UZUMAKI BORUTO.

A Naruto High School DxD Fanfiction.

By Keris Empu Gandring.

•••••

Rate :: M (untuk kekerasan dan kata yang kurang/tidak pantas untuk diucapkan).

•••••

Jangan merasa sungkan untuk memberikan Review (^,~)

•••••

Warning :: AU, OOC, dan kekurangan lainnya.

•••••

Namaku adalah Uzumaki Boruto ... Aku hanyalah seorang remaja biasa dengan kehidupan yang biasa-biasa saja.

Satu-satunya hal yang tidak biasa dalam kehidupanku hanyalah aku mampu mempertahankan hidupku bersama adik perempuanku di Kota besar seperti Tokyo. Meski tidak punya siapa-siapa, karena sudah ditinggal ke dua orang tua kami sejak kecil.

Ya ... Hanya itu ...

Tapi, semua kehidupan normal itu musnah saat orang-orang aneh bersayap mulai datang dalam kehidupanku dan adikku.

Ditambah lagi, seorang gadis cantik bersurai merah yang memiliki gangguan jiwa, datang padaku dan memintaku menjadi budaknya!.

UZUMAKI BORUTO.

A Naruto High School DxD Fanfiction.

By Keris Empu Gandring.

•••••

Chapter 3 :: IBLIS TAK BERTUAN!.

•••••

"Apa maksud dari semua ini?!. Aku adalah orang yang merainkarnasikan Boruto-Kun menjadi Iblis, jadi bukankah sudah sewajarnya aku menjadi Rajanya?!" Rias mengatakan itu dengan nada tinggi dan penuh kekesalan, tak lupa dengan gebrakkan Meja yang menjadi pembuka ucapan tadi.

"Hanya jika Bidak Evil Piece's ada dalam Tubuhnya. Faktanya, Uzumaki Boruto terainkarnasi menjadi Iblis karena Tubuhnya menyerap Aura Iblis, Bukan karena Evil Piece's seorang Rias Gremory yang tertanam dalam Tubuhnya" seorang pria tampan yang menjadi lawan bicara Rias mengatakan itu dengan santainya.

"Apa karena takut jika adik anda kukalahkan, Ajuka-Sama?" Pertanyaan Rias kali ini cukup membuat Ajuka terkejut.

"Aku yakin Anda merasakan ketakutan!. Anda takut dengan kekuatan Budakku kan?" desis Rias dengan nada mengejek.

"Aku memiliki Akeno, Xenovia dan Kiba yang memiliki kekuatan Cahaya, meski seorang Iblis. Lalu Ise dan Boruto-Kun dengan kekuatan besar seperti itu ... Gasper dan Asia, Koneko juga ..."

"Apa anda bermaksud mengurangi kekuatan kerajaanku Ajuka-Sama?!. Mengingat pertarungan Rating Game selanjutnya adalah melawan Clan Astroth!" ucap Rias dengan sengitnya seraya menatap sinis lawan bicaranya, Ajuka.

Selama Rias mengeluarkan kalimat penuh konfrontasi itu, Wajah santai Ajuka, terlihat mulai berubah. Raut kekesalan mulai terlihat disana. Bagaimana tidak, saat ini, secara tidak langsung gadis bersurai merah itu menuduh Ajuka menyelewengkan Jabatannya sebagai salah satu Maou bergelar Beelzebub itu, dengan tuduhan menyakitkan.

Ya ... Tuduhan mengurangi kekuatan sang calon lawan yang akan dihadapi penerus dari Clan Astroth!.

"Apa karena itu anda mencoba memisahkanku dengan Boruto-Kun—"

Bumm!.

Tiba-tiba saja Meja yang ada diantara Rias dan Ajuka meledak dengan sendirinya, seiring dengan hilangnya kontol emosi dari sang Beelzebub. Ucapan Rias benar-benar berhasil membuat Maou Beelzebub itu kesal. Terbukti dari intensitas Aura Iblis yang mulai meningkat disekitarnya.

"Jangan remehkan Clanku!" desisnya dengan penuh penekanan disetiap katanya.

"Haahhh~" dengan mengeluarkan desahan malas, Sirzech yang saat itu juga ada ditempat yang sama, terpaksa ikut campur dalam pembicaraan ini. Dengan meninggalkan Meja Kerjanya sebagai Lucifer, Sirzech membungkuk dihadapan Ajuka.

"Maafkan kelancangan adikku, Ajuka-Sama. Saya akan mendidiknya lebih baik lagi, jadi ... Saya mohon tenangkan diri anda" ucap Sirzech seraya masih membungkuk guna mendapatkan pengampunan sang Beelzebub.

Yap, saat ini Sirzech bertindak sebagai salah satu anggota keluarga Clan Gremory, dan bukan sebagai sesama Maou yang menyandang gelar Lucifer. Karena itulah kakak dari Rias Gremory itu bersikap sangat sopan. Adalah hal yang kurang etis dilakukan olehnya jika menggunakan jabatannya untuk menyelamatkan Rias dalam situasi ini.

Cukup lama Maou bergelar Beelzebub itu diam, berusaha menenangkan diri. Hingga ahirnya ...

"Baiklah. Untuk kali ini saja ..." ucap Ajuka setelah kembali mampu mengontrol emosinya.

"Tapi ... Aku tidak akan memaafkan siapa pun yang meragukan keadilan Maou. Kami semua sudah bekerja keras dan bersikap sangat adil!" desisnya masih dengan pandangan yang tajam, mengarah pada Rias.

"Dan yang lebih penting ..."

"Aku tidak suka Clanku dihina. Secara langsung atau pun tidak langsung!" ucap Ajuka kembali memberikan penekanan disetiap katanya.

Rias cukup tertegun dengan ucapan Ajuka. Gadis bersurai merah mungkin baru menyadari jika ucapannya tadi sangat keterlaluan. Dan tanpa membuang waktu lagi, Rias segera merunduk dan mengucapkan permohonan maafnya pada sang Beelzebub. Sementara Sirzech hanya diam tak berkomentar melihat kejadian itu.

"Maaf atas kelancangan saya, Ajuka-Sama"

Kediaman Rias Gremory.

"Ara~ araaaa~ kurasa kau terlalu berlebihan Rias" Akeno mengatakan itu dengan gaya yang biasa, nada yang biasa, yang kesemuaannya penuh dengan unsur nakal didalamnya. Jika orang lain terutama Iblis laki-laki, mereka mungkin akan langsung menerkam gadis itu karena merasa digoda Iblis bohay macam Akeno.

Tapi untungnya semua Iblis yang ada di Kediaman Gremory sudah faham betul sifat Iblis muda yang satu ini. Ya ... Meski penuh dengan unsur nakal, Akeno sama sekali tidak benar-benar nakal. Gadis itu hanya melakukan itu untuk kesenangannya saja.

Yap, menggoda adalah kesenangan Akeno!.

"Aku hanya kesal!. Ajuka-Sama tidak tahu bagaimana susahnya aku mendapatkan Boruto-Kun. Dan sekarang, seenaknya saja dia ingin mengambil Boruto-kun dari Kerajaanku!" ucap Rias dengan Pipi yang mengembung.

"Aku mengerti, tapi kurasa Ajuka-Sama terpaksa melakukan itu. Kau pasti tau ada begitu banyak Bangsawan Iblis yang mencoba mencari tahu tentang Boruto-Kun dan Himawari-Chan"

"Ya ... Kurasa keberadaan mereka cukup menggemparkan Dunia Bawah. Jadi tidak heran jika ada banyak yang ingin mengambil keuntungan dari situasi ini" ucap Akeno. Pada poin ini gadis itu menanggapi percakapan ini dengan serius. Terbukti tidak ada lagi kesan liar dalam ucapannya.

"Maksudmu ketiadaan Bidak Evil Piece's dalam Tubuhnya?" Rias mencoba memastikan ucapan Ratunya. Mencoba menyamakan pemikiran mereka.

"Yap, Boruto-Kun memang menjadi Iblis, tapi Tubuhnya menolak Evil Piece's. Tubuhnya mampu menyerap kekuatan Iblis dalam Evil Piece's tanpa perlu menerima keberadaan Bidak yang menjadi perlambangan Budak dalam sistem Evil Piece's"

"Dan mengingat Boruto-Kun memiliki kekuatan yang bagus, bukankah wajar jika banyak Bangsawan Iblis yang menginginkannya juga!" ucap Akeno.

"Kau benar ..." ucap gadis bersurai merah itu. Dan kilas balik saat Rias mencoba merainkarnasikan Boruto pun terekam kembali.

FLASH BACK.

"A-apa ini?!" Rias tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Saat gadis itu mencoba menghidupkan Boruto menjadi Iblis, sesuatu yang tak terduga muncul.

Yap, empat Bidak Pion yang menjadi mahar dalam proses itu hancur berkeping-keping dari pada disebut menyatu dengan Tubuh Boruto. Tapi meski Bidaknya hancur, Aura Iblis yang terkandung dalam empat Bidak Pion itu, terserap dengan sempurna ke dalam Tubuh pemuda bersurai pirang itu.

"Ada apa Onee-Chan?!. Apa Boruto-Niichan tidak bisa hidup lagi?" gadis kecil bernama Himawari menanyakan itu dengan cemas, melihat gelagat Rias yang terlihat tak seyakin tadi.

"Entahlah Himawari-Chan, ini baru pertama terjadi. Aura Iblis terserap sempurna ke dalam Tubuh Boruto-Kun, tapi Bidak Evil Piece's-nya tidak!. Apa mungkin empat Bidak Pion tidak cukup untuk merainkarnasikan Boruto-Kun?!"

Rias mencoba menganalisa keadaan yang terjadi dalam kasus ini. Tapi jika benar masalahnya hanyalah tentang empat Bidak yang tidak cukup, harusnya Bidak itu tidak hancur dan Aura Iblis tidak terserap ke dalam Tubuh pemuda pirang itu.

Dalam kebungungan itu, Himawari melangkahkan Kakinya untuk mendekati Jasad Boruto. Dengan Wajah cemas gadis itu kembali menggoyang-goyangkan Tubuh kakaknya, mencoba membangunkan Boruto. Dan disaat itu, proses tidak biasa dalam ritual rainkarnasi Manusia menjadi Iblis, kembali terjadi.

Tangan Himawari yang mencoba menggoyang-goyangkan Tubuh Boruto bercahaya dan menyalurkan Aura Hijau terangnya pada Tubuh sang kakak. Himawari sendiri terlihat terkejut dengan kejadian itu. Tapi gadis itu tidak bisa berbuat apa-apa. Ketidak-tahuannya membuat Himawari hanya bisa pasrah.

Dan ...

Duummm!.

Ledakan energi kecil terlihat tercipta dari tempat Naruto dan Himawari. Membuat Rias, Asia dan Xenovia yang berada didekatnya, harus melindungi pandangan mereka dari Debu yang berterbangan terkena sapuan gelombang kejut ini. Dan saat Debu yang mulai menipis, terlihatlah Boruto berdiri dengan gagahnya seraya menggendong Himawari yang pingsan.

FLASH BACK END.

"Ah?!. Apa mungkin?!" gumam Rias setelah selesai dengan kilas baliknya, saat menyadari sesuatu yang terlewatkan saat itu.

Sementara di Ruang Kerja Yondai Maou.

Terlihat Grayfia sedang berdiri didepan Iblis yang saat ini memegang jabatan Maou. Posisi tertinggi yang ada di Dunia Bawah. Nampaknya suatu kebenaran tentang Uzumaki Boruto dan Uzumaki Himawari yang saat ini sedang panas membuat Yondai Maou penasaran juga.

"Seperti itulah ... Saya sudah menjelaskan semua yang saya tahu dan saya lihat saat itu" ucap Grayfia seraya menutup ke dua Matanya. Agaknya istri dan Ratu dari Sirzech Lucifer itu juga baru saja menjelaskan perihal bagaimana Boruto bisa terainkarnasi menjadi Iblis.

"Cara yang unik. Bukankah ini cukup menarik untuk diteliti?" Ajuka menyerukan ketertarikannya setelah mendengar cerita Grayfia. Hal yang wajar karena Ajuka adalah orang yang menciptakan sistem Evil Piece's.

Kenyataan jika Boruto bisa menentang sistem yang dia ciptakan, karena mampu menyerap Aura Iblis tanpa menerima keberadaan Bidak Evil Piece's benar-benar menarik minatnya. Dan itu terlihat begitu jelas dalam pancaran Mata yang saat ini ditampilkannya.

"Dari pada itu, aku lebih tertarik kenapa mereka memiliki kekuatan seperti itu meski hanya seorang manusia. Siapa mereka sebenarnya, apa kau tahu sesuatu Grayfia-Chan?" salah satu dari ke empat Maou menanyakan itu. Dan dilihat dari gaya bicaranya yang terdengar kekanak-kanakan, bukankah sudah bisa dipastikan jika dia adalah satu-satunya Maou wanita dan merupakan Iblis wanita terkuat ke dua setelah Grayfia.

"Serafall-Sama, soal itu ..." Grayfia sepertinya cukup bingung antara menjawab atau tidak pertanyaan Maou dengan gelar Leviathan itu.

"Kalian pasti ingat mereka yang sangat berjasa dalam pertarungan final melawan Chaos Brigade dan Trihexa (666) ..." ucapan Sirzech yang tiba-tiba, membuat Mata mengarah padanya. Bahkan Fallbium pun yang tengah asyik tidur, tiba-tiba saja terbangun dan langsung celingukan ke kanan-kirinya.

Entah apa yang dirasakan Maou yang satu itu, tapi sedetik kemudian Fallbium kembali tertidur lagi dengan cepat. Terbukti suara dengkurannya kembali membahana di Ruangan itu. Dan hebatnya, tak ada satu pun yang perduli dengan keadaan ajaib itu.

"Apa maksudmu Naruto-Chan dan Hinata-Chan?" suara kekanak-kanakan itu kembali terdengar, dan tentu saja itu suara berasal dari Serafall yang menanggapi ucapan Sirzech.

"Benar ... Boruto-Kun dan Himawari-Chan adalah anak mereka berdua. Jadi tidak heran jika anak-anak itu mewarisi kekuatan sebesar itu"

"Hah!. Kau mengetahui informasi penting ini, tapi tidak memberitahukannya pada kami?!. Keterlaluan sekali!" umpat Ajuka seraya melirik Sirzech dengan sinisnya.

"Tapi kurasa Gremory adalah tempat yang pas ... Dari pada Kerajaan Iblis lain!" lanjut Ajuka seraya melirik tumpukan Berkas yang merupakan aksi penolakan Bangsawan Iblis, tentang keberadaan Boruto di Kerajaan Rias.

'Mungkin aku harus melakukan sesuatu untuk masalah ini ...' batin sang Beelzebub.

UZUMAKI BORUTO.

A Naruto High School DxD Fanfiction.

By Keris Empu Gandring.

•••••

Disalah satu sudut Mansion itu yang diperuntukan untuk Latihan, terlihat Kiba dan Issei sedang latihan bersama. Mereka terlihat saling menyerang satu sama lain. Kiba dengan Prajurit Berkudanya, yang memiliki kemampuan Dragon Slayer dan Issei dengan Mode Tirania yang bisa mengambil semua bentuk Evil Piece's, saling beradu kekuatan untuk menjadi yang terbaik.

Pasukan Berkuda Kiba menyerang Issei secara brutal dari segal arah, Namun Issei mampu mengimbanginya dengan bentuk Tirania mode Kuda yang memberinya kecepatan Dewa. Dengan bantuan Ascalon di Tangan, Issei membabat semua Pasukan Berkuda Kiba yang menghalanginya saat berusaha mendekati pemuda pirang itu.

"Dragon Shot!" Issei menembakan sebuah tembakan Aura Naga untuk melenyapkan tiga Pasukan Berkuda yang ada didepan Kiba.

Duummm!.

Dan hasilnya, tiga Pasukan Berkuda Kiba lenyap dengan mudahnya. Memanfaatkan keadaan Kiba yang jarak pandangnya sedang terganggu oleh Debu yang berterbangan akibat tembakan Dragon Shot. Issei mencoba untuk menambah kecepatannya, dan bersiap melakukan serangan pamungkas dengan tebasan Pedang Ascalon.

"Horryaaaaa!" Issei muncul dengan cepat dari kumpulan Debu seraya berteriak seperti itu, dengan Ascalon yang terhunus tanpa ampun. Tapi ...

Traannkkk!.

Tebasan Ascalon Issei berhasil ditahan Kiba dengan Pedang Suci Iblisnya. Kiba kembali tersenyum saat merasakan Issei yang sedikit terkejut karena pemuda pirang itu bisa menciptakan Pedang Suci Iblis meski masih memakai kemampuan Pasukan Berkudanya.

Keterkejutan Issei dimafaatkan dengan baik oleh sang Kuda Gremory. Dengan cepat, Kiba melakukan serangan balik. Pedang Suci Iblisnya kembali tercipta dari ketiadaan di Tangan Kiba yang masih bebas, dan tanpa ampun melayangkan tebasannya pada Armor Issei yang tipis.

Namun beruntung. Issei masih sempat untuk menghindar!.

"Kau bisa menggunakan Sword Brith meski masih menggunakan Blade Blacksmith?!" issei mengucapkan itu setelah berhasil menghindari serangan Kiba. Pandanganya melirik Pasukan Berkuda Kiba yang masih tersisa.

"Aku sudah jauh berkembang ... Meski—" ucapan Kiba terhenti saat menyadari kedua Pedang Suci Iblis di ke dua Tangannya kembali menghilang dalam ketiadaan.

"Begitulah ..." ucap Kiba seraya tersenyum manis. Berusaha menutupi rasa lelahnya akibat memaksakan diri menggunakan dua kekuatan Sacred Gearnya.

Yap, meski Kiba kini mampu menggunakan dua kemampuan Sword Brith dan Blade Blacksmith secara bersamaan, namun efeknya sangat berat dan membebani Tubuhnya. Karena menguras begitu banyak stamina. Issei tersenyum senang melihat kemajuan yang diperlihatkan Rivalnya.

"Kau benar-benar hebat!. Tapi bukan hanya dirimu yang sudah berkembang, aku juga!" ucap Issei dengan penuh keyakinan.

"Aku akan memperlihatkannya!" teriak pemuda bersurai coklat itu, kembali menerjang Kiba.

Dan pertarungan sengit dari sang Kuda Gremory melawan sang Sekiryuutei pun kembali terjadi. Hingga ahirnya mereka memutuskan untuk berhenti dan beristirahat untuk memulihkan tenaga yang terkuras dari latihan mereka.

Dan saat ini, Issei terlihat menenggak sebotol Air Mineral hingga habis. Armor Naga Merahnya sudah dinonaktifkan saat ini. Sementara Kiba terlihat sedang menyeka keringatnya, sampai sebuah suara dari pemuda disampingnya itu menghiasi pendengarannya.

"Jadi Hari ini Boruto tidak latihan ya ..." ucap Issei setelah selesai dengan acara minumnya. Kiba mengalihkan panandangannya saat mendengar ucapan sahabatnya itu, sebelum ahirnya tersenyum manis.

"Kau sangat perhatian ya, pada Boruto-Kun" komentar Kiba masih dengan senyum manisnya.

Ting!.

Ting!.

"Kamfreet!. Ada apa dengan senyum menjijikan itu?!. I-ini tidak seperti yang k-kau fikirkan!" Issei mengatakan itu dengan Wajah memerah dan sedikit terbata-bata. Entah kenapa senyum yang diberikan Kiba, membuatnya salah tingkah.

"Hm?" Kiba malah tidak mengerti dengan maksud ucapan Issei.

"Ck!. Maksudku aku ... Ya, aku cukup perhatian dengannya. Ta-tapi tidak seperti yang kau f-fikirkan!"

"Aku normal tahu!" lanjut sang Sekiryuutei dengan salah tingkahnya. Tapi Kiba masih tidak mengerti. Pemuda pirang tampan itu masih terlihat kebingungan dengan apa yang diucapkan Kiba.

"Hah~ sudahlah ... Intinya aku senang karena ada Pion lain dalam Kerajaan Rias-Buchou. Jujur saja, aku sangat senang orang kuat seperti Boruto dirainkarnasikan dengan bekas Bidak Pion yang dulu ada di Tubuhku. Tapi ... Pembicaraan Iblis Bangsawan dan Iblis Kelas Atas lainnya membuatku resah"

Untungnya, pada poin ini Kiba mengerti. Dengan senyum manis yang mengembang indah, Kiba menepuk Pundak sang Sekiryuutei, seraya mengatakan hal yang harus dikatakan sebagai sahabat atau keluarga dalam Kerajaan Gremory.

"Tenanglah Issei-Kun. Jika ada yang berani mengambil anggota keluarga kita, Buchou pasti tidak akan membiarkannya. Bukankah ... Itu adalah prinsip dari keluarga Gremory" ucap Kiba. Issei sedikit terkejut mendengar ucapan itu, sebelum ahirnya membalas ucapan Kiba.

"Kau benar" ucapnya seraya ikut tersenyum.

Disebuah Laboratorium.

"Lagi?" Boruto mengatakan itu dengan nada tak percaya. Sementara Ajuka dan Azazel hanya mengangguk santai.

"Ini terasa aneh buatku. Anda beberapa saat lalu memberikan saya benda aneh yang menambah Aura Iblis saya. Dan sekarang ... Sebuah Senjata Grim Reaper yang dulu digunakan seorang Grim Reaper bernama Pluto?"

"Yap. Kurasa kau pantas untuk mendapatkan Senjata ini. Bukankah dulu kau pun mendapatkan julukan Grim Reaper, karena menjadi Malaikat Maut yang membasmi setiap Iblis Liar dan Malaikat Jatuh Pembangkang yang bersembunyi di Tokyo?" ucap Azazel.

"Selain itu, Senjata ini diberikan Hades untuk perjanjian damai dengan kami, para penguasa Dunia Bawah. Dan seperti yang dikatakan Azazel, kau pantas mendapatkannya" timpal Ajuka.

"Kenapa?"

"Kenapa Anda terus menambah kekuatan saya?" pertanyaan yang wajar untuk Boruto tanyakan. Salah satu pemimpin tertinggi Dunia Bawah dan mantan Malaikat Jatuh nomor satu di Grigori terus memaksimalkan kekuatannya.

Bukankah ini seperti Boruto dipersiapkan untuk sebuah pertarungan besar?!.

"Benar juga ... Kau pasti merasa aneh dengan apa yang kami lakukan. Kami juga melakukan hal yang sama pada Hyoudou Issei-Kun beberapa Tahun yang lalu" ucapan Ajuka membuat Boruto semakin bingung. Boruto hanya menanyakan kenapa dirinya seolah-olah terus diperkuat, tapi kenapa nama teman mesumnya masuk dalam pembicaraan?!.

"Maaf Ajuka-Sama, saya hanya menanyakan—" ucapan Boruto terhenti karena Tangan Ajuka terangkat seperti menyuruhnya untuk diam dan tidak menyela ucapannya.

"Sebenarnya, aku ingin juga memperkuat adikmu untuk menghadapi sesuatu yang besar. Tapi sayangnya, dia tidak memiliki kemahiran bertarung. Jadi ... Kami hanya bisa mengandalkanmu"

"Sepertinya ini adalah takdir dari Keluarga Uzumaki untuk membantu Dunia Bawah, sekali lagi ... Dan, apa kau tahu seseorang yang bernama Otsutsuki Ashura?" tanya sang Maou Beelzebub itu mengakhiri penjelasan panjangnya.

"Ya, aku pernah mendengar tentang Iblis Kelas Atas dengan nama Otsutsuki Ashura. Dia Iblis terkuat saat ini, dan berhasil melengserkan sang Kaisar Delusius Belial diurutan teratas Rating Game" jawab Boruto mengatakan apa yang dia tahu tentang Otsutsuki Ashura.

"Benar. Meski aku benci mengakuinya, Yondai Maou dan Malaikat Jatuh disebelahku ini mungkin masih belum cukup untuk mengalahkannya. Dia bagaikan Bom Waktu yang akan meledak kapan saja. Orang itu tidak bisa diatur!" ucap Ajuka. Azazel terlihat tidak senang mendengar perkataan Ajuka. Tapi itulah kenyataannya. Otsutsuki Ashura berada ditingkat yang tidak bisa disentuh bahkan oleh orang-orang kuat seperti mereka.

"Lalu jika orang-orang kuat seperti kalian tidak bisa mengalahkannya, bagaimana saya bisa mengalahkan orang seperti itu?!" tanya Boruto.

"Kau akan tahu saat melihatnya sendiri. Kekuatan yang kau dan adikmu miliki bukanlah tanpa sebab" kini Azazel yang menjawab pertanyaan Boruto.

Untuk sesaat, Boruto terlihat bingung. Meski dia menyadari kekuatan besar yang ada di Tubuhnya, Boruto masih tidak mengerti kenapa Maou Beelzebub ini memilihnya. Jika apa yang dikatakan Ajuka benar, bukankah lebih bijak memperkuat Hyoudou Issei yang notabene adalah salah satu Iblis yang cukup menonjol dalam pertarungan melawan Chaos Brigade?!.

Terlebih lagi, apa pula dengan takdir keluarga Uzumaki?!. Membantu Dunia Bawah?. Sekali lagi?.

Dan siapakah Otsutsuki Ashura ini sebenarnya?!.

Namun sebelum mengungkapkan begitu banyak pertanyaannya, sang Maou Beelzebub itu kembali mengucapkan sesuatu.

"Ada satu hal lagi yang harus kau tahu, Boruto-Kun ..." ucapan itulah yang membuat Boruto tidak bisa mengatakan segala macam pertanyaan yang ada difikirannya.

"Meski kau dirainkarnasikan dengan empat Bidak Pion yang dimiliki Rias, faktanya kau bukanlah Budak Rias. Saat ini statusmu sebagai Iblis masih belum jelas. Mungkin saat ini ungkapan Iblis tak bertuan cocok untukmu" lanjut Ajuka. Alis Boruto terangkat seketika saat mendengar ucapan itu, namun karena merasa Ajuka belum selesai dengan ucapannya, pemuda bersurai pirang itu memilih diam dan mendengarkan.

"Ketiadaan Bidak dalam Tubuhmu cukup untuk menjelaskannya. Dan itulah kenapa mulai banyak dari Iblis Bangsawan dan Iblis Kelas Atas yang mulai mempermasalahkan keberadaanmu dalam kerajaan Rias. Ditambah lagi dengan kekuatan besar yang kau miliki, sebagian dari mereka mulai takut kau akan menjadi Ashura yang lain"

"Tapi sebagian lagi merasa tertarik dan ingin menjadikanmu bagian dari kerajaan mereka sebagai sebuah senjata, untuk mencapai posisi tertinggi di Dunia Bawah. Karena itulah kekuatan ini penting untukmu. Ada kalanya kami sebagai petinggi atau sebagai Iblis Bangsawan tidak bisa membantu"

"Karena itulah kau harus bisa menjaga dirimu dan adikmu sendiri!" ucap Ajuka kembali menjelaskan sesuatu yang sekali lagi, membuat Boruto tertegun.

Cukup lama Boruto melamun, dengan segala pemikirannya. Hingga ahirnya ucapan Azezel membuyarkan lamunan pemuda bersurai pirang itu.

"Jadi bagaimana Bocah, apa kau mau menggunakan Senjata ini?" tanya sang Malaikat Jatuh itu.

"Ba-baiklah" ucap Boruto seraya mengambil Senjata Mantan panglima Grim Reaper yang bernama Pluto itu.

Deg!.

Deg!.

Tepat saat Boruto memegang Sabit panjang itu, sesuatu yang terasa aneh dirasakan pemuda bersurai pirang itu. Dadanya berdegup kencang seiring dengan Aura kematian khas Grim Reaper yang meresap dalam Tubuhnya. Azazel dan Ajuka, tersenyum melihat hal itu.

Yap, itu artinya ... Boruto bisa menerima Aura kematian Grim Reaper!.

Namun saat proses penyerapan Aura kematian itu, sebuah suara tertangkap indra pendengarannya. Seiring dengan keberadaannya yang kini berada disebuah tempat yang gelap.

Deg!.

Deg!.

"Nyaammm~ Nyaaammm~ Nyaaammmm~ eumh!. Ini enak sekali~" suara itu terdengar dengan jelas di Telinga Boruto. Dan dengan memanfaatkan suara itu, Boruto melangkahkan Kakinya untuk mencari siapa pemilik suara itu.

Dan setelah berjalan cukup lama, terlihat seorang gadis loli bertelinga Kelinci sedang menyerap Aura hitam pekat khas Grim Reaper dengan Wajah bahagia, layaknya sedang memakan sebuah makanan enak. Boruto berhenti tepat beberapa meter dari tempat gadis itu.

"Eumh~" ada sebuah tanda tanya besar dalam fikirannya, namun agaknya Boruto bingung bagaimana mengatakannya.

Twit!.

Twit!.

Telinga gadis loli itu bergerak-gerak. Dan tak lama kemudian ...

"Hooh~ Boru-Sammmaaaa~"teriak si gadis loli bertelinga Kelinci itu, seraya menghambur ke arah Boruto dengan gestus seperti ingin memeluknya.

"Huaaaawwwwhhhhhh!" Boruto berteriak kencang saat tiba-tiba saja Tubuhnya jatuh terduduk. Pandangannya menengok kesana-kemari, seolah-olah Boruto sedang mencari sesuatu. Sementara Ajuka dan Azazel terlihat tak mengerti dengan apa yang terjadi pada Boruto.

"Ada apa bocah?" tanya Azazel. Namun bukan jawaban yang didapat, namun sebuah gumaman aneh yang tak jelas dari pemuda bersurai pirang itu.

"Laboratorium?!"

"Ajuka-Sama ... Malaikat Jatuh kamvrett?!" gumam Boruto saat menyadari tempat dan dua sosok orang yang menatapnya dengan bingung.

"Hei!" Azazel tak terima dengan perkataan Boruto yang menyebutnya Malaikat Jatuh Kamvreet. Namun pemuda bersurai pirang itu mengabaikannya. Dia masih sibuk dengan dunianya sendiri. Seraya menatap Sabit Panjang yang tergeletak disampingnya, Boruto kembali bergumam.

"Siapa gadis loli itu ya?!" gumamnya. Dan sebuah suara kembali didengarnya.

"Huft!. Padahal aku ingin memeluk Boru-Sama, karena sudah datang ketempatku~" ucapan itu terdengar begitu jelas di Telinga Boruto, membuat pemuda pirang itu kembali celingukan ke kanan dan kiri.

"Bocah aneh. Kau ini kenapa sih?!" desis Azazel yang mulai kesal.

"Aku baik-baik saja" jawab Boruto, yang kini mulai berdiri dari acara jatuhnya. Setelah membungkuk hormat pada dua sosok Iblis dan Malaikat Jatuh itu, Boruto mulai meninggalkan Laboratorium Ajuka itu.

'Tidak ... Itu tidak mungkin. Aku pasti hanya berhalusinasi!' batin pemuda bersurai pirang itu.

Sementara itu, Ajuka mulai membuka suaranya setelah Boruto cukup jauh dari Laboratoriumnya.

"Apa kau merasakannya?. Dia sudah mulai bangkit. Seperti yang kau katakan, Aura Iblis dan Aura Kematian sangat berguna untuk membangkitkannya" ucap sang Maou Beelzebub.

"Cih!. Aku tidak suka dengannya!" itulah jawaban yang diucapka Azazel. Tampaknya, Azazel masih kesal karena disebut Malaikat Jatuh Kamvreet.

BERSAMBUNG.

Note ::

Sebenarnya banyak yang ingin saya sampaikan dalam Author Note kali ini, tapi saya lupa. Ahahaha~

Maaf-maaf. Yang penting happy 14 Review :v.

Moga bertambah terus!.

Oh iya. Balasan Reviewnya di Chapter depan aja ya :D.