Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Author: hani yuya
Judul: jealous
Rate: T. tapi bisa berubah sewaktu-waktu.
Pairing: sasusaku, gaasaku.
Gendere: comedy, cross genre, friendship,romance ,semi ooc.
NB : Naruto milik Masashi sensei aku hanya meminjam nama chaanya saja.
Warning : Saya minta maaf kalau ff ini jauh dari kata sempurna, don't like don't read
*chap 4*
Seluruh ruangan terbakar api hitam amaterasu milik Sasuke.
*Sasuke pov on *
Ck, kami harus segera keluar dari ruangan ini kalau tidak kami pun bisa terbakar api hitam amaterasu milikku.
"Sakura cukup, kita harus pergi dari sini " kulihat kearah Sakura yang tidak menjawab ajakanku tadi, ada apa dengannya, kulihat badannya bergetar ketakutan.
"Ada apa denganmu Sakura " kudekati tubuh ku yang didalam nya jiwa Sakura. Kusentuh tangannya. Lalu dia pun mengangkat wajahnya perlahan.
"Sa-su-ke kun, Aku tidak bisa menonaktifkan mataku, bagaimana ini, hiks? "
"APA! " betapa kaget nya Aku mendengarnya. Kulihat air mata yang keluar dari kelopak matanya. Ada keputusasaan di dalam pandangannya. 'Apa yang harus kulakukan ' ucapku dalam hati.
"Huuaaaaa,bagaimana ini Sasuke-kun, mataku mulai sakit, hiks hiks " Sakura menangis histeris, teriakan dan isakan semakin lama semakin menjadi.
Aku rasa Sakura belum terbiasa dengan mangekyou sharingan milikku. Bagaimana ini, Aku sendiri bingung harus berbuat apa. Sekelebat ide muncul dikepalaku, kuingat adegan sakura memelukku di hutan kematian sewaktu kami ujian chuunin dulu. Karena pelukannya Aku tersadar dari amarah dan hampir kehilangan kendali tubuhku saat itu.
'Apakah Aku harus melakukan hal yang sama ' adu batin yang terjadi di dalam diriku. Dilain sisi Aku khawatir dengan keadaan Sakura saat ini, dilain sisi Aku malu jika harus memeluk Sakura. Kutundukkan kepalaku, pandanganku kualihkan ke lantai.
Tes tes tes
Betapa terkejutnya diriku melihat tetesan darah yang jatuh mengenai lantai, ini bukan darahku, 'Sial, Apa mungkin ini darah Sakura ' Langsung kutegakkan kepalaku, pandanganku langsung memandang wajah Sakura yang juga sedang merunduk , kupegang dagunya dan kuangkat wajahnya. Mataku langsung membulat, Aku terkejut melihat darah mengalir di kelopak matanya. Ck,tanpa aba-aba kupeluk tubunya yang berada ditubuhku.
"Tenangkan dirimu Sakura, ada Aku disini" Kupeluk erat dirinya dan kuelus pundaknya untuk menenangkan dirinya.
"Sa-su-ke-kun!" kurasakan Sakura pun balik memelukku, dan perlahan-lahan pancaran chakra nya pun kembali normal.
"Apa kau sudah baikan? " kukendurkan pelukanku dan kulihat mata Onyx milikku yang sudah kembali menghitam.
"Ya kurasa " Pandanganku tertuju pada bekas darah di pipinya. Kusentuh dengan tanganku.
"Apa matamu sudah tidak sakit, Sakura?"
"Kurasa sudah tidak separah tadi Sasuke-kun " kurasakan tangannya balik menyentuh tanganku yang berada dipipinya.
Deg Deg Deg
Jantungku berdetak kencang saat mata Onyx nya menatapku dengan lembut. Apa aku mulai gila, jelas-jelas dia masih di dalam diriku, mata nya yang memandang lembut itu juga milikku, tapi entah mengapa jantungku mulai berdebar-debar melihat wajahnya yang mulai memerah bagai tomat kesukaanku. Genggaman tangannya yang menggenggam tanganku semakin erat.
Gila, sungguh Gila kenapa sekarang aku melihat sakura dengan tubuh aslinya. Ck, mungkin Aku terbawa suasana, sehingga imajinasi liarku mulai bermunculan. Aku harus menghentikan ini sebelum aku hilang kendali. Kulepaskan genggaman tanganku.
"Sebaiknya kita pergi dari sini Sakura, sebelum Seseorang datang " Aku langsung menarik tangannya ketika dia menggangguk tanda setuju.
Kulihat banyak Anbu yang mulai berdatangn dari kejauhan. Kami melompati rumah penduduk dengan kecepatan penuh, dan Aku masih menggandeng tangannya sambil berlari di depannya.
'Pasti semua Orang akan menuduhku yang membakar ruangan Hokage, Aku harap Kakashi bisa mengatasi semua ini, kalau tidak keberadaan Sakura ditubuhku akan terancam hukuman ' Batinku.
*Sasuke pov off *
Di sisi lain di negara Suna. Sepertinya sang Kazekage Sabaku Gaara ditemani kedua sang Kakak Temari dan Kankuro dan Tetua desa sedang mengadakan sebuah rapat penting.
"Gara sama sepertinya kita harus segera mencari calon pendamping buat Anda, sudah waktunya Anda memiliki keturunan untuk meneruskan kepemimpinan anda di negeri Suna ini," Seorang Tetua Suna mulai berbicara. Gaara hanya diam mendengarkan para tetua bicara. Sampai dia mendengar sebuah nama yang sangat familiar.
"Bagaimana kalau Gadis dari klan Haruno dari Negara HI,Sakura Haruno " Mata Gaara membulat sempurna. Mendengar nama Sakura disebut Sang Tetua Desa.
"Ya, kurasa hanya dia yang cocok untuk mendampingi Kazekage Sama, Wanita terkuat di Negara HI, apalagi dia memiliki ninjutsu medis yang tak kalah dari Tsunade Sama " lanjut Para Tetua.
Gara masih diam duduk di bangkunya ,dengan kedua tangannya menopang dagunya di atas meja.
"Tapi kalian tau Sakura san hanya menyukai uchiha terakhir itu, apalagi sekarang Sasuke sudah menetap di Desa Konoha " Ucap Kankuro yang sejak tadi diam ikut andil dalam pembicaraan yang menyangkut Adik bungsunya ini.
"Tidak masalah kita tinggal bilang Hokage ke 6 untuk menyetujuinya,kalau tidak kita ancam untuk memutuskan kerja sama Negara Suna dan Konoha "ucap para Tetua.
BRAAK
Gaara yang sejak tadi diam menggeprakan meja, Merasa tidak terima usulan Tetua Desa untuk mengancam Desa Konoha, Desa tempat asal temannya Uzumaki ,Membuat seluruh mata semua Orang yang berada di dalam ruangan langsung tertuju padanya.
"Jangan pernah kalian mengancam Konoha, Biar Aku saja yang akan membicarakannya dengan Hokage ke 6," Semua terdiam, sang Kazekage berdiri dari duduknya dan mulai melangkah keluar ruangan diikuti Kankuro dan Temari di belakangnya.
"Gaara apa kau setuju dengan tawaran tetua Desa? " tanya Temari penasaran, sambil melangkah menyamai Gaara disampingnya.
"Hn, Kurasa tidak ada salahnya mencoba "
"Apa karena gadis itu Sakura? "
Gaara langsung menghentikan langkahnya. Lalu mengedarkan pandangannya ke arah Temari.
"Hn, mungkin karena gadis itu Sakura, aku bersedia " jawabnya yakin. Lalu melanjutkan langkahnya yang sempat masih diam ditempatnya, melihat punggung Gaara yang semakin menjauh,Ditemani Kankuro yang berjalan di belakang Gaara.
Temari masih belum percaya dengan apa yang didengarnya tadi, dia kenal betul siapa Gaara, adiknya tidak akan mudah tertarik dengan orang lain ,selain manusia rubah naruto uzumaki yang sudah dianggap adiknya sebagai teman satu-satunya. 'Sejak kapan Gaara tertarik dengan seorang gadis' batinnya.
"Gaara kapan kau akan memberitahu hokage ke 6 tentang ini " tanya Kankuro.
"Secepatnya, Aku akan kesana sekarang untuk merundingkannya dengan Hokage ke 6," ucap Gaara.
"Baiklah, Aku akan menemanimu ke sana Gaara "jawab kankuro
Tak tak tak
suara langkah temari yang mendekati keduanya.
"Aku juga ikut "jawabnya.
"Baiklah kita berangkat"jawab Gaara.
Di Desa Konoha
"Hatchi," Tiba-tiba Kakashi bersin, Berulang kali dia mengusap hidungnya yang tak gatal.
'Sepertinya aku merasakan akan terjadi hal buruk, yah,semoga firasatku salah 'batinnya.
Ya sampai sini dulu, gaara mulai muncul di episode ini, rencananya aku tidak mau membuat ff ini lebih dr 10 chap. Saran dan kritik kalian sangat aku harapkan. Terima kasih.
Top of Form
