Do You Love Me?

Main chara: ShikaTema

Chapter 4: New Opponent

-

-

-

Disclaimer: Naruto takkan pernah jadi milik saia, masih miliknya Masashi Kishimoto-sensei. Kalau lagu yang pernah ada di sini masih milik penyanyinya masing-masing. Saia hanya meminjam untuk sementara saja... ˅.˅.˅.˅

Summary: Lagi-lagi Temari merasakan perasaan aneh ketika bertatap mata dengan Shikamaru. Dan lagi-lagi Shikamaru tak menyadari hal itu. Apakah yang ada dalam pikiran mereka masing-masing? Apakah Temari tahu perasaan apa yang ada di hatinya saat ini? Dan kali ini juga pengakuan Sai terhadap semua perasaannya ke Ino akan terungkap!!! Waduh, gimana ya? Apa perasaan Ino juga sama seperti Sai? Semua akan diungkap semerah RAMBUTNYA GAARA!!! (?) *author diSabaku Gaara*

Konoha Senior High School, lagi-lagi dipenuhi warna di setiap sudutnya. Bagaimana tidak, hari ini adalah salah satu hari bersejarah di SHS Konoha. Hari ini adalah hari ulang tahun Konoha Academy yang ke-106 (Nggak ketuaan tuh??? Namanya juga sekolahan...).

Dan kita akan menyaksikan (?) pemandangan yang menakjubkan dari bangunan ini. Setiap sisi-sisinya dihiasi oleh berbagai macam pernak-pernik. Dari yang berbentuk seperti hewan, tumbuhan, manusia, dan yang paling unik adalah, bentuk menyerupai keenam pentolan band Aqua Timez yang dibuat khusus dari para FC dan FG mereka.

"Teme!" panggil Naruto.

"Hn?" Jawab Sasuke sambil menolehkan pandangannya ke Naruto.

"Lihat deh tuh! Ada pernak-pernik menyerupai kita!" teriak Naruto.

"Iya. Emang kenapa?" tanya Sasuke datar.

"Nggak. Kamu kok bukannya senang ada yang buat macam ginian, malah bersikap biasa aja?" tanya Naruto yang masih memperhatikan dan memainkan pernak-pernik berbentuk dirinya yang sedang memukul drum.

"Up to you lah..." Tanggap Sasuke sembari meninggalkan Naruto sendirian.

"Eh? Matte!" panggil Naruto seraya berlari menuju Sasuke.

Kelas 1-B...

"KYAAAA!!!!" teriak para wanita di kelas tersebut.

"Jeez... Bising!" geram seorang cowok berambut coklat yang diikat satu tinggi ke atas dengan tatapan malas bercampur gusar.

"Udahlah! Tak ada gunanya kau menggerutu tentang hal yang udah biasa terjadi pada kita." Gumam cowok lainnya yang berjalan di sebelah lelaki yang tampaknya sedang sangat geram.

"Ter-se-rah!" kali ini lelaki yang marah itu langsung menuju ke bangkunya dan meletakkan tasnya ke atas mejanya dan mulai mengerjakan rutinitasnya, tidur.

"Hei! Kau mau tidur lagi ya?" tanya Neji, yang kemudian duduk di samping pemuda malas itu, Shikamaru.

"Aku malas meladeni mereka." Jawab Shikamaru singkat.

"Ingat! Hari ini ultah sekolah yang ke-106. Kita biasanya bakalan disuruh untuk memeriahkan acara yang bakalan diadakan nanti malam. Bukankah kita seharusnya latihan?" ungkap Neji sekaligus bertanya kepada leader band mereka, Shikamaru.

"KYAAAAA!!!! Neji-kun!!! Shika-koi!!!!" teriak para wanita maniak mereka yang sudah berdiri di hadapan mereka sambil membawa kado yang entah untuk apa dan akan diberikan kepada duo tampan tersebut.

"Geez... Kalian ini... BERISIK!!!" pekik Shikamaru yang terjaga dari tidurnya dan menunjuk ke arah luar untuk menyuruh para wanita-wanita tersebut untuk keluar.

"I... IYA..." akhirnya para wanita itu pun pergi tanpa dikomando dua kali karena takut dimarahi sang pangeran tersebut.

"Hah... Menyebalkan mereka itu!" gerutu Shikamaru dan kembali duduk di singgasana nya.

"Tumben? Biasanya diem aja sekarang bentak-bentak gitu. Lagi bad mood ya?" tanya Neji yang kembali tenang setelah terkejut mendengar Shikamaru berteriak lengkap dengan toa yang seperti Naruto.

"Banget." Jawab Shikamaru yang kembali memulai untuk tidur.

"Kenapa?" tanya Neji lagi.

"Shut up!" perintah Shikamaru yang sebal karena ditanya-tanya terus oleh Neji.

"Hah... Ya sudahlah. Tidur aja kerjaannya." Omel Neji.

Shikamaru pun tidur lagi. Namun dia tetap tak bisa memejamkan matanya. Entah kenapa, tapi dari semalam dia tak bisa tidur. Mungkin karena itu dia jadi marah-marah terus.

'Aku ini kenapa? Kenapa dari semalam tak bisa tidur sih?' pikir Shikamaru dalam hati.

Kelas 1-C...

"Ng... Yang ini gimana ngerjainnya Temari?" tanya Tenten yang sedang kepayahan dalam mengerjakan PR Fisikanya.

"Yang ini caranya dikali dulu baru dibagi 2. Ngerti kan?" jawab Temari bagai seorang guru yang mengajarkan muridnya.

"Oh. Wakarimashita!" jawab Tenten mengerti.

"Ya udah, aku mau latihan nyanyi lagi. Nanti malam kan kita harus mengisi acara ulang tahun sekolah kita, jadi harus latihan dulu biar tampilannya mantap." Jelas Temari.

"Eh? Iya juga ya?" tanya Tenten bersemangat.

"Cepat kau selesaikan PR-mu, lalu kita panggil teman-teman kita dan latihan! Sebelum..."

"Sebelum apa?"

"Sebelum mereka datang!"

"Siapa?"

"Si nanas ama teman-temannya! Emangnya siapa lagi Tenten?" tanya Temari seperti guru yang sudah mengajarkan muridnya berkali-kali dan murid itu tetap tak mengerti.

"Oh... Hai hai!" jawab Tenten mengerti sambil mengangguk-angguk.

Kelas 1-A...

"Gaara!" panggil seseorang dari balik pintu.

"Hn? Kau rupanya. Ada apa?" tanya Gaara yang sudah berdiri di depan orang yang memanggilnya itu, Hyuuga Neji.

"Hari ini kita latihan tidak?" tanya gitarist Aqua Timez itu.

"Hmm... Berhubung tadi aku baru dapat undangan untuk memeriahkan acara ultah sekolah kita, ya mungkin kita harus latihan sebelum acaranya nanti malam. Mana yang lain?" tanya Gaara mengalihkan pembicaraan.

"SasuNaru sedang jalan, Sai ikut lomba melukis di aula, dan Shika lagi tidur." Jawab Neji enteng.

"Hah... Leader kita aja kayak gitu, gimana yang lainnya?" tanya Gaara agak kesal.

"I don't know." Jawab Neji cuek.

"Siapa yang kau bilang 'leader kita aja kayak gitu', Gaara?" tanya seseorang tiba-tiba dan di balik tubuh orang itu terdapat background kelelawar, drakula, vampir, sampai hantu-hantu asli Indonesia juga ada. Seperti kunti, pocong, genderuwo, dll. Ada juga awan hitam, petir hitam, serta darah hitam di baju pemuda tersebut.

"Shi... Shikamaru?" tanya Gaara sok cool padahal dalam hati sudah berkata, 'Mati aku! Ketahuan deh!'

"ZHEZ..." Shikamaru hanya menanggapi pertanyaan Gaara dengan berdesis seperti Orochimaru-sensei.

"Hehehe... Ohayou Shikamaru! O genki desu ka?" tanya Gaara sok akrab padahal innernya sudah berucap 'Tidaaaak!!!! Shikamaru sudah jadi kayak Oro-sen!!!!'

"Hehehe... Very very bad!!!" balas Shikamaru dengan tampang seperti orang yang terpaksa hidup.

"Kau kenapa? Jadi kayak orgil gitu?" tanya Neji yang mulai kambuh penyakit ngejeknya.

"Apa?" tanya Shikamaru dengan senyum terpaksanya.

"Ah, aku kan hanya nanya penampilanmu kenapa acak-acakan gitu?" tanya Neji lagi.

"Aku tak bisa tidur." Jawab Shikamaru yang kembali tenang.

"Oh..." kini dua orang tampan nan cool tersebut sedang berpesta OH-OH.

"Kita latihan yuk!" ajak Gaara yang kembali kembali ke imej coolnya.

"Let's go, friends!" ajak Neji menimpali.

"Oke! Tapi mana SasuNaruSai ya?" tanya Shikamaru sambil mengedarkan pandangannya kesekelilingnya.

"Ohayou minna!!!" teriak sang lelaki berambut kuning dari arah kantin, yang berjalan bersama dengan seorang pria tampan berwajah emo berambut pantat ayam, merekalah Naruto dan Sasuke.

"Hey kalian! Dari mana nih?" tanya Shikamaru sambil memandang malas kedua temannya tersebut.

"Jalan-jalan melihat-lihat pemandangan baru sekolah kita." Jawab Naruto bersemangat.

"Udah yuk! Kita ke ruang band, sebelum mereka datang!" ajak Shikamaru dan segera pergi meninggalkan teman-temannya yang masih mematung. Memang, hari ini mereka mendapatkan kebebasan untuk melakukan banyak hal untuk memeriahkan ultah SHS Konoha ini. Mulai mendekorasi bangunan megah tersebut, mengikuti berbagai lomba dan acara yang disuguhkan, dan bagi yang mendapat undangan untuk memeriahkan acara puncak ultah yaitu pesta 'Happy Birthday' nanti malam diperbolehkan untuk berlatih dan mempersiapkan diri mereka masing-masing.

'Padahal tadi bad mood, sekarang malah ganbatte?' pikir Neji.

Ruang band...

"Sampai paling depan!!!" teriak seseorang dengan semangat yang membara.

"Kau hebat Lee!!!" teriak seorang lagi yang di kedua pipinya bertato seperti taring berwarna merah.

"Tunggu minna!!!" teriak seorang lagi. Kini orang itu berbadan bongsor.

"Kita akan mengalahkan kepopularitasan kedua band yang katanya sedang naik daun di sekolah kita ini! Ingat itu baik-baik!" camkan sang ketua yang beralis tebal dan berpenampilan norak nan jadul tersebut memperingati teman-temannya itu, Rock Lee.

"Hah? Siapa kalian?" tiba-tiba terdengar sebuah suara dari arah pintu. Dia adalah Temari yang berjalan bersama teman-temannya.

"Salam kenal, aku Rock Lee dari kelas 1-E, pemimpin dari band baru di sekolah ini yang bernama... LEE PARADE!!!!!!!!!!!!!" teriak Lee sehingga seisi sekolah bergetar.

"Wah, kalau namaku sih Inuzuka Kiba dari kelas 1-D. Gitarist band Lee Parade." Ucap orang bertato merah di kedua pipinya tersebut memperkenalkan diri.

"Aku Akimichi Chouji dari kelas 1-D. Drummer band Lee Parade." Kata si gembul.

"Dan aku Aburame Shino, dari kelas 1-B. Bertugas sebagai pemain keyboard." Ucap seseorang yang tiba-tiba datang secara mengejutkan dan sangat menyeramkan.

"Hah... hah..." terdengar bunyi nafas ngos-ngosan dari belakang Shino. Ternyata di adalah...

"Kankurou?" pekik Temari.

"Jahat kalian! Ninggalin aku!" geram lelaki yang dipanggil 'Kankurou' oleh Temari.

"Eh nee-chan." Ucap lelaki itu ketika melihat Temari.

"Kita udah kenal kalian semua kaleeee!!!!!!!!!!!!" kata Super Girlz kompak.

Tiba-tiba terdengar beberapa langkah kaki dari arah luar. Mereka serentak melihat ke arah luar. Ternyata di luar sudah berdiri lima orang dari Aqua Timez.

"Ohayou!" sahut Shikamaru kepada keenam anggota Super Girl. Namun dia langsung kaget melihat ada lima orang tak diundang lagi berada di dalam ruang tersebut.

"Ngg, Kalian?" tanya Naruto bingung.

"Kami? Kami ini band pendatang baru di sekolah ini. Baru seminggu dibentuk. Nama band kami yaitu LEE PARADE!!!!!!!!!!!!!!!" pekik Lee lagi dengan semangat '45.

"Norak." Ucap Neji.

"Jadul!" ucap Gaara.

"Kampungan." Tanggap Sasuke.

"Troublesome." Timpal Shikamaru malas.

"KUURU!!!" teriak Naruto seperti seorang anak kecil yang baru mendapat hadiah dari orang tuanya.

"Apa-apaan sih kau ini Naruto???" tanya Shikamaru dkk.

"Mereka keren!" kata Naruto lagi.

"Penampilan norak gitu kamu bilang keren? Dasar Dobe, selera rendahan!" tanggap Sasuke.

"Apa katamu Teme? Bilang aja ngiri karena seleramu lebih rendah dari padaku, ya kan?" ejek Naruto seraya mengoyang-goyangkan pantatnya.

"Kapan kita latihan?" tanya Sakura kepada yang lainnya.

"Oke! Bagamaina kalau kita janken dulu untuk menentukan siapa yang duluan latihan? Berhubung aku tidak mau berdebat dengan kau saat ini, nanas!" usul Temari kemudian memandang Shikamaru dengan tatapan –aku-akan-mengalahkanmu!!!-.

"Hmmm... Baiklah." Ucap Shikamaru sambil tersenyum. Temari yang melihatnya langsung blushing.

"Kau kenapa Temari-nee? Mukamu merah gitu. Jangan-jangan kamu sakit?" tanya Kankurou yang melihat muka Temari yang merah.

"Ahaha... Tidak kok. Tak usah khawatirkan aku." Ucap Temari santai meskipun mukanya masih merah sedikit.

'Tema-chan mukanya merah gitu. Apa dia malu atau apa ya? Sepertinya dia mustahil sakit.' Pikir Hinata. Sepertinya Hinata tahu apa yang menyebabkan muka Temari memerah, karena dirinya sendiri sering mengalaminya.

"Oke! Aku setuju! Tapi harus sportif ya?" ucap si alis tebal.

"Ya." Kata Temari.

Mereka bertiga yang menjadi leader band masing-masing itu pun melakukan janken sebanyak 3 kali. Dan pemenangnya yaitu...

"Aku menang!" ucap Shikamaru sambil tersenyum. Dan lagi-lagi Temari hanya menanggapinya dengan dengusan "Huh" dan disertai mukanya yang merah. Sedangkan Lee hanya berucap "Yah..." dengan tatapan tak bersemangat.

"Kita latihan!" kata Naruto mirip sekali gayanya dengan Haninozuka Mitsukuni, dari anime kesukaannya ketika baru mendapat chocolate cake dari para wanita pemujanya.

"Maaf terlambat teman-teman." Ucap seseorang di ambang pintu. Sai.

"Tak apalah. Kau kan baru saja selesai mengikuti lomba. Bagaimana? Menang atau tidak?" tanya Shikamaru.

"Belum diumumkan. Nanti malam pas acara puncak baru diumumkan." Ucap Sai sambil tersenyum tak berekspresi. Namun ekspresinya yang datar itu seketika berubah ketika matanya terjalin kontak dengan Ino yang sedari tadi memperhatikannya. Mukanya jadi memerah dengan sendirinya.

'Sai ikut lomba apa ya?' tanya Ino dalam hati.

Shikamaru dkk itu pun beranjak ke atas panggung. Semua mengambil posisi masing-masing. Tapi ada sedikit perubahan, ternyata yang akan menyanyi kali ini adalah Sai.

Sedangkan posisi Sai digantikan oleh Shikamaru. Lainnya tetap pada posisinya. Lagu yang akan mereka bawakan ini merupakan lagu ciptaan Naruto dan Sai.

Utsumuki warau sono hoho wo tsutau namida hitotsubu

Tsuyogaru kimi no uragawa ni
Kakusu tameiki egao wa kumotte
Kudakete chitta garasu no you ni
Boku ni tsukisasaru

Mune no itami sarakedashite ii yo

Itsu demo sono egao
Sukuwarete kita boku nan da
Ima dake naite ii yo
Zutto koko ni iru kara

Oikaketa yoake wo miushinai

Tomadotte furimukeba
Nanimo iwanakutemo zutto
Soba ni ite kureta no wo
Ima mo wasurenai kara

Kotoba ja umaku tsutaerarezu ni
Jikan dake ga mujou ni sugiteku kedo

Itsu demo sono egao
Sukuwarete kita boku nan da
Ima dake naite ii yo
Zutto koko ni iru kara
Tada boku wa koko ni iru kara

Utsumuite ita kao wo agete kimi ga warau toki made (4)

"Waw! Lagu yang bagus!" puji Lee.

"Siapa yang nyiptain?" tanya Sakura.

"Naruto gitu loch!" ucap Naruto narsis.

"Aku juga." Ucap Sai tak mau kalah. Tumben-tumbennya dia mau berbicara dengan PD begitu. Mungkin karena ada seseorang yang dipujanya sedang berdiri di hadapannya.

'Keren juga Sai.' Pikir seseorang.

"Habis ini band kami ya?" tanya Lee semangat '45 kepada Shikamaru.

"Terserah." Jawab Shikamaru santai.

"Yosh! Kita mulai!!!" ucap Lee bagaikan sedang terbakar oleh panasnya api kompor gas (?) yang panas sepanas-panasnya.

Konoha Hall, 07.30 p.m....

"Konbanwa minna!!! Selamat datang di acara puncak ulang tahun SHS Konoha kita tercinta ini yang bertajuk 'Happy Birthday'!!!" ucap sang host membuka acara tersebut, Hidan, dari OSIS.

"Malem menjelang tengah malem senpai!!!" teriak Aqua Timez dari tempat duduk terdepan.

"Saya akan membacakan susunan-susunan acara kita ini. Dimulai dari pembukaan dari pemilik yayasan Konoha, Namikaze Minato-san. Kemudian dilanjutkan dengan kesan dan pesan dari Kepala Sekolah kita, Tsunade Senju-sensei. Dilanjutkan dengan acara hiburan dari para band kita, Aqua Timez, Super Girlz, dan Lee *kali ini Hidan manahan tawanya* Parade. Dilanjutkan dengan penyebutan dan penyerahan piala kepada para pemenang perlombaan yang sudah diikuti para siswa tadi pagi. Dan diakhiri dengan acara potong kue dan berdoa bersama serta pesta dansa." Hidan pun membacakan kerangka acara tersebut. Setelah menghela nafas sejenak, ia pun berucap, "Kita persilakan Namikaze-san untuk membuka acara!"

Namikaze pun membuka acara dengan beberapa kata sambutan. Naruto yang tahu bahwa itu ayahnya langsung berteriak, "Tou-san!!!". Serentak satu gedung itu tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lakunya. Shikamaru dkk hanya menunduk malu karena merasa Naruto telah mempermalukan nama band mereka. Hinata yang melihatnya langsung berpikir, "Naruto-kun, kawai.' Sambil berblushing. Sedangkan Namikaze hanya berkata, "Eh, anakku!!!". Dan sekali lagi, segedung itu hanya tertawa terpingkal-pingkal.

"Oh ya teman! Aku ke toilet dulu ya!" ucap Sai sembari meninggalkan teman-temannya yang melihat ke arah Namikaze-san yang sedang berpepatah konyol.

Di toilet...

"Ehm... Lho Sai? Kok kau ada di sini?" panggil seorang wanita dari arah belakang Sai. Karena menyadari Sai sedari tadi memperhatikan dirinya.

"Hay Ino! Apa kabar?" tanya Sai kepada wanita blonde itu. Kini wanita mengenakan baju tanktop berwarna ungu cerah.

"Baik. Kau belum menjawab pertanyaanku! Kau sedang apa di sini?" tanya Ino jengkel.

"Sedang berbincang denganmu kan?" jawab Sai menggoda.

"Uh... Sebelum ini?" tanya Ino agak kesal.

"Sedang memperhatikanmu." Jawab Sai sambil tersenyum. Namun senyumnya kali ini berbeda dengan biasanya. Senyum yang teramat tulus terpancar dari muka pucatnya itu. Membuat hati Ino berdebar-debar melihatnya.

'Ah. Sai memperhatikanku?' tanya Ino dalam hati.

"Sejak kapan?" tanya Ino lagi.

"Sejak tadi." Jawab Sai enteng.

"Kenapa?" tanya Ino lagi. (Ni anak banyak nanya'nya.)

"Habis, malam ini kamu cantik sekali." Jawab Sai jujur namun gombal.

"Kamu bohong kan? Pasti kamu dapat dari buku kan?" tebak Ino.

"Eng... enggak kok! Aku berkata dari dalam hati yang terdalam." Sanggah Sai lagi. (Emang hati ada di dalam kan???)

"Bener nih? Nggak dari buku kan?" tanya Ino meyakinkan. Dalam hati dia mungkin sudah melayang-layang.

"Sumpeh, suer deh neng." Ucap Sai dengan sangat meyakinkan. Matanya tajam sekali saat itu. Ino sudah merasakan bahwa jantungnya bakal meledak beberapa detik lagi.

"Wah! Makasih ya Sai-kun!" Ino pun kege-eran.

'Nih cewek kayaknya kege-eran deh? Tapi dia kawai juga ya? Umm... Apa aku harus bilang sekarang ya?' tanya innernya si Sai.

"Halow... Sai? Napa bengong?" tanya Ino heran sambil mengibaskan tangannya di depan muka Sai. Sai pun sadar dari kebengongannya.

"Eh, nggak kok. Aku hanya..." muka Sai merah.

"Apa?" tanya Ino sambil mendekatkan wajahnya ke hadapan Sai. Otomatis Sai merasakan hawa panas menyerbu seluruh tubuhnya.

"Aku..." Sai tak sanggup, sangat tak sanggup untuk mengatakan sesuatu kepada Ino.

"Kau sakit? Mukamu merah gitu?" tanya Ino dengan nada mengkhawatirkan. Dia pun menempelkan punggung telapak tangannya di atas kening Sai. Sai pun berdebar-debar, Ino sendiri jantungnya berdetak tak karuan.

"Tsu... Tsukiatte kudasai! Ino!" ucap Sai pelan.

"Nani?" tanya Ino yang sepertinya tak mendengar apa yang dikatakan Sai.

"Tsukiatte kudasai, Ino!" ucap Sai lagi. Namun dengan lafal jelas dan tatapan mata serius terpampang di wajahnya. Tangan dan seluruh tubuhnya mendadak panas tinggi. Dan jantungnya bergetar sangat hebat. Mungkin Ino juga bisa merasakan getaran itu.

"Kau... serius?" tanya Ino meyakinkan. Mukanya juga sama saja dengan Sai. Keadaannya juga hampir sederajat dengan Sai.

"Serius... Eh, dua... Eh... Seribu rius deh..." jawab Sai bingung. Namun di perkataannya yang terakhir dia terlihat sangat serius.

"A... aku..." suara Ino keluar terbata-bata dan bingung. Dia sedang berpikir keras, apa yang harus diperbuatnya. Dia ingin menerima, karena dia juga suka sama Sai. Namun dia juga berpikir bahwa ini terlalu cepat terjadi.

"Bagaimana Ino?" tanya Sai sambil memegang tangan Ino lembut.

"Emm... Aku sebenarnya juga mau jadi... pacarmu..." ucap Ino pelan.

"Ha? Se... serius?" tanya Sai. Lagi-lagi mukanya merah.

"I... ya... Aku sebenarnya suka denganmu sejak... ya... mungkin baru akhir-akhir ini... Tapi, aku ya suka kamu..." jawab Ino terbata-bata namun meyakinkan.

"Jadi, kita resmi kan?" tanya Sai kesenangan.

"Iya!" jawab Ino yang juga kesenangan. Mereka berdua melompat dan berpelukan. Wajah mereka yang masih merah tiba-tiba saja berdekatan, bermaksud untuk melakukan first kiss, namun tiba-tiba saja beberapa setan pengganggu (Menurut mereka sih begitu...-.-") bermunculan. Sebut saja Naruto dan Gaara.

"Woy! Sebelum kalian melanjutkan acara kissing kalian, kita harus nyanyi di stage dulu." Suruh Gaara kepada Sai, namun tak bermaksud mengganggu. (Menurut Gaara dan Naruto, namun Sai dan Ino merasa sangat risih...=.=")

"Heh... Ya sudahlah Sai, kau tampil dulu gih! Kasian kan teman-temanmu dan penonton sudah menunggu?" tanya Ino, namun dihati sudah mengutuk-ngutuk NaruGaa.

"Iya deh. Ya sudah Ino, aku pergi dulu. Ayo teman-teman, kita pergi!" ucap Sai. Setelah mencium punggung tangan Ino, dia beranjak meninggalkan Ino sendiri di depan toilet.

'Hah... Aku senang banget hari ini. Arigatou Kami-sama.' Ucap Ino dalam hati dan beranjak pergi ke hall tempat acara itu berlangsung.

Yakky!!! Selesailah chap 4!!! Semoga anda-anda suka dengan chap ini. Sebenarnya saya udah mau muntah liat SaiIno (Bukannya ngetik ya??? Bodo' ah!!!) Tapi ya saya udah nguras tenaga penuh untuk mikir jalan cerita yang cocok. Padahal kayaknya judul ama ceritanya gak nyambung, mungkin cuma nyambung dikit ya??? Mungkin chap berikutnya bakal lebih nyambung atau gak nyambung, dan juga banyak flashbacknya. Nantikan aja deh! Oh, iya! Lagu kali ini berjudul Teardrop yang dinyanyikan oleh Bowl dan merupakan soundtracknya Yu Gi Oh! GX Op3. Semoga anda suka. Ya sudah deh, tangan saya udah sangatlah letih (kata" lebay). Kalau begitu sidang ini saya tutup!!! *ketok-ketok laptop*. Sampai jumpa di chap selanjutnya!!! Akiramenai!!!! Oyasumi nasai!!! *karena ngetiknya malam hari*