Jungkook mendongak lucu.

"Kau om begal'kan ?"Ujar polos menunjuk namja tersebut. Membuat Seokjin mati matian menahan tawanya.

Dan wajah namja itu berubah masam.

"Setampan ini, kau teganya mengataiku om begal ?"Ujar narsis sampil mengibas ngibas rambutnya bak iklan sampoo. Dan Jin hampir mual mendengarnya.

"Kurasa mukamu mirip ajushi." Timpal Jimin ikut ikutan.

Twitch

"Aku juga setuju."Timpal Seokjin ikut bicara.

Twitch Twitch.

"Yak!"

"BHAHAHAHAHA…" Entah mengapa melihat Seokjin yang ikut tertawa diantara Jimin dan Jungkook membuat hati Namjoon berdesir. Desiran yang sama seperti dulu.

.

BangTan boyS - [Project School Idol]

Author : Lenka_AckKim

Rated : T

Cast : Jungkook dan All member BTS

.

Jungkook dan Jimin berjalan beriringan. Entah mengapa Jungkook tidak terlalu sedih hasil kemarin, dan Jimin diam diam bersyukur Jungkook tidak mudah menyerah terlebih dahulu.

"JUNGKOOK!"Teriak Bambam yang cetar mebahana membuat Jungkook lari terbirit meninggalkan Jimin.

Sedangkan Jimin hanya cengo.

"Kenapa CC gue lo isi goblin ?"Amuknya sambil berlari mengejar Jungkook.

Jimin hanya sweatdrop. Ternyata COC.

"MAAFKAN AKU BAMBAM~"Teriak Jungkook terus berlari menjauhi Bambam.

"Jeon Jungkook!"Perkataan nan datar serta menakutkan berhasil membuat kaki Jungkook membeku.

"Berlarian sepanjang koridor. Berteriak seperti didalam hutan. Apa kau pikir ini sekolah milik nenek moyangmu, hah ?"

Shit!

Ketua Osis

"I-itu…"Manik Jungkook melirik Bambam membalikkan tubuh dan kabur.

"Jeon Jungkook,"Panggilnya dalam dan seksi.

Bukannya takut, entah mengapa jantung Jungkook berdetak cepat ketika Ketua Osis galak ini mengejakan namanya.

"Hallo ? Bumi kepada Jeon Jungkook!"Teriak Taehyung ketelinga Jungkook.

"Oy!"

"Berani ya membentakku, hmm ?"Ujar Taehyung menakutkan diselingi seringai tampan menakutkan. Kaki kaki Jungkook merasa meleleh melihat senyuman tampan itu.

'Padahal aku dimarahi. Kok aku malah mengangguminya ya ?'Batin Jungkook tidak nyambung.

"Oy Jeon! Sudahlah, kau membuatku kehilangan energy sarapan saja."Ujar kesal dan pergi meninggalkan Jungkook melamun.

"Ha ? Mana ketua ya ?"Tanya polos tersadar dia sendiri kini di koridor. "Bukannya aku harus harus diberi hukuman ya ?"Lanjutnya bingung.

.

"Yoongi-Hyung!"Teriak Jimin melihat sunbae favoritenya. Yoongi segera kabur ketika Jimin mendekat.

'Apaan tuh bocah labil!'Batin Yoongi mempercepatkan larinya menjauhi Jimin.

"Yoongi-ah!"Panggil Seokjin membuat Yoongi menoleh.

"Apa ?"Jawabnya ketus.

"Kenapa kau berlarian ?"

"Jangan tanyakanku hal yang tidak penting begitu!"Seru Yoongi datar.

"Dikejar Jimin, ya ?"Terkah Seokjin.

Seokjin tahu tentang Jimin menembak Yoongi beberapa waktu lalu, dan itu membuat Yoongi jadi sensitif dan melarikkan diri ketika berpapasan dengan Jimin.

"Tidak. Hanya takut terlambat saja, Iy-ya maksudku terlambat."Jawab Yoongi terbata.

"Kau menolak Jimin karena grub kami ?"Tanya Seokjin memandang Yoongi penuh selidik.

"Bukan itu! Jangan ikut campur masalahku! Urus saja grubmu itu!"Ujarnya pergi meninggalkan Seokjin.

"Dasar Tsundere,"Guman Seokjin.

"AKU BUKAN TSUNDERE!"Teriak Yoongi ternyata mendengarkan perkataan Seokjin.

'Cih! Kau yang memberi nama grubku dan selalu memerah didekat Jimin. Jadi apa namanya itu ?'Batin Seokjin.

.

Taehyung berhenti.

Entah mengapa jabatan sebagai ketua osis terasa begitu berat.

Bukan tentang anak nakal atau 2 tumpuk kertas yang harus ia tanda tangani. Tapi sekolahnya terancam ditutup karena persentase siswa masuk sekolah ini mulai turun. Nama juga sekolah kecil. [Kan BigHit agensinya keci waktu itu]

Taehyung ingin sekali melakukan sesuatu. Tapi melihat persaingan antar sekolah membuatnya semakin pesimis.

"seoreoun mameul moti gyeo

[Tak dapat kukalahkan kesedihan hatiku]

jammotdeuldeon eodun bameul ddo gyeon digo

[Lagi, kupikul derita dari malam yang gelap dan melelahkan]

naejeol manggwan sanggwan eopsi

[Tanpa memandang keputus-asaanku]

musimhagedo achim eunnal kkaeune…"

[Pagi yang acuh tak acuh membangunkanku]

Jungkook yang awalnya berniat menyari Taehyung seketika berhenti. Entah mengapa lagu Taehyung membuatnya berhenti.

Entah mengapa Jungkook merasa semangat mendengar lagu Taehyung.

Brak !

"Ketua!"Serunya lalu berlari kearah Taehyung.

Sedangkan Taehyung terkejut ketika kedatangan Jungkook begitu tiba tiba.

"Ada apa ?"Tanya datar.

"Ketua mau masuk ke grub kami ? Kami menerima ketua kok!"Seru Jungkook antusias.

'Jadi, .. J-Jungkook mendengar nyanyianku ?'Batin terkejut.

Wajah Taehyung merona. Dengan cepat ia mengontrol raut wajahnya.

"Untuk apa kau mengatakan hal itu ? Memancingku untuk meresmikan grubmu ?" Tanya Taehyung datar. Padaha ia mati matian menyembunyikan rona merah dipipinya.

Taehyung adalah seorang pemalu. Ditambah dari kecil ia selalu di kritik dengan orang sekitarnya. Hal itu membuat Taehyung berpikir menyanyi adalah hal yang memalukan.

Prinsip itu masih berjalan hingga Jeon Jungkook sang siswa yang sangat berambisi itu muncul.

"Ayolah. Jungkook bukan membuat Tae-tae meresmikan grub Kookie. Bukannya lebih baik Tae masuk ke grub Kookie dan bersama sama latihan menyanyi!"Ujar Jungkook cemberut sambil memajukan bibirnya imut.

Taehyung tersentak.

'Bersama sama latihan menyanyi ?'Ulang Taehyung.

Bahkan Taehyung tidak menyadari panggilan Jungkook ke Taehyung berubah. Yang dulu ketua galak, ketua yang lainnya berubah menjadi Tae tae.

"Ti-tidak!"Tolak Taehyung langsung pergi meninggalkan Jungkook cemberut.

"Tunggu. Bukannya aku kesini menyampaikan pesan Yuta ? … Jungkook pabo! Pabo! Pabo!"Guman Jungkook memukul kepalanya melupan pesan Yuta.

.

Hari demi hari berlalu. Konser Jungkook pertama kali itu bagaikan gossip yang hampir hilang. Dan juga Jungkook semakin bersemangat untuk mendirikan grub school idol.

Jungkook diam diam memasukkan grubnya ke festival idol remaja. Setidaknya mereka dapat perhatian dari sana sehingga ketua osis memikirkan 2 kali tentang grub mereka.

Sebernya itu ide teman Seokjin, Namjoon. Anak SHS lain.

"Ha~ 3 bulan itu sudah lebih dari cukup!"Seru Jungkook bangkit dari tanah sambil menepuk nepuk pantatnya dari debu.

"Iya, tapi kalian yakin nih ?"Tanya Namjoon memandang Seokjin dan Jungkook bergantian.

"Yakin kok Hyung!"Seru Jungkook bergaya mengepalkan tangannya keudara.

"Kau sudah bangkit dari masa lalu kita, Joon ?"Bisik Seokjin disebelah Namjoon. Namjoon termenung.

"Bagaimana kita mencoba koreo dance yang ini ?"Seru Jimin membut perhatian Seokjin teralih ke Jimin.

"Ta-tapi dance ini susah!"Keluh Seokjin. Karena diantara mereka bertiga hanya Seokjinlah yang ngedance paling parah.

"Tak apa Hyung. Kalau Hyung berpikir Hyung bisa, maka Hyung akan bisa."Ujar Jungkook lembut.

"Ta-tapi!"

"Kami ajari kok!"Ujar Jimin memotong Seokjin. Dan ahkirnya Seokjin hanya menurut saja.

.

Terlihat namja berhoodie hitam mengintip Jungkook dan yang lain.

"Semoga kalian berhasil, kalau kalian berhasil aku akan masuk kegrub kalian." Janji namja itu memutar badan dan hampir beradu pandang dengan Jungkook.

.

" Seokjin Hyung!"Teriakkan Jungkook sontak membuat kantin yang rame berubah sepi.

Pletak

"Appo yo, Ji-Ketua ?"Teriak Jungkook heboh karena baru pertama kalinya melihat ketua osis dikantin. Biasanya Ketua osis itu paling benci di tempat yang ramai.

"Berisik!"Ujarnya lalu pergi dengan Yuta dibelakangnya.

"Jungkook, ada apa ?" Tanya Seokjin panik memandang Jungkook.

"Teman Hyung! Teman Hyung! Teman Hyung!"Seru Jungkook berulang ulang.

"Iya, iya. Ada apa dengan temanku ?"Tanya Seokjin semakin penasaran.

"Om begal. Om begal-"

Pletak

"Appo!"Rintih Jungkook lalu menoleh kebelakang. Terlihat Namjoon memandangnya menakutkan.

"Itu dia Hyung."Ujar Jungkook menunjuk tepat di hidung Namjoon.

"Na-namjoon, kenapa kau bisa disini ?"Tanya Seokjin gugup.

"Sebenarnya aku ingin membuat kejutan. Tapi si kelinci ini merusak kejutanya, Ck."Kesalnya sedangkan Jungkook membuat gesture minta maaf.

"Maksud mu apa ?"Tanya Seokjin tiba tiba lemot.

"Aku pindah sekolah disini."Ujarnya santai membuat mata Seokjin membulat lucu.

"Om begal mau sekolah disini ?"Jerit Jungkook langsung dipelototi Namjoon.

"APA ?"Dan ditutup teriak Seokjin tak nyantai.

.

"Ahahahaha, CLBK hahah,"Tawa manis Yoongi membuat mood Seokjin makin jelek.

"Sudahlah Min Yoongi."Ujar Seokjin malas dengan tawa jelek Yoongi.

"Seokjin-Hyung!"Seru seorang membuat Seokjin dan Yoongi memutar badan.

"Ya, ada Jimin ?"Tanya Seokjin lembut kearah hobaenya tersebut.

"Aku tak bisa latihan nanti sore. Aku merasa sedikit tak enak badan,"Tuturnya menunduk tak berani mengangkat wajahnya karena ia tahu. Yoongi tengah melihatnya.

"Jangan dipaksakan. Sebaiknya kau ke UKS sekarang, kulihat wajahnya sangat pucat."Nasehat Seokjin khawatir melihat hobae kesayangannya selain Jungkook sakit.

"Terima kasih Hyung. Sampai jumpa Seokjin Hyung, Yoongi Sunbae."Ujar Jimin segera mengahkiri percakapan mereka. Ia tak kuat lebih lama disana, ia merasa kepalanya sangat sakit.

"Seokjin, ada sesuatu yang harus kulakukan. Kau bisa pergi dulu," Ujar Yoongi segera berbalik tanpa menunggu persetujuan Seokjin.

" Dasar Tsunder,"Ujar Seokjin terkekeh melihat Yoongi mengejar Jimin.

.

"Jimin! oy Jimi-" Maniknya membulat kala tubuh Jimin oleng. Segera ia menangkap tubuh kekar hobaenya.

"Jimin!"Serunya. Raut waja berubah panic melihat begitu banyak bulir keringat mengalir dari dahi Jimin.

Dengan susah payah (Plus umpatan tentang badan Jimin yang begitu berat) membopong ke UKS.

.

Seperti biasa Jungkook menunggu Seokjin dan Jimin ditangga dimana mereka sering berlatih daya tahan mereka.

"Yo! Jungkookie!"Seru Seokjin yang tampaknya mencuekki Namjoon dibelakangnya.

"Yo, Hyungie!"Seru Jungkook tak kalah antusias.

"Jimin, mana ya hyung ?"Tanya Jungkook.

"Dia sedang sakit. Tadi ia mengatakan padaku,"Ujar Seokjin meletakkan tas yang berisi handuk dan air minumnya nanti.

"Oh iya Jungkook! `Om begal mu ini' mau masuk ke grubmu loh!"Ujar Seokjin jahil sambil menekannkan om begalmu ini.

"Oy! Aku bukan begal sayang~"Ujar Namjon pura pura merajuk didepan Seokjin. Membuat Seokjin hampir muntah karena panggilan sayangnya.

"Ciee, Hyung ada apa nih ?"Seru Jungkook mengoda Sunbaenya ini.

"Bukan apa apa kok!"Bantahnya dengan muka memerah membuat Namjoon dan Jungkook gencar mengoda.

"Jeon."Suara berat itu membuat mereka bertiga berhenti lalu menoleh.

"Jadi kau, murid yang ingin meminta resmikan grub school idol ?"Tanya meremehkan membuat Seokjin mendesis tak suka.

"Iya, ada apa ?"Tanya Jungkook lembut.

"Tunjukkan dance mu,"Tantangnya angkuh.

Jungkook mengerjab sebentar lalu mengangguk.

Lalu meliuk liukkan tubuhnya sesuai lagu yang ia putarkan sendiri (Bayangkan Jungkook di Ameriak Hustle yang jatuh itu ya :v)

Brak

Jungkook terjatuh akibat ia tak melakukan lompatan dengan sempurna. Seokjin yang menonton tersebut berlari mendekat kearah Jungkook.

"Kau tak apa ?"Tanya khawatir.

"Tak apa hyung. Aku hanya belum begitu sempurna dibagian itu."Lirihnya.

"Ceh, dengan dancemu yang begitu kau dapat membuat grub idol ? Jangan meremehkan School idol."Desisnya lalu pergi.

Sebelum dia benar benar pergi, ia menghentikan kakinya.

"Bagaimana kita duel ?"Tantang tanpa membalikkan badannya. "Oh, ya. Namaku J hope,"Ujar melanjutkan langkahnya.

"J-j hope ?"Ulang Namjoon.

"Jungkook!"Seru Seokjin cemas.

Jungkook hanya memandang kepergian namja bernama J hope itu. Entah mengapa hatinya terasa tertantang.

"Aku setuju."Ujarnya bersemangat membuat Seokjin tertegun.

TBC

Lenka's note : Yuta out dan Namjoon come :3

Hallo reader-san, arigato ne udah menreview. Entar Lenka bales kok melalui Pm :D

Bagaimana ? kerasa NamJin, MinYoon ama Vkooknya ? ;)