Sesaat kemudian, taring Sasuke mulai memanjang dan mata-nya berubah merah dengan tiga tanda hitam seperti koma. Di dekatkan-nya leher Naruto ke arah taring milik Sasuke. Nafas Sasuke mulai menyentuh kulit leher Naruto, hal itu membuat tubuh Naruto bergetar geli. Sasuke memposisikan taringnya diantara perpotongan leher Naruto. Bersiap menembus kulit tan Naruto.
"Sa-Sasuke.. nngghh..,"
"Tenang, Naruto. Ini tak akan sakit…,"
"Ngghh.., arrgghh.. AAAAAAA..!"
.
.
.
Naruto - Masashi Kishimoto
Author - HikaruMinori
AssistantAuthor - PichaChan
Disclaimer - Naruto milik Kishimoto-sensei, HikaMino cuman meminjam untuk Fic ini
Rated T
Pairing - SasuFem!Naru
Warning - Typo, OOC, Alur berantakan, GaJe, Masih kaku, DLL
DON'T LIKE, DON'T READ
.
.
.
"AAAAAAA…!"
Naruto bangun dengan nafas memburu. Naruto melihat sekeliling ruangan dimana ia berada sekarang. Dan pandangannya terhenti pada seorang pemuda yang terbaring damai di sebuah ranjang. Naruto ingat, ia disini karena bersedia menjaga Sasuke. Tapi, ia malah tertidur. Dalam tidur, Naruto juga bermimpi aneh. Sasuke menggigitnya? Segera saja Naruto melihat cermin di sebelahnya, dan memeriksa lehernya.
"Haaah~ Sudah ku duga hanya mimpi.." lega Naruto saat melihat lehernya tidak memiliki bekas apapun.
"….Nggh"
Gerakan kecil dari jari Sasuke, membuat Naruto mengembalikan perhatiannya kepada Sasuke. Menggenggam lembut tangan pemuda tampan di hadapannya, memandangnya khawatir. Tidak lama, mata Sasuke terbuka, perlahan-lahan menampakkan mata hitam kelam-nya yang membuat siapapun takluk. Naruto sedikit menampakkan senyum kecilnya, ketika Sasuke membuka matanya.
"…..Naruto?" ucap pelan Sasuke, saat melihat sosok yang menggenggam tangannya.
"Iya, ini aku Naruto.." sahut Naruto senang, dan tidak bisa melepaskan senyum dari wajahnya.
"….Dimana…ini?" tanya Sasuke yang mulai mengedarkan pandangannya ke sekitar ruangan
"Ruang kesehatan di EnternalKingdom" jawab Naruto, sambil membantu Sasuke untuk duduk.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Naruto menjadi penasaran tentang kejadian yang menimpa Sasuke.
"…Bukan hal penting…Kau tidak perlu tahu, Naruto" Sasuke mengacak pelan rambut Naruto.
Naruto melihat luka Sasuke yang telah di perban. Sepertinya lukanya sudah membaik, dan perban-nya telah diganti yang baru. Naruto berdiri, dan membuat secangkir teh herbal. Sasuke menatap bingung Naruto. Naruto paham arti tatapan Sasuke. Dibawanya teh herbal itu ke Sasuke, lalu menyuruhnya untuk minum. Sasuke menatap ragu isi dari cangkir itu. Walau begitu, Sasuke tetap meminumnya.
"….Tidak buruk"
Senyum besar terlihat di wajah gadis pemilik kulit tan ini. Naruto berdoa agar teh herbal-nya bisa membuat tubuh Sasuke, sedikit lebih baik, dan menghiraukan rasa sakit akan lukanya. Setelah Sasuke selesai minum, Naruto mengambil cangkir-nya, dan membawanya ke meja kecil di sampingnya.
"..Lebih baik kamu istirahat.." ucap Naruto, sambil membantu Sasuke untuk tidur.
"Tidak, aku sudah tidak apa-apa" cegah Sasuke saat Naruto ingin membantunya.
"Lalu, kamu mau apa?" tanya Naruto, ketika Sasuke menolaknya untuk beristirahat.
"…Aku ingin jalan-jalan.." Sasuke mengubah posisinya menjadi duduk di tepi ranjang.
"Baiklah, kamu mau kemana?" Naruto menatap penuh tanya.
"Kemana saja. Asal tidak disini" ucap Sasuke yang berusaha untuk berdiri.
Naruto membantu Sasuke untuk berdiri, lalu membopong-nya. Karena, terlihat Sasuke masih kesulitan untuk berjalan. Naruto melirik Sasuke yang memang lebih tinggi darinya, tentu lebih besar juga keadaan fisiknya. Lalu, berpindah perhatiannya ke luka yang dialami Sasuke. 'Vampire memang bisa terluka ya?' pikir Naruto bingung, karena Naruto tahu bahwa vampir itu sulit untuk mendapatkan luka.
.
.
.
Sasuke dan Naruto berhenti di depan sebuah batu bening yang memancarkan kilau-kilau pelangi. Di sekeliling batu bening itu terdapat berbagai macam bunga indah, dan juga sebuah kolam kecil dengan air jernih yang dapat memperlihatkan keindahan dasar kolam yang alami. Sejuk dan indah. Terlebih lagi, terdapat aroma herbal di sekitarnya.
"Dimana ini?" Sasuke melihat sekeliling dengan penuh tanda tanya
"MagicStone. Aku tidak terlalu tahu tentang ini, tapi banyak yang mengatakan MagicStone merupakan pecahan dari RainbowEye" jelas Naruto sambil membantu Sasuke duduk di salah satu bangku yang ada.
"Hn." Sasuke mulai menikmati pemandangan dimana dia berada sekarang.
Tanpa Naruto dan Sasuke sadari, sejak dari tadi mereka sedang diamati oleh seseorang berjubah hitam misterius di balik pohon besar tidak jauh dari tempat Naruto dan Sasuke duduk. Sosok itu memandang kesal Naruto dan Sasuke, mungkin lebih tertuju pada Sasuke. 'Masih hidup ya? ...Kali ini anda lolos, pangeran. Hanya untuk kali ini.' Tidak lama sosok misterius itu menghilang bagaikan debu tertiup angin, hilang tanpa meninggalkan jejak.
Melihat hari sudah menjelang sore, Naruto mengajak Sasuke ke dalam kerajaan, dan memintanya untuk beristirahat. Sasuke menurutinya, tanpa ada penolakan seperti sebelumnya. Walau kesulitan, Naruto tetap membopong-nya sampai di ruangan Sasuke, dan memberinya istirahat yang cukup. Agar luka yang dialaminya sembuh dengan cepat. Setelah sampai di ruangan yang telah disediakan, Naruto langsung membantu Sasuke untuk beristirahat. Merasa telah selesai, Naruto pamit untuk ke kamarnya. Saat pintu sudah tertutup sempurna, Naruto mendapati seorang prajurit ada di belakangnya.
"Tuan putri, anda mendapat panggilan dari nyonya Tsunade." Ucapnya sambil membungkuk hormat pada Naruto.
"Terima kasih atas pemberitahuan-nya." Naruto berlalu pergi menuju ruang Tsunade.
Naruto berjalan menuju ruangan Tsunade. Sebelum memasuki ruangan tersebut, Naruto mengetuk pintu terlebih dahulu, barulah Naruto memasuki ruangan Tsunade. Naruto melihat Tsunade sedang duduk di sebuah sofa sambil menikmati secangkir teh. Naruto mendekati Tsunade, lalu duduk di sampingnya.
"Ada apa, baa-san?" Naruto melihat Tsunade dengan penasaran.
"Untuk beberapa hari kedepan, aku sarankan kau tidak keluar dari kerajaan" Tsunade meletakkan cangkir teh-nya, lalu bersender pada sofa yang didudukinya.
Hal ini membuat Naruto menatap Tsunade dengan penuh tanda tanya. "Kenapa?"
"Aku mendapat kabar bahwa ada sekelompok orang berjubah yang merupakan salah satu blacklist kita" Tsunade menunjukkan sebuah foto kepada Naruto. "Kau tahu siapa mereka?"
Naruto mengangguk. "Skull dari ShadowLand. Bagaimana mereka bisa menginjakkan kaki di NatureLand?"
"Itu karena kemampuan mereka, yaitu dapat memasuki tubuh seseorang dan mengendalikan tubuh itu sesuai keinginannya. Para prajurit yang menjaga perbatasan NatureLand, mereka mengalami luka dalam akibat kemampuan dari Skull" Tsunade menghela nafas, dan menatap langit-langit dengan sendu.
"Apa yang mereka inginkan?" Naruto mulai diselimuti rasa khawatir yang besar. Banyak yang Naruto tidak ketahui, itu yang membuat Naruto benar-benar merasa gelisah sekarang.
"Dirimu" jawaban singkat yang keluar dari bibir FortuneQueen, membuat mata Naruto menatap tidak percaya.
"A-Aku?" Naruto menunjuk dirinya sendiri dengan ragu.
"Iya" Tsunade mengangguk, dan mengelus rambut Naruto lembut. "Tenang saja, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi" Senyum lembut mengembang di wajah cantik-nya.
Naruto membalas dengan senyum yang tidak kalah lembut dan manis. Setelah perbincangan itu selesai, Naruto keluar dari ruangan Tsunade. Naruto masih sedikit gelisah dengan apa yang dibicarakan Tsunade padanya. Tapi, Naruto berusaha tenang agar tidak membuat khawatir orang-orang disekitar-nya.
.
.
.
Keesokkan harinya, saat Naruto berjalan mengelilingi kerajaan. Namun, langkahnya terhenti saat melihat dua pemuda saling berhadapan dan berdebat tentang masalah yang Naruto tidak ketahui apa itu. Terlihat juga, ada aura tidak menyenangkan keluar dari kedua pemuda itu. Benar-benar aura yang membuat orang di sekitarnya takut untuk mendekat. Begitu pula dengan Naruto, walau pada akhirnya Naruto memilih untuk mendekati mereka dan menghentikan perdebatan yang menurutnya tidak penting.
"Gaara! Sasuke! Sudah, sudah, kalian ini seperti anak kecil saja!" celetuk Naruto sambil memisahkan kedua orang tersebut.
Gaara dan Sasuke saling menatap tajam satu sama lain. Naruto hanya bisa menghela nafas lelah. Padahal kedua pemuda di depannya ini, baru mengenal beberapa hari yang lalu. Tapi, sikap mereka sekarang seperti sudah mengenal lama. Naruto akhirnya pasrah, dan menyerah untuk memisahkan mereka. Tiba-tiba, saat Naruto sedang memperhatikan Gaara dan Sasuke. Tanpa sengaja, Naruto melihat sosok misterius yang mengintip diantara pilar-pilar yang menopang kerajaan. Naruto diselimuti rasa penasaran yang besar, maka Naruto mengejar sosok tersebut yang langsung melarikan diri ketika Naruto berhasil melihatnya. Gaara dan Sasuke yang melihat Naruto berlari, segera mengikuti Naruto di belakang.
"Ada apa, Naruto?" Sasuke yang berhasil menyamakan ritme lari Naruto, langsung melayangkan sebuah pertanyaan.
"Iya, ada apa? Kenapa kau berlari?" Gaara yang memiliki pemikiran sama dengan Sasuke, juga menanyakan hal yang sama.
Naruto menghiraukan keduanya. Naruto menambah kecepatan larinya, walau cukup kesulitan karena gaun yang dipakainya. Naruto tetap mengejar sosok itu, di ikuti Sasuke dan Gaara yang masih penasaran dengan sikap Naruto. Pengejaran tersebut berlangsung sampai keluar dari kerajaan, dan berhenti di padang rumput yang tidak cukup jauh dari kerajaan. Naruto menjaga jarak dengan sosok misterius di hadapannya. Naruto masih ingat akan pesan yang disampaikan oleh Tsunade.
"Siapa kamu? Dan apa yang kau inginkan?" Naruto membuka suara dan memulai perbincangan.
Sosok tersebut, membalikkan tubuhnya menghadap Naruto, Gaara, dan Sasuke. "Aku Panther-Skull.. Apa yang kuinginkan itu, kau tidak perlu tahu"
"Aku perlu tahu, karena kau ada di negeriku. Aku perlu menjaga kedamaian di NatureLand" ucap Naruto sedikit menekan ucapannya dan menatap tajam sosok yang menyebut dirinya, Panther.
Sasuke dan Gaara saling menatap satu sama lain, tidak mengerti apa yang Naruto dan orang asing di depan mereka katakan. Mereka hanya dapat menyimpulkan, orang asing yang menyebut dirinya, Panther itu merupakan tanda bahaya bagi negeri ini. Melihat Naruto yang menatap Panther dengan tatapan tajam dan menyelidik. Hal itu membuat Sasuke dan Gaara bersiap dengan senjata mereka, jika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
"Hm, kebetulan aku ada sedikit urusan denganmu, putri" ucap Panther dengan seringai terpasang di wajahnya, walau tidak terlihat karena topeng yang dipakai Panther.
Panther mengangkat tangan kanannya sambil menggumamkan sederet kalimat. Tiba-tiba, tanah yang dipijak Naruto, Sasuke, dan Gaara mulai berkabut hitam. Tidak lama setelah itu, muncul banyak rantai yang keluar dari dalam tanah dan mengikat tubuh Naruto, Sasuke, dan Gaara. Rantai tersebut menyerap kekuatan mereka, hingga mereka tidak dapat melepaskan diri semudah yang mereka bayangkan. Rantai tersebut bernama, HellChain.
Panther berjalan mendekati Naruto yang sedang berusaha melepaskan diri dari rantai pengikat itu, namun usahanya sia-sia. Melihat itu, Panther sedikit terkekeh pelan dalam topengnya. 'Andai aku masih memiliki waktu banyak, aku masih ingin bermain dengannya' Panther menatap langit yang mulai gelap, lalu kembali menatap Naruto di hadapannya. Panther menutup mata Naruto dengan tangan kanannya, lalu menggumamkan sederet kalimat yang berbeda dari sebelumnya.
Tidak lama, Naruto merasakan tubuhnya benar-benar lemas dan suhu tubuhnya mendingin. Setelah itu, Naruto tertidur dengan nyenyak. Sasuke dan Gaara yang melihat perbuatan Panther kepada Naruto, benar-benar tidak bisa berdiam diri. Walau begitu, mereka tidak bisa berbuat apapun, karena tubuh mereka yang terikat HellChain. Beberapa saat setelah itu, mereka dibuat terkejut oleh Panther. Tubuh Naruto yang tertidur, perlahan-lahan dikelilingi aura hitam, dan tubuh Naruto mulai membeku sempurna.
"A-Apa yang kau lakukan?!" teriak Gaara yang sudah menahan kekesalannya sejak tadi.
"Kau!" geram Sasuke yang memang sudah menahan amarahnya. Matanya berubah merah dan Sasuke mulai menampakkan taring miliknya.
Melihat perubahan wujud Sasuke, membuat Panther menyadari sesuatu hal. Bahwa pemuda berambut hitam dihadapannya adalah seorang pangeran dari DarknessLand. Half-Vampire, Uchiha Sasuke. Panther sedikit terkejut, setahu-nya pemuda itu sudah dibunuh oleh rekannya. Tapi, Panther tidak terlalu memikirkan hal itu, karena apa yang dia incar sudah ada padanya.
"Baiklah, aku harus pergi. Sampai bertemu lain waktu" kabut hitam menghilangkan pandangan Sasuke dan Gaara, sedetik kemudian kabut hitam itu hilang bersamaan dengan hilangnya Panther, Naruto, dan HellChain yang mengikat mereka.
"NARUTO!" mereka berteriak ketika mendapati Naruto hilang dari pandangan mereka.
"Dia!" Gaara mengepalkan tangannya, mencoba menahan amarahnya yang sudah memuncak.
Sasuke menepuk pundak Gaara. "Lebih baik kita lapor kepada nyonya Tsunade tentang kejadian ini"
"Kau benar" Gaara mengangguk setuju.
Sasuke dan Gaara segera berlari cepat kembali ke kerajaan. Setelah mereka sampai, mereka langsung menuju ke ruangan Tsunade. Saat mendengar tentang Naruto, Tsunade sudah tidak bisa menahan amarahnya. Sasuke atau pun Gaara hanya dapat diam dan menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan Tsunade kepada mereka. Karena, Tsunade yang juga sedang dalam masalah, dia tidak dapat pergi menolong Naruto. Akhirnya, Tsunade memutuskan mengirim Gaara dan Sasuke untuk menyelamatkan Naruto. Walaupun Sasuke bukan dari negerinya, tapi sepertinya Sasuke pun tidak keberatan tentang hal ini.
"Baik, kami akan membawa Naruto kembali"
"Hn"
.
.
.
Tiga hari telah berlalu sejak kejadian hilangnya Naruto dan mulainya perjalanan Sasuke dan Gaara yang pergi menyelamatkan Naruto. Saat ini mereka telah melewati perbatasan NatureLand, dan memasuki kawasan SeaLand. Lalu, mereka bertemu Shizune saat memasuki SeaLand. Shizune sudah mendengar kabar tentang Naruto, dia sangat sedih mendengarnya. Jadi, Shizune memberi beberapa saran kepada kedua pemuda dalam perjalanan mereka dan mengantar menuju perbatasan utara SeaLand.
Setelah itu, mereka berjalan melewati hutan belantara yang mengantar mereka ke perbatasan ShadowLand. Didalam hutan sangatlah gelap, dan banyak perangkap yang siap menjebak mereka kapan pun mereka lengah. Terlihat sebuah cahaya terang yang muncul di ujung hutan. Namun, lama kelamaan cahaya itu mendekat. Saat sadar itu bukanlah cahaya biasanya, Sasuke langsung memberi tahu Gaara untuk menghindar.
"Menghindar!" Sasuke melompat ke samping kanannya, begitu pula dengan Gaara yang ikut menghindar, namun ia ke samping kiri.
Ternyata cahaya itu adalah sebuah serangan dari seseorang. Cahaya itu memusnahkan apa yang dilewatinya, terlihat pohon-pohon yang dilewati cahaya tersebut habis terbakar tanpa abu. Hal ini membuat Gaara berkeringat dingin. Karena hampir saja mereka mati mengenaskan, jika saja Sasuke tidak menyadari hal itu.
"Berhasil lolos ya?" sahut seseorang yang muncul di hadapan mereka.
"Siapa kau?!" Gaara bersiap dengan senjatanya.
"Aku Tiger-skull. Pertahanan pertama dari ShadowLand dan serangan tadi disebut DragonBursts." ucapnya memperkenalkan diri kepada Sasuke dan Gaara.
"Aku tidak akan membiarkan kalian melewati pertahananku, aku akan membunuh kalian" lanjutnya.
"Coba saja" Sasuke bersiap dengan pedangnya, begitu pula dengan Gaara.
Tiger menghentakkan kakinya ke tanah, dengan sekejap tanah yang terhentak, hancur dan membuat lubang besar. Sasuke dan Gaara berhasil menghindar, lalu mulai menyerang Tiger. Gaara menunjukkan kelihaiannya menggunakan pedang, Gaara mengarahkan pedangnya pada leher Tiger, berniat menebasnya. Sayangnya, serangan Gaara dihindari oleh Tiger. Saat serangan Gaara dihindari Tiger, Sasuke memposisikan dirinya di belakang Tiger, dan menghunuskan pedangnya ke Tiger.
Tiger menyadari gerakan Sasuke dan menghindarinya, lalu Tiger menendang Sasuke tepat di perut. Sasuke yang tidak sempat menghindar, terkena tendangan Tiger. Sasuke terlempar dan tubuhnya menabrak pohon besar di belakangnya.
"Akhh!" Darah mengalir dari kepala Sasuke, benturan yang dialami Sasuke sepertinya cukup keras. Bagaimana pun tubuhnya masih belum pulih dari luka sebelumnya.
"Sasuke!" teriak Gaara, saat Sasuke terkena tendangan Tiger. "Kau! Akan kuhabisi kau!" geramnya pada Tiger.
"Heh.., majulah" Tiger menyeringai senang.
Gaara yang dipenuhi amarah, menyerang Tiger dengan cepat dan menargetkan titik-titik organ vital pada tubuh Tiger. Walaupun begitu, Tiger masih bisa menghindari dan menahan serangan Gaara. Sebaliknya, Gaara yang tidak fokus pada sekelilingnya dan hanya fokus menyerang Tiger. Alhasil, Gaara tidak memperhatikan gerakan Tiger, dan terus terkena serangan Tiger tanpa sempat bertahan.
Dilain sisi, Sasuke nampak masih menahan rasa sakit. Dia bahkan belum bisa bangun dan berdiri karena rasa sakitnya. Pandangannya mulai buram, dia tidak dapat melihat sekitarnya dengan jelas. Sasuke menutup matanya, dia akan kehilangan kesadaran. Saat Sasuke di ujung kesadarannya, samar-samar dia mendengarkan sebuah suara yang tidak asing baginya.
"Sasuke…Sasuke" sahut seseorang dengan lembut. Sasuke juga merasakan ada yang menyentuh pipinya.
"Ngh.., siapa…itu?" Sasuke berusaha membuka matanya, melihat siapa yang ada di hadapannya.
"Ini aku. Masa tidak bertemu beberapa hari kamu sudah lupa, hm?" ledek sosok itu pada Sasuke.
Saat Sasuke telah membuka matanya, dia sangat terkejut, bagaimana tidak? Sosok yang di lihatnya adalah...
"K-Kau?...kenapa..kau ada…disini?"
Walaupun pandangannya tidak jelas, namun Sasuke dapat mengenal tatapan mata itu dan senyuman-nya. Tangan Sasuke ingin menyentuh wajah sosok di hadapannya, tapi tangan Sasuke menembus sosok itu. Saat ini kepala Sasuke dipenuhi keheranan, dia bermimpi…atau…tidak? Sasuke tidak bisa mengeluarkan sepatah kata lagi.
"…Aku…"
.
.
.
.
.
TBC
HikaMino : Gomen, minna-san..! Sepertinya chap ini hancur, alur ceritanya tidak jelas dan terlalu cepat.. Kami minta maaf *bungkuk*
Picha : Hm.. makanya jangan buat cerita saat lagi ngantuk, baka!
HikaMino : Gomen… *pundung sambil pelukan*
Picha : Haah~ *menghela nafas*…Oke, minna-san…mohon Review-nya untuk fic dari Baka-nee~ *bigsmile*
Terima Kasih buat semua yang sudah membaca Fic : L.I.C. Walaupun dulu ada yang sudah sempat membaca Fic ini, tapi masih mau membaca lagi dan menunggu publish chap selanjutnya. Arigatou~ Hika, Mino, Picha ucapkan kepada kalian semua~ Seperti biasa...
Mohon untuk REVIEW and REVIEW, serta KRITIK dan SARAN.. See You Next Chap...
