Created by Rei (exolightfire)
Saranghae, Oppa
Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Wu Yifan, Zhang Yixing, Xi Luhan
Romance, Gender Switch
Part 4 (End)
.
.
Annyeong chingudeul! Ini adalah salah satu Fan Fiction tentang Chanyeol-Baekhyun pairing yang ceritanya terinspirasi dari sebuah komik karya Atsuko Namba yang berjudul "My Senior". Kenapa aku pilih ikutin cerita dari komik ini? Karena ceritanya bagus dan menarik. Ditambah karakter dari komik ini cocok diperanin sama Chanyeol dan Baekhyun.. Walaupun karakter Yifan agak (bahkan) tidak mirip sama sekali.
Cerita ini pake sudut pandang Baekhyun, jadi "Aku" disini maksudnya adalah Baekhyun. Dan disini Baekhyun aku switch gender jadi yeoja.
Dan ini part terakhir -akhirnya~ ^^
No Bashing, No Copas ya! Don't be silent reader juga! Komentar kalian benar-benar kutunggu untuk bahan evaluasi di Fanfic selanjutnya. Gamsa^^
.
.
.
.
Ruangan kelas yang ramai karena belum ada guru. Seorang namja dengan tubuh tinggi itu sedang duduk dan mengamati ponselnya.
Tertulis di message yang ia baca: "Saranghae.."
Dan tulisan itu terbaca oleh teman sebangkunya yang juga beperawakan tinggi.
-Chanyeol & Yifan POV-
"Hey Chanyeol, kamu sudah jadian ya dengan Baekhyun?"
"Hmmm…"
"Betul-betul jadian ya?"
-Chanyeol & Yifan POV end-
.
.
.
Chanyeol menciumku sore itu. Aku tidak percaya ia yang melakukannya.
"Hei, perkataanmu yang waktu itu…"
"Hah?"
"Yang mengajakku jadian denganmu, aku setuju."
"…"
.
.
.
Di dalam kelasku dan Yixing…
"Anak-anak, kita akan mengadakan seminar mengenai jurusan-jurusan yang ada di universitas. Akan ada beberapa alumni sekolah ini yang akan datang untuk menjelaskannya.", jelas Bu Guru yang sedang berdiri di depan kelas.
Lalu aku menoleh pada Yixing dan menyodorkan selembar kertas yang dibagikan saat itu.
"Ini daftar senior-senior yang akan datang, lihat Yixing!", kataku.
"Iya aku sudah melihatnya dari tadi.", jawab Yixing yang ternyata sudah melihatnya duluan di madding sekolah tadi pagi.
"Hampir semuanya tidak ku kenal."
"…", Yixing serius kembali melihat daftar nama-nama yang ada di selebaran itu.
"Ah, ternyata Senior Luhan akan datang, Yixing.", aku sedikit kaget ketika melihat nama Senior Luhan ada di daftar itu.
'Hmm.. Dia jadi pembicara juga ya? Biarlah, walaupun Senior Luhan datang, yang jadian dengan Chanyeol kan diriku.'
Aku bergumam sendiri.
.
.
Jam istirahat pun tiba. Aku menemui Chanyeol di kantin sekolah.
Dan hari ini aku membawa bekal dobel, karena aku akan memberikannya pada Chanyeol oppa.
"Oppa, ini bekal makan siang yang kubuat sendiri special untukmu."
"Haha, tumben sekali. Terimakasih Baekhyun-ah.", jawab Chanyeol tersenyum lebar.
Dan lagi-lagi, aku mencoba merusak suasana.
"Oh, iya. Minggu depan aka nada seminar diskusi pemilihan jurusan di universitas. Para alumni akan kemari menjadi pembicara."
"Hmm, oh ya?"
"Iya, termasuk Senior Luhan."
"…"
Chanyeol hanya diam dan menikmati bekal makanannya tanpa merespon perkataan terakhir yang keluar dari mulutku.
"Oppa akan ikut seminar tersebut?", aku kembali bertanya.
"Hah? Hmm, iya.", jawab Chanyeol sedikit terpaksa.
Dan aku telah benar-benar merusak suasana.
"Iya, oppa pasti ingin bertemu Senior Luhan."
"… Apa-apaan sih?", jawab Chanyeol kesal
"Ah?", aku sedikit kaget mendengar perkataan Chanyeol. Sepertinya aku sudah benar-benar membuat Chanyeol oppa kesal.
"Aku ingin memilih jurusan yang terbaik. Bukan karena ada Senior Luhan.", jelasnya.
Akhirnya Chanyeol pergi meninggalkanku sendirian di kantin yang ramai itu.
Maafkan aku.
Tapi aku tahu.
Tapi pasti di dalam hatimu masih menyimpan rasa suka yang lebih kepada Senior Luhan.
.
.
.
Hari seminar pun datang.
Aku pun datang bersama Yixing ke seminar tersebut. Semua anak kelas tiga yang wajib menghadirinya telah lebih dulu memasuki aula dimana seminar tersebut dilaksanakan. Aku bersama Yixing dan anak-anak kelas satu lainnya datang menyusul ke aula tersebut.
Terdengar dari suara speaker acara telah dimulai dengan perkenalan dari alumni.
"Aku Park Shin Ah, dari Fakultas Teknik. Salam kenal."
"Aku Song In Young, dari Fakultas Bahasa. Salam kenal semuanya."
"Aku Xi Luhan, dari Fakultas Hukum. Senang bertemu kalian."
Heoh, ternyata Senior Luhan benar-benar datang.
Aku mengintip ke dalam aula, mencari-cari dimana tempat duduk Chanyeol. Aku tidak ingin ia mengetahui kalau akupun ikut datang ke seminar tersebut. Aku mengendap-endap masuk ke dalam ruangan.
Dan…
"BRUKKK!"
Aku salah melangkah. Membuatku seketika jatuh ke lantai. Dan itu membuat seisi aula kaget dan melihatku terjatuh.
Benar-benar memalukan!
"Kau tidak apa-apa Baekhyun-ah?", tanya Yixing yang dengan sigap membangunkanku. Namun tenaga Yixing kurang kuat untuk membangunkanku.
"Aku tidak apa Yixing-ah, …"
Ketika aku menahan sakit di dengkulku, dari arah depan ada seseorang yang menjulurkan tangannya untuk membantuku bangun.
Orang itu adalah Chanyeol.
"Bangunlah.", katanya.
"I..iya."
Lalu ia menarikku keluar dari aula.
.
.
"Payah.", itu kata yang pertama kali keluar dari mulut Chanyeol.
"Meskipun payah…"
Belum selesai aku bicara, air mataku mulai terjatuh lagi.
"Jangan menangis.", pinta Chanyeol.
.
.
Suara speaker dari aula tempat diadakannya seminar masih jelas terdengar dari tempatku dan Chanyeol sekarang. Di dalam sana sedang dilakukan tanya jawab.
"Baiklah sekarang sesi tanya jawab. Bisa kita mulai dari tema ujian akhir. Siapa yang akan melayangkan pertanyaan untuk yang pertama kali?"
"Silakan bertanya apa saja, kami akan coba menjawabnya.", tambah Senior Luhan.
"Aku Lee Eun Ji, dari kelas tiga. Apakah Sunbae sudah punya pacar?", seorang siswa bertanya pada Senior Luhan.
"Ya ampun, pertanyaan bodoh!", jawab siswa lain.
"Pertanyaan apa itu?", komentar siswa lain.
"Memalukan kau Eun Ji!"
"Hahaha, tidak apa-apa. Aku akan menjawabnya.", Senior Luhan berkata dengan senyumnya yang menawan.
"Terimakasih sebelumnya.", jawab siswa yang bertanya tersebut.
"Aku baru saja putus dengan pacarku."
Apa?
Senior Luhan putus dengan pacarnya?
Chanyeol yang mendengarnya pun terlihat kaget dengan jawaban itu.
Aku tahu yang ada di dalam hati Chanyeol adalah Senior Luhan.
Bukan aku.
Bukan aku!
"Oppa, Senior Luhan sudah tidak mempunyai pacar.", kataku.
"Sudah kubilang aku ditolak.", jelas Chanyeol.
"Tapi biar bagaimanapun, Oppa menyukai Senior Luhan kan?"
"…"
Chanyeol hanya terdiam.
"Kalau memang suka, seharusnya berjuang. Agar suatu saat dia menyayangimu.", jelasku.
Baiklah, kali ini aku benar-benar 'sok' kuat.
"Mianhae Oppa, aku pernah menyukaimu…"
"…"
Aku pun pergi meninggalkan Chanyeol yang masih bingung dengan perkataanku.
Tapi kupikir dia pasti akan mengerti.
Walaupun aku sedih, air mataku pun sudah terjatuh dari tadi, tapi ini demi oppa, demi Chanyeol.
Mungkin pelan-pelan aku bisa melupakannya.
Mungkin.
Walaupun tidak mungkin, tapi aku sudah memutuskan untuk memilih jalan ini.
.
Sejak saat itu aku mulai berjaga jarak dengan Chanyeol.
.
.
.
Hari ujian akhir bagi kelas semakin dekat. Musim dingin pun datang.
Aku berjalan-jalan bersama Yixing dan Yifan ke festival malam musim dingin. Aku melihat-lihat barang-barang yang dijual disana, begitu unik dan lucu.
Dan ada penjual permen yang sama persis waktu di festival dulu.
'Kenapa harus teringat lagi?', gumamku.
Mataku mulai berkaca-kaca lagi.
'Nanti aku belikan lagi permennya…'
Aku masih saja mengingat kata-kata itu.
.
"Baekhyun-ah, ini aku kirimkan file foto yang kuambil tadi dari handphone ku.", pinta Yifan.
"Ah, baik Yifan Oppa. Kirimkan ya."
"Aku juga mau ya.", pinta Yixing.
Kami semua mengeluarkan ponsel masing-masing.
Dan ada yang aneh dengan strap handphone yang digunakan Yifan dan Yixing.
"Eeh, Yifan Oppa dan Yixing strap handphone nya sama ya?", tanyaku
"O..oh, i..iya.", jawab Yifan kaget dan terbata.
"Waktu itu beli sama-sama. He..he..", jelas Yixing.
"Oh begitu.", aku masih belum menyadarinya.
Eh tunggu dulu.
"Jadi kalian sudah pacaran?!", tanyaku sedikit berteriak.
"Jadi selama ini dia tidak sadar, Yixing?", jawab Yifan kepalang ketahuan.
"Ah, ha..ha..", Yixing hanya tertawa geli.
"Baguslah kalau begitu. Hehe.."
Aku merasa sangat senang Yifan oppa dan Yixing ternyata sudah berpacaran. Tapi sejak kapan ya? Mungkin aku ini terlalu mengurusi diriku sendiri sampai-sampai tidak tahu tentang apa yang terjadi pada sahabat-sahabat terdekatku ini.
.
Ketika sedang berjalan-jalan tadi, aku sangat tertarik sekali pada sebuah jimat. Jimat kelulusan. Warnanya pink. Dan aku pun membelinya.
Entah kenapa aku ingin sekali memberikannya pada Chanyeol.
Padahal seharusnya aku sudah melupakan Chanyeol.
" Oh iya, sebentar. Ini, aku baru beli tadi. Tolong berikan kepada Chanyeol Oppa ya, tapi jangan bilang kalau barang ini dariku.", pintaku pada Yifan oppa.
"Apa, aku tidak boleh bilang kalau ini dari Baekhyun-ah?", tanya Yifan.
"Iya."
.
.
-Chanyeol & Yifan POV-
"Hei Chanyeol, ini ada sesuatu untukmu.", Yifan memberikan kotak kecil pada Chanyeol
"Waah, apa ini?"
"Buka saja."
"Oohh! Jimat kelulusan! Bagus sekali warnanya pink.", seru Chanyeol girang.
"Ya begitulah."
"Eh, …", lalu Chanyeol menyadari hal yang aneh.
Jimatnya berwarna pink.
Yifan yang sadar seketika langsung berbohong.
"E…eh, nimat itu Yixing yang pilihkan."
"Oh, Yixing-ah yang memilih, pantas warnanya pink. Hoho, jadi kalian berdua sudah jadian ya?", dengan mudah Chanyeol mempercayainya.
"Kau payah!", kata Yifan sedikit menggerutu.
"Hei, jangan sebut payah ke siswa kelas tiga yang mau ujian ini eoh!"
-Chanyeol & Yifan POV End-
.
.
-Chanyeol & Yixing POV-
Ruangan klub.
"Selamat siang.", sapa Yixing.
"Siang. Oh, ternyata Yixing-ah yang datang.", sapa Chanyeol sedikit kecewa.
"Kok menyapaku seperti itu sih?", jawab Yixing sedikit kesal.
"Ah, aniyo, bukan itu maksudku."
"Kamu kira Senior Luhan yang datang ya?"
"Bukan, kukira tadi Baekhyun-ah yang datang."
"Oh begitu."
"Oh iya, terimakasih ya jimat kelulusan yang kamu berikan. Jimatnya imut sekali."
Lalu Yixing menatap Chanyeol dengan sedikit aneh.
"… Aku… tidak suka benda yang imut-imut kan.."
"…"
Chanyeol pun terdiam mendengar jawaban dari Yixing.
-Chanyeol & Yixing POV End-
.
.
.
Skip time.
Aku dan Chanyeol benar-benar menjaga jarak sampai hampir tiga bulan lamanya.
.
.
Tak terasa ujian akhir kelas tiga sudah terlewati. Dan hari kelulusan pun datang. Semua anak kelas tiga bergembira hari ini. Mereka semua bahagia. Orang-orang terdekat memberikan selamat kepada mereka.
Termasuk Yixing kepada Yifan Oppa.
"Selamat atas kelulusanmu, Oppa."
"Yixing-ah…! Terimakasih.", jawab Yifan terharu.
Aku merasa ikut senang.
"Oh iya, aku ingin memfoto kalian. Eh, tapi sepertinya kameraku tertinggal di ruangan klub.", Yifan melupakan kameranya di ruangan klub.
Lalu aku menawarkan diri untuk mengambilkan kameranya ke ruangan klub.
"Yifan Oppa disini saja bersama Yixing, biar aku yang mengambilkannya ya."
"Baiklah Baekhyun-ah, terimakasih."
Aku merasa iri kepada mereka, bisa benar-benar bahagia bisa merasakan moment seperti ini bersama orang yang kita sayangi.
.
.
Aku pun segera berlari menuju ruangan klub untuk mengambil kamera. Sampai di depan pintu ruang klub, aku merasa kembali ke masa lalu. Ketika aku bersama melewati hari di klub ini.
Setahun terakhir ini, sudah banyak sekali perubahan. Aku pun masuk kedalam ruangan.
"Oh, ini kameranya.", gumamku ketika melihat kamera yang kucari.
Lalu aku terdiam sejenak.
Aku melihat kearah jendela, tempat favorit Chanyeol untuk membaca.
Aku mendekati jendela tersebut.
.
Dan aku sangat kaget ketika ada sesosok orang yang sedang duduk ditanah tepat dibawah jendela. Sosok itu mulai berbicara.
"Jangan cuek saja! … Aku tahu ini terasa berat, tapi lebih baik … "
Orang itu menghentikan pembicaraannya lalu segera bangkit dari duduknya dan langsung memelukku.
Iya, orang ini adalah Chanyeol.
Air mataku mulai jatuh.
"Jangan menangis, payah. Ah, tidak, akulah yang payah.", katanya.
"…", aku hanya terdiam di dalam pelukannya.
"Kukira kalau aku ada disini aku bisa bertemu denganmu.", lanjtnya lagi.
"…", aku masih terdiam.
.
Aku dan Chanyeol benar-benar larut dalam kerinduan yang kami pendam selama ini.
Kami sudah membohongi perasaan kami sendiri.
Aku yang sok kuat ini, mencoba membiarkan Chanyeol untuk memilih Senior Luhan. Namun yang dilakukan Chanyeol tidak seperti apa yang kupikirkan. Ia tidak pernah lagi memilih Senior Luhan sejak saat ia menyatakan setuju untuk jadian denganku.
Tapi aku terus memaksakan kehendakku, menyuruh Chanyeol untuk kembali menyukai Senior Luhan. Benar apa kata Chanyeol selama ini, aku benar-benar payah.
.
Tapi hari ini aku begitu bahagia.
"Mianhae Baekhyun-ah."
"Jeongmal mianhae Oppa."
"Aku tidak ingin kau jauh dariku lagi. Aku selalu ingin benar-benar memulainya denganmu. Hanya denganmu, bukan orang lain."
"Ne Oppa."
"Saranghae…"
"Saranghae Oppa…"
Ini menjadi moment yang paling berbahagia untuk hidup kami berdua.
.
.
-This is a beginning, not the end… -
.
.
.
.
Akhirnya~
Fanfic ini selesai.. :3
Gimana endingnya? Persis komiknya sih, happy ending..
Gomawo yang udah ngereview...
Yang baru baca juga review juseyo ya, don't be silent reader..
Gomawo gomawo jeongmal gomawo.. ^^
