HAI! Ini dia last chapter. Tinggal baca aja, nanti kalian bakal tau gimana akhirnya cerita ini haha. Ok, langsung aja.

Cast:

Cho Kyuhyun

Kim Kyuhyun

Lee Kyuhyun

Kim Kyuhyun

Pemain lain sesuai jalan cerita^^

Pair:

Kyuwook

Kyumin

WARNING!

Typo(s), dan seperti biasa ff ini transgender. Alasan masih sama, masih nggak tega ngeliat bias yaoi. Hehe.

Oh iya, if you don't like, please don't read :D

And, please don't be silent reader :D

Summary:

Kau mencoba menyembunyikan air matamu, tapi aku mendengar isakanmu.. Kau mencoba menyembunyikan rasa sakitmu, tapi aku melihat lukamu.. Cara kau melupakanku itu salah, bolehkah aku datang & menemanimu lagi? / Kyuhyun-Kyuhyun-Kyuhyun-Kyuhyun /Kyuwook-Kyumin

Note:

Judul sama cerita nyambung atau 'nggak? Ah baca sendiri aja.

.

Selamat Baca Cerita Selanjutnya!^^

Dua minggu sudah berlalu semenjak Kyuhyun sadar. Akhir-akhir ini Kyuhyun jarang, bahkan tak pernah bertemu dengan Ryeowook. Paling tidak, Ryeowook hanya menatap Kyuhyun dari jendela kamar inapnya.

Sedangkan di kamar tersebut terdapat Kyuhyun yang tengah berdua dengan Sungmin. Mereka sangat mesra, layaknya sepasang kekasih. Dan kejadian itu membuatnya teringat akan memorinya dengan Kyuhyun dulu.

Ryeowook terduduk di depan kamar Kyuhyun.

CKLEK!

Pintu kamar Kyuhyun terbuka, sontak Ryeowook menatap seseorang yang keluar dari kamar tersebut. Sungmin yang keluar dari kamar tersebut. Satu ekspresi dengan Ryeowook, Sungmin juga kaget dengan pertemuan mereka.

"Hey, Minie…" sapa hangat Ryeowook.

"Hey…" Sungmin terduduk di samping Ryeowook. "Wookie… ada yang ingin ku katakan padamu. Bisakah kita bicara? Tapi tidak disini…"

"Baiklah.."

Ryeowook mengikuti langkah Sungmin. Hingga akhirnya mereka berhenti di taman rumah sakit. Mereka terduduk di salah satu bangku disana.

"Apa yang ingin kau bicarakan?" Ryeowook senyum dengan penasaran menguasai fikirannya.

"Sebelumnya, aku ingin minta maaf padamu. Benar-benar minta maaf padamu. Mianhae, Jeongmal mianhae, Wookie…"

Raut wajah Ryeowook berubah. Begitu pula dengan Sungmin. Raut wajahnya juga berubah. Dahinya berkerut, "Untuk apa?"

"Aku mencintai kekasihmu…." Ucap Sungmin takut. "Maafkan aku, Wookie… Aku tak mengerti semuanya akan terjadi seperti ini. Mianhae Wookie, Mi—" maaf Sungmin dengan menunduk.

"Aku mengerti, Minie…" Ryeowook mengusap tangan Sungmin. "Aku bisa mengerti. Cinta bisa tumbuh dari kebiasaan, bukan? Resiko ini sudah ku fikirkan sejak dulu… Dengan memaksamu menjadi kekasihnya, itu akan membuat kalian saling sayang, itu hal yang wajar, Minie… Aku sudah mempersiapkan mentalku.." Sungmin mencoba agar Ryeowook tidak merasa tidak enak padanya.

Ryeowook memeluk Sungmin, Ryeowook merasa seakan-akan sebentar lagi ia akan kehilangan Kyuhyun.

Tiba-tiba sekelibat memori tentangnya dengan Kyuhyun kembali terputar di fikirannya. Air mata Ryeowook menetes. Seperti inikah akhirnya?

"Ku mohon satu hal, jaga Kyuhyun, ne?" pinta Ryeowook sebelum ia memutuskan untuk meninggalkan Sungmin dan memecahkan tangisnya itu.

.

.

.

Hari pertama Kyuhyun kembali masuk ke sekolah. Sungmin mengantar, menuntun Kyuhyun menuju kelasnya. Banyak murid-murid lain yang mengerutkan dahinya. Yang mereka tahu, Kim Ryeowook lah seorang yeojachingu Kyuhyun.

Ketika mereka berdua melewati depan Kyuhyun, mereka terdiam. Tak ada sepatah katapun. Jangankan menyapa, tersenyum saja tidak.

Hatinya sungguh merasa sakit. Terlebih beberapa orang di hadapannya bertanya-tanya, "Ryeowook mengapa diperlakukan seperti itu pada sahabatnya?" banyak penduduk sekolah yang bertanya-tanya seperti itu. Namun Ryeowook hanya dapat terdiam menunduk malu dan sedih.

Seperti dulu, Kyuhyun datang masuk ke ruang musik. Ekstrakulikuler yang dulu mereka berempat jalani tiap minggunya.

Ryeowook terduduk sembari menunggu seonsaengim yang akan mengajar. Tak lama kemudian Kyuhyun datang, bersama Sungmin. Lagi-lagi Ryeowook menghembuskan nafasnya. Ia tak kuasa selagi teman-temannya menyoraki Sungmin dan Kyuhyun. "Huoo, kalian baru saja jadian?" Seharusnya aku yang ada di sampingmu saat ini, Kyu. Wookie, ini adalah resiko, Wookie… bertahanlah… Ryeowook mengumpat dalam hati.

Tak kuasa, Ryeowook pergi keluar dari ruangan musik ini. Ryeowook memilih terduduk di taman sekolahnya. Lagi-lagi sekelibat memori tentangnya dengan Kyuhyun kembali terukir di fikirannya.

"Inikah rasanya tidak putus tetapi putus? Hiks… Hiks…" Ryeowook menangis. Ia mengeluarkan album foto mereka. Ia merindukan saat-saat bersama Kyuhyun. Disaat ia berfoto-foto dengan Kyuhyun. Dengan Sungmin dan juga Kyuhyun. Ah, Ryeowook benar-benar merindukan itu semua.

Ia mengusap foto kenangan mereka. Kini ia hanya sendirian. Sendirian. Selalu sendirian. Tak ada yang menemaninya lagi. Kalau saja Ryeowook boleh memohon, Ryeowook ingin kali ini Kyuhyun datang dan ingat semuanya. Ingat kenangan mereka. Tentunya ingat, siapa dirinya.

Ryeowook kembali menangis ketika ia melihat foto ketika Kyuhyun memberikan kue pada Ryeowook ketika ia ulang tahun. Tangis Ryeowook semakin deras.

Tiba-tiba terdapat jemari yang menyentuh pundak Ryeowook Sontak Ryeowook menoleh pada orang yang menyentuhnya. Ia sungguh tak percaya dengan siapa yang menyentuh pundaknya.

"Sebenarnya kau itu siapaku? Mengapa kau selalu ku ingat? Mengapa aku banyak menyimpan puisi yang dulu ku buat untukmu? Bukan untuk Sungmin" orang itu marah-marah pada Ryeowook. Dan orang itu tak lain tak bukan adalah Kyuhyun.

Ryeowook terkejut mendengar pertanyaan Kyuhyun. "Aku hanya temanmu dan teman Sungmin dulu." Singkat Ryeowook yang masih tak percaya dengan kedatangan Kyuhyun.

Kyuhyun menyipitkan matanya. Ia tidak percaya. Namun ia memilih untuk pergi.

.

.

.

Hari cukup cerah. Membuat Ryeowook semangat menuju sekolahnya. Meskipun ia masih terfikirkan dengan masalahnya bersama Kyuhyun, namun ia harus melupakan Kyuhyun. Bagaimanapun juga, saat ini Kyuhyun adalah kekasih sahabatnya. Maaf, sahabat yang kini melupakannya.

Ketika sampai sekolah, Ryeowook sungguh terkejut ketika mendengar Kyuhyun tak sadarkan diri. Ryeowook ingin menjenguknya, namun ia pasti hanya akan mendengar ocehan dan marahan dari Kyuhyun. Lebih baik tidak usah datang.

Dengan begitu, Kyuhyun memilih untuk duduk di taman sekolah saja. Ia ingin mencurahkan segala fikirannya. Ia mengeluarkan buku diarynya.

Aku mencoba menyembunyikan air mataku…

Aku mencoba menyembunyikan rasa sakitku…

Aku mencoba melupakan kenangan tentangku dan dia…

.

.

.

Kyuhyun terbangun dari pingsannya beberapa menit yang lalu. Di sampingnya sudah terdapat Sungmin yang tersenyum ke arahnya. "Dimana Ryeowook?" tanyanya panik.

Tak kalah, Sungmin juga lebih bingung mendengar pertanyaan Kyuhyun. Merasa tak ada jawaban, Kyuhyun memilih untuk meninggalkan Sungmin.

Ia menemukan Ryeowook yang tengah terduduk di taman. Ia melihat tulisan ungkapan hati yang ditemani tetesan air mata itu.

"Kau mencoba menyembunyikan air matamu, tapi aku mendengar isakanmu.."

"Kau mencoba menyembunyikan rasa sakitmu, tapi aku melihat lukamu.."

"Kau mencoba melupakan kenangan tentang kita, tapi aku sering melihatmu mengingat memori kita."

"Caramu melupakanku itu salah. Bolehkah aku datang dan menemanimu lagi?"

Semua itu respon Kyuhyun ketika ia melihat tulisan ungkapan hati Ryeowook. Ryeowook tak percaya bahwa yang kini ada di hadapannya. Ia fikir semua ini mimpi. Ryeowook tersenyum dan menangis. Kyuhyun memeluk yeoja di hadapannya ini, mencoba meredakan tangis Ryeowook yang begitu deras. Ia tak percaya, keinginannya beberapa bulan terakhir terwujud.

"Mianhae, Wookie…" Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.

.

.

.

END

.

.

Gimana ceritanya? Kurang memuaskan ya? Iya, mian… Aku masih dalam pemulihan kembali membuat fanfiction. Jadi bahasanya juga udah mulai lupa-_-v