Benci menjadi Terakhir

.

.

.

.

Disclaimer : Diabolik Lovers © By Reject

Staff : Test test sudah siap panggungnya, oke langsung buka saja Yuka-san

Yuka : Ehm…, udah pagi ya. Baru maraton nonton anime sampe subuh. Ngantuk…

Staff : Yuka-san, ini sudah malam…, bukannya ini salam pembuka untuk chapter empat fanfic "Benci menjadi Terakhir"?

Yuka : Oh ya deng, kok bisa sampe malam sih, sek tak ganti baju dulu *langsung meluncur ke lemari pakaian*

Staff : Ngapain pake ganti baju segala

*kembali ke mic* Okee maaf sudah menunggu saya hehehehe, kembali lagi di chapter terbaru Benci menjadi terakhir. Ehm aku liat sudah lumayan banyak reader yang menunggu kelanjutan fanfic ini, nah inilah saatnya yang kalian tunggu setelah digantung beberapa hari bahkan beberapa bulan oleh Yuka-chan gomen gomen *plok*

Selanjutnya langsung SCROLL ke bawah guys

.

.

Good Reading

.

.

"Semakin kau menjauh semakin aku merindukanmu atau melupakanmu"

.


.

Yui terdiam dan memandang pintu yang tertutup di depannya, ia menghela nafas karena sudah mengeluarkan emosinya namun ia merasa tidak enak karena telah berani membentak dan berdebat dengan Subaru yang juga adalah pemilik di rumah ini.

"Aduh.., bagaimana ini, aku sudah berani menyatakan hal yang buruk pada Subaru-kun" kuatir Yui sambil menggigit kukunya

"Seharusnya aku menjaga kesabaranku tadi, sekarang pasti Subaru-kun lebih membenciku dari sebelumnya" Yui menunduk dan bingung dengan situasi yang tidak bisa diulang lagi.

Ia merutuki dirinya sendiri berulang kali di dalam kamarnya yang besar namun sunyi tersebut, "Kalau Subaru-kun membenciku, pasti perlahan saudara saudaranya yang lain termasuk Roseta akan membenciku"

"Okee.., kelihatannya aku harus segera meminta maaf pada Subaru-kun sekarang" ucap Yui sambil menghela nafas lagi

Lalu ia memutuskan untuk minta maaf pada Subaru atas perkataannya namun saat ia mau membuka pintunya ternyata pintunya terkunci dari luar.

"Hah.., pintunya terkunci?" heran Yui sambil berusaha membuka pintu dan memanggil lainnya namun tidak ada yang menjawab panggilannya.

"Aneh.., aku tidak bisa keluar dari sini, aku harus bagaimana ini?" tanya Yui pada dirinya sendiri sambil mencari jalan keluar dari kamar ini sampai ia melihat balkon kamarnya.

.


.

Ayato, Laito, Kanato pergi menuju kamar Yui setelah pesta anggur bersama lainnya tadi mereka bertiga kesana untuk menggodanya sekaligus untuk meminum darah gadis itu dan semua ini adalah ide dari si troublemaker di rumah ini yang tak lain adalah Ayato Sakamaki.

Laki laki ini dasarnya sangat bandel dibanding dengan saudara saudaranya yang lainnya. Namun, dia yang paling dididik paling keras karena sifatnya tersebut. Membuatnya bukan semakin baik namun semakin tidak bisa diatur dan sudah terbiasa dengan berbagai macam hukuman bahkan hampir melenyapkan nyawanya.

"Ehm.., kau yakin akan melakukan ini Ayato?" tanya Laito sambil membenarkan topinya.

"Iya.." jawab Ayato singkat sambil terus berjalan di depan mendahului kedua saudara kembarnya tersebut.

Laito awalnya ragu dengan rencana kakaknya tersebut karena sesuai dengan peraturan, Kakak sulunglah yang harus meminum darah terlebih dahulu atau akan terjadi dampak yang pernah terjadi dulu.

"Terserahlah.." tanggap Laito sambil menaikkan kedua bahunya sedangkan Kanato hanya terdiam dan terus berjalan bersama mereka. Ayato tidak terlalu memperdullikan perkataan Laito dan terus mengikuti egoisnya.

"Ini kesempatan bagus untuk menunjukkan kekuataan dan kekuasaan kita sebagai tiga kembar bersaudara yang sering diremehkan apalagi oleh ayah" ujar Ayato setelah beberapa menit mereka terdiam.

Ia sebetulnya ingin sekali mendapat perhatian dari ayahnya ia pikir mungkin ini satu satu cara agar ia dapat menyalahkan Shuu dan Reiji yang memiliki kekuatan melebihinya dan setelah menyalahkan mereka Ayato akan menjadi penerus keluarganya sesuai ambisi ibunya.

"Kadang kau harus berpikir dulu Kak Ayato.., apalagi Roseta ada disini pasti dia akan marah dan menghukum kita bertiga" ucap Laito mengingat kakak perempuannya tersebut sangat menjunjung tinggi peraturan setelah Reiji.

"Masa bodo..,lagipula dia sedang tidak ada disini sekarang, aku tidak perduli akan dihukum seperti apa, yang jelas aku ingin mempunyai kekuatan itu" cuek Ayato, Sekarang Roseta pergi keluar setelah pesta tadi.

"Aku sebetulnya juga ingin kekuatan itu, apalagi kekuatan itu akan membuatku dapat berinteraksi dengan para gadis diluar tanpa takut terkena sinar matahari namun aku juga tidak mau kena hukuman yang membuat wajahku yang tampan ini rusak" ujar Laito sambil memuji dirinya sendiri membuat Ayato agak jijik dengan saudara kembarnya ini.

"Cuman hanya terkena luka sedikit kau takut" ejek Ayato membuat Laito sedikit kesal

"Diam..., kau saja yang sering terkena hukuman oleh ibu, aku tidak mau terkena hukuman sama sepertimu" bela Laito emosi.

"Jika kau tidak berani dihukum sebaiknya kau tidak perlu ikut kami, benarkan Kanato?" tanya Ayato dengan wajah jengkel diikuti anggukan Kanato

Laito hanya terdiam, dalam hatinya ia sangat ingin memiliki kekuatan tersebut namun di sisi lain ia tidak mau terkena hukuman lagi karena itu sangat lama dan menyakitkan. Lalu mereka bertiga tetap melanjutkan jalan mereka tanpa obrolan sama sekali.

.


.

Sampai di depan pintu kamar Yui, Tiga kembar tersebut menemukan Subaru terletak di lantai

"Eeh.., kenapa si lemah ada disini?" heran Ayato melihat adik bungsu mereka terbaring di lantai. Ayato memanggil Subaru lemah karena kekuatannya paling lemah dibanding yang lainnya.

"Entahlah, coba kita bangunkan dia" ujar Laito lalu duduk di samping Subaru.

"Hey.., Subaru bangun ini sudah malam" seru Ayato menendang perut Subaru yang pingsan

"Apa kau tidak terlalu kasar Kak Ayato?" tanya Laito

"Biarin, lagipula dia juga vampire sama seperti kita hanya tendangan kecil seperti itu tidak akan menyakitkan" ucap Ayato sambil melipat tangannya

Mereka berusaha membangunkan adik bungsu mereka itu namun Subaru masih tertidur di lantai. Kanato memeriksa jantung Subaru yang masih berdetak, Laito berpikir mungkin Subaru pingsan. Lalu mereka bertiga memandang kamar Yui

"Aku sedikit curiga dengan mangsa baru kita" ucap Ayato sambil memandang pintu kamar Yui yang masih tertutup.

"Benar.., aku sedikit sama curiga sama dia" tanggap Kanato sambil memeluk boneka teddy kesayangannya

"Aku akan bertanya padanya.." Ayato berjalan ke pintu kamar Yui, kemudian saat Ayato mau mendekat ke pintu kamar tiba tiba ia terpental ke belakang oleh suatu kekuatan aneh.

"Aouuw, apa apaan ini" keluh Ayato menahan sakit setelah terdorong mengenai tembok di belakangnya.

"Hey.., kau tidak mau membantuku hah?" tanya Ayato memandang Laito di dekatnya yang hanya terdiam tidak melihat kakaknya sedang kesakitan.

"Ehm.., Kak Ayato'kan bisa berdiri sendiri" ejek Laito, membuat Ayato jengkel

"Dasar kau..." saat Ayato mau menghajar Laito, laki laki bertopi itu dapat menghindar dengan mudah.

"Coba biar aku yang masuk, mungkin saja aku bisa masuk ke dalam" ucap Laito sombong, diikuti Kanato yang ikut ikutan mendekat. Namun mereka juga ikut terpental ke belakang oleh kekuatan Subaru.

"Hahahaha, rasain kau" Ayato tidak berhenti ketawa melihat Laito dan Kanato bernasib sama dengan dirinya

"Aduuh..., sialan" kesal Laito.

"Aku tahu kekuatan ini berasal.." ujar Ayato membuat Laito dan Kanato mengalihkan pandangan mereka ke Ayato

"Darimana'kah?" tanya Kanato penasaran

Ayato menunjuk Subaru yang masih pingsan di lantai, "Dari si lemah ini.."

Laki laki berambut merah berantakan itu langsung tahu kalo aura ini berasal dari kekuatan Subaru karena mereka berdua pernah berlatih kekuatan bersama saat kecil

.


.

~~Flashback~~

Saat sedang malam hari dan bulan purnama bersinar terang, Ayato dan Subaru sedang berlatih menggunakan kekuatan mereka di depan ayah dan paman mereka. Saat itu mereka berdua masih kecil.

"Aouww.., sakit.." Subaru menyeluh sakit setelah dibuat terpojok oleh api Ayato yang sangat cepat.

"Hahahaha, rasakan itu..., jangan sok sombong, tahu diri kalau kau adalah anak bungsu dan paling lemah" ejek Ayato menginjak kaki Subaru yang kesakit

"Sakit.., Kak Ayato"

"Kau masih belum mengeluarkan kekuatanmu...atau mungkin kau memang tidak mempunyai kekuatan vampire" ucap Ayato terus melemparkan bola bola api ke Subaru, laki laki beriris ruby tersebut langsung menghindar secepat kilat.

"Haaah...haah..,haaah.., aku memang belum menunjukkannya, Kak.." lalu Subaru menghilang dari pandangan Ayato

"Eeh.., kemana dia?" bingung Ayato melihat Subaru tiba tiba menghilang dari pandangannya.

Lalu Ayato merasa ada yang menendang kakinya, sampai ia terjatuh ke tanah, "Sialan, ternyata kekuatanmu menghilang rupanya"

Subaru tidak menjawab ucapan Ayato dan terus menendang kakak tirinya tersebut membuat Ayato giliran terpojok karena dia tidak bisa melihat keberadaan Subaru.

"Kelihatannya kalau aku bisa menyentuh salah satu tubuh dengan tangan apiku mungkin aku bisa melihatnya sekilas dan menghajarnya" batin Ayato terus menahan serangan dari Subaru.

"Yang jelas aku tidak boleh kalah disini apalagi di depan ayah" Ayato sudah mulai kesakitan apalagi tendangan beruntun beberapa kali

Saat Subaru menendang lagi, entah karena kebetulan Ayato langsung tahu arah serangan Subaru lalu dengan kekuatan api penuh di tangannya. Ayato dapat mengenai kaki Subaru membuat kaki Subaru terbakar lalu Ayato menendang Subaru setelah terlihat.

"Cih.., dasar" kesal Subaru hampir menendang bagian kepala Ayato yang merupakan bagian vital.

"Hehehe, ternyata kau cukup kuat rupanya meskipun hanya mengandalkan tendangan dan pukulan itu, namun kau masih lemah seperti biasa" ucap Ayato mendekat Subaru yang kesakitan.

"Aku tidak lemah.." teriak Subaru kesal karena dia terus diejek oleh kakaknya yang nakal ini.

"Kau bahkan tidak bisa menyerangku jarak jauh yang biasa vampire lakukan dan kau seperti pengecut karena kau menyerang saat kau menghilang" ejek Ayato sambil membersihkan bajunya yang terkena tanah. Subaru hanya terdiam..

"Baiklah.., saatnya untuk menghabisimu sekarang" Ayato segera mengeluarkan api di tangannya dan dengan senyum licik, "Rasakan ini.!"

Tiba tiba muncullah pelindung berwarna ungu di sekitar Subaru melindungi Subaru dan membuat kekuatan api Ayato terbelah menjadi dua.

~~Flashback End~~

.


.

Mereka bertiga bingung sampai Ayato mau menggunakan kekuatannya namun ditahan Laito karena akan membunuh Yui di dalam.

"Sial.., kelihatannya aku harus menggunakan kekuatanku" Ayato mulai mengeluarkan api di tangannya

"Eeh.., tunggu dulu Kak Ayato" Laito menahan tangan Ayato yang sudah kehilangan kesabarannya.

"Berisik, aku ingin segera membuka pintu itu dan meminum darah reinkarnasi matahari itu"

"Ayato, apa kau tidak berpikir kalau kau menggunakan kekuatanmu disini, akan membunuh Yui di dalam" ucapan Laito membuat Ayato berhenti, "Cih..sial"

Ayato kesal sambil membersihkan bajunya, lalu ia mengalihkan pandangannya ke Subaru.

"Kanato, coba kau bawa dan jauhkan Subaru dari pintu ini" pinta Ayato, Kanato segera menggangguk lalu teddynya berubah menjadi awan kemudian membawa Subaru yang masih pingsan menjauh.

Kanato memiliki kekuatan dimana ia dapat mengubah teddy kesayangan menjadi barang apapun yang diinginkan namun tidak bisa melebihi tinggi Kanato.

"Apa yang kau pikirkan Kak Ayato?" tanya Laito penasaran dengan jalan pikir kakaknya tersebut yang kadang tidak terduga

"Lihat saja nanti" tanggap Ayato sambil tersenyum

Dan sesuai dengan dugaan Ayato, kekuatan Subatu yang melindungi pintu kamar Yui perlahan mulai hilang.

"Wooaah, pelindungnya hilang" kaget Laito

"Ehm.., sudah kuduga, jika pengguna kekuatan pelindungi dijauhi dari objek maka perlahan akan hilang pelindungnya" ujar Ayato

"Kau lumayan pintar rupanya" puji Laito

"Sudah sekarang, kau segera menggunakan kekuatanmu untuk mengelabui saudara lainnya" suruh Ayato tidak memperdulikan pujian Laito

"Haah.., padahal aku ingin menghisap darah gadis manis itu juga"

"Diam.., kau mau rencana kita gagal saat saudara saudara yang lain tahu ini?"

"Huh, baiklah.., tapi jangan kau habiskan mangsa kita" ucap Laito lalu ia menyamar menjadi Roseta untuk mengelabui Shuu dan Raito karena Roseta sedang berada di luar sekarang. Ayato hanya mengangguk.

Ayato tersenyum dan dengan mudah dapat masuk ke dalam kamar Yui, namun saat mereka sudah masuk. Yui sudah tidak ada di dalam kamar.

.

.

.

.

Bersambung


Chapter 4 sudah selesai bagaimana pendapat kalian soal chapter ini'kah?

To Reviewer :

Rika707 : Wah.., terima kasih sudah mampir di fanfic saya hahahaha*plok* Semoga Rika-san senang dan selalu baca nih fanfic oke. Semakin update memang semakin banyak kamu penasaran sama ceritanya ini.

Kuro Tamvan : Haloo Kuro-san, memang fanfic keunggulannya bikin mesem mesem sendiri hehehe, untuk reinkarnasi dewi bulannya memang belum diberitahu disini dan akan diberitahu saat puncaknya cerita nanti, jadi tunggu yak. Terima kasih atas dukungan dan reviewnya.

Di chapter ini lebih menunjukkan kekuatan beberapa tokoh utama, dari Ayato dengan kekuatan apinya, Subaru yang menghilang dan memiliki pelindung, Kanato dapat mengubah Teddy menjadi barang yang ia inginkan, Laito dapat menyamar menjadi seseorang bahkan dapat memiliki kekuatan orang tersebut. Untuk Shuu dan Reiji akan diberitahu chapter selanjutnya yak *ditendang fans Shuu dan Reiji*

Sudah sekian dari saya, jangan lupa favorite, follow, dan review fanfic ini biar varokah. Arigatou minna