Hari ini tepat dua bulan lebih tiga minggu sejak liburan mereka ke Jepang, dan semua tidak ada yang berubah. Chanyeol tetap menjadi sosok datar dan dingin juga kejam di luar rumah tetapi jika malam hari tiba maka Chanyeol akan menjadi sosok lembut yang memaksa Sehun untuk melakukan kewajibannya. Hal inilah yang membuat Sehun kesal dan bingung dengan sifat Chanyeol yang seperti bunglon, berubah-ubah. Seperti saat ini setelah semalam hingga dini hari tadi melakukan kegiatan wajib mereka selama hampir tiga bulan ini, Sehun diberikan pekerjaan yang menumpuk dan mengharuskannya bolak balik dari menaiki tangga. Lift kantor mereka sedang ada perbaikan karena kemarin tiba-tiba saja lift mati di lantai dua menyebabkan tiga orang karyawan terjebak selama hampir satu jam. Sehun masih beruntung karena gedung kantornya hanya lima lantai dengan lantai lima sebagai ruangannya, Kyungsoo, dan Chanyeol.
Ceklek
"bisakah kau ketuk pintu sebelum masuk?" tanya Chanyeol dingin ketika untuk kesekian kalinya Sehun masuk ke ruangan Chanyeol dengan tumpukan berkas.
"Sehun kau datang bulan?" tanya Kyungsoo yang ternyata ada diruangan Chanyeol dan sedang menyusun kertas-kertas di meja tamu ruangan itu.
"ck! Apa iya? Aku sudah hampir dua bulan ini tidak datang bulan dan kali ini perut ku sakit sekali. Ditambah harus menuruti pimpinan kita menaiki tangga bolak balik. Ugh! Rasanya aku mau pingsan" keluh Sehun dengan wajah pucat menahan nyeri dan keringat diwajahnya.
Sontak pernyataan Sehun membuat Chanyeol menatap Sehun yang pucat dan duduk di kursi dengan mata terpejam. Tak hanya Chanyeol, Kyungsoo pun melihat Sehun yang duduk kelelahan di kursi depan Chanyeol dengan pandangan meneliti.
"ugh! Ini sakit sekali~~ aku lupa membawa obat penghilang nyeri" lirih Sehun dengan tangan memeluk perut
"Se-Sehun k-kau berdarah" ucap Kyungsoo gugup melihat darah yang ternyata menyaliri kaki Sehun. Sehun mengenakan rok span putih dengan kemeja hitam dan jas putih, wajar jika noda sekecil apapun pasti terlihat.
DEG DEG
"eungh appo~~" lirih Sehun sembari menekan perutnya
GREP
"Sehun dengarkan aku hey kau harus sadar" ucap Chanyeol panik.
Chap 3 : Can I be happy?
Chanyeol tahu. Otak cerdasnya memproses cepat apa yang terjadi dengan istrinya, begitu pula Kyungsoo yang reflek mengambil kunci mobil pimpinannya yang berada diatas meja.
"Sajangnim kita segera ke rumah sakit" ucap Kyungsoo menyadarkan Chanyeol yang panik karena Sehun tidak merespon ucapannya.
dengan cepat Chanyeol menuruti perkataan Kyungsoo dan menuju mobil yang berada di lobi. Kyungsoo bergerak lebih cepat dari Chanyeol, inilah yang membuat Chanyeol menyukai cara kerja Kyungsoo. Disaat situasi genting Kyungsoo mampu berpikiran cepat dan tepat tanpa perlu komando darinya. Chanyeol tidak memperdulikan tatapan para karyawan yang penasaran dengannya dan juga Sehun, yang ada dipikiran Chanyeol sekarang adalah Sehun bisa sampai dirumah sakit dengan cepat dan mendapat penanganan yang tepat.
...
Tik Tok Tik
Bunyi detak jarum jam di UGD sama sekali tidak membantu Chanyeol untuk berpikir jernih. Segala kemungkinan buruk masuk menyeruak begitu saja kedalam pikirannya yang kalut. Bahkan Chanyeol tidak mengindahkan ajakan Kyungsoo untuk duduk dan meminum teh yang tadi dibeli Kyungsoo di mesin otomatis.
"apa Sehun hamil?" tanya Chanyeol memecah keheningan yang terjadi selama 30 menit sejak Sehun mendapat penanganan
"saya rasa iya sajangnim dan mungkin usia kandungannya hampit dua bulan. Apa sajangnim tidak tahu?" tanya Kyungsoo yang memaklumi ketidaktahuan Chanyeol dan Sehun karena hubungan mereka yang seperti Tom and Jerry.
"aku sama sekali tidak sadar bahkan kami melakukannya selama hampir tiga bulan tanpa berhenti. Sehun juga tidak mengeluh apapun kepada ku" ucap Chanyeol dengan lirih dan sarat penyesalan
"sajangnim harus bisa sedikit merubah sifat sajangnim. Sebenarnya saya sudah menduga sejak beberapa hari yang lalu karena porsi makan Sehun yang lebih banyak dari sebelumnya tetapi karena Sehun tidak merasakan gejela seperti wanita hamil lainnya jadi saya hanya mengira jika Sehun sedang menyalurkan emosi kepada makanan. Maafkan saya sajangnim" ucap Kyungsoo
"gwaenchana ini semua bukan karena kesalahan mu" ucap Chanyeol menjadi akhir perbincangan mereka.
Ceklek
"noona bagaimana keadaan Sehun?" tanya Chanyeol begitu seorang dokter cantik membuka pintu ruangan dimana Sehun mendapat penanganan.
"hah..." desahan nafas berat yeoja itu membuat bahu Chanyeol merosot bahkan hampir limbung jika saja tidak ada tembok disampingnya, "maafkan aku karena tidak bisa menyelamatkan janin didalam rahim Sehun. Usia kandungannya hampir menginjak 2 bulan. Tapi kau tidak perlu khawatir Sehun rahim Sehun sehat walau mungkin harus ekstra menjaganya ketika nanti Sehun mengandung lagi. Saat ini Sehun sudah di pindahkan keruangan rawat" jelas yeoja itu, "kau harus merubah sifat mu itu bukan hanya demi kalian tetapi demi kehidupan baru diantara kalian nantinya. Temanilah Sehun dan hubungi aku jika membutuhkan apa-apa, aku harus pergi mengontrol pasien yang lain" ucpa yeoja itu sambil menepuk bahu Chanyeol
"gomawo Hye Sun noona" lirih Chanyeol.
Chanyeol berjalan bersama dengan Kyungsoo menuju ruang rawat Sehun yang bisa dikatakan ruangan khusus untuk keluarga Park karena rumah sakiti ini merupakan salah satu investasi keluarga Park.
Ceklek
Hal pertama yang dilihat Chanyeol adalah Sehun yang berbaring dengan wajah pucatnya dan dengan infus ditangan kirinya. Perlahan Chanyeol mendekati Sehun dan duduk di kursi samping Sehun, digenggamnya tangan yang sedikit dingin itu dengan erat namun lembut.
"mianhae" lirih Chanyeol sembari kepala ditundukan, bahunya bergetar sebentar sebelum akhirnya tarikan panjang nafas dan usapan kedua tangan diwajahnya dilakukan Chanyeol.
"sajangnim saya sudah menghubungi keluarga sajangnim dan Sehun. Mereka mungkin akan tiba dini hari nanti atau besok pagi" ucap Kyungsoo
"terima kasih Kyungsoo kau boleh kembali ke kantor dan tolong atur ulang jadwal ku minggu ini menjadi minggu depan. Umumkan pada semua karyawan jika Sehun adalah Istri ku dan buatkan surat pengunduran diri Sehun" jelas Chanyeol
"apa tidak ada-apa sajangnim? Saya takut Sehun marah jika dirinya keluar dari perusahaan karena tipe yeoja seperti Sehun merupakan tipe pekerja keras" ucap Kyungsoo
"aku yang akan membujuknya" jawab Chanyeol
"baik sajangnim saya permisi" balas Kyungsoo
...
Pagi hari ini ruang rawat Sehun sudah dipenuhi beberapa orang, Tuan dan Nyonya Park, Tuan dan Nyonya Wu, Kris, dan Siwon. Chanyeol sendiri saat ini duduk diampit oleh para lelaki disana sedang para wanita berada disamping kanan dan kiri Sehun yang masih belum sadar.
PUK
"tenanglah jangan berwajah seperti itu. Kau seperti namja depresi saja" ucap Kris mencoba mencairkan suasana
"ini salah ku" lirih Chanyeol untuk kesekian kalinya
"berhenti menyalahkan diri mu sendiri nak. Kami tahu semuanya dulu dan sekarang. Sehun pribadi yang egois dan berkemauan kuat. Kau harus menaklukkan Sehun agar menjadi sosok manis seperti dulu dan itu tidaklah mudah. Baba percayakan Sehun padamu karena baba yakin hanya kamu yang bisa menaklukkan Sehun" ucap Tuan Wu
"eungh..." lenguhan Sehun diruangan yang sepi itu membuat semua atensi mata mengarah pada sosok yeoja yang tengah berbaring itu
"Sehunnie" panggil Nyonya Wu lembut sembari mengelus pipi Sehun sedang Nyonya Park menatap Sehun cemas
"eugh.. eomma mama" ucap Sehun lirih, "kenapa aku disini?" tanya Sehun setelah sadar sepenuhnya
"apa yang kau rasakan sekarang?" tanya Nyonya Park
"perut ku masih sedikit sakit" jawab Sehun, "apa yang terjadi eomma?" tanya Sehun
"kau- kau keguguran sayang" jawab Nyonya Wu
Tentu saja hal itu membuat Sehun terbelalak kaget dan dari pandangannya Sehun menjadi sosok Chanyeol, dan menemukan Chanyeol dengan ekspresi yang tidak pernah dilihatnya sebelumnya. Wajah Chanyeol kusut dengan kemeja yang berlumuran darah, menatapnya dengan pandangan menyesal, sedih, khawatir, dan entahlah Sehun tidak bisa menjelaskan.
"ba-bagaimana mungkin aku keguguran eom-" ucapan Sehun terhenti mengingat apa yang sudah terjadi 3 bulan belakangan ini. Mulai dari kegiatan mereka hingga Sehun yang terlambat datang bulan.
"ja-jadi disini benar-benar ada kehidupan?" tanya Sehun lirih berusaha menguatkan diri karena melihat mama dan eommanya sudah menitihkan air mata.
"sayang kau tenang saja, rahim mu sehat dan bisa kembali mengandung 2 minggu kedepan. Appa sudah memesankan tiket liburan kalian dan menjadwalkan ulang semua jadwal Chanyeol jadi kalian bisa benar-benar berlibur selama yang kalian mau. Jangan bersedih sayang" ucapan lembut Tuan Park sedikir meringankan hati Sehun
"Sehunnie kau jangan bersedih ne" pelukan dari Siwon membuat Sehun tersenyum tipis
Mereka berbincang-bincang sebentar sebelum kemudian kembali ke rumah keluarga Park dikarenakan besok Sehun sudah boleh pulang. Tinggallah Sehun dan Chanyeol diruangan tersebut, Chanyeol sudah mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana tiga perempat, dan sedang duduk berbaring memeluk Sehun yang tadi memang sangat manja padanya.
"oppa~~ mianhae hiks hiks" isak Sehun lirih
Sehun tidur memunggungi Chanyeol yang memeluknya dari belakang, dapat Chanyeol rasakan tangan Sehun yang menggenggam erat tangannya di perut Sehun.
"sstt uljima Hunnie" ucap Chanyeol lembut lalu dengan pelan membalikkan posisi Sehun menjadi menghadapnya
"bukan kau yang salah. Oppa yang salah tidak memperhatikan mu" ucap Chanyeol sembari mengusap pipi Sehun yang basah karena air mata
"ta-tapi hiks oppa a-aku tidak hiks bisa menjaganya hiks hiks bahkan aku tidak tahu hiks hiks dia hidup disini hiks hiks" ucap Sehun sembari terisak
"sstt uljima ne~ kita mulai semuanya dari awal" ucap Chanyeol sambil memeluk Sehun erat dan mengelus punggung yang bergetar karena menangis.
...
Sesuai apa yang dikatakan Tuan Park mereka diberi tiket berlibur ke Jepang selama yang mereka mau dan sesuai yang dikatakan Chanyeol bahwa kini Sehun tidak bekerja lagi di CS Archie and Design. Dan tentu saja itu mengundang reaksi kesal pada Sehun.
"aku akan tetap bekerja! Kau ingin aku mati kebosanan di apartemen? Aa aku tahu kau pasti akan bertemu dengan si Byun itu kan di kantor selama aku tidak akan? Oke! Lakukan sesuka mu dan aku pun bisa mencari laki-laki" perkataan Sehun saat itu tentu saja memancing emosi Chanyeol membuat namja itu tidak kembali ke villa selama 2 hari.
"hiks hiks dasar menyebalkan! Huuuuhuuuu kenapa aku harus menikah dengan namja yang kejam dan dingin seperti Chanyeol?! Kenapa aku tidak bisa membenci si ice itu? Kenapa aku harus jatuh cinta pada namja yang sudah mempunyai kekasih? huuuhuuuu" teriak Sehun yang sedikit terendam bantal karena telungkup
"jadi kau mencintai ku?" tanya sosok Chanyeol yang tiba-tiba sudah berada dikamar mereka membuat Sehun berjengkit kaget
"neo!" tunjuk Sehun dengan wajah memerah karena menangis, marah, dan malu
"pernyataan cinta mu itu kurang romantis" ucap Chanyeol yang melangkah mendekati Sehun
"wae? Kau ingin pernyataan cinta romantis lalu kau menolak ku demi si Byun itu eoh? Wae?! huuuuuhuuuuu" Sehun meluapkan kekesalannya
GREP
"berhentilah menangis~ aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Baekhyun"ucap Chanyeol sembari menghapus jejak air mata di pipi Sehun
"kau hiks hiks bohong hiks hiks" ucap Sehun
"sstt uljima. Mata mu terlihat bengkak dan ada lingkaran hitam. Kau tidak kasihan dengan mata mu hem?" tanya Chanyeol lembut
"aku sedih dan tidak bisa tidur karena oppa tidak disini" jawab Sehun manja membuat Chanyeol tersenyum tipis
"kajja kita tidur. Besok kita akan ke Universal Studio" ucap Chanyeol yang membuahkan anggukan Sehun.
'aku tidak akan membiarkan si Byun merebut ku dari ku oppa. Aku akan membuat mu jatuh cinta pada ku' batin Sehun yang menyamankan diri dipelukan Chanyeol.
.
Sesuai perkataan Chanyeol mereka berada di Universal Studio, masih musim dingin membuat mereka mengenakan pakaian yang tebal beserta dengan coat. Banyak mata menatap Sehun penuh minat, bagaimana tidak jika rambut Sehun yang panjang itu tergrai dengan banie warna merah dan syal yang senada dengan warna banie, jangan lupakan coat sewarna bulu tikus (jangan tanya kek gimana bayangin aja abu-abu gelap. Ini ikut2 Detective Conan Cuma lupa episode berapa), skiny jeans, boot hitam selutut serta turtleneck senada dengan coat. Wajah putih sedikit pucat dengan dandanan natural dan lipstick merah wine membuat Sehun terlihat sangat menggoda.
"jangan tebar pesona" desis Chanyeol tajam sembari menatap tajam para namja yang memandang Sehun penuh minat
"siapa yang tebar pesona? Dasar aneh" ucap Sehun sembari mengkrucutkan bibirnya
"kajja kita beli minuman setelah itu kembali ke Villa" ajak Chanyeol yang mendapat protesan Sehun
"Shireo! Aku ingin membeli tongkat sihir dan lagi aku ingin melihat-lihat Hogwarts disini" protes Sehun
Namun Chanyeol hanya diam saja dan menyeret Sehun pelan menuju cafe disekitar yang terlihat cukup tenang untuk mereka berdua. Sehun hanya mengkrucutkan bibirnya karena Chanyeol tidak menanggapi permintaannya dan mengumpat untuk orang didepannya itu dalam hati.
Mereka duduk manis di meja pojok cafe dengan dua buah susu kocok extra foam untuk Sehun. Hal inimembuat mood Sehun lebih baik dari sebelumnya, sesekali Sehun memainkan foam membuat kumis tipis putih diatas bibirnya yang selalu akan dikecup Chanyeol. Setidaknya perlakuan Chanyeol itu membuat detak jantung berdegup kencang dan jangan lupakan sembarut pink diwajahnya.
'kalau gini kenapa Channie oppa manis sekali. Aah tapi pasti hanya sesaat saja lihat saja setelah ini dia pasti akan kembali menjadi kejam' batin Sehun sambil menatap Chanyeol yang tengah memainkan ponselnya setelah mencuri kecupan foam dibibir Sehun
"sudah selesai menatap wajah ku?" tanya Chanyeol yang nyaris membuat Sehun tersedak
'ish menyebalkan untuk aku tidak mati tersedak tadi. Dasar tidak peka' batin Sehun yang menatap Chanyeol sedikit tajam
"berhenti berbicara dalam hati Sehun!" ucap Chanyeol membuat Sehun melebarkan matanya, "kajja setelah ini kita membeli tongkat sihir, melihat Hogwarts setelah itu kembali ke Villa" ajak Chanyeol yang beranjak duluan meninggalkan Sehun yang merona malu dan kesal.
Mereka menghabiskan waktu hingga sore hari karena Sehun terus menerus merengek masih ingin berada disana. Malamnya tidak ada yang mereka lakukan selain tidur, namun itu adalah dugaan Chanyeol yang terlihat sangat lelah mengikuti ke hyperaktifan Sehun di Universal Studio tadi. Kini wajah Chanyeol sudah terlihat seperti orang bodoh. Wae?
sesampainya mereka di Villa, Sehun langsung bergegas naik menuju kamar mandi, dan mungkin –dugaan Chanyeol- berandam karena terlalu lelah.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka setelah hampir satu jam Chanyeol menunggu dengan badan yang lengket. Bau harum bayi langsung menguar perlahan masuk ke dalam penciuman Chanyeol dan membuat sisi lelakinya tergoda. Matanya menatap lekat Sehun yang nampak memakai bathrobe putih sembari mengeringkan rambutnya, nampak sangat luar biasa dimata Chanyeol. Tiba-tiba mata Sehun menatap Chanyeol, membius Chanyeol untuk diam pada tempatnya bahkan sampai Sehun berdiri tepat berada di hadapannya dengan kedua tangan mengalung di leher Chanyeol.
CUP
Sebuah kecupan dari Sehun pun bahkan tidak menyadarkan Chanyeol dari keterpakuannya dan juga rasa terkejut karena Sehun berani bertindak lebih dahulu.
CUP CUP
Dua kali kecupan Sehun berikan dengan wajah yang mulai merona karena Chanyeol kini menatapnya intens.
"apa si Byun itu lebih baik dalam hal mencium mu sehingga kau tidak bereaksi apa-apa oppa?" tanya Sehun dengan suara lirih, tangannya diangkat untuk membelai pipi Chanyeol, manik hazelnya mengikuti gerakan tangan, lalu tiba-tiba menatap mata Chanyeol sendu.
GREP
Gerakan Chanyeol terlalu tiba-tiba dan hampir membuat Sehun kehilangan keseimbangannya.
BRUKK
Dengan lembut Chanyeol mendorong Sehun hingga tidur terlentang diranjang, bagian atas bathrobe Sehun terbuka menampilkan leher sampai dengan batas dada membuat Chanyeol meneguk ludahnya pahit.
"o-oppa~" lirih Chanyeol merasa risih dengan pandangan Chanyeol yang tajam ke bagian dadanya , sedang kedua tangannya digenggam Chanyeol erat hingga Sehun tidak bisa bergerak
"you're mine" ucap Chanyeol tegas tanpa bantahan namun terdengar hangat dihati Sehun
"I'm your Channie oppa" ucap Sehun lembut
Setelahnya tidak ada bercakap diantara mereka, hanya ada desahan samar Sehun karena Chanyeol langsung menyerang leher Sehun hingga turun kepusat inti Sehun. Sentuhan lembut yang mendesak Sehun sampai pada puncaknya dengan erangan nikmat. Lalu suasana kamar berubah menjadi panas setelahnya, penyatuan mereka pun Chanyeol lakukan dengan lembut berharap tidak menyakiti Sehun lagi.
...
Pagi ini sinar matahari sudah menerobos ruang kamar yang masih nampak dua sosok yang bergelung dibawah selimut, dengan yeoja yang meringkuk dalam pelukan sang namja yang bertelanjang dada.
"eungh~~" erangan pelan dari si yeoja membuat si namja membuka matanya perlahan menampilkan sorot tajam yang lembut ketika melihat si yeoja merapatkan tubuhnya kembali mencari kenyamanan dalam pelukan hangat si namja.
Chanyeol –si namja- tersenyum tipis melihat Sehun –si yeoja- tengah meringkuk dalam pelukannya bak bayi dalam kandungan. Kemudian dengan perlahan Chanyeol merubah posisinya menjadi duduk berdasar pada headbed dengan pandangan tak lepas dari Sehun. Tangannya dibawa untuk menyibak poni rambut yang menutupi dahi Sehun hingga diatas mata, kemudian turun membelai pipi putih yang sedikit berisi, terus turun hingga bibir cerry yang nampak sedikit membengkak.
"eungh~~" Sehun mulai terganggung dengan perlakuan Chanyeol juga dengan dinginnya cuaca karena sinar matahari kembali menghilang.
"Sehunnie, irreona..." ucap Chanyeol sambil mengelus pipi Sehun lembut
"eungh~~ aku masih mengantuk oppa~~" rengek Sehun yang makin merapatkan selimutnya membuat tubuh polos Chanyeol hampir terlihat
"kau harus mandi" ucap Chanyeol yang sedetik kemudian mengangkat Sehun beserta selimutnya menuju kamar mandi
"o-oppa aku malu~~" cicit Sehun karena mereka berada di bawah shower bukan berendam di bathup
"aku sudah melihatnya semua jadi tidak perlu malu" jawab Chanyeol enteng yang kemudian menghidupkan air.
Seketika Sehun berjengkit kaget dan reflek memeluk Chanyeol.
"aku ingin mandi jadi jangan mengambil kesempatan" ucap Chanyeol
"d-dingin~~" ucap Sehun yang dengan perlahan melepas pelukannya pada Chanyeol sembari mengkrucutkan bibirnya
Senyum tipis nampak di bibir Chanyeol dan kemudian menggantinya dengan air hangat cenderung panas hingga uapnya menutupi dingin kaca shower dan hanya terdengar samar desahan yang teredam gemericik air shower.
...
Tokyo Tower
"akhirnya aku bisa kesini" seru Sehun yang berlari dengan sedikit aneh mendekati teropong yang ada di Tokyo Tower.
Ya mereka atau lebih tepatnya Chanyeol terpaksa mengikuti Sehun yang terus merengek ingin pergi ke Tokyo Tower. Sebenarnya Chanyeol tidak mempermasalahkan Sehun ingin pergi kemana saja, tetapi kondisi tubuh Sehun yang kelelahan melayani Chanyeol membuat namja itu berusaha menolaknya. Namun pada akhirnya senjata pamungkas Sehun dikeluarkan sehingga Chanyeol dengan tampang dinginnya kini berjalan dibelakang Sehun yang tengah mengamati indahnya tokyo dari 333 m itu.
"Channie oppa aku haus ingin bubble tea~~" rengek Sehun sembari mengelus leher putihnya yang terdapat satu bercak merah
"jangan perlihatkan leher mu pada siapapun" ucap Chanyeol yang kemudian pergi meninggalkan Sehun yang mengkerutkan keningnya, namun akhirnya acuh karena sibuk kembali dengan teropongnya.
Sepeninggalan Chanyeol, ada sosok lelaki dengan tubuh tinggi, berkulit tan, bermata tajam dengan rambut sedikit dibiarkan ac an-acakan berjalan mendekati Sehun dengan smirknya.
PUK
"oppa sebentar lagi aku baru saja mel-"
"Oh Sehun" sebuah suara yang tak asing di telinga Sehun, suara dingin nan tajam melebihi Chanyeol, suara yang sanggup membuat tubuh Sehun menegang dan bergetar takut.
"ternyata kau tumbuh menjadi gadis yang menggairahkan" ucap sosok tadi dengan tangan mengelus pucuk kepala Sehun, kemudian turun sampai bahu Sehun yang bergetar.
"j-jangan" lirih Sehun mencoba menahan tangisnya, namun sayang, air mata itu sudah jatuh membasahi pipinya
"kau tidak merindukan ku Sehun?" tanya sosok tadi yang mencoba menghapus air mata dipipi Sehun, namun tangannya terhenti ketika Sehun melangkah mundur.
TAP SRET BUGH!
"menjauh dari istri ku!"
... TBC ...
Maaf juga untuk keterlambatan FF ini hehe
Adakah yang kangen?
Ff ini ternyata nyempil di email sama seperti an Eye Symbol dan ternyata chap ini Cuma tinggal nulis TBC aja. Maafkan Wuwu ne karena lama updatenya
Kedepan juga bakal slow update karena laptop masih belum bener..
Ini Wuwu usahain buat nyicil cerita ini pelan-pelan mumpung masih fresh hehe
Semoga kalian suka ne ^^
