Chapter 4
.
.
.
"Apa kau Byun Baekhyun ?"
.
.
.
.
.
Tugas Chanyeol sudah selesai, jam istirahat sudah datang. Waktu yang tepat untuk bertemu Baekhyun di tempat umum. Chanyeol sudah tidak sabar untuk bertemu wanitanya. Memang unik, bahkan mereka berdua bukan siapa-siapa tapi Chanyeol sangat senang menyebut Baekhyun dengan sebutan 'sayang' sangat pas dibibir jika sebutan 'Baekhyun sayang'. Hubungan Chanyeol dan Baekhyun hanya sebatas Atasan dan Bawahan, tapi mereka sudah pernah berhubungan badan, bagaimana jika disebut hubungan tanpa status.
Drrtt.. Drrtt..
'Hyung, aku akan menuju kekantormu sekarang'
'bahkan aku belum berbicara 'halo''
'tunggulah disitu'
.
.
Beberapa hari itu, aku sangat berdosa kepada Baekhyun. Mungkin bisa disebut, aku memperkosanya tanpa sebab. Malam itu aku hanya ingin bertemu dan berbicara padanya, tapi saat aku bertemu secara sengaja di lift bagaimana bisa aku berpikir bahwa yang didepanku adalah Kim Hye Jin. Wanita yang sangat aku cintai dulu. Ini masih sangat awal dan terlalu cepat dekat dengan Baekhyun. Aku masih tidak habis pikir, mengapa aku menyetubuhinya. Yakinlah, Baekhyun adalah wanita pertama yang aku setubuhi. Aku tidak suka dengan wanita-wanita murahan yang berkeliaran disana, tapi Baekhyun berbeda. Saat berdekatan dengannya, semua tubuhku meminta untuk disentuhnya. Seakan-akan sebagai sebuah magnet, maka secara spontan akan menempel pada magnet yang berada didekatnya, begitupun aku dengan Baekhyun.
Aku tau, Baekhyun dan Kim Hye Jin adalah orang yang berbeda. Tapi, mengapa wajah mereka hampir mirip ?. Aku sangat gila saat ini. Apa aku mulai merindukannya ? Tidak. Aku tidak akan pernah merindukannya lagi. Dia hanya masa lalu ku yang kelam.
Chanyeol tidak sadar bahwa ada seseorang yang berada didepannya sedang memperhatikannya dengan raut wajah bingung dan penasaran, ia melamun. Saat Chanyeol sadar dari lamunannya, ia terkejut pada seseorang yang berada didepannya sekarang.
"Kau menakutkanku" Ucap Chanyeol mengelus dadanya
"Kau yang menakutkan, senyum-senyum sendiri seperti orang gila" Ucap pria itu
"ada apa kau menemuiku ? tumben sekali. Apa kau sedang susah sekarang ? Kau butuh uang ?" Tanya Chanyeol To the point
"ahh.. hyung, jangan seperti itu. Walaupun aku sering memintamu, tapi niatku datang kesini bukan untuk itu. Aku merindukanmu Hyung" ucap pria muda itu sambil menunjukan keimutan wajahnya
"Kau bicara apa Sehun-ah ? Kau merindukanku atau merindukan uangku ?"
"Hei Hyung, mengapa kau berbicara seperti itu. Tidak tidak, aku benar-benar merindukanmu. Sudah lama kita tidak bertemu. Lihat aku, adik mu yang mulai tumbuh dewasa semakin tambah tinggi dan tampan. Apa kau tidak senang ?" ucap sehun menunjuk dirinya
"Aku lebih senang saat kau bayi"
"Hei Hyung" kesewotan Sehun membuat Chanyeol sedikit terkekeh "Bukankah ini jam makan siang ? kenapa kau tidak istirahat ?"
"kau lupa atau bodoh ? kau tadi menyuruhku untuk menunggu sekarang kau menanyakan aku untuk pergi" Chanyeol yang sedikit kesal
"Benarkah ? kau mendengarkan ku sekarang ? Wah.. kau sedikit berubah Hyung. Aku mencintaimu Hyung" Sehun mulai menunjukan Aegyo pasarannya pada Chanyeol
"Kau menjijikan, aku tidak punya banyak waktu untuk melihat aegyo bodohmu. Ayo kita pergi makan" Ucap Chanyeol mulai meninggalkan Sehun
"I love you Hyung"
.
.
.
.
"Apa kau Byun Baekhyun ?"
Suara itu, suara pria yang pernah membuat hatinya gaduh, suara yang membuat jantungnya ingin lepas, suara yang sudah lama ia tidak didengar, Baekhyun merindukan suaranya. Cinta Pertamanya.
"Ya, Ka.. kau Kim Myung Soo?" Tanya Baekhyun gugup
"Oh.. Hai.. Sudah lama kita tidak bertemu. Boleh aku duduk disini?" tanya Myung Soo
"ahh.. tentu, silahkan" ucap Baekhyun dengan gerakan salah tingkahnya
Wajah, suara, sifat, dan tatapannya tetap sama yang aku kenal 6 tahun yang lalu. Pintar, tampan, dan ramah itulah yang membuat hatiku goyah. Ya, pria ini. Kim Myung Soo. Cinta Pertama ku saat di SMA. Saat SMA dulu, pelajar wanita sangat menggila-gilainya, termasuk aku. Kakak Kelas, Teman Seangkatan, Adik Kelas, bahkan dari pelajar wanita sekolah lainpun tidak sedikit menunggunya saat pulang sekolah. Aku pernah mencintainya.
Apa yang aku mimpikan tadi malam ? bahkan yang ku ingat hanya mencari tempat tinggal sementara. Apa ini sebuah keberuntungan dari hari kesialanku ? Aku masih tidak percaya dapat bertemu dirinya disini.
"Kau tidak berubah" ucap Myung Soo tersenyum
"ahh.. benarkah ?" jawab Baekhyun gugp kembali
"Tidak tidak, kau sedikit berubah. Wajahmu lebih indah"
TUHAN.. BOLEHKAH AKU MEMELUKNYA SEKARANG…
"ahh.. kau.. kau juga.. kau terlihat lebih tinggi"
"benarkah ? aku tidak merasakannya. Kau bekerja di Perusahaan Park Company ?"
Bagaimana ia bisa tau ? apa dia selama ini menguntitku ?
"dari mana kau tau ?"
"aku melihat ID Card mu Baekhyun" ucap Myung Soo menunjuk ID Card Baekhyun yang di gantung di leher indahnya
"ahh.. hahaha.. kau ini. Kau bekerja dimana ?"
"aku bekerja di perusahaan Infinite World"
"wah, benarkah ? Perusahaan itu sangat terkenal, bukankah minggu lalu perusahaan mu memenangkan lelang ?"
"Ya, benar. Aku yang mendapatkannya"
"Kau tampan dan hebat" ucap Baekhyun reflex
"Ya?"
"Hah? Memang aku tadi biacara apa ?" baekhyun bertanya dengan polosnya
"Hahahaha.. sifatmu tidak berubah Baekhyun, kau lucu" ucap Myung Soo yang membuat Jantung wanita yang berada di depannya sekarang ingin lepas
Bertemu dengannya membuatku lupa dengan masalah-masalah, mungkin hanya dia yang membuat aku seperti ini. Apa aku mulai menyukainya kembali ?. Ya, benar kata orang-orang. Perasaan cinta pada Cinta Pertamamu tidak akan pernah hilang, mungkin aku mulai percaya dengan kata-kata itu.
"apa kau biasa berkunjung di Coffee Shop ini ?" tanya Myung Soo dan meminum kopi yang dipesannya
"ahh.. tidak begitu sering, aku hanya ingin kesini saja. Kau sering berkunjung kesini?"
"tidak, sudah 2 tahun aku berada di Jepang. Bulan kemarin aku baru sampai Seoul, aku merindukan negara ini"
"kau di Jepang ? pantas saja, saat Reuni SMA kau tidak ada. Semua wanita mencarimu, bahkan ada yang pernah mendengar bahwa kau sudah menikah ?"
"Hahaha benarkah ? dari mana ia bisa tau ?" kekehan Myung Soo
"Jadi benar kau sudah menikah?" entah apa yang dipikirkan Baekhyun saat ini, pertanyaan yang benar-benar reflex dari otak kecilnya dan raut wajahnya yang seakan-akan tidak terima pernyataan ini, dan Baekhyun tidak peduli itu.
"Kau percaya ? bahkan aku tidak punya kekasih sekarang"
Ucapan Myung Soo benar-benar membuat Baekhyun lega dan tenang sekarang. Jadi ia tidak punya kekasih.
Percakapan mereka sangat begitu seru, bahkan saat SMA dulu Baekhyun tidak berani menatap wajahnya apalagi untuk bicara. Percakapan mereka berakhir dengan saling memberikan nomer telefon, mereka keluar dari Coffee Shop Bersama. Hati Baekhyun benar-benar berubah 360, perasaannya yang penuh emosi kembali menjadi Baekhyun di Pagi hari. Yang penuh semangat dan tersenyum disepanjang jalan. Dia benar-benar merubahnya.
.
.
"kau merindukan Hye Jin Noona ?"
Park Chanyeol hanya focus menyetir dan tidak menggubris omongan Sehun
"Hyung, aku bertanya. Tapi, ku rasa saat ini kau sangat merindukannya. Kau pura-pura terlihat baik-baik saja, tapi aslinya kau lemah" ucap Park Sehun meyakinkan bahwa firasatnya benar
"aku tidak tau" singkat padat dan samar jawaban dari Chanyeol
"bagaimana kau bisa tidak tau ? apa kau sudah menemukan penggantinya ? apa kau sedang menjaling hubungan dengan seorang wanita ?" rasa penasaran Sehun begitu sangat tinggi, ia tidak ingin Kakaknya kembali terlihat sedih seperti beberapa tahun lalu
"sejak kapan kau menjadi wartawan dadakan Sehun-ah?" Chanyeol sangat malas membahas ini
"tidak, aku hanya penasaran saja, tipe wanita apa yang kau pilih untuk menggantikan Hye Jin Noona. Atau jangan-jangan dia tidak tergantikan ? kau masih tidak bisa Move On ?"
"Hei Park Sehun, aku sedang malas membahas persoalan itu. Sekarang aku yang bertanya, apa sekarang kau memiliki kekasih ?"
"hmm.. aku.. aku.. tidak punya" jawab Sehun gugup
"wah.. benarkah ? kau masih muda dan wajahmu tampan. Bagaimana bisa seorang Pria sepertimu tidak punya kekasih, sangat malang nasibmu nak" Chanyeol hanya terkekeh telah menggoda adiknya
"Hei.. hyung, aku masih dalam tahap memilih. Jadi aku akan punya kekasih. Hmm.. Hyung, apa masih lama untuk menuju ke Restoran teman kerjamu ? aku ingin membeli Kopi, aku Lelah mendengar pertanyaanmu"
Park Chanyeol memberhentikan Mobil mewahnya dipinggir kota, dan menurunkan Sehun yang ingin membeli segelas Kopi. "Aku akan menunggu di mobil" ucap Chanyeol kepada Sehun. Sehun hanya menganggukan kepalanya kemudian menutup pintu mobil.
Pandangan Chanyeol berhenti ketika melihat seorang pria dan wanita yang sedang mengobrol Bersama, ia tidak bisa begitu jelas melihatnya karena tempat posisi duduk mereka yang jauh dari jendela luar dan sedikit tertutupi pohon hias yang berada didalam Coffee Shop itu. Tapi, untuk apa Chanyeol penasaran ? mereka hanya orang biasa yang ia tidak kenal. Pandangan Chanyeol masih tertuju pada mereka, seperti ada yang mengganjal. Apa ia harus turun hanya untuk melihat mereka ?, sangat tidak mungkin. Pintu mobil terbuka, menandakan bahwa Sehun telah selesai membeli Kopi.
"Cha.. Let's Go" wajah Sehun terlihat senang
.
.
.
.
Jam istirahat telah selesai, semua karyawan melanjutkan tugas-tugas mereka yang harus diselesaikan. Tapi berbeda dengan Byun Baekhyun. Wanita itu asik bermain Handphone hanya untuk melihat sebuah foto lama yang terdapat di Ponsel pintarnya. Ya, foto Myung Soo saat SMA dulu. Ia senyum-senyum sendiri bak seorang remaja yang baru saja jatuh cinta, moodnya kembali membaik setelah bertemu Kim Myung Soo.
Jisun kembali memperhatikan Baekhyun yang berada didepan mejanya, ia benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi pada sahabatnya sekarang. Tadi Baekhyun terlihat frustasi, tapi kenapa sekarang ia terlihat seperti orang gila. Ya Tuhan sembuhkan wanita ini.
"Baekhyun-ah" panggil Jisun
"Byun Baekhyun"
"Baek"
"Hei.. Baekhyun"
Panggilannya saja sekarang seperti kacang goreng di telinga Baekhyun
"Baekhyun Sunbae" ucap seorang karyawan baru yang berada disebelah Baekhyun saat ini
"Ya L-ssi"
"L-ssi?" ucap jisun terkejut
.
.
.
Seorang wanita yang sedang berada di pojokan perpustakaan sedang menulis diatas sebuah buku, bukan, bukan menulis catatan pelajaran atau bahkan mengerjakan tugas. Yang ia tulis yaitu isi hati dari seorang wanita itu, Byun Baekhyun. Baekhyun senang menulis perasaannya dibuku dari pada bercerita kepada teman-temannya. Ya, Baekhyun bukanlah seorang pelajar wanita yang terkenal diantara pria-pria disekolah, ia bukan orang kaya seperti teman-temannya, dan ia juga tidak mempunyai banyak teman. Baekhyun cukup pendiam.
"Ya Tuhan, kau tau L Oppa tadi tersenyum kepadaku. Rasanya aku ingin pingsan didepannya" ucap seorang adik kelas
"benarkah? Wahh.. kau beruntung. Jantung ku selalu berdetak kencang jika dia lewat depanku, apa aku harus periksa jantung ke Rumah Sakit" ucap temannya
Baekhyun yang mendengar percakapan mereka sangat panas, rasanya ingin ia melempar buku ke kepala mereka. Sangat menjijikan mendengar percakapan mereka.
Baekhyun keluar dari perpustakaan yang membuat moodnya hancur. Dan ia menuju ke kantin sekarang. Ya, pria tampan yang sedang mengobrol dengan beberapa pria lainnya disana adalah Myung Soo, Kim Myung Soo. Banyak wanita yang menyebutnya 'L' karena 'L' adalah awalan dari kata 'Love' yang berarti cinta. Banyak wanita yang mencintai Myung Soo dan termasuk Baekhyun.
Myung Soo adalah pria pertama yang membuat hati Baekhyun berdebar pertama kali ketika melihatnya, saat duduk dibangku sekolah ia sangat tidak peduli apa itu Pria apalagi cinta. Tapi, semakin ia beranjak menjadi seorang remaja ia memahami apa itu Pria dan cinta karna Myung Soo. Hatinya sangat sedih ketika banyak wanita yang menyukainya juga, sangat banyak.
Bel istirahat telah berbunyi yang menandakan istirahat telah selesai. Maka diharuskan para siswa memasuki kelas masing-masing. Baekhyun dan Myung Soo sekelas, sangat beruntung bukan ?. Tempat duduk mereka jaraknya cukup jauh, tapi Baekhyun masih bisa memperhatikannya dari kejauhan, ya.. dari kejauhan. Dikelas Myung Soo pintar dalam bidang Matematika, banyak wanita yang ingin diajari dengannya walaupun itu hanya modus belaka dan hanya ingin memperhatika Myung Soo dari jarak dekat. Hati terdalam Baekhyun sangat ingin meminta Myung Soo untuk mengajarinya, Baekhyun bukanlah seorang Idol bahkan bukan anak orang kaya. Apa dia mau diinjak-injak ? berani sekali. Jadi lebih baik ia memendam perasaannya dan memperhatikannya dari jarak jauh. Memperhatikannya dari kejauhan saja sudah cukup beruntung apalagi yang bisa mendapatkan hatinya. Sangatlah beruntung.
Jam kelas sudah selesai, semua siswa-siswi meninggalkan kelas mereka dan menuju rumah atau tempat bimbingan belajar. Berbeda dengan Baekhyun, Baekhyun harus pergi kerja paruh waktu untuk mendapatkan uang tambahan untuk dirinya dan adiknya. Ibunya telah meninggal dunia. Ya, jadi Baekhyun harus sangat memperhatikan adiknya dan mengganti peran sebagai seorang ibu.
"Byun Baekhyun"
Baekhyun berhenti dari jalannya, ia menoleh ke belakang. Ia terkejut seseorang yang telah memanggilnya.
"Ini, buku catatan Bahasa Inggrismu" ucap Myung Soo memberikan sebuah buku, detak jantung Baekhyun disana benar-benar tidak bisa terkontrol. Seseorang pria yang ia sukai berada di depannya sekarang dan memegang bukunya. Dengan senyum khas dan lesung pipit yang tercetak jelas dipipi pria tampan tersebut, Myung Soo memberikan sebuah minuman kaleng penambah ion untuk Baekhyun. "saat jam istirahat kau tidak berada dikelas dan ini untuk mu, maaf tadi aku tidak bilang padamu untuk meminjam buku. Ada banyak wanita yang memanggilku, dan aku tidak sempat bertemumu"
Baekhyun sangat tercengang apa yang telah dilakukan Myung Soo padanya, benar, Jantung Baekhyun ingin lepas sekarang. "ahh.. benarkah? Maaf tadi aku sedang di perpustakaan dan terima kasih juga atas minumannya" ucap Baekhyun menunduk ramah untuk memberikan rasa hormat
"tidak tidak, aku yang harus berterima kasih. Minumlah sepertinya kau harus membutuhkan energi" sifat ramah dan hangat kepada semua orang membuat Myung Soo disegani
"Myung Soo-ssi, ayo cepat" ucap seorang temannya memanggilnya dari kejauhan
Mereka berdua menoleh ke orang tersebut, "sekali lagi aku minta maaf Baekhyun, aku duluan" ucap Myung Soo yang segera meninggalkan Baekhyun
Setelah Myung Soo meninggalkan Baekhyun, hati Baekhyun benar-benar lemas. Ia mulai senyum-senyum sendiri betapa beruntungnya wanita ini.
.
.
Jam kantor telah usai dari sore hari, sekarang langitpun sudah gelap. Ya, Baekhyun masih berada dikantor. Tugasnya baru saja selesai, dan tubuhnya benar-benar Lelah dan perutnya sangat lapar sekarang. "kau harus pulang bersamaku" seketika ucapan itu terlintas di pikiran Baekhyun. Orang itu. Park Chanyeol. Apa ia harus pulang bersamanya ?. Baekhyun teringat percakapan dua orang wanita saat di Toilet, 'Park Chanyeol pulang Bersama wanita yaitu karyawannya sendiri' mengingat hal itu Baekhyun tidak ingin menjadi berita Gosip antara karyawan. Ya, ia harus pulang sekarang tanpa memberitahu Chanyeol.
Dengan langkah sedikit terburu-buru kaki indah Baekhyun menuju ke pintu keluar kantor. Park Chanyeol tidak boleh tau. Baekhyun menuju halte Bis untuk menaiki bis yang akan menuju ke arah pulang. Sudah sekitar 30 menit bis tidak datang, cukup Lelah menunggu tapi ini demi kebaikan. Sebuah mobil mewah berhenti didepan Halte bis, dan keluarlah seseorang pemilik mobil tersebut. Park Chanyeol.
Baekhyun sangat sangat sangat terkejut melihat Chanyeol yang menghampirinya, ya.. sekarang Chanyeol berada di depannya. "Kau melawanku Baekhyun" ucap Chanyeol dingin. Dengan cepat, Chanyeol menarik pergelangan Baekhyun untuk menuju ke dalam Mobil mewahnya. "lepaskan tuan.. lepaskan.." jerit Baekhyun, tangannya sakit, Chanyeol benar-benar mencengkramnya. Chanyeol membuka pintu mobil sebelah pengemudi dan Baekhyun di paksa masuk, dengan cepat Chanyeol berlari untuk duduk dibagian pengemudi, dan mengunci semua pintu mobil.
Dengan kecepatan tinggi, Chanyeol menyisir kota Seoul. Ia terlihat begitu marah. Tapi ia ingin bermain-main dengan Baekhyun dulu sebentar. Baekhyun terdiam, dirinya pasrah. Dengan lemah ia berbicara "aku ingin pulang". Chanyeol mendengar suara Baekhyun yang lemah langsung menurunkan kecepatan mobilnya. "Kau terlihat Lelah sayang, apa yang terjadi ?" tanya Chanyeol yang seketika berubah sifatnya. "ahh.. aku mempunyai aturan sekarang, saat berada di luar kantor kau boleh memanggilku Chanyeol atau Oppa atau sayang atau Baby atau.. "ucap Chanyeol tersenyum "cukup. Aku. Ingin. Pulang. Sekarang" Baekhyun sangat Lelah mendengar ucapan chanyeol yang membuat dirinya ingin mencakarnya, "baiklah, tapi setelah kita makan malam" Chanyeol sangat perihatin melihat tubuh lemah Baekhyun, ia tidak ingin miliknya terlihat buruk.
Mereka berdua berada direstoran ternama di Seoul, Chanyeol tidak ingin makanan yang masuk ditubuhnya tidak sehat. "kau ingin makan apa sayang ?" Tanya Chanyeol membuka sebuah buku menu, berbeda dengan Baekhyun, ia tidak menyentuh buku menu itu sama sekali. Chanyeol melihat Baekhyun, wajahnya terlihat kesal tapi ia harus sabar. Chanyeol memanggil seorang pelayan untuk melaporkan pesanan yang ingin ia pesan, Chanyeol memesan porsi yang sama untuk Baekhyun juga.
Makanan telah sampai dimeja, Chanyeol tanpa basa basi langsung menyantap makanan lezat itu. Jangan harap Baekhyun memakan makanan mewah itu, dan pasti jawabannya tidak akan. Di hati Chanyeol sangat geram, melihat cueknya Baekhyun padanya. Makanan telah habis, dan makanan yang tersisa hanyalah punya Baekhyun. Chanyeol menatap Baekhyun dengan dalam.
"Baekhyun, apa mau mu sebenarnya ?" ucap serius Chanyeol
Dengan sigap Baekhyun menjawab, "Apa mau ku sebenarnya ? harusnya aku yang bertanya Chanyeol. Apa mau mu sebenarnya ?" ucap Baekhyun tak kalah serius
"aku Lelah, kita pulang saja" Chanyeol tidak menjawab pertanyaa Baekhyun, menurutnya pertanyaan itu belum waktunya Baekhyun mengetahui. Chanyeol meminta kepada seorang pelayan untuk membungkus makanan Baekhyun yang tidak dimakannya. Tidak itu saja, Chanyeol juga membeli beberapa makanan dari restoran itu untuk Baekhyun.
Sekarang mereka berada di dalam mobil kembali, saatnya Chanyeol mengantar pulang ke rumah. Dalam perjalanan tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka, hanya sibuk memikirkan masalah yang berada dipikirannya sekarang.
Mereka telah sampai didepan rumah Baekhyun, tanpa kata-kata terucap Baekhyun langsung ingin keluar dari mobil malaikat jahat itu. Dengan sigap, Chanyeol menahan tangan Baekhyun, merasakan tangan Chanyeol menyentuhnya Baekhyun terdiam kembali. "Aku tidak ingin kau mati kelaparan hanya karena kau malu makan bersamaku" ucap percaya dirinya Chanyeol. Chanyeol memberikan sebuah Paper Bag yang berisi makanan, mau tidak mau Baekhyun menerimanya karena Chanyeol menaruh diatas pahanya. "makanlah dengan baik, aku tidak ingin kau sakit" ucapan Chanyeol seperti seorang kekasih yang sangat mempedulikan wanitanya. Tanpa aba-aba, Chanyeol menarik tengkuk Baekhyun untuk menghadap wajahnya. Jarak diantara mereka sangat dekat, tanpa sadar mereka memejamkan mata, Chanyeol menempelkan bibir tebalnya pada bibir Baekhyun. Lama kelamaan, ciuman itu menjadi seperti lumatan, Ya, Baekhyun membalas dan menikmati ciuman dari Chanyeol. Ciuman ini sangat berbeda saat dimana Chanyeol menciumnya pertama kali, ini lembut dan tidak penuh paksaan. Ciuman ini sedikit memabukkan. Pasokan oksigen yang berada di paru-parunya hampir habis, dengan lembut Baekhyun mendorong dada Chanyeol secara perlahan. Setelah kejadian tadi, membuat mereka canggung. Sadar atas kecanggungan mereka, Chanyeol lah yang membuka percakapan "Istirahatlah, tubuhmu sangat lemah" Baekhyun menundukan kepalanya untuk memberikan hormat, kemudian ia langsung keluar dari Mobil mewah Chanyeol. Bagaimana bisa ia menikmati dan membalas ciuman dari pria brengsek itu ? tapi, sangat munafik jika Baekhyun menolaknya.
Sejujurnya, Baekhyun sangat lapar dan Lelah. Tapi ia tidak ingin menunjukan kelemahannya dihadapan Chanyeol, menurutnya menunjukan kelemahannya dihadapan Chanyeol itu sangat buruk dan akan bermasalah menurut Baekhyun.
Baekhyun masuk kedalam rumahnya, ada seseorang pria yang sedang duduk didepan meja makan dengan menatapnya dengan tatapan kosong, Byun Jong In.
"Noona.. Aku laparrr" rengek Jong In. Baekhyun langsung menaruh paper bag diatas meja, "Aku tau, aku akan mempersiapkan ini"
Mereka makan makanan yang Chanyeol berikan pada Baekhyun, Jong In terlihat sangat lahap menyantap makanannya. Melihat Jong In tumbuh besar membuat Baekhyun senang, ia tumbuh menjadi pria yang baik. "Noona, ini sangat lezat. Kau membelinya dimana ? apa makanan ini mahal ? sepertinya kau baru saja mendapat gaji" ucap Jong In dengan penuh makanan dimulutnya. "sudah habiskan saja, kau terlihat anak yang busung lapar" Baekhyun terkekeh melihat Jong In makan dengan lahapnya. "Bagaimana kuliahmu ? apa berjalan dengan baik ?" tanya Baekhyun
"kemarin, seorang dosen memintaku untuk menjadi asistennya. Aku akan mengajar mahasiswa jika ia tidak masuk, tapi aku belum menjawabnya"
"Benarkah ? kau akan menjadi Asisten Dosen ? kenapa kau belum menjawabnya"
"aku belum membicarakan ini padamu, makanya aku bertanya"
"kau harus menerima, itu akan menjadi nilai plus di mata pelajaran itu"
"baiklah aku akan menerima, Noona, apa kau pernah menjadi Asisten Dosen saat kuliah ?"
"aku tidak pernah" ucap Baekhyun dengan santai
"wahh.. sepertinya kau malas-malasan saat kuliah"
"Kau tau itu" Baekhyun meninggalkan Jong In yang masih berada dimeja makan, ia menuju ke kamarnya untuk mandi dan ganti baju. Setelah itu, ia langsung membersihkan piring kotor yang telah digunakannya, Jong In berada di Ruang TV sekarang. Baekhyun menghampiri Jong In yang focus menonton TV, "kau tidak tidur ? apa kau sedang libur kuliah" Baekhyun duduk disebelah Jong In. "Noona, beberapa hari ini aku sedang banyak urusan" keluh jong in
"Urusan apa ? asal kau tidak berurusan dengan polisi" canda Baekhyun membuat Jong In menunjukan wajah datar. "baiklah, urusan apa saja itu ?"
"sebentar lagi aku akan melaksanakan Prakerin disebuah perusahaan" wajah serius Jong In mulai ditunjukkan, "lalu?" lanjut Baekhyun dengan jawaban santai
"Hei Noona.. apa kau tidak kasihan padaku ? Aku tidak memiliki baju kantoran. Yang ada dilemariku hanya Sweater, Hoodie, Jaket, Kaos, dan kemeja untuk kuliah. Dan aku pun tidak punya sepatu Pantofel, kau jahat sekali Noona" wajah cemberut Jong In saat ini benar-benar menunjukan perasaannya sekarang, Baekhyun hanya melihat iba padanya dan sedikit tersenyum tulus pada adik kesayangannya.
"Baiklah, sekarang apa maumu ?" tanya Baekhyun To The Point
"tentu belikan aku baju Noona" Jong In bukanlah anak yang manja seperti teman-temannya, Baekhyun sudah sangat mengenal Jong In. Tapi untuk saat ini Baekhyun tau bahwa Jong In benar-benar sangat membutuhkannya sekarang.
"Baiklah, apa kau besok libur ? jika iya, ayo kita belanja perlengkapan untuk Tugas Prakerinmu" ucap Baekhyun santai
"Kau serius Noona ? kau sedang tidak bercandakan?"
"kau pikir aku sedang bercanda sekarang ?"
"Wah.. Terima Kasih Noona" Jong In menyenderkan kepalanya diatas bahu kecil Baekhyun dan mengeratkan tangannya pada tangan Baekhyun, dia benar-benar seperti Jong In kecil dulu.
"Noona"
"apa lagi ?"
"Kemarin, petugas Administrasi memanggilku. Ia berkata bahwa semester kemarin aku belum membayar lunas. Gaji dari kerja paruh waktu tidak cukup untuk membayar semester itu"
Beban Baekhyun bertambah lagi, ia harus memikirkan tempat sewa yang ia akan tempati karena rumah ini bukan lagi miliknya, dan uang bayaran Jong In kuliah. Tapi, demi Jong In ia akan bekerja keras. "jangan begitu dipikirkan, saat ini tugasmu hanya kuliah yang benar. Untuk masalah biaya, biar aku saja" Baekhyun benar-benar seorang Kakak yang baik, Baekhyun mengelus kepala Jong In, ia benar-benar merindukan orang tuanya.
Baekhyun dan Jong In pergi ke kamar mereka masing-masing, malam waktu yang baik untuk beristirahat. Baekhyun memikirkan biaya hidup dan kedepannya Bersama Jong In, ia harus bekerja keras dan banyak lembur untuk mencari uang tambahan. Tubuh kecil ini benar-benar membutuhkan istirahat, Baekhyun merebahkan tubuhnya diatas Kasur kesayangannya, ini benar-benar nikmat.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued…
.
.
.
Annyeong Yeorobun, gimana nih dengan Chapter yang ini ? Aku buat agak lebih jelas lagi dan agak Panjang. New Cast ? wizzz.. jadi agak agak featuring gitu
EXO X INFINITE
Q: Kenapa harus Kim Myung Soo aka L ?
A: Dari pada aku masukin Lucinta Luna, kan ga mungkin :'(
Kalo yang mau nanya-nanya boleh langsung tanya aja di Review, nanti aku jawabnya di note chapter selanjutnya..
Tetep STAY TUNE sama Fanfiction ini yaaa… okay ? JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW + FAVORITE + REVIEW.
Gomawo^^
-Park Ha Ki-
