_Sunflower garden_

"Ini adalah serangan terakhirku!" katanya sambil tersenyum kecil.

"Ti-tidak mungkin!"

BRUK!

Ternyata yang tertusuk bukan Renji, tapi Nao. Nao ambruk di depan Renji. Kejadian itu terjadi sangat cepat.

"Huft... udah selesai!" kata Renji sambil pergi meninggalkan Nao.

Dinding pelindung menghilang, tanda pertarungan telah berakhir.

"Renji hebat!" puji Ichigo setelah keluar dari dinding pelindung.

"Hebat, pura-pura mati untuk mengelabui musuh!" kata Kira.

"Ya, Cuma itu satu-satunya jalan! Ayo pergi!" kata Renji sambil pergi, diikuti Ichigo dan Kira.


SeiNa's present

Bleach it's Tite Kubo

Lost in Game it's SeiNa Hanagata

It's K+ ( everyone can read this fic )

Adventure, Mystery, Friendship, Magic, Fantasy, Action, Supernatural

It's full of imagine! Don't like, don't read!

Para shinigami terdampar di suatu tempat yang sangat asing. Agar bisa keluar dari tempat itu, mereka harus bertarung. Apakah mereka akan berhasil?


_Chap 4: Last Present_

_Di tempat lain_

"Nao... dia sudah..." kata Princess dengan suara bergetar.

"Apa yang harus kita lakukan?" kata seorang anak perempuan.

"Cepat kau pergi ke tempat Renji!" perintah Princess.

"Hai wakatta!" kata perempuan itu sambil pergi. Takkan ku biarkan kalian mati lagi! Kata Princess dalam hati.

_Red lilac garden_

"Red thunder!" teriak Matsumoto.

BZZTT! BZZZTTT!

Matsumoto mengarahkan tangannya ke bunga lili yang mengurungnya.

BRAAAK!

Bunga lili itu hancur berkeping-keping. Mata Ayumi terbelalak.

"Tidak mungkin!" kata Ayumi pelan.

"Rasakan ini!" teriak Matsumoto sambil melempar zanpakutounya ke arah Ayumi.

ZLEP!

Zanpakutou itu menancap di tubuh Ayumi.

TIK! TIK! TIK!

Darah segar mulai mengalir.

"Hehe..." kata Ayumi pelan.

"Apa-apaan dia?" kata Matsumoto pelan.

_Green jasmine garden_

"Hadou no sanjuuichi! Red flame canon!" serangan dari Hitsugaya membuat zanpakutou yang di lempar Emi mengarah ke arah Emi.

ZLEB!

CRUUAAAT!

"Emi... sudah cukup!" teriak Zora dari kejauhan.

Zanpakutou itu menancap di perut Emi. Darah segar banyak mengalir.

"Ini belum berakhir, Hitsugaya Toushirou!" teriak Emi dengan suara yang seraknya.

"Arrow of jasmine!" kelopak bunga-bunga melati kembali berbah menjadi sebuah busur dan anak panah. Emi mulai membidiknya ke arah Hitsugaya.

WHUUZZZ!

Anak panah itu mulai di lepaskan Emi.

"Jasmine hurricane!" teriak Hitsugaya. Sebuah angin yang besar datang menghampiri anak panah Emi.

ZLEB!

_Black orchid garden_

"Orchid hurricane!" anak panah itu menjadi berbalik ke arah Rei karena srangan dari Yumichika.

ZLEB! ZLEB! ZLEB!

Tubuh Rei tertusuk ribuan panah. Pandangannya mulai kosong.

"Yumichika hebat!" teriak Ikkaku.

"Ya dong!" kata Yumichika bangga.

"Tapi, kenapa dinding pelindungnya tidak menghilang?" tanya Hanataro dari balik dinding pelindung.

"Mau tau kenapa?" kata seorang perempuan. Semua langsung kaget mendengarnya. Jangan-jangan... kata Byakuya dalam hati.

"Karena aku belum mati!" kata Rei sambil menghembuskan zanpakutounya.

ZLEB!

_Purple edelweiss garden_

Ichigo, Renji, dan Kira terus berjalan menyusuri kebun. Tanpa terasa, mereka sampai di sebuah kebun edelweiss berwarna ungu.

"Kalian lama sekali!" kata seorang perempuan dengan rambut panjang yang di pakaikan bando.

"Siapa kau?" tanya Ichigo.

"Namaku Usumi Kaoru. Mi Angela ke empat!" kata anak itu sambil berjalan mendekat ke Ichigo.

"Ke empat? Tadi aku melawan yang ke delapan lho!" kata Renji.

"Apa? berarti sulit untuk mengalahkannya dong?" tanya Kira sambil sweatdrop.

"Mungkin! Tapi, dari penampilannya ga meyakinkan kalau dia urutan ke empat!" kata Renji.

"Iya, psst... psssttt... pssttt..."

"Psssttt... psssttt... psssttt..." kata mereka bisik-bisik. Usumi merasa kesal karena di cuekin oleh mereka.

"Hei, kalian semua! Ga baik tau ngomongin orang!" kata Usumi dengan meledak-ledak layaknya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

"Eh, go-gomennasai!" kata mereka kompak.

_Red lilac garden_

"Star protect!" kata Ayumi pelan. Tiba-tiba, semua luka yang ada di tubuhnya mulai sembuh.

"Ti-tidak mungkin!" jerit Matsumoto.

"Mungkin aja! Hehe..." kata Ayumi sambil tertawa kecil.

"Sekarang, giliranku membalas semua seranganmu!" kata Ayumi sambil berlari ke arah Matsumoto.

"Sword of star!" sebuah zanpakutou berwarna merah muncul.

"Heeeaaahh..." jerit Ayumi.

ZLEB!

"Matsumoto..." teriak Rukia dari dalam dinding pelindung.

_Di tempat lain_

"Emi dalam bahaya!" jerit Princess.

"Apa Princess mau kita membantu Emi?" tanya seorang anak perempuan.

"Tidak! Di sana masih ada Zora! Kalian tunggu saja, dan bersiap-siap!" kata Princess.

_Green jasmine garden_

Anak panah itu tepat mengenai jantung Emi.

BRUK!

Emi ambruk di depan Hitsugaya.

"Emi... jangan pergi!" teriak Zora sambil berlari ke arah Emi.

"Antar aku ke tempat Princess!" kata Hitsugaya.

"Tidak! Aku tidak akan membuat perjuangan Emi sia-sia! Aku akan melawanmu!" teriak Zora.

"Terserah, aku hanya ingin bertemu dengan Princess!" kata Hitsugaya. Zora menatap Hitsugaya dengan tatapan ingin membunuh. Princess, takkan ku biarkan dia menemuimu! Kata Zora dalam hati.

"Sword of jasmine!" sebuah zanpakutou muncul dari kelopak bunga melati.

"Heeeaahhh..." jerit Zora sambil menghembuskan zanpakutounya.

TRANG!

_Black orchid garden_

CRUUAATT!

Zanpakutou Rei berhasil menusuk perut Yumichika. Darah segar mulai mengalir dari perutnya. Pandangan Yumichika kosong.

BRUUKK!

Tubuh Yumichika ambruk di depan Rei dan semuanya.

"Yumichika..." jerit Ikkaku dan Hanataro bersamaan.

"Heh! Aku yang menang!" kata Rei angkuh. Dinding pelindung mulai menghilang, tanda pertarungan telah berakhir. Mereka dengan cepat berlari ke arah Yumichika.

"Yumichika, bangun!" kata Ikkaku sambil memegangi badan Yumichika.

"Percuma, dia tak akan bangun!" kata Rei sambil berjalan menjauh, tapi Byakuya menghalanginya.

"Beri tahu di mana Princess berada!" kata Byakuya dingin.

"Tidak akan!" kata Rei tak kalah dingin.

"Kalau begitu..." Byakuya mengeluarkan zanpakutounya. Mata Rei terbelalak.

TRANG!

_Purple eldelweiss garden_

"Lalu, siapa lawanmu?" tanya Ichigo.

"Eh, lawan?" tanya Usumi balik.

"Ya, lawan untuk keluar dari sini!" kata Renji dengan sedikit keras.

"Tapi, aku ga di kasih tahu sama Princess!" kata Usumi dengan wajah cemas.

"Ya, ntar kamu di kasih tahu ama Princess buat ngelawan siapa!" kata Kira mulai kesal.

"Tapi, kata Princess aku Cuma nemuin kalian! Ga di suruh ngelawan kalian!" kata Usumi bingung. Semua yang mendengar jawaban Usumi langsung sweatdrop.

"Jadi, kita ga akan bertarung?" tanya Ichigo sambil teriak.

"E-enggak!" kata Usumi sambil menggeleng.

"Horeeeyyy!" teriak mereka bertiga kompak.

_Red lilac garden_

Tik... tik... tik...

Darah mengalir dari tubuh Matsumoto.

BRUK!

Matsumoto terjatuh di depan Ayumi. Semua yang ada di dalam dinding pelindung hanya diam, karena tidak percaya dengan apa yang terjadi.

"Matsumoto... tidak mungkin!" kata Rukia pelan.

"Tidak, Matsumoto msih hidup!" kata Hisagi tenang.

"A-apa? kenapa kamu yakin Matsumoto masih hidup?" tanya Rukia.

"Karena dinding pelindung ini! Jika Matsumoto kalah, harusnya dinding ini mnghilang!" kata Hisagi. Sebuah senyuman terlihat dari wajah Rukia, Hisagi yang melihat senyum Rukia juga ikut tersenyum. Ayumi berjalan mendekati Matsumoto.

"Aku yang menang!" kata Ayumi sambil tersenyum.

"Tidak!" mendengar kata-kata itu, Ayumi langsung terbelalak.

"Aku yang menang!" kata Matsumoto keras.

ZLEB!

_Green jasmine garden_

Hitsugaya berhasil menangkis zanpakutou Zora. Mata hazel Zora terlihat berkaca-kaca.

"Green thunder!" teriak Zora.

BZZTT! BZZTT!

Tangan kiri Zora endatangkan petir berwarna hijau. Hitsugaya yang masih terfokus pada zanpakutounya hanya diam saat melihat petir itu.

"Heaaahh..." tangan kiri Zora mulai mengarah ke tubuh Hitsugaya.

PLAAK!

Seorang perempuan menangkis tangan Zora. Zora dan Hitsugaya melihat ke anak itu.

"Hentikan ini, Zora!" teriak anak itu.

"Minami..." kata Zora pelan.

"Percuma kamu melawan dia, kamu pasti akan kalah seperti Emi!" kata Minami dengan keras.

"Ta-tapi..." kata-kata Zora terputus.

"Ayo pulang, biar aku yang membawa Emi!" kata anak perempuan yang lain.

"Hana..." kata Zora dengan tidak percaya.

"Kalian berdua ikut kami!" kata Minami sedikit keras.

"Apa? orang itu ikut dengan kita?" kata Zora sambil menunjuk ke arah Hitsugaya.

"Ini perintah dari Princess!" kata Hana. Zora hanya diam dan pergi meninggalkan mereka, setelah itu mereka semua juga pergi bersama dengan Hitsugaya ke tempat Princess berada. Kali ini, akan ku buka rahasiamu! Kata Hitsugaya dalam hati.

_Black orchid garden_

Seorang perempuan menangkis zanpakutou Byakuya.

"Aku lawanmu!" kata anak itu sambil menatap tajam ke arah Byakuya.

"Yu-Yui..." kata Rei tak percaya.

"Menyusahkan, begini aja sampai mengutus Mi Angela pertama!" kata Yui dingin.

"Pertama? Jadi, kau urutan yang pertama?" tanya Ikkaku.

"Ya!" jawab Yui singkat.

_To be continued_


_Preview Lost in Game_

_Chap 5: Princess_

"Oh, iya! Kalian mau ketemu Princess, ga?"

"Jadi, kau itu Princess?"

"Aku tak mungkin bisa mengalahkanmu, Hitsugaya Taichou!"

"Konbanwa, Princess!"


_Battle Note_

_Nao vs Renji_

Win: Renji

Lose: Nao

_Emi vs Hitsugaya_

Win: Hitsugaya

Lose: Emi

_Rei vs Yumichika_

Win: Rei

Lose: Yumichika

_Zora vs Hitsugaya_

Nothing win or lose

_Ayumi vs Matsumoto_

On battle

_Yui vs Byakuya_

On battle


_Corat –coret author_

Nyoooo... di chap 5 wujud asli Princess akan terbuka oleh Hitsugaya! siapa ya sebenernya Princess itu? Ada yang tau? Oh iya! Fic ini emang rada sadis, jadi yang ga kuat ama sadis-sadis mungkin jangan baca fic ini! Tapi, endingnya ga sadis kok! Ya udah, tunggu chap berikutnya aja yah... see you next chap! Jangan lupa review!

_SeiNa Hanagata_