Jimin | Yoongi | As Sweet As Sugar's third Sequel! | This is Mpreg Family story | I don't take any profit with this chara | AU | R-18 | Beware! '-')/
.
.
Do not plagiarize!
I warned you.
.
(Hope you can) enjoy!
.
.
.
.
Yoongi merona mendengar perkataan Jimin, ia menundukkan wajahnya untuk mengalihkan tatapan suaminya itu namun diam-diam Yoongi tersenyum menahan seringainya. Jimin terlihat lucu kala ia sedang hampir merajuk lalu tiba-tiba menginginkan kegiatan cinta mereka. Tetapi hal itu juga secara bersamaan membuatnya berkuasa dan memerintah apapun yang dia inginkan saat itu. Dan Yoongi... menyukainya.
"Kenapa diam saja, hm?" Jimin mengangkat dagu Yoongi untuk membuat mereka bersitatap kembali. Posisi Yoongi yang masih duduk diatas kursi kerjanya dan Jimin berdiri dihadapannya membuat pemuda itu pegal terus-terusan menunduk kearah Yoongi. "Jawab aku, sayang."
Yoongi masih merona, kini ia menggembungkan sebelah pipinya. "Aku belum meminum pil ku hari ini."
"Lantas?" Jimin tersenyum gemas lalu mengecup pipi yang menggembung lucu itu. Jimin tahu ia tak bisa sembarangan menyetubuhi istrinya Jika Yoongi terlewati meminum pil nya. Mereka sepakat untuk tidak melakukannya dan juga keinginan Yoongi karena ia tak mau hamil lagi dalam jangka waktu dekat. "Aku masih punya pengaman."
Sekejap Yoongi menatap Jimin tak percaya. "Kau..."
"Tenang saja, Didi. Jangan berpikiran buruk. Aku memang menyimpannya untuk berjaga-jaga jika kejadiannya seperti ini." Jimin beranjak, ia menjauhi Yoongi lalu berjalan ke sudut ranjang dimana ada meja nakasnya disana.
Jimin membuka nakas dan bertingkah hati-hati disana, tidak ingin serampangan membuat keributan karena Minki masih terlelap di tengah ranjang mereka.
Yoongi hanya menatap Jimin yang kembali ke hadapannya dengan membawa sesuatu di tangannya.
"Nah, Didi. Sekarang biarkan aku duduk di kursimu." Jimin menarik lengan Yoongi untuk membuatnya beranjak dari sana dan membiarkan Yoongi kini berdiri dengan menatapnya heran.
Jimin lalu tersenyum penuh arti dan menepuk-nepuk kedua pahanya sendiri setelah ia duduk di kursi kerja milik Yoongi. "Mommy mingi, kau bisa pakaikan aku pengamannya, bukan?"
Yoongi agak terkejut mendengar permintaan Jimin, lalu ia menatap benda karet elastis berwarna merah bening yang diberikan Jimin padanya.
Ini adalah pertamakalinya Jimin mengajaknya berhubungan seks dengan pengaman. Yoongi tak pernah merasakan hal itu. Tetapi tiba-tiba ia terlintas pemikiran nakal untuk membuat senang seorang Park Jimin.
Yoongi tiba-tiba duduk bersimpuh dihadapan Jimin, ia membuka kedua kaki lelaki itu agar terbuka lebar di hadapannya.
Jimin sempat terkejut dengan perilaku Yoongi, tetapi Jimin tersenyum puas mengerti apa maksud istri manisnya itu. Karena memang itulah keinginan Jimin.
"Pintar," Jimin mengelus punggung tangan Yoongi yang beristirahat di salah satu pahanya. "Pakaikan pengaman itu dengan mulutmu dan aku akan membantumu menurunkan celanaku."
Yoongi jadi merona sendiri dengan tingkahnya, apalagi Jimin sangat mengerti kalau itu berhubungan dengan hal-hal menarik seperti ini.
Jimin lalu membuka pengait celana kain dan menurunkan risletingnya. Selanjutnya ia menurunkan juga celana dalam hitamnya bersamaan dengan celana kainnya. Dibawah sana Yoongi membantunya untuk membuat celananya terlepas dari kedua kaki Jimin.
Yoongi kini hanya terpaku menatap kebanggaan milik Jimin yang sudah separuh menegang itu dan Jimin segera menghentikan Yoongi yang baru saja menempelkan kondom karet wangi stroberi ke mulutnya ketika Jimin menitahnya untuk bertelanjang bulat.
"Mommy Mingi sayangku, aku ingin melihat kau melepas pakaianmu lebih dulu sebelum kau memasangnya." Jimin membawa sebelah tangannya untuk mengusap sebelah pipi Yoongi dengan gemas. Lalu meraba karet pengaman yang terselip dibibir ranum milik Yoongi dengan sensual. Rasanya Jimin ingin langsung saja memasukkan penisnya ke mulut Yoongi dan membiarkan karet kondom itu terpasang sempurna pada miliknya dengan bantuan mulut hangat Yoongi dan gesekan gigi-giginya.
Tetapi yang terjadi adalah Yoongi tetap tak beranjak dari posisinya bersimpuh dihadapan Jimin. Lalu tanpa mengindahkan permintaan Jimin, Yoongi segera saja memasangkan pengaman di mulutnya untuk terpasang sempurna mengelilingi kejantanan Jimin.
"Asshh—nakal." Jimin bergumam kala Yoongi tiba-tiba memasangkan pengamannya dan membuat miliknya sekaligus mendapatkan servis blowjob dari bibir mungil Yoongi. Membuat Jimin harus mengerang keenakan karenanya. Karena sungguh, mulut kecil hangatnya begitu menggoda kala ia bergetar ataupun gesekan gigi Yoongi sengaja memberikan lumatan yang membuat Jimin semakin menegang dan terus tegak.
"Uhmm~" Yoongi bergumam seadanya dan membuat getaran dari mulutnya menggoda penis Jimin. Yoongi lalu menatap Jimin dengan pandangan berkacanya yang sayu.
Jimin bergerak gusar di kursinya yang ikut bergerak karena roda yang berada di setiap kakinya. Jimin selalu ingin berkata kotor jika Yoongi sudah menggodanya sejauh ini dengan wajah memerah dan pandangan sayunya dengan mulut tersumpal kejantanan Jimin di bawah sana. Membuat Jimin harus meremas rambut karamel yang mulai lembab itu dan mendorong pinggulnya membiarkan penisnya semakin masuk dalam mulut kecil itu sampai membuatnya tersedak.
"Didi, mulutmu benar-benar menggodaku. Ayo terus hisap dia..." Jimin terus menunduk menatap apa yang dikerjakan oleh Yoongi pada penisnya. Dan Yoongi menuruti apa yang diinginkan suaminya, menghisap kejantanan berlapis karet tipis kondom itu dengan hati-hati takut merusaknya. Setelah ini pasti masih ada sesi selanjutnya untuk Yoongi. Maka Yoongi menghisapnya dengan perlahan dan mengalihkannya dengan kedua tangannya yang bekerja untuk meremas bola kembar milik Jimin dan memancingnya untuk terus memuja Yoongi dengan apa yang dilakukannya.
"Urgh, mari hentikan ini, Mommy Mingi." Jimin lalu mengangkat wajah Yoongi untuk menjauhkannya dari penisnya dan menyebabkan suara kecupan kecil yang terlepas karenanya. Yoongi terlihat merengut dan Jimin hanya terkekeh menatapnya. Jimin hanya tak ingin menjemput orgasmenya lebih dulu.
Jimin lalu menuntun Yoongi untuk berdiri. Lalu ia melepas pakaian Yoongi satu per satu dan membuatnya benar-benar bertelanjang bulat. Selanjutnya ia membawa Yoongi duduk diatas pangkuannya dan membuat Yoongi mendesah pelan karena hal itu membuat tubuh telanjang bagian bawahnya bertemu dengan milik Jimin yang sudah dalam keadaan tegang itu.
"Ssstt..." Jimin berbisik, ia membawa tubuh telanjang Yoongi semakin menempel pada tubuhnya dan Jimin lalu mengendusi perpotongan lehernya. Menggelitiknya penuh kesensualan.
"Jangan terlalu berisik Didi, nanti baby Minki bangun." Jimin bergumam. Menggigit kecil daun telinga Yoongi dan mengecupnya gemas.
Yoongi memejamkan kedua matanya dan mendongak, kedua lengannya merangkul leher Jimin erat dan membiarkan suami bocahnya itu kini menyesapi leher Yoongi dengan begitu hati-hati namun dalam isapan yang kuat. Yoongi hanya bisa bergumam dan mencoba merendahkan suara desahannya disana.
Jimin terus menelusuri leher dan bahu Yoongi yang bagaikan lumeran es krim itu dengan menyesapi setiap titiknya dan melukiskan ciuman berbekas yang akan tinggal beberapa lama diatas kulit pucat yang begitu ia kagumi. Oh, betapa menakjubkannya Jimin bisa memilikinya seutuhnya.
Ciuman Jimin terus turun sampai ke dada Yoongi, tetapi Jimin berhenti begitu ia ingin meraup nipple Yoongi yang sudah memanggil-manggil untuk minta diemut. Yoongi yang merasakan pergerakan itu menunduk menatap wajah Jimin dengan pandangan tanyanya yang menyayu.
"Kenapa?" Tanya Yoongi pelan, seolah tak suka jika Jimin menghentikan kegiatannya.
Jimin hanya tersenyum lalu mengistirahatkan kedua tangannya di sisi pinggul Yoongi untuk membenahi posisi duduk Yoongi diatas pangkuannya. Atau sebut saja Jimin sedang diam-diam memposisikan miliknya di depan pintu masuk milik Yoongi yang masih belum tersentuh apapun selama permainan ini.
"Aku akan membiarkan baby Minki mencoba ASImu lebih dulu daripada aku." Jimin berbisik dan mulai menggoda Yoongi dengan menggesekkan dan menuntun penisnya didepan manhole Yoongi.
Yoongi melenguh pelan, kedua lengannya semakin memeluk leher Jimin dan dengan refleks mengangkat pinggulnya menjauh dari pangkuan Jimin.
"Tetapi—kau bisa memijatnya, Jim—" Yoongi membusungkan dadanya kearah Jimin selagi pemuda itu kini benar-benar mencoba memasukkan ujung kepala kejantanannya memasuki Yoongi tanpa pemanasan apapun.
Jimin menyeringai. Permintaan Yoongi akan selalu diturutinya. Tetapi tidak untuk sekarang.
"Siap, Princess. Sekarang biarkan aku menghajar titik kenikmatanmu karena sekarang aku sudah tak sabar!" Jimin berucap semangat.
Namun panggilannya itu membuat Yoongi tak suka dan ia baru saja akan memukul wajah Jimin kalau saja pemuda itu tak seenaknya memaksa masuk kejantanannya yang mengeras tegang dan besar itu kedalam manhole Yoongi yang sempit tanpa persiapan apapun.
Yoongi hampir mengerang keras disana kalau saja ia tak ingat kalau mereka berdua masih diatas kursi kerjanya dalam kamar mereka dimana ada Minki juga yang sedang tertidur. Yoongi lalu segera beralih menenggelamkan wajahnya dibahu Jimin dan menggigit bahu tegap itu tanpa ragu.
Jimin mendesis pelan antara rasa sakit dibahunya yang digigit oleh Yoongi dan cengkeraman rektum Yoongi yang mencoba memipihkan penisnya dengan nikmat. Jimin masuk dengan perlahan untuk menanamkan miliknya lebih dalam lagi.
Yoongi masih menggigit bahu Jimin dan tak mempedulikan kaus yang dipakai Jimin jadi basah karena salivanya. Karena sungguh, Jimin itu lebih suka memulai kegiatan mereka tanpa banyak foreplay yang berarti untuk memasuki manhole Yoongi. Karena menurutnya, milik Jimin lebih berarti besar dalam kegiatan persetubuhan mereka daripada Jimin harus melakukan pemanasan dengan jarinya sekalipun.
Dan itu memang membuat Yoongi harus menyetujuinya karena hal itu membuatnya selalu mengingat betul seberapa gemuknya milik Jimin memenuhi manholenya dalam keadaan ereksi.
Jimin berhenti bergerak ketika ia merasa sudah cukup dalam memasuki Yoongi. Ia mengistirahatkannya sejenak untuk membuat Yoongi rileks. Jimin juga memberi kecupan-kecupan kecil yang manja di sepanjang bahu Yoongi dan lengannya memberi pijatan lembut pada penis Yoongi yang menganggur.
"Ungh..."
Yoongi mulai melenguh pelan. Ia meluruskan kedua kakinya keatas lengan kursi dan menggerakkan pinggulnya diatas pangkuan Jimin. Memberinya kode agar pemuda itu bergerak untuk memuaskannya diatas pangkuan yang sebenarnya cukup sulit untuk dilakukan. Karena posisi Yoongi seutuhnya diatas pangkuan Jimin tanpa bisa bergerak lebih leluasa.
"Hmm... Mommy Mingi." Jimin meletakkan kembali kedua lengannya di pinggul Yoongi dan mencengkeramnya lembut.
"Jimin...move."
Jimin mengecup bibir Yoongi sekilas lalu mengangkat pinggul Yoongi untuk kemudian ia jatuhkan lagi ke pangkuannya. Menghasilkan bunyi gesekan antara kulit mereka dan erangan nikmat secara bersamaan. Yoongi sampai meneteskan airmatanya entah menahan sakit atau nikmat itu sendiri.
"Ahh..."
Jimin melakukan hal itu untuk beberapa kali. Terus sampai keduanya mulai semakin dibakar oleh gairah yang mereka ciptakan sendiri. Saling mendesah satu sama lain dan memuji kehebatan gerakan saling mencintai hanya untuk mereka berdua.
Jimin juga bergerak menghantam titik kenikmatan Yoongi secara terus menerus dengan liar. Buku-buku jari kaki Jimin sampai memutih di lantai karena ia begitu semangat menggenjot Yoongi. Kursi kerja milik Yoongi yang didudukinya sampai berderit bergerak maju dan mundur seirama dengan gerakannya memasuki Yoongi.
Yoongi merasa akan melayang karena Jimin terus membuatnya terasa nikmat, ia mengacak rambut hitam Jimin dan terkadang memijat tengkuknya untuk melampiaskan rasa nikmatnya.
Jimin yang bisa merasakan perut Yoongi mulai mengejang, ia segera mempercepat gerakannya untuk menyusul Yoongi.
Sampai ketika Yoongi mendesah panjang dibahu Jimin dan mengeratkan rektumnya untuk menjepit milik Jimin, Jimin tahu bahwa Yoongi akan menjemput orgasmenya dan Jimin juga akan segera menyusulnya.
"Yoongi-ah, kita keluar bersama-sama." Jimin menggeram menggigit bibir bawahnya merasakan kenikmatannya sudah sampai di ujung.
"Ji—jiminnnh!"
Selanjutnya Yoongi menumpahkan cairan cintanya yang menodai perutnya sendiri dan kaus yang masih Jimin kenakan.
Begitu pula dengan Jimin, ia ikut mencapai orgasmenya. Hanya saja rasanya lebih berbeda karena ia tak bisa memenuhi ruang hangat milik Yoongi.
Begitu juga dengan Yoongi, ia hampir saja melupakan bahwa Jimin sedang memakai pengaman mengapa ia tak merasakan bagaimana hangatnya lubangnya dipenuhi oleh cairan cinta milik Jimin. Tetapi kini ia tak merasakan apa-apa selain dirinya yang berorgasme dan membuatnya kini berkerut dahi tak suka.
Jimin terkekeh pelan melihat ekspresi Yoongi. Ia lalu mengecup gemas bibir merekah milik Yoongi.
"Lain kali jangan lupa minum pilmu kalau tak ingin aku tidak keluar didalammu seperti ini lagi." Jimin berkata seolah sedang memberi nasihat pada Yoongi.
"Berisik!" Yoongi merona dan memanyunkan bibir dengan kesal mendengar perkataan Jimin. Tak mau mengakui kebenarannya.
Jimin terkekeh gemas dan mengecup kembali bibir yang sedang mengkerut lucu itu.
"Nah, Didi. Ayo kita mandi bersama sebelum baby Minki bangun." Ajaknya. Jimin lalu mengangkat tubuh Yoongi dalam pangkuannya itu untuk berada dalam gendongan koalanya.
Yoongi hanya bergumam malas lalu melingkarkan kedua tangannya di leher Jimin dan juga melingkarkan kedua kakinya di pinggang Jimin. Membiarkan Jimin membawanya ke kamar mandi dan juga membiarkan pemuda itu memainkan bongkahan bokongnya dengan meremasnya gemas.
Tetapi sesampainya di kamar mandi, Jimin malah menurunkan Yoongi didepan wastafel dan berkaca disana. Memeluk Yoongi dari belakang dan menatapnya melalui cermin.
"Didi mingi," Jimin melingkarkan kedua tangannya diatas perut Yoongi. Meraba perut datarnya dan lama-kelamaan lengan itu bergerak nakal sampai ke dada Yoongi.
Yoongi menyandarkan kepalanya ke bahu Jimin dan membiarkan pemuda itu mengecupi lehernya. Lengan Yoongi juga mengikuti arah gerak telapak tangan Jimin.
Yoongi tak mau menatap cermin. Tak ingin menatap wajahnya sendiri yang sedang merona dan tak ingin menatap lengan Jimin yang kini mulai memijat pelan dada datarnya.
"Hmm..." Yoongi bergumam seadanya. Membiarkan Jimin memijat dada datarnya dengan telapak tangannya dengan gerakan pelan yang semakin lama semakin cepat.
"Didi, apa dengan kupijat ASInya akan keluar?" Tanya Jimin dengan raut polosnya. Masih dengan memijat dada Yoongi dan kini mulai memainkan nipplenya dan memelintirnya gemas.
Yoongi hanya mengerang pelan dengan perlakuan Jimin. Ingin sekali ia menghajar wajah sok polos mesumnya itu. "Hen—tikan. Mandi saja sana."
Yoongi mencoba menjauhkan lengan Jimin dari dadanya. Ia tak mau membiarkan Jimin dengan tingkahnya dalam keadaan seperti ini atau mereka akan melanjutkan hal yang lebih jauh.
Jimin hanya bersidekap dan cemberut kemudian. Yoongi menunjukkan tanda-tanda penolakan yang berarti. "Aku gak mau mandi kalau gak dimandiin."
Yoongi memutar mata malas mendengar perkataan Jimin. "Sok ngimut, Najisin."
Namun Yoongi tetap membawa Jimin ke bawah guyuran shower dan tetap memandikan Jimin seperti permintaannya. Tak lupa Yoongi mati-matian untuk tak mengumpat Jimin dengan wajah merona pekat selama ia mengusap seluruh lekuk tubuh Jimin untuk memandikannya. Sial Jimin dengan segala keseksian yang dimilikinya.
.
Setelah Yoongi selesai memandikan Jimin dengan begitu tersiksa, kini giliran Yoongi yang akan mandi.
Jimin dengan senang hati menawarkan diri untuk memandikan Yoongi. Namun yang didapatkan Jimin adalah Yoongi mengusirnya dari kamar mandi. Menyuruhnya berpakaian dan menjaga Minki sampai bayi itu terbangun.
Tetapi bukan Jimin namanya kalau ia tidak protes.
"Didi kok gitu sih?! Didi boleh mandiin aku tapi aku gak boleh mandiin Didi Mingi?!"
Dan protesannya itu hanya dijawab dengan pintu kamar mandi yang ditutup tepat didepan hidung Jimin.
.
Jimin hanya terkekeh. Menggoda Yoongi memang selalu menjadi kesenangannya. Membuat pipi pucatnya memerah juga menjadi kebahagiaan tersendiri untuk Jimin sejak mereka masih berpacaran dahulu.
Jimin baru saja melangkah menuju lemari untuk berganti bathrobe yang kini dipakainya dengan pakaian rumah kembali, namun tiba-tiba Jimin membuat kontak mata dengan Minki yang baru saja terbangun dari tidurnya dan terduduk di tengah ranjang. Bayi itu terlihat kebingungan namun ketika ia melihat Jimin, tatapan beningnya mulai berair dan bibir mungilnya bergetar. Bersiap untuk menangis.
"E—eeh baby Minki jangan dulu nangis! Tunggu Dada ganti baju dulu baru nangis!" Jimin buru-buru membuka lemari dengan tergesa dan mendapatkan pakaiannya lalu memakainya secepat mungkin.
Tetapi terlambat, Minki sudah menangis lebih dulu dan ia mulai merangkak diatas ranjang.
Setelah selesai memakai bajunya asal-asalan, Jimin segera menghampiri Minki yang hampir menuruni ranjang dengan kaki mungilnya yang sudah menggantung di tepi ranjang. Jimin langsung saja mengangkatnya dalam gendongannya. Bisa berbahaya kalau Minki sampai nekat dan terjatuh dari ranjang.
"Cup-cup~ baby Minki kenapa nangis, hm?" Tanya Jimin, mencoba menimang bayinya yang kini memberontak digendongannya dan malah menangis semakin kencang.
"Baby Minki haus?" Jimin mengangkat satu alisnya menatap wajah Minki yang memerah karena tangis di gendongannya. Bayi laki-laki itu terlihat mengecapkan mulutnya dan sesekali menghisap ibu jarinya.
Tak lama Yoongi menghampiri dengan masih memakai bathrobenya dan rambut masih setengah kering. Ia menghampiri Jimin karena mendengar tangisan keras Minki.
"Kenapa Minki nangis?" Tanya Yoongi. Ia mengalihkan Minki dari gendongan Jimin untuk ada pada gendongannya.
Jimin menatap Yoongi ragu. "Sepertinya baby Minki haus."
"Kenapa tak kau buatkan susu?" Yoongi mendelik menatap Jimin.
"Tapi—"
"Aku tak bisa memberikan ASInya secara langsung. Aku akan melakukannya dengan pumping." Yoongi menghela napas berat, lalu menimang Minki yang menangis di bahunya. "Hargai aku sebagai seorang lelaki, Jimin." Bisiknya kemudian.
Jimin tersenyum tipis. Ia menghela napas mencoba untuk menuruti keinginan Yoongi. "Baiklah, aku akan membuatkan susu untuk Minki."
Yoongi menatap Jimin yang berjalan keluar kamar dan tersenyum. Ada kalanya Yoongi merasa harus bersyukur ketika Jimin memang begitu pengertian padanya.
Nah, sekarang saatnya Yoongi menimang Minki yang rewel karena Jimin ternyata lama membuat susunya.
.
Yoongi sedang membaca dengan hati-hati petunjuk penggunaan sebuah alat pompa ASI yang diberikan oleh dokter Lee. Yoongi akan mencoba alat pompa elektrik itu hari ini selagi Minki sedang bermain dengan Jimin.
Sebenarnya Yoongi agak takut juga, apalagi alat pompanya itu tersambung dengan listrik. Tetapi Yoongi mencoba meyakinkan diri dan ia benar-benar mencobanya. Membuka kancing piyama yang dipakainya dan memposisikan cuping yang akan memompa nipple di dadanya.
Dada Yoongi yang rata cukup membuatnya kesuliatan dan harus menekannya agak dalam. Sampai Yoongi menyalakan alatnya dan pompa itu menarik nipple di dadanya, Yoongi dibuat mendesis kesakitan awalnya. Tetapi lama-kelamaan ia bisa menyesuaikan diri dengan alat pompa tersebut dan tak lama ada cairan seputih susu yang memenuhi botol ukur kecil yang siap menampung hasil ASI dari dadanya.
Yoongi melakukan hal itu sendirian sampai tiba-tiba suara Minki dan Jimin terdengar memasuki kamar.
"Minki, ayo kita ajak main Didi juga—woah woah! Didi punya susu lagi untuk Minki!" Jimin berseru heboh. Menatap Yoongi antusias yang masih memompa alatnya.
"Dididi—"
Minki ikut-ikutan mengoceh dan ingin menghampiri Yoongi namun Jimin menahannya dalam gendongan karena Yoongi melakukan pumping yang tersambung dengan listrik.
Yoongi dapat merasakan kedua pipinya menghangat. Entah ia harus merasa bagaimana, yang pasti saat ini ia merasa malu dan bahagia sekaligus. Benar-benar aneh memang.
Setelah mencoba alat pompa di kedua dadanya, Yoongi menatap botol ukur dot penampung susu yang sudah ia lepas tutupnya dan diganti dengan dot. Jumlahnya tak sampai dua ratus lima puluh mili lebih. Sangat sedikit daripada Yoongi membuatkan susu formula untuk Minki.
Yoongi jadi berpikir, apa Minki mau meminumnya?
"Baby Minki ayo minum susu lagi. Setelah itu kita tidur siang~"
Tahu-tahu Jimin telah menyambar botol yang berada dalam genggaman Yoongi dan membuat pemuda manis itu tersadar dan mencoba menghalau Jimin.
Tetapi Jimin telah lebih dulu memegangnya erat. Bersiap untuk memberikannya pada Minki.
Bayi itu tentu saja merespon dengan nalurinya dan dengan genggaman tangan mungilnya, mengarahkan botol dot digenggaman Jimin ke mulut kecilnya.
Jimin dan Yoongi menatap was-was Minki. Takut bayi itu tak bisa menerima minuman barunya. Tetapi yang terjadi adalah Minki hanya menatap polos kedua orangtuanya dan tetap meminum susunya sampai habis.
Yoongi menghela napas lega. Ia tak perlu takut Minki tidak akan menyukai susunya karena bayi itu tetap menyukai susunya seperti biasa.
Jimin yang mendengar helaan itu meraih sebelah tangan Yoongi untuk kemudian dikecupnya dengan sayang. "Kau memang yang terhebat untukku dan baby Minki. Aku mencintaimu."
Yoongi tersipu mendengar pujian sayang dari Jimin. Yoongi lalu hanya mengusap rambut hitam Minki dan mengecup pipi tembamnya dengan sayang.
Yoongi merasa sangat bahagia sekarang.
Dan ia berharap mereka bertiga bisa seperti ini selamanya.
.
.
Keesokan harinya...
Jimin sedang manja sekali pagi ini. Ia mengerjai Yoongi sejak bangun tidur diatas ranjang mereka sampai membuat Yoongi kewalahan karena Jimin membangunkannya disaat yang tidak tepat.
Yoongi pikir Jimin tidak akan menyukainya jika ia yang baru saja bangun tidur dan sedang dalam keadaan yang patut dibilang kusut dengan wajah bangun tidur dan rambut acak-acakan lalu belum sikat gigi.
Tetapi Jimin malah memintanya bermain dan membiarkan Yoongi mau tak mau harus melayani keinginannya untuk membuat Yoongi menungging di pagi hari.
Hm.
Sekarang Jimin sudah rapi dengan pakaian kerjanya dan senyuman sumringah yang terpampang di wajahnya. Ia sedang menikmati sarapannya dengan roti selai jeruk yang ia olesi sendiri. Karena Yoongi sedang sibuk menyiapkan makanan dan susu untuk Minki yang sudah bangun dan kini sedang duduk manis di kursi makannya.
"Um, Didi, ada yang ingin aku bicarakan." Jimin berucap di sela kunyahan rotinya yang akan tertelan.
Yoongi mengangkat satu alisnya, meletakkan mangkuk kecil berisi bubur biskuit yang ia suapi pada Minki. "Apa?"
"Aku ada perjalanan dinas ke Jeju." Jimin berucap santai lalu menunjukkan cengirannya. "Tenang saja, hanya lima hari kok, hehe."
Yoongi terdiam. Jimin akan keluar kota? Enam hari? Meninggalkan dirinya bersama Minki?
Pantas saja tadi pagi ia meminta jatah padanya.
Ehm, bukan itu masalahnya.
"Kapan?" Tanya Yoongi. Dari raut wajahnya ia terlihat agak khawatir. Meski menunjukkan wajah datar dan acuhnya.
"Besok. Pagi-pagi sekali." Jawab Jimin.
Yoongi terlihat berpikir. Lalu menghela napas kecewa.
"Besok 'kan ulang tahun Minki?"
Jimin langsung merubah raut wajahnya mendapati sirat kecewa dari Yoongi. "Kita rayakan nanti malam ya? Aku akan mengusahakannya."
Yoongi mengangkat bahunya memberikan bahasa tubuh. Ia lalu kembali menyuapi Minki ketika anak itu mulai memukul-mukul meja di kursi makannya.
"Terserah," Yoongi menatap Jimin kemudian. "Berjanjilah dan jangan tinggalkan kuliahmu."
"Siap, mommy mingi!" Jimin berucap antusias. Lalu ia menertawakan Minki yang mulutnya belepotan bubur biskuitnya.
Yoongi jadi termenung sendiri di meja makan. Jimin sampai dibuat bingung dan akhirnya ia menepuk pucuk kepala Yoongi untuk membuat pemuda manis itu tersadar dari lamunannya.
"Tenang saja, semua akan baik-baik saja."
Yoongi lalu menatap Jimin yang segera tersenyum hangat membalas tatapannya. Sebuah senyuman yang akan selalu memberikan Yoongi rasa nyaman yang begitu menenangkan.
.
.
Taehyung sedang menunggu seseorang di halaman parkir kampusnya. Hari sudah semakin sore dan matahari mulai meredup namun ia masih duduk diatas motornya lengkap dengan helmnya.
Sampai sebuah mobil camry hitam mulai memasuki halaman kampus itu, Taehyung segera membawa motornya untuk nekat menghalang-halangi mobil yang hendak parkir tersebut.
TIIN
Taehyung menoleh ke belakang ketika mendengar suara klakson dari belakangnya dan suara protesan seseorang dari belakangnya.
"Yak! Byuntae sialan! Singkirkan motor bututmu itu! Kau menghalangi jalanku!" Semprotan protes yang dilayangkan oleh seseorang yang berbicara dari pintu kaca mobilnya yang terbuka.
Hal itu justru membuat Taehyung tersenyum. Akhirnya ia bisa bertemu sahabatnya lagi. Siapa lagi sih kalo bukan ayah muda beranak satu itu, Park Jimin bodoh sahabat seperjuangannya.
"Jim! Ayo kita berdamai dan dengarkan ceritaku agar kau tidak menuduhku lagi!" Taehyung melambaikan tangannya pada Jimin yang masih menggerutu didalam mobilnya.
"Aish, merepotkan." Jimin lalu mengisyaratkan pada Taehyung untuk menyingkirkan motornya dan membiarkannya parkir.
"So, jus stroberi di kafetaria yuk?" Ajak Taehyung menghampiri Jimin yang sedang mengunci mobilnya.
Jimin melengos, "Aku lebih suka jus jeruk."
"Okey!" Taehyung lalu merangkul Jimin dan mereka berjalan kearah kafetaria kampus.
.
Taehyung bilang perempuan yang waktu itu memang menyukai Jimin. Ia juga tahu kalau sejak awal Jimin tidak menyukai perempuan makanya ia sangat marah ketika tahu Jimin pacaran dengan Yoongi dan membuktikan semua itu. Terlebih Yoongi itu tipe orang yang sangat tidak disukai oleh penghuni kampus karena sikapnya yang cuek namun blak-blakan.
Karena hal itu lah, mungkin ia menyimpan rasa dendam tersendiri mengapa waktu itu menyuruh orang suruhannya untuk menghajar Jimin.
"Byuntae, tapi bagaimana ia bisa tahu semua tentangku dan Yoongi-hyung?" Tanya Jimin, menyeruput jus jeruknya.
Taehyung menggeleng dengan serius. "Kau harus tahu jika perempuan selalu punya berbagai cara untuk mencapai apa yang ia inginkan."
Jimin hanya menghela napas mendengarnya. "Yasudahlah."
"Kalau begitu kau jangan marah padaku lagi! Aku 'kan ingin bertemu Minki lagi~" rengeknya pada Jimin.
Jimin hanya memutar malas kedua matanya menerima serangan aegyo yang benar-benar terdengar aneh karena Taehyung itu memiliki suara berat.
"Terserah, aku ada kelas sebentar lagi." Jimin mulai beranjak dan menyeruput jus terakhirnya.
"Oke, aku ijin main sebentar bersama Minki ya, Dada~" Taehyung menggoda dan segera pergi begitu Jimin akan memrotesinya untuk jangan memanggilnya seperti itu jika bukan bersama Minki.
.
.
Yoongi bersiap-siap setelah selesai mandi dan juga memandikan Minki. Rencananya sore ini ia akan pergi ke supermarket dan toko pernak-pernik dan juga toko kue untuk mempersiapkan pesta kecil untuk Minki.
Beruntunglah tiba-tiba Taehyung datang dan Yoongi bisa menitipkan Minki padanya dan ia bisa leluasa pergi mencari keperluan untuk pesta kecil Minki.
Jadilah Yoongi pergi sendirian dan ia akan mendekor cepat untuk ulangtahun Minki. Ah, Yoongi jadi tidak sabar. Hal ini juga nanti bisa jadi kejutan untuk Jimin ketika pemuda itu pulang nanti.
.
Jimin tidak menuntaskan jam kuliahnya sampai selesai malam itu. Ia tiba-tiba mendapatkan panggilan dari dua orang rekan kerjanya untuk ikut menemani membeli perlengkapan dinas besok.
Sebenarnya bukan sesuatu yang penting juga sih. Tetapi Jimin pikir ia bisa sekalian beli hadiah baru untuk Minki selagi menemani rekannya untuk berbelanja yang lain.
Hanya saja Jimin mengambil pilihan yang buruk bersama rekan kerjanya itu karena tanpa sepengetahuannya, ia juga bertemu dengan Yoongi disebuah toko kue.
Ya, pertemuan yang sangat tidak tepat.
.
Yoongi pergi ke toko kue milik temannya saat masa kuliah dulu. Namanya Park Bogum. Pemuda itu sungguh tertarik dengan dunia pattisiery dan itulah mengapa setelahnya ia berbisnis dengan membuka toko kue seperti ini.
"Annyeong, Bogummie." Sapa Yoongi begitu mendekati salah satu rak khusus kue tart dimana ia melihat seorang pemuda tinggi yang tampan itu sedang menata letak kue disana.
Merasa ada yang memanggil namanya, pemuda itu menoleh kemudian segera tersenyum lebar menatap Yoongi.
"Yoongi-ya! Lama tidak bertemu." Pemuda itu balas menyapa Yoongi. Ia ingin memeluk Yoongi sebagai tanda pertemuan mereka namun ternyata Yoongi sedang kerepotan memegang kantung besar berisi balon-balon dan pernak-pernik anak kecil di tangannya.
"Eung~ kau akan mengadakan pesta ya?" Tanyanya melihat tentengan yang dibawa Yoongi.
Yoongi sedikit bersemu. Ia mengingat bayi kecilnya dirumah dan membuat perasaannya tiba-tiba membuncah senang. "Iya, aku ingin merayakan pesta kecil."
Bogum terkekeh dengan wajah tampannya yang begitu ramah. "Apa kau mencari cheesecake juga disini?"
"Hum, tentu saja!" Yoongi mengangguk senang. "Tetapi aku ingin kau juga menghiaskannya dengan spesial." Pinta Yoongi semangat.
"Tentu saja."
Pemuda tampan itu segera memilihkan cheesecake terbaik yang dimilikinya, lalu menyodorkannya pada Yoongi dan hiasan seperti apa yang diinginkannya.
Ingin merasa spesial, Yoongi juga ikut membantu menghiasi kue krim keju tersebut dengan tulisan 'Happy Birthday, Baby Minki'.
Saat sedang asyik menghias, tiba-tiba lonceng pintu BG Bakery itu terbuka menandakan ada pengunjung lain yang datang.
Tetapi alangkah kagetnya Yoongi ketika melirik siapa yang datang adalah seseorang yang begitu ia kenal selama ini sebagai pendamping hidupnya. Ya, Park Jimin tiba-tiba muncul di toko kue ini bersama seorang wanita yang merangkul lengannya. Wanita cantik.
Ah, Yoongi pikir Jimin sedang menjalani kelas malamnya?
Ternyata ia muncul di toko yang sama dengan Yoongi bersama seorang wanita lain.
Bogum yang berdiri di samping Yoongi untuk menghias kue itu segera menyudahkannya karena memang hiasannya sudah selesai dan membiarkan Yoongi melanjutkan kegiatannya sedangkan ia melayani tamu lain yang datang.
"Selamat datang di BG Bakery, ada yang bisa saya bantu?"
Jimin saling bertatapan dengan Yoongi kemudian. Sirat penuh intimidasi Jimin layangkan pada Yoongi dan begitu pula dengan yang Yoongi lakukan. Tak ada perkataan yang keluar.
Jimin menatap Yoongi curiga, terlebih ketika ia memasuki toko Jimin bisa melihat Yoongi yang dekat dengan si pemilik toko dan sedang menghiasi kue bersama. Oh, romantis sekali.
Dan Yoongi juga melihat hal yang sama. Jimin bergandengan dengan seorang wanita dan mengkhianati perkataannya untuk mengikuti kegiatan kuliahnya.
Yoongi mendengus kasar. Ia lalu membungkus kue yang telah dihiasnya itu dengan rapi. Yoongi lalu beranjak menuju kasir dan ada pegawai lain disana dan menghitung jumlah harga kue yang dibeli Yoongi dan juga membayarnya.
Bogum masih sibuk dengan seorang pelanggan wanita yang tadi masuk bersama Jimin. Dan ia hanya melambaikan tangan begitu melihat Yoongi segera pamit padanya.
Yoongi masih kerepotan dengan pernak-pernik yang dibawanya. Ia berusaha untuk menghindari tatapan tajam Jimin dan melewatinya dengan acuh.
Tetapi Jimin tentu saja menahan lengan Yoongi yang berusaha mengabaikannya itu.
"Jinri-noona, sebentar lagi Jaekwang-hyung akan menemuimu disini. Aku harus segera pulang. Sampai jumpa besok." Jimin lalu segera membawa Yoongi keluar dari sana sebelum mendengar protesan dari rekan kerjanya itu karena ia pergi tiba-tiba.
Yoongi mencoba memberontak dari pegangan lengan Jimin yang lama-lama mencengkeramnya. Tetapi Jimin tak mempedulikannya dan tetap menyeret Yoongi berjalan kearah dimana mobilnya terparkir agak jauh dari toko bakery tadi. Orang-orang sampai melihat kasihan pada Yoongi yang dikedua tangannya kerepotan membawa kantung besar balon dan kue.
Sampai akhirnya Jimin sampai di mobilnya dan menyuruh Yoongi untuk masuk.
Jimin ikut masuk di kursi kemudi. Disampingnya ada Yoongi yang memangku kuenya dan plastik balonnya sudah ia letakkan di kursi belakang.
"Sedang apa di bakery situ? Pemuda itu temanmu dulu di kampus 'kan?" Tanya Jimin dengan datar. Tidak menatap Yoongi dan mulai melajukan mobilnya.
"Ya, aku hanya membeli kue dan—"
"—menghias kue bersama dengan begitu mesra? Lalu meninggalkan Minki sendirian." Jimin memotong perkataan Yoongi dengan cepat. Membuat Yoongi menatapnya tak percaya dan mulai kesal.
"Jimin!" Yoongi mengepalkan kedua tangannya dan menggigit bibir bawahnya. Mencoba untuk menahan emosinya karena jika ia membalas perkataan Jimin, hal itu akan memancing emosi pemuda itu lebih jauh lagi.
"Kenapa sih, kalau kau ingin pergi kemana-mana, bertemu siapa, tak bisa kah kau hanya sekedar mengabarinya padaku?" Jimin berucap masih dengan fokusnya pada jalanan dan setirannya.
Yoongi semakin mengepalkan tangannya. Kalau Jimin meminta Yoongi seperti itu, kenapa Jimin juga tak bisa bertingkah seperti itu pada Yoongi?
"Lalu... Bisakah kau juga mengabariku kalau kau juga sedang bersama orang lain?" Tanya Yoongi.
"Apa kau sedang mencoba menuduhku?"
Yoongi menggelengkan pelan kepalanya menjawab pertanyaan Jimin. "Tetapi kau selalu menuduhku lebih dulu."
Jimin lalu menginjak pedal gasnya dan mengebutkan laju mobilnya, membuat Yoongi berjengit takut karena Jimin membawa mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.
"Jadi, apa aku salah kalau aku merasa cemburu melihatmu dengan yang lain?" Jimin mengutarakan pemikirannya.
"Kau pikir hanya dirimu saja yang boleh merasa cemburu?" Yoongi tak ingin kalah.
Malam ini kedua ego mereka sedang berada di puncak masing-masing. Tak ada yang mau mengalah dan tak ada yang mau mencoba memadamkan ego masing-masing.
"Aku hanya butuh kau mengerti." Jimin berucap ketika ia telah sampai di parkiran apartemen mereka. Menoleh kearah Yoongi untuk menatapnya.
"Apa pengertianku selama ini masih cukup kurang? Kau sering berada di luar, aku hanya terus menurut padamu. Diam di rumah bersama Minki, bekerja di rumah, tak bisa leluasa pergi seperti yang kau lakukan. Setelah semua itu kau masih bicara aku kurang mengerti?"
Jimin hampir mengangkat tangannya memberikan gerakan untuk siap menampar kapan saja. Yoongi seolah sedang menyalahkannya kini. Tetapi menatap raut wajah berkaca-kaca milik Yoongi membuat Jimin jadi tak tega.
Jimin menarik napas dalam. Lalu ia keluar dari mobil dan meninggalkan Yoongi sendirian bersama kue dan balon-balonnya di dalam mobil.
"Jimin... aku juga cemburu... aku juga tak suka melihatmu dekat dengan orang lain. Tetapi kenapa seolah kau hanya terus mengukungku." Yoongi bergumam sedih.
.
Jimin dan Yoongi masuk bersamaan ke apartemen mereka dan menemukan Taehyung sedang menimang Minki yang sudah mengantuk. Pemuda itu juga berseru senang ketika melihat Yoongi membawa banyak pernak-pernik pesta ulang tahun.
"Ah, Dada dan Didi ternyata pulang bersama!" Taehyung memekik pelan, tetapi ia menatap keduanya bingung kemudian. Karena Jimin dan Yoongi yang biasanya selalu nempel kapanpun itu kini terlihat berjarak dan diam.
"Um, Tae, terimakasih sudah menemani Minki," Yoongi meletakkan semua barang bawaannya di sisi ruang tamu kemudian menghampiri Taehyung untuk mengalihkan Minki pada gendongannya. "Pesta kecilnya akan dimulai besok. Kuharap kau mau membantuku lebih awal untuk menyiapkannya."
"Siap, bos!" Taehyung tertawa senang. Ia lalu segera pamit pada Yoongi. Tak lupa untuk mengecup gemas pipi Minki lebih dulu. Saat Taehyung ingin pamit pada Jimin, dilihatnya pemuda itu sedang berkemas-kemas dan menyuruhnya untuk pulang.
.
Setelah Taehyung pergi, Yoongi segera menyiapkan keperluan tidur untuk Minki. Merapikan tempat tidur boksnya dan tak lupa memberinya susu. Terakhir ia menyelimutinya dan mengecup sayang keningnya.
Selanjutnya Yoongi membantu Jimin mengepak barang. Tanpa berbicara apapun dan hanya merapikan baju-baju Jimin dan keperluan mandi untuknya nanti, tak lupa juga botol madu dan obat-obatan sekiranya jika riwayat penyakit ashma nya kambuh. Yoongi membantu mengepaknya dalam koper sedang milik Jimin.
Keduanya masih tak saling bicara, sampai akhirnya Yoongi lelah sendiri menatap punggung Jimin yang lebih dulu tertidur disana dan Yoongi ikut menyusulnya ke alam mimpi.
Pagi-pagi sekali Jimin sudah terbangun dan bersiap-siap. Ia menyeret kopernya sepelan mungkin keluar dari kamar untuk mencoba tak membuat berisik sedikitpun.
Tetapi Yoongi yang merasa terganggu itu bangkit duduk di ranjangnya dan mengusap kedua matanya yang berat karena kantuk.
"Ung... Jimin?" Panggilnya dengan suara serak. Yoongi hanya duduk disana karena lampu kamar yang memang sengaja tidak Jimin nyalakan
Mendengar panggilan itu Jimin buru-buru menghampiri Yoongi. Ia mengusap-usap kedua pipi Yoongi dengan telapak tangannya. "Ssst... Tidurlah kembali. Aku harus pergi dan tunggulah aku kembali."
Yoongi yang memang masih dalam keadaan sangat mengantuk itu semakin mengantuk ketika Jimin mengusap pipinya. Yoongi hanya bergumam tak jelas lalu ia menidurkan kembali tubuhnya.
Jimin tersenyum kecil. Yoongi memang selalu menggemaskan apapun keadaannya. Jimin lalu membenahi selimut yang dipakai Yoongi dan mengecup bibir dan kening Yoongi dengan sayang. Mengusap pelan rambutnya dan berbisik hangat.
"Maafkan aku, sampai jumpa." Bisik Jimin megecup sekali lagi kening Yoongi sebelum beranjak menuju Minki untuk melakukan hal yang sama dan Jimin pergi keluar dari apartemennya di pagi yang masih gelap itu.
.
Yoongi terbangun dengan perasaan dingin karena disampingnya tidak ada siapa-siapa. Ah, ternyata Jimin benar-benar pergi. Yoongi jadi menghela napas kecewa. Mana ia tidak sempat melihat Jimin pergi pagi ini. Jimin mengecup keningnya pagi ini pun terasa seperti mimpi.
Yoongi lalu beranjak dari ranjang. Ia membuat pesan singkat untuk ia kirimkan pada Jimin.
To : Jimin
Selamat ulang tahun, Jagoan kesayangan kita. Park Minki.
.
.
.
.
To be continued...
.
.
.
Nb : haaaaaaaaiiiii lama tak bersua '-')/
Mohon maaf atas segala keterlambatannya, dan ff ini hampir terbengkalai begitu lama. Kalo pada bosen bilang aja deh ya ._.
Masih bulan maret nih, happy belated birthday, Min Yoongi kesayangan yang makin hari keliatan makin terlalu manis kayak mochi. Semoga tahun ini bisa ngeluarin mixtape nya ya :"D
Saatnya hemat kuota untuk balas komentar, sungguh sangat terima kasih buat kamu yang mau menyempatkan diri untuk review, love you~
michaelchildhood nah sekarang udah berpengalaman dong pastinya xD karena konflik rumah tangga lebih ahoy/? Kkk semangat jugaaa dinner40 already! Yehet! shipyon jangan jimin duluan atuh yang nyusu, kasian minki nanti terkontaminasi/? ;( gotbangtanxo jangan terlalu berkonflik, gak tega sama yungi ;( huhuhu semangat juga! Guesteu gusta tu gusta tu! Dududu! Iya dong menyusui, kan mamalia/? Iya, tetap semangat jugaaa MinJiSu kalo itunya numbuh nanti jadi GS, aku gasuka wkwkwk. Mukanya Minki kayak song joongki waktu masih kecil hahaha sekarang menikmati Jimin yang lagi jalan-jalan dong? Khekhe fighting! HyunShine nggaaaaak bakal jadi ciwi xD sekarang tae nya udah dimunculin tuh, semoga suka. Fighting! yoonminlovers hot adegan hahaha hmr yeay! Terima kasih! :3 Siska Yairawati Putri yah jangan minta susu sama yungi. Karena produksinya cuma buat minki sama jimin/? Kkk :3 Yoonginugget yup, baby minki kan juga tumbuh besaaaar. Fighting! :3 amaliah jangan atuh, masa mau sama jimin dulu yang nyobain huhu siscaMinstalove wkwkwk iya, jangan yang terlalu panas, gak bagus/?. Nah kan disini dijelasin hehehe kangen minki jugaaa Jimsnoona berisik, bawel deh kayak jimin -_- rikuesnya pelan-pelan lha. Iya duh bawel banget deh, gausah bawa-bawa nama panggilan itu disini -_- kbye hibiki kurenai plis, minki punya adik? Eng... Voting dulu lah x"D peachpetals iya dong, jalan-jalan terindah cuma diatas badan yungi lol. Panda Item yang enak-enaknya udah disini kok. Dan gak boleh yang ekstrim! Tidak bagus! Hoho Min513 syudah lanjut~ kkwonz sekarang udah sembuh belum pcnya? Kkk iya, emang tugasnya ngelayanin si mas ;( tunggu minki bisa lari yhaaa GitARMY ya tetep aja jiminnya kesukaan semua orang hoho ini lanjuuut. Lee Jinie yup, ini syudah lanjut gbrlchnerklhn sekarang gak kepotong kok hwehehe viertwin iya, untungnya minki gak bangun hohoho semangat juga! :D 087 hehe santai aja. YukitoTouya21 yah, memangnya kemana aja :( oh tentu saja, ini syudah lanjuuuut Mayang556 cuma dibaca aja? ;( Wellery14 iyaa, ini syudah lanjut. Anunya Bangtan jangan baper, nanti kayak yungi ;( tae nya masih jomblo aja dulu sampe dapet penerangan. Fighting! Naranari II iyaaa, dedek bisa jalaaan. Kkk XiayuweLiu gak bakal dong. Eksklusif buat minki aja hahaha Aprilia964 wkwkwk iya dada dan didinya juga pasti lucu VampireDPS iya jangan dong. Ceweknya buat figuran aja/? Hahaha INDRIARMY hihi disini juga udah dijelasin. Udah tuh konfliknya dikit aja tapi ya? Byun Minyae iya iya, ini juga banyak minkinya wkwkwk ffighting! Park nexttt~ A Y P fighting juga, ini lanjut lhfaherdiati395 jimin jangan dapet banyak-banyak wkwkwk Viyomi ayo ikutan jalan-jalan/? Yymin sekarang jangan ketinggalan lagi yaaa TyaWuryWK ada nih muncul dikit konflik wkwkwk applecrushx aaah jangan dulu punya adeeeek wkwwkwk ini syudah lanjut exoinmylove ya begitu deh. Masalahnya vmin sudah kelar kok hehe rilakkucha61 ini fast update gak? X'D PARQJIMIN fast update gak nih? Wkwkwk Jang Taeyoung pengen jinv disini agak sulit nantinya/? Yungi bisa apa hayooo kkk. Okeeey syuberi jimin yunginya kenapa hayo, kkk dillarmy iya dong, anaknya siapa duluuu outout yah emang jiminnya begitu si wkwkwk. Semangat jugaaa 25 ini syudah lanjuuut Dessy574 wkwkwk nenenin. Segini gak kelamaan kan hehe Prasetyo Hestina845 nggak mungkin oppai nya jadi besar, ini bukan gs wkwkwk Se - Na ini syudah lanjut. Fighting! CB95line ini gak lama-lama kok. Semangat! 296olive nahlo apa mulai keracunan nih sama jimin! Kalo selamat memasuki dunia minyun yang ajaib! Kkk. Terima kasih. Dyah Cho sekarang mah udah gak di cut kok. Hohoho Anggun957z hal aneh apa ;v yakin ya gak bakal terjebak lagi. Ada jimin soalnya/? cicinarmy jimin kumat, wkwkwk yup ini syudah lanjut~ JonginDO iya heheh ini syudah lanjut uljangleo yes, aku menunggumu juga. Ini syudah lanjut~ panda iya emang jahat authornya wkwk ini syudah lanjut~ MINSEPHINEPARK9995 jangan panggil mbak wkwkwk kalaupun adek, jangan cewe :( okee ini syudah lanjut kok. YooMin iya, minki udah gedhe. Semoga penasaran juga wkwkwk fighting juga ade kim ini syudah lanjuuut bootae ga kebayang kan, emang ajaib minyun ini. Wkwkwkk gapapa. Thank you boo~ miparkland karena kehadiran bayi emang selalu lucuuu heheh vljeonjams cie akun baru. Produksi 2 milk wwkwkwk ngekek. Ini syudah lanjut~ Onyx-tan ya begitu lah. Ikuti saja ceritanya wkwkwk salmaamr oh yaaa hihi terima kasiii samorrr20 ini cepat update kok. Jennie di cut biar lebih greget~ ini syudah lanjuuut idungiveasht nggak lah, aku juga gasuka yang berat-berat. Wkwkwk Min Sugar jimin gaboleh serakah wkwkw. Ini syudah lanjut, fighting~ fujoshiakut ya begitulah ajaibnya jimin yungi ekekek minchimin hehe iya ini syudah lanjuuuut~Minyoongijjangjjangmanbbobbong jimin emang gitu ih wkwkwk, semangat juga~ haurababys emang wkwkwk. Nah itu dia, heran kenapa yungi makin kesini makin minta dimesumin banget mukanya wkwkwk ini lanjuuut parkyoongi35 wkwkwk iya ini syudah lanjut kok hlyeyenpls jimin peka eaaa, yah namanya juga cewek, emang nyebelin kan/? Wkwkwk yoong iya, karena kehidupan membuat updatenya tertunda. Semangat terus! Anthi lee lah emang ini ff kayak sinetron wkwkwk. Okeeey she3nn0 gak numbuh juga kakaaaak wwkwk udah kok sama tae nya. Gausah kepo lagiii :3 mayuyu-jin48 ini udah gak kepotong lagi kok wkwkwk fighting~ dheeam ini syudah lanjut koook hehehe Bangtan98 ini udah terus/? Taegi ya? Boleh juga sih, tapi disini susah udah terlanjur begitu/? Wkwkwk okeeey.
Maaf jika ada yang terlewati dan Terimakasih sudah membaca dan berkomentar kembali.
See you at next chapter! :3 mumu~
