Oke... sebelum lanjut, seperti bisa , saya akan balas Review -_- dan terimakasih pada Reader yang sudah Review :) .

-heriyandi kurosaki: Jahaha.. Sessho emang nakal XD, Dan sekarang ficnya sudah lanjut kembali.

-Hikari Vongola: Naraku emang sadis dek, nah.. mungkin bisa lebih sadis lagi dari ini (loh).

-YukiMiku (Guest): jahaha.. oke Miku, ini sudah lanjut lagi, dan untuk mengetahui hasil ketokcerannya perbuatan Sesshomaru, kita lihat saja di chap selanjutnya :p.

-Aira uchiha: makasih sudah me Review Ai, :), saya emang kurang pandai kalau soal merangkai kata-kata, makannya sering kena hukum guru Bahasa Indonesia (loh) nah.. chap 4 sudah lanjut sekarang.

-deviluk shin ryu (Guest): Inu-chan lupa sma Sessho gara-gara pernah kecelakaan, untuk masalah ingatnya kapan dan lain-lainnya, kita lihat saja di chap mendatang, untuk masalah capcusnya sebenarnya Inuyasha kesakitan cuman saya lupa kasih tanda dikata 'perih'. Oh iya, di chap selanjutnya juga masih ada lemon kok, yang chap 3 cuma permulaan dan mungkin mau diperparah sesudah bulan puasa (digampar).

-Byakuya-White Night: Jahahaha,, kita tunggu saja kelanjutan fic nya, apa Inu-chan bakalan nerima Sessho atau.. *plak

Sebelumnya:

Nit.

Dan dengan cepat ia pun mulai mematikan Handponenya dan dengan segera Sesshomaru mulai bergegas pergi dari raungan pribadinya.

Tap.
Sontak Sesshomaru mulai menghentikan langkahnya ketika ia ingat kalau ia lupa dengan kedua benda dimejanya. Dan dengan secepat kilat Sesshomaru pun mulai menyambar kedua benda tersebut yang memasangnya kembali dikalung yang ia pakai.

BRAK.
Dan demikianlah pintu ruangan tersebut mulai tertutup dengan kasarnya oleh sang pelaku yaitu, Sesshomru.


Disclaimer: Rumiko Takahashi

Rate: T

Pair: SessInu, NaraInu

Warning: Sho-ai, Pedophile, typo(s), dll

Don't Like Don't Read


Tap tap tap.
Dengan cepat Sesshomaru melangkahkan kakinya menuju Ruang UKS. Bahkan ia pun tidak tahu sudah berapa murid yang ia tabrak secara tidak sengaja. Ia terus memacu langkahnya dengan cepat demi menuju Ruangan yang akan ia tuju sekarang ini.

BRAK!
Sebuah pintu mulai terbuka secara kasar oleh seorang pria yang menampakkan wajah khawatirnya dan siapa lagi kalau bukan Sesshomaru.

"Tuan Sesshomaru.." Ucap orang-orang yang berada di Ruang UKS tersebut dan sesaat kemudian mereka pun langsung memberi hormat.

"Bagaimana keadaannya?" Tanya Sesshomaru langsung pada intinya.

"Anak ini baik-baik saja, Tuan... dia hanya terlalu banyak pikiran, dan sebentar lagi juga dia akan segera siuman." Lapor salah satu perawat UKS tersebut pada Sesshomaru.

"Kouga?" Panggil Sesshomaru dingin.
"I-iya, Tuan Sesshomaru?" Jawab Kouga sedikit terbata.

"Apa kau yang menemukannya?" Tanya Sesshomaru yang pandangannya tak lepas dari pemuda manis yang terbaring di ranjang rawat tersebut.

"Bukan, Tuan.." Jawab Kouga singkat seraya menggelengkan kepalanya.

"Tinggalkan kami!" Perintah Sesshomaru. Dan Kouga pun mulai meninggalkan ruangan tersebut diikuti dua orang perawat dibelakangnya setelah mereka memberi hormat lagi pada Sesshomaru.

Dengan perlahan pintu keluarpun mulai tertutup yang kini menyisakan dua orang didalam ruangan tersebut.
Hening.

Sesshomaru masih terdiam ditempat duduknya yang sekarang ini. Dengan perlahan tangan bak porselen tersebut mulai tergerak untuk menyentuh sosok didepnnya namun dengan cepat ia segera mengurungkan niatnya dan dengan cepat pula tangan tersebut mulai tergerak kembali dan menempelkannya diperut pemuda manis didepannya.

Masih hening. Dan dengan perlahan ia mulai menggerakkan tangannya dengan hati-hati diatas perut tersebut. Seolah-olah gundukan organ-organ tubuh berbalut daging dan kulit yang tertutup seragam itu adalah benda yang mudah rusak jika disentuh. Dengan perlahan Sesshomaru mulai berdiri dari acara duduknya dan mulai mencondongkan dirinya kearah Inuyasha yang masih terbaring ditempatnya.

Tangannya mulai kembali tergerak untuk menyibak rambut yang menutupi kening muridnya tersebut dan ia pun mulai mengecup kening tersebut dengan penuh perasaan. Dan tanpa bicara sepatah katapun Sesshomaru mulai melangkahkan kakinya untuk pergi dari ruangan tersebut.

Belum juga ia memegang gagang dari pintu didepannya tiba-tiba saja pintu tersebut sudah terbuka oleh seseorang dan menampakkan sosok Naraku yang terdiam ditemptnya. Bagikan melihat seorang musuh, kedua pasang iris berbeda warna tersebut seakan mengalirkan arus listrik yang begitu kuat dan langsung membuat hawa disekitar mereka menurun derastis.

Tap.
Tap.
Tap.
Perlahan kaki Sesshomaru mulai melangkah keluar dari ruangan tadi dengan pandangan yang tak lepas dari pemuda didepannya yaitu Naraku. Begitu juga dengan Naraku yang melangkahkan kakinya perlahan untuk masuk kedalam ruangan tadi dengan pandangan yang tak luput dari sosok guru didepannya yaitu Sesshomaru.

Tap.
Dan secara bersamaan kedua pasang kaki tersebut mulai berhenti diarah berlawanan.

"Mulai dari sini biar saya saja yang menjaga, Inuyasha!" Ucap Naraku memecah keheningan namun Sesshomaru hanya diam dan tak berucap barang sepatah katapun. "Karena itu adalah kewajiban saya sebagai kekasihnya!" Tambahnya lagi dengan sebuah seringai yang seakan meremehkan Sesshomaru.

Brak.
Dan dengan cepat pintu ruangan UKS tersebut sudah tertutup dengan rapatnya tepat didepan wajah Sesshomaru.

Hening.
Dan dengan geram Sesshomaru mulai menggertakkan giginya kesal dengan aura gelap yang seakan membelenggu disekelilingnya.

DUK.
Dengan debaman yang keras tersebut puing-puing dari tembok didepannya secara cepat langsung terjatuh kelantai setelah dihantam tinju kuat dari Sesshomaru. Dan masih dengan aura mencekam disekelilingnya Sesshomaru mulai melangkahkan kakinya untuk segera menyingkir dari ruangan yang baru saja dimasuki oleh Naraku.

Sementara itu didalam ruangan UKS. Naraku seakan sedang mentertawakan sesshomaru dengan seringai penuh kemenangan dibibirnya.

Genap sebulan sudah semenjak kejadian di Ruang UKS Sesshomaru lebih suka memasang tingkah seolah-olah tak peduli terhadap apapun, angkuh dan ia jadi sering marah-marah tanpa sebab dan hal itu membuat Kouga harus ekstra hati-hati kalau mau berhadapan dengan Tuannya tersebut. Salah-salah ia bisa saja kehilangan nyawanya.

Sementara itu disebuah lapangan Olah raga.

Terlihat Siswa-siswi kelas XI-b sedang berbaris mendengarkan intruksi dari Miroku selaku Guru olah raga.

"Ya ampun.. panas sekali cuacanya? apa tidak bisa lebih panas lagi?" Gerutu Rin sembari melindungi matanya dari sinar matahari.

"Benar.. aku sampai-sampai tidak tahan dengan teriknya!" Tambah Ayame yang mulai mengelap keringatnya dengan saputangan.

Sedangkan diarah lain terlihat Inuyasha juga sedang mengeluh karena kepanasan seraya memegangi kepalanya.

"Inuyasha.. kau baik-baik saja?" Tanya Sango yang tiba-tiba saja muncul dari arah belakang Inuyasha.

"Ya.. aku baik-baik saja!" Jawab Inuyasha yang mulai bertingkah seperti biasa.

"Baiklah kalau begitu.." Ucap Sango seraya menganggukan kepalanya.

"Baiklah anak-anak kalau kalian sudah mengerti, Bapak perintahkan kalian untuk pemanasan sebanyak dua putaran!" Perintah Miroku pada siswa siswi kelas XI tersebut yang langsung disambut keluhan oleh mereka.

Tap Tap Tap.
Suara puluhan pasang kaki terdengar begitu seirama ketika kaki-kaki tersebut menginjak tanah berumput dibawahnya. Masih terlihat dari salah satu siswa-siswi tersebut yaitu Inuyasha yang mulai memegangi kepalanya kembali yang mulai terasa sakit dan pusing sambil sesekali ia mendongak keatas melihat langit yang begitu cerah namun menyusahkan baginya.

"Inuyasha.. kau yakin baik-baik saja? kalau kau sakit kau ijin saja pada Pak Miroku." Tawar sango yang mulai menyamakan langkahnya dengan Inuyasha.

"Aku baik-baik saja!" Jawab Inuyasha tanpa menengok kearah Sango.

"Ayolah.. paling-paling kau hanya ingin bermalas-malasan saja dibawah pohon yang begitu sejuk, hahaha.." Ledek Kouga yang ikut menyamakan langkah larinya dengan Inuyasha dan Sango.

"Kauga! kau jangan bilang seperti itu!" Tegur Sango pada Kouga yang masih asik tertawa.

"Oh.. ya ya ya maaf, hahaha.." Ucap Kouga masih diiringi tawanya.

"Kyaaa.. Kouga.." Teriak girang Ayame yang tiba-tiba saja langsung menempel ditangan Kouga.

"Ya ampun Ayame.." Ucap Rin sambil memukul jidatnya bingung sementara Kouga mulai memasang tingkah bosan begitu juga dengan Inuyasha yang sedari tadi malah diganggu oleh tingkah teman-temannya yang aneh dan mengganggu.

Gedubrak.
"Haa... capek!" Keluh Rin lagi yang mulai menjatuhkan dirinya ditanah lapang dan diikuti oleh teman-temannya yang lain.

Priiiittt..
Suara dari peluit yang ditiup Miroku sontak membuat Siswa-siswi tersebut mulai berbaris kembali.

"Baiklah anak-anak, Bapak akan mengabsen kalian satu persatu untuk mengetes kalian dalam olahraga lompat tinggi ini dan dimulai dari Ayame terlebih dahulu." Perintah Miroku yang langsung membuat Ayame kesal karena harus melepas Kouga sementara.

Sedangkan dipojok lapangan tersebut terlihat Inuyasha yang hanya diam terduduk melihat semua teman-temannya latihan. Dan untuk yang kesekian kalinya Sango mulai mendekati Inuyasha dan mulai bertanya kembali.

"Inuyasha?" Panggil Sango yang langsung disahut angkatan alis dari Inuyasha.

"Kau.."
"Aku baik-baik saja, tadi aku hanya sedikit pusing!" Potong Inuyasha tiba-tiba yang mulai berkata jujur.

"Begitu ya, lalu? bagaimana sekarang?apa kau masih pusing? kalau kau tidak kuat ku ijin saja Inuyasha!" Ucap Sango dengan ekspresi khawatir.

"Aku baik-baik saja dan sudah ku bilang aku hanya sedikit pusing karena cuaca yang menyebalkan ini!" Balas Inuyasha panjang lebar dan Sango pun mulai menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

Sementara itu terlihat disalah satu jendela gedung sekolah, seorang gadis cantik dengan surai perak sepunggungnya sedang mengamati kegiatan siswa-siswi kelas XI tersebut atau lebih tepatnya hanya kegiatan Inuyasha.

"Lompatan yang bagus!" Puji Moroku pada salah satu muridnya. "Sekarang, Inuyasha.." Ucap Miroku yang mulai mengabsen siswa selanjutnya.

Dengan enggan Inuyasha pun mulai berdiri dari acara duduknya dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah Miroku.

"Inuyasha.. apa kau yakin?" Tanya Sango sekali lagi dan langsung menghentikan langkah Inuyasha. Ia tersenyum dan mulai menganggukkan kepalanya sekali kearah Sango dan selanjutnya ia pun mulai melanjutkan langkahnya kembali dengan tangan yang tak lepas dari kepalanya yang masih terasa pusing dan sakit.

Buram.

Pengelihatan Inuyasha perlahan-lahan mulai mengabur dan disepanjang perjalanannya Ia terus memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit sekali.

"Inuyasha.. kau baik-baik saja?" Tanya Miroku namun Inuyasha tak menjawabnya barang sepatah katapun.

Tiba-tiba saja Inuyasha memberhentikan langkahnya secara mendadak dan kejadian selanjutnya tubuh tersebut mulai limbung dan membuat seluruh teman-temannya kaget.

"Inuyasha!" Teriak Kouga yang mulai berlari untuk menangkap tubuh Inuyasha sebelum menghantam tanah.

"Inuyasha.." Panggil Sango yang mulai mendekati temannya tersebut begitu juga dengan teman-temannya yang lain termasuk Miroku.

"Kouga! cepat kau bawa Inuyasha ke Ruang UKS!" Perintah Miroku yang masih terkaget.

"Baiklah!" Balas Kouga menyetujui dan dengan gaya bridal style Kouga mulai mengangkat tubuh yang tak berdaya tersebut ke tempat yang sudah Miroku perintahkan.

Gadis manis bersurai perak tersebut mulai memicing ketika dilihatnya Inuyasha sedang digendong seorang pria. Dan dengan tangan yang sedari tadi memain-mainkan Handphone ditangannya akhirnya gadis tersebut mulai mengtik beberapa patah kata lalu mengirimnya pada seseorang.

TAP TAP TAP.
Dengan cepat Naraku mulai memacu langkah kakinya untuk menyusuri koridor didepannya. Dan nampak dari sorot matanya kalau ia terlihat sedang sangat marah.
Tap.

Naraku mulai menghentikan langkahnya ketika ia sudah menemukan orang yang sedari tadi ia cari. Dia adalah Kouga, orang yang baru saja akan menghubungi seseorang.
Ddrrrttt..
Ddrrrttt..

Suara dari getaran Handphone tersebut sukses mengalihkan perhatian Sesshomaru yang sedang membersihkan sebuah benda tajam ditangannya. Dan dengan cepat ia mulai mengangkat panggilan tersebut ketika ia tahu Kouga lah yang menghubunginya.

"Ada apa, Kouga?" Tanya Sesshomaru langsung pada pokok pembicaraan.

-Ini tentang, Tuan In..-
DUAK!
Prang.
Tulalit tulalit.

Mata Sesshomaru mulai memicing ketika tiba-tiba saja panggilannya terputus dari Kouga.
"Kouga?kau masih disana?" Tanya Sesshomaru yang mulai kesal namun tak ada jawaban dan yang ada hanyalah suara 'tulalit' dari Handphone tersebut.

Dengan emosi Sesshomaru mulai melangkah keluar dari kamarnya untuk menuju ke Sekolah. Dan saat ia akan membuka pintu tiba-tiba saja Ibu dari Sesshomaru tersebut sudah ada diambang pintu.

"Ada apa? kalau tidak penting lain kali saja!" Ucap Sesshomaru dingin seraya memakai jasnya dan mulai melangkahkan kakinya menuruni anak tangga.

"Em.. sepertinya kau sedang buru-buru, Nak.. kalau begitu nanti saja kita bicara lagi." Ucap wanita cantik tersebut dengan senyum manis diwajahnya dan sesaat kemudia Sesshomarupun sudah berada di garasinya tanpa menghiraukan ucapan Ibunya tadi. Dan tak lama kemudian mobil mewah tersebut mulai melaju dengan cepatnya ketempat tujuan.

Sementara itu darah segar mulai mengalir dari sudut bibir Kouga yang membiru. Pandangannya mulai teralih kearah Handphonenya yang rusak berat, mungkin kalau pipinya tidak terlindungi Handphone tadi sudah dipastikan wajahnya sudah bonyok dari yang sekarang ini karena ulah pemuda sableng yang ada di hadapannya sekarang ini.

"Ada masalah denganku?" Tanya Kouga dingin pada pemuda dihadapannya.

"Ada!" Balasnya tak kalah dingin dan sedetik kemudian ia sudah mencengkram kerah baju Kouga dengan kuat. "Jangan-sentuh-Inu-yasha!" Lanjutnya lagi yang terdengar seperti perintah pada Kouga.

Bukannya takut yang ada malah Kouga serasa ingin tertawa.

"Hahaha... jangan mendekati? memangnya kau siapanya Inuyasha, hah?" Tanya Kouga yang ikut menarik kerah baju pemuda dihadapannya. "Memangnya kau ada berkak apa, hah?" Tambahnya lagi dengan nada yang mulai mengeras.
DUAK.

Dan dengan cepat Kouga pun mulai menghajar pemuda didepannya sampai mundur kebelakang.

"Asal kau tahu! kau lah yang tidak ada berhak mendekati Inuyasha!" Ucap Kouga mulai emosi. Namun pemuda dihadapannya malah memberikan senyuman seolah-olah sedang meremehkan.

Greekk.
Kouga mulai mengepal tangannya dengan emosi, ingin rasanya ia segera meninju wajah pemuda didepannya agar senyum diwajahnya segera lenyap.

'Kalau tidak salah dia adalah pemuda yang sering mendekati Tuan Inuyasha, ada hubungan apa sebenarnya diantara mereka?'

Tanya Kouga pada diri sendiri namun tiba-tiba matanya mulai terbelalak ketika dilihatnya pemuda tersebut atau Naraku akan balas menghajarnya.

Ckit.
Dengan cepat Kouga mulai menghindar kebelakang sebelum terkena bogem dari Naraku untuk yang kedua kalinya.

"Kau takut?" Tanya Naraku meremehkan dan Kouga pun mulai menggeram kesal.

"Sialan kau!" Rutuk Kouga emosi dan dengan cepat ia mulai bangkit untuk menyerang Naraku kembali.

Duak.
Tap.
DUK.
Suara dari kepalan tangan dan gerakan kaki yang sama-sama lincah ini telah mengundang beberapa siswa-siswi untuk mengintip dari kelas masing-masing untuk mengetahui perihal apa yang sedang terajdi.
Tap tap tap.

Terdengar dari arah berlawanan beberapa Guru mulai berlari menuju ketempat para siswa yang mulai mengerumuni area tangga didepan. Kagome, salah satu dari Guru tersebut mulai memanggil salah satu siswa didepannya untuk ditanyai.

"Bu-Bu Guru?.." Ucap salah satu siswa yang mulai terkaget atas kedatangan Kagome.

"Siapa yang sedang berkelahi disana?" Tanya Kagome langsung ke inti pertanyaan.

"Anak.. kelas XII dan XI.." Lapor siswa tersebut pada gurunya tersebut.

"Dimana mereka sekarang?" Tanya Kikyo kemudian.
"Didepan sana! didekat tangga!" Lapornya lagi.

"Ayo!" Ajak seorang Guru yang langsung disetuji Guru lain.

Sementara itu didekat tangga, Naraku mulai mengepalkan tangannya dengan sekuat tenaga bersiap untuk menghabisi Kouga yang sudah ambruk duluan dengan tubuh yang sudah luka-luka dan wajah yang sudah babak belur.

"Harusnya tadi aku membawa pisau lipat agar aku bisa segera menghabisimu sekarang juga!" Ucap Naraku seraya mencekik leher Kouga dengan tangan kirinya dan bersiap menghajar dengan tangan kanannya.

"Sekarang, terima ini!" Ucap Naraku kemudian, dan..
"BERHENTI!" Teriak Kagome dari jauh dan dengan kesal Naraku pun mulai menghentikan serangannya.

"Tck.. pengganggu!" Geram Naraku kesal namun tiba-tiba ia menyeringai kembali seakan ada rencana yang akan ia lakukan.

Perlahan ia mulai berdiri didepan tubuh Kouga yang sudah tak berdaya senggerakkan seluruh tubuhnya.

"Matilah kau!" Gumam Naraku yang mulai menendang tubuh Kouga dengan kakinya dari atas tangga dan langsung membuat guru-guru yang sedang berlari tadi sontak menghentikan langkahnya karena kaget.

"Oops.." Ucap Naraku dibuat-buat seakan tidak sengaja melakukannya sementara tubuh Kouga sudah tergeletak dibawah sana.

"Bersiaplah untuk menerima hukuman!" Ucap salah satu Guru tersebut mulai mengancam Naraku namun ia hanya menanggapi perkataan tersebut dengan sebuah senyuman seolah ia tidak takut sama tak lama kemudian Guru-guru tersebut mulai mengangani masalah Naraku dan Kouga.

Kriieett.

Suara dari sebuah pintu Rumah Sakit yang mulai dibuka oleh seseorang membuat Kouga yang berada diranjang rawatnya berusaha membangunkan dirinya karena kaget setelah dia tahu siapa orang yang baru saja menjenguknya.

"Tuan Sesshomaru.." Ucap Kouga yang mulai membenarkan letak duduknya dengan susah payah.

"Tidak apa-apa, baringkan saja tubuhmu!" Perintah Sesshomaru yang mulai mendudukkan dirinya disebelah Kouga.

"Maaf.." Ucap Kouga kemudian.

"Hum.." Sahut Sesshomaru dingin. "Kudengar kau langsung dibawa ke Rumah sakit, jadi aku langsung kesini." Tambah Sesshomaru lagi.
"Lalu anda..?.." Ucap Kouga dengan jeda.

"Aku sudah menemuinya dan seperti biasa, dia langsung menatapku tidak suka." Ucap Sesshomaru kemudian.

"Hehe.. padahal dulu Tuan Inuyasha sangat baik dan ramah, bahkan saya ingat betul saat saya pertama kali bertemu dengannya." Ucap Kouga dengan senyum diwajahnya seraya menerawang keluar jendela.

Hening.
Sesshomaru mulai terdiam ditempatnya yang sekarang ini, bahkan ia juga ingat tentang pertemuan pertamanya dengan Inuyasha.


"Kakak.. ka-kak?" Panggil seorang bocah manis seraya menekan-nekan pipi seorang pemuda yang sedang terbaring disebuah tempat tidur.

"Aarrgghh.." Ringgis pemuda tersebut ketika ia merasakan seluruh tubuhnya begitu berat dan sakit. Dan ketika dilihat seluruh tubuhnya begitu penuh dengan perban dan obat-obatan alami.

"Dimana a-ku? dan siapa, kau?" Tanya pemuda tersebut yang tak lain adalah Sesshomaru.

"Kakak dilumahku, dan namaku Inu-ya-sha!" Jawab bocah manis tersebut yang ternyata adalah Inuyasha disemasa kecilnya.

Dengan perlahan Sesshomaru mulai mencoba untuk membangunkan dirinya namun dengan cepat Inuyasha kecil segera mendorong Sesshomaru kembali.

"Dangan! Kakak tidul saja, kata Ibu luka Kakak cukup palah, dan katanya terasa saakiiitt..sekali.!" Ucap Inuyasha secil seraya mengepalkan tangan dan melebarkan matanya yang terlihat indah.

Hening.
Sesshomaru mulai terdiam atau lebih tepatnya terdiam karena melihat wajah bocah manis didepannya.
Twitch.

Tiba-tiba sebuah perempatan muncul didahi Inuyasha kecil ketika dilihatnya orang yang ia ajak bicara hanya diam ditempatnya seperti orang bodoh.

"KAKAK!" Panggil Inuyasha kecil yang langsung menyadarkan Sesshomaru dari lamunannya.
"Hiks.." Dan isakan mulai terdengar dari bibir delima nan kecil tersebut.

Dengan susdah payah Sesshomaru mencoba bangkit kembali dari acara rebahannya hanya untuk mendekati bocah yang sedang bersedih didepannya. Hatinya terasa sakit ketika melihat bocah didepannya tersebut menitikkan air mata tiada henti dan entah kenapa Sesshomaru bisa merasakan perasaan aneh tersebut.

"Ja-.."
"Kakak tidak tahu.. hiks, aku.. kacihan cama Kakak.. hiks, lukanya banyak.. hiks.. pa-pasti sakit! aku.. tidak bisa hilangkan rasa cakitnya, hiks.. hueee.." Ucap Inuyasha kecil yang tiba-tiba saja tangisnya pecah setelah berkata demikian. Sesshomaru mulai terdiam. la mulai menggerakkan tangannya yang terasa berat dan sakit hanya untuk menyentuh helaian sehitam malam tersebut.

"Luka Kakak tidak sakit.. percayalah.." Ucap Sesshomaru seraya mengelus helaian rambut Inuyasha kecil.

"Hiks.. tapi.. lukanya ba-banyak.. hiks, olang-olang itu hiks.. jahat, kalena cudah melukai ..hiks.. Kakak.." Ucap Inuyasha kecil yang masih diiringi dengan sesenggukan.

"Tidak apa-apa, orang-orang seperti mereka tidak usah dipikirkan, lain kali kakak akan membalas mereka lebih kejam lagi." Balas Sesshomaru yang mulai menghapus jejak air mata di pipi Inuyasha kecil.

"Jangan!" Bentak Inuyasha kecil yang langsung membuat Sesshomaru terdiam ditempat.

"Kata Ibu.. kita jangan membalas pelbuatan jahat dengan yang jahat, dengan yang baik caja, atau.. em.. apa ya? hum?" Ucap Inuyasha kecil seraya menggembungkan pipinya untuk mengingat kata-kata Ibunya. Sebuah senyum mulai terukir dibibir Sesshomaru. Dan dengan perlahan ia mulai menggerakkan tangannya kembali untuk menyentuh dagu yang terasa kecil ditangannya.

"Kakak..?" Tanya Inuyasha kecil sembali menggenggam tangan yang lebih besar darinya yang sekarang menyentuh dagunya tersebut.

Cup~
Sebuah kecupan singkat Sesshomaru lakukan pada bibir kecil bocah manis dihadapannya.

Hening.
Inuyasha kecil masih terdiam karena bingung namun senyum Sesshomaru masih belum hilang diwajahnya.

"Kakak.." Gumam Inuyasha kecil seraya berkedip beberapa kali.

"Aku ingin kau merawat luka-luka ku, dengan begitu aku tidak akan merasakan rasa sakit ini, kau mau 'kan-Sayang?" Tanya Sesshomaru seraya mengelus pipi chuby Inuyasha kecil dan dengan sebuah anggukan senang Inuyasha kecil pun menyetujuinya.

"Iya!" Jawab Inuyasha kecil singkat dengan senyuman manis diwajahnya dan Sesshomaru pun masih ikut tersenyum, sampai..


"Tuan.. Sesshomaru? halo? Tuan?" Tanya Kouga yang terlihat bingung melihat Tuannya malah senyum-senyum sendiri.

"Tuan?" Panggil Kouga sekali lagi seraya menggerak-gerakkan tangannya didepan wajah Tuannya tersebut dan sontak membuat Sesshomaru tersadar dari lamunannya dan mulai memicingkan mata kesal.

"E.. e-em.. maaf Tuan.." Ucap Kouga seraya merunduk minta maaf sedangkan sesshomaru hanya menanggapinya dengan sahutan singkat.

"Hum.."

Langit mulai berubah menjadi merah kekuningan, hawa panas telah tergantikan oleh udara yang bisa dibilang lumayan sejuk yang menandakan bahwa sore pun telah tiba. Dan itu artinya akhir dari seluruh kegiatan belajar mengajar para Guru dan murid-muridnya yang di tandai dengan berbunyinya bell sekolah.

Sementara itu didekat gerbang sekolah, terlihat Inuyasha yang sedang bersandar ditembok seraya menunggu seseorang.

"Inuyasha!" Panggil Sango dari jauh dan iapun mulai berlari untuk menghampiri sosok temannya tersebut. "Kau belum pulang?" Tanya Sango kemudian.
"Aku menunggu seseorang, memangnya kau tidak pulang?" Tanya balik Inuyasha.

"Aku ada kelas musik, jadi pulangnya akan telat, memangnya kau sedang menunggu siapa?" Tanya Sango seraya menyapu seluruh tempat dengan pandangan dari kedua matanya.

"Naraku!" Jawab Inuyasha singkat dan langsung membuat Sango terdiam ditempatnya. "Kenapa?" Tanya Inuyasha kemudian.

"Dia 'kan diskorsing." Ucap Sango yang sontak membuat Inuyasha yang kali ini ikut terdiam atau lebih tepatnya terdiam karena kaget.

"Diskorsing?" Beo Inuyasha dengan ekspresi terkejutnya.

"Iya.. kau tidak tahu ya? oh iya kau 'kan di UKS saat itu." Ucap Sango kemudian.

"Kenapa bisa?" Tanya Inuyasha yang masih kebingungan.

"Aku juga tidak terlalu tahu jelas, karena kelas kita 'kan sedang olah raga tadi siang." Jawab Sango yang seolah ikut kebingungan.

"Begitu ya.." Ucap Inuyasha singkat.
"Iya.. Tapi aneh..Kouga tidak ada setelah ia mengantarmu ke UKS.. hum...Kalau begitu aku kedalam dulu ya, bye.." Pamit Sango yang langsung pergi dari hadapan Inuyasha.

"Di skorsing.." Gumam Inuyasha dan sesaat kemudian ia pun mulai melangkahkan kakinya untuk pergi kesuatu tempat.

Terlihat disebuah koridor Inuyasha sedang berjalan sembari melihat nama-nama ruangan disebelahnya. Dan ia pun mulai memberhentikan langkahnya ketika ia sudah menemukan ruangan yang ia cari, dimana banyak suara patulan bola dan suara gesekan sepatu olah raga.

Ia mulai melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam dan mencari seseorang. Tak butuh lama untuk Inuyasha mencari, karena mereka ternyata sedang beristirahat.

"Permisi?" Sapa Inuyasha pada dua orang pemuda yang sedang meminum minuman mereka.

"Kau... ada apa?" Tanya pemuda berambut hitam dan bermata biru tua, Bankotsu.

"Aku mau tanya soal..."
"Naraku?" Potong seorang pemuda berambut biru dan beriris Ruby, Ryuura.
"Hu'um.." Jawab Inuyasha seraya menganggukkan kepalanya sekali.

"Dia diskorsing!" Ucap Ryuura dingin dan ia pun mulai melangkah pergi meninggalkan temannya Bankotsu dan Inuyasha seraya memainkan bola basketnya.

"Kalau boleh tahu, kenapa ia bisa diskorsing?" Tanya Inuyasha pada Bankotsu yang masih beristirahat.

"Dia mencelakai anak kelas XI." Jawab Bankotsu seraya mengelap keringatnya yang masih mengalir.

"Mencelakai?" Beo Inuyasha yang masih terlihat bingung.

"Iya... entah kenapa tiba-tiba ia langsung keluar dari kelas dengan emosinya setelah ia menerima pesan singkat di Handphonenya dan tahu-tahu ia sudah diskorsing dengan tuduhan telah mencelakai anak kelas XI." Ucap Bankotsu sambi mengingat-ingat kejadian tersebut. sedangkan Inuyasha malah teringat dengan kata-kata Sango yang mengatakan 'Tapi aneh..Kouga tidak ada setelah ia mengantarmu ke UKS'.

"Oh.. kalau begitu..terimakasih.." Ucap Inuyasha seraya melangkahkan kakinya meninggalkan ruang Basket tersebut.

Di sepanjang perjalanan terlihat, Inuyasha yang sedang berjalan sambil menendangi kerikil kecil dikakinya, sampai tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat disebelahnya.

"Butuh tumpangan, Nona?" Tanya seorang pria beriris Hazel dan bersurai perak panjang yang langsung membuat Inuyasha geram.

"Aku tidak butuh tumpangan darimu, Sesshomaru!" Tolak Inuyasha mentah-mentah. "Lebih baik aku.."
"Sesshomarru~" Panggil seorang gadis cantik beriris Ruby yang sukses memotong ucapan Inuyasha.

Kakinya yang terbalut sepatu hak tinggi dengan kulit yang putih mulus itu mulai melangkah keluar dari sebuah Toko dan berjalan menghampiri Sesshomaru dengan anggunnya.

"Sedang apa kau disini, Sessho-ku tersayang?" Tanya Gadis tersebut seraya membelai lembut pipi dari Sesshomaru. Dia tak lain dan tak bukan adalah, Kagura.

"Bukan urusanmu!" Jawab Sesshomaru dingin seraya melepaskan tangan Kagura dari wajahnya.

"Hu-uh!" Kau itu tidak bisa ya diajak romantis sedikit." Keluh Kagura kesal dengan pandangan yang mulai teralih pada Inuyasha.

"Hai.. sepertinya.. aku pernah melihatmu sebelumnya." Ucap Kagura sambil memperhatikan Inuyasha secara seksama. Sedangkan Sesshomaru mulai memicingkan matanya seakan sedang menyelidiki dan diikuti dengan pandangan bingung dari Inuyasha.
"Oh.. kau murid yang bersekolah ditempat Sesshomaru 'kan?" Ucap Kagura kemudian seraya melihat-lihat logo yang dikenakan Inuyasha.

"Dan..oh kenalkan, aku Kagura.. tunangan Sesshomaru sekaligus calon Istrinya." Ucap bangga Kagura seraya menyunggingkan sebuah senyuman yang seakan tak asing dimata Inuyasha.

Sedangkan Sesshomaru mulai mendengus kesal setelah mendengar ucapan Kagura yang terakhir.

"Ahh.." Ringgis Inuyasha seraya memengangi kepalanya yang mulai terasa sakit kembali.

Tiba-tiba saja ia teringat saat dulu ia pernah terdorong kesebuah sungai. Terdorong, oleh seorang gadis dengan senyuman yang mirip dengan Ka-gu-ra.

"Sshhh.." Ringgisnya lagi yang langsung membuat Sesshomaru khawatir dan langsung keluar dari mobilnya.
"Inuyasha?"

Panggil Sesshomaru yang mulai melangkah mendekati Inuyasha namun dengan cepat Inuyasha langsung mundur seakan menjauhi Sesshomaru.

Masih dengan memegangi kepalanya yang terasa sakit akhirnya Inuyasha pun mulai melangkah pergi meninggalkan Sesshomaru dan Kagura.
Hening.

"Sessho?" Panggil Kagura yang terlihat bingung melihat tingkah tunangannya.

Saat ia akan melangkahkan kakinya untuk mendekati tunangannya tersebut tiba-tiba saja Sesshomaru langsung melangkahkan kakinya masuk kedalam mobilnya kembali.

"Sesshomaru!" Panggil Kagura lagi dan dengan cepat Sesshomaru pun langsung menjalankan mobilnya dan pergi meninggalkan sosok Kagura seorang diri yang sedari tadi menaggil-manggil namanya.

TBC


A.N:Errr.. kalau dipikir-pikir seluruh chap banyak rumah sakitnya ya? *plak..

==a

oke.. Review?