="=

-Wah, ada yg ketipu adegan awal y? Hihihi... maaf y, rate ny T dan tidak akan jd M^^ ayooo yg sudah mikir g jelas~

-Cincinya saja yg saya ambil ya, bunganya g usah kan g bisa d makan :P. Toh Changminnya aja lupa ==a mana sifat romantisnya tiba-tiba ngilang lagi~ Ada alasan knp Kibum bgt protectif sama Kyu^^

-banyak kok yg sayang Bummie~ tapi kalo cinta atas kekasih... yah, emang apes nasib Bummie! :P

Eh? Wah fanart Kihae? Blm penah lihat~ ( °3°)~ tp Kihae tidak ada disini... Maaf~

-ya begitulah, Siwon br pertama kali ke taman bermain^^ sekali-kali ajak dia k taman bermain y, biar g katrok. XP

-Selamat datang bagi Reader n Review baru ^^ terima kasih atas pujiannya hehhehe (_/_)

-Adegan Bianglala itu... romantis y? Wah, tidak sangka adegan diluar skenario awal ada yg bilang romantis.. terima kasih~ sy pikir sweet momentnya gagal =="

-Kibum sama syp Endingnya? Yang jelas bukan sama Donghae XP

-Dan jawabanya~ Gak jd tunangan XD ah, iya! Siapa lg kalo bukan Hyukkie yg jd kekasih/disukai Donghae?

-Yah begitulah Kyu, kalo udah nyangkut Changmin... Siwon pun di lewat gt aja. Ck, kejam~

-Cinta bertepuk sebelah tangan itu... sepertinya tidak nyaman ya~ *SiBum nganguk*

.

Untuk yg Review ny sama, sy balas sekalian d satu balasan Review. Maaf jika membuat pusing atas balasan Reviewnya.

Nah, makasih yg sudah bersedia review^^

Maaf jika chap ini mengecewakan n lama updatenya (_^_)

.

Thanks to:

Park YUIrin ^ eL-ch4n ^ yooshi704 ^ Meong ^ mhiakyu ^ Blacknancho ^ rhiee ^ Evil baby magnae ^ Rose ^ Snowysmile ^ Wonniebummie ^ Lee ^ Choi Jimin ^ Yuki-Onna ^ rizkyeonhae ^ lovinkyu ^ ryu ^ choikyuhae ^ Fitri MY ^ magnaeGyu ^ Iruma-chan ^ Kyuminjoong ^ Gyurievil.

And You, Silent Reader.

.

Last... Review?