Hallo, minnaaaaaaaa…. Author balik lagi nih.. ada yang kangen? Kyaknya sih ga ada #ngenes

Sebelumnya author ucapkan terima kasih kepada Nanaho Haruka, Shimizumiyuki, Sakuki'Devy, Guest, Hana arihyoshi, dan para silent readers sekalian…

Oia… Chapter ini masih flashback dan "sedikit" lebih panjang buahahaaaa….

Langsung aja, Cekidottttt !

Sensei, TARGET On . . . . .

Disclaimer : Hajime Sensei

Warning : Bahasa amburadul, tidak memenuhi standar nasional apalagi internasional. Abal, aneh, dll …..

DLDR !

Happy Reading^^

Jean ngambek berat, sedang melancarkan aksi mogok ngomong kepada Eren.. Maksud hati berharap Eren akan meminta maaf dan memohon ampun dengan wajah manis nan menggoda hati, namun yang didapat malah tak seperti yang Jean ingini..

Boro-boro meminta maaf, sadar akan kesalahan pun tidak..

Jean keki..

Jean gemes…

Jean geregetan….

"Geregetan jadinya geregetan, apa yang harus Jean lakukaaaaaan",

Jean menyanyi dalam hati….

.

.

Tak tahan, Jean pun menghampiri..

"Oi, eren", Jean mulai bersuara..

"Ada apa, Jean?"

"Siapa laki-laki kemarin itu?"

"Laki-laki?"

"Ya, laki-laki"

"Laki-laki yang mana? Aku kemarin bertemu dengan banyak laki-laki atuh Jean"

"Laki-laki p****k beringas yang kita temui saat di jalan kemarin.. apa kau sudah pikun Eren?"

.

.

"Laki-laki P****k? Sir Levi kah yang Jean maksud?", piker Eren..

"Apa yang kau maksud sir Levi, Jean?"

"Entahlah.. aku tak tau namanya"

"Hmmmmm"

Tiba-tiba Eren tersadar..

.

"Jean, kenapa kau tau sir Levi?", selidik Eren..

"Apa maksudmu? Tentu saja aku tau.. Orang itu yang memberikan aib buruk bagiku.. dan kau dengan jahatnya pergi meninggalkanku"…..

Jean dengan enggannya membuka luka lama yang sebenarnya ga lama (?)….

"Loh? Jadi kau ada di sana juga? Tapi aku kok lupa ya.. aku merasa kalau aku cuma bertemu sir Levi aja"….

.

.

Jean facepalm..

.

Di luar petir menyambar bersahut-sahutan..

Di bayangan imajiner badai datang menerjang..

Rasanya bagaikan cambuk yang menghantam ke badan..

.

Jean Kirstein, pemuda ngenes yang eksistensinya benar-benar telah dilupakan oleh makhluk polos berferomon uke yang bernama Eren Jaeger…..

.

"Periiiiiiiiiih hati anakmu ini emaaaak TT_TT "….Jean menangis nelangsa dalam diam…

# # #

Sepulang sekolah, Eren dan sang sahabat, Armin pergi ke kota Sina.. Menemani sang sahabat pergi menjenguk kakeknya yang kini tengah di rawat di Rumah Sakit.. sesampainya di sana, mereka berdua langsung menuju ke ruangan di mana kakek Armin berada..

Selama hampir satu jam mereka berdua di sana.. tak lama kemudian, mereka pun pamit untuk pulang..

Di sepanjang lorong Rumah Sakit, Eren tak henti-hentinya celingak-celinguk melihat hiruk pikuk di sekitar mereka.. lalu tak lama kemudian, matanya menangkap sesuatu yang sangat luar biasa…

Apa'an tuh?

.

.

Terlihat di mata Eren, makhluk p****k perkasa dengan mahkota hitam yang menghiasi kepala, mata tajam yang dapat melelehkan jiwa dan raga, serta muka datar yang aduhai membuat dokidoki merajalela…

Tanpa pikir panjang, Eren pun memanggilnya,

"SIIIIIRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR LEEEVIIIIIIII"

Dan dalam sekejap beratus-ratus pasang mata melihat ke arahnya…

"Eren, apa yang kau lakukan?"

Armin panik tingkat dewa.. takut bila mereka ditangkap security karena telah membuat bencana (?)…

Yang dipanggil berhenti dengan sukarela, berpaling dan mencari sumber suara…

Eren melambaikan tangan sambil tersenyum dengan suka cita…

"Sir, kita bertemu lagi" ucap sang pemuda bahagia…

Sang pria, yang telah kita ketahui bernama Levi hanya diam tak bersuara.. seseorang yang kini bersamanya bingung dengan pemuda yang memanggil temannya,

"Levi, kau mengenal anak itu?"

.

.

.

"Tidak, sepertinya bocah itu GILA"…

.

Levi Ackerman, laki-laki yang umurnya kini sudah tidak lagi muda pergi dengan cueknya meninggalkan sang "calon" coretukecoret-nya….

Sedangkan Eren, kini berlinangan air mata…

.

.

"Eren, ada apa denganmu?"

.

.

"Hmmmmm, ada apa Armin?"

"Kenapa kau balik bertanya? Siapa orang yang kau panggil tadi Eren?"

"Orang tadi?"

"Ya, orang yang kau panggil sir Levi tadi"

"Hmmmmm, sir Levi kah?"

"Eren,seriuslah"

.

.

"Aku juga gak begitu kenal dengan sir Levi"

"HAHHHHHHHHH… Jangan bercanda Eren"

"Aku gak bercanda Armiiiin.. Aku bertemu dengan sir Levi pertama kali di toko pakaian dalam.. saat itu aku sedang memilih-milih CD"

Armin bengong dengan cantiknya… heran mendengar kisah pertemuan yang tak ada kesan romantisnya…

Bertemu di toko pakaian dalam?

Bertemunya di rak penjualan CD pula….

Hellooooooooooooo… gak elit banget sih, pikir Armin..

"Armin….. oi kau dengar ceritaku gak sih" Eren cemberut imut..

"Eh, maaf Eren.. aku gagal focus eheheee"

"HUH '3'.. Lalu aku harus gimana yak?"

"Kau menyukai sir Levi kah Eren?"

"Entahlah, tapi aku tertarik dengan beliau"

"Oh.."

Lalu mereka berdua pun sama-sama terdiam hingga sebuah suara asing menyapa gendang telinga mereka berdua..

"Haaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii"

.

.

.

.

Dihadapan mereka kini muncullah makhluk absurd berkacamata yang sedang menyeringai berbahaya.. menampakkan gigi nya yang syukurlah putih tanda ada noda.. mungkin dia tadi pakai odol P*******t F*****a '3'

Eren dan Armin merasakan firasat buruk..

SANGAT BURUK malah..

Eren dan Armin kini mundur selangkah,

Makhluk itu juga ikut maju selangkah.

Eren dan Armin mundur dua langkah,

Makhluk itu juga ikut-ikutan maju dua langkah..

Eren dan Armin maju tiga langkah,

Makhluk itu semakin bersemangat ikut maju tiga langkah..

Maju mundur cantiiik, cantiik..

Maju lagi mundur lagi cantiiik, cantikkk..

Cantiiiik, cantiiiik, cantiiiiik,

Oke, yang barusan tadi abaikan -_-

.

"Anou, maaf anda siapa?" Armin berinisiatif bertanya

"Hohohohoooooo" makhluk itu malah tertawa

.

.

"Armin, sepertinya orang ini GILA", Eren berbisik sepelan mungkin..

"Apa kau yakin Eren? Dari penampilannya gak mungkin kan orang ini gila"..

"Apa kau lupa? Di dekat sini kan ada Rumah Sakit JIWA.. dan orang ini pasti kabur dari sana"

.

.

Armin syok terdiam..

Eren juga ikut-ikutan diam..

Sedangkan makhluk yang dibicarakan menyeringai sambil tertawa bagai setan…

.

"Eren, jadi kita harus gimana?"

"Dalam hitungan ketiga kita lari"

.

"SATU",

Eren dan Armin mulai mengumpulkan tenaga..

"DUA",

Eren dan Armin mulai menyiapkan kuda-kuda..

"TIGA",

Eren dan Armin tancap gas dengan kecepatan cahaya.

Sedangkan makhluk yang ditinggalkan terkejut tak percaya, namun setelah itu ikut berlari mengejar mereka berdua..

"Oooooooooi, TUNGGU AKUUUU" teriaknya.

"GAK MAUUUUUUUUUUUUU" Eren dan Armin menjawab secara bersama..

Dan terjadilah aksi kejar-kejaran dengan tidak elitnya...

Readers : "Emangnya ada kejar-kejaran yang elit, thor?"

Author : "Entahlah, author juga gak tau :3

Readers : -_-

.

.

.

Setelah puas bermain kejar-kejaran, mereka bertiga pun terkapar di taman kota…

Peluh membasahi pakaian mereka,

Nafas yang memburu,

Serta desahan yang terdengar menggoda,

Membuat siapapun berpikiran yang iya-iya

.

Oke, yang terakhir tadi abaikan saja…

.

"Kenapa kalian berdua tiba-tiba berlari ketakutan begitu?"

"Kau pasti ORANG GILA", Eren menuding sang makhluk absurd berkacamata..

.

HENING

.

.

"BUAHAHAHAHAAAAAA" sang makhluk malah tiba-tiba tertawa..

Eren dan Armin mulai bersiaga..

Takut bila tiba-tiba mereka diperkosa,

-_- Oke, kalian berdua berpikir terlalu jauh nak…..

"Apa aku terlihat seperti orang gila? Ya, meski ku akui teman-temanku pun sering menganggapku gila wkwkwkk"

-_- Eren dan Armin facepalm/

"Namaku Hanji Zoe… Aku temannya Levi"

Telinga Eren tiba-tiba membesar saat mendengar nama Levi disebutkan…

"Levi.. apakah maksudnya sir Levi Ackerman?"

"Yap, kau benar sekali" Hanji berkata sambil mengedipkan sebelah matanya..

"'Kau Eren Jaeger bukan?" tanya Hanji kemudian..

"Kenapa anda bisa tahu namaku MissSir?-Eren bingung memanggilnya miss atau sir #lol

"Karena Aku tau dari Levi" ucapnya menggoda..

"B-benarkah itu?" Eren H2C-harapharapcemas

"Hmmm… jika kau ingin tau, ayo ikuti aku.. aku akan menceritakannya padamu Eren.. Lalu kau rambut jamur kuning yang unyu, ikutlah juga bersama kami… sepertinya aku punya sesuatu untukmu hohohoooooo"

"Rambut jamur kuning unyu?" Armin membatin…

Setelah itu mereka berdua pun pergi mengikuti makhluk absurd berkacamata yang kini telah mereka ketahui bernama Hanji Zoe…

Semoga tak ada hal-hal aneh apapun yang menanti mereka berdua…. Amiiiiiiin

TBC

Helloooooooo….

Chapter ini udah lumayan panjang kan?

Capek juga ngetik yang panjang-panjang (?)

Untuk chapter depan akhir dari flashback..

Dan diusahakan ceritanya lebih panjang eheheeee,

Semoga kalian suka yaaaa,

Mind to Review? :D

Salam Hangat,

BerryStrawberry^^