Disclamer : Naruto © Masashi Kishimoto

Genre : Romance, Shonen ai

Rated : M

Pairing : SasuxNaru

Don't Like!! Don't Read!!

Chapter 4 (Just a Butler)

Say goodbye to younger days…

And I say hello the real world, the real life!

I'm gonna be on my way

Bye bye, my younger days

Now wipe your tears away

Forever sunshine

So long my lonely life..

Siang itu Naruto dan butlernya pun pergi ke sebuah toko pakaian langganannya. Naruto pun mengganti seragamnya dengan salah satu pakaian di toko itu tak terkecuali Sasuke. Naruto menyuruh Sasuke untuk mengganti seragam butlernya itu dengan pakaian biasa. Awalnya Sasuke menolak untuk mengganti seragamnya, namun Naruto selalu memaksa Sasuke agar menganti seragamnya itu. Agar penampilan mereka tidak terlalu mencolok.

Setelah itu, Naruto pun mengajak Sasuke jalan-jalan. Berkeliling di Shibuya dengan penampilan yang berbeda dari biasanya.

"Kita mau kemana dobe?" tanya sang butler pada tuannya.

"Kita akan berkeliling Shibuya." Jawab sang tuan. Akhirnya Naruto dan butlernya Sasuke pun berkeliling ke Shibuya, mereka mencoba makan Ramen khas Shibuya walau Sasuke pun tidak ikut memakan Ramen. Lalu pergi bermain game dan menang telak. Setelah itu mereka mencoba membuat kenangan dengan fotobox, karena itu baru pertama kali buat mereka akhirnya fotopun tercetak dengan tampang yang cengok.

"Hihihi.." Tawa Sasuke yang ditahan melihat foto mereka yang gagal.

"Jangan ketawa teme! Akukan belum pernah memakai mesin seperti ini!" sungut Naruto malu saat Sasuke menertawakannya.

Lalu setelah itu mereka pun kembali berjalan-jalan ke sebuah danau yang isinya hanya ada orang-orang berpacaran. Naruto pun cengok melihat ada banyak sekali orang pacaran di sana. Hingga dia harus berlari meninggalkan Sasuke sendirian.

Sudah beberapa jam mereka berkeliling menikmati sesuatu yang khas di sana, hingga membuat uang Naruto pun habis untuk berkeliling kesana kemari. "Aku capek! Beli es krim itu, deh." Seru Naruto.

Akhirnya mereka pun membeli es krim di sebuah kedai kecil di dekat jalanan. Es krim pun sudah ada di tangan, dan Naruto lupa kalau dia sudah kehabisan uang tunai dan hanya ada kartu ATM maupun kartu kredit di dompetnya. Mereka pun kebingungan, karena saat itu mesin ATM tak ada di sekitar mereka. Akhirnya Sasuke pun meminta maaf untuk Naruto dan seharian itu dia akan bekerja di sana. Tentu saja sang pemilik kedai menyetujui usulan Sasuke, karena adanya Sasuke di sana para pembeli pun banyak yang datang ke toko itu. Sedangkan Naruto, dia hanya diam duduk menyaksikan saat Sasuke di rayu oleh beberapa wanita-wanita cantik di sana. Entah kenapa Naruto sangat kesal dan muak melihat Sasuke yang di kerubungi oleh para wanita. Entah marah karena cemburu atau karena Sasuke lebih popular dari dirinya.

Akhirnya Naruto pun memutuskan tidak akan diam begitu saja. Dia meminta sang pemilik kedai untuk memperkerjakannya. Namun nasib sial didapat Naruto, dia boleh bekerja di sana asal dia harus memakai seragam maid, karena seragam untuk pegawai laki-laki sudah tidak ada lagi. Waktu Naruto hendak menolak, tiba-tiba kembali matanya tertuju pada Sasuke yang masih asyik digoda para wanita-wanita di sana. Dan karena kesal, dia pun mau bekerja dengan seragam maidnya. Tentu saja dengan rambut palsu yang sudah tertanam di kepalanya. Untuk menyempurnakan dandanannya, akhirnya istri pemilik toko itu pun merias wajah Naruto agar mirip dengan perempuan pada umumnya.

Setelah selesai, Naruto keluar ke ruangan dengan anggun bagai seorang wanita asli. Semua mata pun tertuju padanya, para laki-laki yang di kedai itu pun ikutan melotot melihat Naruto yang berubah menjadi perempuan. Sebenarnya Naruto sangat risih dilihat dengan pandangan mata yang menjijikkan itu. Walau bagaimanapun dia ingin membuktikan pada Sasuke kalau dirinya juga sangat popular di kalangan perempuan. Namun niatnya kandas begitu saja saat yang mendekatinya hanya sekumpulan laki-laki mesum yang menggodanya.

Saat Naruto ingin mengantarkan pesanan seseorang, dengan sengaja ada seseorang yang ingin menyentuh pantat Naruto. Namun usahanya gagal saat tangannya tertangkap basah oleh Sasuke. Sasuke menggenggam erat tangan orang itu dan bilang, "Mohon, tolong jangan mengganggu pelayan kami." Serunya. Orang itu pun geram dan langsung pergi karena malu. Naruto sendiri pun hanya cengok memperhatikan sekumpulan perempuan bersorak-sorak aneh bilang bahwa Sasuke itu cool dan keren, namun di mata Naruto, Sasuke itu adalah butler yang amat dan sangat mesum sekali otaknya. Lalu Naruto pun melanjutkan mengantarkan pesanan yang sudah dipesan ke sebuah meja pengunjung. Di sana dengan ramah Naruto menaruh pesanan di meja salah satu pengunjung. Disungingkannya sebuah senyuman untuk pengunjung di sana, hingga membuat mereka terpesona melihat senyuman sang Naruto, dan itulah tuntutan yang harus dia lakukan saat dia bekerja di sana.

"Nona, nanti selesai bekerja maukah kau pergi denganku?" ajak salah satu pengunjung di sana.

"Maaf, saya harus segera pulang." Jawab Naruto bingung mencari alasan untuk menolak ajakkan pengunjung itu. Dan saat Naruto hendak meninggalkan meja pengunjung itu, tiba-tiba tangannya ditarik oleh pengunjung itu.

"Kalau begitu bisakah kau memberiku nomer Hp-mu?" minta pengunjung yang sama.

Naruto pun semakin kesal dibuatnya. Dia ingin sekali mendepak orang itu keluar, namun dia harus bekerja dengan baik di sana. Tak mau membuat masalah untuk pemilik kedai itu. Tapi haruskah dia memberikan nomer Hp-nya? Dan tiba-tiba Sasuke kembali datang menolong Naruto. Ditariknya tangan Naruto hingga membuatnya berdiri di belakangnya, dan alhasil membuat Naruto kaget.

"Maaf, di sini pelayan dilarang memberikan nomer Hp-nya. Mohon anda bisa memakluminya." Ucap Sasuke santai namun tajam. Hingga membuat orang itu mengurungkan niatnya meminta nomer Hp Naruto.

Lalu Naruto pun kembali ke dapur. Berharap pekerjaannya akan segera selesai.

"Sial!!" gumamnya. "Kenapa aku harus memakai seragam seperti ini, sih?!" timpalnya kesal sambil merapatkan tubuhnya di dinding.

Dan saat Naruto bergumam sendirian, tiba-tiba Sasuke datang dan menaruh tangannya disamping kanan kiri kepala Naruto hingga Naruto berada di dalam pelukan Sasuke.

"Ada apa? Kau manyesal? Padahal kau manis sekali memakai pakaian seperti ini." Bisik Sasuke tepat di telinga Naruto hingga membuat wajah Naruto memerah.

"A..apa yang kau lakukan?!" bentaknya. "Aku tidak bisa bergerak! Minggir!" timpalnya lagi.

"Kalau aku tidak mau bagaimana?" kata Sasuke.

"Teme, minggir kataku! Kau itu HANYA butler! Jangan macam-macam!" bentak Naruto sekenanya dengan kesal.

Tiba-tiba Sasuke pun melepaskan tangannya dari Naruto dan Naruto pun terkejut saat Sasuke dengan mudah melepaskannya. Beberapa detik kemudian Sasuke pun menunjukkan senyumannya dan berkata, "Maaf tuan, saya menyesal. Saya berjanji tidak akan mengulanginya untuk yang kedua kalinya."

Naruto pun kaget mendengar ucapan Sasuke, kini ada sesuatu yang meledak di dalam hatinya. Sesuatu yang belum pernah ia sadari sebelumnya.

Akhirnya Sasuke pun meninggalkan Naruto dan kembali bekerja. Naruto pun hanya terduduk lemas saat mendengar kata-kata Sasuke barusan. Apa yang telah ia katakan padanya? Apakah sebegitu menyakitkannya saat dia dengan mudah mengatakan bahwa Sasuke hanya seorang butler yang telah lama ini sudah menjaga dan melindunginya?

Kini pikiran Naruto semakin kacau saat Sasuke mengatakan hal yang tak akan pernah ia katakan sebelumnya.

***

Setelah segala urusan telah diselesaikan, akhirnya Naruto menelpon Supirnya untuk menjemputnya pulang. Dan beberapa menit kemudian, supir pun datang dengan Limosin hitamnya hingga membuat pemilik kedai itu cengok melihat mobil Naruto dan baru menyadari bahwa Naruto adalah anak dari orang kaya.

Lalu dengan segera Naruto masuk ke dalam mobilnya dan di barengi dengan Sasuke. Di dalam mobil mereka hanya diam saja, karena kesal melihat Sasuke yang tidak seperti biasanya Naruto pun menyuruh Sasuke untuk megupaskan sebuah apel untuknya. Sasuke pun melakukannya dengan tenang tanpa ada sesuatu yang membuat Naruto bingung karena tingkahnya yang berubah tiga ratus enam puluh derajat itu.

"Silahkan." Kata Sasuke menyodorkan sepiring apel yang sudah dikupas dan dipotong untuk Naruto. Naruto pun menerimanya dengan bingung.

"Teme!! Kau marah?" tanyanya memastikan sesuatu.

"Maaf karena membuat tuan salah paham. Saya tidak bermaksud untuk membuat tuan berfikiran seperti itu. Saya sedikitpun tidak marah, karena memang sayalah yang bersalah sudah melakukan hal yang tidak sopan pada tuan." Sahut Sasuke membuat Naruto kembali tercengang kaget mendengar perkataan Sasuke. Tidak biasanya Sasuke akan berkata sesopan itu saat sedang berdua saja dengannya.

Sesampainya di rumah pun Sasuke langsung menyiapkan baju tidur Naruto dan mengerjakan tugasnya tanpa mencium kening Naruto saat akan tidur seperti biasanya. Hingga membuat Naruto tidak bisa tidur memikirkan tingkah laku Sasuke yang berubah.

***

Malam itu Naruto sama sekali tidak bisa tidur hingga matanya membentuk lingkaran hitam. Semalaman Naruto benar-benar berfikir keras tentang sikap Sasuke yang berubah drastis gara-gara perkataannya kemarin.

***

-At 8 AM-

Di sekolah.

Saat itu Naruto duduk sendirian dengan butlernya Sasuke yang berdiri di sampingnya. Naruto hanya menatap luar jendela dan berfikir keras bagaimana caranya mengembalikan sifat Sasuke seperti biasanya. Dan tiba-tiba fikirannya dibuyarkan dengan kedatangan Kiba dan butlernya Shikamaru.

"Naruto, aku masih tidak merasa kalau aku salah. Tapi aku minta maaf karena sudah berkata kasar padamu dan butlermu." Ucap Kiba meminta maaf.

"Ah, tidak masalah. Aku sudah melupakannya, kok." Jawabnya. Tentu saja Naruto melupakan perkelahiannya dengan Kiba, gara-gara fikirannya sekarang hanya dipenuhi dengan masalah Sasuke saja.

"Oh, kalau begitu sepulang sekolah mau pergi karaoke? Aku juga mengajak Gaara, Sakura dan Hinata juga."

"Ah, maaf. Aku hari ini banyak kerjaan, jadi idak bisa ikut dengan kalian." Tolak Naruto.

"Oh, begitu ya. Tidak apa-apa kok. Kalau begitu aku bilang dulu sama yang lain, deh." Pamit Kiba.

"Iya." Lalu Kiba pun pergi meninggalkan Naruto dan kembali Naruto memikirkan tingkah laku Sasuke yang telah berubah itu. 'Aku harus mengembalikan sifat Sasuke seperti biasanya! Aku tidak ingin melihat Sasuke yang berbicara sopan seperti kemarin, aku jadi merinding mendengarnya!' gumam Naruto frustasi sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri.

Sedangkan Sasuke, dia malah melihat Naruto dengan mata ekornya dan tersenyum licik melihatnya yang frustasi memikirkan dirinya.

To be Continued…

Huaah… Lama banget Updatenya.. O.o *Digampar*

Ditunggu Reviewnya para reader terhormat…,,___,,

Thanks…^__^