Cuap dikit : Cerita ini sudah saya publish d app. Sebelah, tapi saya memutuskan mempublishnya di sini juga tujuannya mencari reader yang mau ngasih saran atas kepenulisan saya, karena di sebelah banyak Sewoon stan yg lebih suka non baku. Jadi saya berharap ada x mau membantu saya di sini. Yang sungkan boleh PM kog.
Terima kasih selamat membaca
"AAAAAAAARRRRGGGGHHHHHH BULE BANGSAAAATTT!"
Umpatan itu berhasil menggantikan tugas ayam berkokok untuk membangunkan Seluruh penghuni asrama. Tak lama terdengar suara gebrakan pintu yang dibanting keras hingga rasanya seperti gempa terjadi di asrama kecil yang hanya berlantai 2 itu.
"sssh. Argghh." namja itu mengerang kesal.
Ia beranjak dari kasurnya menuju pintu keluar kamar setelah sempat mengacak-acak rambut yang memang sudah berantakan karena habis tidur. Dengan wajah masamnya, ia siap menendang pintu kamar yang ada di seberang Kamarnya.
Tentu ia sudah tahu siapa yang barusaja berteriak dan karena siapa.
Bule.
Satu-satunya bule yang ada di seluruh kawasan asrama ini cuma 'dia'. Penghuni yang baru lusa kemarin datang.
"YA! KENAPA BERISIK PAGI-pa..." teriakannya menggantung begitu kedua matanya mendapati seorang namja terduduk dengan wajah kusut, rambut berantakan, mata yang sayup-sayup tepat di depan kamarnya.
Melihat keadaannya seperti itu ditambah dirinya yang masih memakai piyama sutra bewarna merah hati plus bantal spongebob (?) yang ia dekap, namja itu berfikir mungkin orang baru ini diusir dari kamarnya.
"Yak apa yang kau lakukan pada Jihoon ha?" Tanyanya yang hanya dijawab cengiran bodoh dengan mata yang masih setengah terbuka.
"Sam? Kenapa kau duduk di luar?"
Terdengar suara lain dari arah kirinya.
Begitu matanya menangkap sosok yang bersuara lembut itu, Sigap namja blasteran yang bernama Kim Samuel menegapkan cara duduknya dan matanya dibulatkan selebar mungkin.
Wajah polos walau sedikit kusut tapi justru kecantikannya terlihat lebih natural dan Samuel sangat menyukainya. Rambutnya sedikit berantakan dan baju yang ia kenakan baju tidur putih bernotif not balok. Samuel pun Berkesimpulan bahwa dirinya juga menyebabkan namja manis itu terbangun.
"Sepertinya dia diusir." seru Namja yang Jihoon katakan bahwa namja yang tinggal tepat di kamar mereka itu, memiliki nama 'Bae Jin Young'.
Mendengar ucapan JinYoung, namja itu mengerutkan keningnya. Ekspresi wajahnya seakan bertanya...
'kenapa?'
##################
Tap
Secangkir teh hadir di depan matanya dengan sembulan uap hangat yang timbul dari teh.
"Thank you."
"Panas!" Ucapnya segera menghentikan tangan Samuel yang hendak meraih cangkir itu.
"hehe" lagi-lagi namja blasteran itu menyengir tapi mampu membuat namja di depannya terhibur setelah sempat sebal karena harus terbangun pagi-pagi di hari minggu ini.
Tapi cengiran bodoh itu segera menghilang setelah ia bertanya 'apa yang terjadi?', 'kenapa Jihoon sampai mengusirmu dari kamar?'
Wajah Samuel seketika menegang. Bola matanya berputar-putar menyapu seluruh sudut ruangan kamar.
Tidak untuk melihat keadaan kamar itu, melainkan berusaha berfikir apa yang bisa dijadikan alasannya kali ini.
"hmm.. Aku,,"
"mmm Aku mencium Jihoon." ucapnya. Sontak membuat namja itu terkejut.
"Ha?"
Semua berawal dari hari dimana namja blasteran korea Amerika yang terlihat keren tapi bodoh itu, mematahkan kunci dan tersangkut di dalam lubang.
Masalahnya bukan tentang dirinya yang tak bisa masuk ke dalam kamar temannya. Melainkan, kamar itu ternyata adalah kamar penghuni lain.
Ini semua disebabkan oleh keterbatasan Samuel mengenal tulisan hangul hingga salah mengira kamar namja itu sebagai kamar Jihoon.
"Huff Isibsa is twenty four. Than's Jihoon's room." jelasnya sambil menunjuk ke arah kamar Jihoon yang ada di belakang kanan Samuel.
"And isibsam is twenty three. It's mine." tambahnya kala itu dan langsung dijawab dengan mulut bulat Samuel.
"OH MY GOODD!"
Beruntungnya Jihoon masih bisa meminta kunci cadangan pada kepala Asrama. Tapi tentu setelah itu selama satu jam penuh Jihoon menduduki Samuel dan menceramahinya.
"Sudahlah. Lagipula sudah terjadi. Bukankah dia baru datang dari Amerika. Dia pasti sangat lelah sekarang."
Kedua mata Samuel berkedip-kedip pelan.
Samuel tak percaya telah mendengar kalimat itu dari orang yang baru saja tertimpa masalah karena dirinya. Padahal dia baru diprotes teman-teman yang telah menunggunya untuk project sekolah. Tapi karena namja itu tak bisa masuk ke kamarnya sendiri dan mengambil beberapa barang penting, ia terpaksa membatalkannya.
Dan juga, malam itu mereka terpaksa tidur bertiga di kamar Jihoon.
Anehnya namja itu masih tersenyum kepada Samuel.
"Namaku Lee Daehwi. Siapa namamu?"
Samuel tidak tahu apa yang terjadi kemudian, sejak ia melihat kedua mata itu berbinar sangat indah, sejak namja di depannya tersenyum sangat tulus, fikirannya mendadak kosong. Telinganya tiba-tiba menuli, hanya terdengar suara tawa renyah namja manis di depannya dan degup jantungnya sendiri yang berdetak tak seperti biasa.
Entah berapa detik terlewatkan tanpa ia sadari. Dunia nyatanya kembali setelah Daehwi mengguncang-guncang tubuhnya.
"Kau baik-baik saja?"
Samuel tak menjawab.
Daehwi dan Jihoon mengerutkan keningnya heran dengan Samuel yang tanpa berkata apa-apa, tiba-tiba beranjak menuju ranjang dengan ekspresi bodoh setengah bingung dan menutupi diri dibalik selimut.
Yah,, sejak saat itu.
Sejak saat itulah dunia Samuel dipenuhi dengan senyuman seseorang yang akhirnya membuat dirinya tersenyum sendirian dan dibilang 'gila' oleh Jihoon.
Sejak saat itulah Daehwi terus ada di fikirannya, bahkan pagi ini dirinya bermimpi berkencan dengan Daehwi dan tanpa sadar telah mengerucutkan bibirnya hingga menempel di bibir teman satu ranjangnya, Jihoon.
Alhasil dirinya mendapat tendangan dan diseret keluar kamar.
.
Daehwi tertawa lepas setelah mendengar cerita mimpi Samuel yang mencium orang yang ia sukai tapi malah mencium Jihoon.
Tentu saja Samuel tidak mengatakan siapa yang ia mimpikan.
Sekarang ia bersyukur atas kebodohannya kemarin. Jika bukan karena kunci yang patah itu, belum tentu Samuel bisa menikmati pemandangan indah di depannya kini.
Daehwi terus tertawa dengan manisnya dan pipi Samuel semakin memerah merona.
Sementara di kamar sebelah.
"Huaaaaa ciuman pertamakuuuu hueee.."
Jihoon tak henti-hentinya berteriak dan sesekali mengutuk Samuel.
10cm - My eyes
Hanya suaramu yang terdengar begitu keras bagiku
Aku tidak bisa mendengar apapun
Hanya tatapan matamu yang tampak begitu besar bagiku
Apakah aku akan gila?
Sepanjang hari, aku hanya memikirkanmu
Mungkin ada sesuatu yang salah dengan kepalaku
Apakah aku sekarang menyukaimu?
Atau aku sudah gila?
Kau terus melakukan ini dan itu
Mengguncangku
Kau terus datang dan sebagainya
Membingungkanku
Aku terus melihatmu, bahkan dalam mimpiku
Aku melihatmu, bahkan saat aku mencoba menghindarimu
Dimanapun aku, kau ada di sana, bahkan saat aku menutup mata
Hatimu
Hanya mataku yang bisa melihat
Hanya mataku yang bisa melihat
Hanya suaramu yang terdengar begitu keras bagiku
Aku tidak bisa mendengar apapun
Hanya tatapan matamu yang tampak begitu besar bagiku
Apakah aku akan gila?
Kau terus berusaha untuk bersembunyi
Seperti saat kau ada di sana tapi ternyata tidak
Kau mencoba menghindariku
Kau mencoba melarikan diri
Aku terus melihatmu, bahkan dalam mimpiku
Aku melihatmu, bahkan saat aku mencoba menghindarimu
Dimanapun aku, kau ada di sana, bahkan saat aku menutup mata
Hatimu
Hanya mataku yang bisa melihat
Hanya mataku yang bisa melihat
