FOOTBALL GANG

Chapter 3

HUNHAN

OTHER OFFICIAL COUPLE

ROMANCE/FRIENDSHIP/DRAMA?

GENDERSWITCH

+ HAPPY READING +

Trek trek trek

"Baek berhentilah aku pusing mendengarnya" ucap Chanyeol saat mendengar Baekhyun yang terus mengetukan jari lentiknya di atas dashboard mobil

"Yak Dobi kemana manusia rusa itu" teriak Baekhyun kesal

"Sabar Baek mungkin di toilet sedang penuh"

"Aishh akan aku susul saja" ucap Baekhyun hendak membuka pintu mobil namun belum sempat Baekhyun memegang handle pintu, pintu belakang mobil sudah di buka lebih dulu

Cklek

Brak

"Yak kamjakia" teriak Chanyeol saat melihat Luhan menutup pintu dengan kencang dan langsung merebahkan dirinya di kursi belakang

"Hosh hosh hosh"

"Yak kau kemana, buang air di Cina ya" teriak Baekhyun sebal

"Mian Baek aku tadi hmmmm-"

"Apa?" ucap Baekhyun tidak sabaran

"Tadi mengantri" ucap Luhan reflex sambil menatap Chanyeol lewat kaca sepion mobil

"Sudahlah sekarang kita ke kampus sebentar lagi kelas dimulai" ucap Chanyeol sambil menjalankan mobilnya dengan Baekhyun kembali duduk dengan tenang disampingnya dan Luhan di belakang sambil menerawang ke kejadian tadi

.

.

Cup

Sehun menempelkan bibirnya di atas bibir Luhan membuat sang empu membelakan matanya, dan dengan cepat Luhan akan mendorong Sehun namun belum sempat tangannya bergerak Sehun sudah memegang tangan Luhan yang berada di dadanya, karena gerakan itu Sehun semakin menempelkan bibirnya dan tanpa bisa di cegah Sehun melumat bibir manis Luhan membuat Luhan diam dan bingung apa yang harus dilakukannya sampai akhirnya terdengar suara langkah kaki yang Nampak terburu-buru mendekati mereka dan Sehun semakin merapatkan dirinya kepada Luhan sehingga membuat Luhan Nampak tidak terlihat di balik kungkungan Sehun

Tap tap tap

"Aigoo anak jaman sekarang kenapa tidak tahu malu" ucap paman Lee saat melihat dua sejoli tengah asik bercumbu

Tap tap tap

Paman Lee meneruskan langkahnya dan setelah yakin langkah itu menjauh Sehun melepaskan pagutannya lalu memperhatikan wajah Luhan yang memerah sambil menetralkan nafasnya

"Kau sudah aman" ucap Sehun tanpa menjauhkan tubuhnya dari Luhan, hingga saat Luhan menengokan kepalanya ke atas untuk melihat Sehun wajah mereka Nampak sangat dekat

"Yak apa yang kau lakukan" teriak Luhan saat sudah menyadari apa yang sudah dilakukan pria di depannya ini

"Membantumu" ucap Sehun enteng sambil berjalan meninggalkan Luhan

"Yak, kau dasar maniak sembarangan mencium orang tidak sopan" teriak Luhan sambil mengejar Sehun dan mendadak Sehun menghentikan langkahnya membuat Luhan ikut berhenti secara mendadak pula di belakangnya

Sehun langsung membalikan badannya dan mencondongkan tubuhnya ke arah Luhan sehingga otomatis Luhan sedikit memundurkan kepalanya

"Harusnya kau berterima kasih karena aku sudah menyelamatkanmu" ucap Sehun dingin lalu kembali pergi meninggalkan Luhan yang Nampak bingung dan kaget secara bersamaan. Setelah beberapa saat terdiam Luhan akhirnya mengerti apa maksud Sehun dan Luhan langsung melebarkan matanya dan dengan segera hendak menyusul Sehun namun Luhan sudah tidak melihatnya

"Ya ampun" ucap Luhan sambil menepuk jidatnya, tanpa diketahui Luhan Sehun tengah menampilkan smirknya yang cukup berbahaya.

.

.

.

Setelah seharian berada di kampus akhirnya Luhan pulang kerumahnya tepat pukul empat sore diantar oleh Chanyeol dan tentunya Baekhyun. Luhan memasuki gerbang rumahnya dan dapat Luhan lihat mobil sang eomma yang masih terparkir rapih di garasi mobilnya.

"Apa eomma tidak ke butik"

"Aku merasa akan ada sesuatu di dalam" monolog Luhan sambil menggindikan bahunya

Cklek

"Lulu pulang" teriak Luhan yang langsung memasuki rumahnya dan setelah sampai di ruang tamu Luhan bertemu dengan bibi Jang yang sedang membawa teh hangat

"Oh nona sudah pulang?" Tanya bibi Jang

"Hmm apa eomma ada?" Tanya Luhan namun belum sempat bibi Jang menjawab sebuah suara sudah mengintrupsinya

"Eomma tidak ke butik" ucap Heechul membuat Luhan langsung menengokan kepalanya

"Ah mommy" teriak Luhan langsung berlari karah Heechul, namun belum sempat Luhan memeluknya Heechul sudah lebih dulu memajukan tangannya dan menahan kening Luhan

"Yak mommy" teriak Luhan

"Jawab pertanyaan mommy, darimana hmm?" Tanya Heechul dengan tangan bersidekap di dada

"Kampus mom" ucap Luhan malas-malasan" lalu melangkah menuju sofa di ruang tamu

"Kau serius, bukan menonton pertandingan bola lagi kan?" Tanya Heechul mengintimidasi sambil berjalan menuju Luhan. Seketika Luhan langsung membulatkan matanya kaget atas pertanyaan sang mommy namun belum sempat Heechul duduk disampingnya dengan segera Luhan merubah ekpresinya menjadi biasa saja

"Anio Lulu benar ke kampus" sela Luhan membuat Heechul semakin curiga di depannya

"Mommy kenapa mencurigai Lulu" Tanya Luhan merajuk

"Kau tidak ada saat eomma bangun"

"Bagaimana tidak mommy bangun sangat siang, pasti mommy sudah melakukan yang iya-iya dengan daddy"

Blushh

Seketika wajah Heechul memerah saat Luhan mengatakan itu, seakan mendapat kesempatan untuk kabur Luhan langsung menggoda tersenyum misterius

"Iyakan Mommy, ahh pasti daddy sangat kuat sampai membuat mommy kelelahan" goda Luhan yang disambut pelototan sang mommy dan senyuman dari bibi Jang yang tengah membawa teh pesanan Heechul tadi

"Yak anak nakal!" teriak Heechul namun belum sempat marah Luhan sudah lebih dulu berlari menaiki tangga menuju kamarnya

"Bibi jangan tersenyum seperti itu" ucap Heechul sebal saat melihat bibi Jang ikut menggodanya

"Baik nyonya" lalu bibi Jang meninggalkan Heechul yang tengah mengipasi wajahnya yang memerah

.

.

"Bye Chanyeolli"teriak Baekhyun saat menurunkan Chanyeol dan saat ini sudah berada di kursi kemudi

"Baek kau yakin menyetir biar aku saja yang menyetir nanti aku pulang naik taksi" ucap Chanyeol panjang lebar

"Anio aku yang sudah membawamu jadi aku juga yang mengantarkanmu ehhhe" cengir Baekhyun membuat Chanyeol gemas lalu menundukan badannya dan menumpukan tangannya di kaca mobil Baekhyun lalu sebelah tangannya mengusak rambut Baekhyun

"Nde kau hati-hati arra"

"Nde siap" ucap Baekhyun sambil memberikan tanda hormat pada Chanyeol

Setelahnya Baekhyun meninggalkan rumah Chanyeol dengan melambaikan tangannya keluar jendela membuat Chanyeol tersenyum geli melihat kelakuan sahabatnya. Setelah mobil Baekhyun menghilang di belokan Chanyeol bergegas memasuki rumahnya

.

.

Keadaan restoran tersebut cukup ramai dimana di bagian pojok ruangan terlihat satu ruangan penuh yang sudah diisi oleh beberapa orang yang notabenenya adalah lelaki, mereka Nampak asik mengobrol sambil menunggu pesanan mereka datang dengan ditemani beberapa minuman yang sudah mereka pesan.

"Kai" bisik Kyungsoo kepada Kai yang tengah asik menertawakan kelakuan dua temannya

"Hmm baby"

"Apa masih lama?"

"Waeoo?"

"A-aku Nampak kurang nyaman mereka semua temanmu disini" ucap Kyungsoo yang sedikti menundukan kepalanya, sedangkan Kai Nampak tersenyum melihat tingkal lugu kekasihnya tersebut

"Aigoo sudah tenang saja chagi" ucap Kai sambil mengusak sayang rambut Kyungsoo

Sreek

Pintu ruangan kembali terbuka menampakan Sehun yang baru saja datang dan langsung duduk di samping Kai padahal Irene sudah menyiapkan tempat untuk Sehun tentu saja disampingnya. Lagi-lagi Irene harus kecewa karena Sehun tidak duduk disampingnya. Jonghyun yang melihat itu Nampak mengepalkan tangannya di balik meja dan memandang tajam Sehun dan Irene.

"Hai bro kenapa baru datang oeh?" Tanya Kai yang di balas malas oleh Sehun

"Oppa gwenchana?" Tanya Kyungsoo saat melihat Sehun Nampak berbeda

"Oh ada apa denganku Kyung?" Tanya Sehun membuat Kai juga Nampak bingung

"Oppa Nampak berbeda entahlah" kata Kyungsoo membuat Sehun tersenyum sedangkan Kai tak peduli. Sedari tadi Irene terus memperhatikan Sehun tentu saja tanpa menggubris apa yang tengah dilakukan oleh yang lain dia hanya terfokus pada Sehun dan dengan segera saat melihat orang disamping Sehun berpindah Irene segera duduk disamping Sehun

"Hunnie kau lelah" Tanya Irene yang hanya dibalas gumaman oleh Sehun

Setelah menunggu beberapa lama akhirnya makanan mereka datang dan dengan segera mereka menikmati pesta kemenangan ini yang di traktir oleh Irene.

.

.

Drrrrt drrrt

Ponsel Luhan bergetar di atas tempat tidurnya namun didiamkan oleh sang empu yang tengah asik memasang foto baru hasil jepretannya tadi siang

Drrrt drrrt

"Haish siapa sih" ucap Luhan sambil berjalan menuju ranjangnya dan seketika langsung menekan tombol hijau

"Nde appa?" Tanya Luhan

"….."

"Heeee?sekarang?"

"….."

"Baiklah"

Pip

Sambungan terputus dan segera Luhan mengambil mantel lalu mengantongi dompet dan ponselnya lalu teburu-buru menuruni tangga dan menuju kamar eommanya

Tok tok tok

"Eomma" panggil Luhan

Cklek!

"Oh waee?kau mau kemana?" Tanya Heechul saat melihat penampilan Luhan

"Aku mau menemui appa, dia bilang sedang ada di restoran favoritku"

"Oh nde tadi appa menelepon eomma, tapi eomma tidak ikut nde?"

"Oh waeo?"

"Eomma tidak enak badan, kau saja nde kau bawa mobil?"

"Anio kan sudah dekat aku naik taksi saja,eomma gwenchana?"

"Nde, kau hati-hati jangan terlalu malam arra"

"Nde bye eomma" Luhan berlari keluar gerbang dan menunggu taksi yang lewat, setelah menemukannya Luhan langsung menuju restoran dimana sang appa menunggu

Lima belas menit perjalanan yang Luhan tempuh untuk sampai ke restoran tersebut dan dengan segera setelah membayar ongkos taksi Luhan langsung masuk dan menemukan sang appa sudah duduk di tempat favorit mereka di ujung ruangan yang dapat melihat ke area luar

"Appa" teriak Luhan sambil melambaikan tangannya yang dibalas dengan lambaian oleh sang appa. Luhan duduk di depan Hangeng lalu tersenyum cerah

"Oh eomma eodi?"

"Eomma tidak enak badan appa hihihi" ucap Luhan sambil terkikik geli karena Luhan tahu eommanya masih malu makanya tidak mau ikut, membuat Hangeng mengernyitkan keningnya saat melihat tingkah anaknya ini

"Kenapa tertawa, eomma sakit?"

"Anio appa gwenchana, eomma tidak sakit dia hanya malu hihihi"

"Maksudnya?"

Luhan menceritakan apa yang terjadi saat dia pulang dan bertemu eommanya membuat Hangeng geleng-geleng kepala lalu menyentil kening anaknya

"Awch appo"

"Jangan ulangi kasihan eomma eoh?"

"Nde appa"

Obrolan keduanyapun terputus saat pelayan datang membawakan pesanan yang sudah lebih dulu d pesan oleh Hangeng

"Mari makan" ucap Luhan langsung menyumpitkan makanan favoritnya

.

.

Di dalam ruangan masih sama dimana semuanya Nampak menikmati makanan mereka Sehun dengan tenangnya dimana disampingnya terdapat pasangan yang terus bermesaraan

Pletak

"Awww" ringis Kai saat Sehun menggeplak kepalanya

"Waeee?"

"Jangan bermesraan terus kasian Kyungsoo"

"Mian oppa" cicit Kyungsoo

"Aish kau ini sirik saja makanya cepat punya pacar" ejek Kai yang kembali berkutat dengan Kyungsoo. Sementara Irene disampingnya Nampak tersenyum lalu membungkus daging dengan salada yang Nampak sangat segar

"Hunnie aaaa" ucap Irene mengundang Kai untuk melihatnya dan memperhatikan mereka, merasa tidak enak dipandang beberapa mata akhirnya Sehun menerima suapan dari Irene dan setelahnya langsung menelan habis dan meminum air di depannya

"Aku ke toilet" ucap Sehun berdiri dan meninggalkan teman-temannya yang tengah menggoda Irene.

Sreet

Sehun membuka pintu dan berjalan menuju toilet namun belum sempat Sehun melangkah lagi dirinya melihat seseorang yang Nampak di kenalnya tanpa menunggu lama Sehun langsung berjalan berbalik arah menuju orang tersebut. Semakin dekat Sehun semakin dapat mengenali orang tersebut "Luhan" batin Sehun dan ide jahil pun kembali bersarang di otaknya dengan cepat Sehun semkin melangkahkan kakinya menuju dua orang tersebut

"Hai" ucap Sehun di depan Luhan membuat Luhan mengangkat kepalanya yang tengah asik menyeruput ramyeonnya

"Oh, neo?" ucap Luhan kaget membuat Hangeng bingung lalu menatap Sehun yang berdiri di sampingnya

"Nugu?" Ucap Hangeng membuat Sehun mengerutkan keningnya saat mendengar suara yang Nampak sedikit lebih tua dengan cepat Sehun menengok dan kaget saat melihat pria paruh baya yang duduk di depan Luhan, niat awalnya untuk menggoda Luhan karena Nampak terlihat kepala lelaki namun ternyata Luhan tengah makan dengan pria tua

"neo chingu?" Tanya Hangeng kepada Luhan

"Hmm nde appa" Sehun semakin kaget saat mendengar Luhan memanggil appa dan dengan cepat Sehun kembali menengokan kepalanya dan seketika tersenyum walaupun sedikit kaku

"An anyeong"

"Oh kau teman Lulu duduklah" ucap Hangeng mempersilahkan Sehun

"Ah appa tidak usah" sela Luhan lebih dulu

"Waee?apa kau sibuk?" Tanya Hangeng pada Sehun. Melihat Luhan yang Nampak gugup Sehun langsung kembali memiliki niat jahil untuk Luhan

"Anio Ahjussi boleh saya bergabung?" Tanya Sehun

"Nde, kajja Lu geser duduk mu" ucap Hangeng dan dengan berat hati Luhan menggeser duduknya sambil membawa mangkuk ramennya

"Kau mau pesan sesuatu lagi?"

"Anio ini saja Ahjussi" ucap Sehun membuat Luhan Nampak kesal, sebenarnya bukan kesal Luhan saat ini sangat gugup bagaimana tidak pemain bola andalannya Nampak duduk disampingnya belum lagi mengingat kejadian tadi siang setelah pertandingan selesai sejujurnya Luhan malu.

"Lu gwenchana?" Tanya Sehun saat melihat Luhan menundukan kepalanya

"Eh?a-anio" ucap Luhan cepat

"Kau sedang makan malam sendiri?" Tanya Hangeng

"Anio aku bersama tim sepakbola untuk merayakan kemenangan dan kebetulan aku sangat bosan di dalam"

"Wow Lulu dia pemain bola" ucap Hangeng heboh yang hanya di timpali dengan senyuman kikuk dari Luhan

"Kau teman Luhan dimana?" Tanya Hangeng dengan senyum yang cukup mengerikan bagi Luhan

"Kami satu kampus kebetulan dia hoobae saya" ucap Sehun

"Wow begitu kebetulan sekali kalian saling mengenal, hoobae dan sunbae oh?" ucap Hangeng menggoda Luhan dan membuat Sehun semakin tersenyum tipis

Ketiganya Nampak asik menikmati makan malam dengan candaan dan godaan dari Hangeng beserta Sehun yang membuat Luhan semakin malu dan wajahnya memerah.

.

.

Sementara itu di dalam ruangan VIP Irene Nampak resah dan matanya terus melirik kearah pintu dimana tadi Sehun keluar, sedangkan yang lain Nampak asik menikmati makanan mereka

"Sunbae kenapa?" Tanya Kyungsoo yang melihat Irene hanya diam

"Anio" jawab Irene seadanya membuat Kyungsoo mencibilkan bibirnya dan kembali duduk kesamping Kai

"Menyebalkan" ucap Kyungsoo yang membuat Kai terkikik

"Sudah biarkan dia sedang menunggu Sehun

.

.

Drrrt drrrt

Ponsel Hangeng bergetar menandakan adanya panggilan masuk dan dengan segera Hangeng mengangkatnya saat tahu kalau sang istri yang menelpon

"Oh nde bye"

Pip

Hangeng memutuskan telponnya lalu menatap Luhan

"Lu eomma sudah menelpon appa pulang duluan oh?"

"Eh?eomma gwenchana?" Tanya Luhan panic

"Nde gwenchana tadi eomma hanya menanyakan apa sudah selesai atau belum" ucap Hangeng sambol membereskan jaketnya

"Oh kajja kita pulang appa" ucap Luhan ikut memasukan dompet ke dalam mantelnya

"Anio kau disini temani Sehun makan kasihan dia baru makan" ucap Hangeng

"Heeee?dia kan bersama yang lain appa" ucap Luhan sebal

"Anio yang lain sepertinya masih sangat lama, ahjussi pulang saja duluan biar Luhan saya yang antar" ucap Sehun membuat Luhan kaget

"Ani-"

"Sudah ya sayang appa pulang duluan" ucap Hangeng memutuskan omongan Luhan dan segera pergi meninggalkan keduanya

Bruk

Luhan kembali duduk dengan lemas dan menundukan kepalanya sejujurnya Luhan takut akan jantungnya yang akan copot karena terus berdetak sangat kencang maka dia ingin ikut bersama sang appa pulang

"Hei" ucap Sehun sambil menyenggol tangan Luhan

"Hmmmm" balas Luhan tanpa melihat Sehun

"Bagaimana masalahmu?"

"Eoh?" Luhan langsung menatap Sehun

"Masalah tadi pagi apakah aman setelah aku selamatkan?"

Blusss

Kembali wajah Luhan memerah saat Sehun mengingtkannya kejadian tadi pagi

"Heiiii kenapa wajahmu memerah, kau pasti mengingat ciuman tadi ya dan kurasa ciuman tadi first kiss?" goda sehun

"Yak!siapa bil-" teriakan Luhan terhenti saat Sehun memajukan wajahnya mendekati Luhan dan otomatis menghentikan omelannya dan memundurkan wajahnya namun apa mau dikata Luhan terjebak karena kepalanya langsung menempel dengan kaca restoran

"Kau gadis tomboy namun cerewet"ucap Sehun dan Luhan kembali akan berteriak saat tanpa aba-aba Sehun kembali mengecup bibirnya

Cup

namun hanya sekilas lalu Sehun kembali menegakan badannya dan asik menikmatti makanannya dengan senyum tipis yang mengembang seolah-olah tidak ada kejadian apapun sedangkan Luhan kembali dalam mode blanknya

"Kau apa yang kau lakukan" ucap Luhan sambil menatap Sehun dengan wajah bingung dan tangan yang menyentuh bibirnya membuat Sehun gemas melihatnya

"Ah aku kenyang kajja kita pulang" ucap Sehun berdiri namun kembali menengok kea rah Luhan saat melihat Luhan hanya memperhatikannya dengan polos

"Yak anak rusa kajja kau mau aku tinggal" ucap Sehun menarik Luhan dan dengan sigap Luhan tersadar dari lamunannya dan segera melepaskan tangannya dari Sehun

Keduanya keluar restoran tanpa membayar tentu saja karena Hangeng sudah membayarnya terlebih dahulu

"Kemana arah rumahmu?" Tanya Sehun

"Oh anio aku pulang sendiri saja" ucap Luhan dan bersiap melangkah sebelum tangannya kembali di tahan oleh Sehun

Grep

"Aku sudah berjanji pada appamu untuk mengantarkanmu sampai rumah jadi jangan macam-macam atau aku akan menciummu lagi arra" ucap Sehun dan langsung di hadiahi anggukan oleh Luhan

"Sekarang kemana arah rumahmu" Luhan langsung menunjukannya dan memberitahukan Sehun dimana alamat rumahnya dan dengan segera keduanya berjalan menuju halte terdekat

Dalam perjalanan menuju halte Sehun mengeluarkan ponselnya dan dengan segera mendial nomor seseorang

"Kai-ya bawakan tas ku nde, aku pulang duluan"

Pip

Belum sempat lawan bicara Sehun membalas sambungan telpon sudah di putus lebih dulu oleh Sehun

"Aish tidak sopan" ucap Luhan yang memperhatikan Sehun

"Waeo?" Tanya Sehun

"Kau sungguh tidak sopan sudah menyuruh orang dan seenaknya mematikan telpon" gerutu Luhan lalu berjalan mendahului Sehun membuat orang yang ditinggalkan tersenyum dibelakangnya, entahlah seharian ini Sehun merasa dirinya terlalu sering tertawa.

.

.

"Wee?" Tanya Kyungsoo saat Kai mengumpati penelpon yang dengan seenaknya mematikan sambungannya

"Ah Kyung kita pulang dan aku harus membawa tas manusia es ini" ucap Kai

"Sehun oppa eodi?" Tanya Kyungsoo

"Molla dia bilang pulang lebih awal"

Irene yang mendengarkan obrolan Kai dan Kyungsoo mengepalkan tangannya saat tahu Sehun pulang lebih dulu

"Semuanya kami pulang lebih dulu nde" ucap Kai kepada teman-temannya

"Oh Irena-ah gomawo makanannya"

"Nde hati-hati Kai Kyung" ucap Irene tersenyum kepada keduanya. Setelah Kai dan Kyungsoo kelaur tak lama Irene pun ikut berdiri dan menyambar tasnya dengan wajah kesal dia langsung keluar tanpa pamit pada yang laiinnya melihat itu Jonghyun langsung mengejar Irene

"Yak Irena-ah" ucap Jonghyun sambil menangkap tangan Irene

"Lepas" desis Irene

"Biar aku antar"

Srek

Genggaman tangan Jonghyun terlepas

"Aku bisa sendiri" ucap Irene sekartis dan segera berbalik menuju mobilnya, tanpa menunggu lama Irene langsung meninggalkan parkiran dan tentu saja Jonghyun yang terdiam melihatnya.

"Ahhh choa" ucap Luhan saat mereka tengah menunggu bus di halte

"Kau tidak kedinginan?" Tanya Luhan saat melihat Sehun hanya menggunakan kaos tipis dilapisi sweater yang sama tipisnya

"Hmmm choa kau mau menghangatkanku?" Tanya Sehun membuat Luhan mengernyitkan dahinya

"Bagaimana aku hanya ada satu mantel"

"Begini"

Grep

Sehun langsung menarik bahu Luhan dan mendekatkan dengan dirinya dari samping sedangkan Luhan kembali dibuat shock dengan kelakuan Sehun. Luhan akan menghindar namun Sehun semakin mengeratkan pelukannya pada bahu luhan

"Kau"

"Diam aku kedinginan" ucap Sehun memotong omongan Luhan

Tanpa mereka berdua sadari tidak jauh dari halte mereka terlihat sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan dengan pengemudi yang menatap mereka tajam

"Oh sehun" desisnya

TBC

Anyyeong

Saya kembali dengan Chap tiga

Gomawo buat semua reader yang udah baca apalagi sempet mampir ke kotak review

Dan buat silent readers ayo tunjukan jati diri kalian hehhehe

Maaf ya ceritanya masih biasa aja,,hehhehe

Semoga ga bosen dan di tunggu REVIEW nya..

Jangan lupa juga baca dan review FF aku y judulnya Gomawo Sehunie yak arena FF itu lg ikut event doain ya…hehhehe

GOMAWO

See you next chap

HunHan Story