kmldr100 's present
krisho/fanmyun/leadercouple-My girlfriend is Hapkido Atlet Chapter 4
warn exofic/krisho-fanmyun/genderswitch uke/typo's!
©All cast belong to themself, and this fic purely belong to my self
for beloved 100's couples shipper!
.
.
Enjoy!
.
.
Junmyeon meraih buku tebal yang terletak pada rak, kemudian membuka lembar-demi-lembar isinya. Ia sedikit terkekeh dibuatnya. Itu album foto milik Kris.
"Kamu bisa bawa piring ini ke ruang televisi?" Kris menyembulkan kepalanya dari pantry, dan perempuan cantik ini langsung mengangguk lalu mengambil piring berisi jagung bakar ditangan Kris.
Sedangkan laki-laki ini datang membawa semangkuk ddaebokki panas dan sebuah nampan yang berisi dua gelas coklat panas.
Perpaduan yang 'gak nyambung'. Tapi siapa peduli, toh ini pilihan Junmyeon ketika mereka mampir sebentar di mini market tadi.
"Mau nonton? Aku punya film bagus."
Junmyeon menimang tawaran laki-laki ini, walaupun mengangguk pada akhirnya.
Aku gadis desa yang selalu sederhana
Dalam semalam jadi Puteri
Kuharus cari tahu tata caranya
Harus kupelajari
Tinggal diistana, keluarga baru
Sekolah khusus Kerajaan
Dunia ajaib pun menungguku
Aku senang sekaliiii
Kedua alis perempuan itu terpaut heran ketika mendengar soundtrack 'film bagus' yang Kris bilang barusan.
Dan ia langsung sweatdrop ketika melihat title besar terpampang nyata di televisi besar itu.
Sophia The First
"Ini maksudmu film bagus?"
Junmyeon bertanya dengan nada datar, namun Kris malah terkekeh pelan.
"Kenapa? Kamu mau yang lebih bagus? Aku punya Sheriff Cally,"
Junmyeon makin sweatdrop. Siapa sangka laki-laki se-manly Kris, si MVP sekolah mereka hobi dengan kartun tontonan anak-anak?
"No no no. It's better," Perempuan itu mencegah Kris beranjak dari tempatnya.
"Kenapa? Kamu tidak sangka ya, aku suka nonton yang begini?"
Junmyeon hanya mengangguk mendengarnya. Jujur saja, tontonan Kris berbanding terbalik dengan kepribadiannya.
"Aku kira hobimu menonton video porno, lihat video yuri atau baca cerita mesum," Junmyeon berucap asal, dan laki-laki Kanada ini hanya memasang wajah cengo miliknya.
"Ck. Setidaknya kartun jauh lebih baik daripada apa yang kamu sebutkan tadi!" Kris membalas perkataan perempuan disebelahnya sambil mengambil sepotong jagung bakar.
Junmyeon hanya terkekeh kecil, lalu mengambil album foto yang diletakkan diatas meja.
"Ini kamu?"
Kris yang tengah menggerogoti jagungnya menengok kearah Junmyeon. Dan kedua bola matanya melebar.
"YAH! KAMU DAPAT DARI MANA?!"
Dan perempuan itu dengan santainya menunjuk kearah rak buku menggunakan dagu kecilnya.
"ITU MEMALUKAN TAU. BALIKIN AH!"
Junmyeon hanya menggelengkan kepalanya tidak peduli. Ia meraih gelas coklat dan menyesap minuman itu perlahan.
"Kenapa sih?! Aku cuma mau lihat!"
Dan Kris hanya bisa pasrah ketika Junmyeon mentertawakan dirinya dimasa lalu dalam album foto itu.
"Loh. Ini siapa?"
Laki-laki ini menengokkan kepalanya sedikit kearah buku yang dipegang oleh Junmyeon.
"Ini Chanyeol."
"Kalian sudah berteman sejak lama?"
Kris meletakkan jagungnya kemudian meraih botol berisi air mineral dan meneguknya.
"Bukan berteman. Kami sudah bersahabat sejak kecil. Bahkan ibu kami hamil di bulan yang sama." Kris menjawab sambil menatap perempuan yang duduk disebelahnya.
Junmyeon membulatkan mulutnya sambil mengangguk. Kagum akan persahabatan yang terjalin antara Kris dan temannya itu.
"Oh ya. Baekhyun bilang dia suka pada Chanyeol,"
Kris yang tengah menatap sosok Sophia dengan gaun ungu ditelevisi sontak memandang perempuan disebelahnya tidak percaya.
"Hah! Benarkah?!"
Junmyeon mengangguk sambil memasang wajah yang terperangah. Masalahnya, Kris menunjukkan ekspresi 'nggak nyelow' sekarang.
"Iya, dia bilang Chanyeol unyu,"
Kris hanya menggelengkan kepalanya dan berdecak pelan.
"Kenapa?" Heran Junmyeon.
Kris hanya menggeleng, "Bukan apa-apa. Chanyeol itu secret admirrer Baekhyun dari semester pertama kalau kamu harus tahu,"
Giliran Junmyeon yang memasang wajah 'nggak nyelow' sekarang.
"Wah! Kita harus nyomblangin mereka!" Junmyeon bersemangat, dan dianggukki oleh Kris.
.
.
.
Malam musim semi yang dingin habis dengan canda-tawa dari dua sosok itu. Mereka membicarakan semua hal, mulai dari yang masuk akal sampai sesuatu yang tidak lazim dibicarakan dua orang yang 'hampir' dewasa.
Kecantikan tokoh-tokoh di Sophia The First maksudnya.
"Cokelat ini nggak manis!" Junmyeon menyela pembicaraan mereka tentang Sophia dan Amber yang cantik di kartun tontonan mereka sekarang.
"Manis, ah. Punyaku habis!" Kris menunjuk gelasnya yang kosong.
Junmyeon menatap laki-laki disebelahnya dengan ragu.
"Aku serius! Kalau minumnya sambil lihat wajah kamu manis kok."
Lihatlah! Pemandangan langka. Kim Junmyeon dengan wajah merona sampai telinga hanya karena digoda oleh Kris wu.
'Anjrit deg-degan'
Kim Junmyeon merutuki kegugupan dalam hatinya. Kris adalah laki-laki pertama yang sukses membuatnya berdebar seperti ini.
"Jangan ngawur ah!" Junmyeon mendelik tajam, walaupun wajahnya merona parah. Kris yang menyadari rona merah muda itu tersenyum jahil.
"Kamu pernah pacaran belum?" Kris membuka suara, dan Junmyeon malah meraih mangkuk berisi ddaebokki.
Gadis cantik ini hanya membalas dengan sebuah gelengan, tanpa suara. Dan hal itu sukses membuat Kris terperangah.
"Kenapa? Mau ngatain aku jones?!" Junmyeon menyahut ganas, dengan mulut yang penuh dengan ddaebokki panas.
Kris hanya terkekeh. Junmyeon itu benar-benar menarik dan sangat berbeda dengan ekspektasi yang dia buat ketika dia pertama kali bertemu dengan perempuan cantik ini.
Dan perempuan ini terlihat lebih manis kalau marah-marah.
"Siapa bilang! Aku juga belum pernah, kok!" Giliran Junmyeon yang terperangah. Tidak percaya.
Masalahnya Kris itu populer. Ia mendengar pembicaraan teman satu jurusannya yang membicarakan Kris dengan semangat ala fangirl tadi. Masa iya, Kris wu tidak pernah pacaran sama sekali?
"Kenapa? Kamu tak percaya?"
Junmyeon hanya menganggukkan kepala. Mengiyakan. "Habisnya kamu populer. Masa tak pernah pacaran seumur hidup?"
Kris meraih mangkuk ditangan Junmyeon, lalu menyendok dua potong ddaebokki kedalam mulutnya.
"Memangnya kenapa? Aku cuma belum menemukan perempuan yang pas.." Laki-laki itu menjawab sambil merendahkan volume televisi menggunakan remote. Dan Junmyeon hanya menganggukkan kepalanya mengerti.
"Tapi, belakangan ini aku jatuh cinta dengan seorang perempuan," Kris menyambung ucapannya, sambil memperhatikan ekspresi dari perempuan disebelahnya.
"Oh ya? Apa aku kenal?" Junmyeon menyahut, tanpa sadar kalau ucapannya terdengar melemas.
Seperti sesuatu dalam tubuhnya menolak Kris untuk jatuh cinta.
"Kenal. Sangat baik malah,"
Junmyeon terdiam. Perempuan yang dekat dengan dirinya dan mengenalnya sangat baik. Siapa? Byun Baekhyun?
Ah. Tapi Kris bilang kalau Chanyeol secret admirrer perempuan Byun itu. Mana mungkin Kris tega menikung sahabatnya sendiri, kan?
"Dia first sight ku. Dia sangat berbeda dengan banyak perempuan yang pernah kutemui." Kris menyambung ucapannya, sambil melirik Junmyeon dari ujung matanya.
"Perkenalan kami waktu aku mengantar Chanyeol keruang ganti perempuan. Gadis yang aku suka malah mengataiku mesum dan memukuliku habis-habisan,"
Junmyeon tertegun.
Memukuli Kris? Bersama Chanyeol? Mesum?
Itukan... dirinya
Junmyeon jadi merona sendiri. Tapi dia tak mau ke-geeran.
"Benarkah? Menurutmu.. Perempuan itu bagaimana?" Junmyeon bertanya, walaupun sedikit gugup.
Kris menyenderkan bahunya ke sofa, kemudian memejamkan kedua matanya.
"Dia? Hmm.. Perempuan unik yang memiliki senyum secantik malaikat. Dia sangat pintar dan menawan,"
Junmyeon gugup sendiri mendengarnya. Sebuah senyum samar tampak diwajah secantik dewi aprodhite itu.
"Walaupun dia galak dan tenaganya seperti laki-laki, sih."
DUONG
Senyum cantik itu luntur seketika. Junmyeon menatap 'mangsanya' dengan tatapan ayo-berantem.
"APA HAH?!" Junmyeon terpekik kencang, membuat sosok disebelahnya menutup kedua telinga. Takut-takut ia menjadi tuli.
"Kenapa? Memangnya kamu tahu siapa perempuan itu?" Kris bertanya sambil tersenyum jahil. Dan Junmyeon benci itu.
"T-tidak!" Perempuan itu mengelak, sambil memalingkan wajahnya. Kris menyeringai licik.
Laki-laki itu menggeser tubuhnya agar semakin mendekat kearah Junmyeon.
"Benarkah?" Kris bersuara dengan nada yang rendah, membuat Junmyeon merinding mendengarnya.
"S-serius!" Junmyeon menutup matanya, masih dengan wajah yang ia palingkan kearah samping.
"Lalu? Kenapa kamu marah ketika aku bicara tadi?" Kris kembali bertanya dengan suara yang rendah, dan perempuan itu menengokkan kepalanya.
"I-itu.."
"KYA! MESUM!" Junmyeon menjerit heboh saat wajah laki-laki ini berada beberapa senti didepan wajahnya. Satu senti lebih dekat, pasti bibir mereka bertemu.
Ugh. Membayangkannya saja membuat pipi perempuan ini merah padam.
Kris terkekeh melihat tingkah perempuan ini. Junmyeon benar-benar belum pernah pacaran sepertinya.
"Junmyeon-ah, ayo pacaran!"
Dua hazel itu membulat. Tidak percaya.
Sesuatu dalam perutnya menggelitik. Entah yang kesekian kalinya, tapi semua ini hanya berlaku ketika dirinya sedang bersama Kris saja.
Sepertinya... Dirinya mulai menyukai laki-laki disebelahnya ini.
"Kenapa? Kamu tak suka padaku?" Kris memasang ekspresi sedih, membuat wajahnya terlihat absurd sekaligus freak. Menghancurkan suasana.
"Apaan sih! Kamu ngehancurin suasana ah!" Junmyeon melipat tangannya sebal. Padahal jantungnya sudah ingin meloncat keluar tadi.
Kedua mata laki-laki itu melebar tidak percaya. Apa artinya Junmyeon menerima pernyataannya barusan?
Tapi, laki-laki blasteran ini jadi ingat petuah yang diberikan sang mama.
'stay cool dan tunjukkan kalau kamu adalah laki-laki yang paling mencintainya!'
"Junmyeon-ah, will you be the first and the last for me?"
Kris berkata dengan mantap, sambil meraih kedua tangan Junmyeon yang kecil. Dan mau tidak mau, perempuan itu terperangah juga. Tak sangka kalau laki-laki absurd tapi ganteng ini bisa romantis.
Dan Kris langsung membawa perempuan cantik ini kedalam pelukannya setelah Junmyeon menganggukkan kepalanya.
Setelah melepas pelukannya, Kris langsung terkekeh pelan. Membuat Junmyeon yang masih merona menatapnya heran.
"Kenapa?"
Kris makin merapatkan tubuhnya pada Junmyeon, sambil tersenyum mesum –menurut Junmyeon.
"Poppo~"
Laki-laki Kanada ini menunjuk bibirnya. Sedangkan Junmyeon hanya melebarkan kedua matanya –lagi.
Brak!
"Agh!"
Dan suasana romantis yang susah payah dibangun itu runtuh begitu saja karena Junmyeon yang menendang pacarnya hingga terjungkal jatuh ke bawah sofa.
"DASAR MESUM!"
.
.
.
EPILOG
Seorang perempuan berambut purple haze baru saja melangkah keluar dari sebuah minimarket. Dan ketika matanya menangkap sebuah 'pemandangan', refleks dia bersembunyi dibalik mesin minuman didepan minimarket.
"Loh? Itu kanJunmyeon?"
Gadis itu mendecak kesal.
"Tak suka apanya. Jelas-jelas senyum seperti itu cuma dia tunjukkan buat Kris,"
"Wah. Kris sukses besar tuh!"
Tiba-tiba sebuah suara baritone ikut-ikutan nimbrung dibelakangnya. Membuat perempuan itu berjengit kaget.
"Eh?"
Baekhyun –gadis itu berniat untuk membentak orang dibelakangnya karena seenaknya menguntit Kim Junmyeon dan Kris wu. Tapi niat itu gagal total ketika ia sadar siapa yang berdiri dibelakangnya.
"B-baekhyun.."
Park Chanyeol –orang itu justru malah berbicara putus-putus.
"P-park Chanyeol,"
Byun Baekhyun sendiri jadi ikut-ikutan gagap. Ada apa ini? Kenapa semua orang yang jatuh cinta selalu berbicara putus-putus?
Apa ketika jatuh cinta hilang juga kemampuan untuk berbicara sesuai EYD?
Mendengar 'gebetannya' menyebut namanya, Park Chanyeol hanya bisa melebarkan kedua bola matanya –yang memang sudah besar itu.
Kmon men! Siapa yang tak akan bahagia kalau 'gebetan'yang selalu kau pandangi secara diam-diam selama beberapa tahun terakhir ternyata mengetahui namamu?
"Kamu tahu namaku?" Laki-laki bertelinga peri itu memberanikan diri untuk membuka suara, dan perempuan yang tingginya tak sampai sebahu Chanyeol itu hanya mengangguk.
"Well.. Siapa yang tak kenal Park Chanyeol anak akutansi?" Perempuan ber-eyeliner itu menjawab malu-malu, dan Park Chanyeol langsung tersenyum senang.
"Apa aku seterkenal itu?"
Baekhyun mengangkat kepalanya yang sedari tadi ia tundukkan, kemudian memberanikan diri untuk memandang laki-laki jangkung didepannya.
"Sebenarnya tidak. Tapi kamu cukup populer buatku," Perempuan sipit itu menjawab sambil tersenyum cantik, membuat Park Chanyeol lupa bagaimana sistematika dari kerja organ pernafasan dalam tubuhnya.
Intinya, ia sesak nafas hanya karena sebuah senyuman!
"Uhm.. M-mau mampir kerumahku? Untuk cokelat panas?"
Byun Baekhyun langsung mengangguk antusias, dan langsung memeluk lengan dari si Tinggi. Tanpa memperdulikan laki-laki yang dirangkulnya itu hampir mimisan.
Park Chanyeol si Idiot dari kelas Akuntansi akhirnya berhasil dekat dengan gebetannya. Well, sepertinya Kris wu harus menarik ucapannya yang telah seenak jidat mengatainya laki-laki homo.
.
.
.
End!
Hahahaha! Apaan tuh *nengok keatas*
Hii reader-nim! Aku kembali dengan final chapter~ maaf yaaa kalau nggak memuaskan. Hahaha. Dont ask for sequel please, *emang ada* hahaha/ aku udah utang banyak sebenarnya .-.
Thanks buat yang udah susah-susah review dan rela nunggu fanfic ini~ hope you guys pleased with this one!
Special thanks to: whirlwind27JunmaWuruixi1peblishkiutemyArcan'sGirljimae407203Kim Hyunsoononagricesyxo671Vioolyt nonagrice guest LittleMyeonreader xiumindaughteraidilsyafitri
Review ya! Enjoy~
Kmldr100
