We Meet In Halte chap 4

Author : XoUnicornXIng

Title : We Meet In Halte

Cast : Lay,Suho,Luhan,Sehun,dll

Disclaimer : the cast belong to God,but the fict belong to me.

Warning : YAOI,alur aneh,terlalu cepat,typos,OOC,bahasa tidak baku,dll

Pada akhirnya kami bertemu lagi

Ya,dihalte ini

Memulai lembaran baru,kami memang mulai lembaran baru

Sebagai kekasih lagi

Ah.. ini seperti kisah negri dongeng

.

.

.

XoUnicornXing Present

.

.

.

Lay memandang seluruh keluarganya,berharap ada yang membuka mulut dan menceritakan kejadian yang melibatkan pernikahannya. Lay cukup shock mendengar kata-kata dari Luhan itu. Tapi ia tahu Luhan juga shock,atau mungkin bisa dibilang sok tahu.-.

"Baik,apa sudah terobati shock mu Xing?" inilah salah satu karakter papanya,walaupun sedang serius tapi tetap terlihat tenang,dan dibumbui candaan.

Lay mendengus,tapi ia mengangguk. Lebih cepat kurasa lebih baik,batinnya.

"Jadi,dua hari yang lalu,datang dua orang laki-laki yang satu seumuran denganmu dan yang satu seumuran Tao" Kris membuka acara. Lay diam saja ia menunggu kelanjutan.

"Luhan dilamar oleh anak seumuran Tao,dan kau-

Papa Lay menghentikan ucapannya

-dilamar namja satunya yang seumuran denganmu" mama Lay melanjutkan ucapan papanya.

DEG
DEG
DEG

Oh no! Siapa coba yang ngelamar aku,untung-untung Suho ge,tapi kalo orang gak kukenal gimana?" Lay sudah berimajinasi dan menerka-nerka siapa orang itu.

"Namanya Kim Joonmyun,katanya sih dia sudah amat sangat mengenalmu,tapi gue gak yakin deh" Kini Kris yang bersuara.

Joonmyun ?

Joonmyun? Eh suer namanya Joonmyun?

Joonmyun itu kan nama aslinya Suho...

Ciyusly nih.. duh terhura deh

Begitulah kira-kira batinan Lay yang memang dari tadi terhura-hura itu-_-

"Tapi mengingat aku belum menikah jadi kau bertunangan dulu baru setelah aku menikah kau menyusul" Kris menyeringai. Suatu hobi yang menyenangkan mengganggu adiknya ini.

Sedangkan Lay? Ia hanya cemberut mendengar ucapan itu,tapi tak apalah. Yang ada di pikirannya saat ini adalah ia harus menelpon Suho dan Luhan nanti.

.

.

.

Lay POV

"Yeobyoseo?"

"Lu ge~ aaaa"

"Apasih Xing~ eh kamu gak shock apa gimana gitu?"

"Shock lah ge~ pulang-pulang gajadi married"

"Eciee yang ngebet married sama aku... terhura aku Xing"

"Hahaha-_- eh ge,kau senang tidak menikah dengan namja itu. Dia siapa sih ge?"

"Dia... itu ya gimana ya Xing.. ya gitu deh/?"

"yang jelas dong ge~"

"Besok deh Xing,dan btw aku senang kok married sama Sehun kk"

"Okey ge,paypay"

"Paypay Xing"

Kuputus sambungan line ku dengan Luhan ge. Huft,aku yakin dan sangat yakin kalau Luhan ge sudah lama mengenal namja bernama Oh Sehun itu.

Suho ge..

Apa perlu ku telfon? Tapi...

Takut..

Padahal ini tinggal mencet lho.. tapi takut plis..

KLIK!

eh.. kok kepencettt?...

duh duh.. langsung ku klik tanda merah yang berfungsi untuk memutuskan panggilan.

Huh,hampir aja. Lagipula aku masih bingung harus ngapain. Yah,antara senang dan takut.

Senang.. yaiyalah senang,terkabul satu mimpiku,yaitu tunangan dengan Suho ge.

Takut.. yaiyalah takut,kan kia udah putus,malu kaka

Kok haus ya? Minum dulu deh.

Aku mengambil segelas air putih yang ada di kamarku.

Drttt...

"Halo?"

"Halo Lay"

"uhuk..uhuk.." astaga.. kenapa Suho ge menelponku,dan kenapa pake acara keselek segala sih-_-

"Eh,kau tak apa Lay ?"

"..."

"Lay?"

"..."

"Yixing?"

"..."

"Zhang Yixing?"

"..."

"Kim Yixing?"

"uhuk.."

"Yeobo?"

"Huweee Suho ge jahat..hiks"

"Lay.."

"Suho ge merencanakannya? Hiks.. "

"Awalnya tidak,tapi Sehun dan aku diberi ide cemerlang appaku jadilah begini.. kau menyesal Lay?"

"Hiks... tidak..hiks"

"Cup..cup jangan nangis dong..besok kujemput ya?"

Aku menghentikan tangisku,gaenak sih.. nelfon sambil nangis-_-

"Jemput apa?" aku mulai mencari tissue

"Ke pernikahan Luhan"

"Memangnya gege diundang?"

"Diundang lah Lay,dandan yang cantik okey"

"Aku tidak cantik ge~"

PIP

Sambungan diputus.

Aku mengembungkan pipiku. Orang ganteng gini kok dibilang cantik,aku gak cantik tau,Cuma manis/?

Hoam..

Kurasa tidur lagi enak juga.

Lay POV end

.

.

.

Lay sudah siap dengan jas yang diberi mamanya kemarin. Yeah,kini dia sudah terlihat tampan. Harus tampan dong,kan mau ke kondangan –ehm,pernikahan- sahabatnya sendiri.

"Yixing.. Joonmyun menjemputmu!" teriak mama Lay dari ruang tamu.

"What?!"ganti Lay yang berteriak.

"Sudah ah,sana temui,jan lemot depan calon suami sendiri" Kris yang berada di sampingnya pun berkomentar. Lay mendengus,nasib punya kakak kayak begini ya gini deh.

Tapi Lay pun turun. Menghampiri Suho yang tersenyum manis. Ugh,Lay rindu sangat dengan namja didepannya ini.

"Ajhussi kami pergi dulu,terima kasih" ucap Suho sopan. Namja bernama asli Kim Joonmyun itu menggandeng tangan Lay yang masih sedikit –atau mungkin banyak- shock.

Sepanjang perjalanan mereka berdua diam. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Lay merasa dunia terasa cepat,ia bingung antara sedih,senang dan sebal. Tak lama mereka sampai di gereja tempat Luhan dan Sehun menikah.

Mereka pun turun dari mobil yang sudah diparkiran itu dan berjalan beriringan ke gereja. Mereka duduk di salah satu kursi yang memang sudah disiapkan. Sempat tadi mama Luhan menyapa Lay dan bercakap-cakap dengannya sebentar.

Kini Suho bercakap-cakap dengan Kris,yang dapat Lay simpulkan Suho dan Kris sudah kenal lama,terlihat dari topik yang dibicarakannya.

"Ehm.. hadirin sekalian..pernikahan akan segera dimulai" ucapan mc tadi membuat para tamu undangan duduk tenang. Dan pintu gereja pun terbuka.

Omg! Hampir Lay tertawa terpingkal-pingkal melihat sahabatnya itu. Ugh,lihat! Betapa cantiknya Xi Luhan,dengan gaun pengantin itu wkwkwk,begitulah batinan Lay.

Yang Lay pikirkan,kenapa Luhan mau dipakaikan gaun? Ia tahu,selama ini Luhan selalu berada di posisi bottom –kecuali denganya dan Xiumin,karena Luhan takkan mau mengalah dari mereka- tapi,ia selalu menjaga image manly-nya. Ia –lay- jadi berfikir yang tidak-tdak jika ia menikah nanti. Jangan sampe kalau aku menikah,aku pake gaun,pikirnya.

Luhan akhirnya sampai diujung altar. Seakan deja vu,Lay melihat dan mendengarkan dengan khidmad saat sahabatnya mengucapkan janji suci. Ah,takdir begitu senang mempermainkan kita. Satu minggu yang lalu ia –Lay- dikelilingi rasa gundah karena ia mau tidak mau harus memutuskan Suho. Tapi kemarin saat ia pulang,ia diliputi perasaan menyesal,senang,dan bingung. Semua terjadi begitu cepat. Saat bibir Sehun bertemu bibi Luhan semua hadirin bertepuk tangan ria.

.

.

.

"Chukkae gege~" Lay memberi ucapan selamat kepada Luhan dengan bahasa campuran. Mungkin efek seminggu di Korea.

"Aaaa... Yixinggg" Luhan memeluk Lay,mungkin para hadirin pasti berpikir kalau mereka sepupu.

"Gege~ kau berhutang penjelasan padaku" Lay mempoutkan bibirnya. Luhan menghela nafas.

"Nanti kalau sudah selesai kujelaskan oke "

"Oke,kau juga" ucap Lay sambil menunjuk Suho yang kebetulan disebelahnya. Suho mendengus,sampai sekarang ia masih merasa menjadi tahanan yang dimintai keterangan. Tapi Suho cukup memahami keterkejutan kekasihnya ini.

"Kalau aku tak mau bagaimana?" goda Suho. Ah,rasanya sudah lama ia tak menggoda Lay,padahal baru seminggu yang lalu.

Lay menegakkan pundaknya. Kemudian menatap Suho. "Kalau gak mau,kamu aku end".

Suho sempat tersentak kaget. Hell,siapa sih yang mau diputusin?. Masa udah susah-susah bikin LayHan gagal nikah mau diputusin?. Tapi itu tak berlangsung lama,bukan Suho namanya kalau gak bisa bales

"Memangnya kapan kita nyambungya chagi"

Lay mendengus. Ia kalah lagi.

"yasudah kalau begitu.. huwee Lu ge~ Suho ge jahat" Luhan jadi sebal. Luhan pun memelototi Suho.

Sedangkan Suho membalas dengan tatapan 'aku-salah-apa?-aku-hanya-menggodanya'. Luhan kembali membalas dengan tatapan 'kau-salah-bicara-bodoh'. Dan kini ganti Suho yang melotot. Sehun dan Lay sudah sedikit jengah melihat mereka saling adu tatapan-_-.

"Eh,eh iya iya kita nyambungnya otomatis kok chagi~ "

.

.

.

"...Sehunitu.. . Itulah Sehun" Lay melongo mendengar kata-kata Luhan. Sebenarnya ia tidak terlalu tahu jelas,karena Luhan berbicara tanpa spasi.

"lalu?'-'"

"Sehun juga sepupu jauhku. Dia juga mendapat undangan itu. Nah akhirnya kami melakukan rencana" kini ganti Suho yang menjelaskan.

Flashback on

SUHO POV

Seoul, a week ago...

Aku menatap langit cerah kota Seoul. Huh,hatiku sedang tak secerah langit ini. Huh,lagi galau nih.. ini semua gara-gara undangan yang ada di tangan kananku. Undangan berwarna putih gading,simpel namun berkelas. Undangan pernikahan,dengan nama kekasihku sebagai salah satu mempelai.

Xi Luhan & Zhang Yixing

Huft.. Lay.. masa iya hubungan kami hanya sampai disini? Sungguh aku tak tega membuat Lay menangis seperti tadi di Halte. Bohong jika aku sudah tidak mencintai calon suami orang –read: Lay-. Dan,bohong jika aku merelakan Lay dengan pria bermuka imut yang berstatus tunangan sekaligus sahabat Lay ini. Hell,ia kenal Xi Luhan. Sehun dulu sering membicarakan Luhan denganku.

Yang aku pikirkan. Disini Luhan dan Lay menikah karena suatu perjanjian : jika mereka berdua sudah dewasa dan tidak mempunyai kekasih mereka harus menikah. Nah berarti keluarga Lay tidak pernah tahu dong Lay sudah punya kekasih ganteng bin tajir bernama Suho ini -_-.

Tapi memang sejak tadi aku sedang memikirkan rencana.

"Hyung!" eh,sejak kapan nih anak didepanku?

"Oh,halo Hun,sejak kapan didepanku?"

"Lima menit yang lalu"

"Oh.. kau sudah mengerti kan rencana kita?" Sehun nampak berfikir sebentar kemudian menganggukkan kepalanya.

"tapi apa berhasil?" aku tertawa kecil

"Harus berhasil Hun"

Hahaha,demi Lay dan cinta kita apasih yang enggak.

SUHO POV END

Flashback off

Lay dan Luhan mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Lalu?" lay kembali bertanya.

"Lalu..." kini ganti Sehun yang menjawab

Flashback on

SEHUN POV

Yes,hari ini liburan ke Cina. Eh,bukan liburan sih,Cuma mengerjakan rencanaku dengan Suho hyung. Hyungku ini memang rada gila deh sepertinya. Tapi tak bisa dipungkiri,aku masih sayang sama Luhannie~.

Suho hyung mengajakku pergi pagi sekali. Kami menaiki pesawat pertama yang terbang ke Cina. Kata Suho hyung,appa dan ummaku sudah kesana kemarin bersama orangtua Suho hyung. Kami kini perjalanan menuju rumah Luhan ge.

Katanya rumah Luhan ge sebentar lagi.

...

Kami pun tiba di rumah Luhan ge. Halaman rumahnya sangat luas,walaupun rumahnya tidak terlalu besar.

TING TONG

"Ya sebentar.." aku mengenal suara ini. Ini suara ummanya Luhan ge.

"Annyeong.." umma Luhan ge terlihat terkesiap sebentar. Suho hyung sih aneh,ini di Cina ge bukan Korea.

"A-annyeong.. nihao.. maaf mencari siapa?"

"Sepupuku ini ingin melamar Xi Luhan" ucap Suho hyung dengan bahasa Cina. Eh,hyung,kau frontal sekali.

"A-apa? U-um.. mari masuk terlebih dahulu"

Kami pun masuk kedalam rumah itu. Ternyata disana juga terdapat tamu.

Keluarga Zhang. Ya,tamu itu keluarga Zhang,buktinya ada Kris ge disini.

Kami membungkukkan badan lalu menyapa keluarga Xi dan Zhang.

"Maaf,apa maksud anda di pintu tadi?" tanya ummanya Luhan ge. Kurasa ganti aku yang harus beraksi.

"Sehun imnida. Saya ingin melamar anak anda tuan,saya ingin melamar Xi Luhan" ucapku dengan bahasa campuran. Seluruh penghuni ruangan itupun kaget.,tentu minus Suho hyung.

Terlihat appa Luhan ge sudah selesai kagetnya(?). "Ehm.. mungkin kita bisa berbincang-bincang sejenak" ucap appa Luhan ge. Aku melirik Suho ge,ah,ternyata ia sudah bertindak lebih dulu.

Kemudain kami –aku dan appa Luhan ge- berbincang bincang. Perbincangan ini lebih terkesan seperti introgasi buronan. Pertanyaan yang ditimpalkan dimulai dari mengenal data diriku,mengapa aku mengenal Luhan ge,orang tuaku,hingga visi misi jika menjadi suami Luhan ge-.

...

"Jadi.." umma Luhan ge membuka pembicaraan.

Appa Luhan ge menyeringai,begitu pula dengan tuan Zhang. Kemudian menepuk pundakku.

"Persiapkan dirimu nak,sebentar lagi kau seorang suami" ucap appa Luhan ge.

SEHUN POV END

Flashback off

.

.

.

"Lay,kau ada acara setelah ini?" tanya Suho sambil menyetir mobilnya. Sebenarnya itu mobil ayahnya sih,mengingat mobilnya di Korea.

Lay hanya merespon dengan gelengan. Suho tersenyum,kurasa kini waktunya,batin Suho.

Mereka pun berhenti di sebuah tempat.

Tempat menunggu bus.

Apalagi kalau bukan halte?

"Turunlah Lay" titah Suho. Lay pun hanya menuruti.

"gege~ mengapa kau membawaku kemari?" tanya Lay. Angin berhembus pelan seakan membantu menghidupkan suasana.

"Lay ingatkan kita bertemu di Halte?"

Lay mengangguk

"Ingatkan kita sempat putus,dan itu di Halte?"

Lay mengangguk,namun lebih pelan.

"Apakah kita sekarang masih kekasih?"

Lay diam. Tadi kan Suho ge bilang nyambungnya otomatis,batin Lay.

"Mungkin kita memang harus berakhir sebagai kekasih Lay"

Lay meneguk ludah,tiba-tiba tenggorokannya terasa kering. Ia merasa mulai ada air menggenang di pelupuk matanya.

"Kita sudah tidak cocok berpacaran"

Kemudian hening. Lay melirik Suho sebentar,kemudain..

"Hiks.." ia menangis.

Melihat Lay menangis,Suho pun mendekati Lay dan memegang bahu namja manis itu.

"Lay? Jangan menangis"

"Hiks.."

"Lay.."

"Hiks..hiks.."

CUP

Tangis Lay berhenti perlahan setelah menyadari ada sesuatu diatas bibirnya. Suho menciumnya. Ia juga dapat merasakan Suho ganti menggenggam tangan kanannya. Ia dapat merasakan Suho mengecup-kecup bibirnya lalu melumat bibir bawahnya. Tangisnya benar-benar sudah berhenti. Entah apa yang membisikinya,kini tangan kirinya sudah memeluk leher Suho.

Lay akui,ia rindu Suho menciumnya. Lay membalas ciuman Suho. Ia mendorong tengkuk Suho. Mungkin bisa dihitung berapa kali mereka berciuman seperti ini mengingat mereka LDR.

"Akh.." satu desahan keluar. Oh Zhang Yixing,ini tempat umum,jaga desahanmu(?). Ya,Suho menggigit bibirnya dan melesakkan lidahnya kemulut manis Lay,mengeksplore apapun yang ada disitu. Dapat Lay rasakan nafasnya mulai melemah. Suho pun melepas tautan panjang itu,dan mengecup pelan bibirnya lagi sebagai penutup.

Wajah Lay bersemu. Wajahnya benar-benar merah. Suho mengangkat tangan kanannya.

Ada sesuatu yang berbeda disana. Ada sebuah cincin.

"Ge-gege.. apa itu?" tanya Lay sambil menunjuk tangan kanannya dengan dagunya. Oh,bahkan dagunya sedikit basah.

"Kita sudah tidak cocok berpacaran Lay,karena kita lebih cocok bertunangan lalu menikah" ucap Suho. Ugh,romantis ya?

"Jadi..."

"Jadi.. Zhang Yixing.. maukah kau menjadi tunanganku lalu menikah denganku?"

Lay mengerjabkan matanya sebentar. Kemudian mengangguk. Suho tersenyum.

Wajah mereka pun kembali berdekatan.

Chu~

Yep,bibir mereka bertemu lagi.

CKRIK(?)

Kemudian Suho melepas bibirnya.

"lumayan buat walpaper handphone" Lay melotot mendengar ucapan Suho.

"YA! Suho ge!" teriaknya

.

.

.

END

XoUnicornXing present

21/02/2014

Big thanks for :

the-dancing-petals, Historia Rain, heeriztator, chenma, Laibel, joonxing, Xyln, ajib4ff, Brigitta Bukan Brigittiw, DwitaDwita, younlaycious88, Park Hyun-Re ChanBaek, luhan90, purplexing, RyeoYixing, Des Parfaits, Jaylyn Rui, Madelene Lexie,

THANKS BAGI YANG MEMFAV DAN FOLLOW FANFIC INI

THANKS BAGI YANG SUDAH MENYEMPATKAN MEMBACA FANFIC INI

THANKS YA SEMUANYA^-^

Hai.. ini sudah selesai.. fiuh.. hancur? kenapa saya ngerasa telat updatenya. Kemarin-kemarin saya disibukkan tugas sekolah dan kemalasan saya(?). yep,kemarin-kemarin saya males megang laptop.