Mana Syndrome
Desclaimer: Mana Khemia bukan punyaku melainkan Atlus.
A/N: Halo semuanya. Maaf ya udah lama tidak update. Soalnya saya sekarang lagi focus ke ff Kingdom Hearts + saya kehabisan ide. Saya perlu waktu yang sangat lama untuk memikirkan ide baru. Jadi mohon bersabar. Di sini ruang rahasia di Old Schoolhouse –Closed Area– saya kasih nama Secret Area. Di tambah mungkin di sini akan ada Out Skill dan Out Item. Bold artinya nama skill biasa (Out Skill termasuk). Italic artinya nama item (Out Item termasuk). Underline artinya nama Finishing Skill (Out Skill termasuk).
Desclaimer: Mana Khemia bukan punyaku tapi punya NIS.
~ Old Schoolhouse –Closed Area– ~
"Baiklah, sekarang kita harus mencapai bagian terdalam dari Old Schoolhouse –Closed Area–. Di situ akan ada sebuah altar yaitu Altar of Creation and Wish. Dan kita juga harus mengumpulkan Elemental Core. Elemental Core hanya terdapat pada Elemental Altar misalnya Altar of Wood, Altar of Fire, Altar of Water, dll. Kita harus menemukan kunci untuk membuka tempat penyimpanan Elemental Core. Kunci itu di jaga oleh Elemental Spirit. Kegunaan dari Elemental Core untuk membuka tempat rahasia penyimpanan 2 Origin Core yaitu Creation Core dan Wish Core. Hanya dengan cara itulah kita bisa untuk mendapatkan Wish Core." Kata Flay.
"Wow! Dari mana kau tahu hal itu Flay?" Tanya Jess kagum(?). "Rahasia." Kata Flay dengan senyum yang mencurigakan(!).
"Sudah, jangan membuang-buang waktu di sini keadaan para Mana terancam." Anna mengingatkan.
~Sementara itu di Al-Revis Academy~
Seseorang berambut merah terlihat di depan workshopnya Flay. Siapa lagi kalau bukan Tony Eisler. Seseorang yang selalu mengganggu kelompoknya Vayne dan Co.
"Hari ini juga, aku akan mengalahkan mereka." Batinnya. Dia kemudian membuka pintu workshop.
"Flay! Ayo kita berta-" Tony langsung menghentikan kalimatnya saat melihat tidak ada orang di workshop itu. "Sial! Kemana perginya mereka?" Batinnya kesal.
Kemudian datanglah seorang perempuan berambut pirang pendek seleher. Dia adalah Renee Kearse, Co-nya Tony. Dia kemudian memanggil Tony.
"Hey, Tony!" Panggil Renee. Tony kemudian langsung menoleh ke arah panggilan tersebut. "Ada apa?" Tanya Tony.
"Sedang apa kau di sini?" Renee balik bertanya. "Tidak, ngomong-ngomong apa kau melihat Flay dan kawan-kawannya?" Sahut Tony.
"Well, kalau untuk Flay, aku tidak melihatnya. Tapi, aku melihat si rambut putih Vayne itu sedang pingsan dan berada di Infirmary." Jawab Renee.
"Infirmary? Kenapa dia?" Tanya Tony. "Entahlah… Saat ku Tanya Ms. Melanie. Dia bilang mereka hanya menitipkannya di situ."
"Hmm… Ada yang tidak normal. Kalau begitu ayo kita laporkan kepada Ms. Isolde." Kata Tony. "Terserahlah…" Kata Renee. Kemudian mereka berdua pergi ke ruang guru.
~Sementara itu di Secret Dungeon~
Dengan senjata yang hebat dan kerja sama yang baik akhirnya mereka semua berhasil mencapai Secret Dungeon. Mereka terlihat sedikit lelah namun mereka tidak mengeluh. Karena mereka melakukan itu semua demi nasib sahabat mereka dan juga para Mana.
"Akhirnya sampai juga. Tidak di sangka tempat ini susah di capai." Kata Jess. "Kau benar, tapi perjalanan kita yang sesungguhnya masih sangat jauh." Kata Nikki.
"Dan pastinya banyak monster kuat yang akan menghadang kita semua." Kata Roxis. "Kalian benar, tapi kita semua tidak bisa berhenti begitu saja." Flay mengingatkan.
Mereka akhirnya terus berjalan dan bertarung dengan berbagai macam monster sampai akhirnya mereka sampai di sebuah altar berwarna hijau. Dengan sebuah ukiran berbentuk pohon kecil.
"Tempat apa ini?" Tanya Nikki. "Berdasarkan tulisan yang berada di ukiran tersebut, ini pasti Altar of Wood." Kata Roxis. "Altar of Wood, seperti namanya, altar ini di bangun untuk menghormati Wood Mana, Dour." Kata Pamela.
"Nikki… Coba kau bawa Manamu ke Altar itu, mungkin kekuataannya akan sedikit pulih." Saran Jess. "Baiklah." Kata Nikki. Dia lalu mendekatkan dirinya ke altar itu. Dour lalu berada di samping Nikki.
"Ah… Aku merasa lebih baik." Kata Dour. "Sekarang kau sudah bisa memakai skill pohonmu lagi, Nikki.". "Sayangnya ini hanya bertahan sebentar. Kita harus segera mendapatkan Wood Core." Kata Flay.
Tiba-tiba datanglah sesuatu seperti monster. Monster itu mengambil bentuk seperti seorang perempuan yang memiliki rambut seperti rumput yang berwarna hijau. Tubuhnya berwarna agak kecoklatan seperti warna batang pohon. Tangannya seperti sulur tumbuhan. Dan bagian bawah badannya seperti akar pohon yang kuat dan menembus tempat yang mereka pijakki.
"Jadi… inikah wujud dari Wood Spirit?" Tanya Jess kagum. "Hey, Jess. Ini bukannya waktunya untuk kagum. Ingat kita harus mengalahkannya." Kata Anna mengingatkan.
"Baiklah, aku maju duluan." Kata Roxis. "Analyze Cards!" Seru Roxis. Tiba-tiba muncullah sebuah kartu besar di depan monster itu lalu menghisap monster itu dan kemudian Roxis mengeluarkan banyak Kartu dan menyerangkan kartu besar itu. Sesudah itu kartu besar itu hancur dan monster itu keluar.
"Jadi, bagaimana hasil analisis dari monster itu Roxis?" Tanya Pamela. "Oh, monster ini kuat terhadap Elemen Kayu/Pohon dan Elemen Air dan sepertinya dia sedikit lemah terhadap Elemen Api. Dia bisa menggunakan skill Healing dan
mengeluarkan monster tumbuhan seperti Mandragora dan Vine Trap. HP-nya kurang lebih ku prediksikan 20.000-25.000 point." Kata Roxis menjelaskan.
"Baiklah, kalau begitu terima ini!" Kata Flay dia lalu menggunakan skill Raiden Charge. Tubuhnya lalu di penuhi oleh listrik. Dia lalu menggunakan skill Starshotnya dan dari dalam pedangnya keluarlah 2 buah shuriken yang terisi dengan tenaga listrik menuju ke monster itu dan mengakibatkan damage 1875 point.
Monster itu kemudian mengunakan skill Seed of Essence. Monster itu menyebarkan beberapa benda yang mirip seperti batu kecil berwarna merah ke tanah. Tidak lama kemudian muncullah 5 monster Mandragora dari dalam tanah.
"Dia memanggil monster Mandragora." Jess berseru. "Baiklah, sekarang giliranku. Ayo, Wood Mana!" Seru Nikki. Dia kemudian mengeluarkan skill Wood Storm. Nikki lalu mengeluarkan sebuah bibit lalu menghancurkan dan menanamnya. Kemudian muncullah Wood Mana dan menumbuhkan bibit itu menjadi beberapa pohon raksasa dan kemudian Nikki memukulnya dan dari atas pohon jatuh 3 bom yang penampilannya seperti buah dan meledak dan mengakibatkan damage sebesar 5682 point.
Pamela kemudian mengeluarkan skill Berserk Bear. Boneka Teddy Bearnya berubah menjadi besar dan menyerang para Mandragora dan Wood Spirit dengan cakar yang tajam, menimbulkan damage sebesar 6384 point kepada para Mandragora, menyebabkan para Mandragora menghilang dan 4092 point kepada Wood Spirit.
Anna kemudian menggunakan skill Sharp Blade kemudian dia menebas musuhnya dari arah depan, belakang, kiri, kanan dan yang terakhir dia menebaskan pedangnya dari atas dan menimbulkan damage sebesar 6823 point.
Wood Spirit lalu menggunakan skill Poison Flower. Hal itu menyebabkan semuanya terkena damage sebesar 352 point. Sekaligus efek poison –kecuali Pamela–
"Ukh!" Roxis terkena damage akibat efek poison sebesar 286 point. "Jess! Gunakan skill healingmu!" Teriak Flay.
"Healing of Life!" Teriak Jess. Dia kemudian mengeluarkan sesuatu seperti bola bercahaya. Bola itu bersinar terang kemudian menghilang.
"Terima Kasih, Jess!" Kata Anna. Jess hanya mengangguk. Kemudian Roxas meneriakkan sebuah skill "Judge Card!" Kemudian kartu-kartu Roxas mengelilingi monster spirit itu dan langsung menyerangnya dari segala arah. Serangan itu menghasilkan damage yang sangat besar kira-kira 6920 point.
Monster itu lalu menggeram lalu perlahan-lahan dia menghilang berubah menjadi sebuah batu berbentuk kotak yang adalah sebuah litograph.
"Akhirnya selesai juga." Kata Jess kelelahan. Kemudian mereka bergerak ke tempat batu itu. "Hei, sesuatu tertulis di batu ini." Kata Anna. "Biar ku lihat." Kata Roxis. Roxis kemudian membaca tulisan itu.
"Jadi, apa yang tertulis di sana?" Tanya Nikki. "Di sini tertulis Wood. With coexistent growth, it is a shelter for life. Though it cannot speak, it demands respect." Kata Roxis. "Kau benar-benar bisa membacanya, Roxis?" Tanya Pamela.
"Waktu kecil aku suka mempelajari tulisan-tulisan kuno." Kata Roxis. Anna yang melihat-lihat lithograph tersebut, tanpa sengaja kakinya menendang sesuatu.
"Apa ini?" Tanya Anna. Kemudian dia memungut benda itu. Benda itu berbentuk kunci dengan ujung berbentuk pohon berwarna hijau. "Ini pasti adalah Key of Wood." Kata Anna.
"Anna, kau menemukan kuncinya?" Kata Flay. "Ya, ini dia…" Kata Anna. Kemudian dia menyerahkan kunci tersebut kepada Flay.
"Hei, lihat di depan sana ada sebuah kotak." Kata Nikki. Kemudian mereka menghampiri kotak tersebut. Kotak itu terlihat seperti jalinan akar pohon yang membentuk sebuah kotak dan di tengahnya ada sebuah lubang kunci kecil.
"Ini pasti tempat penyimpanan Wood Core." Kata Jess. Kemudian Flay membuka kotak tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah Kristal berwarna hijau.
"Kita sudah berhasil mendapatkan satu core." Kata Pamela. "Ya, tapi kita harus mendapatkan core lainnya." Kata Anna.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka. Apakah yang akan menunggu mereka di sana?
Lin: "Aduh capek! Pegel lagi."
Vayne: "Anda tidak apa-apa author?"
Lin: "Aku tidak apa-apa. Tapi, aku masih punya tugas remedial Fisika T_T."
Vayne: "Kalau begitu kerjakan sekarang."
Lin: "Aahh, nanti sajalah. Sekarang ayo kita makan ke restaurant. Tenang, aku yang traktir."
Vayne: "Baiklah, tapi sebelum itu kita harus membalas dan meminta review."
Lin: "Akh! Aku lupa baiklah. Coba kita lihat yang pertama dari Acrylate. Wah, makasih udah mau review ^^."
Vayne: "Dan ini yang kedua dari wannabedemongirl ini udah update."
Lin: "Yang ketiga dari Heni itu Imut. Oke author usahakan lanjutkan sampai selesai."
Vayne: "Keempat ini dari Naoko Seta. Author akan berusaha."
Lin: "Dan yang terakhir dari Chalice07. Udah nunggu dari bulan 6 ya? Maaf author kehabisan ide makanya baru bisa update. Iya nih Vayne kena Mana Syndrome. Gawat deh!"
Vayne: "Makanya aku jangan kau buat kena sakit yang aneh-aneh!"
Lin: "Vayne! Sekali lagi kau begitu akan ku suruh kau minum ramuan Jess. Supaya kau terkena sakit yang lebih parah."
Vayne: "A-ampun!"
Lin: "Baiklah, akhir kata tetap membaca dan tetap review. Sampai jumpa di chapter berikutnya."
