BROTHER

Chap 4

Pairing:

YunJae (Yunho Jaejoong)

Cast :

Kim Jaejoong (22 Tahun)

Jung Yunho (17 tahun)

Bang Joon Seo / Kim Joon Seo (8 tahun)

Eomma Jung

Rate :

MATURE (M)

MESUM (M) #PLAK

DESCLAIMER:

Cerita sepenuhnya milik YUZUHA OUGI

Daddy uno hanya meremark dari manga asli dan mengubah tokoh menjadi pairing kesayangan kita YUNJAE. Mungkin ada penambahan dan pengurangan demi terwujudnya YunJae Moment yang sempurna #Plak

Warning :

INCEST (ga nyantai) , Boys Love, OOC , NC 21 -.- ,Typo every where, Review and Read , Kalau ga suka dan terlanjur kebuka dan nyempatin comment Cuma buat ngebash yah tak apa Daddy kasih ciuman aja ^^ #DaddyMahGituOrangnya

xxxxYunjaexxxxYunjaexxxx

"Jae-ahh kita sudah medapat 2 Kandidat untuk Iklan kita" Ujar Yihan saat semua sedang berkumpul diruang meeting.

"Shim Changmin untuk atlit Basket , dan Kim Junsu untuk atlit sepak bola, sedangkan Yunho untuk atlit tenis kita , dia menolak kita dengan sadis Jae " Ujar Hyun Joong

"Dia setujU," Ujar Jaejoong

"Mwo? Kok bisa?" Seru Yihan dan Hyun Joong bersamaan

"Hmmm" Jaejoong hanya bergumam, memang sampai saat ini Jaejoong masih menyembunyikan status Yunho sebagai adik Tirinya dari teman-temannya. Hany Siwon sang presedir saja yang tahu akan hal itu sehingga Siwon menyuruh Jaejoong untyk membujuk Yunho agar mau ikut andil dalam iklan ini.

xxxxYunjaexxxxYunjaexxxx

Malam ini ada Festival kebudayaan Jepang , kebetulan Jaejoong sangat suka dan kali ini dia memilih Yukata berwarna Hijau tua untuk melapisi tubuhnya.

"Eomma aku mau menjemput Yunnie dulu ne" Kata Jaejoong saat keluarganya hendak kekuil untuk berdoa.

"Baiklah hati-hati ne, disini ramai " Ujar Eomma Jung

"Ne Eomma, Jongie sudah dewasa dan tak akan hilang" Ujar Jaejoong seraya berlalu

"Apa tidak masalah membiarkan Joongie pergi sendirian dengan pakaian seperti itu?" Ucap Appa Kin khawatir

"Tidak apa Yeobo, Jongie kan menjemput Yunho dan anak itu sebentar lagi akan pulang pasti ,mereka bertemu dijalan. " Ujar Eomma Jung

"Ne, mudah-mudahan saja" Appa Kim mengangguk tapi masih nampak nada khawatir dikarenakan putra sulungnya itu sudah beberapa kali menjadi korban pelecehan walau tak pernah ada yang berhasil.

"Mereka sedang mempereratkan tali persaudaraan " Ujar Jeon soo. Kedua orang tua itu menoleh pada gadis kecil yang sedang menjilat permen itu "Begitu kata Joongie oppa" lanjutnya ,membuat dua orang dewasa tadi mengangguk.

Yunho dengan kaos casual dan tas selempang yang tersampir dibahunya menatap terkejut saat melihat hyungnya berdiri dihadapannya hanya dengan menggunakan Yukata , dari belahan dadanya terlihat sekali Jaejoong tidak menggunakan kaus dalam sehingga dada mulus itu terpampang nyata dan dapat dilihat oleh semua orang yang berada disekeliling mereka.

"Kau... sedang apa kau kemari?"Ucap Yunho

"Aku menunggumu... Karena kau tak punya Handphone jadi aku menunggumu disini" Jawab Jaejoong dnegan wajah bersemu merah saat menyadari Yunho memandanginya secara Intens

"Joongie kau... "Yunho memijat dahinya

"Hm? Yun disana mereka akan pasang kembang api ayo kesana... " Jaejoong melompat-lompat kecil "Eomma dan appa ada dikuil , hari ini festivalnya sepertinya seru Yun... "

Yunho menarik nafas kemudian menarik lengan Jaejoong dan menariknya menjauhi kerumunan orang-orang.

"Yun.. jangan terburu-buru... Kembang apinya nanti jam 7" Ujar Jaejoong susah payah mengikuti langkah lebar milik Yunho.

Jaejoong dan Yunho kini berada jauh dari keramaian, dibalik pohon besar Yunho menghimpit Jaejoong kepohon besar. Dengan nafsu Yunho melumat bibir plump milik Jaejoong

"Aumphh ... Kau... kau jadi agresiff sekalihh hmphhh " Racau Jaejoong ditengah-tengah ciuman mereka.

Yunho tak menjawab ia menurunkan ciumannya kecuping telinga Jaejoong dengan kuat Yunho melumat cuping itu

"Emhhh ahhhh"

Yunho meremas dada Jaejoong yang tersingkap karena tali Yukata Jaejoong sudah terlepas dan dengan sendual Yunho memilin Nipple Jaejoong ytang sudah mengeras,

"Nghhhh Akhhh Yunhhh " Desah Jaejoong heboh

"Sleama aku dicamp latihan.. kita sudah seminggu ytak melakukan itu" Yunho menundulk , mengulum nipple Jaejoong layaknya seorang bayi yang haus akan asi ibunya.. "Dan disuguhi seperti ini... aku tak akan tahan.. " Yunho meraup Nipple yang satunya dan memilin nipple sebelahnya dengan ibu jari dan jari telunuk Yunho.

"Shh akhh Yunhhh lebih anghhh " Jaejoong hanya mampu memeluk kepala Yunho dan meremas rambut adik tercintanya dan dengan penuh nafsu.

Yunho membalik tubuh Jaejoong agar menghadap ke batang Pohon lalu membuat posisi Jaejoong menungging dengan cekatan Yunho menyingkap bagian bawah yukata hyungnya, matanya terbelalak saat melihat Jaejoong tak mengenakan celana dalam.

"Jo-joongie... "

"Ah mian, disini panas jadinya aku lupa pakai.. " Kata Jaejoong dengan wajah sepenuhnya memerah karena ketahuan ia sangat bernafsu untuk make lobve dengan adiknya.

Yunho bersmirk ia meremas pipi kenyal milik Jaejoong

"Maaf Joongie sepetrtinya aku akan klangsung menusuk holemu" Yunho mengeluarkan penisnya yang sudah menegang sedari tadi saat ia melihat aejoong mengenakan Yukata dan sekali hentak Penis besar itu sudah tenggelam dihole sempit milik Jaejoong,

"Akhhh Yunhhh ouhhh "

"Shhh masih nikmast sekali Jae.. ouchh " Desah Yunho sembaroi mengeluar masukan juniornya kedalam hole pink milik Jaejoong

"Akhh Yunhh besarhh emhhh " Desah Jaejoong membuat Holenya berkedut

"Yah sayangh... enak kan? Bagaimana rasanya penisku menyumpal diholemuhh emhh " Yunho mulai mengeluarkan dirty talknya

"Akhh Yunhoo yunhoo.. Penismu sung-guh besarhh aku sukahhh tu-tusuk terus nghhhh yunhhh"

"Oh shit Jae aku tak tahan.." Yunho mengeluar masukkan juniornya semakin cepat , ia memeluk dada Jaejoong dan meremas-remasnya dengan kasar

"Akhhhh Jaeeee" geram Yunho tertahan saat spermanya keluar cukup banyak dihole Jaejoong.

Jaejoong yang merasakan semburan Sperma Yunho diholenya sedikit kecewa pasalnya dia belum sampai sama sekali

"Sudah begitu saja?" Tanya Jaejoong saat tak merasakan ada pergerakan lagi dari Yunho

"Ani, Tunggu sebentarhhh " Yunho mengatur nafas,

Jaejoong memejamkan matanya namun sedetik kemudian ia merasakan Junior Yunho yang masih tertanam diholenya mulai bangkit kembali dan kini kembali tegang "Ko-Kok bisa?" Tanya Jaejoong dengan mimik horor

"Bisa, akukan masih SMA dan darah mudaku masih tinggi" Yunho kembali menggenjot lubang Jaejoong hingga akhirrnya mereka berdua berteriak lega saat Sperma Jaejoong mengucur dan merembas kebatang pohon sedangnkan Yunho kembali menyemprotkannya didalam anal Jaejoong.

xxxxYunjaexxxxYunjaexxxx

JAEJOONG POV

Aku menghela nafas festival jepangitu adalah yang terakhir kalinya kami bersantai, pekerjaan ku begitu banyak dan aku tak begitu senang dengan har-hari yang kujalani, meski aku sering melupakannya karena pekerjaan tapi terkadang aku mengkhawatirkannya juga

"Jaejoong, besok adalah pemotretan poster terakhir, pastikan Adikmu tidak cedera" Ujar Siwon

"Baik hyung " Jawab Ku.

Aku dan Yunho jarang sekali bertemu padahal aku sudah sengaja pulang cepat seperti hari ini

"Aku pulang... " Seruku masuk kedalam rumah

"Selamat datang " Sambut eomma Jung, aku tersenyum

"Yunho dimana?" Tanyaku seraya masuk kedalam rumah

"Ah, dia sudah tidur dikamarnya.. "

"Mwo? Jam sembilan saja belum !" Seru ku kaget terlebih saat melihat jeon soo yang masih menonton Televisi

"Joongie Oppa pulang yeay ayo main Oppa " Ajak Adik kecilku itu.

"Ne ne sebentar Oppa ganti baju dulu " Kataku naik keatas dan masuk kekamarku,

Kali ini kami benar-benar tak bertemu , memang sih dari awal jadwalku dengan jadwal Yunho bertabrakan aku yang orang kantoran sedangkan Yunho masih anak SMA , tapi kan aku maunya Yunho menungguku pulang tapi ini tidak dia langsung tidur dikamarnya tanpa menungguku. Belum lagi sekarang dia menambah rutinitas paginya yang gajelas seperti olahraga dan Jogging. Iya sih kami tetap melakukan sex saat weekend tapi apa memang begitu kalau pasangan anak kantoran dan sekolahan berhubungan? Apa sekali dalam seminggu itu cukup? Apa iya begitu saja sudah puas?

"Joongie oppa cepat turun katanya mau main.." Terdengar suara cempreng milik adik perempuanku

"Ne ne aku datang... " Akubergegas mengganti bajuku dan tturun kebawah menemui Jeo Soo

Aku mengerjapkan mataku saat mendengar suara kucuran air, aku melirik jam weker dimeja nakasku, menunjukan pukul 04:30 pagi . aku memaksakan tubuhku bangun dan berjalan menuju washtafel didekat kamar mandi , aku tersenyum melihat punggung Yunho disana

"Yun.. " Panggilku lembut

Yunho menoleh "Ah, Aku membangunkanmu? Maaf" ucap Yunho

"Tidak.. aku baru saja bangun.. " Bohongku aku melihat lelehan air diwajah Yunho , "Yun makasih ya sudah mau ikut dalam project iklan ini " Ucapku berbasa-basi

"iya.. " Sahut Yunho menatap kearahku

"Hari ini dilapangan tenis sekolahmu, aku sudah bilang sama rekanmu juga.. " Kataku

"Iya, ini yang terakhir ya... lain kali aku tak mau lagi. Kalau bukan kau yang meminta aku sudah menolaknya dari awal" Grutu Yunho mengelap wajahnya dengan handuk kecil

"aku tahu kok, maaf ya.. sebentar lagi selesai kok, maksih ne yunn " Aku memejamkan mata ketika aroma casual Yunho khas bangun tidur tercium dihidungku.

"Yah.. tidak apa lagi pula Eomma dan Appa senang , bukannya aku menahan-nahan yang katamu itu bakatku, hanya saja itu bukan aku... " Yunho menjemur Handuk kecil itu disampiran meja dekat washtafel.

Aku sudha tak tahan aku ingin sekali bercinta dengannya dan tanpa pikr panjang aku menubrukkan tubuhku kepunggungnya, memeluknya dari belakang.

"Joongie.."

"Kalau kamu ga mau nungguin aku tidak apa, tapi setidaknya tidurlah dikamarku" Kataku menenggelamkan wajahku dipunggung tegap Yunho

Yunho berbalik memegang daguku

"Kamu ngomong apa hm? Bukannya kamu yang bilang tidak suka sempit-sempitan? Lagi pula kan kita bisa selalu bersama saat Weekend " Yunho mengecup dahiku lembut "Aku pergi Latihan dulu ne " ia mengecup bibirku singkat lalu berlalu .

Aku menatap kepergian Yunho dengan nanar, Aku sudah tak sanggup semua ini berawal dari cinta Yunho yang terlihatnya tak terbalas tapi lambat laun akulah yang sangat tergantung padanya aku butuh dia sangat membutuhkannya .

Aku menarik handuk yang baru saja dipakai oleh Yunho dan dengan cepat segera masuk kedalam kamarku , dengan kuat aku menghirup aroma Yunho yang tertinggal disana dalam-dalam hal itu membuat gairahku naik dan tanpa ragu aku membuka celanaku dan mulai mengocok si Unyuku dengan tanganku

"Anghhh yunhhh Yunhhooo" Erangku

Aku membayangkan Yunho menyentuh titik-titik tersensitifku

"yunhoo okhhh terusshh sayanghhh umhhh " Aku semakin cepat mengocok juniorku hingga akhirtnya

Crotttttt crottt

Spermaku berceceran kemana-mana, menghela nafas aku langsung mengganti baju dan seprai serta handuk tadi . aku segera mencucinya jangan sampai ada yang tau aku beronani hanya dengan menghirup aroma tubuh Yunho.

xxxxYunjaexxxxYunjaexxxx

Namja berlesung pipit didepanku ini bernama Siwon, atasanku yang berusia 30 tahun, meski begitu Siwon hyung masiuh terlihat tampan . selama disini dia sering meluangkan waktu untuk mendengarkanku seperti saat ini aku menceritakan kisahku dengan Yunho akan tetapi aku berpura bahwa kisah itu adalah kisah temanku

"Kongkalingkong ..." Aku mengerutkan dahiku mendengar penjelasannya

"Bukan, Aku mengerti maksudmu itu dan yang kau pertanyakan apa baik-baik saja bukan? Dan Jae kau punya pacarkan kau jarang berkumpul dengan yang lain lagi sih"

"Bukan, sudah kubilang ini kisah temanku bukan aku!" ujarku

"Kalau begitu santai saja, harusnya tidak usah khawatirkan? Lagi pula bukannya menginjak ranjau atau apapun itu kan?" Kata Siwon mengisap rokoknya

"Ranjau?" Aku semakin tidak mengerti

"Iya tipe wanita Ranjau... itu type wanita yang paling berbahaya, contoh waktu kamu lagi stres, putus sama pacarmu, wanita paling baik datang dan membuatmu merasa senang bukan? Dan ketika kau tidur dengannya kau merasa enakkan. Tapi ketika pagi datang dia menggunakan apron memassak miso dan menyuruh kita untuk sarapan sperti jelas dijidat mereka tertulis 'kita akan menikah ok!' Tiba-tiba mereka niat banget sampe suaranya yang bisa membuatku merinding , sehingga aku kehilangan selera makan dan dia akan membom kita dengan ribuan pangggilan dan ribuan sms hiii kalau sudah seperti ini aku akan malas menghubunginya kembali "Jelas Siwon

JAEJOONG POV END

NORMAL POV

"Ah itu karena hyung yang terlalu play boy .." Jaejoong mengerucutkan bibirnya tapi kemudian "Eh.."

Waktu kamu stress akan merasa baik

"Disini kalau berdua ga muat, kalau udah selesai sana kembali kekamarmu"

Tiba-tiba mereka niat banget sampai suaranya bikin merinding

"tidur dikamarku aku ingin tidur bareng"

"Apa aku juga termasuk dalam tipe ranjau " Batin Jaejoong.

xxxxYunjaexxxxYunjaexxxx

Suara raket dan bola tenis beradu dilapangan, Yunho dengan seragam tenisnya tampak serius dengan kegiatannya, Yunho memejamkan matanya bayangan tadi pagi saat Jaejoong memeluknya terlintas difikirannya

"Sial aku jadi tidak tenang!" Geram Yunho dan dengan 1 gerakan Yunho menSMASH Lawan.

"Ah Yunho sepertinya kurang fokus" Ucap Jessica pada Boa sang mennager club tenis

"Iya dengar saja suara Fans Yunho, ditambah lagi dengan munculnya dia diiklan semakin banyak saja wanita berkumpul " Grutu Boa

"Dengar-dengar itu perusahaan kakaknya bekerja, dan Kakaknya Yunholah yang meminta Yunho untuk ikut" Kata Jessica lagi

"Ck, aku tak habis fikir kenapa Kakaknya Yunho berbuat seperti itu, Yunho menjado Ikon petenis muda dikorea dan memasukkannya kedalam iklan yang membuatnya tidak senang, Yunho kan tidak suka menjadi pusat perhatian" ucap Boa

"Wah kau banyak tau Boa eonnie" ujar Jessica

Boa hanya tersenyum

"Oh iya eonnie katanya Yunho Oppa tidak ikut acara Sky club tenis? "tanya Jesica

"Iya, tapi aku tak akan menyerah aku akan terus mengajak Yunho untuk ikut" Kata Boa

Jaejoong memasuki sekolah Dongbang dengan langkah ytegap ia melihat kepala sekolah dongbang didekat gerbang

"jadi ini sekolahan Yunho aku baru pertama kali kesini, aku SMA putra sih dulu " Batin Jaejoong mengerucutkan bibirnya.

"Maaf ya pak ini yang terakhir dilapangan tenis, kami akan mengambil beberapa take lagi dan setelahnya selesai maaf mengganggu," Ucap Siwon

"Tidak apa aku juga senang kalau ada acara-acara seperti ini sekolah kami jadi terkenal " Ujar kepala sekolah itu,

Jaejoong melangkah masuk kedalam dan memandangi siswa dan siswi yang berjalan mondar mandir

"Ah.. masa muda" Gumam Jaejoong ia menuju kelapangan dan menatap Yunho yang sedang bersama seorang yeoja yang memberikan Yunho jas sekolahnya.

Jaejoong tersipu memerah saat melihat cara Yuho memakai jasnya dan berkacak pinggang, entah kenapa Jaejoong memang terbiasa melihat ketampanan Yunho akan tetapi hari ini Yunho terlihat lebih besinar.

"Yun, pakai jaketmu " Ucap Yeoja yang ternyata Boa itu

"Tidak, kubilang ini biasa saja" Ujar Yunho

"Yun... Ini dingin,,,"

Deg, Jaejoong terpaku melihat adiknya bersama yeoja itu entah kenap aJaejoong merasa sakit melihat adegan dimana yeoja itu sangat perhatian pada Yunho

"Jung Yunho cepat kemari kita akan mengambil gambar lagi"

"Baiklah.." Sahut Yunho

Sebagaimanapun Jaejoong menyangkal Yunho memang terlihat masih sangat muda, Jaejoong berlari menjauh dari tempat itu masuk kedalam Toilet sekolah .

Jarak 5 tahun kini terlihat jelas dimata Jaejoong, Yunho yang masih berusia 17 tahun dan seorang siswa SMA , sedangkan Jaejoong 22 tahun dan berada didunia kerja, jarak 5 tahun diamanna aku seorang yang dewasa dan 5 tahun dimana Yunho masih anak sekolahan, dan perasaan Yunho terhadap Jaejoong adalah tahun dimanaYunho masih bingung atas keperjakaannya . dan suatu saat dia akan jatuh cinta terhadap wanita dan itu tak mengherankan.

"Jaejoong.. " Panggil Yunho

Jaejoong menoleh dan memandang wajah Yunho yang tiba-tiba masuk kedalam Toilet

"Ada apa? Kau kenapa?" Tanya Yunho

Dan entah kenapa saat itu Jaejoong tak mampu menahan air matanya, mengalir begitu saja dikedua mata indahnya

"Jae... "

"Ahh mataku kemasukan.. sakit.. " Bohong Jaejoong dia mengusap air matanya "Kau sedang apa disni? Kau harus makeup mereka mencarimu.. "

"Jae.. "

"Hei ku bilang kau harus Mphhhh "

Yunho menarik tubuh Jaejoong dan langsung menyumpal bibir Jaejoong dengan Bibirnya , melumatnya kasar

"Mhh..."

Yunho melepas ciumannya namun tak melepas pelukannya dipinggang Jaejoong

"Jae.."

"Yun.. tunggu humphmhhh yunhmphh "

Yunho langsung menyambar bibir Jaejoong kembali. Jaejoong terus mendorong dada Yunho untuk melepaskan ciumannya

"Eumphh ahh Yunhh aku sedang bekkerjahhh enghh " Desah Jaejoong saat Yunho menurunkan ciumannya keleher Jaejoong dan mengulum Jakun kecil Jaejoong

"KUBILANG BERHENTI !" Jerit Jaejoong mendorong keras tubuh Yunho.

xxxxYunjaexxxxYunjaexxxx

"Kami sudah siap sedari tadi" Ucap sutradara

"Maaf tadi aku cari toilet dan nyasar untung bertemu Yunho" Ucap Jaejoong seceria mungkin

"bawa kesini artisnya" Kata sutradara tadi

"Hei nak kau lakukan yang terbaik ok! Kerumunana disana luar biasa, kami punya seleb disini tapi baru kali ini aku melihat yang seramai itu " Ucap Siwon

Yunho hanya melirik kearah namja berlesung pipit itu tanpa berniat menjawab

"Hei Jaejoong-ahh " Panggil Siwon

"Ya hyung" Jaejoong mendekat

"Kau kesasar?"

"Iya.. "

"Kau itu makannya pegangan erat ditanganku, kan sudah kubilang nanti kau hilang " Goda Siwon

"Yakk Hyung! Aku bukan anak kecil " Jaejoong mepoutkan bibirnya membuat Siwon semakin terkekeh lucu dan mengacak rambut Jaejoong

"Yakk..."

Tanpa mereka sadari sedari tadi mata musang itu menatapi mereka berdua dengan tatapan tajam dan penuh dengan aura kemarahan.

Jaejoong Pov

"Apa perjalanan bisnis?" Terdengar suara Eomma Jung disebrang tlp sana

"Iya eomma.." Jawabku

"kenapa mendadak sekali? Apa kau butuh pakaian tambahan?" tanya Eomma

"Tidak usah eomma, disini ada toko kok " kataku lagi "Eomma ada Yunho"

"Ada , ini dia baru keluar dari kamar mandi"

Aku diam menunggu saat tlp itu diberikan ke Yunho

"Iya Joongie.. hyung... kau ada dimana?" Terdengar suara berat milik Yunho disana

"Iya ada perjalanan bisnis aku disini sampai senin"

"Apa kau ada masalah?"

"Bukan... aku tak ada masalah apapun kok..."

"Maafkan aku..." terdengar jeda disana "Maafkan atas apa yang aku lakukan saat kau sedang bekerja tadi"

"emm ahh tidak apa jangan khawatir hahahha " aku mencoba tertawa garing disana.

Sebenarnya perjalanan bisnis ini hanya kebohongan, aku tidak mau pulang, dengan begini sedikit demi sedikit jika aku membuat jarak , mungkin kita akan biasa menjadi "biasa", saat itu Yunho tidak sengaja melihatku menangis disitu aku berfikir.

Bisakah kita menjadi... kakak beradik yang NORMAL?

TBC

ND :

Puah akhirnya selesai juga , sakit kepala rasanya nyelesain Chap ini.

Ntah kenapa hasrat daddy membuat adegan NC tak ada (padahal tinggal translite)

Ada yang bisa ngasih saran?

Ya sudah dont forget to review

Daddy lemes banget nyelesain chap ini mommentnya sama kayak cerita heheh XD

Ya sudah see u next Chap

Batam, 12/08/2015 16:40