ANNYEONG! Aku balik lagi semuaaaa~ Aku cuma pen bilang kalo setiap baca review kalian aku suka ketawa sendiri tau xD
Udah ah kesempatan curcol abis, ini chap lanjutannya ok? Maap lama update ._.v
Super Junior Daily School Life
Author :
Ryuuga1315
Cast :
Super Junior
Para guru yang jadi korban (oc)
Genre :
School Life & Friendship
Rated :
T
Disclaimer :
Super Junior (SM)
Story (Me!)
Warning :
Typo, Gaje, ngebosenin, OOC, no plagiat, kalo abis baca trus sakit perut silahkan ke toilet secepatnya .-.
Don't Like Don't Read Ok?
~*~Happy Reading~*~
*SuperJuniorDailySchoolLife*
Pemandangan sangat biasa kembali terlihat di gerbang sekolah, beberapa murid yang tidak patuh aturan karena seragam berantakkan, dikenai hukum tidak boleh masuk ke kelas oleh Kepala Sekolah.
Ada seorang murid yang tahu tentang hal ini dari temannya, lalu memberi tahu murid lain yang belum masuk ke gerbang untuk membereskan seragam mereka. Yang berseragam rapih pasti tidak memperdulikan ucapan orang itu, tapi yang seragamnya berantakkan mereka pasti segera membereskannya.
Salah satunya anak kelas XII-J yang mengaku paling terkenal, Zhoumi. Seragamnya cukup berantakkan pagi ini, pagi yang tidak biasa untuknya. Bagaimana tidak? Sebelum berangkat ke sekolah ia harus menunggu bus cukup lama, tapi sebenarnya bukan itu masalahnya... masalahnya adalah dia kesiangan pagi ini.
Setelah seragamnya rapih, anak jangkung itu memasuki gerbang dan dia dibiarkan masuk ke dalam kelas. 'Aku beruntung~' Batinnya dengan senyuman khasnya, beberapa siswa melihatnya dengan wajah aneh, mungkin pikir mereka kenapa orang itu tersenyum sendiri? Dia seperti orang bodoh.
Brruum
Suara mesin mobil membuat Zhoumi menghentikan langkahnya, ia menoleh dan memperhatikan siapa yang turun dari mobil.
Seseorang keluar dari mobil pribadinya, lalu dia sempat berbicara singkat dengan supirnya. Zhoumi mencoba melihat wajah orang itu, "Itu... Apa itu Siwon?". Dia terus mencoba meyakinkan dirinya jika itu adalah Siwon dan ternyata, itu memang Siwon.
"Huh! Penglihatanku memang tak pernah salah sedikit pun! OY SIWON!" Teriakkan Zhoumi membuat Siwon segera berlari cepat kearah salah satu teman kelasnya itu. Setelah Siwon berada tepat di dekatnya, ia justru melihat Siwon dengan tatapan mengejek "Kau masih diantar ke sekolah? Pfft... Harusnya kau malu kawan~ aku saja harus menunggu bus cukup lama pagi tadi, kalau aku tahu kau diantar dengan mobil sebagus itu, aku jadi ingin dapat tumpangan darimu hahaha."
"Ish! Apa tujuanmu memanggilku hanya untuk mengatakan hal seperti itu?! Aku menyesal berlari cukup jauh tadi...". Zhoumi sedikit terkejut dengan ucapan Siwon, "Hey, ayolah... aku bukan orang yang seburuk itu, bagaimana jika kita ke kelas sekarang?". Siwon segera melesat ke kelas setelah Zhoumi menyelesaikan kalimatnya, dan Zhoumi? Dia masih terdiam menatap Siwon dengan heran "Apa dia marah padaku? Pfft... Jangan seperti anak kecil!" Ucapnya lalu pergi menyusul Siwon yang sudah cukup jauh.
*SuperJuniorDailySchoolLife*
Suasana kelas XII-J, sudah mulai ramai pagi ini. Topik bahasan mereka pagi ini adalah Kepala Sekolah.
"Si Kepala licin itu benar benar jorok! Saat kami masuk ke kelas, dia sedang mengupil dengan santainya!" Beberapa orang yang mendengar cerita Kangin terlihat jijik dengan kelakuan KepSek mereka. Henry terlihat penasaran "Apa yang dia ocehkan di sana?".
Kali ini Heechul yang ambil kendali, "Sebelum dia bicara panjang lebar, dia memukul kepala kami dengan pemukul serangga! PLAK! PLAK! PLAK! Dan ah... itu benar benar membuat kepalaku pusing! Setelah itu dia mulai bicara. Serahusnya kalian sadar jika kalian ada di kelas akhir, seharusnya kalian sadar jika kalian sudah dewasa, seharusnya kalian pikirkan masa depan kalian, seharusnya kalian bla bla bla~ Hah... Seharusnya dia sadar kita tidak akan terpengaruh dengan perkataan seperti itu! Dasar botak!".
Beberapa orang tertawa mendengar kalimat terakhir Heechul. "Aku tidak tahu apa yang ada di kepalanya tapi rasanya kinerja otaknya mulai tertutupi oleh kotoran, percuma menceramahi kita karena kita hanya mendengarkan nasihat dari seseorang yaitu Young seonsaeng!" Perkataan Hankyung dibenarkan oleh teman temannya.
"Memangnya apa yang kalian lakukan saat dia menceramahi kalian?" Kali inj Ryeowook yang penasaran. "Huehehe! Apa kau benar benar ingin tahu apa yang kami lakukan disana?!" Tanya Zhoumi yang baru saja masuk ke kelas dengan Siwon, Ryeowook mengangguk dengan wajah polosnya.
"Saat dia sedang berbicara panjang × lebar kemarin, dia tidak menatap kami sama sekali tapi justru menatap keluar jendela yang ada di belakangnya jadi posisinya membelakangi kami. Dia benar benar bodoh karena memberikan kesempatan bagi kami untuk bermain dengan mode silent. Aku, Heechul, dan Leeteuk membicarakan kelas lain, Hankyung tidur dalam keadaan berdiri, Kangin dan Donghae bercanda tanpa suara, Siwon memainkan ponselnya, Kibum membaca novel, dan Kyuhyun memainkan PSP nya."
Sungmin berusaha mencerna maksud perkataan Zhoumi tadi, "Jadi tidak satupun dari kalian yang mendengarkannya?"
"TIDAK!"
Gelak tawa terdengar sangat nyaring di kelas itu, kelas yang benar benar bahagia. Tapi ada seseorang yang sangat menderita karena keberuntungannga hilang, "Tapi kalian beruntung karena kalian bersama pergi kesana, saat aku dipanggil aku hanya sendirian disana...".
"KASIHAAAAN..."
Eunhyuk masih memasang wajah muramnya, "Dia bicara padaku soal kelas ini, katanya dia tidak akan peduli dengan kita karena masalah kemarin. Dia juga tidak pernah mau tahu apa yang kita lakukan, mulai sekarang semua yang kita lakukan tidak ada artinya di matanya."
"Apa? Kepala Sekolah lelah hanya dengan masalah itu? Lemah sekali dia." Kyuhyun nampak tidak terima dengan sikap KepSek, tapi tidak ada seorang pun yang menanggapinya.
Bel sekolah berbunyi, semua murid masuk ke kelas mereka masing masing. Murid kelas J duduk di kursi mereka masing masing, setiap hari posisi duduk mereka selalu berubah sesuka hati karena posisinya belum ditentukan.
Ting! Ting!
Seseorang guru memasuki kelas mereka, itu Young Seonsaengnim. Ini bukan jam pelajarannya tapi kenapa masuk kemari?
"Annyeonghaseyo~"
"Ne, Annyeonghaseyo"
"Kalian jangan bingung karena aku masuk ke kelas sekarang, ada sesuatu yang ingin aku atur di kelas ini. Karena aku takut para guru protes dengan tempat duduk kalian yang selalu berubah jadi pagi ini aku ingin mengatur tempat duduk kalian terlebih dahulu, jadi semua silahkan ke depan kelas!".
Semua murid melakukan perintahnya dengan cepat. Young Seonsaengnim memperhatikan satu persatu muridnya, "Nama kalian ku sebut sesuai posisi kalian duduk jadi jangan coba coba pindah. Di baris pertama -dekat pintu- Kibum, Kyuhyun, Siwon, dan Zhoumi." Empat orang yang disebut namanya segera menempati kursi mereka.
"Di baris kedua, Ryeowook, Henry, Donghae, dan Hankyung." Mereka juga menempati posisi mereka, Sepertinya posisi itu adalah posisi yang menyenangkan untuk Donghae dan Henry.
Young Seonsaengnim kembali melanjutkan tugasnya, "Di baris ketiga, Sungmin, Eunhyuk, Yesung, dan Kangin." Tanpa basa basi mereka segera mengisi tempat itu. Yesung juga kembali melanjutkan tidurnya dengan nyenyak.
"Dan sisanya di baris terakhir, Leeteuk, Heechul, dan Shindong." Mereka segera mengisi tempat itu. Dan masih ada sisa satu bangku yang tersisa di belakang Shindong, tapi dibiarkan begitu saja oleh Young Seonsaengnim. "Jangan berpindah tempat duduk, jika kalian pindah kalian akan dapat hukuman dariku, mengerti?"
"Kami mengerti!"
Young Seonsaengnim tersenyum dengan cerah, "Bagus, kalau begitu aku akan mengajar di kelas lain, Semoga hari kalian menyenangkan! Annyeong!" Young Seonsaengnim melangkahkan kakinya keluar dari kelas itu setelah anak anaknya menyapanya dengan senyum terbaik mereka.
Beberapa saat kemudian keadaan kelas berubah menjadi kacau, mereka bermain bahkan memukul mukul meja sambil bernyanyi seperti biasanya. Beberapa dari mereka hanya sibuk dengan dunianya sendiri. Maklum saja murid perempuannya ada di gedung sebelah jadi jika keadaan kelas kacau tidak akan ada yang berteriak untuk diam.
Ting! Ting!
Bunyi bell dari pintu masuk guru membuat mereka kembali ke tempat duduk mereka, dan bersikap sebagaimana wajarnya. Leeteuk berdiri di ikuti teman temannya "Beri salam!"
"Selamat Pagi pak!"
"Selamat pagi juga anak anak, silahkan duduk."
Mereka kembali duduk dan mencari posisi yang nyaman untuk mendengarkan ocehannya. Dia adalah guru BP yang mengajar di kelas ini, Namanya Yoo Jinyoung dan para murid memanggilnya Yoo Seonsaengnim. Dia adalah guru yang cukup menyenangkan.
"Ekhem! Aku tidak tahu darimana aku mulai, tapi apa aku boleh bertanya sesuatu pada kalian?" Mereka menggangguk dan mempersilahkan Yoo Seonsaengnim untuk bertanya pada mereka.
Wajah Yoo Seonsaengnim tampak cerah melihat mereka semua, "Siapa yang membuat kelas ini menjadi terlihat sangat luar biasa?"
"Tentu saja kami semua!" Jawab Donghae dengan bangganya. Yoi Seonsaeng nampak memberikan senyumannya "Ah... kerja yang bagus, apa... diantara kalian terdapat suatu kelompok atau gang?"
Mereka melirik satu sama lain, rasa aneh datang lewat pertanyaan guru yang ada di depan mereka ini. Leeteuk mengangkat tangannya "Rasanya tidak ada, karena jumlah kami sedikit jadi kemungkinan besar gang seperti itu tidak ada di kelas ini."
"Benar begitu?" Tanya Yoo Seonsaeng untuk meyakinkan dirinya sendiri, mereka semua mengangguk yakin. Yoo Seonsaeng nampak lega mendengarnya, "Syukurlah... kalian beruntung ada di kelas ini."
"Kenapa begitu? Kami kena hukuman kemarin apanya yang beruntung?!" Kali ini Kangin yang merasa heran. Yoo Seonsaeng terdiam lalu menjawab pertanyaan Kangin, "Kalian beruntung karena murid yang ada di sini sedikit. Apa kalian tidak tahu? Kelas lain selalu punya penguasa kelas di kelas mereka masing masing. Para penguasa kelas itu biasanya orang yang sangat dipuji bahkan ditakuti di kelas, sebagsi contoh Kim Jaejoong dan empat temannya dari kelas A."
Beberapa murid yang mendengar itu nampak sedikit kesal setelah mendengar nama 'Jaejoong'. Ryeowook mengangkat tangannya "Apa di kelas lain juga seperti itu?", Yoo Seonsaeng mengiyakan pertanyaan Ryeowook, "Begitulah... entah kenapa kelas akhir tahun ini semua muridnya nampak sangat bermasalah, terutama kalian yang kemarin membuat heboh karena masalah bertubi tubi."
"Sebenarnya membuat komplotan di kelas seperti itu tidak masalah jika tujuannya baik, tapi yang sering terjadi adalah untuk menindas orang lain yang lebih lemah." Yoo Seonsaeng nampak memijat mijat dahinya, kepalanya mulai berkunang kunang jika memikirkan masalah ini.
Yoo Seonsaeng sepertinya semakin pusing, mereka melihat keadaan guru yang semakin lemah mulai memanfaatkan kesempatan berharga ini. Mereka saling bertatap satu sama lain, Leeteuk mendekati Yoo Seonsaeng yang tergolek tak berdaya di mimbar kelas "Yoo Seonsaengnim! Apa anda baik baik saja?"
"Aku tidak tahu, kepalaku terasa sangat berat... pamdanganku juga mulai kabur..." Ujarnya dengan sangat lemas. Kyuhyun segera berlari mendekati Yoo Seonsaeng "KONDISIMU SANGAT BURUK SAAT INI! KAU HARUS KE UKS SEKARANG JUGA!" Kyuhyun menyuruh teman temannya yang lain untuk berakting juga seperti dia, Leeteuk hanya tersenyum dengan lebar.
"SEONSAENGNIM! CEPAT KE UKS SEKARANG! KAU SEDANG TIDAK SEHAT!"
"Kami tidak ingin kehilanganmu Seonsaengnim!"
"JANGAN PAKSAKAN DIRIMU!"
"UWAAA YOO SEONSAENGNIM!"
"KALAU KAU TETAP DISINI PENYAKITMU TIDAK AKAN SEMBUH!"
"AAAAAAAAAAAAAAAAA SEONSAENGNIM JANGAN MATI DULU!"
Ocehan mereka sukses membuat kepala Yoo Seonsaengnim semakin pusing. Leeteuk menyuruh teman temannya diam tanpa suara lalu kembali bertanya "Apa kau ingin kami bawa ke uks sekarang?"
"Kurasa iya aku sudah tidak kuat lagi..."
Wah! Mereka benar benar senang hingga bangkit dari kursi mereka dan merayakan kelas kosong dalam diam agar tidak ketauan. Leeteuk dan Kyuhyun keluar kelas untuk mengantar Yoo Seonsaeng ke UKS, keadaan saat itu hampir saja kembali berisik dengan teriakkan teman teman mereka yang lain tapi, kejadian itu cepat dicegah oleh Leeteuk yang memberi isyarat pada mereka untuk diam.
Setelah itu Leeteuk dan Kyuhyun melanjutkan perjalan mereka menuju UKS, sesampainya disana petugas UKS mulai menangani Yoo Seonsaengnim. "Ah... Terima kasih ya karena sudah membawa Yoo Seonsaeng kemari secepatnya, sakit kepalanya akhir akhir ini selalu kambuh. Oh iya, siapa yang menjadi guru pengganti di kelas kalian?".
Leeteuk terdiam bingung tidak tahu harus menjawab apa, jawaban dari pertanyaan itu belum dia pikirkan sebelumnya "A-ah... i-itu" Leeteuk kembali terdiam.
Kyuhyun mengambil kendali, "Kalau tidak salah ada Young Seonsaengnim di kelas, tapi kami tidak tahu apa yang ingin dia bicarakan karena kami kemari." Leeteuk terkesan mendengar jawaban yang dikarang oleh Kyuhyun. Petugas UKS itu juga percaya dengan kebohongan Kyuhyun, lalu membiarkan mereka kembali ke kelas.
Leeteuk dan Kyuhyun pun pamit lalu kembali ke kelas mereka, diperjalanan menuju kelas Kyuhyun menatap Leeteuk dengan sinis. "Karena kau kita hampir dicurigai, untung aku cepat bertindak jika tidak kita tidak akan dapat kelas kosong!" Bentak Kyuhyun dengan suara pelan agar tidak dapat didengar oleh orang lain.
Tapi, mereka justru berpapasan dengan Young Seonsaengnim di lorong. "Apa yang kalian lakukan disini? Bukankah seharusnya kalian berada di kelas?", tubuh mereka sedikit kaku mendengar pertanyaan dari Young Seonsaengnim.
Kali ini Leeteuk yang ambil kendali, "Tadi... aku mengembalikan buku ke perpustakaan dan Kyuhyun pergi ke toilet, saat di perjalanan kembali ke kelas kami berpapasan jadi kami berjalan bersama menuju kelas." Kyuhyun juga mengiyakan kebohongan Leeteuk.
Young Seonsaengnim nampak sedikit curiga dengan jawaban Leeteuk, "Kau mengembalikan buku ke perpustakaan di jam pelajaran? Kenapa tidak di kembalikan saat istirahat nanti?!", Leeteuk tersentak mendengar pertanyaan itu "Itu karena aku meminjamnya dua hari yang lalu di jam ini juga, itu hanya buku cerita yang tipis jadi petugas perpustakaan menyuruhku untuk mengembalikannya tepat waktu!".
Young Seonsaengnim akhirnya percaya dengan kebohongan Leeteuk, Kyuhyun menunjukkan ekspresi kagumnya dalam hatinya sendiri. "Lebih baik kalian kembali ke kelas sekarang, jika tidak kalian akan ketinggalan pelajaran."
"Baik!"
Akhirnya mereka berpamitan dengan wali kelas mereka, dan mengelus dada masing masing mereka benar benar beruntung kali ini. Kyuhyun tertawa kecil karena kebohongan Leeteuk berhasil membuat Young Seonsaeng percaya pada mereka "Tidak kusangka, ternyata kau ini orangnya cepat belajar juga ya kkk".
"Begitukah? Hehe lebih baik kita segera ke kelas sekarang!" Ucapannya Leeteuk membuat kaki mereka memacu kecepatan agar cepat sampai di kelas. Sesampainya di kelas mereka disambut oleh pertanyaan teman temannya, mereka hanya mengisyaratkan 'OK' lalu Donghae dan Kangin menarik mereka masuk ke dalam kelas.
"Ceritakan apa yang terjadi!" Pertanyaan dari Heechul membuat mereka semua berkumpul dalam satu titik, kecuali Kibum yang fokus pada novelnya. Leeteuk dan Kyuhyun menceritakan semua kejadian yang mereka alami beberapa menit yang lalu dengan serunya.
Mereka menyimak cerita dengan sangat serius, ada saja yang menjadi hal seru saat Leeteuk dan Kyuhyun menceritakan wajah panik mereka masing masing. Kyuhyun bercerita dengan suara yang keras, "Saat itu dia tidak bisa berbohong sama sekali jadi aku yang membohongi petugas UKS. Tapi saat kami bertemu dengan Young Seonsaeng di lorong, aku yang tidak bisa berbohong jadi dia yang membohonginya! Dan kerennya dia mempercayai ucapan bohong itu! Aku hanya mengajari Leeteuk berbohong sekali tapi dia melakukan sampai dua kali! Dia benar benar sangat cepat belajar!".
Mereka tertawa dan memuji Leeteuk yang mulai pandai berbohong, Kibum nampak tertarik dengan pembicaraan teman temannya tapi wajahnya tetap saja dingin "Jadi kau mulai pandai berbohong dan bangga dengan itu?". Leeteuk dan yang lain terdiam mendengar pertanyaan mematikan dari Kibum.
"Tapi tidak masalah jika kau berbohong untuk kita semua dan bukan untuk melindungi dirimu sendiri."
Apa? Kibum yang terkenal dingin berbicara seperti itu? Ini benar benar mengejutkan! Terlebih dia mengatakannya dengan senyum yang terlikus indah di wajahnya. Kibum menutup novelnya dan beranjak dari tempatnya "Boleh aku bergabung?"
Mereka tersenyum dengan cerah, Yesung berdiri dan merangkul Kibum "Tentu saja!", Sungmin segera mengambil bangku kosong untuk tempat duduk Kibum. Kibum sedikit terkejut "Ah.. tidak perlu, aku bisa duduk di meja."
Sungmin hanya tersenyum, "Anggap saja ini sambutan dari kami." Kibum merasa tidak punya pilihan lain, jadi dia duduk di kursi yang di sediakan oleh Sungmin.
Hening...
"YA AMPUN~! KENAPA SUASANANYA JADI CANGGUNG BEGINI?!" Kangin tidak tahan dengan keheningan yang terjadi. Mereka terkekeh mendengar keluhan Kangin, Eunhyuk menepuk tangannya sesekali "Ayo bicarakan rencana selanjutnya!".
"Rencana? Rencana apa?" Pertanyaan Henry mewakili teman temannya yang juga kebingungan. Eunhyuk memasang evil smirk nya "Rencana untuk menakuti para guru agar tidak mengajar di kelas kita. Aku sedang malas belajar hari ini, dan aku pikir kalian juga sama sepertiku jadi... aku ingin mengerjai mereka semua, aku menyebutnya sebagai sambutan selamat datang dari kelas kita, bagaimana?".
"Aku setuju! Aku suka rencanamu!" Jawab Shindong dengan keripik yang memenuhi mulutnya. Donghae menepuk bahu Eunhyuk dengan senyuman, "Aku suka jalan pikiranmu!" Eunhyuk membalasnya dengan senyuman juga.
Shindong berusaha menelan semua isi mulutnya tadi, "Ah... setelah ini pelajarannya Go Seonsaengnim, itu artinya sejarah... aku malas jika dia yang mengajar." Sungmin setuju dengan Shindong, "Ya kau benar! Dia mengajar sejarah dengan cara bicara yang seperti di slow motion dan itu sangat membosankan!". Beberapa murid di sana juga setuju dengan Sungmin.
"Jadi apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Ryeowook dengan wajah polosnya, mereka semua terlihat sedang berpikir. Sesuatu terbesit di otak Kangin, "Seingatku dia takut dengan bunyi ledakan karena terlalu banyak melihat perang."
Kibum berusaha meyakinkan dirinya "Seperti sesuatu yang meledak bertubi tubi?", Kangin mengangguk yakin "Ya ya seperti itu." Hankyung mendapat ide cermelang "Apa ada yang membawa banyak balon?".
Henry mengangkat lengannya tinggi, "Aku membawanya!". Henry menjadi pusat perhatian mereka sekarang, Heechul sedikit merasa geli karena ini "Apa yang kau lakukan hah?! Kenapa kau bisa membawa banyak balon ke sekolah? Ku kira tidak akan ada yang menjawab pertanyaan Hankyung."
"Hey~ setidaknya dia dapat menyempurnakan rencana kita!" Protes Hankyung dengan wajah kesalnya. Heechul kembali tertawa, "Bukan itu yang ku permasalahkan dasar payah! Yang ku tanyakan padanya sekarang adalah kenapa dia bisa membawa balon kemari!?".
"Kemarin malam, ada sepupuku yang berulang tahun jadi aku ikut merayakannya, dan sisa barang barang pestanya aku bawa pulang. Saat aku ingin berangkat kemari aku salah membawa tas. Jadi semuanya ada di dalam sana." Jelas Henry dengan santai.
Hankyung dan Yesung menggeledah tas milik Henry tanpa izin, mereka mengeluarkan semua isinya dan mereka menemukan barang yang mereka incar. Hankyung tersenyum licik "Ini sempurna!".
Ryeowook terlihat kebingungan, "Jadi apa yang akan kalian lakukan?". Kangin mengisyaratkan teman temannya untuk berkumpul di sekitarnya, lalu membisikkan rencana yang ada di pikirannya, "Bagimana?"
"SETUJU!".
Mereka mulai menyiapkan 'Sambutan selamat datang' untuk Go Seonsaengnim. Setelah semuanya siap, mereka bersiap di tempat duduk mereka masing masing dengan balon besar di atas meja mereka. Sekarang mereka hanya menunggu bel pergantian guru berbunyi.
Ting! Tong! Ting! Tong!
Bel pergantian jam berbunyi dengan nyaring sampai seluruh penjuru sekolah. Para guru mulai beranjak dari satu kelas menuju kelas yang lain, meskipun ada beberapa guru yang masih bertahan di kelas. Hal yang biasa terjadi saat pergantian ini adalah keadaan kelas yang menjadi gaduh, kecuali kelas A yang ya... kalian tahu sendiri lah~ dan kelas J yang sudah siap dengan 'Sambutan selamat datang' mereka untuk Go Seonsaengnim.
Zhoumi yang tempat duduknya paling dekat dengan pintu murid, sedang mengamati keadaan sekitar lorong dari pintu itu. Matanya yang tajam mengarah pada satu arah, keadaan kelas J benar benar hening tanpa suara karena menunggu signal dari Zhoumi.
Setelah mengamati cukup lama sampai matanya pegal. Zhoumi menangkap bayangan yang datang dari arah tangga, dia memberi signal untuk bersiap pada teman temannya. "Apa dia datang?" Ryeowook sepertiya ragu dengan rencana teman temannya.
Tidak ada yang memperdulikan pertanyaan dari Ryeowook, Zhoumi juga masih fokus pada penglihatannya. Secara perlahan lahan bayangan itu semakin dekat ke ujung tangga.
Tap!
Dia sampai di sana dan mulai melangkahkan kakinya menyusuri lorong menuju kelas J. Zhoumi bangkit dari posisinya, "Dia datang! Bersiap di posisi!". Go Seonsaengnim semakin dekat dengan pintu masuk kelas J.
Ting! Ting!
"Annyeonghaseyo~"
"Ne Annyeonghaseyo Seonsaengnim..."
Go Seonsaengnim tidak curiga sama sekali, wajahnya bahkan cerah cerah saja pagi ini. "Wah! Ini pertama kalinya aku masuk ke kelas ini, kelas yang benar benar luar bisa~".
"Terima kasih karena sudah memuji kelas kami~" Sungmin memasang senyuman terbaiknya. Sebenarnya bukan hanya Sungmin yang tersenyum saat itu, tapi senyuman yang lain adalah senyum setan.
Go Seonsaengnim memperhatikan mereka semua, "Kalian juga menyiapkan balon yang cantik, apa di kelas ini ada yang sedang berulang tahun?". Yesung tersenyum seperti biasa "Ah... tidak. Tidak ada yang berulang tahun hari ini, tapi ini semua untuk menyambut anda."
"Apa? Menyambutku?".
Heechul memainkan rambutnya yang agak panjang, "Ya! Tentu saja! Ini adalah peetama kalinya kau mengajar di kelas kami jadi~ biarkan kami menyambutmu." Go Seonsaengnim nampak tersanjung dengan mereka.
"Baiklah! Ini semua untuk menyambut Go Seonsaengnim!" Leeteuk bersiap memberi perintah, dia mengangkat tangannya lalu menjatuhkannya
"SELAMAT DATANG DI KELAS XII-J!"
DOR! DOR! DOR! DOR! DOR! DOR! DOR!
"UWAAAAAA! TOLONG LINDUNGI AKU TOLONG! AAAAAA!" Go Seonsaengnim yang ketakutan berusaha keluar dari kelas itu tapi sayang pintu guru tidak bisa terbuka sama sekali -karena sudah di kunci oleh Zhoumi saat balon dipecahkan-, satu satunya cara agar dapat keluar dari kelas itu adalah melewati para murid dan keluar lewat pintu murid.
Go Seonsaengnim menelan air liurnya, dengan keringat yang deras bercucuran dia berusaha sekuat tenaga untuk pergi dari sana. Dia melangkahkan kakinya melewati para murid yang memecahkan balon terus menerus. Ia menutup telinganya kuat kuat dan akhirnya sampai di pintu murid, "Aku tidak ingin mengajar disini!" Setelah itu dia berlari keluar dari kelas itu.
Murid kelas J hanya memandang kepergian Go Seonsaengnim dengan wajah heran, tapi tak lama setelah itu...
"BUAHAHAHAHAHAHAHA!"
"Rencana kita sukses!" Zhoumi benar benar bangga dengan keberhasilan ini. Henry menarik narik rambutnya sendiri, "Ini menyenangkan! Siapa lagi selanjutnya!? Siapaaaa!?".
Mereka nampak ketagihan dengan hal ini. Tapi di sisi lain ada seseorang yang tidak setuju dengan apa yang dilakukan teman temannya, Kim Ryeowook. Ia menunduk dalam diam, Ryeowook merasa apa yang diperbuat oleh teman temannya adalah hal yang salah.
"Anoo... Apa kalian tidak merasa bersalah sama sekali?". Mereka menjadikan Ryeowook sebagai pusat perhatian dalam diam, Ryeowook merasa berat mengatakan hal yang ingin dia sampaikan, "Kalian membuatnya lari ketakutan, kita tidak akan pelajaran hari ini jika terus melakukan hal seperti ini. Apa kalian tidak takut jika kepala sekolah menghukum kita 'lagi' ?".
"Bukankah sudah ku bilang kalau kepala botak itu tidak akan memperdulikan kita lagi? Apa yang harus kau takuti?" Eunhyuk nampak tidak senang dengan sikap penakut Ryeowook.
Ryeowook berusaha melawan Eunhyuk, "Yang kutakuti adalah kita akan semakin di cemooh oleh kelas lain! Kelas kita akan jadi bahan ocehan para guru! Murid kelas lain pasti akan tahu hal ini! Bukankah kita sudah berjanji untuk menujukkan kelas kita adalah kelas yang terbaik?! Apa ini yang kau sebut baik?! Kau yang mengatakkannya kemarin! Kenapa mudah sekali kau melupakan janji yang kau buat?! Lelaki macam apa kau ini hah?!".
SKAKMAT! Eunhyuk tidak dapat membuka mulutnya lagi. Mereka semua benar benar terkejut dengan perkataan Ryeowook, ini pertama kalinya mereka melihat Ryeowook berkata sekeras itu.
Nafas Ryeowook terengah engah, tapi setelah sadar apa yang sudah dia katakan ia segera menggigit bibirnya lalu menutup mulutnya, ia menangis. "A-aku... aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk mengatakan hal itu. Aku sungguh minta ma-!" Ucapan Ryeowook terhenti saat Eunhyuk menyentuh bahunya.
"Tidak... kau benar, aku yang salah." Mata Eunhyuk mulai dipenuhi oleh air mata, matanya berlinang linang. Air matanya mulai jatuh, begitupun dengan Ryeowook, wajah Eunhyuk jadi semakin jelek "Aku ini orang yang buruk huaaa!". Akhirnya mereka menangis dalam pelukan.
Yang lain memandang mereka dengan tatapan aneh, Kyuhyun mendengus "Dasar cengeng."
Ryeowook dan Eunhyuk masih menangis tersedu sedu, Kibum mendekati mereka berdua "Hey! Hentikan itu! Itu menjijikan!". Ryeowook dan Eunhyuk berhenti menangis dan membuat jarak satu sama lain.
"Dengar, jika aku melihat rencana ini. Ini bukan hanya untuk bersenang senang, tapi disisi lain aku menganggap ini untuk mengamati para guru. Jika hal seperti ini saja mereka sudah takut, bagaimana nanti saat mereka mengajar di kelas kita selama setahun?" Mereka setuju dengan pendapat Kibum.
Kyuhyun juga membenarkan hal itu, tapi dia memiliki pemikiran yang agak berbeda "Tapi guru yang sudah ditakuti hari ini, lalu kembali di jam pelajarannya di kemudian hari. Juga salah satu guru yang memiliki nyali yang besar, Aku benarkan?" Kibum setuju, "Ya, kau benar."
"Jadi kita kembali melanjutkan rencana kita?" Tanya Siwon yang sudah tak sabar. Donghae tersenyum pasti, "Tentu saja! Tapi setelah istirahat. Lebih baik kita pikirkan rencana berikutnya, agar waktu istirahat kita gunakan untuk mengumpulkan barang barang yang kita butuhkan!".
Mereka kembali membentuk lingkaran yang sangat rapat, dan merencanakan apa yang akan mereka lakulan nanti. Mereka benar benar berusaha menjaga rahasia mereka ini. Ide demi ide telah dikeluarkan oleh mereka, ada pro dan kontra yang terjadi disana sampai akhirnya kesepakatan telah didapat. Mereka akan mengerjai semua guru yang mengajar setelah istirahat pertama dan kedua.
Teng! Tong! Teng! Tong~ Teng... Tong! Teng! Tong~ (bunyinya kaya bel di Jepang)
Bel itu berbunyi, itu artinya istirahat pertama telah menunggu semua murid yang ingin melakukan apapun dengan leluasa. Kelas J mencapai kesepakatan terakhir mereka, "Jadi itu adalah rencananya, sekarang ayo lakukan!".
Mereka mulai menyebar ke beberapa tempat yang sudah di atur oleh Leeteuk, dan beberapa orang tetap berada di kelas seperti biasa. Donghae dan Heechul di tugaskan untuk pergi mencari ember dan tali.
"Ini diluar dugaanku, tidak kusangka mereka akan secerdas itu..." Gumam Heechul untuk memulai pembicaraannya dengan Donghae. Anak di samping Heechul nampak agak sedikit aneh dengannya "Kau ini! Mereka memang cerdas! Itu sudah terlihat karena mereka berdua adalah mantan anak kelas A".
Heechul terkekeh, "Tidak semua anak kelas A adalah anak yang cerdas. Murid kelas A itu terpilih berdasarkan kemampuan berpikir mereka, keahlian sempurma dalam bidang akademik, sikap, sopan santun, tata krama, kerapihan, kebersihan, dan ketepatan waktu. Nah sekarang, coba kau lihat Kibum dan Kyuhyun, apa mereka memenuhi semua standar itu?".
"Tidak!" Jawab Donghae dengan singkat. Mata Heechul mengarah kearah lain, "Itu sebabnya mereka berada di kelas J tahun ini, mereka tidak suka ada di kelas itu. Kelas A adalah kelas dengan sifat individualis yang luar biasa parah, tidak ada orang yang dapat dipercaya di kelas itu. Sifat mau menang sendiri selalu muncul di hati para murid kelas A, karena mereka merasa mereka adalah murid paling pintar di sekolah walaupun kenyataannya tidak."
Heechul kembali melanjutkan pembicaraannya, "Itu semua benar benar berbanding terbalik dengan kelas kita. Kelas J dipilih berdasarkan sifat solideritas yang tinggi, keahlian murid di bidang masing masing, keberanian, dan prestasi di sekolah. Tidak peduli berapa kali kelas kita membuat masalah, guru tetap akan mendukungnya jika semuanya adalah hasil kerja sama, tapi itu tidak berlaku jika kita mencoba hal buruk yang dapat mencelakakan diri kita sendiri. Jadi bisa dikatakan yang sebenarnya jenius adalah kita."
"Darimana kau tahu?!" Donghae tidak percaya dengan pembicaraan Heechul. "Aku pernah menanyakan hal ini pada Young Seonsaengnim dulu, dan akhirnya aku juga masuk kelas J" Jawab Heechul dengan santai.
Setelah mendapatkan apa yang mereka cari, mereka segera kembali ke kelas mereka. Kali ini Donghae yang membuka suaranya, "Ngomong ngomong soal hukuman. Kemarin saat aku berbicara dengan Kyuhyun. Dia bilang dia pernah mempunyai masalah dengan Kelala Sekolah, dan jika dihitung ini sudah kelima kalinya dia membuat masalah dengan Kepala Sekolah, tapi dia berkata dia tidak akan dikeluarkan dari sekolah dengan santainya, apa kau tahu kenapa?".
Heechul menghentikan langkahnya begitupun Donghae, dia menatap Donghae dengan wajah herannya, "Apa kau ini bodoh? Kyuhyun adalah aset berharga sekolah ini, dia yang akan membesarkan nama sekolah ini ketika lulus dengan nilai yang besar nanti. Nilai akademiknya tidak dapat diremehkan sama sekali, begitupun dengan Kibum. Jadi walaupun dia membuat masalah sampai menggemparkan sekolah sekalipun, Kepala Sekolah tetap tidak akan mengeluarkannya dari sekolah!".
Donghae terdiam mendengar perkataan Heechul. Heechul kembali melangkahkan kakinya diikuti Donghae, "Mereka berdua tidak bisa dianggap remeh sama sekali, terutama dalam bidang akademik. Itu sebabnya mereka masuk kelas A selama dua tahun, dan karena itu juga sifat mereka agak individualis saat pertama kali masuk ke kelas J." Donghae masih terdiam mendengarkan pembicaraan Heechul.
"Ternyata Kibum dan Kyuhyun memang orang yang jenius ya, aku kira semua orang hanya bergurau~" Gumam Donghae yang tak dihiraukan oleh Heechul. Donghae kembali membuka suaranya, "Oh iya, jika tadi kau bilang semua guru tidak aka peduli dengan masalah yang kita buat. Lalu kenapa Young Seonsaengnim selalu menggertak kita?"
"Itu hanya untuk melihat seberapa besar keberanian kita semua..." Jawab Heechul yang terus berjalan dengan santai, Donghae masih terdiam beberapa saat sebelum akhirnya ia mengikuti langkah Heechul.
*SuperJuniorDailySchoolLife*
Jam istirahat masih berlangsung, tapi kelas J sudah sibuk dengan pekerjaan mereka untuk 'Sambutan selamat datang' yang mereka buat.
Leeteuk mengecek barang barang yang sudah dikumpulkan oleh teman temannya, "Ini lebih banyak dari perkiraanku... kerja kalian benar benar luar biasa. Egh... Ngomong ngomong, Eunhyuk darimana kau menemukan banyak serangga serangga ini? Kau pergi kemana dengan Yesung?".
Eunhyuk menyilangkan tangannya tepat di depan dadanya, lagaknya benar benar sombong tapi lucu "Hal seperti itu mudah untukku! Aku mendapatkan itu dari taman anak anak sebrang sekolah!"
"Bukannya kita tidak boleh pergi keluar gerbang sekolah saat jam istirahat?!" Henry nampak sangat terkejut dengan pernyataan Eunhyuk, maklum dia anak baru. Eunhyuk menggelengkan kepalanya seperti menyayangkan wawasan Henry yang masih terbatas soal sekolah ini, "Ck... Ck... Ck... Memang tidak boleh, tapi aku menggunakan akalku untuk bisa keluar dari sana. Caranya? Tentu saja meloloskan diri lewat lubang yang ada di samping sekolah. Yesung hanya bertugas menjaga keadaan agar tidak ketahuan."
Mereka terdiam sejenak lalu menepuk tangan mereka untuk memuji Eunhyuk, yah walaupun saat itu ekspresi mereka biasa biasa saja.
"Terlalu banyak basa basi! Lebih baik, kita segera mulai rencana kita!" Suara Kyuhyun menggema di kelas itu, Leeteuk mengangguk pasti "Mulai!".
Perintah Leeteuk telah memisahkan mereka menjadi beberapa kelompok. Jebakan kali ini dibuat untuk guru wanita asal taiwan yang takut dengan serangga, Liu Seonsaengnim.
Hankyung memasang beberapa pipa besi di sekitar pintu masuk guru, pipa besi di atas pintu masuk salah satunya dapat berputar sedangkan yang lain untuk jalur benang dan penahan. Besi yang berada tepat di atas pintu dijadikan penahan sebuah papan, besi itu adalah satu satunya besi yang dapat berputar.
Papan di atas besi itu sengaja di letakkan agak miring ke kiri, setelah itu papan direkatkan pada besi itu. Yesung yang memasang papan sebelumnya berteriak, "Hyuk! Berikan embernya!". Eunhyuk pun segera memberikan ember penuh berisikan serangga mainan pada Yesung.
Yesung meletakkan lalu merekatkan ember itu (yang arah penganggannya vertikal) di atas papan tadi, ia berusaha menyeimbangkannya saat Kangin mengikatkan tali pada pegangan ember itu. Setelah dirasa cukup kuat, Kangin mulai meletakkan sisa tali yang panjang pada besi besi yang sudah di pasang Hankyung.
Ia memastikan letak tali itu pas dengan jalurnya, lalu ia memasang penahan dari papan pada tali itu. Sisa talinya ia ikat pada paku yang ada di dekat pintu masuk. Shindong juga sudah selesai dengan pekerjaannya memasang pisau pada pintu geser secara horizontal.
Jebakan mereka untuk Liu Seonsaengnim telah selesai!
Henry terlihat sangat takjub dengan rencana dari Kibum itu "Ini luar biasa!". Kibum hanya tersenyum tipis "Terima kasih"
"Bagaimana cara kerjanya?" Kali ini Ryeowook yang penasaran. "Pertama, jika dia menggeser pintu itu maka pisau yang ada di bagian besi bawah pintu akan memotong talinya. Kedua jika talinya terpotong, maka embernya akan bergerak jatuh ke kiri dan menumpahkan isinya. Ketiga penahan yang ada di sana digunakan untuk berjaga jaga, akan jadi hal yang merepotkan jika ember itu terjatuh tepat di kepalanya," Jelas Kibum dengan penuh wibawa.
"Dan jika jebakan ini tidak berhasil, itu artinya kita akan belajar di jam pelajarannya di tambah akan dapat hukuman darinya!" Kalimat terakhir Kibum terdengar seperti ancaman besar bagi mereka. Otak mereka sekarang terfokus pada 'jika gagal, kita akan belajar'.
Bell masuk sekolah telah berbunyi. Mereka segera duduk manis di posisi mereka, kecuali Zhoumi yang bertugas untuk mengintip kedatangan Liu Seonsaengnim.
Tak lama kemudian, Zhoumi melihat Liu Seonsaengnim datang dari arah tangga. "Dia datang!" Zhoumi segera pergi ke kursinya. Mereka semua benar benar cemas sekarang.
Ting! Ting!
Bell pintu masuk terdengar nyaring ke seluruh penjuru kelas. Ini seperti slow motion. Liu Seonsaengnim menggeser pintu masuk tanpa ada rasa curiga, sedangkan para murid memasang wajah cemas mereka.
Pintu itu terus bergeser, terlihat senyuman di wajah Liu Seonsaengnim. Mereka mulai mengeluarkan keringat, jantung mereka berdegup cepat, sedangkan Liu Seonsaengnim tidak menyadari akan ada kesialan untuknya sebentar lagi.
Pintu itu masih bergeser bersamaan dengan langkah masuk Liu Seonsaengnim, 'Semoga talinya putus!' Harap mereka semua dalam hati. Pisau yang ada di pintu semakin dekat tali itu, lalu...
Tes! Sliing! Grkk grkk!
Tali itu terputus!
Ember penuh mainan serangga itu kehilangan keseimbangannya dan terjatuh ke kiri. Penahan tali bekerja dan menahan ember agar tak jatuh, sedangkan mainan itu mulai menghujani tubuh Liu Seonsaengnim...
"KKKKYYYAAAAAA!"
Liu Seonsaengnim benar benar terkejut sampai ia berlari keluar kelas, ia tak peduli siapa yang akan mengajar di kelas itu, intinya dia benar benar ketakutan sekarang.
Hening sesaat...
"KITA BERHASIL!"
Mereka berhamburan dari tempat duduk mereka dan saling berpelukan sampai membuat lingkarang besar. Sungmin mengguncangkan tubuh Kibum berkali kali "Kau jenius Kibum! Kau jenius!".
Kibum hanya tersenyum atas pujian dari teman temannya. "APA KALIAN MERASAKANNYA?! INI TERASA SEERTI KITA BARU SAJA MEMENANGKAN SUATU PERLOMBAAN BERHADIAH BESAR!" Teriak Yesung dengan penuh semangat.
"Jangan terlalu senang dulu, masih ada tiga guru yang belum kita urus!" Kyuhyun sepertinya sedang kesal dengan seseorang yang baru saja dipuji oleh yang lain, jadi moodnya agak hancur saat ini.
Siwon membenarkan perkataan Kyuhyun, "Kau benar, masih ada tiga lagi yang perlu diurus". Kibum menatap dua orang itu dengan tatapan aneh, "Hey! Ini masih terlalu cepag untuk memikirkan itu. Pelajaran Liu Seonsaengnim baru saja dimulai beberapa menit yang lalu, kita masih punya waktu untuk hal itu."
"Kibum benar, lebih baik kita bersenang senang dulu!" Shindong melangkahkan kakinya keluar dari kelasnya dan pergi menuju kantin, Donghae dan Eunhyuk mengikuti langkahnya. Kyuhyun kembali fokus dengan PSP nya sama seperti Kibum yang kembali fokus pada novelnya. Sedangkan yang lain saling berbagi cerita satu sama lain.
Waktu terasa begitu cepat untuk mereka saat bel pergantian pelajaran berbunyi. Kali ini yang menjadi target mereka adalah Kyung Seonsaengnim, dia adalah wanita yang takut dengan hal yang berbau mistis.
Mereka memulai rencana mereka lagi. Heechul yang sudah mengenakan kostumnya hanya dengan kain putih dan topeng, sudah bersembunyi di dalam lemari. Shindong menempati tempat duduk Heechul agar tidak dicurigai. Hankyung dan Zhoumi sudah siap dengan ponsel mereka untuk saling berkomunikasi. Kangin juga sudah siap dengan gelang karetnya.
Sekarang mereka hanya perlu menunggu Kyung Seonsaengnim datang ke kelas mereka.
Zhoumi kembali menjadi pengintip kedatangan guru, tapi kali ini tugasnya agak banyak. Kyung Seonsaengnim sedang berjalan menuju kelas mereka, Zhoumi segera memberi kode pada temannya tapi dia tidak duduk di kursinya melainkan masih bersembunyi di balik pintu murid.
Kyung Seonsaengnim sampai di depan pintu guru kelas XII-J, dia membuka pintu itu dan bellnya berbunyi. Di saat yang sama, Zhoumi mengendap keluar kelas dari pintu murid, dia juga mulai mengaktifkan komunikasinya dengan Hankyung yang ada di dalam kelas.
"Annyeonghaseyo~" Sapa Kyung Seonsaengnim dengan ramahnya, ia tidak tahu akan ada hal buruk yang akan menghampirinya hari ini. Semua murid menyapa kembali seakan tidak ada hal aneh yang terjadi, benar benar akting yang bagus.
Di sisi lain, Zhoumi berjalan menuju tangga untuk bermain main dengan kwh meter, kali ini ia memiliki peran yang sangat berpengaruh untuk menambah suasana kelasnya menjadi semakin mencekam.
"Aku sampai, beritahu aku jika sudah siap!" Perintah zhoumi pada Hankyung lewat ponsel mereka, "Aku tahu..." Jawab Hankyung dengan santai. Ini sangat menguntungkan karena posisi duduk Hankyung berada di paling belakang.
Awalnya kelas berjalan seperti biasa. Tapi semakin lama pembicaraan mereka mengarah ke arah mistis, terlebih keadaan kelas mereka berada di ujung lorong.
Kyung Seonsaengnim seperti belum ketakutan, Hankyung mulai bertindak, "Zhoumi lakukan!". Zhoumi segera menurunkan saklar yang ada di kwh meter itu, saklar itu hanya mengarah pada kelasnya jadi hanya listrik di kelasnya yang turun.
Lampu lampu kelas itu mati secara bersamaan, Kyung Seonsaengnim nampak kebingungan. "Kibum coba kau nyalakan lampunya." Kibum menuruti keinginan guru satu itu tapi sayangnya lampu tetap tidak menyala, Kyung Seonsaengnim sedikit merasa aneh tapi ia berusaha menghilangkan pikiran negatifnya.
Tapi pikiran itu kembali muncul saat semua lampu kembali menyala, walaupun Kibum tidak menyalakannya. Zhoumi memang bekerja dengan baik, ia kembali menurunkan saklarnya dan membuat lampu kelas mati kembali.
Lamlu lampu itu hidup dan mati berkali kali, Kyung Seonsaengnim mulai merasa takut. Melihat situasi ini Kangin segera bertindak, ia mengarahkan gelang karetnya pada boneka milik Sungmin yang ada di loker belakang dan membidiknya tepat di bagian perutnya, bidikannya tepat sasaran!
I Love You! I Love You!
Suara itu muncul dari boneka kelinci milik Sungmin, Kyung Seonsaengnim tidak menyadari jika Kangin yang membuatnya bersuara, justru mengira boneka itu berbicara dengan sendirinya. Ia semakin ketakutan saat ini.
Akting dari para murid juga membuat keadaan semakin menakutkan. Leeteuk melemparkan penghapusnya ke arah lemari agar Heechul keluar dari sana. Mata Kyung Seonsaengnim masih terfokus pada boneka Sungmin, saat itu juga Heechul keluar dari lemari dengan mengendap endap.
Heechul sekarang berada tepat di belakang Kyung Seonsaengnim. Kali ini Sungmin, Eunhyuk, Ryeowook, dan Henry yang berakting.
"S-s-seon-seonsaengnim..."
"Aaaaaaaaahh ada sesuatu di belakangmu..."
"Dia menatapmu..."
"ADA HANTU DI SANA!"
Kyung Seonsaengnim mulai berkeringat sangat banyak, ia benar benar ketakutan saat ini. Ia bahkan tidak ingin melihat siapa yang ada di belakangnya.
Heechul tidak suka jika harus menunggu Kyung Seonsaengnim melihatnya, jadi ia ingin mengejutkannya. Kyung Seonsaengnim tetap berada pada posisinya dan
Boo!
Heechul si hantu menampakkan wajahnya tepat di depan Kyung Seonsaengnim. Mereka kembali berhasil membuat guru berlari ketakutan. Mereka tertawa saat melihat Kyung Seonsaengnim percaya jika Heechul adalah hantu sungguhan.
Di tangga, Zhoumi berpapasan dengan Kyung Seonsaengnim. "Seonsaengnim! Apa ada?! Apa yang terjadi denganmu?!" Akting Zhoumi sangat memukau saat ini.
"Kelas itu! KELAS BERHANTU!" Kyung Seonsaengnim segera tancap gas lalu berlari menuju ruang guru. Sedangkan Zhoumi memasang senyum mematikannya, "Rencana ini berhasil lagi!".
*SuperJuniorDailySchoolLife*
Zhoumi menekan nekan perutnya berkali kali "Aku melihatnya ketakutan di tangga tadi, tubuhnya berkeringat dan bergetar hebat. Apa yang kalian lakukan sampai dia ketakutan seperti itu?! Ahahaha! Perutku sakit karena terlalu tertawa ehahahaha!".
Mereka tertawa sangat lepas mengingat kejadian tadi, mereka benar benar memiliki bakat sebagai aktor yang hebat walaupun hanya anak SMU biasa.
"Hey apa menurut kalian kita semua akan dihukum lagi?" Henry nampak agak cemas karena mereka sudah mengerjai empat guru hari ini. Si hantu alias Heechul merangkul bahu temannya itu, "Tentu saja kita akan dihukum lagi, tapi jangan khawatir, anggap saja itu sebagai pertanggung jawaban kita atas masalah yang kita buat hari ini."
Henry sedikit merasa tenang sekarang, "Semoga saja bukan hukuman yang memalukan~".
"Tapi aku khawatir hukuman kali ini akan sangat memalukan, seperti dihukum tepat di tengah lapangan dan disaksikan banyak orang?" Eunhyuk benar benar membuat suasana menjadi sedikit aneh, dia kembali melanjutkan ceritanya dengan wajah yang menjengkelkan "Terlebih jika bokong kita di pukul dengan pemukul serangga, itu benar benar memalukan!".
"HENTIKAN UCAPANMU ATAU KU JAHIT MULUTMU!" Kyuhyun tak sanggup menahan emosinya lagi, Eunhyuk hanya mengunci mulutnya walaupun ekspresinya tetap menyebalkan.
Bel pergantian jam kembali terdengar.
Siwon mengacak ngacak rambutnya "Astagaaa! Kenapa waktunya cepat sekali?!". Hamkyung setuju dengan Siwon, "Hm! Tapi jika kita belajar waktunya terasa sangat lama."
Sungmin memegang beberapa petasan yang sudah dikumpulkan oleh Shindong dan Kangin, wajahnya terlihat tidak yakin dengan rencana kali ini "Apa ini tidak akan jadi masalah? Ini terlalu berisik."
"Saat pelajaran No Seonsaengnim, kelas sebelah sedang ada di lab. Mereka tidak mungkin mendengar ledakan itu," Jelas Leeteuk dengan tenang.
Sedikit informasi, No Seonsaengnim adalah guru wanita yang takut dengan ledakan juga sama seperti Go Seonsaengnim. Tapi No Seonsaengnim lebih takut dengan suara ledakan yang besar seperti petasan dan kembang api.
Yesung melipat kedua tangannya "Jadi kita hanya perlu menunggunya saat ini."
"Eh tunggu dulu!" Ryeowook kembali menjadi pusat perhatian mereka saat ini, "Kalau petasan itu meledak, kita bagaimana?" Dia sepertinya agak takut dengan hal ini.
"Kita hanya perlu naik ke atas meja" Jawab Hankyung dengan santai. Ryeowook mengangguk beberapa kali, ia mengerti tapi juga ketakutan. Tiba tiba Zhoumi kembali ke kursinya, "Hey! Dia datang!".
Semua murid bersiap di posisi mereka dengan beberapa petasan dan korek api. No seonsaengnim terus berjalan ke arah kelas XII-J tanpa ada rasa takut, langkahnya semakin dekat dengan pintu masuk guru.
Mereka mulai menyalakan petasan itu dan menjatuhkannya ke bawah tempat duduk mereka. Tepat dengan kedatangan No Seonsaengnim di kelas mereka!
TSSSS
"Annyeonghase-YAAAAA!"
DUAR DUAR DUAR DUAR DUAR
No Seonsaengnim terkejut setengah mati, ia berusaha berlari menjauhi kelas itu dengan gontai. Jantungnya terasa seperti lepas dari tubuhnya. Berniat menyapa dengan ramah di hari pertama mengajar, justru dibalas dengan ledakan ledakan seperti itu.
Sedangkan kelas XII-J? Mereka baru melepaskan tangan mereka dari telinga masing masing, pandangan mereka mengarah pada lorong yang baru saja dilalui oleh No Seonsaengnim.
Sungmin terlihat sedikit khawatir, "Apa yang kita lakukan kali ini sudah kelewatan?". Yesung menatap Sungmin dengan mata sendu, "Menurutmu?" Tanyanya kembali pada temannya itu. Sungmin terlihat cemas, "Menurutku ini sudah kelewatan, apa dia akan baik baik saja?"
Eunhyuk turun dari mejanya, "Aku yakin dia baik baik saja! Aku jamin itu!". Semua mata menatapnya jijik dan turun dari meja mereka satu persatu. Siwon juga menatapnya aneh, "Atas dasar apa kau berani menjamin hal itu?".
"Naluriku! Atas dasar naluriku!" Jawaban Eunhyuk justru membuat keadaan jadi aneh. Tapi setelah itu tidak ada satupun dari mereka yang memikirkan keadaan No Seonsaengnim.
Di sisi lain,
Seorang wanita duduk di tengah tengah kerumunan, "Aku baru saja ingin menyapa mereka di hari pertamaku mengajar di kelas mereka, tapi mereka justru menakutiku dengan ledakan ledakan itu!" Cerita No Seonsaengnim dengan gemetar di ruang guru. Para guru semakin mencap kelas J adalah kelas yang buruk.
Kepala sekolah juga ada di sana, dia menatap Young Seonsaengnim "Bomi... Apa kau masih sanggup mengatasi mereka?".
Young Seonsaengnim terdiam mendengar pertanyaan itu, tapi ia segera mengangkat kepalanya "Aku adalah wali kelas mereka, jadi bagaimana pun mereka adalah tanggung jawabku saat ini. Memang sulit melawan anak anak seperti mereka, tapi aku masih memiliki harapan pada mereka. Jadi aku akan tetap menjadi wali kelas mereka sampai kapan pun."
"Lalu apa tindakanmu untuk saat ini? Membiarkan mereka bersenang senang tanpa mendapat materi apapun selama seharian? Jika muridmu yang lain aku tidak akan peduli, tapi jika Kibum dan Kyuhyun aku tidak akan tinggal diam walaupun aku yakin mereka tidak akan melakukan hal sebodoh itu dengan teman teman bodohnya." Sudah dapat ditebak siapa yang berbicara seperti itu kan? Itu Kim Seonsaengnim.
Young Seonsaengnim hanya tersenyum tipis, "Kalau begitu, aku akan membiarkan mereka untuk saat ini. Aku ingin lihat apa yang akan mereka lakukan selanjutnya,". Mata mengarah pada seorang rekan gurunya, "Kwon Seonsaengnim, setelah ini kau yang akan mengajar di kelas XII-J kan? Aku ingin kau mengingat apa yang mereka lakukan padamu dan siapa yang memulainya pertama, bisa?".
Kwon Seonsaengnim mengangguk tanda iya mengerti, "Aku akan berusaha".
*SuperJuniorDailySchoolLife*
"KAU SERIUS KITA AKAN MELAKUKAN HAL SEGILA ITU?!" Teriak Kangin yang tidak yakin dengan usul dari Leeteuk untuk rencana mereka selanjutnya.
Leeteuk mengacak ngacak rambutnya, "Tapi hanya itu yang bisa kita lakukan, Kwon Seonsaengnim agak takut dengan lelaki asing yang suka menggoda. Dia akan lemas jika bertemu dengan lelaki seperti itu! Selain itu aku tidak tahu apa yang dia takuti."
Mereka terdiam, tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki ide lain. Kwon Seonsaengnim memang guru yang tidak pernah menunjukkan rasa takutnya pada sesuatu kecuali hal yang Leeteuk bicarakan tadi.
"Tapi resikonya terlalu besar... kita akan dapat masalah besar" Donghae nampak khawatir dengan rencana kali ini, walaupun ia tahu mereka akan tetap dapat hukuman. Henry terlihat frustasi, "Tapi hanya itu kan caranya? Memangnya kau punya rencana yang lain? Ini sudah jam pelajaran terakhir, apa kau mau kita belajar beberapa jam sebelum pulang?"
Mereka kembali terdiam...
Bel pergantian jam pelajaran kembali berbunyi. Mereka tidak punya pilihan lain. Leeteuk mencoba meyakinkan teman temannya, "Bagaimana?" Mereka mengangguk dengan lemas. Donghae menyerah, "Lakukan saja, aku juga tidak ingin belajar di jam terakhir."
Leeteuk memulai rencananya, "Kibum, Kyuhyun, bisakah kalian melepas kaca mata kalian nanti?"
"APA?!"
"Aku yakin kalian akan sangat tampan jika melepas kacamata kalian, jadi bisa?" Kibum dan Kyuhyun seperti tidak punya pilihan lain, mereka hanya mengangguk dan menyetujui rencana Leeteuk. "Aku juga ingin kalian yang memulainya lebih dulu, tolong kerja samanya" Lagi lagi mereka tidak dapat memprotes keinginan Leeteuk, mungkin mereka berpikir mereka melakukan ini untuk mereka bersama.
Bel pergantian jam telah berbunyi, para guru mulai memasuki kelas yang tertera dijadwal mereka. Begitu pun dengan Kwon Seonsaengnim, sepertinya dia sudah siap dengan semua akal akal gila yang ada di otak para murid kelas XII-J.
Penghuni kelas XII-J mulai membuat pakaian mereka berantakkan. Ada yang melepas jas, melepaskan dasi atau hanya melonggarkannya saja, ada yang melepas kancing kemeja dan memamerkan kaos yang mereka kenakan, intinya seragam mereka sangat berantakkan kali ini.
Ting! Ting!
Kwon Seonsaengnim memasuki kelas mereka, "Annyeonghaseyo"
"Ne, Annyeonghaeyo" Mereka masih terlihat sopan saat ini. Kwon Seonsaengnim nampak tertarik dengan kelas ini, "Kelas ini ternyata memang sangat menarik ya..."
Mereka mulai beraksi
"Tentu saja..." Kibum membuka kacamatanya, "Kami juga menarik, begitu pun kau Seonsaengnim..." Ucapnya dengan nada yang sedikit menggoda. Kwon Seonsaengnim agak merasa aneh tapi dia tetap berusaha untuk tenang, "Aku tidak mengerti maksudmu, jadi lebih baik kita mulai pelajarannya."
Kyuhyun juga membuka kacamatanya, dia berjalan dengan tempo yang lambat ke mimbar kelas, tempat Kwon Seonsaengnim berdiri, "Ayolah Seonsaengnim... Kau ini memiliki tubuh yang menarik, bagaimana jika kita bermain main sebentar?". Kwon Seonsaengnim tidak dapat mengeluarkan suaranya.
Mereka mulai mendekati Kwon Seonsaengnim, itu membuatnya tidak dapat berkutik. Mereka semakin menjadi jadi,
"Seonsaengnim... kumohon izinkan kami bermain denganmu..."
"Kami suka dengan tubuhmu Seonsaengnim, tubuhmu itu indah"
Kata kata itu seakan mengancam keselamatan Kwon Seonsaengnim, ia mulai mundur dengan langkah kecil untuk menjauhi ancaman dari muridnya sendiri, tapi
Grab!
Eunhyuk mendekap Kwon Seonsaengnim dari belakang, "Kau akan kehilangan kesempatan berharga jika kau menolak tawaran kami... Kapan lagi kau bisa bermain dengan 15 muridmu disini hn?". Kwon Seonsaengnim berusaha melepaskan dirinya dari dekapan Eunhyuk, "Lepaskan aku!"
Siwon mendekati wajah Kwon Seonsaengnim dan menyentuh dagunya, "Apa kau kira kami akan melepaskanmu dengan mudah? Tentu saja tidak". Kwon Seonsaengnim semakin ketakutan, dia terus berontak agar dapat lari tapi tenaga Eunhyuk lebih besar darinya. Mereka semakin mendekati Kwon Seonsaengnim yang sudah mengeluarkan air mata, "Kumohon jangan lakukan hal ini padaku... Kumohon...".
"YAK! APA YANG INGIN KALIAN LAKUKAN PADANYA?!"
Suara itu membuat mereka terdiam, Eunhyuk melepaskan dekapannya dan membiarkan Kwon Seonsaengnim berlari kearah guru lain. Young Seonsaengnim memasuki kelasnya, "Apa yang ingin kalian lakukan?!". Leeteuk berusaha menjelaskan apa yang terjadi "Tunggu ini salah paham".
"BOHONG! MEREKA INGIN MEMPERKOSA KU!" Teriak Kwon Seonsaengnim yaang masih ketakutan. Mereka benar benar dalam masalah besar. Young Seonsaengnim menatap mereka dengan tatapan yang tajam. Kibum juga berusaha menjelaskan apa yang terjadi "Tapi ini tidak seperti yang dia katakan, kami tidak ingin memperkosanya! Kami hanya ingin bolos pelajaran hari ini" Jelas Kibum untuk membela mereka semua.
Tapi perhatian Young Seonsaengnim bukan pada perkataan Kibum, "Kenapa seragam kalian berantakkan? Kibum, Dimana kacamatamu?".
Deg!
Entah kenapa kata kata itu seperti menusuk jantung Kibum sangat dalam. Young Seonsaengnim semakin menatap mereka dengan tajam, "Katakan padaku apa yang ingin kalian lakukan sebenarnya! Leeteuk!".
Leeteuk terkejut karena namanya diteriakan dengan keras. Ia berusaha menjelaskan kembali,"Kami hanya ingin bebas dari belajar selama sehari. Kami tidak tahu apa hal lain yang ditakutkan oleh Kwon Seonsaengnim selain ini, jadi kami melakukannya. Kami benar benar minta maaf".
Young Seonsaengnim mengalihkan pandangannya pada Kwon Seonsaengnim, "Siapa yang memulainya terlebih dulu? Kau ingat?"
"Kibum dan Kyuhyun."
Kim Seonsaengnim yang ada disana benar benar tidak percaya jika dua murid kesayangannya, adalah orang yang pertama melakukan hal sebodoh itu. Young Seonsaengnim semakin menatap mereka dengan dingin, "Kalian tahu kan apa yang akan kalian terima?".
Mereka semua menunduk, "Iya, kami tahu."
"Bagus, kalau begitu ikut denganku!" Perintah Young Seonsaengnim membuat mereka mengikuti langkahnya, guru lain juga kembali ke ruang guru. Semua kelas menjadi kosong karena tidak ada satu pun guru yang mengajar, jadi melihat murid kelas J seperti tawanan adalah hal yang menarik untuk mereka. Ejekan demi ejekan sangat memekan telinga mereka semua, rasa malu tentu saja mereka rasakan. Tapi mereka perlu di acungi jempol oleh para guru karena berani bertindak gila untuk bolos pelajaran hanya dengan kerja sama.
"Berbaris" Perintah Young Seonsaengnim ketika mereka sampai di tangah lapangan, mereka menuruti perintahnya, mereka berbaris ke samping dengan rapih.
"Letakkan tangan kalian di belakang tubuh kalian!"
"Letakkan dahi kalian dilapangan!"
"Jangan tekuk lulut kalian!"
Mereka benar benar mengikuti semua perintah Young Seonsaengnim dengan baik. Posisi itu benar benar memalukan, memalukan karena mereka berada tepat di tengah lapangan dan disaksikan banyak orang saat itu juga.
"Tetap bertahan seperti itu sampai bell pulang sekolah berbunyi".
"APAAAA?!"
"Jika protes kalian bisa bertahan disini sampai jam 9 malam..." Ancaman Young Seonsaengnim membuat mereka tidak dapat berkutik. Para guru menyuruh para murid untuk kembali ke kelas mereka masing masing dan melanjutkan pelajaran mereka. Kecuali kelas XII-J yang masih dihukum sampai pulang sekolah nanti.
Siwon menghela nafasnya panjang "Aku yakin ini pasti akan sangat melelahkan..."
*SuperJuniorDailySchoolLIfe*
*TBC*
Huaaa akhhirnya selesai juga!
Kelamaan apdetnya? Maap... nyari idenya susah banget soalnya T.T
Bales Review yuk ah~
Chu : Kasian juga sih sebenernya langsung dijatohin begitu tapi bodo ah biar seru wkwkwk, ho'oh mereka emang sengaja aku bikin adem tapi kayaknya nanti gak adem juga deh banyak racun dikelas itu ahay :v Ini udah aku update lagi ya~
Amanda : Emang XD Yah begitulah, kepsek terlalu lembut orangnya. Itu udah dijawab ama heechul ya hehe, ini udahaku update~
Shofie Kim : Ok kemarin pendek, aku bikin yang panjang biar kamu puas bacanya wkwkwk. Udah ya~
Hyunnie02 : Emang lah punya temen kaya Siwon gitu rasanya udah pen bejek bejek aja, hmmm ada deh pokoknya :3 udah aku update ya~
Cho loekyu07 : Hehe Makasih ya :3 Ini udah aku update maaf kelamaan~
Abilhikmah : Ya begitrulah mereka :v
Rnine21 : aku bales semuanya disini ya? Kelas itu terlalu banyak virus jadi menular :v Sabar aja sama Zhoumi ya dia emang narsisnya ga ketulungan, emang dia datar tapi chap ini masih datar gak? Oh itu rahasia~
Dewiangel : Sial banget ya mereka hari itu. pertanyaan itu udah di jawab sama heechul ya :3 Udah apdet~
Nami elf : Sangat parah malah! Leeteuk emang selalu tersiksa :'v Udah di update yak~
Nisa : Gamers ya emang begitu mau ada apapun di depannya juga dia ga bakal peduli wkwkwk
Shinoix : Serius kah? Aku bahkan ga mikir itu lucu loh, beneran lucu? waaa aku seneng banget! Siwon ama Kibum bakal akur kok tapi ya butuh proses, untung kamu ingetin gimana kepsek ngomelin mereka aku lupa sama itu -.- itu udah aku bikin gimana menurut kamu? udah aku apdet ya~
Prxytas : Hai! Suka? Baca terus yah :3 gpp kok aku seneng, ini udah aku update maaf kelamaan -"
Kliieff19 : Udah dijawab sama heechul ya, ini udah aku update maaf lama~
Anon : makasih, udah aku apdet ya maaf lama :)
HyunSungWon : Annyeong! salam kenal juga ya, gpp kok aku seneng kalo kamu suka. Iya dong kan emang genrenya itu, kalo buat lomba nyanyi aku belom kepikiran yang ada di otakku malah lomba lomba aneh .-. tapi nanti aku coba lomba nyanyi ya. PASTI! Udah aku update ya :)
SheeHae : iya gpp, Ga semua kok yesung ama kangin bukan nama asli... anda ini bagaimana-.- anak anak di kelas itu gak semuanya bermasalah kok, cuma kebanyakan bermasalah aja jadi kesannya masalah semua orangnya, udah aku update ya~
Dheaniyuu : Yoi XD Huaaa maap gak maksud bikin junsu begitu, itu cuma biar persaingan kelas a sama j berasa, aku juga rada ga ikhlas sebenarnya tapi mau gimana lagi T.T
marantina : Tenang aja kok, ini ga ada romancenya. kalo nanti ada bakal aku kasih tau tapi itu juga ga terlalu banyak romancenya, karena jujur sebenernya aku juga gasuka romance. kamu bebas panggil aku apa aja :3
: Umur mereka mungkin ada yang lebih tua, tapi karena sekelas jadi di panggilnya nama aja. sebenernya lu mau ngebela kunyuk apa mau ngejatohin dia si? wkwkwk :v udah apdet yak
Chiffa Kyukazza : Nado. lonceng itu? itu biar ga kaget kalo ada guru dateng setengah pengalaman pribadi sih :v pspkan pacarnya dia jadi ya begitulah, iya emang hajar aja tu surat /lah?. Udah update yak~
rpsckhalways : Aku bales semuanya disini ya. ho'oh ini dari attack on the pin up boys tapi aku rubah sedikit karena aku agak ga suka sama karakter mereka di film itu. masalah kyu udah di jawab ama heechul ya, zhoumi punya rahasianya sendiri, itu pasti tapi butuh waktu wkwkwk. udahaku update ya~ maap soal junsu T.T
phn19 : Sama sama XD mereka jarang dapet keberuntungan, iya kesayangan banget itu punya kenangan sendiri buat mereka makanya biar kata udah rusak tetep disimpen -.- Udah aku update ya~
Dindaa : Ini udah aku panjangin ya, semoga puas bacanya wkwk udah di apdet ok?
Shin Ririn1013 : Dewi fortuna ga jadi jagain mereka soalnya ahay. Tapi kalo leeteuk juga ikutan bikin masalah gimana? ahaha ini udah aku update ya~
Ryeo ryeong : Udah nasib ya terima aja lah :v bakal ada hal gila baru yang bener bener gila wkwkwk udah aku update ya~
yeojazzi : udaaaah maaaap lamaaaaa
Anon : aku bales semuanya disini aja yah? itu maksudnya kaya dia baik kalo lagi hari biasa tapi kalo lagi ujian pelit ngasih jawab atau ga bisa di ajak kerja sama, aslinya juga absurd kan? wkwkwk. Di pamerin sana sini!. Ya ampun sabar sabar... orang sabar pantatnya lebar /eh? Udah aku update ya maaf lama~
Miss Chocoffee : Bukan bersih bersih tapi ngerombak kelas .-. nanti ada lagi dong~ kelas a belom ngerasa kalah karena lomba lain masih menunggu. Cieee kepoooo cieeeeee udah update yak maap lama~
fyuhh... terlalu panjang? terlalu lama? ngebosenin? ngantuk bacanya? kurang puas sama chap ini? tolong maap kan saya eperibadeh~
last...
Review lagi dong :3
