Ada tiga jenis golongan siswa di YaGook High School.

Pertama dan yang paling diagungkan; guidance.

Dimana berisi siswa teladan dengan nilai akademik tertinggi yang menjadi panduan atau pedoman siswa lain, rombongan siswa yang telah dicap sebagai guidance biasanya banyak berkecimpung di dalam bidang kesiswaan dan bimbingan asrama.

Kedua results.

Segelintir siswa berprestasi yang sering kali mengangkat nama sekolah semakin berjaya. Separuh dari golongan ini biasanya tak terlalu mementingkan nilai akademik, namun tak terpungkiri nilai non akademik mereka selalu membawa derajat tersendiri.

Dan ketiga: bullies.

Golongan yang berisi perusuh, perusak, pengacau, pula golongan terendah yang kerjaannya melanggar aturan sekolah. YaGook itu sekolah ternama yang memiliki sistem peraturan tegas tersendiri bagi siswanya, jadi sebenarnya sangat sedikit siswa jenis ini ada. Sekali munculpun paling-paling siswa tak punya otak yang bosan sekolah.

Dan perlu diketahui, YaGook adalah sekolah elit yang tak mementingkan derajat ataupun kasta dalam artian harta para siswanya. Kaya, miskin, semua di sama ratakan. Karena yang mereka butuhkan bukanlah harta untuk bayaran terus lancar ataupun donasi yang masuk ke sekolah, tapi nilai-nilai memuaskan para siswanya yang akan menjadi kekuatan tersendiri sekolah ini. Semakin banyak lulusan dengan nilai bagus, semakin banyak pula penjuru negri mengenal nama YaGook High School, pun semakin banyak derma yang suka rela menanam investasi ke sekolah. Jadi wajar saja jika YaGook tak main-main dalam nilai para siswanya—pula tak main-main dalam membuka jalur beasiswa.


.

.

Attention!

[Marhaban Ya Ramadhan(^w^)—telat]

Semoga lancar puasanyaaa ...

Cuma mau ngasih tau.

Chapter ini, sampai chapter tujuh sudah rampung dibuat jauh-jauh hari, tapi ...

Kemungkinan besar next chapter akan dipost setelah bulan ramadhan selesai.

Kenapa? (Silahkan baca dulu chapter ini, entar juga ngerti =w=)

Hm ... mencurigakan =v=

#YadongModeOn #TobatTong #IniBukanRateM :v

.

.

.

Happy Reading!


.

.

Pada usia 12 tahun Jeon Wonwoo pernah terlibat perkelahian fatal dengan sunbae satu tingkatnya di sekolah menengah pertama. Perkelahian yang membuatnya harus digeret ke ruang konseling OSIS bersama ketiga sunbae-nya. Menerima hukuman berat atas kesalahan yang tak ia perbuat, menjadi bulan-bulanan para sunbae bersalah yang melimpahkan kesalahan padanya, menjadi pihak terdakwa meski dirinya lah sang korban. Suatu waktu di mana ia bersumpah pada dirinya sendiri; saat memasuki jenjang SMU nanti, ia akan melingkarkan lambang kebaktian sekolah di lengan kanan atasnya, menyematkan pin kebaktian sekolah pada dada kanan di atas tag name-nya, serta menjunjung diri atas nama keadilan dan kedisiplinan.

Pula bersumpah di hadapan bannie kesayangannya bahwa seumur hidup ia tak akan membuka suara untuk menuntut siapapun terseret kedalam ruang konseling OSIS—apa lagi guru, atas nama (aduan) dari Jeon Wonwoo.

Namun di saat usianya telah menginjak 17, di mana kini ia berada pada jenjang kelas dua SMU dengan segala impiannya akan menjadi anggota organisasi terkemuka sekolah telah tercapai, sumpah yang terus membumbung teguh dalam dadanya selama lima tahun kebelakang harus diruntuhkan bagai rumah kertas ...

Oleh keenam Bangsat yang sukses membuatnya berbaring di ruang UKS hampir dua jam.

Sungguh, sebenarnya ia sama sekali tak ingin membawa masalah ini untuk disidang oleh Yoongi -ketua kesiswaan. Tapi mau bagaimana lagi? Memori bagaimana si Keparat Kim Taehyung menghempaskan diri pada tubuhnya benar-benar membuatnya geram, ditambah bagaimana kini ia menyadari keadaan dirinya yang hanya ingin bangkit- sekedar menyandarkan punggung pada kepala ranjangpun tak bisa.

Jadi mau tidak mau, dengan emosi meluap pada puncak ubun-ubun di keadaan berbaring tak berdaya ia berkata pada Jihoon (yang dengan setia berada di sampingnya dari awal) dengan lantang dan tak berjeda: "Kutarik sumpahku! Kujilat ludahku! Bawa Kim Bangsat Taehyung beserta antek-antek sintingnya ke ruangan Yoongi sunbae!"

-dibalas anggukan suportif serta acungan kedua jempol Jihoon sebelum siswa itu bergegas dengan langkah lebar menuju ruang Yoongi melalui kaki pendeknya.

.

.

Ya, ya ... anggap itu kisah singkat sebelum kini Kim Taehyung, Park Jimin, Jung Hoseok, Kim Mingyu, Kwon Soonyoung, dan Boo Seungkwan berdiri di hadapan meja kekuasaan Yoongi dalam ruang konseling OSIS dengan belasan anggota lain seperti Choi Hansol, Lee Jihoon, dan Jeon Jungkook (segelintir yang dikenali—ditandai, danger oleh mereka berenam) berjaga di sekitar sang ketua kesiswaan takut-takut keenam siswa nekat itu menyerangnya dengan anarkis.

"Kutoleransi kejadian pagi ini dengan kau- Park Jimin dan seember penuh air bekas kloset kalian," Yoongi mulai angkat suara setelah hening cukup panjang -sesaat mereka berenam digiring masuk (dengan paksa) menambah jumlah makhluk hidup dalam ruangan. Kedua tangan nan putihnya saling menyatu menautkan kesepuluh jemari di hadapan wajah, kedua ibu jari ia letakkan di bawah dagu, sedangkan telunjuk kanan dalam tautan kesepuluh jarinya ia sentuhkan di ujung hidung. Memberi kesan penat teramat dalam yang kentara- terlebih dengan dirinya yang kini memejamkan mata setelah melirik tajam kearah Jimin, "Tapi maaf, untuk yang satu ini kesalahan kalian- atau salah satu dari kalian- atau siapapun, yang jelas dari gang absurd kalian. Sama sekali tidak bisa ditoleransi. Salah satu- tidak, kalian semua membahayakan nyawa seseorang."

Tak ada raut bersalah. Apalagi minat memohon ampun pada pihak korban setelah mendengar penuturan Yoongi. Hanya ada wajah jengah dan menahan buang gas (dari Seungkwan) di wajah masing-masing keenam siswa di hadapan sang ketua kesiswaan itu.

Hening sesaat sebelum Hoseok bergumam pelan tanpa melepas raut malasnya, "Bitch please, sudah kubilang dia tidak akan mati hanya karena ditimpa Taehyung. Kelewat lawak jika ada yang sekarat setelah ketiban cotton buds (kemudian memutar bola mata tak terpukau sambil membuang muka) diperkosa perawanpun akan lebih sakit dari pada ketindihan Taehyung."

Tak ada tujuan pasti kepada siapa Hoseok bergumam, namun gumaman itu dengan jelas dapat seluruh pemilik kepala dalam ruangan ini dengar (efek hening dan gema ruang).

Pemilik nama menoleh, menatap Hoseok dengan cibiran kecil, "Sialan."

Yang dicibir membalas pandang, "Apa? Aku benar 'ka-"

"Aku tidak peduli apakah sakit atau tidaknya sang korban sekarang. Tapi yang jelas kalian berenam tersangka di sini," Yoongi menyela, kini intonasi datar menghiasi nadanya.

"Kami?" itu suara tak percaya dari Mingyu.

"Jelas, kenapa? Kau mau melimpahkan seluruhnya pada Tae hyung-mu karena dia yang menabrak Wonwoo?" jawaban penuh cemooh ini lolos dari celah bibir Jihoon yang berdiri di belakang (sebelah kiri) kursi Yoongi.

Mendengar pernyataan sang kakak kelas Mingyu mendelik tajam. Hendak ia membalas, namun suara penuh sindiran Jihoon kembali terdengar, "Oh, ya. Aku lupa, anak-anak seperti kalian hanya datang pada teman saat senangnya saja 'kan? Kalau ada masalah, lepas tangan—menyelamatkan diri masing-masing."

Taukah Jihoon kalau penuturannya barusan baru saja mengundang sulutan amarah di masing-masing batin keenam siswa yang sedari tadi diam ini? Bahkan penuturan sarkas itu berhasil mengembalikan Taehyung pada mode normalnya.

Ingatkan Kim Taehyung. Selasa siang, pukul 12:34 tepat.

Detik di mana ia bersumpah akan mengobrak-abrik ruang konseling OSIS apabila sosok manis yang berdiri di belakang (sebelah kanan) Yoongi -menggantikan posisi Wonwoo kini- satu langkah saja meninggalkan tempat laknat (beserta para penghuni tetapnya) ini.

Hendak Taehyung melangkah mendekati Jihoon untuk mengajari siswa mungil itu apa arti persahabatan mereka berenam kini, namun kedua tangannya dicekal kuat Hoseok dan Soonyoung.

Hingga Mingyu yang menjawab setelah tertawa sengau (antara geram dan benar-benar ingin tertawa) membuat Jihoon mengernyit di tempat, "Heh, Biji Sayton yang IMUT! Kau tidak pernah diajari bahasa sopan di rumahmu waktu kecil, hah? Jangan seenak jidat bicara kalau tidak tau apa-apa, dengarkan orang bicara dulu baru beri tanggapan. Kau tidak bodoh 'kan? Aku tau badanmu kecil- kelewat bantet, melebihi kuntet iya, ukuran menyedihkan untuk siswa kelas dua SMU- ditambah untuk bibit setan yang kerjaannya melempari anak orang dengan pot bunga di koridor. Jadi kusarankan, lebih baik kau diam dan bersikap baiklah dengan tubuh cebolmu yang sebelas dua belas dengan orang itu, (dengan tak sopannya ia menunjuk Yoongi memakai dagu) jangan sampai-"

.

Brak!

.

Gebrakan kencang beserta teriakkan berbunyi: "Diam!" itu berhasil menyela perkataan Mingyu, "Kau- ingat kau hobae disi-" Yoongi yang angkat suara (intonasinya mereda—namun tajam) selaannya tersela.

"Jangan sampai wajah manismu harus berakhir tragis, " itu suara Taehyung. Intonasi tenangnya bahkan lebih tajam dari Yoongi, kedua tangannya masih dicekal kuat Hoseok-Soongyoung di sisi tubuh masing-masing hingga tak memberi kesempatan siapapun melihat cekalan mereka pada Taehyung, ia tak memberontak namun tatapan hazel adik tunggal dari ketua asrama itu pun tidak memungkiri (kepercayaan lima sahabatnya) bahwa mode normalnya telah kembali sedari tadi.

Setelah itu hening.

Tak ada tanggapan hingga cukup lama. Sampai Yoongi memilih bangkit dari kursinya. Berjalan mendekat ke barisan siswa sebagai peran utama tersangka dalam sidangnya kali ini. Langkahnya berhenti tepat satu meter dihadapan Taehyung. Menggulung kedua tangan, dan dengan kurang ajar memandangi sosok di hadapannya dari bawah hingga atas.

"Lepaskan dia. Dia manusia 'kan bukan monyet? Tidak usah dipegangi," Yoongi berkata dingin tanpa mengalihkan pandang dari kedua obisidian kembar Taehyung. Tanpa arah, pula tanpa tujuan, namun cukup untuk Hoseok juga Soonyoung pahami bahwa merekalah yang diperintahkan (meski kedua anak itu sempat terkaget kala Yoongi mengetahui cekalan mereka pada sang sahabat). Jadi keduanya mengalah, melepas kedua pergelangan Taehyung dari garis aman mereka, membiarkan si ketua kesiswaan yang memangutnya. Bukannya mereka menyerahkan kepercayaan, hanya saja mereka berpikir: Dia yang meminta, jangan salahkan jika nanti Tae terbang untuk menunju si Bantet titisan gaib itu. Syukur-syukur kau juga kena.

Dan kuharap Tae menendang anunya sekalian (yang ini murni pemikiran Soonyoung).

"Kim Taehyung, 11-E. Tersangka utama kasus ini yang mengikut sertakan kelima sahabatnya. Tiga belas kali terlibat perkelahian fatal, selalu melanggar peraturan; rambut merah, almamater tak pernah dipakai, dasi selalu kendur, sepatu sesuka hati, celana di-strit, tahun lalu memakai piercing, dua bulan lalu labret- Oh! Tatto di lengan atasmu sudah dihapus? (tatapan khas Yoongi muncul -datar, namun meremehkan—pun nada suaranya) Telat setiap hari, absen penuh alpa, penyelundupan alkohol ke kamar, majalah porno, saat masa orientasi hanya berteman dangan Park Jimin karena seluruh siswa lari ketakutan tiap melihatnya- (sengaja menggantung kalimat selagi ia memajukan wajah kearah Taehyung -sedikit mendongak) Tidak malu dengan status hyung tunggalmu sebagai ketua asrama? Oh ya! (kemudian ia merendahkan intonasi suara -semakin tajam dan mengintimidasi) Perlu diingat Taehyung-ssi, kau—dan kelima sahabatmu masih berada di sekolah ini karena pemilik yayasan sangat menghargai kinerja luar biasa Seokjin, dan sedikit toleran dari potensi gila salah satu sahabatmu . Tapi kau ingat? Dia—Seokjin, seangkatan dengaku? (jeda) Jujur kulelah dengan kalian berenam, aku sudah tidak peduli lagi apapun yang kalian lakukan. Jadi bersenang-senanglah di sini selagi kau bisa, hingga siswa kelas tiga- beserta Kim Seokjin. Lulus."

Tak ada ekspresi saat Yoongi berkata sedemikian tajam padanya. Namun kala siswa paling disegani itu berhenti berkata Taehyung mengeluarkan senyum miring, congkak, merendahkan—menginjak Yoongi lewat retinanya, kurang ajar, namun mempesona di saat bersamaan. Iblis tampan yang harus Yoongi (beserta seluruh bawahannya) akui ke Bangsatannya. Tawa meremehkan keluar. Tak kalah kurang ajar, Taehyung ikut menggulung kedua tangan di depan dada, lalu dengan intonasi tenang—penuh sarkas ia menjawab: "Ya ... akan kugunakan kesempatan yang kupunya saat ini, sampai saatnya tiba aku bisa menghajar wajahmu—dan seluruh bawahanmu di bawah sepatuku."

Lalu dengan santai ia meludahi wajah ketua kesiswaan itu.

Membuat seluruh pemilik kepala di ruangan ini membelalakkan mata tak percaya.

.

.

To Be Continued


.

.

.

.

Jo Liyeol's present

©2016

.

.

WCT Our Hostel

Chapter 2 : Chuck

.

| VKook | YoonMin | Meanie | SoonHoon | VerKwan | Lonely Jung Hoseok |

Slight! : NamJin | JeongCheol |

.

.

Warning!

OCC || AU || T+ || Typo || BL

[DramaRomanceHumorFriendship]

.

.

"Welcome To Our Hostel. YaGook High School adalah sekolah menengah atas (megah nan elit) bersistem asrama yang memelihara enam anak pembuat masalah."

.

PROHIBITED COPAS, DON'T BE PLAGIAT, DON'T BE SILENT!

BTS - SEVENTEENFF! DLDR! RnR!

.

.

.

.


[ Teaser for chapter 3-7 ]

.

.

(Mingyu x Wonwoo)

Meanie-MinWon

.

"Berani memperkosaku di sini, kupotong barangmu pakai pisau bedah!"

.

"Aigoo ... tidak perlu berlebihan begitu juga, Sunbae. Memang aku ini penjahat?"

"Memang."

"Hah?" - "Aku?"

"Iya, kau penjahat kelamin!"

.

"Dan kau kira apa yang harus kulakukan ketika berduaan dengan orang yang bahkan selalu melihat ke arah bagian bawahku tiap kali kami bertemu?"

.

"Setidaknya aku tetap idol sekolah."

"Aku bingung pada fansmu," - "Atau jangan-jangan, mereka semua sama mesumnya denganmu,"

"Hey! Sembarangan," - "Aku tidak akan bilang mereka semua polos -karena ya ... beberapanya ada yang sering nekat masuk ke kamarku saat aku sedang mandi. Tapi kau tau, Sunbae? Sebagian dari mereka itu anak-anak polos yang dengan manisnya menulis surat cinta, meletakkan coklat di lokerku, atau meninggalkan bekal di mejaku saat pagi hari,"

"Kalau bagitu aku kasihan dengan sebagian fansmu."

.

"Hyung, kau tau aku sedang turn on 'kan?" - "Aku tidak bisa menahannya, sungguh (lalu dengan sengaja ia mengembuskan napas di bekas jilatannya tadi). Say yes, to be my boy—or no, for my fucking?"

.

.

.

.

.

.

.

(Vernon x Seungkwan)

VerKwan-BooNon

.

"Puas?"

"Menurutmu?"

"Ayolah, Boo. Apa lagi yang kau mau?" - "Kau tau? Perbuatanku barusan termasuk tindak kriminal sebagai anggota kesiswaan."

.

"Tapi, Hansooool ... kau tau? Terlalu bosan kami memasuki ruang pengap itu, dan terlalu bosan pula untuk kami berhadapan dengan si Cebol Yoongi—pun, teman serta sunbae-sunbaemu itu."

"Kalau begitu berhenti berbuat ulah. Terlebih kau masih kelas satu, aku mengkhwatirkanmu untuk kedepannya."

"Peduli setan."

.

"Aigoo ... Mason-ah, bibit monster itu sudah datang. Eothokae? Sepertinya Hyung harus pergi."

"Ah! Hyung-hyung, Mason masih ingin main dengan Hyung."

"Sayang, Seungkwan hyung harus pergi."

"Mason! (imbuhan itu membuat yang dipanggil memfokuskan pandang pada wajahnya) Hyung harus pergi. Monsternya sudah datang, kau mau Hyung hilang ditelan monster? (perkataan meyakinkan Seungkwan, membuat anak di hadapannya menggeleng kencang) Nah! Maka dari itu, mari kita buat perjanjian," - "Lepaskan Hyung, dan mari bertemu lagi. (lalu berbisik) Saat Hyung sudah berhasil membuat monster ini berubah menjadi putri yang cantik."

.

"Aku bisa bayar sendiri makananku,"

"Aku tau," - "Anggap saja rasa terima kasihku untuk hari ini."

"Terima kasih? Untuk apa?"

"Membolos?"

.

.

.

.

.

.

.

(Jimin x Yoongi)

MinYoon-MinGa

.

"Di sini tak ada aliran listrik. Kau 'kan yang mencabutnya bulan lalu?"

"Bukan aku, Dewan yang mencabutnya,"

"Iya Dewan yang mencabutnya, tapi kau yang mengusulkannya 'kan? Kau kira kami tolol ... Sunbae?"

.

"Sunbae, sadarkah kau bicara pada siapa?"

"Bukankah saharusnya aku yang bilang begitu? Salah-salah kata keluar dari mulutmu, kupastikan tempat ini digusur."

"Terserah kau, percuma pula bicara pada orang ber-ego tinggi sepertimu,"

.

"... Sekarang coba bayangkan kebencian mereka semua—termasuk kami, terkumpul dan menggumpal dalam satu bola gelembung? Sebesar apa yang bisa kau bayangkan volume dalam bola itu? Dan sekarang coba kau bayangkan pula kebencian dalam bola itu menganak pada puncak punggung kalian, sudah kubilang sebelumnya bola itu gelembung bukan? Mereka rentan—sensitif, lalu tanpa diduga, bahkan kalian tak pernah membayangkannya- Boom! Bola gelembung itu pecah. Meledak bagai atom yang menuluhlantahkan Hiroshima-Nagasaki, radiasi yang menguliti kalian serta pupuhan panas api yang perlahan demi perlahan membakar pula meratakan anggota kesiswaan bagai pupuk kandang." - "Bisa membayangkannya ... Sunbae? Kuyakin kau pintar,"

.

"Tak kusangka kau bisa congkak juga."

"Berkatmu, Bajingan Park."

"Berkatku? Oh! Betapa tersanjungnya aku," - "Bagaimana jika ke-egoan bangsat, Min Yoongi juga hilang berkatku?"

"Benarkah? Bisa kau lakukan itu?" - "Kalau begitu lakukan, kuingin tau caramu mendominasi ketua kesiswaan."

.

.

.

.

.

.

.

(Soonyoung x Jihoon)

SoonHoon-HoZi

.

"Ji, kau ... tidak marah?"

"Ibumu waria aku tidak marah!"

"Ibumu waria? Ibuku bukan waria, Ji. Ibuku wanita sungguhan. Kalau dia waria mana mungkin bisa melahirkanku. Sekalipun dia trangender ataupun cangkok kelamin, kujamin dia tidak mungkin bisa melahirkanku. Jadi kuyakin ibuku wanita sungguhan, bukan waria. Lagi pula ... memang ada cangkok kelamin? Kok aku baru tau, ya?"

.

"Ji, hampir tujuh jam kau kucing-kucingan denganku. Sekarang kau sudah dapat ... tidak mau menghajarku? Menimpukku? Melempar kepalaku dengan pot? Mencakarku? Menggigitku? Menciumku? Memperkosaku? Mencabuliku? Men- Ah! Iya-iya aku diam! Pakai lagi sepatumu!"

.

"Omong-omong. Kau juga akan habis jika berani menceritakan itu pada orang lain—Kuperjelas, hanya kau dan Yoongi sunbae siswa yang tau akan kenyataan itu."

"Hanya aku, (lalu menunjuk angin) dan si Bangsat itu?" - "Appo ... (ia meringis) Sakit!"

"Sudah kuingatkan jangan mengatai ketua kesiswaan sembarangan 'kan?"

.

"Biar kutebak! Karena Yoongi sunbae ketua kesiswaan? Jadi dia harus tau kenyataan itu agar memberimu keistimewaan? Tidak menggeretmu ke sidang? Atau ...," - "Karena orang itu membully-mu? Menjadikanmu bidak caturnya—memonopolimu? Membiarkan identitasmu terus terjaga dengan timbal balik kuasa untuknya?"

.

"Ya ... itulah yang kau—dan ribuan orang di sana pikirkan, Kwon. Kalian semua terlalu realistis, berotak pendek—bodoh, hanya beranggapan; sosok di depan mata ya makhluk sesungguhnya ... bukan bayangan. Pemikiran sempit yang bahkan selalu kutertawakan tiap-tiap menitnya,"

.

.

.

.

.

.

.

(Taehyung x Jungkook)

VKook-TaeKook

.

"Kook, mian."

"Berhenti meminta maaf kalau pada akhirnya kau mengulangi kesalahanmu, Hyung."

"Kook, jebal."

"Jangan meminta maaf padaku, Hyung. Bukan aku yang seharusnya mendapat kata itu darimu," - "Sana, minta maaf pada Yoongi hyung."

"Tidak akan."

"Kalau begitu tidak perlu mengejarku,"

.

"Bangsat! Sudah kubilang berapa kali jangan mengungkit hal itu?!"

"Maka dari itu, katakan Tae! Jawab yang jujur! Kau selalu berkata pada kami untuk tidak menyembunyikan rahasia satu sama lain! Kim Taehyung pantang menjilat ludahnya sendiri 'kan? Kalau begitu katakan—cerita apa yang kau rahasiakan dari kami. Kita sahabat bukan?"

.

"Dari mana saja kau?"

"Sudah kubilang tak perlu mencariku 'kan?"

"Kita perlu bicara," - "Ada yang ingin kutanyakan."

"Aku tidak mau menjawabnya, dan aku tidak mau bicara denganmu,"

.

"Cukup mengikis kesabaranku, Kook. Jangan buat aku benar-benar melukaimu dengan caraku. Hentikan permainan yang kau lakukan di belakangku, jangan membuat rasa kecewaku semakin jauh. Berhenti keras kepala dan katakan kenapa kau menyebar hubungan kita pada Ketua laknat itu? Jelaskan perlahan dan aku akan memaafkanmu—kita damai. ..."

.

"Tae h-yungh! Le-pash, su-dah—hiks! ... Sudah Hyungh, a-akuh—hiks! Hyung-ieh, akuh m-minta ma—hiks! ... afh—hiks!—hiks!"

.

.

.

.

.

.

.

Lonely Jung Hoseok always present in every part (except chapter 4).

.

"Memang aku peduli?" - "Mereka—kau, saja tak pernah peduli padaku dan kawan-kawanku," - "Ingat perkataan Min Yoongi-sunbaemu?" - "Tidak ada toloransi antara Petugas kesiswaan dengan gang gila seperti Kami di luar batas wilayah Kim SeokJin,".

.

"Aku tidak akan menceritakannya. Aku hanya akan mengetiknya, menyensor namamu menjadi Park Chimchim, kemudian- Bingo! Hancur sudah Min Yoongi beserta antek-antek OSISnya."

.

"Headline besar asrama! Tambahan bahan untuk dipublishkan besok! Kisah tragis Lee Jihoon dengan sisa-sisa kencing Kwon Soonyoungyang berakhir pelukan mesra di taman belakang,"

.

"Kau membuatku ingin menginjakmu sekarang, Tae. Lihatlah, betapa lucu Kim Taehyung yang mengalihkan topik,"

.

.

.

.

.

COMING SOON

[ON NEXT CHAPTER]


.

Jo Liyeol Curhat Timing!

Seungkwan TOP-nya. Vernon Bottom!

.

Bo'ongan tapi =w= Etdah, ya kali.

Anjirr ... apa banget sih ni ff! Teaser mulu. So iyah! :v

Hehehe :v Maafkan saya (ga mau gua-guaan(?) lagi sama readers) kalo ini ff makin absurd aja =w= Otp-nya pada muncul 'kan? Kusudah menepati janji 'kan? Itu tuh di teasernya banyak :v /digampar rame-rame.

Tunggu next chapter ajin, ok? =w= Sebelumnya cuma mau ngasih tau, kalo next chapter dari tiga sampe tujuh itu difokusin untuk masing-masing OTP—eits, tenang cast lainnya bakalan tetep nongol ko. Cuma bakalan lebih fokus aja ke masing-masing OTP tiap chapternya sekalian nongoling gimana karakter dan konflik masing-masing cast, nanti setelah chapter tujuh selesai bakalan balik lagi gerombolannya ko. Sok asik banget kayanya ya? :V Maafkan Saya!

Dan perlu diketahui, kalau ada yang pernah liat cover/poster ini ff (buat yang baca make PC; laptop/komputer). Disini Vernon itu pake kacamata di Mansae era; Q&A MV.

Oh, ya! Satu lagi, walaupun ngefokusin ke OTP tertentu, masing-masing chapter itu saling berhubung satu sama lain. Jadi jangan sampai ketinggalan, ok? *belaga jadi pembawa acara* | Ini strategi baru supaya readersnya pada kaga kabur gegara OTPnya pada dipisah masing-masing chapternya :v Kutakut pada baca OTP kesayangan masing-masing doang, terus yang laen-laennya ditinggal :v :v

Dan buat YM424. Emakku tercinta yang mendukung dengan sangat kalo ini ff jadi rate M :v Lapyu polephel mak, maafkan diriku yang tetiba menghilang. Kucinta kau dan babeh Juki serta alien tetangga sebelah; bang Emphi, pun akang Sunyoung langganan becak di panggalan metromoni 01(?) Mari kita bangun keluarga sakinah, mawadah, mariah, marpuah, marsasiaahh/? Masbuloh? -_-?

.

.

Special thanks for: Follows, Favorite, and Reviews in Chapter 1.

Kuterharu baca komentar dari kaliaaaan .


Review Juseyooo!

.

.

Kunjungi personal blog Liyeol juga yaa ... ketik aja; joliyeol27 (wp .com)

Ppyong! Saranghae Bbuing! ^^v