CHAPTER 4 "doki – doki ~ "

Akashi kenal dengan lagu ini ! , lagu ini adalah lagu yang merupakan kepingan masa lalu Akashi yang berharga.

Selama ini Akashi sudah mencarinya kemana – mana bagian yang hilang dari hidupnya hingga menyerah , akan tetapi sekarang dia menemukannya ,dia sudah menemukannya tepat di balik pintu ini bagian yang telah ia cari selama ini sudah berada di depan mata Akashi ...

.

.

KUROKO NOBASUKE (C) TADOTOSHI FUJIMAKI

AUTHOR BY :SHIZUKANO –DESU ~

CHAR : AKASHI SEIJUUROU x OC(YASHIRO SHIZUKA) x MAYUZUMI CHIHIRO dll
RATE : (Terserah anda :D)

WARNING OOC , TYPO,ABSRUD DE EL EL :D

.

.


Melodi demi melodi terdengar di gendang telinga Akashi yang sedari tadi mematung di depan ruang musik itu , perlahan tangan kanannya mengusap air mata yang keluar tanpa di perintah itu , hati nya mulai terasa tenang .

Perlahan akashi membuka pintu itu dengan hati – hati , melodi – melodi itu pun semakin terdengar jelas di telinganya . iris warna mata merah miliknya menagkap sesosok perempuan serba putih yang tengah menyanyi dengan indahnya , helai rambutnya yang seputih salju itu tertiup angin sore dengan lembut ,pancaran sinar matahari senja yang menbus jendela menyinari wajah Ayunya bagai maha karya yang sangat indah nan misterius , membuat mata Akashi tak bisa lepas dari pesonanya yang indah. ( song by : yanagi nagi – wasurenai tame ni , download lha agar kalian meresapinya/buang author)

Kyoukai no mukou ni otoshita

Kitto taisetsuna nanika wo

Donna kotoba ga aru no

Shirieru mono zenbu oshiete

Donna kao de warau no

Nee hajimete kureta namida

Watashi no KOKORO mitashita

Mirai no yakusoku oboeteru

Koyubi to koyubi wo karamete kureta anata wo matsu yo

Itsumademo

Kyoukai no mukou ni shimatta

Zutto taisetsuna kioku wo

Ano mori de asobou yo

Sono tsugi wa motto tooku no machi

Ashita mata aeru kana

Sore dake de shiawase da yo

Nee saigo ni kureta namida

Watashi no KOKORO itameta

Mirai no yakusoku wa kieta no?

Jikan ga nagarete harukana kyori wo tadayou ARIA

Kikoenai

Nee hajimete kureta namida

Watashi no KOKORO mitashita

Mirai no yakusoku shinjiteru

Anata no egaita sen no ue ni wa inochi no tsudzuki

Aruiteiru yo

Saketa sora no tsugime kara

Ashita wa nando mo umareteiru

Kondo aetara

Mou ichido yakusoku wo shiyou

Yubikiri de~

Saat alunan melodi selesai sang pelaku yang menyanyikan lagu tersebut menoleh ke arah pintu masuk ruang musik , iris mata biru langit malam itu menatap heran Akashi .

"Sampai kapan... kau akan mematung di situ?". Tanya Shizuka

"Eh .. ah iya , a – aku masuk". Jawab Akashi yang baru sadar.

Tangan shizuka bergerak menutup tust piano yang ada di hadapanya , setelah itu dia mengubah posisi nya dengan tangan kanan menopang wajahnya di atas tust yang tertutup sembari menyilangkan kaki jenjangnya yang putih itu.

Suasananya masih cangung pikir Akashi , 1 menit pun berlalu mereka berdua hanya saling menatap satu sama lain.

"Kau...ingin penjelasan kan?". Tanya shizuka yang membuka pembicaraan .

Akashi cuman mengangguk .

"aku ... tak tahu harus .. mulai dari mana , jadi kau .. yang tanya saja". Lanjutnya dan Akashi baru sadar nada suaranya jadi monoton dan lambat lagi seperti Shizuka yang sebelumnya .

"apa alasanmu pergi dariku dulu?".

Kata – kata Akashi yang itu membuat kacamata mengkilap shizuka kini menampakan iris mata nya yang seindah langit malam .

"Sei...aku akan menjawab pertanyaan lain selain itu". ucap shizuka dengan nada sedih.

"kenapa ? , apa yang terjadi padamu saat itu?". Shizuka masih diam dan memalingkan pandanganya ke jendela .

Ah Akashi baru ingat sifat shizuka yang ini dan dia paling membencinya karena kalau sudah memalingkan pandanganya saat berbicara berarti dia sudah tidak mau meneruskan pembicaraan, bahkan sampai mulutmu berbusapun dia tidak akan mengubrisnya .

Akashi menghela nafas yang panjang agar kapasitas kesabaranya terisi kembali .

"Baiklha , kalau begitu kenapa kau jadi guru di sini?". Tanya Akashi lagi , kali ini pandangan Shizuka kembali pada Akashi .

"Aku...butuh uang ".

"Shizuka , aku tau kau sama sepertiku soal materi , bahkan lebih dariku, jadi apa tujuanmu yang sebenarnya?". Jawab Akashi dengan tegas .

"memang benar aku ...tak kekurangan materi, tapi ... aku kekurangan sosialitas dan .. komunikasi pada orang lain , jadi.. aku bekerja di sini untuk meperbaiki komunikasi ku pada orang lain". Tuturnya dengan tenang .

Entah mengapa jawaban shizuka barusan membuat Akashi jadi merasa bersalah ..

"Sei ... apa kau tidak suka?".

"eh ?".

"apa .. aku di sini menganggu mu?".

Sei baru sadar akan sesuatu yang dia lupakan , cara – cara yang tidak masuk akal seperti ini adalah salah satu cara Shizuka untuk menujukan keperdulianya , dia melakukan ini semua untuknya .

"tidak , sama sekali tidak , aku senang sangat senag jika kau ada di sini" . ujar Akashi sembari tersenyum pada lawan bicaranya .

"Soukah , yokatta ne", balas shizuka.

Pancaran sinar matahari senja yang menembus jendela menyinari wajah Elok dari shizuka Yang kini sedang tersenyum ke pada Akashi dengan tulus , senyumanya berhasil membuat jantung Akashi berpacu dengan sangat cepat , wajahnya pun memerah semerah rambutnya sekarang .

.


setelah kejadian kemarin saat bertemu Shizuka jantung Akashi selalu ribut , dia tidak bisa memerintahkan jantungnya untuk lebih tenang jika berhadapan dengan Shizuka .

Sudah jam pulang sekolah saatnya Latihan rutin klub basket , Akashi harus fokus terhadap basketnya karena di turnamen Inter high tahun depan dia harus mengalahkan Seirin.

"semuanya mohon berkumpul sebentar! ", seru sang pelatih yang bernama Shirogane Eiji.

Semua para pemain basketpun segera membentuk barisan dengan rapih , termasuk Akashi

"pelatih ada apa?". Tanya Akashi .

"Aku akan memperkenalkan guru pembimbing sekaligus penangung jawab yang baru".

"apa kenapa di ganti?".

"Aku tak tahu ,yang pasti ini keputusan kepala Sekolah" ujar sang pelatih .

"siapa penggantinya?"

"Sensei silahkan masuk".

DEG!

Jantung akashi hampir berhenti melihat siapa yang masuk ke Gym , sosok yang serba putih itu berjalan dengan tegap menuju para pemain yang sedang berbaris .

"Yashiro Shizuka desu , Mulai sekarang mohon bantuanya" . kata perempuan yang serba putih tersebut , Mata sebelah kirinya yang indah kini sedikit terlihat dari kacamatanya dan di susul seulas senyum tipis pada bibirnya yang mampu membuat seluruh pemain yang berada di depanya terpesona .

Akashi ?, dia hanya diam sambil menahan aura hitamnya keluar karena rekan (budak) di klub basketnya memandangi Shizuka seperti itu .

"MOHON BANTUANYA JUGA SENSEI!". Seru kotaro dengan semangat , sudah sangat jelas kalu dia sangat tertarik pada Shizuka .

"Sensei bagi alamat E-mail nya dong", goda Mibuchi reo.

"Sensei apa kau masih Single?". Tanya Eikichi

Suasanya jadi riuh , Dan Akashi berusaha menahan gunting keramatnya agar tidak melayang kepada rekannya(budak) seklub itu , dia tak tahu mengapa dia merasa sangat jengkel saat Shizuka di goda seperti itu , yang pasti dia akan meminta penjelasanya setelah pulang latihan.

.


"Jadi apa pembelaanmu?". Tanya akashi dengan tegas

"Tidak ada". Balas Shizuka singkat .

Setelah pulang latihan Shizuka yang sedang bicara dengan pelatih Eiji di seret Akashi untuk meningalkan sekolah dan meminta penjelasan padanya.

"Kumohon setidaknya sekali saja berikan Alasan yang bisa ku pahami Shizuka". Keluh Akashi

Shizuka terdiam sebentar .

"Sei... kepala sekolahmu itu orang yang keras kepala , hampir setiap hari aku ... di panggil ke kantornya dan membujukku agar ... aku di jadikan sebagai pengurus untuk tim basket mu , apa kau tau...jarak ruang guru dan ruang kepsek sangatlha jauh, aku ..tak mau membuang energiku, itu..melelahkan". Sekarang giliran Shizuka yang mengeluh pada Akashi .

"be benarkah , maaf"

"sei...mau ke rumahku?''. Tawaran yang baru pertama kali dalam hidup Akashi , sejak dulu Shizuka tak pernah mengajaknya kerumah walaupun pada saat itu dia sudah memintanya puluhan akan tetapi terus di tolak .

Langkah kaki Akashi terhenti .

"yang benar?".

Shizuka cuman menganguk .

"ka – kalau begitu aku akan meminta izin ayah dulu".

Shizuka hanya melirik Akashi yang sedang menelepon ayahnya , ekspresi wajah Akashi yang tadinya tegang perlahan – lahan jadi lega sekaligus terkejut , setelah itu senyuman lebar tersungging di bibir Akashi .

"Dia mengizinkanku ". Ucap Akashi dengan bahagia.

Shizuka hanya tersenyum tipis sembari melanjutkan langkah kakinya , 10 menit sudah mereka berjalan dan sampailha di depan sebuah Apartemen yang menjulang tinggi dan cukup berkelas .

"jadi dia tinggal di apartemen?". Batin Akashi yang sedikit kecewa .

Kediaman Shizuka terletak di lantai paling atas di Apartemen ini . setelah ia memasukan serial kode rumahnya dia pun membuka pintu Apartemen lalu masuk kedalam .

Iris mata Akashi melihat kedalam apartemen yang cukup luas dan tertata rapi , di bagian kanan ruangan ini adalah dapur sekaligus meja makan , sedangkan di sebelah kiri adalah kamar tidur , dan di depan akashi sekarang adalah ruang tamu dengan sofa berwarna putih yang sengaja di hadapkan di jendela ,di sudut ruangan terdapat piano , pemandangan dari jendela ini cukup indah, lampu – lampu gedung pencakar langit di kyoto terlihat gemerlap dengan hiruk pikuk orang – orang .

"anggap saja...rumah sendiri". Ujar shizuka sembari menuju kamarnya untuk ganti baju.

Akashi cuman menganguk dan terus menatap ke jendela yang lebar tersebut .

Selang beberapa menit Shizuka keluar dari kamar dan menuju ke dapur untuk mempersiapkan makan malam.

"Sei ... kau mau makan apa?". Tanya shizuka yang sedang memakai celemek berwarna putih .

"Sup tofu saja sudah cukup - .. ". Perkataan akashi terhenti ketika ia menoleh ke arah shizuka .

Iris mata merah Akashi melebar karena yang di lihatnya sekarag adalah Shizuka yang memakai kemeja putih , celana pendek , bercelemek dan ... TAK MEMAKAI KACA MATA!.

Ini adalah pemandangan terlangkah sekaligus terindah yang pernah di lihat Akashi Seijuurou, keseluruhan wajah Shizuka terlihat dan sangat cantik serta manis , kini wajah akashi mulai memerah karena terus menatap Shizuka .

"Tidak ada ... orang yang suka di tatap seperti itu". Tegur Shizuka yang tak nyaman terhadap pandangan Akashi .

"Ma – maaf".

"Kemarilha...makanan sudah siap". Ujar Shizuka yang sedang meletakan makanan di meja makan.

Mereka duduk saling berhadapan satu sama lain , hari ini perasaan Akashi benar – benar bahagia , dia sudah lama tak merasakan momen makan bersama seperti ini apalagi dengan teman masa kecilnya yang begitu berharga.

Saat mencoba sup tofu buata Shizuka mata Akashi melebar , sudah lama sekali ia tak pernah merasakan sup tofu yang enak seperti ini, ini seperti buatan ibu nya begitu lembut dan hangat ,seulas senyum terukir di wajah akashi , "ini benar – benar enak Shizu-chan "

"Aku senang kau menyukainya". Balas shizuka dengan senyuman yang lebar sampai membuat matanya tertutup .

DEG!

Lagi – lagi jantung Akashi berdetak kencang , sesungguhnya Akashi sadar perasaan apa yang dia rasakan sekarang , akan tetapi dia adalah teman masa kecil yang sangat Akashi sayangi dan sudah di anggap seperti kakak , apakah aku boleh menyanginya lebih dari sekerdar kakak atau teman ?. Akashi Seijuurou sudah benar – benar jatuh cinta pada Senseinya . ...

.

.


Shizuka sedang maso karena malem minggu ini hahahahaha jadi chapter 3&4 langsung update yah :D , tau lha author itu masih single/ahay ,jadi malem minggu nya di dedikasihkan untuk kalian yg single juga/pret . ok enjoy it guys dan spoiler buat next chapter bakal ada si mayu ngikut .. so waiting me guys :D /