DISCLAIMER : Udah dibilang Kuroshitsuji punya Yana Toboso bukan punya saya! Heh gimana sih ga mau ngerti juga! *author dilempar piso, nancep di kepala*
WARNING! : OOC, GARING, GAJE, dll
ooooo
PRANG! CPROT! JGER! JDOR! DZIGH! BUKH!
Yah memang backsound yang terlalu berlebihan haha. Claude dan William sedang bertarung! Pertarungan antar kembar buruk rupa! *author ditabok*
"William! Akan kuakhiri kau disini!" teriak Claude sambil melemparkan pisau
"Itu tidak akan terjadi!" sambil ayun ayunin death schyte-nya ke arah Claude
"Hah! Ngawadul aja lo!"
PLOK!
"Heh kurang ajar lo, Claude!" sambil ngebersihin muka yang habis kena lemparan kue tart
Sementara itu di depan pintu…
"Ciel, kamu punya popcorn ga? Minta dong kalo ada"
"Nih" sambil nyomot popcorn
"Wah pertarungannya kaya di pilem Jems Bon nih!" Sebastian nimbrung
Kembali lagi ke dalam dapur…
"Hah… Aku cape habis kerja tadi…"
"Hahaha! Ini saatnya kau mati, William!" *ngibasin rambut dari jidat (lagi)*
"Tidak secepat itu, Claude!" *ngibasin rambut dari jidat juga*
"AAAAA! Sebastian! Kamu punya kacamata hitam kan? Silau gile!" Ciel stress nonton dari pintu dapur
"Sebastian! Ambilkan untukku juga! Butlerku jidatnya sakti nih!"
"Ah! Ini kan puncak dari pertarungan mereka! Jidat vs Jidat! Yasudahlah… terpaksa saya harus mengambilkan kacamata hitam untuk Bocchan dan Earl Trancy"
Jidat vs Jidat! Sinar matahari yang masuk lewat jendela dapur dipantulkan oleh jidat Claude dan William! Sinar matahari yang dipantulkan oleh jidat mereka berdua menentukan kemenangan mereka. Siapakah yang menang?
ooooo
"Heyaaaaaaaaaaaah!" Claude teriak
"Hiyaaaaaaaaaaaaaa!" William teriak
"HEYAAAAAAAAAAH!" Claude teriak lebih keras
"HIYAAAAAAAAAAA!" William teriak lebih keras
"Hoh hoh hoh"
"Alois! Apa kau dengar itu? Ada suara tanaka!"
"Umm… Engga ah. Kamu kangen tanaka kali makanya suaranya ampe kebawa kesini"
"Tapi…. Ah yasudahlah. Ayo kita nonton. Woh! Liat! Sepertinya butlermu akan menang Alois!"
"Ya! Eh… Hey! Ciel! Tanaka ada disebelahmu! Kok dia bisa ikut kesini?"
"Apa? Eh tanaka? Tanaka kenapa anda ada disi- Hah… percuma nanya ke dia"
"Paling dijawab hoh hoh lagi ya sama dia? Hahahaha"
"Hoh hoh hoh"
"AAAAAARRRRRRRGHH!" William teriak di ambang kematian
"Tinggal jurus terakhir…" Claude menyiapkan jurus terakhirnya yaitu…
"HONOCOROKO!"
BLAAAAAAAAAAAAAAAR!
Dapur William hancur seketika. Ciel dan Alois selamat karena diselamatkan oleh Sebastian yang baru datang sambil membawa 2 kacamata hitam (telat). Saat ledakan sudah selesai, mereka kembali ke dapur yang telah hancur itu. Tapi… Siapa yang mati?
"Cla…u…de…" Alois mulai menangis
"Alois…" Ciel juga ikut sedih (tumben nih orang turut berduka cita, apalagi ke Alois)
"Earl Trancy! Lihat! Butlermu masih hidup!" Sebastian tiba tiba berteriak sambil menunjuk ke arah asap-asap ga jelas (ini mah yang biasanya author liat di film)
JRENG JRENG JRENG
Pahlawan datang! William sudah mati, sementara itu Claude masih hidup walaupun banyak luka disana sini. Tapi bagi iblis luka seperti itu bukan apa apa.
"Claude! Aku khawatir kamu sudah mati!" *peluk peluk Claude*
"Saya tidak akan mati hanya karena begini, tuan" *bales peluk ke Alois*
*Inner Ciel : astaga! ClaudexAlois!* *Ciel nosebleed*
"Bo…Bocchan… Kok anda nosebleed? Jangan jangan…"
"Eh? Ah? Eee ini aku kecapean hehehe"
"Oh gitu… saya kira…" *Sebastian nosebleed*
"Sebastian! Kamu juga nosebleed! Wah… Kita sama…"
"Bocchan… Kalau saya sih masih mending… Lah anda? Imut imut ternyata dalemnya gitu…"
"Hehehhe… udah ah! Eh besok jangan lupa beli komik yang ada shonen-ai ya!"
"Yes, My Lord. Ntar saya pinjem juga ya?"
"Okeeeeee"
*Inner Alois dan Claude : astaga… ternyata partner fujoshi sama fudanshi. Udah ah ga pelukan lagi*
Wah! Dasar nih majikan sama butlernya udah tercemar pikirannya! *halah kaya author ga aja* Yaoi sama yuri mulu nih Ciel sama Sebastian! *ehem* Oke lanjut ke cerita. Mereka berempat pun membiarkan mayat William dan Grell berada di rumah funky nan alay milik William itu
"Heh? Itu Tanaka gimana nasibnya?" Alois yang inget tanaka tiba tiba panik
"Tanaka? Saya tidak melihat ada Tanaka disitu, makanya tadi ga saya tolong"
"Lalu… nasib Tanaka gimana dong?" Ciel mulai sedih
"Hoh hoh hoh"
"Ah! Ada suara Tanaka! Tanaka-saaaaaaaaan! Itu! Itu Tanaka kejepit pintu! Claude cepat tolong dia!"
"Yes, Your Highness" *langsung ngacir nolong Tanaka*
"Hoh hoh hoh"
"Bertahanlah Tanaka-san! Anda akan segera selamat dari sini"
ooooo
Akhirnya setelah berjuang, Claude berhasil menyelamatkan Tanaka. Mereka juga membawa pulang semua anak laki-laki yang jadi korban penculikan. Mereka berempat + Tanaka + manusia manusia itulah kembali lagi ke bumi, sementara itu Tanaka diantar ke toko Teh Hoho. Dan Ciel, Sebastian, Alois, dan Claude pun sampai di mansion!
"Umm… Ciel… Hari ini aku menginap di mansionmu ya!"
"He? Kan kasusnya udah selesai. Udah sono pulang aja lu"
"Aaaa! Sehariiiiiii aja! Ya ya ya?" *kawaii neko eyes mode*
*Inner Ciel : uanjir imut nih minta di unyuuu* "Yah gapapa deh okeoke"
"YAY!"
ooooo
Akhirnyooo selesai juga nih fict yang sangat gaje dan garing. Yang minat review yaaaa. Terima kasih udah bacaaaa. Salam dari author gajelas!
