Disclaimer : YuGiOh!! Milik Om Kazuki Takahashi.

Author : //.....// adalah suara musik, *beep* adalah kata-kata yang vulgar (thanks atas sarannya coolkid san ^_^), dan juga lagu yang tertera di chapter ini bukan milikku.

Warning : chapter tergaring, seluruh kebejatan Yami akan terungkap, mentioned Yami X ???? (jangan khawatir, pairing Yami X ???? hanya untuk kepentingan plot), beberapa adegan rated M (non grapic), beberapa character yang agak OOC, Gaje dan Language

-------Chapter 4-------

Shocking Truth Behind The Sex God

Yugi POV

Sudah hampir seminggu semenjak aku pindah di Wisma Sennen kekacauan-kekacauan terus saja terjadi. Hal-hal aneh dan interupsi-interupsi langganan seakan menjadi sebuah udara bagiku. Lama kelamaan semua hal itu menjadi hal yang sangat biasa. walaupun aku sudah terbiasa dengan interupsi itu tapi bukan berarti aku sangat menikmati kehidupan baruku di tempat kosku. Justru mau tidak mau aku harus bisa bertahan dengan semua kekacauan ini. Walaupun mungkin aku masih bisa bertahan tinggal di Wisma Sennen tapi aku hanyalah manusia biasa. kesabaran seseorang juga ada batasnya........aku tahu hari itu akan datang.......sebuah hari di kibarkannya bendera perang.......

-------Wisma Sennen-------

Normal POV

Semenjak kejadian itu Yugi harus bisa tahan dengan kekacauan yang semakin menjadi-jadi di tempat kos barunya itu. Jam tidur berkurang, tak bisa belajar, ritual sound system hingga jam 3 pagi dan para housemate yang tak pernah lepas dari kata 'ribut' telah menjadi makanan Yugi sehari-hari. Dalam satu wisma itu hanya Yugi yang terlihat diam dan pasif. Yugi hanya bisa pasrah dengan semua kekacauan yang terjadi di tempat kosnya yang hampir setiap hari terjadi. Ia hanya bisa menghindar dan mengikuti sebuah teori bahwa 'diam adalah emas' tapi sepertinya tetangga barunya tidak ingin di ajak bekerja sama dengan teori itu.

Malam itu tepatnya pukul sembilan malam, Yugi baru saja kembali dari rumah Jou untuk menyelesaikan tugas kuliahnya disana. Setiap hari Yugi selalu singgah ke rumah salah satu sahabatnya untuk menyelesaikan tugas kuliah dan belajar karena ia yakin bahwa ia tak akan pernah bisa menyelesaikan tugas kuliahnya di tempat kosnya itu. Setiap hari Yugi hampir pulang malam dan kembali ke tempat kosnya hanya untuk tidur saja. Ia sebisa mungkin menghindari kontak untuk bersosialisasi dengan para housematenya terutama sang pemilik kos yang semakin hari semakin terobsesi dengan Yugi.

"ugh....a..aku lelah sekali" dengan lemas Yugi berjalan perlahan-lahan menuju lorong. Jelas saja karena seminggu ini hampir semua tugas kuliahnya ia selesaikan langsung dalam waktu satu hari di tempat sahabatnya. Bahkan beberapa laporan berlembar-lembar langsung diselesaikan oleh Yugi hanya dalam waktu setengah hari. Jika Yugi tidak memiliki mental yang kuat maka mahasiswa biasa pasti sudah menjadi gila jika mereka berada dalam posisi Yugi.

Yugi terus berjalan perlahan-lahan melewati kamar para tetangganya. Tapi seiring dengan langkahnya menelusuri lorong sesuatu yang berbeda terjadi. Malam ini sama sekali tidak terdengar ritual sound system yang biasa dilakukan oleh Duo punk di sebelahnya. Kali ini keheningan terasa di sepanjang lorong. Yugi mulai mengernyutkan dahi.

"lho kok tumben nggak ada musik malam ini?" dengan perlahan-lahan Yugi mencoba memperhatikan sekelilingnya. Semua terlihat sepi dan tak ada tetangganya yang masih berkeliaran di luar kamar.

"aneh.....setahuku duo bajingan itu terlahir di dunia ini hanya untuk mendedikasikan diri mereka dengan sound system tapi kali ini kenapa mereka tidak melakukan ritual mereka?" Yugi mulai berhenti sejenak dan berfikir. Dalam situasi seperti ini kemungkinan besar akan menghasilkan dua kesimpulan. Yakni semakin baik atau semakin bertambah buruk.

"jika mereka tidak menyalakan musik sama sekali malam ini, bisa saja kemungkinan terburuk yaitu mereka akan semakin berbuat kekacauan tapi jika kemungkinan terbaik, bisa saja sound system mereka sedang rusak atau......jangan-jangan mereka sudah tobat!!!" Yugi mulai tersenyum saat memikirkan hal itu. Ia sangat berharap bahwa tetangganya itu bisa bertobat dan tidak akan melakukan pesta sound system selamanya. Dengan begitu kehidupan Yugi akan kembali menjadi normal. Kedua mata violet Yugi mulai berbinar-binar. Ia mulai mengenggam kedua tangannya dan berharap dalam-dalam.

"semoga mereka bertobat!!! Semoga mereka bertobat!!!" Yugi mulai berjalan menuju kamarnya dan mulai membuka pintu kamarnya. Beberapa saat kemudian setelah ia berhasil membuka pintunya di saat yang bersamaan pintu kamar Yami juga terbuka. Yugi dengan cepat langsung masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintunya. Ia lalu mulai mengintip dari balik jendela kamarnya. Dari pintu Kamar tetangga sebelahnya itu terlihat beberapa orang yang keluar dari kamar Yami.

"Sialan kau Yami!!!" Bakura terlihat emosi saat ia keluar dari kamar Yami. Tak berapa lama kemudian Yami keluar dari kamarnya bersama dengan seorang wanita.

"ayolah Bakura!! Kau kan tahu aku sudah tidak bersenang-senang selama sebulan ini, setidaknya biarkan aku melatih kemampuanku lagi......" seorang wanita di sebelah Yami terlihat bersandar di dadanya sambil mencengkram lengan Yami dengan erat. Bakura hanya bisa menatap sinis ke arah Yami.

"HAH!! Melatih kemampuan? Sudahlah keparat!! Apa kau belum puas dengan titlemu itu? kau tak akan kehilangan kemampuanmu itu!! hah!! Aku pikir itu sudah menjadi bakatmu!!" geram Bakura. Yami mulai menghela nafasnya.

"aku tahu aku tak akan kehilangan bakatku tapi setidaknya biarkan aku bersenang-senang dengan 'jajanku' Iya kan sayang?" wanita di dekapan Yami itu terlihat memerah dan semakin mendekap Yami. Bakura seakan ingin meludah melihat pemandangan itu. Yugi yang mengintip dari jendela hanya bisa mengernyutkan dahinya saat melihat pemandangan itu.

"sebenarnya apa yang akan mereka lakukan?" gumam Yugi tidak mengerti.

"huh!! Ya sudah!! Kali ini aku mengalah. Tapi aku tak ingin mendengarkan sound system jelekmu Yami!! Aku akan menyalakan sound system di kamarku sendiri. Aku jijik mendengar nyanyianmu....." Yami hanya tersenyum sinis mendengar ejekan Bakura.

"hahah!! Kita lihat saja sound system siapa yang lebih keras. Sound systemmu atau.....sound systemku...."

"*BEEP* YOU!!!" dengan itu Bakura segera berjalan menuju kamarnya yang terletak di sebelah kiri kamar Yugi sedangkan Yami terlihat kembali masuk ke dalam kamarnya bersama dengan seorang wanita tadi. Yugi benar-benar semakin bingung.

"kok tumben Bakura malam ini tidur di kamarnya sendiri? biasanya dia kan tidur di kamar Yami? Sebenarnya ada apa ini? sepertinya aku merasakan firasat buruk jika duo bajingan itu tidak bersama-sama" Yugi lalu mulai berjalan dan berbaring di atas ranjangnya. Ia lalu mulai menghela nafas dan menatap langit-langit atap kamarnya.

"wanita yang bersama bajingan tadi siapa ya? Aku tak pernah melihatnya. Apa dia pacarnya? Lalu A...apa yang akan mereka berdua lakukan di dalam kamar? Ja....jangan-jangan mereka berbuat mesum lagi!!" Yugi mulai pucat memikirkan hal itu. karena waktu itu saat ia mendengarkan rintihan seks Marik dan Malik, ia hampir terkena serangan jantung. Tapi Yugi mencoba untuk berfikir positif.

"ah!! Tidak mungkin. Tadi bajingan itu kan bilang sendiri kalau ia ingin bersaing sound system dengan Bakura. Haha!! Mungkin saja bajingan itu berpesta sound system ditemani dengan wanita tadi. Lalu ia juga bilang melatih kemampuannya? Kemampuan apa? Apa kemampuan 'berdansa'?" Yugi mulai tertawa saat ia membayangkan musuh bebuyutannya itu sedang berdansa dan menari balet di depan matanya.

"HAHAHAHA!!! Dasar baka!!! Dia seperti orang bodoh!! Jika memang ia akan berdansa, kenapa tidak mengajak Pegasus? Hahahaha!!! Pasti mereka akan menjadi duo dansa terhebat di dunia!! Hahahahaha!!!" Yugi mulai tertawa terpingkal-pingkal memikirkan hal itu. membayangkan Yami dan Pegasus menari balet dengan balutan kostum berwarna pink tak lupa juga dipasangi tutu semakin membuat perut Yugi terkocok. Ia hampir menangis karena menahan tawanya yang tiada henti.

"hahaha!!! Parah!! Parah!! Kenapa pikiranku jadi begini? Pengaruh lingkungan Kos-kosan ini benar-benar telah meracuni kepalaku" Yugi lalu mulai mengeluarkan sebuah Headphone yang tersambung dengan mp3 playernya. Ini adalah sebuah cara untuk meredam suara sound system milik tetangganya.

"hmm aku jadi penasaran kira-kira Bakura akan memutar lagu apa ya? Mungkin selera musiknya masih lebih baik daripada selera musik Yami. Aku yakin selera musiknya tidak akan semesum selera musik si baka itu"

// IT'S IN OUR NATURE TO DESTROY OURSELVES!! IT'S IN OUR NATURE TO KILL OURSELVES!! IT'S IN OUR NATURE TO KILL EACH OTHER!!! IT'S IN OUR NATURE TO KILL!!! KILL!!! KILL!!! KILL!! //

Yugi langsung sweatdrop saat mendengar lagu Papa Roach yang berjudul Blood Brothers yang terdengar dari kamar Bakura. Ia tak menyangka bahwa selera musik Bakura ternyata.......

// KILL!! KILL!!! KILL!!! KILL!! KILL!! KILL!! KILL!!! KILL!!! KILL!! KILL!! KILL!!! KILL!!! KIIIIIIILLLLLLLLL!!!!!!! //

"Lebih buruk dari yang kukira....." Yugi hanya bisa menganga. Lagu yang diputar Bakura tergolong sadis. Yugi lalu mulai membawa selimut tebalnya dan membentangkannya di sudut kanan kamarnya. Ia memutuskan untuk tidur di sebelah kanan agar suara musik Bakura di sebelah kiri tidak terlalu memekakkan telinganya.

"aku akan tidur disini saja. Sepertinya Si bajingan yang satu lagi tidak menyalakan sound systemnya" Yugi lalu mulai berbaring dan memejamkan matanya. Prediksi Yugi memang benar bahwa Yami tidak menyalakan sound systemnya tapi Yugi tak tahu bahwa tetangganya itu menyalakan sesuatu yang lain......

"AAAAHHH!!!! YAAMMMIII!!!! UGH!!! AH!!!"

Suara teriakan wanita dari dalam kamar Yami langsung membuat Yugi melonjak kaget. Yugi benar-benar hampir terkena serangan jantung.

"YAMIIIII!!!! AAHHH!!!! HARDER!!!! AAAAAHHHH!!!!"

"Ayo sebut namaku!!!" suara baritone itu semakin membuat Yugi melotot.

"YAAAMMMIIIII!!!!!"

"Lebih keras!!!"

"YAAAAMMMMIIII!!!!"

"LEBIH KERAS BITCH!!!"

"YAAAAAMMMMIIII!!!!!!! YOU'RE MY SEX GOOOODDDD!!!!!! AAAAAHHHH!!!! YYAAAMMMIIIIIIII!!!!"

Yugi benar-benar shock dengan apa yang ia dengar. Ia sangat bersyukur karena letak kamarnya jauh dari Marik dan Malik tapi setelah kejadian ini ia akan tetap merasa menyesal karena tetangga di sebelahnya juga sama-sama berbuat mesum di dekatnya. Yugi hanya bisa pasrah dan lemas. Ia hanya bisa berbaring dan berbisik dengan lemah.

"ternyata dugaanku salah. Sepertinya sampai kiamatpun, mereka tak akan pernah bertobat......."

"YAAMMMMIIIIII!!!!!!!!! AAAAAAHHHHHH!!!!!"

// KILL!! KILL!!! KILL!!! KILL!! KILL!! KILL!! KILL!!! KKKIIIIIIIIIIILLLLLLLLL!!!!! //

--------------

Pagi itu Yugi sangat bersyukur karena ia tak harus bangun pagi. Hari ini adalah hari minggu jadi ia bisa menambahkan jam tidurnya. Semenjak perang sound system di antara tetangganya kemarin, Yugi baru bisa tidur jam 4 pagi. Terang saja secara kedua kubu punk itu sama-sama tidak mau kalah. Hal itu menjadi hal yang paling memuakkan dalam hidup Yugi.

"urgh!! Sialan!! Kepalaku pening sekali!!!" Yugi mulai bangun perlahan-lahan dari tidurnya karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Dengan berat hati Yugi mulai menuju ke kamar mandi untuk mempersiapkan diri menghadapi pagi ini.

Setengah jam kemudian setelah Yugi mempersiapkan dirinya, ia keluar dari kamarnya dan berjalan keluar menuju taman di halaman depan Wisma Sennen. Yugi ingin mencari udara bebas karena ia sudah muak dengan suasana di dalam tempat kosnya. Saat ia akan berjalan menuju ke sebuah bangku di pojok taman terlihat seseorang duduk di bangku itu. Yugi lalu mulai berjalan mendekati orang itu.

"Ryou kun?" pria berambut putih yang duduk di bangku itu langsung menoleh kearah Yugi.

"Yugi kun?" Yugi lalu mulai duduk di sebelah Ryou.

"sedang apa kau disini Ryou kun?" Ryou hanya tersenyum mendengar pertanyaan Yugi.

"aku berada disini mungkin sama alasannya denganmu" Yugi hanya tertawa mendengarkan jawaban Ryou.

"ya kau benar. Suasana di dalam kos sangat amat tidak sehat....." keheningan akhirnya terjadi di antara mereka tapi kemudian Ryou mulai memecah keheningan itu saat ia melihat raut wajah yang tergambar pada Yugi.

"wajahmu terlihat pucat sekali Yugi kun. Apa kau sakit?" Yugi hanya tertawa kecil mendengar pertanyaan Ryou.

"aku tidak sakit. Hanya kurang tidur karena insident kemarin. Kau tahu sendiri kan apa yang terjadi di kamar sebelah kiri dan kananku?" Ryou mengangguk mengerti apa maksud dari perkataan Yugi.

"hal itu sudah biasa mereka berdua lakukan Yugi kun. Aku sudah ngekos disini selama setahun. Selama itu pula mereka tak pernah merubah kebiasaan mereka" Yugi langsung menatap ke arah Ryou.

"bah...bahkan berbuat mesum?"

"Yami tak akan bisa lepas dari aktifitas itu" perkataan Ryou membuat Yugi menjadi bingung.

"tidak bisa lepas? Apa maksudmu?"

"Bakura dan Yami memang dua orang sesama punk yang sudah tinggal bersama selama dua tahun disini. Setahuku mereka bisa berbuat semau mereka di tempat ini. berpesta sound system, mencoret dinding, mabuk-mabukkan bahkan berbuat mesum. Semua hal itu sudah biasa mereka lakukan terutama Yami. Bakura juga sama halnya dengan Yami tapi dia tidak semaniak Yami dalam hal.....seks" Yugi langsung terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Ryou. Pantas saja dihari pertama Yugi pindah kemari, Yami tiba-tiba langsung mencium bibirnya.

"a...aku tak menyangka bajingan itu bisa berkelakuan seperti itu....."

"Yami seperti itu merupakan hal yang wajar Yugi kun. Dia dan Bakura sering pergi ke sebuah bar di belakang blok wisma ini. tak jarang sepulang dari klub, ia dalam keadaan mabuk dan sering berganti-ganti pasangan seks" Yugi semakin terbelalak dengan perkataan Ryou.

"berganti-ganti pasangan seks? ja...jangan-jangan wanita yang kemarin itu....."

"ya, mungkin dia adalah salah satu dari banyaknya pasangan seks Yami yang lainnya. Sebelum wanita itu sudah banyak yang pernah tidur dengan Yami,
Yugi kun. Waktu itu ia pernah menggaet seorang model wanita bernama Vivian lalu seorang wanita pengusaha Mai Kujaku, Rebbeca anak dari professor Egyptology bernama Hawkins bahkan ada beberapa pria yang juga pernah menjadi pasangan seksnya seperti Pemilik Dice corporation Ryuuji Otogi, seorang Bandit dari amerika yang pernah ngekos disini yaitu Bandit Keith. Yami bahkan juga pernah berhubungan seks dengan Bakura, Marik, Malik, seorang arsitek bernama Dartz, dan pemilik pabrik coklat bernama Rafael" Yugi langsung sweatdrop dan semakin terbelalak mendengar begitu banyaknya list nama-nama orang yang pernah menjadi pasangan seks Yami.

"kebanyakan pasangan seksnya adalah seorang pengusaha dan orang-orang kaya...." Ryou lalu melihat ke arah Yugi.

"kau pasti tidak percaya dengan hal ini Yugi kun tapi itulah kenyataan yang sebenarnya. Yami mendapatkan title 'sex god' karena reputasinya itu. ia tak keberatan berhubungan seks dengan siapa saja asalkan ada sebuah imbalan atau keuntungan yang bisa ia dapatkan. Bahkan ia pernah berhubungan seks dengan......Pemilik kos"

"HAH!! PE....PEMILIK KOS!!?? PE...PEGASUS!!!" Yugi benar-benar ingin pingsan saat nama Pegasus juga masuk dalam daftar pasangan seks Yami. Siapa yang menyangka seorang sex god macam Yami masih mau berhubungan dengan orang tidak jelas gendernya macam Pegasus. Ia benar-benar terbelalak dan hampir menganga sampai 20 cm. Ryou hanya tertawa melihat ekspresi aneh Yugi.

"hehe....terkejut ya?"

"ba....bagaimana dia bisa mau de...dengan orang macam Pegasus?!" Yugi mulai pucat dan illfeel.

"kalau tidak salah waktu itu Pegasus pernah menawarkan pada Yami bahwa jika Yami mau tidur dengannya selama satu malam maka biaya kos Yami selama setahun akan menjadi gratis. Kalau tidak salah waktu itu Yami benar-benar kesulitan dalam hal keuangan karena pekerjaannya yang pengangguran jadi akhirnya ia terima tawaran itu" pernyataan Ryou itu benar-benar sulit dipercaya. Yugi hanya bisa berekspresi aneh mengetahui semua kebenaran-kebenaran ini. pantas saja Pegasus terobsesi dengannya karena Yugi sangat mirip dengan Yami. Bahkan dia adalah versi imut dari Yami. Sudah jelas Pegasus semakin menggila pada Yugi. Yugi kini mulai illfeel dengan Yami. Kalau ia jadi Yami, sampai kapanpun ia tak akan mau tidur dengan Pegasus sekalipun biaya kosnya menjadi gratis seumur hidup.

"di...dia be...benar-benar penggila hormon...." pandangan Yugi pada Yami kini semakin buruk.

"walaupun begitu aku yakin pasti ada sesuatu yang membuat Yami berkelakuan seperti itu Yugi kun..."

"sesuatu?"

"ya, aku yakin tak ada orang yang mau berubah menjadi rusak. Aku yakin pasti ada faktor yang mendorong dia sampai bisa berubah seperti itu. kita mungkin hanya bisa menilai dari luarnya saja tapi sebuah penilaian seseorang akan bisa berubah saat kita melihat dari dalam hati seseorang yang kita nilai tersebut" perkataan Ryou membuat Yugi terkesima. Ia tak menyangka bahwa Ryou adalah seseorang yang pemikirannya begitu dalam. Ia mulai kagum dengan housemate berambut putihnya itu.

"ya, kau benar Ryou kun....kita tak bisa menilai sebuah buku hanya dari covernya saja....tapi walaupun begitu aku tak akan mau hidupku jadi berantakan hanya karena ulahnya!! Kita setiap orang harus punya sebuah prinsip yang kuat!! Dan juga kita harus berusaha agar tidak terjerumus!! Kita harus memiliki tujuan hidup yang kuat, iya kan Ryou kun?" Yugi mulai tersenyum pada Ryou. Ryou hanya bisa menganga mendengar perkataan Yugi. Tapi pada akhirnya ia mengangguk dan mulai tersenyum pada Yugi.

"kau benar Yugi kun" kini Ryou yakin akan satu hal. Bahwa Yugi adalah orang yang selama ini ia cari-cari.

"baiklah sebaiknya aku pergi membeli makanan di luar. Kau tidak ikut Ryou kun?" tawar Yugi. Ryou hanya menggelengkan kepalanya.

"aku sudah makan Yugi kun" Yugi hanya tersenyum mendengar itu.

"baiklah kalau begitu.....sampai ketemu lagi Ryou kun!!"

"tunggu Yugi kun!!" Yugi langsung terkejut dan menoleh ke arah Ryou.

"ada apa Ryou kun?"

"kau jangan takut tinggal disini Yugi kun, walaupun tetangga kita jauh dari kata 'normal', masih ada aku disini. Aku akan menjagamu jika kau mau...." mendengar perkataan itu wajah Yugi mulai memerah dan gugup.

"ah...terima kasih Ryou kun. Aku sangat menghargai hal itu" dengan Yugi tersenyum dan segera pergi keluar wisma. Ryou hanya bisa tersenyum dan melambaikan tangannya pada Yugi. Beberapa saat setelah Yugi pergi, ia lalu mulai mengeluarkan sebuah kalung yang disembunyikan di balik bajunya. Kalung itu memiliki sebuah bandul berbentuk huruf 'Y' yang dibagian tepinya di hiasi oleh beberapa batu diamond biru. Ia lalu mulai mengenggam bandul kalung itu di dadanya.

"akhirnya aku sudah menemukanmu Yugi kun. Jangan khawatir....aku pasti akan melindungimu mulai dari sekarang. itu adalah janjiku padamu....."

-------Lorong Wisma Sennen-------

Malam itu Yugi hanya bisa berbaring di atas tempat tidurnya sambil membaca buku. Di hari libur ini Jou dan yang lainnya tidak mengajak Yugi ke arcade seperti biasanya dikarenakan tugas kuliah kawan-kawannya yang masih menumpuk. Lain halnya dengan Yugi yang semua tugasnya sudah ia selesaikan semua.

"sebaiknya aku tidur lebih awal agar besok aku tidak terlambat lagi" Yugi lalu mulai memakai headphonenya untuk meredam suara sound system yang lima belas menit lagi akan segera dimulai. Disaat Yugi mulai memejamkan matanya dan berbaring dengan nyenyak. Sebuah ritual yang sangat dahsyat yang disponsori oleh duo punk dimulai.

//DUM!!! DUM!!! BAM!!! TASS!!!! DUNG!!! DURUDUMMM!!! BANG!!!! DRUDUDUDUDUDUUUUUUUMMM!!! DUAG!!! DUAG!!! BBRRREEEEMMMMMM!!! JEDYAAAAARRRR!!!!//

Suara musik yang aneh dengan efek dentuman yang cukup keras membuat Yugi langsung melonjak dari tempat tidurnya. Ia benar-benar terkejut karena musik yang diputar melalui sound system tetangga punknya itu kali ini sepuluh kali lipat semakin memekakkan telinga daripada sebelumnya. Headphone milik Yugi kini tidak bisa meredam suara sound system tetangganya. Hal ini benar-benar sangat buruk.

"aku harus melakukan sesuatu!! Ini tidak bisa dibiarkan!! Bajingan mesum itu harus diberi pelajaran karena berbuat seenaknya saja!!!" dengan aura kemarahan yang cukup besar Yugi mulai keluar dari kamarnya dan lalu berdiri di hadapan pintu kamar Yami. Tulisan F*ck You Dammit sepertinya menjadi pemandangan sehari-hari yang harus Yugi lihat di depan pintu tetangganya itu. Yugi lalu memutuskan untuk mengumpulkan seluruh kekuatannya pada kakinya untuk menendang pintu kamar Yami. Karena percuma jika ia mengetuk pintu pasti tetangganya itu tak akan pernah membukakan pintu untuk Yugi.

"satu.....dua....tiga....."

BBRRRAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKK!!!!

-------Kamar Yami-------

Sebuah hal tidak terduga terjadi. Tendangan yang dilayangkan Yugi kali ini terlalu kuat. Hal ini tidak hanya menyebabkan tetangganya terkejut tapi juga menyebabkan jebolnya pintu tetangganya itu.

"HOOII!!! A...APA-APAAN INI!!!!" Yami benar-benar melotot saat ia melihat pintu kamarnya kini mendapat hantaman yang keras dari luar dan langsung menyebabkan pintu kamarnya menjadi ambruk. Bahkan Bakura yang saat ini berada di dalam kamar mandi juga langsung melonjak kaget dan menyebabkan kakinya terpeleset di dalam kamar mandi dalam gerakan slow motion. kepalanya bahkan terbentur lantai kamar mandi. Beberapa kata-kata kreatif kini mulai terdengar dari dalam kamar mandi Yami.

"*BEEP!!!!!* WC SIALAN *BEEP!!!!* TEMPAT BANGSAT!!! ORANG-ORANG KEPARAT!!! *BEEP*ING ASSHOLE!!! *BEEP*ING JERK!!! *BEEP!!!!* *BEEP!!!!* *BEEP!!!!* *BEEEEEPPPPPPP!!!!!!!!!*" Yami hanya bisa sweatdrop mendengar itu. Yugi hanya bisa terbelalak dan bingung. Ia sendiri juga terkejut dengan apa yang dilakukannya.

"apa keperluanmu kemari culun? Jika kau ingin masuk, tak perlu menghancurkan pintu seperti ini" Yami mulai melipat kedua tangannya dan masih mencoba tenang dalam menghadapi Yugi. Yugi lalu mulai menggaruk-garuk kepalanya.

"uhh....maaf aku tidak bermaksud menghancurkan pintumu. Uhh...aku hanya ingin minta tolong padamu untuk....."

"apa? Mengecilkan volume sound systemku?" potong Yami. Yugi hanya mengangguk dan tak berkata apa-apa. Ia masih merasa bersalah karena telah membuat pintu tetangganya itu hancur. Yami lalu mulai tersenyum.

"hehe...sepertinya aku tak bisa melakukannya culun...." Yugi langsung menatap tajam ke arah Yami.

"kenapa?"

"kenapa? Karena aku baru saja membeli sebuah sound system baru yang lebih dilengkapi dengan fasilitas kelas atas. Triple bass, double woofer dengan salon ukuran besar. Aku harap kau bisa menikmati musik sound systemku dengan nyaman.....culun" ujar Yami seraya tersenyum sinis pada Yugi. Yugi benar-benar geram dan mulai emosi.

"kau benar-benar brengsek!!!" Yami mulai tertawa mendengar perkataan Yugi. Ia lalu berjalan mendekati Yugi dan mencengkram wajahnya.

"tenanglah sedikit culun.....mumpung kau masih disini, kenapa kita tidak bersenang-senang saja dulu...." Yami mulai mendekatkan jaraknya pada Yugi hingga jarak kedua wajah mereka hanya berjarak beberapa inci saja. Yugi masih mencoba untuk tetap tenang dan menatap tajam pada Yami.

"bagaimana kalau kau menghabiskan malam ini denganku......culun, aku akan memberikan sebuah kepuasan yang tiada tara dan tak akan pernah terlupakan untuk malaikat secantik dirimu......" Yami semakin mendekat dan kini kedua hidung mereka bersentuhan. Yugi mulai tersenyum dan mulai menyentuh dada kembarannya itu.

"oh....ini adalah sebuah kebanggaan bagiku karena seorang 'Sex God' sepertimu ternyata masih mau dengan orang 'culun' sepertiku...." bisik Yugi sambil terus menyentuh dada kembarannya itu.

"ngh..." Tubuh Yami mulai panas saat kedua tangan Yugi menyentuh dadanya itu. ia mencoba menahan keinginan untuk segera melempar Yugi ke atas ranjang dan mencium malaikat kecil itu tanpa ampun. Ia lalu mulai berbisik pada Yugi.

"ja...jadi...mmhh....a...apa jawabanmu Yugi......" bisik Yami yang kini sudah dipenuhi oleh nafsu. Yugi lalu mulai menyentuh wajah Yami dan mulai tersenyum.

"jawabanku?"

"ya......jawabanmu sayang.....ngh....a...apa jawabanmu..." Yami sungguh tidak tahan lagi. Ia mulai mencium leher Yugi. Yugi lalu berbisik.

"tentu saja.....Yami....."

"mmhh....benarkah?"

"ya benar.......tentu saja.......tentu saja aku......TIDAK MAU BRENGSEK!!!"

DUUUAAAAAAGGGGGG!!!!!!

dengan gerakan cepat Yugi langsung meninju wajah Yami hingga ia terpental ke lantai. Yami benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Yugi terhadapnya. Pukulan Yugi sangat kuat sekali.

"JANGAN BERMIMPI KAU JAHANAM!!!! AKU TAK AKAN MAU JADI MAINANMU BAJINGAN MESUM!!!" Yami mulai tersenyum melihat Yugi yang terlihat emosi. Ia mulai menyentuh pipinya yang terlihat memar bekas pukulan Yugi.

"hehehe.....kau tak akan bisa lari dariku Yugi.....aku adalah seorang Sex God. Dalam sejarah hidupku tak ada satu orang pun yang bisa menolakku. Semua takluk di hadapanku...." Yugi hanya tersenyum sinis mendengar perkataan Yami.

"ya aku percaya itu. bahkan sang pemilik kos kita yang tercinta juga takluk dihadapanmu kan?" Yami langsung melotot mendengarkan perkataan Yugi. Ia sangat terkejut saat Yugi mengetahui skandal terbesarnya.

"ba...bagaimana ka...kau bisa tahu kalau aku....." Yami benar-benar pucat. Yugi hanya tertawa.

"hahaha!!! Tentu saja aku tahu hal itu dan kau pikir kau bisa menaklukkanku seperti mainan-mainanmu yang lain? Jika kau berfikir seperti itu, kau salah!! aku akan membuat sebuah sejarah baru dalam hidupmu sex god!!! Kau tak akan pernah bisa menaklukkanku!!! Akan kuhancurkan hidupmu!!! Dasar kau penggila hormon!!!" Yami hanya bisa tertawa mendengar itu.

"kita lihat saja nanti....." Yugi hanya bisa menggeram mendengar tantangan Yami.

"ini adalah perang Bajingan...." dengan itu Yugi segera berjalan keluar dari kamar Yami. Yami mulai menjilat bibirnya sendiri saat melihat Yugi keluar dari kamarnya. Ia lalu mulai berdiri dan mulai menyandarkan pintu kamarnya yang hancur. Beberapa saat kemudian tiba-tiba lampu dan arus listrik di kamar Yami mulai padam dan mati lampu. Hal itu membuat Yami terkejut.

"AAAAARRRRGGGHHH!!!!! *BEEP!!!!* YAMI!!! SIAPA YANG MEMATIKAN LAMPU!!! AKU TAK BISA MELIHAT BRENGSEK!!!! AAARRGGGHHH!!!! MATAKU PERIH!!!! *BEEP* SH*T!!!" Bakura yang masih berada di dalam kamar mandi benar-benar sangat marah. Ia dalam keadaan yang sangat kurang menguntungkan. Yakni keramas.....

Yami mulai menyandarkan pintunya dan mulai keluar kamar. Ia mulai mengernyutkan dahi saat hanya kamarnya saja yang mati lampu sedangkan listrik di kamar lain dan di sepanjang lorong masih menyala. Ia langsung berspekulasi mengenai seseorang.

"jangan-jangan ini ulah....."

"skor untuk babak ini satu kosong.....mesum" Yami dengan cepat langsung menoleh ke arah sumber suara yang sangat familiar itu dan ternyata benar dugaannya. Di belakangnya kini terlihat sosok Yugi sedang bersandar di dinding lorong sambil membawa komponen saklar arus listrik milik kamar Yami. Yugi lalu berjalan melewati Yami dan menuju ke dalam kamarnya. Yami hanya tersenyum sinis melihat Yugi.

"ini belum apa-apa culun"

"hah!! bring it on jerk!!!" dengan itu Yugi masuk ke dalam kamarnya. Yami hanya menghela nafas dan lalu berjalan masuk ke dalam kamarnya.

"YAMI!!! CEPAT NYALAHKAN LAMPUNYA KEPARAT!!!!" Teriak Bakura dari dalam kamar mandi.

"maaf Bakura sepertinya kau harus menikmati pesta mati lampu sampai pagi nanti....." Bakura langsung terkejut mendengar perkataan kawan punknya itu.

"APA?!! JANGAN BERCANDA KAU *BEEP*!!! CEPAT NYALAKAN SAKLARNYA SETAN!!!!! CEPAT PERBAIKI BRENGSEK!!! MATAKU SUDAH PERIH SEMUA SIALAN!!!!" Yami hanya bisa pasrah dan berbaring di atas ranjangnya.

"sudahlah Bakura aku lelah...."

"HEI!!!! APA MAKSUDMU YAMI!!!! YAMI!!!"

"selamat tidur....."

"HEH!!! TUNGGU DULU!!! YAMI!!! YAMI!!! YOU *BEEEEEEEPPPPPPPPP!!!!!!* KUBUNUH KAU *BEEP*!!!!!! YOU *BEEP*ING BASTARD!!!! DAMN YOU *BEEEEEPPPPPP!!!* AAARRRGGGGHHHH!!!!!"

To Be Continued......

Kini kebejatan Yami telah terungkap dan sekarang Yugi harus berperang melawan orang terbejat yang ada di Wisma Sennen. Bagaimanakah kelanjutannya? Bisakah ia mengalahkan seorang sex god? Kejutan apa lagi yang akan muncul disini? Saksikan di chapter berikutnya.

Author : ini adalah chapter tergaring yang pernah saya buat. Maaf jika chapter ini mengecewakan anda. Walaupun begitu saya harap chapter ini masih bisa memuaskan anda. Hahaha!! Siapa yang menyangka bahwa Yami pernah terlibat skandal dengan pemilik kos? Hahaha!! Lalu kebenaran mengejutkan apa lagi yang akan terungkap? Chapter depan kemungkinan petunjuk "mengapa Kaiba nyasar disini?" akan sedikit terungkap. Jadi tetap stay tune. Oh ya terima kasih untuk semua yang masih mau mereview fic gaje ini!! saya sangat menghargai sekali!! ^_^

To Coolkid 4869 : makasih banyak atas review dan sarannya coolkid san!! Wah anda benar sekali!! Kata-kata vulgar itu emang bukan saya banget!! Saya lebih nyaman jika di sensor dengan kata *Beep* kayak gini. Makasih banyak atas sarannya coolkid san!! Hehe sekarang sudah mulai jelas sedikit kenapa Ryou nyari-nyari Yugi, yang pastinya bukan untuk nagih hutang. Hehehehe!! Oh ya, Maaf di chapter ini masih belum ada puppyshipping tapi mereka akan kembali untuk membuat kekacauan yang lebih parah lagi di tengah-tengah pertempuran Yugi dan Yami jadi tetap stay tune. Sekali lagi terima kasih banyak coolkid san!! Semoga sukses dengan tugas kuliahnya coolkid san!! Jangan mau kalah sama Yugi!! Hehehehe!!! ^__^

To Sora Tsubameki : Makasih atas review dan dukungannya Sora san!! ^_^ harap bersabar untuk menunggu fluffnya karena masih banyak kekacauan-kekacauan yang akan terjadi untuk semua pairing karena saya mempunyai prinsip 'berperang-perang dahulu, bermesra-mesra kemudian' hehehehe!! jadi tetap stay tune ya!! Saya harap chapter ini tidak terlalu mengecewakan anda ^_^

To Aihara Zala : makasih atas review dan dukungannya!! ^_^ Kaiba nggak bangkrut kok!! Kemungkinan chapter depan petunjuk mengenai pertanyaan itu akan terlihat jadi tetap stay tune ya!! Semoga chapter ini masih bisa memuaskan anda ^_^

To shigeru chan : makasih banyak atas review dan dukungannya juga Shigeru chan!! ^_^ semoga chapter ini masih bisa memuaskan anda. Puppyshippingnya ditunggu ya, tenang karena kekacauan juga akan terjadi diantara Kaiba dan Jou nanti. Hehehe!! Jadi tetap stay tune. Thanks before ^_^

To Yamino kamichama 666 : thanks atas reviewnya rei chan!!! ^__^ harap bersabar ya untuk soul phrasenya!! Hehe!! Semoga cepet sembuh ya. Ganbatte!!! ^___^

To ArcXora : makasih atas reviewnya!! ^_^ untuk isis ya? Hmm mungkin kedepan bisa kumunculkan tapi lihat saja nanti dia akan berperan sebagai apa. Hehehe!! Tetap stay tune ya!! Jangan lupa review lagi!! ^__^

To Duo Lisa dan Bm : thanks atas review dan dukungannya my friend!! Tenang Yugi adalah orang yang kuat!! Ia pasti akan bertahan lagipula ia masih punya teman-teman macam Jou dan yang lainnya!! Hehehe!! Bentengnya tak akan terkalahkan semudah itu oleh Yami dkk. Stay tune dan jangan lupa review ya!! ^___^

To Dika The Winged Kuriboh dan Pereview yang lainnya : makasih banyak!!! THANK YOU!!! ^___^

Yugi : terima kasih untuk semua yang masih menyisihkan waktunya untuk mereview fic yang amburadul ini. dan juga terima kasih untuk semua dukungan yang ditujukan padaku!! Aku tak akan kalah dari Yami! ^_^

Yami : -_-' ke...kenapa aku bisa sebejat ini? author parah!!!

Yugi : hehehe!! Jangan lupa review lagi ya!! Saran, kritik yang membangun dan pertanyaan sangat amat diterima disini ^__^

Yami : dan jangan berikan kami flame. Semakin banyak dan cepat mereview maka akan semakin cepat cerita ini untuk update! Jadi jangan lupa untuk review ya

Author : baiklah, sampai jumpa di chapter depan dengan kekacauan yang lebih parah lagi ^__^

Yami + Yugi : (sweatdrop)