Chapter 4

A/N: Maafkan Saya! (Dilempar batu) Maaf saya kelamaan update fic ini! (Dilempar granat) Laptop saya rusak dan harus menunggu satu bulan untuk memperbaikinya! Maaf sebesar-besarnya! Saya tahu anda semua marah jadi mohon pengertiannya! Sekarang saya akan membalas balasan Review!

Little Lazy Bear - Maafkan saya! Saya mohon maaf sebesar-besarnya! Tapi terima kasih atas pengingatnya!

Agito males login - Terima kasih atas reviewnya. Di chapter ini muncul kok Musashi dan Kurita. Tapi tolong tunggu kalau ingin melihat cerita Kurita.

Rizu Hatake- Hime – Terima kasih! Akan saya ingat!

j-d'akuma males login – iya Hiruma masuk Shinryuuji dan jadi Rival Agon. Terima kasih.

Mitama134666 – Hehe terima kasih. Tapi saya tidak tahu apakah dapat membuat cerita ini semenarik mungkin.

ToscaTurqoise – Salam kenal juga! Iya Hiruma sekolah di Shinryuuji.

Baik Review sudah terbalas. Sekarang… silahkan baca!

Setelah berjalan kaki selama 10 menit Hiruma sampai di sekolahnya. Sesaat Hiruma memasuki gerbang sekolah, ia di perhatikan oleh murid-murid yang lain.

"Eh, siapa itu?"

"Dia murid baru ya?"

"Kyaaa! Dia lumayan tampan loh!"

"Wow… dia sangat…"

Hiruma hanya menyeringai mendengar komentar-komentar dari murid-murid yang lain. Dia berkeliling di area sekolah melihat fasilitas-fasilitas yang tersedia.

'Apakah ada klub American Football?' pikir Hiruma.

Hiruma berkeliling untuk mencari ruang klub American Football. Tetapi setelah beberapa lama Hiruma tidak menemukannya dan berjalan kearah gedung sekolah. Di sana ia langsung ke arah ruang guru sebelum di tabrak oleh seorang cewek berambut auburn yang sedang berjalan dengan terburu-buru dan jatuh berdua.

"Hey, kalau jalan lihat-lihat!" bentak Hiruma.

"M-maafkan saya!" Hiruma dapat melihat wajah cewek itu. Rambut auburn, mata biru… ya tidak salah lagi ini 'Dia'.

'Keh, kenapa harus ketemu dengan cara begini!'

Hiruma berdiri dan sebagai seorang gentleman yang baik (Hiruma Gentleman!), ia membantu cewek itu berdiri.

"T-terima kasih dan sekali lagi maaf…" ucap cewek itu sambil membungkukkan badan kearah Hiruma. Hiruma berjalan melewati cewek tadi yang masih membungkuk.

"Cih. Lain kali lihat ke mana kau berjalan!" bentak Hiruma.

'Kuso! Kenapa gua jadi kayak gini!'

Hiruma memasuki ruang guru dengan perasaan marah dan aura hitam dapat di lihat di punggungnya dan membuat semua orang yang berada di sekitarnya merinding..

"Kau siapa ya?" tanya seorang guru yang kurus, berambut botak, dan memakai kaca mata. "Ada perlu apa?"

Hiruma melihat orang yang bertanya langsung menahan amarahnya dengat sekuat tenaga. "Nama saya Hiruma Youichi. Murid pindahan dari Shinryuuji." Jawab Hiruma dengan wajah emotionless.

Wajah guru itu tersenyum dan mengambil sebuah file dari meja. "Jadi kau murid pindahan itu!" ucap guru berkacamata. "Nama saya Kajikawa Fumiya, panggil saja Fumiya. kau akan masuk ke kelasku dan kau akan memperkenalkan diri di depan teman-teman barumu."

"Terserah…" ucap Hiruma sambil memasukkan tangannya ke dalam kantong celana. Lalu Hiruma mengingat sesuatu. "Apa di dsini ada klub American Football?"tanya Hiruma.

"Ada." Hiruma menghela nafas lega. "Namun Klub itu akan di bubarkan" Pernyataan itu membuat Hiruma kaget setengah mati.

"APA! BAGAIMANA MUNGKIN!" semua guru melihat ke arah Hiruma dan Fumiya. "Apa yang terjadi?" tanyanya dengan suara yang lebih pelan.

"Klub itu hanya mempunyai 2 orang pemain dan jika ingin bertanding harus meminjam dari klub lain." Sekarang Hiruma pusing, kekurangan pemain? Apa disini tidak banyak yang menyukai American Football? Sekarang apa yang harus aku lakukan?

TENG~ TONG~ TENG~ TONG~

Bunyi bel sekolah menghentikan acara berpikir Hiruma. Hiruma melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 07.30 .

"Baiklah, ayo kita ke kelas sekarang." Ajak Fumiya.

Hiruma mengangguk kecil dan mengikuti Fumiya yang menunjukkan jalan ke Hiruma. Hiruma masih berpkir bagaimana caranya agar klub American Football sekolah ini tidak dibubarkan. Setelah naik 2 lantai, mereka berdua berhenti di depan kelas yang bertuliskan '2-A'.

"Baiklah ini kelas kita." Ucap Fumiya. lalu ia memberikan tanda ke Hiruma untuk menunggu di depan kelas dan masuk ke dalam kelas duluan.

Semua murid yang melihat Fumiya masuk langsung berdiri. "Beri Hormat!" suruh seorang murid laki-laki berambut ikal. Semua murid membungkuk ke arah Fumiya dan kembali duduk di meja masing-masing.

Fumiya berdeham untuk melancarkan suaranya. "Pagi semuanya." Semua murid menjawab 'Pagi pak.' "Seperti yang kalian tahu hari ini kita akan kedatangan murid baru, jadi tolong bersikap baik kepada dirinya ya?" Fumiya mendapat jawaban dari para murid 'Baik' atau 'Iya'. Lalu Fumiya melirik ke arah Hiruma lewat jendela kecil yang ada di pintu.

Hiruma yang melihat tanda itu langsung masuk dan berdiri di sebelah kiri Fumiya.. Hampir Semua anak cewek berbisik dengan satu sama lain dengan kata "keren" dan "Tampan" dan anak cowok hanya diam mendengarkan ocehan anak perempuan.

"Baiklah Hiruma-san. Tolong perkenalkan dirimu." Ucap Fumiya. Hiruma mengangguk dan mulai memperkenalkan diri. "Nama Saya Youichi Hiruma, murid pindahan dari Shinryuuji. Salam kenal." Hiruma menundukkan kepalanya dan memasang senyuman kecil. Para anak perempuan berteriak "kyaa" atau "So cool". Hiruma hanya menggelengkan kepala melihat salah satu spesies yang paling merepotkan akan mengikuti dirinya kemana saja.

Fumiya berdeham dan semua murid langsung diam. "Baiklah Hiruma-san, kau duduk di sebelah Mamori-san ya. Dan Mamori-san tolong bantu Hiruma-san jika dia butuh bantuan ya!" Mata Hiruma terbelalak ketika gadis bermata biru yang ditabraknya berdiri dan mengucapkan "Baik" .

Hiruma berjalan ke tempat yang ditunjukkan dan melihat gadis itu sekilas. "Hiruma kan?" panggil Mamori yang duduk di sebelahnya. "Nama saya Anezaki Mamori. Salam kenal." Sapa Mamori dengan senyum manis.

Wajah Hiruma memerah kecil dan membalas "Keh… salam kenal" . Mamori menatap mata Hijau Hiruma. "Rasanya aku pernah melihatmu… dimana ya?" tanya Mamori. Hiruma sudah bersiap mendengarkan jawaban Mamori. "*plok* Iya! Kau yang kutabrak tadi pagi kan!" ucap Mamori dan Hiruma sweat drop. 'apa dia benar-benar tidak ingat ya?'

"Maaf ya, saya terburu-buru tadi." Ucap Mamori.

"Lain kali kalau lari lihat-lihat…" balas Hiruma.

Mamori menggembungkan pipinya. "Kan aku sudah minta maaf!" Hiruma tertawa kecil melihat wajah Mamori. "kekeke, ya ya kumaafkan!" wajah Mamori langsung berubah senang. "Hehe, terima kasih!"

"EHEM!" suara orang berdeham terdengar dari Fumiya. "Anezaki-san. Hiruma-san. Tolong perhatikan pelajaran!" perintah.

Mamori mengangguk kecil dan mengucapkan 'maaf pak' sedangkan Hiruma hanya mendecih.

*Pulang Sekolah*

Saat istirahat Mamori mengajak Hiruma untuk makan bekal bersama. Hiruma hanya menolaknya dengan 'maaf' dan langsung pergi. Ia pergi keatap sekolah dan tiduran sambil melihat awan dengan penuh pikiran. Cih, klub Amefuto akan ditutup karena kekurangan orang. Apakah disini tidak ada yang menyukai amefuto? Saat berpikir cara-cara untuk menyelamatkan klub Amefuto Hiruma mendengar teriakan dan… tangisan?

"Huuuu…. Musashi-kun! Bagaimana caranya kita mendapatkan pemain dengan tepat waktu!"

"Kurita! Jangan menyerah dulu! Masih ada 2 minggu lagi!"

"Tapi-"

Percakapan mereka berhenti saat mereka menyadari sesorang berambut hitam melihat mereka.

"Apa yang sedang kalian lakukan…" ucap Hiruma dengan tatapan malasnya. Hiruma melihat dua orang aneh. Satu gendut dan berkepala kastanye dan satu lagi tampang paman-paman tapi menggunakan seragam Deimon.

"Hm… rasanya aku pernah melihatmu." Ucap 'paman' tersebut.

Mata remaja gendut di sebelahnya terbelalak dan menunjuk Hiruma. "Musashi! Dia Hiruma Youichi! 'Sang Setan Hitam' !"

'Paman' tersebut melihat Hiruma dengan seksama. Matanya langsung terbelalak. "Kenapa pemain Shinryuuji ada disini?"

Hiruma mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa kalian tahu diriku?"

Mata Kurita semakin terbelalak "Kenapa? Kau seperit mimpi yang terwujud!" Ucap Kurita dengan air mata di pipinya. "Maukah kau masuk klub American Football kami!"

Hiruma melihat mata kurita yang berisi putus asa dan harapan. 'Akan kuberi mereka tes dulu.' "Jika aku masuk, apa keuntungannya di diriku?"

Kurita dan Musashi saling bertatap mata. "K-kami tidak tahu apa yang dapat kami beri." Ucap Kurita.

"Hmph. Jika tak ada keuntungannya di diriku untuk apa aku masuk." Ucap Hiruma dengan nada mengejek.

Musashi mengepalkan tangannya hingga berdarah dan menunduk ke Hiruma. "Kami mohon masuk ke klub kami!"

Hiruma membelakangi mereka berdua. "Huh… beri aku keuntungan yang baik. Mungkin aku akan pikir ulang."

Kurita mulai mengeluarkan air mata lagi dan Musashi menggapai Hiruma dan mengangkat kerah bajunya. "Kau tidak mengerti perasaan kami!" teriak Musashi. "apa kau mengerti klub yang kami buat karena sama-sama menyukai American Football akan di hapus! Apa kau mengerti!"

Hiruma menatap mata Musashi yang berair. "Keh, klub lemah seperti ini memang harus di hancurkan."

Musashi yang tidak dapat menahan emosinya langsung memukul Hiruma dengan sekuat tenaga. "Jangan kau pernah mengejek klub kami!"

Hiruma mengusap darah yang mengalir dari bibirnya dan ia tertawa. "Kekekekeke!"

Musashi dan Kurita hanya memandangi Hiruma yang tertawa seperti orang gila. Beberapa saat kemudian Hiruma menghentikan tawanya dan menatap kedua orang di depannya dengan seringai di wajahnya. "Kalian lulus."

Musashi dan Kurita hanya berkedip. "Jadi kau mengetes kami?" tanya Musashi.

Hiruma mengangguk dan tetap menaruh seringai di wajahnya. "Kekeke! Ya, tes itu agar mengetahui siapa saja yang menyukai American Football."

Kurita yang prosesornya lebih lambat dari Musashi hanya menatap Hiruma dengan mata penuh harapan.. "Jadi jika kami lulus tes tadi maka…"

Hiruma mengangguk. "Bersiaplah untuk latihan neraka! Pertama-tama beritahukan nama kalian! Kau duluan Kastanye!"

Kurita tersenyum riang. "Nama saya Ryokan Kurita, kelas 2. Center line. Saya akan melindungi anda Hiruma-kun!" Hiruma menyeringai melihat api muncul dari mata Kurita. 'Dia akan menjadi lineman yang baik' "Baik! Lanjut kau paman tua!"

Musashi mengangkat alisnya mendengar panggilannya tetapi membiarkannya. "Namaku Takekura Gen, panggil saja Musashi. Kelas 2 dan Kicker." Hiruma memandang Musashi dengan seksama. 'jika dia diandalkan menjadi kicker berarti tendangannya bagus.'

TENG~ TONG~ TENG~ TONG~

Hiruma melihat jamnya. "Baiklah. Kita akan berkumpul nanti diruang klub dan mulai menarik minat para murid untuk bermain American Football, Mengerti?"

Musashi dan Kurita mengangguk dan mengucapkan sampai nanti ke Hiruma. Mereka meninggalkan atap, meninggalkan Hiruma sendiri menatap langit dengan air mata menetes di pipinya.

"Ibu… doakan aku…"

To Be Continue.

A/N: Bagaimana chapter ini? Menarik, membosankan? Terima kasih jika anda me-review dan memberika ide-ide saya. Silahkan bicara apa saja ke saya. Yang jelek-jelek juga gak papa. Biar saya tahu kelemahan saya. Sekian terima kasih!

p.s: Sedang melatih Astral…