Kyuubi bergerak dengan resah di depan komputernya. Pikirannya melayang pada adik laki-laki tersayangnya. Melihat arlogi miliknya, Kyuubi mendesah dengan pelan. Kembali mencoba fokus terhadap pekerjaannya, jari-jari lentiknya terhenti. Terdiam sebentar, mendesah lalu...

"Argh... Naruto! Kenapa kau tidak memberikan kabar!?" teriak Kyuubi sambil mengacak-acak kepala surai jingganya.

Ternyata sudah lebih dari setengah hari, Kyuubi mencoba menghubungi Naruto untuk menanyakan apa dia diterima di tempat kerja Naruto atau tidak. Tapi entah apa yang di lakukan anak itu, hingga tidak mengangkat telepon yang begitu 'penting' dari kakaknya itu. Hingga membuat Kyuubi frustasi seperti ini.

Kyuubi mengambil smartphonenya kembali yang tergeletak begitu apik di meja sebelah kanan. Saat dia mengaktifkannya ada wallpaper yang selalu membuatnya tersenyum, membuat sedikit amarahnya pada sang adik sedikit menyurut. Di elusnya wallpaper itu dengan lembut, di eluskan pada pipi sebelah kanannya. Kalian pasti sudah tau bukan siapa yang berada dalam wallpaper itu? tentu saja, siapa lagi jika bukan...

"Ah, Itachi. Aku akan berjuang untuk bertemu denganmu." Gumam Kyuubi gila.

...siapa lagi jika bukan, Itachi.

Hanya Itachi yang bisa membuat seorang Namikaze Kyuubi gila hanya dengan fotonya. Bahkan Kyuubi tidak sadar bahwa rekan-rekan kerjanya merinding melihatnya—aneh. Tapi, sepertinya walaupun Kyuubi tau sedang diperhatikan dia hanya akan cuek dan malah semakin sengaja—semakin terlihat gila.

Mata rubynya dalam sekejap menyiratkan sebuah api, "Akan kubuat kau menjadi milikku, Uchiha Itachi." Ucap Kyuubi sinting. Dengan senyum iblisnya yang memang sudah terkenal, Kyuubi terus menggumamkan nama Itachi.

Hah, entah sebuah rahmat atau kiamat bagi Itachi di gilai orang seperti Kyuubi.

"Naruto, awas jika kau tidak bisa membuatku bertemu dengan Itachi," gumam Kyuubi sinting, tidak tau jika sang adik sedang bersusah payah untuk membuatnya gembira, bahkan rela melakukan sesuatu yang bisa membuatnya berubah gender dalam sekejap.

Poor Naruto.


.

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: SasuNaru, ItaKyuu

Rated: T

Warning: OOC, Typos, Naughty Naru, Boy x Boy, Yaoi, Alur berantakan, AU, EYD berantakan, dll

.

Chapter 4

.


"CUT!"

Sebuah teriakan yang begitu memekakan telinga terdengar dalam satu studio yang sedang melakukan shuting. Tepuk tangan dengan sekejap langsung terdengar dari para kru dan kameramen. Mereka begitu senang karena ternyata shuting dapat berjalan lancar, bahkan sangat lancar. Mereka begitu takjub pada kedua aktor mereka yang begitu hebat dalam berperan bahkan seperti mempunyai kemistri dalam peran itu. Begitu menjiwai seperti mereka 'lah yang mengalaminya.

Naruto yang berperan sebagai seorang wanita yang kabur dari negara sihir karena di kejar-kejar oleh para prajurit kerajaan sihir. Bekerja di sebuah cafe dan bertemu dengan seorang pemuda tampan—Sasuke—yang mempunyai banyak misteri di dalamnya. Naruto tidak mempedulikan Sasuke sampai suatu ketika saat Naruto melakukan perjalanan dengan sapu terbangnya, Naruto melihat Sasuke ternyata bisa menggunakan sihir sama dengannya.

Kisah cinta terjalin semenjak itu tapi mereka di hadapkan dengan adanya cobaan dari musuh-musuh mereka yang ternyata sama. Mereka berjuang bersama, hingga suatu ketika Sasuke lagi-lagi menunjukkan satu sisi yang membuatnya tidak bisa berkutik. Sasuke menjelma menjadi sebuah sosok yang mengerikan. Naruto harus melakukan segala cara untuk membuat Sasuke kembali menjadi Sasuke yang dulu—yang dia cintai.

Naruto menjelajah ke seluruh dunia untuk mengetahui tentang banyak hal tentang penyirih seperti mereka. Hingga Naruto sampai di sebuah negara yang memberinya petunjuk tentang Sasuke. Hari setelahnya Naruto bertemu dengan Sasuke kembali di sebuah gedung megah nan indah di negara itu. Sasuke dalam sosok yang menyeramkannya itu membuat Naruto kewalahan, tapi dalam saat terakhir Naruto melakukan sebuah sirih terlarang yang pernah di pelajarinnya dulu. Akhirnya Naruto dapat mengembalikkan Sasuke menjadi Sasuke-nya yang dulu. Tapi perjalanan mereka terus berlanjut untuk mengalahkan raja sirih yang menginginkan Naruto untuk menjadi ratunya dan membunuh Sasuke yang ternyata adalah seorang pangerang yang seharusnya menjadi raja saat ini.

Petualangan, cinta, kekuatan, dan kepercayaan pada hati pasangan, begitu di perlihatkan di kisah fantasi itu. Cerita itu begitu panjang hingga harus berpuluh-puluh kali shuting, sedangkan Naruto dan Sasuke baru saja melakukan shuting pertama yang artinya mereka masing lama dalam kerja sama itu. Bahkan dipakstikan jika mereka pasti akan melakukan shuting di luar atau bahkan sampai di luar negeri untuk membuat film itu meledak di pasar—Hollywood.

Naruto mendesah dengan kencang sambil mengambil minuman yang diambilkan Iruka untuknya. "Arigato, Iruka-san." Ucap Naruto tersenyum. Iruka mengangguk lalu pergi ke arah para aktor lain. Beberapa make-up artis terus melakukan sesuatu pada wajahnya agar make-up itu tidak hilang karena keringat. Naruto hanya diam, karena percuma juga jika dia menolak. Jadi Naruto hanya akan diam dan mengikuti alur.

Sasuke yang berada di belakang Naruto melihat Naruto dengan mata onixnya. Dengan perlahan Sasuke melangkah ke arah Naruto.

Tap

"Ternyata kau hebat juga dalam memerakan peran ini, Dobe." Ucap Sasuke entah itu mengejek atau memuji.

Naruto menengokkan kepalanya ke belakang. Melihat mata onix yang begitu tajam itu dengan sinis, "Jika bukan karena ingin cepat-cepat selesai dalam film ini aku juga tidak akan mau, Teme." Balas Naruto kesal.

Sasuke menyeringai, memberikan isyarat pada para make-up artis Naruto untuk pergi—meninggalkan mereka berdua.

Naruto masih sibuk menatap Sasuke, lalu di alihkannya pandangannya sambil mengibaskan rambut palsu panjangnya. Sasuke menyeringai melihat tingkah Naruto yang persis seperti wanita yang memang sedang ngambek. Tanpa di persilahkan Sasuke duduk di samping Naruto, lalu mengambil sedikit rambut panjang itu dan menciumnya.

"Aku lebih suka dengan bau rambut aslimu, Dobe." Gumam Sasuke sambil meresapi bau rambut palsu itu.

Naruto melihat lagi ke arah Sasuke. Wajahnya memerah dengan cepat saat melihat Sasuke yang sedang mencium rambutnya. "Te-tentu saja, kau lupa ini rambut palsu, Teme!?" ucap Naruto sedikit tergagap karena gerogi sepertinya.

Sasuke menyeringai di antara helaian pirang Naruto itu. Menatap langsung mata indah di depannya dengan tajam, membuat empu rambut semakin memerah sempurna. tidak pernah Naruto merasakan gerogi seperti ini saat ditatap oleh laki-laki. Bahkan oleh kekasihnya saja Naruto tidak pernah merasakan gerogi dan tersipu seperti ini.

"Dobe," gumam Sasuke parau.

Deg

Tringg tringg

Smartphone Naruto berdering dengan keras. Naruto mengalihkan perhatiannya langsung pada smartphonenya, dan melihat siapa yang baru saja menyelamatkannya.

"Kyuu-nii?" gumam Naruto melihat nama yang tertera pada layar smartphonenya.

Naruto melirik ke arah Sasuke yang sudah terduduk tenang kembali. Lalu buru-buru mengangkatnya sebelum..

"NARUTO!"

Naruto menjauhkan smartphonenya dari telinga takut terkena gangguan pendengaran secara mendadak karena suara kece tapi merusak dari sebrang. Sesudah yakin suara itu tidak akan merusak lagi barulah Naruto mendekatkan kembali pada kupingnya.

"Ya, kyuu-nii?" Sahut Naruto.

"Darimana saja kau, heh? Aku dari tadi meneleponmu dan kau sama sekali tidak menjawabnya! Kau tau aku hampir menjamur dan berubah menjadi teman gendutmu yang suka makan kripik kentang itu tau!" cercah Kyuubi di telepon.

Naruto tertawa kaku saat mendengar cerocosan kakaknya itu.

"—haha, lalu ada apa Kyuu-nii menelepon?" tanya Naruto menghentikan tertawanya.

Hening

"Kyuu-nii?" panggil Naruto saat Kyuubi tidak menjawab. Naruto melihat ke arah layar smartphonenya, ternyata hubungan masih terhubung. Jadi, Naruto hanya menunggu.

"Aku menunggu kabar darimu tau! Aku—apa kau berhasil memasukkanku dalam tempat kerjamu?!" tanya Kyuubi.

Naruto menaikkan halisnya mendengarnya, lalu tersentak. "Ah! I-itu... da-dari pada itu. Aku punya kejutan untuk Kyuu-nii. Ini bahkan lebih dari yang Kyuu-nii inginkan. Kyuu-nii dapat bertemu dengan'nya' setiap yang Kyuu-nii suka!" ucap Naruto dengan sangat bersemangat.

"Apa maksudmu, Naruto!?"

"Ah, itu nanti saja. aku ada urusan, dah~"

"Ap—Hei.. he—tuuut!"

"Huft.. selamat." Desah Naruto memegang smartphonenya di depan dada.

Sasuke yang melihat itu menaikkan halisnya—bingung. Baru akan memulai PDKT-nya smartphone Naruto berbunyi lagi. Hingga akhirnya dia menyerah dan hanya diam menatap wajah itu dengan datar.

"Ya, Gaara?" ucap Naruto.

'Gaara? Pacarnya yang ke-2.' Pikir Sasuke mendengus. Dia sudah hafal betul siapa saja yang menjadi kekasih simpanan Naruto. Gaara, mahasiswa dengan uang yang cukup melimpah itu memang sangat mencintai Naruto. dan herannya, kenapa Gaara begitu mencintai Naruto? oh, Sasuke ingat! Wajah manis yang memerah dan bola mata yang begitu indah, ditambah bibir plum yang menggoda. Pasti itu yang menjadi Gaara sungguh mencintai Naruto. tapi sayang, Naruto sama sekali tidak mencintai Gaara. Karena bagi Naruto, Gaara adalah tambang emas keduanya.

Sasuke menghela nafas sambil menggeleng.

"Ah! Kalau begitu, bisa kau jemput aku di depan kantor seperti biasa?" tanya Naruto.

Sasuke menaikkan halisnya, pasti Naruto minta untuk dijemput.

"Yatta! Kalau begitu tunggu aku, ok?" ucap Naruto cerah.

Sasuke mendengus tidak suka. Sasuke bahkan tidak tau itu benar-benar cerah yang bahagia tau memang cerah yang senang hanya karena mendapat tumpangan gratis. Tapi, tunggu... tadi Naruto meminta untuk di jemput di tempat Naruto seperti biasa. Hah, anak yang pintar. Hanya karena tidak mau ketahuan dia harus susah-susah pergi ke tempat kerjanya dulu.

"Hehe, kalau begitu dah~, Gaara." Ucap Naruto dengan senandung lucu. Sasuke tersentak, 'Kapan dia akan mendapatkan senandungan seperti itu?' pikirnya edan. Gak nyadar dia aja belum jadi apa-apanya Naruto, malah kepingin jadi orang yang mendapat senandungan seperti itu.

Klik

Naruto mematikan hubungan teleponnya. Lalu berbalik melihat Sasuke, "Huh.." Naruto langsung memalingkan mukanya dan berjalan ke arah Itachi yang baru saja sampai di sana. Menyapanya dengan ramah lalu berbincang berdua—membuat Sasuke geram.

'Sebenarnya yang mau PDKT dengan Dobe itu siapa!? Kenapa baka aniki yang harus dekat!' Pikir Sasuke kesal.

"Hei, Sasuke," panggil seseorang.

Sasuke mencari asal suara itu dan melihat orang yang memanggilnya itu sedang melambaikan tangan padanya. Sambil tersenyum dengan ramah, orang itu menghampirinya. Sasuke hanya diam menunggu orang itu untuk datang ke hadapannya. Untuk apa dia susah-susah menghampiri orang itu. Uchiha hanya mau menghampiri orang jika dia yang tertarik, jika tidak... untuk apa!?

Tap

"Huft, kau itu selalu seperti itu ya." Ucap orang itu.

Sasuke hanya melirik lalu, "Hn." Jawabnya membuat orang itu sweatdrop seketika.

"Ha—ah, kau itu," hela orang itu.

Sasuke melihat orang itu, "Apa yang kau lakukan disini?" tanya Sasuke.

"Haha, tentu saja bertemu denganmu. Aku ingin menyampaikan pesan dari atasan, dia bilang wawancaranya akan di majukan menjadi 2 hari lagi," jelasnya. Sasuke hanya diam, untuk apa dia kaget. Toh, orang yang akan dia jadikan pacar sudah ada di dekatnya. "—dan sekalian aku ingin berterima kasih untuk uang itu." ucap orang itu menyeringai. "Lagi pula, bagaimana... apa dia berhasil kau dapatkan?" tanya orang itu.

Sasuke hanya mendengus, "Tidak usah kau tanyakan. Dia sudah ada di dekatku, Suigetsu." Ucap Sasuke menyeringai.

"Oh~ pantas auramu beda dari biasanya. Menjadi sedikit berwarna biru muda, haha." Tawa Suigetsu sambil meledek Sasuke tapi dihentikannya saat tiba-tiba saja dia merasakan mendapat sesuatu yang disebut deathglare terkenal dari Uchiha di depannya. "Oh, it's ok. Jadi, dimana dia?" tanya Suigetsu sambil melihat ke sekeliling.

"Dia sedang pergi dengan aniki." Ucap Sasuke santai.

Suigetsu membulatkan mulutnya membentuk huruf O, "Hati-hati, bisa-bisa kau di tikung anikimu itu. Secara, Itachi lebih ramah darimu." Ledek Suigetsu.

"Tidak akan! Dobe itu tidak aku biarkan lari!" ucap Sasuke posesif.

"Ow... ow... ternyata ada orang yang sangat posesive terhadap incarannya nih~" Goda Suigetsu. Sasuke mendengus kesal. Percuma juga dia bicara pada orang di depannya ini, hanya akan membuang-buang tenaga. Kalau dengan Naruto sih, walaupun habis tenaga dia suka. Lah, kalau sama orang bergigi hiu ini? huh, hanya membuatnya kesal.

.


.

Di tempat Naruto dan Itachi.

"Hm, Itachi-san," panggil Naruto menghentikan langkahnya. Itachi ikut menghentikan langkahnya dan melihat tidak jauh dari tempat mereka berdiri ada sebuah bangku. Itachi mengajak Naruto untuk duduk, tidak enak juga bicara sambil berdiri kan? Jadi Naruto dan Itachi duduk berdampingan. Naruto duduk di sebelah kanan Itachi sambil menundukan kepala pirangnya yang masing memakai wig. Naruto menoleh ke arah Itachi dengan tatapan pengharapan besar, membuat Itachi sedikit mengenyit. "Boleh aku meminta satu permintaan pada Itachi-san?" tanya Naruto.

Itachi tersenyum dan menepuk puncak kepala Naruto. "Panggil aku Itachi-nii. Dan lagi, apa yang mau kau minta?" tanya Itachi tersenyum. Naruto terlihat berpikir dengan serius membuat Itachi ingin meledek 'calon adik iparnya' itu. "Asal bukan yang membuat hidupku hancur dan menghidupkan orang mati, sepertinya aku bisa." Tawa Itachi saat Naruto menggelembungkan pipinya imut. Uh, Itachi jadi sedikit salting melihat tampang imut Naruto. Andai Naruto bukan incaran adik yang paling disayanginya, Itachi mungkin akan mengambil Naruto. Dan lihatlah, bodynya yang enak dipandang itu. Ok, stop ingat Itachi... Naruto itu milik Sasuke. Uchiha tidak boleh berebut ok!

"Jadi, Itachi-nii..." Ucap Naruto menggantungkan perkataannya membuat Itachi sedikit menghentikan tawanya. "Apa Itachi-nii mau bertemu dengan seseorang yang begitu mengidolakan Itachi-nii?" tanya Naruto harap.

"Idolaku?"

Naruto mengangguk dengan cepat.

"Memang siapa, Naru-chan?" tanya Itachi.

"I-itu... a-ano, sebenarnya aku punya kakak yang sangat mengidolakan Itachi-nii." Jelas Naruto menundukkan kepalanya. "Ta-tapi... I-Itachi-nii jangan bilang kalau aku yang bilang. Dan lagi, aku tidak meminta kalian bertemu dengan eklusive. Aku hanya ingin kakakku itu bertemu dengan Itachi-nii seperti tidak direncanakan." Jelas Naruto panjang lebar.

Itachi mengubah rautnya menjadi bingung, "Memangnya kenapa jika kami bertemu hanya berdua. Bukankah itu yang selalu di idamkan oleh para fans. Bertemu dan mengenal lebih jauh aktor yang mereka suka secara pribadi?" tanya Itachi.

Naruto menggeleng dan mendesah pelan, "Kyuu-nii tidak suka jika hal seperti itu. Dia bilang, jika seperti itu dia akan terlihat kehilangan aura laki-lakinya." Jawab Naruto sambil menggelembung. "Kyuu-nii itu aneh. Terkadang jika kami meledeknya tentang Itachi-nii dia akan marah dan bilang jika dia itu tidak suka pada Itachi-nii. Tapi, saat melihat atau mendengar apapun yang berkaitan dengan Itachi-nii, Kyuu-nii selalu menjadi yang pertama tau. Terkadang setiap kami membicarakan Itachi-nii hanya untuk memancing Kyuu-nii, Kyuu-nii akan dengan mudahnya terpancing dan bicara dengan sangat bersemangat." Cerocos Naruto sambil tersenyum samar.

Itachi mendengarkannya dengan baik. Dalam hatinya, dia tau Naruto adalah pemuda yang baik. Dan cocok dengan adiknya. Dia akan membuat Naruto mau terus berdekatan dengan Sasuke. "Kau terlihat sangat menyayangi kakakmu itu. Dan lagi, aku tidak tau jika ada seorang laki-laki yang menyukaiku sampai seperti itu. Sepertinya kakakmu itu terdengar seperti uke tsundere ya, Naru-chan?" goda Itachi lagi-lagi tertawa.

"Eh, Itachi-nii jangan sampai bilang seperti itu di depan Kyuu-nii!" tegas Naruto.

Itachi menaikkan halisnya—meminta jawaban.

"Karena Kyuu-nii pasti tidak akan mau. Bisa-bisa Itachi-nii akan berakhir di rumah sakit." Gidik Naruto merinding mengingat salah satu teman Kyuubi yang berakhir di rumah sakit, karena meledeknya sebagai uke tsundere.

Itachi tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang di katakan Naruto. apalagi melihat ekprsi imut si pirang. "Haha, aku jadi ingin melihat kakakmu itu, Naru-chan. Siapa tau kami berdua jodoh." Jawab Itachi sambil tertawa.

Naruto membulatkan matanya melihat Itachi yang masih tertawa, "Eh, Itachi-nii gay?" tanya Naruto. dia tidak tau jika Itachi itu ternyata seorang gay. Walaupun tampangnya sangat seme, tapi dia mengira Itachi itu seorang playboy yang sebenarnya baik hati. Seperti di sinetron-sinetron yang sering dilihatnya di televisi.

"Kau baru tau? Ah, apa aku terlihat aneh ya jika menyukai sesama jenisku?" tanya Itachi berpura-pura murung.

Naruto mengibaskan tangannya, "Ti-tidak! Bu-bukan seperti itu maksudku. Aku hanya kaget saja. Lagipula aku juga sama." Jawab Naruto menundukkan kepalanya bersikap seperti dirinya malus. Padahal sih, dia merasa biasa saja membongkar kalau dia itu kaum yang menyukai sesamanya. Lagipula dia sudah biasa, tapi untuk membuat suasana menjadi lebih keren lagi—menurutnya—jagi, bukankah lebih baik dia berakting seperti tadi?

"Kau terlalu pintar berakting Naruto." ucap Itachi menepuk kepala Naruto. Naruto mendongakkan kepalanya.

'Ternyata aktor hebat memang tidak bisa ditipu hanya dengan akting seperti itu.' pikir Naruto.

"Jadi, kapan aku bisa bertemu dengan kakakmu itu? aku rasa aku sedikit tertarik dengan hanya mendengar ceritamu." Lanjut Itachi.

Naruto mengangguk dengan semangat. "Besok saat shuting kedua aku akan meminta Kyuu-nii untuk mengantarku." Wajahnya berubah dengan ceria.

"Hm, aku tunggu itu." Tersenyum, mereka berdua tersenyum. "Kalau begitu lebih baik kau kembali, aku yakin sutradara pasti mencarimu." Ucap Itachi sambil menunjuk Sasuke yang sedang berjalan ke arah mereka.

.

"Hei, Dobe. Apa yang baru kau bicarakan dengan baka aniki itu?" tanya Sasuke saat dia berjalan beriringan dengan Naruto yang ada di sebelahnya. Naruto terlihat mengacuhkannya, membuat Sasuke geram. 'Kenapa saat dengan Itachi dia begitu senang sedangkan denganku dia acuh seperti ini!?' Pikirnya kesal. Dengan cepat Sasuke mengambil pergelangan tangan Naruto dan menyeret Naruto ke salah satu ruangan yang tidak sengaja berada disana.

Naruto terlihat kaget dan tersentak apalagi dengan posisinya sekarang. Terjepit di antara pintu dan tubuh Sasuke. Apalagi sekarang mereka berada di ruangan yang Naruto tidak tau apa. Tapi banyak sekali peralatan aneh di ruangan itu, dan juga gelap. Dia tidak suka gelap, mengingatkannya pada sesuatu yang berbau horror.

Lalu Naruto mengalihkan pandangannya pada Sasuke. Menatap Sasuke tajam sambil berusaha untuk lepas. "Teme, lepaskan! sebenarnya ada apa denganmu, hah!?" bentak Naruto.

Sasuke menatap Naruto dengan tajam, "Kenapa kau begitu terlihat beda padaku dan pada laki-laki lain, Dobe?" tanya Sasuke dingin. Dia sungguh tidak suka pada perlakuan Naruto yang seperti membeda-bedakannya dengan laki-laki lain. Dia juga ingin terlihat dekat dengan Naruto. dia sungguh menginginkan hal yang sama dengan para orang yang dekat dengan Naruto. Dia ingin bisa melihat senyum manis, tawa hangat, ledekan Naruto, dan juga rona merah yang hanya untuknya. Tapi, Naruto selalu saja berbeda padanya. Naruto selalu terlihat kesal dan benci padanya. Sebenarnya apa yang salah? Apa dia terlalu dingin atau bagaimana? Dia sudah cukup menggoda Naruto. bahkan sesekali dia mendekati Naruto dengan cara halus—seperti tadi di lokasi shuting.

"Sebenarnya apa yang salah denganku, Dobe!?" bentak Sasuke dengan kencang. Sifat Uchihanya yang dingin dan bisa mengendalikan emosi dengan baik langsung lenyap. Ekpresinya memang selalu dapat keluar dengan mudah apabila berdekatan dengan pemuda bondle di hadapannya.

"..." Naruto terlalu shock hingga tidak bisa berkata apapun. Seumur hidupnya dia tidak pernah di bentak oleh orang lain. Apapun kesalahannya, semua orang hanya akan memaafkannya lalu masalah selesai. Bahkan saat dulu Gaara tau jika dia mempunyai kekasih lain. Gaara-lah yang meminta maaf dan menyuruh Naruto untuk memutuskan mantan kekasihnya—Shino.

"Jawab aku, Dobe." Ucap Sasuke lirih.

"A-aku tidak bermaksud seperti itu, Sasuke." jawab Naruto parau. Berusah untuk membuat suaranya yang seperti hampir terdengar akan menangis itu biasa, tapi tetap tidak bisa. Dia tidak biasa dibentak. Dan Sasuke berhasil membuatnya merasakan apa itu yang namanya dibentak!

Sasuke yang mengetahui perbedaan suara Naruto langsung memeluk erat Naruto. "Maaf, aku tidak bermaksud—" Dia tidak bisa melanjutkan perkataannya. Dia terlalu tidak bisa mendengar suara lirih Naruto yang terdengar sangat menyayat.

"Aku tidak pernah dibentak...hiks... ja-jangan membentakku."

Oh Tuhan, apa yang baru saja dilakukan Sasuke. dia tidak bermaksud membuat mahluk kuning itu menangis. Dia hanya ingin meminta penjelasan dengan sikap Naruto padanya.

.


.

Di sudut dunia lain, Neji sedang mengemudikan mobilnya dengan cepat sambil mencoba menelepon Naruto terus-menerus, tapi tidak pernah di jawab Naruto.

'Shit! Sebenarnya apa yang sedang dia lakukan? Apa dia sedang bersama kekasihnya itu?!' pikir Neji sambil melempar handphone yang jelas sangat mahal itu pada jok kosong disampingnya. Mengambil foto yang di ambil mata-mata yang disewanya. Foto Naruto sedang bersama dengan seorang laki-laki lain di sebuah tempat. Terlihat orang itu sedang membawa lari Naruto.

Oh, ternyata foto itu adalah foto Naruto dan Sasuke saat pertama kali bertemu.

Dia dari dulu tau, jika Naruto hanya mengincar uangnya. Tapi, dikhianati bukanlah kemauannya. Asal tau saja, seorang Hyuuga sangat tidak suka di khianati. Apalagi setelah dimanfaatkan. Dia sungguh tidak ingin kehilangan Naruto. Dan sejak tadi Naruto tidak bisa dihubungi!

Jadi dengan cepat, Neji melajukan mobilnya untuk mendatangi cafe tempat Naruto bekerja. Dia akan meminta penjelasan saat Naruto selesai bekerja.

.

.

.

Tbc


A/N: Hyaa, update... Karena author yang kebanyakan nonton anime dan ketik fic lain. Jadinya sedikit lupa deh sama nih fic. Yah, walau pastinya fic ini tergolong lebih cepet updatenya dibanding ficku yang lain hehe..

Udah ah, kita balas review aja ya. Karena sebagai istri yang super baik untuk Itachi, aku pake suamiku Itachi aja yang nemenin kita balas review ok? Hehe #dibijuu dama Kyuubi.

Loshi: Nah, sayang sekarang perkenalan dulu yuk?

Itachi: Baik, ekhm... jadi sekarang aku kakak dari adikku tersayang yang hampir aja jadi opor pas kemarin untuk lebaran sekarang mau balas review minna sekalian. Mohon bantuannya *senyum charming, Loshi meleleh*

Loshi: Nah, suamiku ada yang ngomong katanya bakalan lebih seru kalau rated M. Aduh aku galau kalau diminta rated M *lirik fic yang banyak rated M'nya*

Itachi: Hmm, gimana ya? Kalau kamu bikin rated M lebih baik bagian aku dan Kyuubi aja. * Loshi pundung*. Tapi, jangan deh... kalau kamu bikin ratednya naik nih, fic jadi nambah daftar terabaikan. Lagipula kamu kan selalu mengabaikan fic rated M'mu gara-gara gak mood pas bikin lemon. Jadi jangan aja.

Loshi: oh, ok deh kalau gitu. Tidak akan aku naikkan rated M tapi kalau menyerempet sih mungkin hihi *smirk*...

Itachi: hm, ada pertanyaan lagi nih, ada yang minta filmnya Naru dan Sasu jadi yaoi aja, terus ada yang nanya nasib selingkuhan Naru? ckck, kasihan juga ya sama selingkuhan Naru.

Loshi: Kalau itu kita lihat saja *smirk*

Itachi: sepertinya nasib selingkuhan Naru memang selalu kasihan ya. Ah, yaudah masuk pertanyaan berikutnya. Katanya apa permintaan ke3 Sasuke?

Loshi: Itu juga rahasia. Yang pasti karena permintaan ke3 itu Naruto jadi mincrah-mincrah dan blushing diakhirnya *senyum*

Itachi: Pasti, dan harus. *senyum balik*

Loshi: Kyaa Itachi keren *background bunga-bunga, mata love-love*

Itachi: Ekhm, kepertanyaan selanjutnya nih. Wah yang ini banyak nih, Kapan katanya kamu ketemu Kyuu-chan? Naru pake pakaian cewe pas wawancara? Kira-kira Naru bakalan diapa-apain sama fans Sasu gak? Dan, Kyuu-chan jadi kerja ditempat Naru?

Loshi: Itachi ketemu Kyuu-chan sudah tau kan kapan *senyum*. Naru tetep pake baju cewe dong, kan dia lagi nyamar, gak seru kalau Naru jadi cowo pas wawancara, tapi nanti diakhir Naru akan jadi cowo lagi kok. Nah kalau bagian fans Sasu, itu kejutan. Dan untuk Kyuu jadi kerja di tempat Naru kan pasti udah tau di fic di atas.

Loshi: Itachi ada yang nanya lemonnya kapan nih!?

Itachi: Haha, lemonnya disini gak ada. Tapi kalau banyak yang minta nanti dibikinin oneshoot spesial kalau kamu-nya tiba-tiba dapat si ilham ya. *senyum ke Loshi. Loshi pingsan sambil mimisan*

Loshi: Ah, ada yang minta konflik nih kayanya.

Itachi: konflik ada, tapi gak terlalu sulit. Karena memang sengaja dibuat biasa aja, gak terlalu banyak konflik dan gak terlalu lembek. Dan lagi, aku tadi liat ada yang ngomong kamu ada typosnya Loshi.

Loshi: Huhu it-itu gak keliatan Itachi T^T sepertinya aku emang raja typos ya? T^T...Ne, katanya kamu jadi mesum aja Itachi T^T

Itachi: haha, aku akan selalu mesum kok tenang saja. #smirk

Loshi: *Loshi beneran tepar kehabisan darah liat smirk Itachi yang super keren*

Itachi: Ternyata Loshi langsung mati hanya smirkku saja. kalau gitu, review aja yang minna –san. *gotong Loshi ke UGD*

.

Arigato for: Uzumaki Prince Dobe-Nii, Icha Clelau bhgia, madness break, 989seohye, Achiez, hanazawa kay, kkhukhukhukhudattebayo, wookie, RaFa Llight S.N, Kirika No Karin, TheBrownEyes'129, Guest, Aoi Ciel, Amach cie cerry blossom, Indahyeojasparkyuelfsarahae Kim Hyun Joong, mae and jae-chan, 7D, Augesteca, AKI AME

(Apabila yang kurang maaf ya, bilang aja hehe)

Review minaa^^