Mission Sucses, My Sweet Heart DIE

Disclaimer : Masashi Kishimoto sensei

Rate : T, Crime, Romance.

Pairing : Naruto N X Fem Uchiha Sasuke

Summary : Keluarga Namikaze merupakan organisasi pembunuh bayaran. Dan itu semua tersebar luas hingga polisi tak mampu menangkap tersangka karena hasil pekerjaan mereka yang bersih dan tanpa cacat sedikitpun. Keluarga Uchiha, yang geram dengan semua kasus yang terus menumpuk karena Uchiha adalah seorang pelacak untuk polisi Konoha. Apakah yang akan di lakukan Uchiha untuk membasmi kasusnya?

Note : Maaf minna-san! Saya terlalu lama publish-nya. Gomen-gomen. Soale, saya selaku Author disini, habis mengalami kecelakaan lalu lintas. Jadi harus pemulihan dulu. Semoga alasan saya diterima para readers yaa... dimafin gak nih? Dimafin dong! *pencet-pencet hidung*.

-ooo-

Chapy minggu lalu

"Tak apa. Orang berpangkat rendah memang selalu di rendahkan. Silahkan siapkan rencana lain jika aku berhasil membawa Kitsune keluar dari sarangnya."Sasuke pun berdiri dan melenggang pergi dari ruangan itu. Itachi mengejar Sasuke dengan kalap. Sedangkan Fugaku terduduk lemas. Tapi berbeda dengan anak bungsunya, ia malah tersenyum penuh kemenangan. Bahkan dengan santai ia keluar dari ruangan. Meninggalkan Fugaku yang masih lemas di kursinya.

-ooo-

Chapy 4

-ooo-

"Sekarang apa lagi?"

"Ki-Kitsune! D-dia sudah bergerak tadi malam, di Suna."

"Sasu-chan! Apa dia bersama Kitsune?"

"Sa-saya belum mendapat konfirmasi dari Nona Sasuke, Uchiha-sama!"

"Panggil Ita-chan kemari!"

"Baik!"

"Haahh..."Fugaku hanya bisa menghela nafas khawatir. Misi ini membuat bebannya bertambah beribu-ribu kali lipat. Terlebih putrinya terlibat dalam misi berbahaya ini. Dan parahnya, setelah Sasuke seminggu di markas Kitsune, ia belum memberi kabar.

'Ja-jangan-jangan penyamarannya terbuka?'

BRAK

"BRENGSEK!"

Cklek

"Tou-san! Ada apa?"

"Itachi! Aku akan mengirimmu ke Suna! Siapkan perlengkapanmu sekarang, Kitsune sudah bergerak!."Itachi terbelalak kaget.

"APA? Secepat itu? Chk!"Itachi langsung keluar dari ruangan ayahnya dengan terburu-buru. Ia belum membuat rencana jika Kitsune sudah keluar sarang. Dan kemungkinan besar, Sasuke ada bersama Kitsune sekarang.

Tap tap tap

Karena terlalu khawatir, Itachi pun berlari menuju kamarnya untuk bersiap. Tidak peduli dengan orang-orang yang ia tabrak. Yang terpenting, jika bisa melihat keadaan Sasuke sekarang sudah cukup.

Brak

Sret sret...

"Sasu-nee memang sangat hebat! Baru beberapa hari, sudah membuat seluruh polisi Uchiha gelabakan seperti ini!"

"Kau tidak ada hak sama sekali untuk bicara! Pergi ke Camp dan latihan!"Itachi membuka lemari dengan beringas dan memasukkan beberapa pakaian dan tak lupa dengan beberapa senjata dibelakang lemarinya.

"...kenapa?..."

"Aku tidak punya waktu berdebat denganmu, Tobi!"Itachi sibuk berkemas barang. Sedangkan Tobi yang berdiri di ambang pintu dan bersandar di kusen pintu itu terdiam. Kepalanya tertunduk.

"Kenapa Itachi-nee tidak pernah sedikitpun melihat ke arahku?"Itachi pun terdiam mendengar perkataan Tobi.

"Sampai sekarang pun, kau belum bisa menyelesaikan PR yang kuberikan untukmu, kan?"Itachi berbalik dan menatap adik bungsunya itu. Tatapan Tobi mengeras. Ia menatap Itachi kesal.

"Aku sudah melakukan semua yang terbaik, tapi kau tak pernah menghargai itu. Kenapa Sasu-nee yang selalu kau pikirkan? Kenapa kau tidak pernah menatap ke arahku walaupun hanya sekedar melirik?"Tobi pun berdiri tegap dan menatap tajam Itachi. Itachi tersenyum kecil.

"Seandainya kau bisa melihat lebih dalam, pasti kau akan mendapatkan jawabannya."Itachi mengacak pelan rambut Tobi. Tapi Tobi menghempaskan tangan putih itu dari kepalanya dan pergi dari kamar Itachi.

"Haahh... seharusnya kau lebih tau dari siapapun, Tobi."gumam Itachi yang melanjutkan berkemas-kemas.

Di tempat lain.

"Malam ini barangmu akan tiba di pelabuhan!"

'...'

"Maaf jika terlalu lama. Terima kasih."

Klik.

Seorang pria berambut merah marun itu berdiri di atas sebuah kapal pengangkut barang. Mungkin sudah tidak asing lagi. Sang penguasa malam itu berdiri dengan gagahnya di bawah sinar bulan. Kitsune. Ia hanya terdiam dengan mata menerawang ke depan. Tidak di perdulikan angin malam menyapu wajahnya keras.

"Kitsune-sama! Intel sudah mencium keberadaan anda. Apa yang harus kami lakukan?"

"…biarkan saja… aku akan berikan apresiasi tinggi jika mereka bisa menangkapku hari ini…"

"Baik, Kitsune-sama! Permisi."

Wusshh

Kitsune kembali menatap langit malam. Dan atau mungkin, malam sudah menjadi bagian dari dirinya? Mungkin. Tidak ia pedulikan angin menghantam wajahnya. Ia tidak bisa santai jika sudah seperti ini.

'Sudah berapa lama aku tidak keluar sarang?'batin Kitsune sambil tersenyum tipis.

-ooo-

"387? Hanya bertambah beberapa saja?"

"Kau terlalu berlebihan Gaara! Ingat! Dia itu wanita. Berilah keringanan pada seorang wanita. Chk! Lihatlah, dia jadi buruk rupa seperti itu!"

"Aku hanya menjalankan perintah!"

"Tapi aku hanya memberikan komentar dan saran."

"Aku tidak menyuruhmu untuk berbicara apa pun!"

"Tapi kau tidak punya hak untuk menyela perkataan yang keluar dari mulutku!"

"Aku tidak peduli!

"Aku-"

"DIAMLAH! KALIAN MEMBUATKU PUSING!"Shikamaru yang sejak tadi berusaha untuk konsentrasi itu akhirnya menyerah juga. Ia sedang memantau keberadaan Kitsune. Jika terjadi apa-apa dengan Kitsune, mungkin arwah para Namikaze akan menghantuinya.

Chk! Memikirkannya saja membuat Shikamaru merinding. Ia tidak bisa membayangkan jika tidur sucinya bakal terusik dengan keberadaan arwah Namikaze.

Sasuke yang sejak tadi sibuk mengelap keringat di tubuhnya pun hanya diam. Ia terlalu malas untuk berdebat dengan Gaara dan Kiba. Dan mungkin ia akan berterima kasih kepada Shikamaru.

"Itu namanya sexy, bukan buruk rupa. Matamu buta atau apa, Kiba?"kata Neji memberikan sekaleng jus jeruk ke Sasuke. Sasuke melirik Neji dengan tatapan sangar. Dan Neji hanya tersenyum kecil. Kiba yang mendengar kata sexy itu langsung menatap Sasuke serius.

"Haahh…"Gaara pun memilih bergabung dengan Shika yang masih serius dengan laptop hitam miliknya.

"Bagaimana?"Tanya Gaara.

"Cih! Aku rasa para intel itu secara tak sengaja mencium keberadaan Kitsune. Aku terus menguhubungi Kitsune tapi tak ada jawaban!"Gaara menatap Shika datar.

"Biarkan saja. Mungkin ini rencananya."kata Gaara santai. Shikamaru pun menggelengkan kepalanya kesal. Ia menutup laptopnya dengan kasar dan langsung berbaring di lantai. Mencoba untuk relaxs sejenak.

'Sengaja, kah?'Sasuke tersenyum dalam hati. Ia bisa tersenyum dalam hati dan menyembunyikan raut wajah yang sebenarnya. Ia masih tetap tenang walaupun di tatap Kiba dengan pandangan lapar. Mungkin ia akan diberikan penghargaan bergengsi untuk actingnya yang luar biasa.

"Hey, Neji! Sepertinya aku mulai menyukai nona Uzumaki ini."kata Kiba santai. Neji mendengus bosan. Sedangkan Sasuke, ia mulai risih dengan keberadaan Kiba. Ia jengah juga jika lama-lama berada di dekat Dog. Kepribadiannya sangat jelek. Seperti inikah kaki tangan seorang Kitsune? Batin Sasuke.

"Kau bisa istirahat sebentar."kata Gaara sambil melepas bajunya. Sasuke mengangkat sebelah alisnya. Ada apa? Sasuke dapat melihat Gaara berdiri menghadap Neji yang masih sibuk meminum jus jeruk yang hendak diberikan ke Sasuke, tapi Sasuke tidak mau. Ia menyeringai senang.

"Sudah sejak berapa tahun kita tidak bertanding, Neji?"tanya Gaara. Neji semakin menyeringai senang. Ia pun mennyedot jusnya hingga habis dan berdiri menatap Gaara sengit. Bahkan Kiba yang sejak tadi memperhatikan Sasuke langsung teralihkan oleh Gaara dan Neji.

"Kalian boleh melakukan apa pun yang kalian mau, asalkan jangan berisik!"tegur Shika yang membalikkan badannya. Mencoba mencari posisi enak untuk tidur. Kiba memutar matanya bosan.

"Dasar, rusa pemalas! OII! Yang menang lawan aku!"kata Kiba percaya diri sekali. Sasuke manatap pertandingan itu serius. Seperti apakah saat mereka bertanding? Mengerikan kah? Sadis kah?

"Langsung saja."kata Gaara yang sudah tidak sabar ingin berkelahi dengan Neji. Dan tentu saja Neji bersemangat jika sudah berkelahi dengan Gaara. Karena, Gaara merupakan sosok misterius yang masih ambigu bagi Neji.

Ia tidak tau, seberapa kuat si Fox ini? Ia bertarung dengan Gaara saat Neji pertama kali masuk ke dalam sarang. Ia diterima bergabung dengan Kitsune dan ia memutuskan untuk bertarung melawan Gaara yang terlalu pendiam saat itu. Ia selalu mengekor kemana pun Kitsune pergi. Dan inilah saatnya, ia harus mengukur seberapa kuat Fox.

Setelah pelatihannya selama beberapa tahun ini, tidak mungkin jika Neji tidak bertambah kuat. Dan bukan tidak mungkin juga Gaara bertambah lemah walaupun ia jarang sekali terlihat berlatih. Dan Gaara malah cenderung tidak tertarik dengan berlatih.

"Gayaku masih sama seperti dulu. Hati-hatilah."kata Gaara memperingati. Neji menyeringai. Ia sempat berpikir jika Gaara adalah sosok yang hebat.

Suasana menjadi hening. Bahkan sangat hening. Shikamaru sempat tersenyum damai dalam tidurnya saat itu.

Sreet

Sasuke terbelalak. Mereka cepat sekali.

Sreeett wussh

Neji bertarung dengan gaya kuda-kuda yang baik. Ia terus memukul daerah vital Gaara, tapi Gaara terlalu hebat dalam berkelit. Ia terlihat begitu hebat dengan tubuhnya yang lincah mengindari semua pukulan Neji. Ia sudah seperti menari saat bertarung.

Bugh

"Chk! Ayolah Neji. Aku yakin permainanmu tidak menyedihkan seperti ini."kata Gaara menatap Neji menantang. Neji pun menyeringai senang.

"Terserah sajalah."

Sraaakk bugh

"...lumayan..."Gaara meludah darah. Sudut bibirnya sedikit sobek saat Neji memukul di daerah wajah Gaara. Sedikit mengusap bibirnya, Gaara berdiri tegap kembali.

"Aku berbeda dari yang dulu, Gaara."kata Neji santai. Dan Gaara tersenyum kecil.

"Aku tau itu. Mari kita lanjutkan."

"Hn."

Sraaak brruuk

Bugh sraaat

Adu pukul kali itu bertambah serius. Jari-jari Neji hampir saja menembus dada Gaara jika saja Gaara tidak menghindar serangan mematikan Neji. Bagaimana tidak? Neji mematikan serangan lawan dengan menyerang anggota vital lawan. Bahkan ia tidak menahan serangan walaupun Gaara akan menjadi teman satu tim dengannya.

Gaara pun semakin serius. Beberapa lebam biru di tubuh Neji pun sudah cukup banyak. Gaara mulai serius sekarang. Beberapa kali kakinya selalu ikut bermain. Ia sesekali menendang perut Neji dan wajahnya dengan manufer kakinya.

"Wooooww."decak kagum keluar dari mulut Kiba. Sedangkan Sasuke tidak bisa berkedip walaupun hanya setengah detik sekalipun.

'Sial! Aku harus mencari kelemahan mereka.'batin Sasuke yang masih menatap pertarungan itu. Tidak ia pedulikan matanya yang mulai memerah perih karena terlalu lama terbuka. Sudah berapa banyak informasi yang dapat selama ia di markas Kitsune? Mungkin kepolisian Uchiha akan menang telak jika informasi ini jatuh ke tangan mereka.

BRAAAAAAK

"SIAPA YANG MENYURUH KALIAN BERKELAHI DISINI, HAH?"kata seorang wanita dewasa yang bertampang sangar menggebrak pintu dengan kasar dan langsung menerjang Neji dan Gaara.

"DASAR BOCAH! KALAU TIDAK SANGGUP HIDUP DISINI DAN INGIN MATI, DATANG KE RUANGANKU! AKU DENGAN SENANG HATI MENYUNTIK MATI KALIAN!"bentak wanita itu sambil menjewer telinga Neji dan Gaara yang malu setengah mati.

"AHAHAHAHAHA... aduuuuhh, perutku pfftt HAHAHAHA."Kiba hanya tertawa keras-keras saat melihat kedua temannya yang tidak berkutik ditangan wanita itu. Neji dan Gaara hanya buang muka dengan kesal tak lupa semburat merah jambu di masing-masing pipi mereka.

"Shizune-san, terima kasih banyak. Kau menyelamatkan tidur suciku kali ini."kata Shikamaru yang tertidur pulas kembali. Meninggalkan Kiba yang masih tertawa hebat dan Sasuke terbengong-bengong tidak karuan.

"HUH!"Neji dan Gaara membuang muka secara kompak. Sasuke pun geleng-geleng tidak jelas.

'Dasar bocah!'batin Sasuke prihatin.

-ooo-

"Bisa bicara dengan pemilik diskotik ini?"

"Maaf, anda siapa? Bos tidak bisa bicara dengan sembarang orang!"

"Chk! Aparat kepolisian Konoha. Cepat! Bawa aku menghadap bos kalian!"

"Ba-baik! Silahkan tunggu seben-"

"Ada apa ini?"seorang pria gendut berjalan mendekati meja bartender. Ia menatap sang polisi dengan pandangan lapar. Sang polisi yang diketahui adalah Uchiha Itachi itu memutar matanya malas.

"Seperti apa ciri-ciri orang itu?"tanya Itachi langsung. Sang bos berawajah mesum itu pura-pura tidak tau.

"Ciri-ciri apa? Saya tidak mengerti, nona polisi."Itachi mulai jengah sekarang. Walaupun hari masih siang hendak menjelang sore, diskotik ini sudah ramai pengunjung. Walaupun diskotik ini sempat terjadi keributan dini hari yang lalu. Ia menarik pistol di blazer hitam miliknya dan mengarahkan moncong pistol ke leher sang bos.

Kleek

Semua menjadi hening. Bahkan sang DJ pun menghentikan musiknya dan menatap Itachi yang menatap sang bos itu dengan tajam. Semua mata tertuju pada Itachi. Seumur hidup, Itachi tidak pernah datang ke diskotik. Dan ini kali pertama ia memasuki diskotik. Dan mulai sekarang, Itachi akan membenci yang namanya diskotik jika sudah begini. Ia baru tau jika diskotik adalah tempat yang mirip Neraka seperti ini.

"Ba-baiklah! Ki-kita bicarakan di tempat khusus saja. Para pelangganku bisa kabur semua jika seperti ini!"Itachi pun menurunkan pistolnya. Mungkin ia akan memberikan sedikit negosiasi terhadap seorang pria gendut yang berwajah mesum itu.

-skip time-

Itachi duduk dengan anggun di sofa yang disediakan oleh pemilik diskotik. Ia menatap bos itu tajam. Sejak sepuluh menit yang lalu ia hanya disuruh duduk dan diam. Sedangkan bos itu sendiri terus menatap Itachi dari bawah ke atas dan dari atas hingga ke bawah.

"Seperti apa ciri-ciri orang itu?"tanya Itachi lagi. Sang bos mulai berwajah serius.

"Sebenarnya ini akan aku rahasiakan dari publik. Tapi jika kepolisian Konoha susah-susah datang ke Suna untuk mencari tau masalah ini, mungkin ini masalah penting."

"Chk! Aku tidak punya banyak waktu untuk mendengar kesimpulanmu!"sang bos pun mulai menceritakan kejadian pagi buta tadi. Diskotik miliknya buka 24 jam non-stop itu kedatangan seorang pria berambut merah nyentrik dengan membawa senjata ke dalam diskotiknya.

"Pagi itu, anak buahku bilang, ada seorang pria yang datang dengan membawa senjata laras panjang, entah jenis apa senjata itu, anak buahku tidak tau menahu tentang senjata. Ia langsung menerobos para bodyguard dan menodongkan senjatanya pada salah satu pelanggan yang sering mampir ke diskotik milikku."

"Seperti apa ciri-cirinya?"

"Dia bermabut merah marun, tinggi sekitar 187cm. ia berpakaian rapi sekali! Anak buahku bilang, pria itu seperti hendak ke acara resmi, bahkan terlalu rapi untuk acara resmi!"Itachi terdiam sebentar.

'Bisa jadi itu Kitsune! Tapi-"

"Apa dia datang sendiri?"

"Iya! Pria itu datang sendiri. Tapi, pelangganku yang ditodong senjata api itu langsung mengikutinya entah kemana. Anak buahku tidak berani bertindak saat itu."

'Sasuke tidak ikut? Astaga! Jangan bilang kau gagal dalam penyamaranmu, Sasu.'batin Itachi cemas sekali. Ia menggigit bibirnya cemas. Tapi pria gendut dan jelek itu berjalan mendekat ke arah Itachi dengan senyuman mesumnya.

Plaakk

"Bermain sebentar, aku rasa tidak apa-apa, nona polisi."Itachi melotot tajam. Sejak tadi ia mulai curiga dengan pria gendut di hadapannya yang menyentuh punggung tangannya. Ia di bawa ke sebuah ruangan yang berisi tempat tidur dan aroma kamar ini sangat menyengat sekali.

Itachi menyambar pistol di blazernya dan menodongkan ke arah pria itu. Ia ketakutan setengah mati saat Itachi menatap dirinya lapar. Bukan lapar karena nafsu, melainkan lapar akan darah dan daging berhamburan.

"Mengaca kau gendut! Cara bermainku bukan dengan cara menjijikkan seperti ini. Aku lebih suka memotong-motong tubuhmu dan kujadikan pakan anjing-anjing Konoha jika perlu."desis Itachi kejam. Sang pria gendut itu pun mengangguk kaku.

"Chk!"Itachi pun segera pergi dari diskotik itu dan segera memberitahukan informasi ini kepada ayahnya. Sepertinya, Kitsune sudah mulai beraksi. Itachi semakin cemas saat ia melihat wallpaper ponselnya. Foto ia dengan Sasuke saat pertama kali dilantik jadi polisi Konoha.

'Sasuke... kau bagaimana? Bagaimana kabarmu?'batin Itachi semakin cemas.

Review?