By : Cherryblossoms
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warning : Gaje dan abal-abalan ==v,jayus,OOC,AU,AR,AH *banyak banget ya? Buahahha #plak
Rated : T
Pairing : SasuSaku
~ Oh ya untuk kali ini aku akan memunculkan "author POV"hehe. Oke? Terus sepertinya disini semuanya benar-benar memiliki watak yang jauh beda dengan aslinya -_-" hhe .. tapi saya sudah berusaha membuat yang saya bisa. Dan juga akan ada bagian yang -sangat- gaje ==v yah karena sesuai dengan versi saya haha. Berhubung sekolah -yang sudah menjauhkan saya dari fanfic- sudah masuk dan menancap dikehidupan saya kembali. Saya harus membagi waktu hueee. Jadinya update harus menunggu 1 tahun*lebai. Ya mari kita mulai selamat membaca XD Arigatoo
*Author POV
Gadis itu masih diam ditempatnya dengan ekspresi yang tak dapat digambarkan. Ia masih sangat terkejut dengan berita yang entah bisa dibilang menyenangkan ataupun mengerikan. Ditelannya roti yang sudah ia kunyah sejak 3 menit yang lalu dan menetap di mulutnya. Orang-orang disekitar pun juga nampak bingung dengan reaksi yang dikeluarkan Sakura.
"Kenapa Sakura? Kau tidak suka?" Tanya kaa san
Gadis itu masih belum menjawab. Ia merasakan sesuatu yang aneh. Baru saja ia bertemu dengan seorang lelaki bernama Uchiha Sasuke. Seorang pemuda yang memang sepertinya tipe cowok idaman seluruh wanita. Ia baru saja kenal dengan lelaki ini kurang dari 1 hari. Seorang pemuda yang sekarang telah menjadi pujaan hatinya. Dan tiba-tiba saja dia akan tinggal bersama dengan pemuda bernama Sasuke ini. Kejadian ini berlangsung terlalu cepat. Ia membelalak mata emeraldnya dan tercengang sambil menatap pemuda bermata onyx yang duduk disampingnya.
"Sakura? Kenapa?" Ucap sang ayah
"Ah? Kenapa? Ah eng .. Enggak .. Enggak apa-apa kok" Respon Sakura yang masih belum bisa lepas dari rasa galau *wakwak* yang sudah mengaduk-aduk hati dan pikirannya.
"Ya sudah baguslah,Saku kau tunjukan kamar Sasuke ya. Ada di depan kamar mu." Perintah sang tou san sambil tersenyum lembut. Gadis itu pun hanya mengangguk dan balas tersenyum.
"Mari Sasuke-kun" gadis itu berdiri dan berjalan menjauh dari meja makan diikuti oleh Sasuke. Pria itu membawa 2 buah koper hitam yang hanya dihiasi dengan garis berwarna abu-abu. Ternyata dia hanya menaruh barang-barangnya di ruang tamu. Mungkin karena memang dia tidak berminat untuk tinggal bersama dengan keluarga Haruno yang memang tidak di kenal.
"Sini,aku bawakan salah satu kopermu." Tawar Sakura dengan senyuman simpul
"Tak usah" Pria itu segera mengubah salah satu kopernya yang paling kecil menjadi seperti ransel lalu menggendong nya. Dia menatap tajam gadis yang berdiri di depannya. Terlihat wajah sang gadis berubah menjadi sedikit kesal. Namun,Sakura tak mau dan memang tidak bisa memberikan reaksi apapun. Ia hanya tersenyum dan mengangguk.
"Ayo ikut aku" Gadis itu berjalan menaiki tangga berkarpet merah dan dibuntuti oleh seorang pemuda yang memiliki gaya rambut yang aneh ( dalem banget -_-) Suasana sangat sunyi. Sepanjang perjalan tak ada yang mau membuka mulut. Kalau dilihat, badan mereka memang sedang berjalan bersama-sama,namun sepertinya pikiran mereka berada di jalan yang berbeda. Entah apa yang terjadi sampai kedua manusia itu kini seperti tidak kenal satu sama lain. Sampai akhirnya mereka sampai di depan sebuah pintu kayu berukuran besar dan dicat putih.
"Ini ruangan mu Sasuke-kun" Kata gadis itu seraya membuka pintu kayu tersebut. Mereka memasuki ruangan kamar yang berukuran besar. Kamarpun sudah tertata rapi. Tempat tidur yang berukuran king size dengan warna hitam dan dihiasi garis berwarna biru tampak seperti baru. Lantai yang beralaskan karpet tampak sangat bersih. Dan dinding yang di cat warna biru masih bersih tanpa noda.
"Hn" Ucap Sasuke yang sama sekali tidak berniat untuk mengatakan sepatah kata pun. Lelaki itu meletakan kopernya di samping tempat tidurnya. Lalu membuka koper yang berukuran kecil dan mengambil handphonenya. Lalu mulai berkonsentrasi dengan benda kecil yang di genggamnya.
"Kenapa?" Tanya Sasuke sambil mengarahkan kepalanya ke arah Sakura. Ia menatap gadis itu dengan heran. Karena dari tadi,ia hanya melihat Sakura yang berdiri di depan pintu 'kamarnya'. Ia memperhatikan gadis berambut merah muda yang sekarang sedang tersenyum tanpa sebab di depan pintu.
"Kalau udah ,keluar aja. Ganggu tau gak." Kata Sasuke yang langsung kembali fokus pada layar handphone nya. Sakura yang mendengar itu hanya bisa diam tercekat dengan kata-kata tajam yang dikeluarkan dari mulut pujaan hatinya. Dengan rasa berat dia tersenyum dan menutup pintu kayu yang berada di dekatnya. Sakura hanya bisa menghela nafas berat sembari menggigit jari telunjuknya. Dan akhirnya setelah 5 menit dia berdiri di depan pintu kamar ia pun berjalan ke arah kamarnya yang memang tidak jauh dari kamar milik Sasuke.
*Sakura POV
Aku membuka pintu kamarku yang di cat warna putih persis milik Sasuke,lalu berjalan ke arah kasur ku dan merebahkan diriku. Aku memandang ke langit-langit kamar yang dicat sewarna dengan rambutku. Aku meraba-raba kasur ku untuk mencari handphone ku yang memang ku tinggal di kamar. Aku merasa seperti menyentuh sebuah benda tipis dan benar saja itu adalah handphone ku. Dengan segera aku mengecek hp ku yang sudah lama ku tinggal di kamar. Ah ada sms? Dari siapa?
3 messages from Sasori
Ah dia lagi,dengan malasnya aku membuka sms-sms tersebut. Dan yang kudapat hanyalah pertanyaan yang tidak penting. Sungguh aku tidak mengerti kenapa orang itu selalu seperti itu eh? Mengganggu saja. Aku meletakan hp ku di sampingku. Ah sungguh hari ini adalah hari yang aneh. Pertama,aku bertemu dengan Sasuke dan langsung jatuh cinta padanya. Kedua,tiba-tiba saja aku dan dia -secara tidaksengaja- menjadi kenal hanya karena hal sepele. Ketiga,sekarang dia dan aku akan tinggal bersama. AH? Oh iya! Dia dan aku.. Akan tinggal bersama! Astaga aku baru sadar! Ah kenapa aku jadi panik begini? Bukannya ini kesempatan bagus untuk memenangkan hati si penjual es itu?#Plak! Tapi,kalau dipikir-pikir mana bisa aku mendapatkan hatinya. Perempuan yang dia suka pasti sangat cantik. Dan siapa tau dia dekat dengan Sasuke di sekolahnya. Ah? Sekolah? Oh iya! Aku lupa tanya dia sekolah dimana. Ah besok saja lah. Ini sudah malam sekali. Dan aku juga sudah mengantuk. Akhirnya dengan sedikit usaha aku berusaha menutup mataku agar segera tidur.
10 menit
20 menit
30 menit
1 jam
2 jam
Argh! Aku tidak bisa tidur. Oh astaga apa yang terjadi padaku? Ck,kenapa disaat seperti ini aku malah susah tidur? Ah mending minum aja deh,siapa tau bisa membantu. Dengan tergopoh-gopoh aku keluar dari kamar ku yang sangat nyaman. Lalu berjalan menuruni tangga. Suasanya sangat sepi. Ya itu sudah pasti. Toh aku sendiri yang masih bangun dan keluyuran di malam kayak gini.
Aku beranjak pergi ke dapur,mengambil sebuah gelas dan mengisi air di gelas tersebut. Dengan cepat aku habiskan air putih tersebut. Setelah selesai meminum air bening tersebut,aku segera berjalan menuju ke kamar ku. Aku mempercepat langkahku ketika melewati ruang tamu yang sangat sunyi dan gelap. Rasanya seram berada lama-lama di ruangan seperti itu. namun,langkahku terhenti ketika melihat sesosok lelaki duduk di sofa membelakangiku.
Hanya dalam sekejap,sekujur badanku jadi kaku dan lemas. Keringat dingin mulai bercucuran. Oh astaga,apa dia itu hantu? Dengan jantung yang berdebar-debar aku melangkahkan kaki ku mendekati 'makhluk' tersebut.
"Ngapain malem-malem keluyuran?" Langkahku terhenti ketika makhluk tersebut berbicara dengan suara dingin dan tajam. Aku menatap nya dengan heran,sebenernya dia ini siapa? Ah,sepertinya pertanyaan yang lebih tepat, dia ini apa?
"Aku bukan hantu. Aku manusia" ucapnya tanpa menoleh kearahku. Ah? Kok dia bisa tau kalau aku ngira dia hantu? Ah apa jangan-jangan! Dia itu..
"Sa.. Sasuke-kun? Itu kamu?" Aku mengacungkan jari telunjuk ku dan menyentuh nya dengan hati-heti.
"Hn" ah ini benar dia. Sasuke yang asli pasti akan menjawab 'hn' , dan 'hn' , dan akan selalu 'hn'. Kalau begini aku jadi bisa membedakannya dengan cepat. Aku melangkah kan kaki ku perlahan-lahan dan duduk di sampingnya. Ah~ ternyata dia sedang membaca buku.
"Um,Sasuke-kun" Aku menyenggol nya lagi dengan perlahan.
"…."
"Aku mau nanya. Kalau misalnya terjadi sesuatu padaku. Kamu mau nolong gak?" Kok aku jadi nanya gini sih? Ah,dia pasti bakal ngira aku aneh deh. Aku langsung menatapnya dan menunggu nya untuk menjawab pertanyaan yang -sangat- aneh ini.
"Tidak tau"
"Apa kau suka padaku?"
"Tidak"
"Kalau ada yang menculik aku,kamu mau nyelamatin gak?"
"Enggak"
"Apa kau peduli padaku?"
"Tidak"
"Apa kau membenciku?"
"Mungkin"
Dengan segera dia menutup bukunya dan berjalan pergi menjauhiku. Aku memperhatikan kepergian nya. Aku terduduk lemas sendirian. Kenapa dia harus seperti ini? Apa salahku sampai aku di buang seperti ini? Apa aku memang sangat jelek? Oh Sasuke,kumohon sekali saja akui aku. Apa memang kau bukan jodohku? Tapi tidak ada salahnya kan kalau aku berharap? Tak ku sadari air mata mulai keluar dari kedua mataku. Jantungku berdetak kencang,dan seketika itu juga jantungku jadi sakit. Rasanya sulit untuk bernafas. Aku berusaha menarik nafas panjang,namun jantungku masih belum bisa kembali normal. Kenapa,aku harus bertemu denganmu? Kalau saja aku tidak bertemu,aku pasti akan baik-baik saja sekarang.
"Ah kau ini! Kenapa memanggil ku Teme hah?"
"Kau pikir namaku Teme eh? Bodoh"
"Namaku Uchiha Sasuke,bukan teme"
"Aku menolak bukan karena aku benci padamu"
"Tapi kita ini masih muda. Dan lagipula kita gak saling suka!"
"Kamu lucu.. Aku suka .."
Tanpa disadari air mataku mulai keluar lagi. Jantungku menjadi lebih sesak. Kenapa aku selalu mengingat kejadian yang pernah kita lalui. Meski waktu kita bersama sangat singkat,tapi aku sangat senang. Karena itulah awal saat kita bertemu untuk pertama kalinya. Aku memejamkan mataku,berharap agar rasa sakit yang membuat ku menangis bisa hilang. Aku menghembuskan nafas panjang dengan perasaan berat. Aku melihat ke arah jam. Sudah pukul 1 malam. Akhirnya dengan hati yang miris aku bergegas pergi ke kamarku.
.
.
.
Aku merebahkan kembali badanku yang terasa lemas. Aku menghapus air mata ku yang masih membekas di sekitar pipi ku. Aku memandang langit-langit kamarku. Pikiran ku melayang-layang. Rasa sakit yang tadi mengikat hatiku,masih bisa kurasakan dengan jelas. Sekarang aku hanya bisa membayangkan wajah sang Uchiha. Oh,kau keterlaluan Sakura. Kau baru mengenal dia. Tidak seharusnya kau menangisinya nya. Ini gak masuk akal. Aku meremas seprai tempat tidurku. Memejam kan mata ku dan berusaha untuk merileks kan diriku. Aku menghela nafas panjang lagi,dan berusaha untuk tidur.
*Author POV
Pria itu sedang memandang ke luar jendela. Melihat pemandangan yang sangat gelap. Pria bermata onyx itu pun menghela nafas berat. Lalu memejamkan matanya. Pikiran dan hatinya sedang diaduk dengan perasaan bersalah,marah,menyesal,bingung dan itu semua membuat kepalanya sangat sakit. Dia mengacak-acak rambutnya dengan kasar. Entah apa yang harus dia lakukan untuk menebus kesalahannya. Dia menyesal karena sudah berkata kasar pada gadis yang memang tidak bersalah apapun padanya. Namun ia juga bukan tipe cowok yang mau rendah di mata wanita,karena sifat gengsi nya yang besar membuatnya sulit untuk mengucapkan kata "Maaf. Dengan lemas dia menjatuhkan dirinya di kasurnya. Ia melirik ke arah hpnya dan memusatkan matanya pada jam yang tertera dengan jelas di layar handphonenya. Wajahnya sedikit berubah menjadi kaget ketika mengetahui bahwa sudah jam 2 pagi. Namun matanya belum merasa lelah ataupun mengantuk. Akhirnya dengan terpaksa sang Uchiha itu pun berusaha untuk masuk kedalam alam mimpinya.
.
.
.
Matahari sudah mulai terbit lagi. Menerpa siapa saja yang berada di hadapannya. Dan memancarkan sinarnya ke segala arah. Menyelinap ke dalam rumah melalui jendela. Dan menerpa seorang gadis cantik yang sedang terlelap dan menikmati mimpinya. Dengan segera sang gadis membuka mata emeraldnya perlahan-lahan.
"Hoahm! Ah sudah pagi.." Ucap gadis itu sambil mengucek-ngucek matanya yang masih terasa berat. Ia pun langsung turun dari ranjangnya dan membereskan ranjangnya yang sangat berantakan. Gadis itu pun mengambil handuk dan baju gantiku. Lalu memasuki kamar mandi. Sekitar 20 menit gadis itu berada di dalam kamar mandi dan membersihkan seluruh badannya. Dengan cepat ia segera memakai bajunya dan berlari ke bawah.
"Selamat pagi Sakura!" Sapa 2 orang pria bertubuh besar yang sedang duduk dimeja makan.
"Selamat Pagi tou san, selamat pagi tuan Uchiha #ea" Sapa Sakura yang langsung duduk di meja makan. Ia pun segera mengambil selapis roti selai dan segelas susu. Dan dengan terburu-buru gadis itu melahap sarapannya.
"Sakura? Kenapa terburu-buru?" Tanya sang tou san yang bingung melihat putrid semata wayangnya
"Ah,hari ini Saku akan pergi dengan Ino dan Hinata." Ucap sang gadis sambil berjalan menuju wastafel dan mencuci tangannya.
Ketiga orang itu pun memalingkan pandangan mereka ke arah seorang laki-laki yang mengenakan baju hitam dan bercelana panjang. Pemuda itu menuruni tangga dengan perlahan.
"Eh adik ku tersayang mau kemana?" serentak keempat orang itu pun menengok ke sumber suara.
"Bukan urusanmu Itachi." Kata bocah bermata onyx itu sambil mengambil sepatunya.
"Hei Sasuke. Kau mau kemana?" Ucap sang kepala keluarga Uchiha. Sasuke pun hanya bisa menghela nafas.
"Mau ke rumah Naruto" Ucapnya santai sambil memasuk kan kakinya di dalam sepatu hitam
"Eh? Kerumah Naruto?" Celetuk Sakura. Yang lain pun hanya memandang gadis berambut merah muda yang berdiri dengan tatapan innocent.
"Kau kenal dengan Naruto?" Tanya tuan Uchiha #eaa
"Iya,aku dekat dengan pacarnya. Hari ini kami akan pergi bersama."Jawab Sakura dengan senyum manis.
"Wah,kalau begitu kenapa kalian tidak pergi bersama saja?" Usul Itachi menyeletuk. Sakura dan Sasuke pun langsung menatap satu sama lain dengan terkejut. Sakura hanya bisa menelan ludah,dan Sasuke hanya memberikan tatapan deathglare ke arah kakak terkutuknya ( maap buat fans nya Itachi ).
"Wah! Itu ide bagus!" Sang tuan Uchiha pun langsung tertawa bersemangat dengan tuan Haruno.
Sakura hanya bisa tersenyum bahagia dan malu. Ia tak tau apa yang harus dilakukan. Gadis itu menatap sang pemuda bermata onyx yang tampak sedikit kesal.
.
.
Angin semilir mengobarkan rambut merah muda milik seorang gadis yang sedang berjalan ditemani dengan seorang pemuda tampan. Seluruh orang yang mereka lewati sepertinya sedang ribut membisikan sesuatu kepada sesama mereka. Sakura yang tidak mengerti apa-apa tampak bingung. Dia menatap ke arah pemuda tampan yang berjalan lurus tanpa memperdulikan orang-orang disekitar.
"Um Sasuke-kun" Kata Sakura membuka pembicaraan. Pria itu masih menatap lurus dan tidak memperdulikan panggilan Sakura. Dengan wajah kesal Sakura menatap kedepan lagi. Sesekali Sakura melirik kearah Sasuke dengan senyuman kecil. Ya ini adalah kesempatan yang jarang didapat. Bisa berjalan berdua dengan sang pujaan hati. Bagi Sakura itu adalah sesuatu yang berharga.
Akhirnya Setelah sekitar 20 menit mereka berjalan bersama, meski TANPA pembicaraan mereka sampai di depan kediaman Uzumaki. Dengan cepat Sasuke memencet bel yang terpampang di dekat pagar. Lalu terlihat seorang laki-laki berambut durian berlari ke arah mereka.
"Hei Tem-" Pria itu berhenti berlari dan memperlambat jalannya. Lalu dia menatap aneh ke arah Sakura.
"Kenapa?" Tanya Sakura
"Ini kau Sakura? Kenapa bisa sama Teme?" Tanya Naruto sambil membukakan pagar dan menggiring mereka kedalam rumah.
"Ceritanya panjang" Kata Sakura sambil tersenyum malu memandang Sasuke
"Hn" balas Sasuke
Akhirnya mereka sampai di depan pintu kayu berwarna coklat. Lalu Naruto membuka pintu itu perlahan,dan terlihat sudah ada Ino dan Hinata yang duduk di ruang tv.
"Ino! Hinata!" Teriak Sakura sambil berlari ke arah sahabatnya.
"Hei Saku. Kau datang sama siapa?" Tanya Ino sambil mengunyah keripik kentang
"Sama penjual es. Heheh" Kata Sakura sambil tertawa
"Hah? Penjual es?" Tanya Ino dan Hinata serempak
"Haha. Maksudnya Sasuke Uchiha. Ini temanku" Kata Naruto yang datang tiba-tiba. Ino dan Hinata hanya bisa angguk-angguk kepala.
"Nah,kita berarti pergi berlima dong?" Tanya Sakura dengan senyuman yang mengembang di wajahnya. Yang lain hanya bisa meng-iya kan. Mereka berdiri dan menuju ke pintu bersiap untuk pergi. Namun langkah mereka terhenti ketika melihat seorang gadis berambut merah berdiri didepan pintu.
"Sasuke-kun!" Teriak gadis itu seraya memeluk Sasuke. Semua orang yang menyaksikan kejadian langka itu tercengang. Namun tidak untuk Sakura. Mukanya menjadi merah karena kesal. Ia membuang muka agar tidak melihat kejadian itu.
"Karin? Kenapa kesini?" Kata Sasuke sambil melepas pelukan yang tiba-tiba mendarat di tubuhnya.
"Nee~ aku dengar Sasu-kun mau jalan-jalan. Jadi aku mau ikut,boleh kan?" Kata gadis berkacamata itu dengan muka sepolos mungkin. Setelah mendengar kata 'ikut' Sakura pun langsung memalingkan wajahnya kearah Sasuke,yang ternyata juga memandangi Sakura.
"Ah,sayang sekali. Kami sudah tidak bisa menerima tamu lagi." Kata Ino dengan ketus.
"Ah? Kok gitu? Sasu-kun~ boleh ya~" Bujuk Karin sambil merangkul lengan Sasuke dengan manja. Merasa akan meledak,Sakura pun segera berjalan duluan. Meninggalkan kejadian mengenaskan yang terjadi didepan matanya sendiri.
"Sakura!" ino dan Hinata langsung berlari menyusul sahabatnya. Sasuke yang menjadi tokoh utama di permasalahan ini pun hanya diam. Dia menarik tangannya dengan kasar,membuat Karin agak terdorong kebelakang.
"Ck. Merepotkan" Kata Sasuke sambil menarik tangan Naruto meninggalkan Karin.
.
.
"Sakura!" Teriak Ino dari kejauhan. Si empunya nama pun menengok ke belakang.
"Sudah lupain aja" Kata Hinata yang masih agak terengah setelah mengejar Sakura.
"Eh? Lupain apa?" Ucap Sakura dengan wajah sok bingung
"Halah,gak usah bohong. Kamu suka sama Sasuke itu kan?" Tanya Ino sambil menaikan sebelah alisnya. Sakura yang pasrah hanya mengangguk.
"Hehe. Tenang Sakura. Kau ini lebih cantik daripada wanita aneh itu." Hibur Hinata sambil tersenyum jahil.
"Hehe,masa sih?" Kata Sakura yang sudah mulai tersipu malu.
"iya dong. Yang namanya Sakura,pasti cantik." Tambah Ino dengan senyum tulus. Akhirnya ketiga sahabat itu pun duduk di bangku kayu menunggu kedua pria yang akan ikut bersama mereka.
"Hey kalian!" Teriakan itu membuat ketiga wanita tersebut memalingkan wajah mereka ke arah suara. Di lihatnya lah Naruto dan juga Sasuke. Dan juga diikuti Karin yang berjalan dibelakang mereka.
Mata emerald Sakura pun membelalak ketika tau kalau ujung-ujungnya gadis itu akan ikut bersama mereka. Sakura merasa sangat khawatir dan juga kesal. Mungkinkah dia mantan Sasuke? Atau mungkin dia menyukai Sasuke,sama seperti dirinya?
Haaaa aneh ya? *emang-_-
abal ya? *emamg-_-
gaje ya? *emang =_=
huee maap maap yaaa.. meski ff ini agak (baca= sangat) aneh, aku tetap mengharapkan senpai-senpai yang cakep-cakep,suci dan rajin menabung (?) ini mau memberikan review :3 .. maap kalau apdet nya lamaa ==v hehehe Arigatooo
