Rion : *yawn*...

G : Sensei?

Rion : *bengong*

G : Sensei?

Rion : *masih bengong*

G : waaa, sensei dah mati! Berarti penderitaan gw bakal hilang!

Rion : heh, sembarangan! Gw masih hidup! Cman...

G : Cman apa?

Rion : gw ngestuck sama ni chapter TTwTT

Giotto : kok?

Rion : perasaan agak maksa aja TTwTT

G : bukannya semua chapter maksa semua?

Rion : just shut up Walking cancer...

G : !^*#

Giotto : mau menanggapi reader sensei?

Rion : ah baiklah...

Giotto : SummerVegetable bilang : mau bikin Tsuna mati ya?

Rion : ga, kalau Tsuna mungkin g mati... Tapi g tau yang lain~

All : O_O"

G : lalu dari C. Chronicle katanya behind the scenenya selalu sukses bikin dia ketawa (dan bikin kita sengsara)

Rion : makasih juga ^^

Gokudera : CursedCrystal katanya kakeknya Giotto Timotteo kan? Kenapa jadi jahat?

Rion : a-ah... Ketahuan TTwTT soalnya yang cocok buat jadi kakeknya Giotto cman Timotteo Jii-sama sih TTwTT maaf ya~

Gokudera : dia juga bilang kalau ada kesalahan di warna flame harusnya orange bukan kuning. Emangnya Giotto sun guardian? Jangan samakan Giotto-sama dengan si 'Extreme' freak!

Rion : *shock* gw baru sadar O_O *shock membatu*...

G : sensei?

Rion : O_O

Al : panggilan alam untuk sensei~

Rion : O_O

Al : ya udah deh... KHR belong Amano Akira~ Author tidak mempunyai hak atas manga dan karakter, hanya aku dan beberapa OC yang muncul yang menjadi hak author~

~*~*xXx*~*~

"Namaku adalah Alfonso Cavallone..." Laki-laki yang terlihat ramah itu hanya tersenyum dan mengangkat Giotto. "Sebaiknya kalian aku bawa kekediaman Cavallone, lukamu juga harus disembuhkan..." Al membalikkan badannya dan tersenyum.

"Cavallone..." G terlihat memikirkan sesuatu mendengar nama itu. "Sepertinya aku pernah mendengar nama keluarga itu..."

"Alfonso-san, Terima kasih sudah menolongku dan Juudaime!" Gokudera terlihat sangat senang bersama dengannya.

"Tidak masalah, lagipula aku juga mempunyai sesuatu yang harus aku tanyakan padanya dan juga kakakmu yang ada disana..." Al melirik kearah G.

"Dengan kami?" G melihat Al dengan tatapn curiga. "Memang kau tahu apa tentang kami?"

"Tidak ada sama sekali..." Al tertawa. "Tetapi, aku tahu apa yang ingin kalian tanyakan..." Jawab Al.

"Kau..." G melihat Al dengan tatapan benar-benar penasaran. Tetapi, karena tidak ada pilihan lain selain ikut dengan orang itu, akhirnya hanya mengangguk dan berjalan diiringin orang-orang yang sepertinya merupakan anak buah dari Al.

~*~*xXx*~*~

Bisa dikatakan, rumah yang mereka datangi sekarang sama besarnya dengan rumah -baca. Reruntuhan- tempat tinggal Giotto dan G. Mungkin malah lebih besar dari tempat itu. Letaknya juga tidak terlalu jauh dari tempat Giotto.

Ketika memasuki gerbang utama, mobil sport berwarna hitam yang membawa mereka itu disambut dengan ramah oleh beberapa pengawal. Suasana disana hampir sama dengan tempa tinggal Giotto. Hangat, dan bersahabat.

"Selamat datang Primo!" Beberapa anak buahnya membukakan pintu. Salah satunya, seseorang dengan kumis dan juga kacamata menghampiri mereka dan menundukkan kepalanya.

"Ah, Romario..." Al tertawa dan turun dari mobil. Giotto langsung dibawa oleh beberapa anak buah Al menuju kesebuah kamar, begitu juga dengan Tsuna. Sementara G dan juga Gokudera dibawa keaula ruangan dilantai dasar.

"Jadi, sepertinya sekarang ini sebaiknya kita menunggu anak itu bangun..." Al memandangi keluar jendela.

"Sebenarnya siapa kalian?" G duduk sambil melihat sekitarnya.

"..." Al hanya diam tidak menjawab pertanyaan G. "Aku tidak bisa berbicara sekarang, sebaiknya aku mengatakannya ketika orang itu sadar..." Al melihat kearah G. "Lalu, siapa nama kalian?"

"Namaku... Adalah G, laki-laki berambut kuning itu adalah Giotto, aku teman kecilnya sekaligus pengawalnya." G menunjuk kearah Goku yang duduk disebelahnya. "Kalau dia adalah adikku Gokudera Hayato, dan anak kecil yang terluka itu adalah Tsuna, adik Giotto..."

"G..." Goku menarik-narik lengan baju G. "Aku ingin melihat Juudaime..."

"Sebaiknya kau biarkan saja dia tidur dulu Hayato..."

"Tetapi... Aku khawatir dengannya G!" Goku sedikit memaksa G.

"Kau tidak khawatir dengan keadaan kakakmu sendiri?"

"Kalau kau tidak akan mungkin bisa mati dengan mudah, karena kau bodoh..." Goku berdiri dan berjalan kearah pintu keluar. "Aku akan mencarinya sendiri..."

"Anak itu..." G hanya bisa sweatdrop sekaligus kesal.

"Maaf ya, sepertinya luka dipipimu itu tidak bisa hilang..." Al terlihat menyesal memberitahukannya. Memang, luka diwajah G sudah diobati dan dijahit, tetapi sepertinya bekasnya tidak bisa hilang.

"Aku tidak masalah..." G menyalakan rokok yang ada disakunya. "Tetapi, jika didepan Giotto sepertinya aku harus menyembunyikannya... Tetapi bagaimana..."

"..." Al memikirkan sesuatu. "Ada satu cara yang bisa dipakai..."

~*~*xXx*~*~

Gokudera mencoba untuk mencari kamar milik Tsuna. Sudah terbiasa dengan lorong dan pintu-pintu yang lebih besar darinya itu, membuatnya tidak takut. Perlahan, dia membuka satu-satu pintu sambil melihat apakah ada Tsuna atau tidak.

Ketika itu sampailah dia disebuah pintu yang lebih besar dari pintu manapun dirumah itu. Membuka perlahan sambil melihat isinya.

"Hei, kau siapa?" Suara anak kecil yang asing itu mengagetkannya dan membuat Gokudera menoleh kebelakangnya.

"Ah maaf, aku mengagetkanmu?" Laki-laki berusia kira-kira 14 tahun dengan rambut berwarna kuning dan mata cokelat tua tersenyum pada Gokudera. Wajahnya mirip dengan wajah Al. "Habisnya aku melihatmu akan masuk kekamar kakak..."

"T-tidak, maaf aku sudah seenaknya saja melihat kedalam." Jawab Gokudera menundukkan kepalanya. "Aku sedang mencari kamar Juudai- maksudku Tsuna, anak yang dibawa kemari oleh Al-san..."

"Dibawa kakak? Ah, anak berambut cokelat itu? Baiklah, aku tahu dimana tempatnya. Bagaimana kalau aku mengantarmu?" Tanya anak itu sambil tersenyum.

"Ah, terima kasih..."

"Siapa namamu?" Tanya anak itu sambil menutup pintu kamar Al.

"Gokudera, Gokudera Hayato..."

"Salam kenal, Gokudera-kun..." Anak itu tersenyum dan berjalan kearah kamar Tsuna. "Ayo..."

"Kalau kau, siapa namamu?" Tanya Goku sabil berjalan disamping anak itu.

"Namaku, Dino Cavallone..." Jawab Anak itu. Tetapi, tanpa alasan yang jelas dan sebab yang jelas -emang apa bedanya?- anak itu terjatuh dengan muka terbentur lantai.

"D-Dino-san, kau tidak apa-apa?" Tentu saja Goku terkejut dan membantunya berdiri.

"Tidak... Aku tidak apa-apa kok..." Dino tertawa dan bangkit kembali sambil memegangi hidungnya. "Aku biasa tersandung seperti ini..."

~*~*xXx*~*~

Gokudera dan Dino sudah berada didepan pintu kamar Tsuna. Tetapi, sepertinya keadaan Dino sekarang lebih parah dari Tsuna yang terluka. Dengan adegan -yang di skip karena malas oleh author- terpeleset sebanyak 5 kali, terjatuh dari tangga yang anak tangganya hanya ada beberapa sebanyak 3x dan tersandung membuat 6 vas bunga pecah dengan indahnya.

"Uhm.. Dino-san, kau tidak apa-apa?" Goku melihat Dino yang hanya hanya tertawa ringan.

"Tenang saja, aku tidak apa-apa!" Jawabnya santai. "Ini dia kamar anak itu~" Dino membuka pintu kamar itu, dan didalamnya Tsuna dengan tangan yang diperban tertidur.

"Juudaime?" Goku langsung menghampiri Tsuna diikuti oleh Dino dibelakangnya.

~*~*xXx*~*~

"Benar juga..." G melihat kearah cermin besar yang ada disana. Sekarang ini, dibagian kanan wajahnya terlihat sebuah tato berbentuk garis-garis -um, author g tau bentuknya apa *lupa*- dan membuat luka yang ada diwajahnya tertutupi.

"Dengan begitu tidak akan terlalu mencolok bukan?" Jawab Al yang ternyata membuat tatto itu.

"Sepertinya malah lebih mencolok..." G hanya bisa sweatdrop tetapi menghela nafas panjang. "Setidaknya aku bisa menutupinya dari Giotto..."

"Bagaimana kalau kita kekamarnya?" Al mengajak G menuju kekamar Giotto dirawat.

"Baiklah, lagipula aku harus memastikan dia tidak apa-apa..." Jawab G berjalan kearah kamar Giotto bersama dengan Al.

~*~*xXx*~*~

G dan juga Al sampai dikamar Giotto. Disana, G dan juga Al terkejut melihat Giotto yang sudah terbangun dari tidurnya dan sedang memandangi jendela.

"Giotto, kau sudah sadar?" G menghampiri Giotto dan melihat keadaannya.

"Ya, aku tidak apa-apa kok..." Jawab Giotto tersenyum dan melihat kearah G dan juga Al. "Terima kasih sudah menyelamatkan Tsuna dan Gokudera..."

"Panggil saja Al..." Jawab Al sambil tersenyum pada Giotto. "Lalu, kalian... Apa yang sebenarnya terjadi?"

"..." Giotto hanya bisa terdiam dan melihat kearah bawah. "Aku... Sudah menghancurkan tempat ayah..."

"Giotto..." G hanya bisa diam dan tidak mendekati Giotto.

"Aku merasakan flame yang luar biasa keluar dari tempat itu..." Al duduk disofa yang ada disana. "Tetapi, aku tidak pernah mendengar nama kalian... Kalian dari keluarga mafia apa?"

Giotto dan juga G yang terdiam langsung saling menatap dan langsung melihat kearah Al. "Mafia?" Jawab mereka bebarengan.

~*~*xXx*~*~

"Mafia?" Gokudera melihat kearah Dino yang menceritakan sesuatu padanya.

"Ya, kakak adalah pendiri kelompok Mafia Cavallone..." Jawab Dino, "Aku tidak menyangka kalian tidak tahu kalau kakak adalah mafia, tetapi kalian dibawa begitu saja oleh kakak..."

"Bukankah, mafia itu sering membuat kekacauan di Italia..." Goku sedikit tidak enak mengatakan hal itu didepan Dino. Tetapi, yang ia lihat adalah, Dino malah tertawa sangat keras.

"Cavallone tidak akan menyerang orang lain selama orang-orang itu tidak berbuat jahat..." Jawab Dino sambil tetap tertawa kecil. "Tidak semua keluarga mafia seperti itu, hanya sebagian kecil saja yang jahat... Pada dasarnya, kami sama seperti pihak kepolisian, tetapi bergerak dijalur belakang..."

"Tetapi..." Goku melihat Tsuna yang tertidur. "Sepertinya polisi yang kami temui lebih buruk dari yang dibayangkan..." Jawab Goku.

"Hm?"

~*~*xXx*~*~

"Benar juga..." G baru mengingat sesuatu ketika mendengar tentang mafia. "Kelompok mafia yang sudah terkenal kurang dari 2 tahun setelah dibentuk... Cavallone familinga..."

"Begitulah, aku adalah pendirinya..." Jawab Al sambil tertawa.

"tetapi sayangnya kami bukan dari keluarga mafia..." Jawab Giotto melihat Al.

"Bukankah kau memiliki sky flame, Giotto-san?" Tanya Al sambil menunjukkan cincin yang digunakannya. Lalu, dari cincin itu muncul flame yang sama dengan Giotto. "Flame tidak akan mungkin muncul jika kau bukan dari keturunan Mafia..." Jawab Al meletakkan cincinnya kembali.

"... Bukankah mafia selalu membuat keributan di Italia...?" Tanya G sambil melihat Al. -Kakak adik sama saja -_- -

Dan tentu saja kalian bisa menebak bagaimana reaksi Al bukan? Dia tertawa kecil sambil melihat Giotto dan G. "Tidak semua mafia melakukan hal itu... Kami hanya akan menyerang kalau memang itu adalah tugas kami, dan untuk melindungi orang-orang terutama keluarga kami..."

"Melindungi keluarga...?" Giotto melihat Al dengan tatapan kaget. "Kalian melindungi keluarga melebihi apapun?"

"Demi melindungi satu sama lain, kami rela mengorbankan nyawa kami..." Jawab Al sambil tersenyum dan memangku kepalanya dikedua tangannya.

"Kakak!" Dino tiba-tiba datang dan berjalan kearah Al. Dibelakangnya ada Gokudera dan Tsuna yang baru saja sadar.

"Tsuna?" Giotto langsung menghampirinya dan menggendong Tsuna. "Kenapa kau disini? Lukamu bagaimana?" Tanya Giotto melihat kearah Tsuna.

"Tidak apa..." Tsuna hanya tersenyum dan memegang bahu Giotto agar tidak jatuh. "Nii-chan sedang apa?" Tanya Tsuna sambil melihat Giotto.

"Maaf Tsuna..." Giotto menundukkan kepalanya. Tsuna yang tidak mengerti hanya diam dan melihat Giotto.

"Kenapa Nii-chan minta maaf...?" Tsuna memegang kepala Giotto dan mengelusnya. "Nii-chan kan tidak salah? Yang jahat mereka... Kenapa Nii-chan meminta maaf?" Jawab Tsuna.

"Maaf..."

~*~*xXx*~*~

"Jadi..." Al meminum teh yang ada didepannya. "Apa yang akan kau lakukan setelah ini? Kau masih muda... Walaupun aku mendirikan Cavallone diusia 18 tahun..." Jawabnya sambil meletakkan cangkir itu.

"Apa menurutmu aku bisa?" Tanya Giotto sambil memegang gelas yang berisi teh itu. "Aku bahkan tidak mengetahui apapun tentang dunia Mafia..."

"Disaat seperti ini..." Al menggaruk dagunya yang tidak gatal. "Biasanya dia akan da- GUAH!" Tiba-tiba kepala belakang Al ditendang seseorang.

"Ciaosuu!" Seorang bayi yang memakai topi berwarna hitam dan juga setelan tuksedo berdiri diatas kepala Al yang sudah sekarat.

"Bayi?" G dan Giotto langsung melihat kearah bayi itu.

"Ah, Reborn!" Dino langsung berlari kearah Reborn. Dan dengan cepat reborn berpindah kebahu Dino. "Kapan kau kembali?"

"Karena aku mendengar kakakmu yang bodoh ini membawa orang yang bisa mengeluarkan flame..." Bayi itu melihat kearah Giotto dan G.

"Be-begitulah Reborn..." Al memegangi kepalanya yang ditendang oleh Reborn. "Kapan kau kembali ke Jepang?" Tanya Al.

"Ketika aku mendengar kata-katamu ditelpon, aku langsung segera kembali..." Reborn mengacungkan pistol kearah Al. "Kalau ternyata itu salah, bersiaplah untuk membuat peti mati berlambang Cavallone..."

"B-baiklah Reborn..." Al terlihat ketakutan melihat Reborn. G dan Giotto hanya bisa terdiam dengan pandangan takjub.

"Jadi..." Reborn melihat kearah Giotto. "Kau yang mempunyai flame itu?" Reborn dengan seenaknya melompat keatas kepala Giotto.

"Mungkin..." Giotto yang memang tidak begitu mengerti apapun tentang flame hanya bisa mengangkat bahunya.

"Jangan menjawab seperti itu!" Reborn sukses menendang kepala Giotto. "Aku hanya menerima jawaban iya dan tidak!"

"Nii-chan?" Tsuna berjalan dan melihat kakaknya yang sudah tersungkur tidak berdaya.

"Jadi, jawabmu?"

"I-iya..." Jawab Giotto masih setengah sadar.

"Tetapi sepertinya dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya..." Jawab Al disertai dengan tembakan peluru karet dari pistol Reborn. "A-aduh!"

"Jadi itu sebabnya kau memanggilku kemari?" Reborn melihat Giotto dan juga G. "Aku memang bisa merasakannya... Kalian berdua memiliki flame masing-masing..."

"Sebenarnya kau sia- GAH!" G sukses mendapatkan tendangan telak dibagian penting miliknya -ya-kau-tahu-apa- sampai berhasil membuatnya bungkam tidak bisa berkata apapun.

"baiklah, perkenalkan namaku adalah Reborn. Aku adalah pembimbing dari Alfonso dan juga Dino..." Jawab Reborn sambil memasukkan tangannya kesaku.

"Pembimbing?" Giotto melihat kearah Al.

"Begitulah, aku bisa mengendalikan flame juga berkat ayah Reborn..." Al hanya tersenyum kecil. "Mereka adalah arcobaleno, entah bagaimana Reborn bisa membantuku..." Jawab Al.

"mereka mafia?" Tanya Giotto yang langsung disambut tendangan telak kepinggangnya. "Aw!"

"Tentu saja! Sekarang sebutkan nama kalian satu per satu..." Jawab Reborn melihat Giotto, G, Goku, Tsuna.

"Giotto..."

"G..."

"Gokudera Hayato!"

"Sawada Tsunayoshi..."

"Jadi..." Reborn naik kepundak Giotto dan melihatnya. "Kau ingin menjadi mafia?"

"..." Giotto masih ragu, karena dia sendiri tidak mengetahui semua hal tentang mafia. "Aku benar-benar tidak mengerti tentang mafia apakah aku bisa?"

Reborn terdiam dan menurunkan sedikit posisi topinya. Dalam hitungan detik, Reborn langsung menembaki Giotto, Al, dan G dengan peluru karet. "Kau fikir Al tidak memulainya dari awal?"

"Eh?" Giotto memegangi kepalanya yang terkena tembakan itu.

"Kalau kau memang mau mempunyai kemauan untuk melindungi keluargamu, kau pasti bisa..." Jawab Reborn tersenyum tipis.

"..." Giotto melihat kearah Reborn. "Baiklah... Aku akan mencobanya..." Jawab Giotto dengan tatapan pasti.

"Kalau begitu, bisa aku melihat lambang flamemu?" Tanya Reborn.

"Lambang flame?" Giotto hanya bingung mendengarnya.

"Tempat pertama kali kau mendapatkan flame itu Giotto..." Jawab Al sambil tertawa kecil.

"Mungkin pintu itu Giotto..." G ingat tentang cahaya yang muncul dan menuju kearah mereka.

~*~*xXx*~*~

"Sudah aku duga..." Reborn memegang pintu yang ada disana. "Ini adalah sky flame dan juga storm flame..." Reborn yang berada diatas bahu Al langsung melompat dan melihat Giotto. "Aku sudah melihat semuanya... Kapanpun juga kau bisa memulai pelatihan ini."

"Bagaimana dengan nama keluarganya?" Jawab Al sambil melihat kearah Giotto.

"Jangan terlalu bersemangat Al bodoh!" Reborn menendang pinggal Al untuk yang kesekian kalinya.

"Aku hanya ingin membantu!" Al memegangi pinggangnya dan melihat Reborn. "Lagipula, kalau hanya nama tidak apa-apa bukan?"

"Dia harus bisa mengendalikan flamenya sendiri bukan? Kalau tidak yang lainnya tidak akan bisa mengendalikannya juga..." Jawab Reborn.

"Jadi..." Giotto melihat kearah Reborn. "Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Giotto.

"Kau harus melakukan latihan berat selama 1 tahun... Bahkan lebih." Jawab Reborn melihat Giotto. "Dan sampai latihan itu selesai... Kau tidak boleh menemui adikmu maupun sahabatmu..." Jawab Reborn sambil melihat G dan juga Tsuna.

"? A-apa-apaan itu? Kenapa Giotto tidak bisa bertemu denganku, Hayato, dan Tsuna?" G merasa kesal karena dia tidak bisa menemani Giotto.

Giotto menghentikan G yang akan ditembak oleh Reborn. "Apakah kalau aku sudah berhasil mengendalikannya aku akan mendapatkan kekuatan untuk melindungi teman-teman dan keluargaku...?" Jawab Giotto. Reborn tersenyum dan mengangguk.

"Kalau begitu... Aku akan mengikutinya..." Jawab Giotto berjalan menuju kearah Reborn.

"Giotto?" G terkejut dengan semua yang dikatakan oleh Giotto.

"Aku tidak ingin melihat kalian terluka lagi..." Giotto hanya tersenyum pahit dan melihat kearah G.

"Giotto..."

"Besok kita akan berangkat..." Reborn menurunkan topinya sedikit. "Kau bisa mengucapkan salam perpisahan pada mereka..."

"Salam perpisahan?"

"Latihan ini sangat berat... Aku tidak akan menjamin kau bisa keluar dengan selamat..." Jawab Reborn sambil melihat Giotto.

"tidak apa..." Giotto tersenyum pada Reborn.

"Giotto, kau serius?" Jawab G sambil melihat Giotto.

"..." Giotto berjalan kearah G. "Kau mengerti bukan... Bagaimana inginnya aku melindungi Tsuna?"

"..."

"Tenang saja, Tsuna akan aku jaga sampai kau kembali..." Al memegang bahu Tsuna yang sekarang melihat Giotto.

"Nii-chan? Ayo kita pergi dari sini..." Jawab Tsuna menarik lengan Giotto. "Aku takut disini..."

"Baiklah..." Giotto tersenyum dan menggendong Tsuna. "Kita pergi dari sini..." Jawab Giotto sambil tersenyum dan mengelus kepala Tsuna.

"..." Giotto dan yang lainnya pergi, dan hanya meninggalkan Reborn. "Baiklah... Ini giliranku..." Reborn mengeluarkan sesuatu seperti kalung yang mempunyai liontin bola kaca -you-know-what- lalu mengarahkannya kepintu itu.

Cahaya dari bola itu langsung mengenai kedua lambang dan kedua lambang itu menghilang. "Baiklah... Dengan ini sudah selesai..." Jawab Reborn.

~*~*xXx*~*~

Suasana di manshion Cavallone sangat sepi ketika malam hari. Tidak ada satupun orang yang berbicara ketika itu. Sampai jam tidurpun tidak ada satupun yang berbicara satu sama lain.

-2 Januari-

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Giotto membuka matanya dan melihat kearah Tsuna yang tertidur disebelahnya. Membenahi selimut yang digunakan oleh Tsuna, Giotto langsung berdiri dan memakai bajunya.

"Maaf Tsuna... Aku akan kembali untukmu..." Giotto tersenyum dan mencium kening Tsuna. "Semua kebahagiaanku... Akan aku titipkan padamu..." Jawab Giotto. Dan dia pergi berlalu begitu saja dari sana.

Giotto berjalan menelusuri lorong yang sepi dan gelap itu. Beberapa pengawal juga berpapasan dengan Giotto. Tetapi, karena mengetahui kalau yang dilihat mereka adalah tamu boss mereka, para pengawal hanya diam dan menundukkan kepala mereka sedikit.

"Nii-chan..." Tiba-tiba Giotto mendengar suara Tsuna ketika dia akan membuka pintu keluar.

"Tsuna, kenapa kau ada disini...?" Tanya Giotto langsung menghampiri Tsuna.

"Nii-chan akan pergi...?" Tanya Tsuna melihat Giotto. Tentu saja Giotto terkejut mendengarnya dan dia menunduk untuk melihat Tsuna.

"Tenang saja, Nii-chan pasti akan kembali... Apakah Tsuna tidak ingin Nii-chan pergi?" Tanya Giotto mengelus kepala Tsuna.

Tsuna menggeleng dan melihat kearah Giotto. "Sebenarnya... Aku ingin Nii-chan bersamaku..." Tsuna mendekat dan memegang baju Giotto. "Tetapi... Dino-san bilang, nii-chan ingin melindungi semuanya, jadi... Aku akan menunggu Nii-chan pulang..." Jawab Tsuna tersenyum pada Giotto.

"Tsuna..."

"Aku tidak akan tergantung lagi pada nii-chan, jadi tidak apa kalau nii-chan pergi... Tetapi, nii-chan harus berjanji satu hal..." Tsuna tersenyum dan merentangkan tangannya menyuruh Giotto mendekat. Ketika Giotto mendekat, Tsuna langsung mencium pipinya."Nii-chan harus kembali dan bermain bersamaku lagi~"

Giotto tersenyum dan mencium Tsuna. "Ya, Nii-chan berjanji akan kembali untukmu..."

"Pokoknya, Nii-chan harus kembali~ karena aku punya sesuatu... *yawn* untukmu..." Jawab Tsuna menguap sedikit. Giotto menggendongnya dan mengelus kepalanya. Memberikannya pada Romario yang pada waktu itu ada disana sedang berjaga.

~*~*xXx*~*~

"Jadi..." Reborn yang sudah berada didepan pintu itu tidak melihat Giotto yang berdiri dibelakangnya. "Kau memutuskan untuk melakukannya?"

"Ya... Aku akan mengikutinya..." Giotto menatap Reborn dengan tatapan sungguh-sungguh.

"Jadi..." Reborn tersenyum dan melihat Giotto. "Kau sudah siap untuk mati?"

"Tidak..." Giotto menjawabnya dengan singkat membuat kepalanya menjadi sasaran tendangan Reborn.

"Apa maksud jawabanmu itu Giotto?"

"K-kalau aku mati disini semuanya akan sia-sia... Aku kemari untuk mendapatkan kekuatan agar bisa melindungi semuanya..." Giotto memegang kepalanya. "Makanya, aku tidak akan mati karena aku akan mendapatkan kekuatan itu dan melindungi semuanya..."

Reborn hanya diam dan tersenyum tipis. "Baiklah... Jangan sampai kau menyesal karena itu..." Jawab Reborn.

~*~*Behind the Scene*~*~

-Scene 1-

Ketika itu sampailah dia disebuah pintu yang lebih besar dari pintu manapun dirumah itu. Membuka perlahan sambil melihat isinya.

"..." Gokudera hanya melihat semua isinya dengan pandangan sweatdrop. "Apa-apaan ini..." Goku melihat semua rak yang berisi buku Yaoi. Mengambil salah satu, dia membacanya. "Apa ini...? 259 (2 = G)?"

1 Detik...

5 detik...

1 menit...

Dengan sukses Gokudera tewas dengan darah keluar dari hidung dengan derasnya.

Rion : OI SALAH KAMAR! Itu kamar buat koleksi buku2 doujinshi Yaoi!

-Scene 2-

"Benar juga..." G melihat kearah cermin besar yang ada disana. Sekarang ini, dibagian kanan wajahnya terlihat sebuah tato di pipinya untuk menutupi lukanya. "Memang bisa pakai tato..."

"Tetapi kenapa harus gambar hati dan juga panah seperti ini?" G menunjuk kearah Tato yang dibuat Al.

"Bagus bukan? Aku minta diajarkan seseorang..." Jawab Al dengan pdnya.

Rion : siapa yang mengajarkan Al membuat Tatto?

All : *nunjuk Lussuria yang udah ngacir duluan*

Rion : *swete* pantas saja...

-Scene 3-

"Disaat seperti ini..." Al menggaruk dagunya yang tidak gatal. "Biasanya dia akan da- GUAH!" Tiba-tiba kepala belakang Al ditendang seseorang.

"Ciaosuu!" Seorang bayi yang memakai topi berwarna hitam dan juga setelan tuksedo berdiri diatas kepala Al yang sudah bolong dan berdarah.

Rion : tunggu2 kenapa bisa berlubang dan berdarah?

Giotto : sepatu yang digunakan itu sepatu bola sensei...

Rion : bagaimana bisa kau memakai sepatu bola?

All : demam Piala dunia sensei...

Rion : ah benar juga! Ada park jii Sung! *ngacir nonton Korea*

All : *swete*

-Scene 4-

"Tetapi sepertinya dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya..." Jawab Al disertai dengan tembakan peluru dari Reborn. Peluru itu menembus kepala Al dan membuatnya tewas seketika.

All : ...

Rion : Anggap tidak pernah terjadi... Setuju semua?

All : *angguk*

-Scene 5-

"Kau harus melakukan latihan berat selama 1 tahun... Bahkan lebih." Jawab Reborn melihat Giotto. "Dan sampai latihan itu selesai... Kau tidak boleh makan, minum, tidur, bernafas, dan yang lebih penting kau Tidak boleh membaca komik Yaoi!" Jawab Reborn sambil melihat G dan juga Tsuna.

"Apa? A-aku tidak bisa! Aku tidak akan bisa hidup kalau tidak membaca komik Yaoi!"

Rion : Reborn, bisa pinjam pistol? *ambil pistol Reborn* INI BUKAN SAATNYA BERCANDA! *nembakin semua karakter*

-Scene 6-

"Aku tidak akan tergantung lagi pada nii-chan, jadi tidak apa kalau nii-chan pergi... Tetapi, nii-chan harus berjanji satu hal..." Tsuna tersenyum dan merentangkan tangannya menyuruh Giotto mendekat. Ketika Giotto mendekat, Tsuna langsung mencium pipinya."Nii-chan harus kembali dan bermain bersamaku lagi~"

Giotto melihat Tsuna yang mencium pipinya itu. Mukanya memerah ketika melihat Tsuna. "Aku tidak akan pergi..."

"Eh?"

"Aku akan mengajarkanmu sesuatu dikamar Tsuna..." Giotto menggendong dan membawa Tsuna kekamar.

Rion : Oi... Apa-apaan ini?

-didalam kamar-

"Ah... O-Onii-chan... Jangan memegang itu..." Tsuna terdengar mengerang karena sesuatu. Dan akhirnya mereka disana seharian sampai pagi menjelang.

Rion : OI INI RATINGNYA T! Dan gw g suka INCEST!

~*~*After the scene*~*~

Rion : AH! Selesai juga...

All kecuali Reborn : *pada KO*

Rion : kenapa nih?

Al : pinggang dan badanku sakit semua karena ditembak reborn...

Reborn : *smirk* terima kasih sudah membiarkanku menembaki mereka sensei...

Rion : tidak masalah Reborn~ oh iya, kali ini penutupnya biar aku saja!

All : Kayaknya gw punya firasat buruk kalau sensei yang nutup...

Rion : baiklah, silahkan ripiu kalau sempat~ diperbolehkan flame dan kritik dan sran diutamakan! Dan untuk episode setelah ini~

All : *glup*

Rion : para reader bisa merequest apa saja yang mau para karakter yang kalian suka lakukan di After the scene!

All : *colapsed*

~*~*Next Chapter*~*~

"Hei Tsuna, Giotto sudah kembali!"

"Aku sudah bukan Giotto yang dulu... Aku akan melindungi kalian..."

"Jepang? Untuk apa Nii-chan?"