Chapter 3

Setelah perbincangan antara Naruto dan Ibunya, Kushina langsung membawa anaknya yang bernama Namikaze Naruto ke kediaman sang profesor yang bernama Orochi tersebut, sedikit pemberitahuan Profesor Orochi dikenal dengan ketidak warasannya karena menciptakan obat obatan aneh yang fungsi nya selalu di luar nalar, bahkan laboratoriumnya sangat tersembunyi atau Ilegal, Profesor Orochimaru sempat hampir di tangkap pak polisi karena ketahuan melakukan percobaan aneh aneh, dan mengganggu ketenangan masyarakat, namun berhasil di selamatkan oleh Kushina dan bermarkas di sebuah tempat yang sangat tersembunyi, seluruh keluarga Uzumaki berjanji untuk melindungi Orochimaru dan riset riset berharganya dengan syarat Orochimaru harus memberikan obat obat yang klan Uzumaki butuhkan secara gratis.

Ke esokan harinya.

Mulai pada saat itu Naruto dan Kushina, Kushina tidak menyangka ancamannya untuk menemui Profesor Orochimaru yang terkenal akan kegilaannya dalam membuat ramuan ramuan aneh tidak membuat Naruto menghentikan niatnya membantu Sasuke.

Ketika sampai di laboraturium rahasia.

Terlihat sekarang Orochimaru, seorang lelaki berkulit putih dengan rambut panjang bermata ular dan mengenakan pakaian ala ala profesor menatap Kushina dan Naruto dengan serius.

"Jadi ada urusan apa kau datang kemari Kushina?" tanya Orochimaru pada perempuan berambut merah yang merupakan ibu dari Naruto, pandangannya sangat tajam dan menusuk ke arah Naruto, namun Naruto terkesan tak peduli pada saat itu

"Anakku sedang menjalankan misi rahasia, aku membutuhkan bantuanmu untuk membuat misinya menjadi lancar" pinta Kushina.

"Jadi apa yang perlu aku lakukan untuk membantu misi anakmu?" tanya Orochimaru.

"Kau hanya perlu membuatkan untuknya ramuan atau obat yang bisa merubah jenis kelaminnya, karena dalam misi ini ia harus bisa berubah menjadi perempuan" jawab Kushina.

"Hoooh, begitu, kau ingin yang permanen atau dalam jangka atau batas waktu?" tanya Orochimaru.

"Emangnya kau sudah punya ramuannya?" tanya Kushina.

"Heh, sebelum kalian datang memintanya aku sudah membuatnya terlebih dahulu untuk sebuah kesenangan" ungkap Orochimaru.

"Jadi sudah sepaten apa ramuan yang kau buat itu?" tanya Kushina.

"Hem sebenarnya karena masih tahap uji coba, aku tidak tau efeknya pada manusia, tapi kalau pada ular dan binatang lain terlihat begitu sukses namun meski begitu aku belum menemukan tentang adanya efek samping atau tidak pada ramuan unik itu" ungkap Orochimaru.

"Hoh, aku rasa kau bisa menggunakan anakku untuk bahan uji cobamu" ucap Kushina pada Orochimaru, Naruto yang mendengar perkataan ibunya tidak bisa berkata apa apa selain tercengang luar biasa mendengar ucapan sang ibu.

"Benarkah?" tanya Orochimaru, Naruto yang mendengar ucapan sang ibu langsung tercengang mendengarnya karena ia tidak menyangka ibunya tega membuatnya menjadi bahan uji coba dari ular gila di hadapannya.

'Sudah kuduga ibu bisa menjadi lebih menakutkan dari selagala macam mahluk yang ada' batin Naruto dengan memasang muka membirunya.

"I ibu, ku kurasa i itu sungguh tidak berperi ke anakan" ungkap Naruto.

"Apa kau ingin menyerah Naruto, rupanya hanya sampai sini nyalimu, jika kau tidak mau melakukannya, ibu tidak akan mengijinkanmu bertemu dan membantu Sasuke untuk selamanya bagaimana" ucap Kushina pada saat itu, Orochimaru yang melihat kejadian atau adegan itu langsung kebingungan sendiri namun ia mencoba cuek cuek saja.

Wajah Naruto mulai membiru ketika mendengar ucapan sang ibu, namun ada satu lagi yang membuat Naruto terpaksa mau menuruti keinginan sang ibu.

"Jika kau masih menolak, ibu tidak akan mengijinkan kamu untuk makan ramen sampai kau berhenti menolong Sasuke" tambah Kushina.

"Baiklah aku mengerti aku mengerti aku mau!" seru Naruto secara tiba tiba.

Sementara itu di rumah Sasuke pada malam hari setelah mengantar Mayu Misaki ke sebuah gang dan pulang.

"Dari mana saja kau Sas?" tanya dingin Mikoto.

"Kencan" jawab singkat Sasuke, aura di rumah jadi tambah suram.

"Sama siapa?" kali ini ayah Sasuke yang bertanya.

"Kiba, Lee, Gaara, Sai, Chouji atau jangan jangan Neji dan Shikamaru" tebak sang ibu, sambil berjalan memasang aura horor di sekitarnya.

Sasuke tidak menjawab melainkan mengambil smartphone nya dan memperlihatkan poto selfie dirinya dengan seorang perempuan berambut pirang twintail mengenakan jaket jum suit, berwarna orange hitam, berkulit tan dengan tiga garis tipis yang hampir tak terlihat di wajahnya, mengenakan make up tipis terlihat cantik dan manis saat tersenyum di samping Sasuke yang memasang ekspresi datar.

"Misaki Mayu, gadis perempuan cantik ini sudah membuktikan aku bukan seorang gay jadi bisa hentikan aura suram kalian, aku sudah menemukan gadis impianku berkat sahabatku, dah aku ingin tidur dan bermimpi indah" ucap Sasuke memberikan smartphone miliknya pada sang ibu yang terlihat sedang menatap poto yang diberikan Sasuke dengan pandangan yang mungkin bisa dibilang kaget dan tercengang, ia hanya bisa mangap mangap melihat poto anaknya bersama seorang perempuan cantik.

"Mana mana, aku tidak percaya" ucap Itachi pada saat itu langsung mendatangi sang ibu dan melihat ke arah poto yang ada di smartphone Sasuke, dan betapa kagetnya Itachi melihat hal itu.

"Aku tidak percaya akan hal ini" gumamnya.

"Besok kita bicarakan soal pacar Sasuke ini" ucap Fugaku yang merupakan ayah dari Sasuke.

Ke esokan harinya.

"Sasuke, ibu ingin membicarakan soal poto perempuan yang ada di smartphone milikmu" ucap Mikoto selaku ibu dari Sasuke.

Sasuke dengan senang hati membicarakan soal Misaki Mayu yang ia ketahui, Mikoto dan Fugaku berserta Itachi mendengarkan ocehan dari Sasuke dengan baik untuk menilai gadis seperti apa yang menjadi tipenya Sasuke.

"Baiklah Sasuke, kami mengerti sekarang, kesimpulannya, rumor yang menyatakan kalau kau adalah Homo itu adalah palsu" ucap sang Ayah, Sasuke mengangguk.

"Lalu keberadaan pacarmu itu adalaah bukti bahwa kau bukan seorang gay" tambah Itachi, dan Sasuke mengangguk dengan penuh percaya diri.

"Hem, tapi Sasuke, kami masih belum percaya seratus persen padamu, jika kau ingin kami percaya kepadamu bawa dia paling tidak besok ke rumah kita" pinta sang ibu dengan tampang tegas.

"Aku mengerti!' seru Sasuke pada saat itu.

"Kalau begitu tunggu apa lagi cepat pergi ke sekolah sana" perintah sang ibu dan dengan cepat Sasuke berangkat ke sekolah.

Sesampainya di sekolah.

Sasuke melihat Naruto tidak ada di kelasnya jadi bingung namun ia teringat akan kata kata Naruto yang ingin berhenti sekolah dan fokus untuk membantu ibunya mencari uang, mengingat hal itu Sasuke hanya bisa menghela nafas.

"Oi Sasuke!" seru Kiba pada saat itu.

"Em ada apa?" tanya Sasuke

"Lah kok cemberut, bukannya orang kalau habis dapat pacar biasanya itu selalu cerah?" tanya Kiba pada Sasuke.

'Itu memang benar cuman masalahnya karena kita beda sekolah maka akan sulit untuk bisa ketemuan dan ibuku ingin aku membawanya ke rumah paling lambat besok" ucap Sasuke.

"Eh, kalian kan pacaran ya tinggal terphone atau SMS saja" usul Neji.

"Masalahnya sewaktu aku mengantarnya pulang aku lupa menanyakan nomor telphone nya" ungkap Sasuke dengan nada kecewa.

"Yaaaah, kau ini gimana sih"

"Hn sekarang tepati janji kalian" timpal Sasuke.

"Hah janji?" tanya mereka.

"Cik, janji dimana kalau aku berhasil mendapatkan pacar kalian harus memberikanku sesuai dengan janji kalian tau!" seru Sasuke.

"Eeet, Sasuke, kami tidak ingin ditipu olehmu, jika kau memang pacarnya maka hubungan kalian harus tetap jalan sampai kami benar benar yakin, karena kalau cuman menjalin hubungan selama sehaari itu rasa rasa nya sangat aneh kalau langsung percaya" ungkap mereka.

'Cih' batin Sasuke

Singkat cerita bell masuk kelas pun terdengar saat itu juga.

Dan tak lama setelah bell sekolah berbunyi seorang guru bermasker dengan rambut silver berjalan memasuki kelas dengan malasnya.

"Huaaam, kalian semua selamat pagi" ucap Kakashi ketika masuk.

"Huaaaaaaaaaaaaaaaaa! Kakashi-sensei tepat waktu sialan, pasti ada seseuatu yang buruk!" seru para murid meratapi kedatangan seorang guru yang selalu telan menjadi tepat waktu.

Kakashi yang mendengar keluhan siswa siswi hanya bisa membatin.

'Sebenarnya mau kalian tuh apa, aku telat dimarahi aku tepat waktu malah di anggap pertanda buruk' batin Kakashi yang melihat respon murid muridnya.

"Murid murid mohon dengarkan, bapak datang cepat karena bapak ingin mengabari kalian sebuah berita penting" ucap Kakashi.

Para murid mulai penasaran.

"Namikaze Naruto berhenti sekolah karena ada urusan keluarga, tapi bukan hanya itu, kita juga kedatangan murid baru, ia berasal dari kalangan bawah, namun ia mendapatkan prestasi yang sangat tinggi dan beasiswa selama 3 tahun untuk bersekolah, disini saya harap kalian bisa berteman baik" ucap Kakashi mengumumkan apa yang ia ingin umumkan.

Terlihat para murid mulai penasaran siapa murid baru yang dimaksud, melihat ekspresi para muridnya yang nampak penasaran Kakashi pun langsung memanggil murid baru tersebut.

"Mayu-san silahkan masuk" ucap Kakashi sambil tersenyum.

"Mayu?" Beo Sasuke dan saat menatap ke arah depan, terlihat seorang gadis berambut pirang panjang di ikat twintail dengan make up sehadanya, atau tidak terlalu terlihat, pipinya yang memiliki tiga garis tipis, ukuran dada nya terlihat seperti B cup, mengenakan seragam sekolah Konoha High School, yang modelnya seperti pakaian seorang pelaut dan di bawahnya merupakan rok mini ia menatap ke arah Sasuke dan murid murid lainnya dengan senyuman datarnya, banyak laki laki terpesona olehnya, paraa perempuan langsung iri melihat tatapan Sasuke pada Mayu.

"Misaki Mayu" gumam Sasuke sambil tesenyum manis, ke arah gadis tersebut.

"Mayu-san perkenalkan dirimu" pinta Kakashi.

gadi berambut pirang itu pun menuliskan namanya di papan tulis まゆみさき.

"Hajimemashita Watashi no nawa Mayu Misaki desu, Yorosku onegai ikimasu" ucap Misaki sambil tersenyum, senyuman ke arah Sasuke.

Sasuke yang mendapatkan senyuman Misaki wajahnya langsung menampakan rona merah.

"Wao, Sasuke, pacarmu bersekolah disini, itu hebat sekali" ungkap Sai.

"Hn" jawaban singkat Sasuke.

"Kalian semua silahkan bertanya apa saja yang ingin kalian tanyakan" ucap Kakashi.

"Anu Misaki-san sudah punya pacar?" tanya seorang lelaki, Sasuke langsung mendelik ke remaja lelaki tersebut karena tidak suka.

"Hn punya" jawab singkat Misaki dengan nada datar.

"Ugh!" hancur sudah harapan para cowok untuk mendapatkan Misaki.

"Kalau boleh tau siapa lelaki beruntung itu?" tanya salah seorang lelaki dengan aura menyeramkan.

"Uchiha Sasuke" jawab Misaki lagi.

{Dooooooooong!} semua orang tercengang mendengar jawaban singkat Naruto(Mayu Misaki) yang menyatakan kalau ia adalah pacarnya Sasuke.

"Ti tidak mungkiiiiiin!" seru para lelaki, bahkan Kakashi juga kaget mendengarnya.

Sasuke yang mendengar pernyataan berani dari Misaki jadi tersenyum sendiri.

"Bukannya Sasuke itu gay?" tanya seorang lelaki yang ada di kelas tersebut, Sasuke langsung menatap tajam lelaki itu dan remaja itu langsung ketakutan setengah mati.

"Hem, benarkah, tapi aku tidak percaya, karena sewaktu kencan pertama kemarin kami berdua begitu menikmatinya" gumam Misaki.

Semua murid baik yang lelaki dan perempuan langsung pundung dengan aura suram, karena mereka merasa kalau mustahil bisa mendapatkan Misaki atau Sasuke.

Bersambung