"Jadi kau telah memukul Changmin, Kibummie..." Jaejoong mencoba menanyai Putranya lagi, walaupun pada kenyataanya semua itu benar. Jaejoong mengira mungkin saja pendengarannya sedikit terganggu.
"Ne..." jawab Kibum santai.
"Kenapa kau melakuannnya eoh? Kau mau mematahkan tulangnya lagi eoh?" Jaejoong mengeluarkan aura mengerikan.
"Aku punya alasan Eomma..." bantah Kibum yang juga mengeluarkan aura yang sama persis dengan milik Jaejoong.
Mereka berdua saling adu tatapan maut tanpa mempedulikan empat orang lainnya yang kini sedang bergidik ngeri dengan aura yang dikeluarkan pasangan Ibu dan anak itu.
'Mereka begitu mengerikan…'
.
.
.
'Jadi itu yang namanya Kim Jaejoong?'
.
.
.
Chapter 3
Disclaimer : Milik Tuhan, agensi, diri sendiri dan Orang tua mereka.
Rate : T
Genre : Romance / Drama / Family.
Warning : BOYLOVE, AU, OOC, TYPO(S), ALUR LAMBAT(?)!
Oke sudah saya peringatkan tentang alurnya ya! Memang sengaja saya buat lambat :p
DON'T LIKE DON'T READ.
Pairing Utama:
YUNJAE
KIHAE
DAN BISA BERUBAH SEWAKTU - WAKTU, TERGANTUNG MOOOD XD LOL
.
.
.
Beautiful Thing © fanboyHAE
.
.
.
Selasa siang waktu setempat. Kibum dan Changmin yang mulai dekat beberapa hari ini sedang menikmati waktu istirahat mereka beberapa menit kedepan, tanpa pelajaran dan hanya dengan makanan.
Awalnya Changmin enggan 'berteman' dengan Kibum dlam tanda kutip. Mengingat seberapa 'sangarnya' Namja tampan itu. Tapi setelah kunjungan orang tua Changmin kemurah Jaejoong dan Kibum, hubungan mereka kembali 'hangat'. Sebenarnya yang mau membuat Changmin mau berteman dengan Kibum kembali adalah Jaejoong.
Kenapa? Karena Jaejoong dengan sekuat tenaga(?) telah mengancam Kibum jika ia mehalukan hal yang sama pada Changmin seperti beberapa hari lalu atau tujuh tahun lalu, ya, Changmin enggan 'berbaikan' dengan Kibum karena Kibum adalah Namja kejam, tetapi mendengar penuturan Jaejoong yang bak suara mailakat dari surge, maka dengan senang hati ia 'berbaikan' dengan Kibum. Bisa di bilang sedikit tauma. Hmm.
Kibum yang dulu adalah 'Cinta Monyet' Changmin memang terlihat sangat mempesona dan begitu bersinar, tapi itu dulu, tidak dengan yang sekarang. Dan Changmin dengan sangat yakin menyatakan bahwa saat ini ia sama sekali tidak mempunyai perasaan apapun kepada putra Kim Jaejoong tersebut. Lagi pula status mereka sama – sama Seme. Mana mungkin iya mendadak(?) berubah menjadi Uke. Membayangkan saja rasanya ingin muntah. Iya bahkan tak sanggup membayangkan jika harus dirasuki dan mengandung(?) nantinya, lagi pula ia tidak mpreg(?).
Changmin adalah Seme sejati. Itu prinsipnya saat ini.
Atau Changmin harus menyuruh Kibum yang jadi Ukenya? Sampai seluruh makanan dibumi ini hapispun ia yakin Kim Kibum tidak akan mau. Yang ada Kibum malah akan mengamuk kepadanya. Bisa – bisa ketampanannya akan berkurang, Changmin tak mau semua itu terjadi.
.
.
.
"Jadi, kenapa kau suka sekali mengganggu Kyuhyun, Changmin–ah? Apa dia melalukan hal yang buruk kepadamu? Tapi aku liat kau tak selemah itu jika hanya mengalahkan seorang Jung Kyuhyun…" tanya Kibum saat mereka sedang berada dikantin, karena waktu istirahat baru saja berbunyi.
"Aku hanya sebal terhadapnya, Bummie–ah." jawab Changmin singkat sambil terus menikmati makanan yang ada didepannya, seakan makanan – makanan itu adalah barang langka yang harus segera di habiskan.
"He? Tapi aku rasa kau tidak sebal terhadapnya, melainkan cemburu, makanya kau sering mengganggunya untuk mendapatkan perhatian darinya..." tebak Kibum. Karena memang saat ia melihat Changmin yang menatap Kyuhyun ada pancaran tersendiri dimatanya.
Sepertinya tebakan Kibum benar, karena saat ini Changmin sedang tersedak makanannya sendiri saat mendengar apa yang diucapkan oleh Kibum baru saja. Lalu matanya yang sipit terbelalak kaget.
"Ka–kau, jangan bercanda..." ucap Changmin sedikit terbata. Kibum semakin yakin bahwa tebakkannya tak meleset sama sekali. Changmin dari dulu memang tak pernah berubah, tipikal orang yang mudah ditebak.
Kibum menyeringai. "Aku bisa melihat dari tatapan matamu, Park Changmin..."
"Dan sepertinya Kyuhyun juga menyukaimu..." Lanjut Kibum dengan cuek.
"M—MWo?" Teriak Changmin yang sukses membuat semua penghuni kantin menoleh kepadanya sekaligus bertanya – tanya, kenapa Namja paling ditakuti disekolah berteriak dengan terbata – bata.
Setelah Changmin memberikan tatapan—Jangan lihat kesini atau kalian akan tau akibatnya— kepada seluruh penghuni Kantin, ia menatap wajah Kibum yang datar. "Kau tau dari mana? Jangan sembarangan..." kata Changmin. "Karena dia sudah menyukai orang lain..." lanjutnya dengan nada sendu dan ia sedikit menundukkan kepalanya.
'Jadi benar Changmin menyukai Kyuhyun?' Batin Kibum saat melihat raut kesedihan dari wajah sahabatnya itu —setidaknya Kibum menganggap Changmin sahabatnya—.
"Kau tau dari mana?" tanya Kibum singkat.
"Tentu saja dari teman – temannya. Mereka bilang Kyuhyun selalu memperhatikan seorang Namja dengan wajah yang manis. Mereka juga bilang, Kyuhyun selalu tertawa lepas jika bersama Namja itu. Bahkan ada yang bilang, mereka dengan jelas mendengar Kyuhyun mengatakan 'Saranghae' kepada Namja itu..." jelas Changmin panjang lebar denga raut kesedihan yang tergambar sangat jelas diwajah tampannya.
'Errr, apa Kyuhyun tipikal seorang Seme? Tapi kenapa aku sangat meragukannya, ya? Kyuhyun terlalu manis untuk jadi seorang Seme.'
"Kau jangan menyerah begitu saja. Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan..." Kibum mendekatkan diri ke tubuh Changmin. "Aku akan membantumu mendapatkan Kyuhyun asal kau berjanji padaku akan membantuku juga." Lanjutnya.
Changmin terlihat sedang mempertimbangkan tawaran Kibum, jarang – jaramg si pangeran es ini menawarkan bantuannya. Kemudian ia menyeringai. Kesempatan bagus tak boleh dilewatkan. "Baiklah, aku setuju. Lalu apa yang harus aku lakukan untukmu?"
Kibum tersenyum misterius. "Apa kau kenal dengan Namja yang bernama Lee Donghae?"
Changmin mengangguk. "Tentu saja, dia teman sekelasku. Ada apa? Apa kau menyukai Namja ikan itu?"
Kibum mendandang Changmin dengan tatapan tidak suka. "Kau sebut apa Namja manis itu? Ikan? Sebutan macam apa itu. Hey kau tak lihat wajahnya bahkan lebih manis dari pada wajah Kyuhyun?"
"Memang kenyataannya begitu. Lee Donghae adalah Namja yang suka dengan benda – benda yang berbau ikan, oleh karena itu kami menyebutnya Namja Ikan... Jadi apa benar kau menyukai Namja itu?" kata Changmin dengan sedikit penjelasan. "Dan apa maksudmu membanding – bandingkan mereka berdua? Lagipula jika kau menganggap Kyuhyun jelek sama saja jika kau menjelek – jelekkan dirimu sendiri. Bukankah kalian berdua sangat mirip eoh?" Changmin menyeringai setelah menyelesaikan dengan kata – katanya barusan.
Kibum menatap Changmin dengan pandangan menusuk. Sedangkan Changmin hanya menyengir tanpa rasa dosa sedikitpun, membuat Kibum ingin menjitak kepala sahabatnya itu.
"Ne, kau benar, aku menyukainya sejak pertama kali melihatnya..." Kibum lebih memilih tak membahas perihal dirinya dengan Kyuhyun.
"Tapi kau harus siap – siapa patah hati, Kibummie..." kata Changmin dengan senyumnya yang sangat mencurigakan.
Kibum mengergitkan dahinya. "Apa maksudmu?"
"Lee Donghae sudah mempunyai seorang kekasih..." jawab Changmin masih dengan senyumannya tadi.
"Mwo? Kau yakin?" Tanya Kidum sedikit berteriak saking kagetnya. Bisa bayangkan kau jatuh cinta pertama kalinya pada seseorang dan orang yang kau sukai malah sudah mempunyai seorang kekasih? Yang benar saja.
"Tentu saja, kebetulan kekasih Lee Donghae sekelas denganmu, namanya adalah Jung Kyuhun." Jawabnya dengan raut wajah yang sulit diartikan. Sedih, karena menyebut nama kekasih dari orang yang disukainya. Senang, karena Kibum menyukai kekasih dari orang yang disukainya, itu artinya mereka sama – sama patah hati, kan?
Kibum terbelalak. Otaknya kemudian ia gunakan untuk mencari solusi untuk masalah mereka berdua, tapi sepertinya agak kesulitan, karena sejal tadi ia tak menemukan jawabannya.
"Aku punya ide..." kata Changmin yang membuyarkan pikiran Kibum. "Bagaimana kalau kita pisahkan mereka berdua, sehingga kita mendapatkan orang yang kita sayangi?"
"Aku tak setuju..." Kibum merespon dengan cepat.
"Kenapa?" tanya Changmin penasaran karena idenya ditolak.
"Hah, entahlah, hanya saja aku tak mau jika senyum kedua orang itu hilang begitu saja, jika kita memisahkan mereka." Jawab Kibum sambil meghela nafas. 'Lagi pula, Kyuhyun adalah saudara kembarku, sebenci – bencinya aku padanya, mana mungkin aku tega menyakitinya. Itu malah akan membuat hatiku ikut sakit.' lanjut Kibum namun dalam hatinya.
Entah kenapa takdir ini semakin membuatnya pusing. Takdir sungguh kejam eoh? Tapi apa kau yakin kali ini?
"Kau benar, aku juga tak mau senyum Kyuhyun hilang begitu saja." kata Changmin. "Lalu apa yang harus kita lakukan?"
Dan Kibum hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.
.
.
.
Tak jauh dari tempat Changmin dan Kibum yang sedang sama – sama patah hati. Tepatnya di atap gedung sekolah mereka. Dua Namja dengan muka yang sama. Sama – sama manis, sama – sama polos, sama – sama cantik dan mempunyai senyum yang mempesona. Mereka terlihat sedang asik dengan acara 'kencan' mereka hari ini.
Siapa lagi jika bukan Kyuhyun dan Donghae.
"Jadi Kyuhyun–ah, apa yang ingin kau bicarakan denganku? Kenapa harus diatas sekolah?" Tanya lelaki masis yang bernama lengkap Lee Donghae itu kepada Kyuhyun
"Aku hanya ingin menceritakan sesuatu kepadamu, Hae..." kata Kyuhyun sambil memeluk tubuh Donghae dari samping.
"Apa yang ingin kau bicarakan? Apa kau sedang mempunyai masalah eoh?" tanya Donghae sambil mengusap kepala Kyuhyun dengan penuh sayang.
Kyuhyun dia sejenak, menikmati belian lembuat dari Donghae yang begitu ia sukai. "Kau tau murid baru disekolah kita dan sekarang ada dikelasku?" tanya Kyuhyun. Donghae mengangguk.
"Kau pasti juga bertanya – tanya kenapa wajah kami begitu mirip, kan?" lanjut Kyuhyun. Donghae menganggukkan kepalanya lagi, sengaja ia tak menjawab secara langsung agar membiarkan Kyuhyun menyeselesaikan kalimatnya.
"Sepertinya aku tau kenapa kami berwajah sama..." ungkap Kyuhyun dengan helaan nafas yang panjang.
"Wae? Jangan bilang kalian adalah saudara kembar yang terpisahkan sejak kalian lahir. Jangan bercanda Kyu, ini bukan sinetron, tapi dunia nyata." Donghae akhirnya mengeluarkan suaranya. Donghae mengira mungkin saja otak Kyuhyun sedang konslet atau frustasi berat karena Game – game kesayangannya di curi alien? Atau Donghae sendiri yang sedang konslet?
Kyuhyun menatap tajam Donghae. "Sepertinya yang sering terjadi di dunia sinetron televisi juga terjadi padaku saat ini. Ya, sepertinya Kibum adalah saudara kembarku dan kami terpisah sejak kami lahir."
"Mwo? Jangan mulai gila, Jung. Bagaimana kau bisa menyimpulkan hal itu? Bisa sajakan, itu hanya suatu kebetulan sampai wajah kalian begitu mirip..." Donghae masih saja mengira Kyuhyun–nya sedang melalui tahap(?) menuju kegilaan.
"Entahlah, tapi kemarin saat aku hendak mengambil air minum didapur, aku tak sengaja mendengar Appa dan Halmeoni membicarakan sesuatu yang sepertinya sangat penting. Karena aku penasaran, makanya aku mencuri dengar. Dan ternyata mereka membahas tentang Kim Jaejoong, Eomma dari Kim Kibum." Kyuhyun menghentikan ceritanya, kemudian ia memandangi langit biru yang tampak begitu cerah.
—Flashback—
Kyuhyun yang sudah hampir tiga jam berkutat dengan Game – game yang berada di dalam kamar, akhirnya mengangkat tubuh kurusnya untuk pergi menuju dapur karena kehausan. Dengan langkah pelan ia berjalan perlahan menuruni anak tangga dengan lantai berwarna coklat tua itu.
Setekah melewati rintangan(?) tangga tadi akhirnya Kyuhyun sampai juga di lantai bawah, dengan santai ia melangkah menuju kulkas di dapurnya, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara Halmeoninya yang melengking sangat keras dan Kyuhyun yakin jika saja ia tak terbiasa dengan suara itu bisa di pastikan ia akan mati muda saking kagetnya.
"Ya! Anak bodoh, apa kau akan menyia – nyiakan kesempatan yang sangat langka ini eoh? Kita sudah menunggu selama belasan tahun, Jung. Usaha kita selama itu pula juga belum menghasilkan apapun. Kali ini Jaejoong sudah di depan mata dan kau akan begitu saja menyerah? Sungguh bodoh sekali kau…" maki Heechul yang malaikat cantik berhati iblis(?) kepada putra satu – satunya, Jung Yunho.
Kyuhyun mengerngitkan jidatnya yang tanpa noda. 'Untuk apa mereka membicarakan Jaejoong? Jaejoong adalah Eomma Kim Kibum, kan? Apa hungan mereka? Apa mereka saling mengenal satu sama lain? Tapi apa yang di maksud oleh Halmeoni tadi? Siapa yang mereka tunggu? Siapa yang mereka cari? Dan kesempatan untuk apa?' berbagai pertanyaan yang begitu banyak tiba – tiba muncul di benak Kyuhyun. Ia ingin mengetahui jawabannya, dan ia tetap mencuri dengar apa yang kedua orang dewasa itu bicarakan.
"Tapi Eomma... Aku takut Jaejoong tak memaafkanku. Aku takut Jaejoong membenci Yunho, Eomma." Sebenarnya apa yang Appanya perbuat kepada Kim Jaejoong? Kenapa nada bicara Appanya penuh dengan penyesalan? Sebenarnya apa hubungan mereka berdua? Akh. Semua sungguh membuatnya penasaran.
"Apa kau ingin memupuk rasa takutmu itu hingga seumur hidup eoh? Kau ingin menyesal saat ajal menjemputmu? Itu maumu? Lalu bagaimana dengan Kyuhyun dan Kibum? Kalian ingin mereka hidup dalam ketidaktahuan? Itu yamg kau mau?" lanjut Heechul lagi dengan memandang sinis putranya yang entah kapan mendadak pengecut ini.
"Yunho bingung Eomma. Yunho juga ingin menebus semua kesalahan kita di masa lalu kepada Jaejoong. Yunho ingin Jaejoong kembali kesamping kita lagi. Sama seperti dulu… Tapi Yunho ragu Jaejoong akan memaafkan kita atas apa yang kita lakukan dimasa lalu." Jawab yunho dengan raut wajah yang terluka.
Kesalahan eoh? Sebenarnya kesalahan apa yang mereka lakukan kepada Kim Jaejoong hingga Appanya merasa begitu terlihat sangat frustasi? Apa mereka pernah mempunyai suatu hubungan yang special? Sepasang kekasih mungkin?
"Berjuanglah Yun. Demi Jaejoong istri tercintamu, beserta kedua putra kalian, Kibum dan Kyuhyun. Eomma akan selalu mendukung dan membantumu untuk menyatukan keluarga kalian lagi hingga untuh. Eomma berjanji…"
"Gomawo Eomma. Yunho akan berusaha memperbaiki semuanya. Dan Yunho akan memastikan Jaejoong dan Kibum akan kembali kesisi kita."
Percakapan Halmeoninya dan Appanya yang tak sengaja ia curi dengar sukses membuat tubuh Kyuhyun sukses melemas. Entah apa yang ia rasakan saat ini, semua terasa membingungkan. Sebenarnya apa yang mereka sembunyikan darinya selama ini?
—Flashback End—
"Mereka mengetakakan bahwa Kim Jaejoong adalah istri Appa. Yang artinya Kim Jaejoong adalah Eomma yang selama ini tak pernahku lihat sebelumnya. Dan Kim Kibum. Kami bernar – benar saudara Kembar. Aku mempunyai seorang saudara, Donghae…" Kyuhyun tersenyum dengan sangat tulus saat membayangkan wajah Jaejoong yang dilihatnya sekilas kemarin.
Donghae terperangah melihat senyum Kyuhyun yang begitu mempesona, senyum yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Senyum yang begitu tulus ia keluarkan dari bibir merah ranum itu. Donghae juga ikut tersenyum dan berdoa, semoga apa yang sepupunya duga itu benar.
.
.
.
—TBC—
.
.
.
Follow me : fanboyHAE
.
.
.
Beberapa pertanyaan Reader sudah terjawab di Chapter ini. Sisanya? Tunggu saja di Next Chapter :)
