Sungmin's Mystery of Life

Interactive Fanfiction

Chapter 3 : "Explanation"

By Yuya Matsumoto

Desclaimer: Sungmin is always MINE… forever

Cast: Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Kim Youngwoon, Leeteuk

Park Yoochun (DBSK's Member)

Warning: Kelanjutan cerita pada FF ini tergantung oleh keikutsertaan Readers. Jadi REVIEW/COMMENT-lah.

Summary: Sungmin adalah seorang yatim piatu yang diasuh oleh seorang haraboji baik hati. Kehidupannya berjalan normal sampai haraboji meninggal. Sungmin dituntut untuk membongkar semua rahasia hidupnya. Apakah itu? RnR please

.

.

\(^w^)/~ Happy Reading ~\(^0^)9

.

.

Kangin menarik Sungmin keluar kamar. Yoochun terpaku melihat adegan yang terjadi di hadapannya itu. Leeteuk tersenyum licik. "Aigoo! Berhenti ikut campur namja kecil. ", ucap Leeteuk pelan di depan wajah Yoochun yang tidak menyadari kehadirannya. Leeteuk mengusap kepala Yoochun dengan lembut. "Civala memoriadel cervello", bisiknya sambil menghembuskan mantra itu di wajah Yoochun.

Seketika Yoochun kehilangan kesadarannya. Leeteuk membantu Yoochun untuk berbaring di atas ranjangnya. "Tidurlah yang nyenyak! Lupakan semua pembicaraan kalian tadi.". Leeteuk menyelimuti Yoochun, melangkah pergi dari kamar itu.

PLUP! Terdengar suara dentuman pelan diiringi tubuh Leeteuk yang telah menghilang. Sungmin dan Kangin sudah tiba di ruangan pribadi Leeteuk dalam hitungan detik. Mata Sungmin terbelalak kaget. Jantungnya berdebar kencang. Rasa takut mulai merambati batinnya. 'Siapa mereka? Kenapa aku bisa berada di sini secepat ini?', batin Sungmin takut bercampur bingung.

PLAAAK! Sebuah pukulan mendarat di kepala Kangin dengan keras. Kangin mengaduh, mengelus tempurung otaknya yang berdenyut sakit. "Babbo! Kenapa kamu menggunakan kekuatanmu? It's still secret, you know!", bisik Leeteuk di telinga Kangin, membuat namja berbadan kekar itu mengerucutkan bibirnya.

"Sorry. I forgot.", ujar Kangin merasa bersalah.

Sungmin melemparkan pandangannya kepada Kangin dan Leeteuk bergantian. Ia berdoa dalam hati agar mereka tidak melakukan sesuatu yang jahat kepadanya. Leeteuk mendekati Sungmin, membuat namja itu sedikit menjauhkan dirinya dari Leeteuk. "Tenang. Aku bukan orang jahat.", kata Leeteuk sambil mengulurkan tangannya.

'Cih! Aku benci berlama-lama.', batin Kangin kesal. Kangin menarik salah satu tangan Sungmin, sehingga namja itu mencondongkan tubuhnya ke arah Kangin. "Dormire!". Dalam hitungan persekian detik, namja itu sudah lunglai tak sadarkan diri.

"Ya! Kenapa kamu membuatnya pingsan?", tanya Leeteuk kaget, sambil membaringkan tubuh Sungmin di atas sofa dengan benar. "Illusione… Illusioni andare a lavorare! Tidurlah. Kamu akan melupakan peristiwa sebelumnya. Kamu hanya mengingat bahwa kamu dibawa Kangin ke ruangan ini melalui jalan setapak.", bisik Leeteuk di telinga Sungmin, memberikan sugesti kepada Sungmin seperti apa yang ia inginkan.

"Sudahlah, Teukie. Aku malas berlama-lama mengurusi namja itu.", keluh Kangin sambil mendudukkan diri di salah satu sofa. Leeteuk hanya bisa menggelengkan kepala melihat perilaku kekasihnya itu.

.

.

(O.O#)a…::Kyu's Room, Dormitory

.

.

TUUUUK! "APPO!", jerit seorang namja saat sesuatu yang keras dan berat jatuh tepat di atas kepalanya. Namja tampan yang baru saja terlelap ke dalam mimpinya itu, harus kembali lagi ke alam sadarnya. Tangan namja bernama Kyuhyun itu terulur ke samping, mencari saklar kecil untuk menghidupkan lampu tidurnya.

Sisi ranjang Kyuhyun telah disinari oleh lampu yang temaram. Kini ia mampu melihat sesuatu yang membuat kepalanya benjol itu. Sesuatu yang bercangkang kuat, dengan kakinya yang berkuku tajam dan kepala yang tersembunyi di dalam cangkangnya itu. Kyuhyun memukul cangkang berwarna hijau itu dengan sangat keras beberapa kali. Sebuah kepala khas kura-kura terjulur keluar. Kura-kura itu tersenyum tanpa rasa bersalah.

"Ya! Apa maumu, Ddangkoma?", tanya Kyuhyun kesal kepada kura-kura tua itu. Kura-kura itu tidak menjawab, hanya berjalan pelan ke atas tubuh Kyuhyun yang diselimuti bed cover. Kyuhyun mengangkat kura-kura bertubuh besar itu. "Cepat katakan atau aku buang kamu ke tong sampah!", ancam Kyuhyun.

"Do it if you can! I'll tell Yesung then!", kata Ddangko tanpa takut. "Aku tidak akan berlama-lama. Aku hanya akan memberitahumu bahwa Leeteuk Seonsaengnim ingin kamu datang ke ruangannya sekarang. Tidak ada sesi tanya-jawab. Aku pergi.", jelas Ddangko.

"Ouch! Appo!", teriak Kyuhyun saat Ddangko menggigit jempolnya, membuat Kyuhyun menjatuhkan kura-kura itu. Tubuh Ddangko menghilang, sebelum ia menghantam lantai yang keras. Kyuhyun mengibaskan tangannya, berharap rasa perihnya berkurang. "Dasar kura-kura sialan! Lihat saja pembalasanku nanti. Aku akan menjadikannya sup kura-kura. Aish!".

Kyuhyun turun dari ranjangnya, memakai sweater panjangnya, lalu berjalan ke arah lemari miliknya. Kyuhyun menggeser beberapa gantungan baju di dalam lemari itu, hingga ia menemukan sebuah hanger berwarna biru langit tergantung tanpa pakaian. Kyuhyun masuk ke dalam lemari yang cukup besar itu, lalu menarik hanger tadi sambil bergumam, "Ovunque Armadio! Leeteuk's room!". Tiba-tiba tubuh Kyuhyun seakan tertarik ke atas dengan cepat, berlegak-legok sesuai aliran angin membawanya.

WUUUUUZ! BRAAAAK! Pintu lemari terbuka lebar secara tiba-tiba, membuat Kyuhyun terjerambap keluar lemari. Kyuhyun mengelus bokongnya yang mencium lantai bebatuan. Sebelum sumpah serapah keluar dari bibir namja itu, lemari kesayangannya telah hilang entah kemana—mungkin kembali ke kamarnya.

Kyuhyun berdiri, mengedarkan pandangannya kepada ruangan gelap yang ada di hadapannya sekarang. Ini jelas-jelas bukan ruangan Leeteuk. Kyuhyun mengambil sebuah obor yang menjadi satu-satunya penerangan di ruangan itu. Ia melihat sebuah tangga melingkar di sisi tembok ke sebuah pintu di ujungnya. Kyuhyun menelan ludah kecut saat ia tersadar bahwa tangga itu adalah jalan satu-satunya keluar ruangan ini. It's your bad night, Cho!

.

.

(T.T")

.

.

BRAAAAK! "Hosh! Hosh! Hosh!". Suara napas tersengal terdengar dari seorang Kyuhyun yang bersimpah piluh. Ia mendobrak pintu, tanpa peduli dengan orang lain yang mungkin akan memarahinya. "YA! BRENGSEK KAU, LEETEUK HYUNG!", teriak Kyuhyun murka saat ia telah sampai di ruangan Leeteuk.

Namja yang disebutkan namanya itu hanya mematung, melihat sosok Kyuhyun yang berantakan baru saja memasuki ruangannya. "Eh? Kenapa kau lama sekali, Kyu?", tanya Leeteuk bingung, terlebih dongsaengnya terlihat kacau.

"Ingatkan aku untuk membuang lemari itu. Aku sudah benar menarik hanger untuk ke ruanganmu, tapi kenapa aku sampai di ruang bawah tanahmu itu? Aish! Brengsek! Aku harus menaiki 1.307 anak tangga. Capeeeek~", curhat Kyuhyun panjang-lebar. Kyuhyun menatap bingung Sungmin yang tertidur lelap. "Eh, dia…"

"Kim Sungmin. Sebenarnya aku memanggilmu untuk memberitahukan sesuatu, tapi terjadi hal yang tidak diharapkan. Jadi aku akan mengurus perihal Sungmin terlebih dahulu.", potong Leeteuk menjelaskan apa yang tengah terjadi.

"Ooooh!", beo Kyuhyun sambil memposisikan bokongnya ke atas sofa. BRUUUK! Wajah Kyuhyun mencium lantai terlebih dahulu sebelum bokongnya sempat merasakan sofa empuk di samping Sungmin.

Kangin menampakkan sosoknya. "Sialan kau, Cho! Berani-beraninya mau mendudukiku! Rasakan itu!", kata Kangin tanpa berprikemanusiaan. Namja kekar itu berdiri di samping Leeteuk, enggan untuk berurusan dengan Kyuhyun.

"Ya! Ahjussi brengsek! Aku tidak tahu kau ada di sana! Kalau aku tahu, mana sudi aku disentuh olehmu. Cuih!", balas Kyuhyun menghina.

JLEEEB! Bagaikan tertusuk oleh panah kasat mata, hati Kangin terasa perih saat mendengar kata ahjussi meluncur dari bibir Kyuhyun. Kangin ingin sekali mencincang tubuh namja itu lalu menaruhnya di kandang harimau.

Aura membunuh terkuar dari Kangin dan Kyuhyun. Kangin terlihat bersiap menyerang Kyuhyun dengan ribuan caci-maki miliknya, begitu juga dengan sebaliknya. "Silenzioso! Calma! Duduk dengan tenang! Aku akan menyelesaikan semua masalah ini.", kata Leeteuk memantrai kedua namja itu sehingga mereka tidak bisa mengucapkan satu patah kata pun.

Leeteuk membangunkan Sungmin, lalu memberikan segelas air agar namja itu bisa mengembalikan kesadarannya seperti semula. Kini keempatnya duduk di sofa masing-masing dengan Leeteuk sebagai pusat perhatian.

"Hai, Sungmin! Perkenalkan aku Leeteuk, Kepala Sekolah di sini. Di sampingmu itu adalah Kangin, Kepala Departemen Keamanan. Lalu yang terakhir pasti sudah kamu kenal, yaitu Kyuhyun. Pertama sekali, ada yang ingin kamu tanyakan kepadaku?", jelas Leeteuk dengan senyuman malaikat. Oh, ini berarti serius!

Sungmin menatap lurus ke arah namja cantik di depannya, tanpa mempedulikan Kyuhyun dan Kangin yang duduk dengan kaku di kanan-kirinya. "Sekolah apa ini? Apa itu Hexe? Mensch? Dan siapa aku? Kenapa aku harus bersekolah di sekolah seperti ini?", tanya Sungmin menggebu-gebu.

PROK! PROK! PROK! Leeteuk bertepuk tangan, memberikan senyuman cerahnya kepada Sungmin. "Nice questions. I'll answer those.", ujar Leeteuk senang. Leeteuk menatap kasihan kepada dua orang namja lainnya yang tidak bisa bergerak dengan bebas. Namja cantik itu menghela napas. "Incantesimi è andato!", lanjutnya, menghilangkan mantra pada tubuh keduanya. Kyuhyun dan Kangin bernapas lega, lalu tetap duduk dengan tenang, tanpa ingin membantah tuan besar Leeteuk.

"Dunia ini memiliki berbagai macam makhluk yang terkadang tak pernah bisa masuk akal sehat. Penggambaran-penggambaran manusia atas beberapa makhluk lain itu terkadang sama, atau berbeda sama sekali. Satu hal yang pasti, mereka itu nyata. Aku hanya akan memberitahumu tentang tiga makhluk di dunia, yaitu manusia, penyihir dan monster. Mereka hidup secara damai di dimensi masing-masing, tanpa mengusik kehidupan satu sama lain selama jutaan tahun. Terkadang antar dimensi terhubung, lalu membuat mereka bisa berinteraksi dalam waktu yang sangat singkat. Inilah yang menjadi awal permasalahan.

Sekitar satu juta tahun yang lalu, dimensi penyihir—disebut Hexe, dan dimensi manusia—disebut Mensch, terhubung. Beberapa petinggi Hexe memasuki dimensi Mensch. Mereka mencibir peradaban Mensch yang terlampaui jauh terbelakang dibandingkan peradaban Hexe. Namun potensi alam yang indah membuat bangsa Hexe cemburu dengan bangsa Mensch. Peperangan pun terjadi. Mensch dibuat menjadi budak Hexe. Keserakahan dan rasa tinggi hati membuat kaum Hexe melupakan asal-usulnya. Mereka terlalu lama meninggalkan kota, membuat peradaban mereka berantakan.

Suatu ketika salah seorang keturunan Hexe telah memikirkan cara untuk menyelesaikan kemelut diantara kedua bangsa ini. Ia masuk ke dalam dimensi Mensch, menelusuri kelebihan dan kekurangan antara kedua bangsa itu. Schönen Prinzen menemukan satu cara untuk mempersatukan keduanya, yaitu dengan menikahi seorang keturunan Mensch. Awalnya keputusan Prinz ditentang oleh rakyat Hexe, namun beberapa petinggi Hexe pun melakukan hal yang sama dengan Prinz. Sejak seribu tahun yang lalu, lahirlah keturunan campuran Hexe dan Mensch, yang kami sebut Darah campuran atau Blut vermischt.

Karena populasi Blut vermischt semakin banyak, maka terlahirlah beberapa Hexe murni dan Mensch murni. Itu bisa dilihat dari urunan genetik biologis yang terjadi diantara keduanya. Para petinggi Hexe mulai memikirkan untuk mengembalikan kedamaian di antara kedua bangsa ini dengan cara menutup dimensi masing-masing. Hal itu gagal dilakukan. Kami, para Hexe, memutuskan untuk menutup diri dari Mensch, terlebih lagi kaum Blut vermischt mulai punah dari peradaban. Hal ini dianggap paling efektif dan paling baik. Kami masih bisa berbaur dengan kaum Mensch tanpa perlu menunjukkan keistimewaan kami. Oleh karena itu dibuatlah International High School Of Lunar untuk melatih para Hexe, mempertahankan eksistensi kami di bumi ini.", jelas Leeteuk panjang lebar.

Leeteuk meneguk segelas air yang diberikan oleh Kangin. Ternyata menjelaskan sejarah singkat tentang kaum Hexe dan Mensch, membutuhkan tenaga ekstra. Kyuhyun menatap Leeteuk terkagum-kagum. "Wow! Hyung! Itu cerita tersingkat, terjelas, dan terkeren yang pernah aku dengar. Kau tahu, hyung! Guru-guru Sejarah di sekolah ini patut belajar darimu. Aish! Aku tidak pernah mengerti dengan sejarah kaum Mensch yang mereka jelaskan.", puji Kyuhyun sambil bertepuk tangan antusias.

"Itu karena kamu tidak memperhatikan mereka, Kyu. Kamu terlalu sibuk dengan PSPmu, MP3 Player-mu, atau pun mimpi-mimpi indahmu. Dasar pemalas!", omel Kangin setelah menyentil kening Kyuhyun.

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, cemberut. "Karena mereka membosankan dan tua, tidak cantik seperti Leeteuk-hyung!".

"Aish! Kau ini berani-beraninya merayu kekasihku!", gerutu Kangin, hampir saja menendang Kyuhyun jika tidak ditahan Leeteuk.

"Jaga wibawamu di depan Sungmin.", bisik Leeteuk, membuat Kangin kembali duduk ke sofanya. Kyuhyun menjulurkan lidahnya kepada Kangin. "Rasain kau, Ahjussi!".

"Boleh aku bertanya satu hal lagi?", interupsi Sungmin. Leeteuk mengangguk. "Bagaimana nasib para Monster? Apa dimensi mereka tidak pernah terhubung?", tanya Sungmin kritis.

"You are smart, Kim Sungmin.", puji Kangin kali ini. "Sekarang aku akan menjawabnya.", lanjut Kangin, lalu menaruh gelasnya di atas meja.

"Monster tidak pernah mengganggu hubungan Mensch dan Hexe. Mereka damai di dimensi mereka. Penampilan kaum Monster tidak berbeda dengan Mensch dan Hexe. Hanya saja mereka sedikit lebih 'nyetrik'. That's what I called them. Semuanya tenang hingga peristiwa dua puluh tahun yang lalu, dimana kegemparan terjadi di kalangan Hexe dan Mensch. Dimensi Monster terhubung dengan dimensi Mensch. Memang dimensi Mensch adalah dimensi yang paling rapuh dan sering mengalami pergoncangan.

Sifat dasar Monster adalah perusak dan jahat. Mereka melakukan tindakan perusakan dimana-mana, membuat bangsa Mensch di suatu tempat hampir punah. Para Hexe yang ada di sini, meminta bantuan para Hexe di dimensi Hexe untuk mengusir para Monster. Pertarungan terjadi kurang lebih tiga tahun. Hal mengejutkan terungkap, salah seorang keturunan Darah Campuran yang tersisa memiliki hubungan khusus dengan salah satu pangeran Monster. Hal ini mencoreng bangsa Monster. Bagi mereka kemurnian bangsa Monster tak bisa dinodai oleh apapun. Akhirnya bangsa Monster menghukum sang pangeran, lalu mereka buru-buru kembali ke dimensi mereka saat para Hexe berhasil menutup dimensi itu. Sekian cerita dari saya. Sampai jumpa di lain hari. Hahahahaha…". Gelegar tawa Kangin mengakhiri cerita yang tegang itu, membuat Leeteuk dan Kyuhyun melemparkan death glare kepada Kangin.

"Eh? Wae? Wae?", tanya Kangin tak terima diperlakukan seperti itu.

Dahi Sungmin berkerut. "Lalu dimana sang pangeran Monster dan kekasihnya itu?", tanya Sungmin spontan tanpa ia sadari.

Leeteuk berdiri, mengambil gelas dari tangan Kyuhyun, Sungmin dan Kangin. "Oke. Sesi tanya-jawab selesai. Kangin akan menjelaskan peraturan selanjutnya.", ujar Leeteuk mengalihkan perhatian Sungmin. Ia menaruh gelas-gelas itu pada wastafel di ruangan itu, memberi sedikit mantra agar gelas itu tercuci dengan sendirinya. "Sungmin memang harus selalu diperhatikan. He's unpredictable.", gumam Leeteuk pada dirinya sendiri, memandang punggung Sungmin dari tempatnya berdiri.

Kangin duduk di sofa tempat Leeteuk duduk sebelumnya. "Baiklah. Kamu pasti masih sangat bingung dengan sekolah ini, terlebih lagi kamu masuk pada tahun akhir. Walaupun ini pertama kalinya kamu tahu mengenai sihir, kamu tetap harus melewati ujian akhir dari sekolah ini. Aku dan Leeteuk berencana untuk mengajarkanmu pelajaran tambahan setiap malam di ruangan ini. Kyuhyun juga akan membantumu di kelas. Jadi belajarlah yang giat!".

"Mwo? Aku?", tanya Kyuhyun tak percaya.

"Ya! Kami sudah menyiapkan jadwal materi pelajaran dan ujian dilaksanakan setiap dua hari sekali. Jika Sungmin gagal, maka kamu juga akan mendapatkan hukumannya juga, Kyu!", ancam Kangin serius.

"Kau pikir aku tutor bodoh? Aku akan tunjukkan nilai sempurna milik Sungmin. Lihat saja nanti!", tantang Kyuhyun percaya diri.

"Yah, kita lihat saja nanti.", balas Kangin dengan nada menyindir.

"Ta-tapi apa aku bisa?", tanya Sungmin pada dirinya sendiri. "Aku saja tidak pernah bersentuhan dengan sihir. How can I?".

"Tenanglah, Sungmin. Jangan khawatir! Kangin akan mengantarkanmu pulang ke kamar. Pergilah!", ujar Leeteuk sambil membelai rambut Sungmin lembut.

Tak berapa lama Kangin dan Sungmin menghilang dari ruangan itu, meninggalkan Kyuhyun dan Leeteuk berdua. "Masih ada yang harus aku bicarakan kepadamu, Kyu! Duduklah!".

.

Keesokan harinya

.

Seorang namja berambut pirang dengan kacamata besar bertengger di rambutnya, masuk ke dalam kelas Kyuhyun dan Sungmin. Namja berjas putih—khas jas lab—membawa setumpuk buku di salah satu genggaman tangannya dan sebuah akuarium kaca di tangan lainnya. Kyuhyun memutar bola matanya, tanda ia jengah melihat namja berstatus Seonsaengnim-nya itu. "Big Head!", cibir Kyuhyun lirih.

CTAAAAK! Sebuah pulpen melayang tepat ke arah kursi belakang, menuju kening Kyuhyun. BRAAAAK! Kyuhyun terjatuh dari kursinya, tak sempat mengelak serangan yang datang. "Berlaku sopanlah, Mr. Cho!", desis Yesung Seonsaengnimnamja berambut pirang itu—kepada Kyuhyun yang hanya menyeringai ke arahnya.

"Ddangkoma, ddangkoming dan ddangkomeng baik-baik disini ya. Appa mau mengajar dulu.", ucap Yesung kepada ketiga kura-kura peliharaannya. "Kali ini aku akan mengajarkan tentang darah dan presentasi tipe darah yang mungkin diturunkan kepada anak.", kata Yesung mengawali pelajarannya hari ini.

Namja yang sering dipanggil big head oleh Kyuhyun itu, asyik menjelaskan teori-teori tentang darah dan rumus-rumus persilangan golongan darah. Kyuhyun tidak memperhatikan pelajaran Biologi itu. Ia sibuk memukul-mukul cangkang Ddangkoma di mejanya. Eh, kapan Kyuhyun mengambil Ddangko dari akuarium kacanya yang terletak di meja Seonsaengnim? Untuk urusan balas dendam, Kyuhyun memang jagonya.

Setelah mendengarkan penjelasan pertama Yesung, Sungmin asyik bereksperimen sendiri. Ia ingin menjawab beberapa pertanyaan yang hinggap di dalam dirinya. Sungmin menggoreskan pensilnya, mencari sebuah pola.

"Ah, jadi anak dari pangeran Monster dan keturunan darah campuran itu… Ommo! 25% darah Mensch, 25% darah Hexe dan 50% darah Monster. Berarti sifat yang dia miliki lebih banyak ke arah Monster. Wow! Tapi bagaimana jika anak ini menikah dengan keturunan Hexe dan Monster. Hmmm… Jadi anaknya akan memiliki darah 100% Monster. WHAT?", jerit Sungmin kaget dengan analisanya sendiri.

"Ada apa Kim Sungmin?", tanya Yesung yang baru saja menyelesaikan penjelasannya tentang persilangan darah ke dua puluh. "Lebih baik kamu memperhatikan dengan baik, Sungmin-ah, karena materi ini cukup menyulitkan. Ya! CHO KYUHYUN! APA YANG KAU LAKUKAN?", teriak Yesung pada akhirnya saat matanya tak sengaja melihat adegan tragis menimpa salah satu 'anak'nya itu.

Kyuhyun berhenti dari kegiatannya melukis cangkang Ddangko dengan spidol. Namja tampan itu memberikan senyuman lebarnya kepada Yesung yang sudah berjalan ke arahnya. "Dia terlihat tambah manis, Seonsaengnim.", ujar Kyuhyun innocent sambil memberikan Ddangkoma kepada sang 'appa'.

"Huaaaa~ Ddangko! Gwenchana, chagi?", tanya Yesung, mengelus cangkang Ddangko dengan sayang. "Awas kau, Kyu! Aku akan buat perhitungan denganmu!", ancam Yesung yang berurai airmata. Ia sibuk memegang Ddangko, lalu memasukkan kura-kura besar itu ke dalam akuariumnya. "Pelajaran diakhiri di sini. Kalian harus mengerjakan tugas persilangan golongan darah yang akan kubagikan kepada kalian. Berikan hasilnya kepadaku besok!", pamit Yesung sambil membawa buku-bukunya dan akuarium kaca miliknya dengan isak tangis yang cukup keras.

"Haaaaah~". Helaan napas terdengar dari semua murid yang ada di dalam kelas itu saat berlembar-lembar soal tugas sampai di atas meja mereka. Ada beberapa dari mereka justru kaget saat lembaran tugas itu hadir di depan wajah mereka dalam sekejap. Ya, Yesung menggunakan sihirnya untuk memperbanyak soal dan membagikannya ke setiap murid dalam sekejap. Ia masih tetap harus bertanggungjawab, walau pun hatinya hancur berantakan saat ini. Oh, poor Yesung!

"Ayo, Minnie! Kita pulang!", ajak Kyuhyun sambil merangkul bahu Sungmin.

Sungmin tersentak kaget, karena pikirannya masih dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang semakin menghantui dirinya. Sungmin memasukkan semua bukunya sembarang ke dalam tas, lalu mengikuti Kyuhyun yang sedang menariknya antusias.

"Loh, Kyu? Kok kita kembali ke asrama? Bukannya pelajaran selanjutnya akan segera dimulai?", tanya Sungmin saat ia baru sadar mereka telah melewati gerbang asrama.

"Tidak akan ada pelajaran lagi, Min! Leeteuk-hyung memberitahuku bahwa para guru sedang mengadakan rapat dadakan.", jelas Kyuhyun masih menarik tangan Sungmin.

BRAAAK! Kyuhyun masuk ke dalam kamar bernuansa biru laut. Hanya ada satu ranjang di dalam kamar itu. Kesan rapi adalah yang pertama kali terbersit di dalam batin Sungmin. Kyuhyun segera melemparkan tasnya ke atas ranjang, lalu mengambil pakaian di lemari.

Sungmin terpana dengan kamar di hadapannya itu. Ia berkeliling, meneliti setiap sisi kamar itu. "Kyu, ini kamarmu? Kenapa kita ke sini?", tanya Sungmin menoleh ke arah Kyuhyun.

Mata Sungmin mengerjap beberapa kali. Napasnya seakan tercekat. Pikirannya kosong. Satu hal yang terbersit di dalam otaknya—Tampan. Saat ini Sungmin sedang menatap Kyuhyun yang sedang melepas seragam sekolahnya dengan gaya terseksi yang pernah Sungmin lihat. Sungmin menelan ludah kecut saat matanya bertemu pemandangan indah di depannya—kulit putih pucat milik Kyuhyun.

"Iya. Ini kamarku. Kita harus mengerjakan tugas Yesung Seonsaengnim sebelum mendapatkan pelajaran tambahan. Kau harus tahu, Leeteuk-hyung itu sangat tegas dan keterlaluan dalam memberikan pelajaran. Bersiap-siaplah!", jelas Kyuhyun sambil melepas celana panjangnya.

Sungmin membelalakkan matanya saat adegan Kyuhyun melepas celananya berlangsung. Namja manis itu menutup matanya seketika dengan kedua telapak tangannya saat paha putih Kyuhyun mulai terekspos. Dadanya berdebar cepat, membuatnya sedikit kesulitan bergerak.

"Min, kamu kenapa?", tanya Kyuhyun, menepuk bahu Sungmin. Sungmin menggelengkan kepalanya, tanpa melepas kedua tangannya dari depan wajahnya. "Ck! Dasar aneh!", gumam Kyuhyun heran dengan kelakuan Sungmin. Kyuhyun mengambil handuknya, lalu berjalan ke pintu kamar mandi. "Aku mandi dulu ya, Min. Kalau kamu haus, kamu langsung ambil saja di kulkas itu ya.", ucap Kyuhyun sebelum masuk ke dalam kamar mandi.

"Aish! Bisa gila kalau aku lama-lama bersama namja itu. Kenapa pula ia melepas semua pakaian di depanku? Oh my god! Berhenti berdetak tak karuan, wahai jantung bodoh!", keluh Sungmin, terduduk pasrah di atas ranjang Kyuhyun. Ia memukul-mukul dada sebelah kirinya tatkala jantungnya terus memompa darah dengan cepat.

PLAK! PLAK! PLAK! Sungmin memukul pipinya beberapa kali saat ia merasakan sensasi aneh menjalar di pipinya. Ia tahu bahwa pipinya berubah merah saat itu, namun ia masih menolak alasan dirinya merasa canggung dan malu. "Ah tidak! Berhentilah merespon secara berlebihan. Aku ini juga namja. Kenapa aku harus malu? Aish!", gerutu Sungmin pada dirinya sendiri.

BRAAAK! Sungmin membanting buku-bukunya ke atas meja belajar Kyuhyun. "Haaah~ Sepertinya aku harus segera mengerjakan semua tugas ini sebelumnya aku mati karena sakit jantung.", putus Sungmin sedikit berlebihan.

Sungmin berkutat dengan tugasnya, sangat serius, hingga ia tidak menyadari Kyuhyun sudah berdiri di sampingnya. Kyuhyun mengintip pekerjaan Sungmin, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. "Hei, Min! Kau cepat sekali menyelesaikan tugas itu.", celetuk Kyuhyun saat ia melihat nomor tugas yang telah Sungmin kerjakan—nomor dua puluh satu.

"Kau saja yang lama mandinya, Tuan Cho!", sindir Sungmin, menolehkan kepalanya ke arah Kyuhyun. "KYAAAA! Kenapa kamu masih telanjang seperti itu, Kyu?", kaget Sungmin. Kyuhyun hanya memakai sehelai handuk di bagian terprivate-nya. Air masih menetes jatuh dari rambutnya ke leher dan bahunya, memberi kesan seksi dan menggoda. Bagaimana Sungmin tidak kaget? Ia tidak akan pernah menyangka bahwa Kyuhyun akan keluar dari kamar mandi dengan penampilan tak kalah mempesona dari sebelumnya. Sungmin menelan ludah kecut, menatap aliran air yang jatuh dari rambut Kyuhyun lalu mengalir menelusuri leher jenjang putihnya. Air itu terus mengalir hingga ke dada Kyuhyun yang tidak bidang namun cukup berisi itu.

PLAAAAK! "Apa yang kau lihat? Dasar mesum!", kata Kyuhyun, memukul kepala Sungmin dengan keras.

Sungmin mengerucutkan bibir kissablenya itu. "Lagian kamu juga sih! Cepat berpakaian sana!", perintah Sungmin, menggembungkan pipinya.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanak-kanakkan Sungmin. Namja itu bergegas memakai pakaian santainya, lalu ikut duduk di samping Sungmin untuk menyalin hasil pekerjaan Sungmin. Oh, Kyuhyun is a lazy boy! "Kau hebat juga ya, Min! Ternyata aku tidak perlu mengajarkanmu susah-susah kalau begitu. Sini biar aku lihat benar atau salah!", kata Kyuhyun beralasan. Sudah pasti itu hanya alasan palsunya untuk mencontek.

"Hmm… Kyu!", panggil Sungmin di tengah-tengah acara 'mari memplagiat tugas Sungmin'. Kyuhyun hanya bergumam sebagai jawaban. Ia terlalu sibuk dengan rumus dan angka di depannya. "Bagaimana kalau anak dari Prinz Monster dan Blut vermischt menikah dengan anak Hexe dan Monster? Mereka akan memiliki anak berdarah Monster seutuhnya. Apakah itu akan baik-baik saja?", tanya Sungmin, mengutarakan pertanyaan yang selama satu jam ini menghantui pikirannya.

Kyuhyun berhenti menulis untuk sejenak. Ia menyeringai, lalu kembali berkutat dengan bukunya. "Itu tidak mungkin, Min. Mereka tidak memiliki keturunan. Jangan terlalu banyak berpikir yang aneh-aneh.", sanggah Kyuhyun, tak begitu peduli dengan pertanyaan konyol dari bibir Sungmin.

Sungmin mendengus kesal. "Ne, arraso!", ujarnya singkat.

"SELESAI! HEBAT! BENAR SEMUA, MIN!", teriak Kyuhyun sambil melempar buku Sungmin pelan ke arah meja di sisi Sungmin. Kyuhyun merapikan bukunya, lalu mengambil sebuah buku besar di salah satu rak buku. "Nah, Min! Sekarang kamu baca ini, karena materi sore ini tentang Kekuatan Dasar Hexe dan Monster. Selamat membaca! Aku tidur dulu.".

Kyuhyun memberikan buku besar itu kepada Sungmin, lalu ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Sungmin masih belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi. Sepertinya namja manis itu masih terpesona dengan buku teramat besar di pangkuannya itu. "Apa aku harus membaca ini semua, Kyu?", tanya Sungmin memastikan. Sayangnya, Sungmin tersadar di saat Kyuhyun sudah memasuki alam mimpinya. "Dasar seenaknya saja!", keluh Sungmin pasrah, mulai membaca buku itu.

.

.

(O.O#)a…::Leeteuk's Room, Underground Palace

.

.

"Selamat datang di ruang belajar barumu, Kim Sungmin atau bisa saya panggil kamu Lee Sungmin mulai sekarang.", sambut Leeteuk saat Sungmin dan Kyuhyun baru saja sampai di Kastil bawah tanah milik Leeteuk.

Ruangan ini bukanlah ruangan bernuansa putih yang biasa ditempati oleh Leeteuk. Ruangan ini berada di sebuah kastil di pinggir sekolah, berdekatan dengan hutan. Ruangan ini telah diselimuti sihir sehingga tidak akan ada yang dapat memata-matai kastil ini. Jika dilihat dari luar—kasat mata—kastil hanya nampak seperti tumpukan dinding sisa bangunan yang terbengkalai. Jarang sekali ada yang melintas di sekitar kastil. KyuMin pun masuk ke dalam kastil itu menggunakan Ovunque Armadio.

Sungmin mengerutkan dahinya. "Lee Sungmin?", tanya Sungmin bingung. "Ah, gomawo!", lanjutnya berterimakasih setelah Kangin memberikannya segelas minuman.

"Ne. Margamu sebenarnya adalah Lee. Untuk saat ini, informasi itulah yang dapat kami berikan. Jangan tanya lain-lain. Hanya fokus pada materi tambahanmu sekarang.", jawab Leeteuk tegas. Leeteuk memberikan satu bundel materi tambahan sesuai apa yang Kyuhyun bilang siang tadi—Kekuatan Dasar Hexe dan Monster.

"Baca itu dan pelajari. Hapalkan! Setelah ini kami akan memberikan test singkat kepadamu!", perintah Kangin mutlak.

Sungmin menelan ludah pahit, saat menatap kedua mata Kangin yang terlihat garang. Kangin berjalan menghampiri Leeteuk dan Kyuhyun yang sudah duduk di salah satu kursi di dekat meja. Kedua namja itu melempar pandang ke arah Sungmin yang serius berkutat dengan materinya. Kangin ikut menoleh ke arah belakang, sedikit bingung dengan tingkah dua orang di depannya itu.

"Waeyo?", tanya Kangin.

"Aniya! Aku hanya tidak ingin Sungmin mendengar pembicaraan kita.", kata Leeteuk sedikit cemas.

"Sebenarnya ada masalah apa? Lagipula daripada kamu susah-susah, ucapkan saja mantra kepadanya.", saran Kangin brilliant.

Leeteuk memandang Kyuhyun seakan memerintah namja itu. Kyuhyun menghela napas, mengerti apa arti tatapan Leeteuk. "Sungminnon riusciva a sentirela nostra conversazione!", ujar Kyuhyun berbisik dengan jari yang mengarah kepada Sungmin.

"Tadi Kyuhyun bilang kalau Sungmin bertanya tentang anak yang lahir dari perpaduan Darah campuran-Monster dan Hexe-Monster. He's so brilliant! Materi itu baru saja diajarkan tadi siang dan Sungmin bisa menyelesaikan tugas lima puluh soal golongan darah hanya dalam waktu satu jam. Dia perlu diwaspadai.", kata Leeteuk takjub.

Kangin menoleh sebentar ke arah punggung Sungmin. "Ya, kamu benar, chagiya! Dalam waktu tiga jam dia sudah bisa menguasai hampir 75% dari semua materi, terutama materi dari buku besar Cho Kyuhyun.", jelas Kangin setelah melihat memori otak Sungmin dengan kekuatannya.

Kyuhyun menatap Kangin takjub sekaligus bingung. 'Bagaimana ahjussi ini bisa memonitori otak seseorang hanya dengan melihatnya? Dan bagaimana bisa seorang Mensch seperti Sungmin mengerti materi yang perlu aku kuasai dalam waktu satu tahun itu? Dia bukan namja biasa. Ada suatu rahasia dibalik sosok Kim Sungmin itu!', batin Kyuhyun bertanya-tanya.

'Aku bisa mendengar gumaman hatimu, Kyu. Jangan bertindak macam-macam atau kamu akan tahu akibatnya!', lontar Leeteuk ke dalam pikiran Kyuhyun.

Kyuhyun mendelikkan matanya ke arah Leeteuk, kaget atas balasan pertanyaan hatinya.

"See! Dia belajar tapi pikirannya bercabang kemana-mana! Berikan dia soal-soal test materi. Besok kita lakukan ujian atas materi hari ini. Aku yakin hasilnya di luar dugaan. Kau, Cho Kyuhyun, harap-harap cemas karena status jeniusmu akan digantikan olehnya.", sindir Leeteuk pada Kyuhyun, membuat namja pintar itu berdecak kesal.

"Hahahaha… Kau akan tetap jadi saeng kesayanganku, Kyu. Don't worry!", lanjut Leeteuk, memeluk adiknya itu dengan rasa sayang. Akhirnya pembicaraan di antara ketiganya berlanjut pada obrolan ringan dan dipenuhi tawa.

Malam mulai larut. Sungmin terlihat lelah. Ia tertidur pulas di atas meja dengan tangan yang menggenggam erat pena. Kangin memberikan soal setengah jam lalu, hampir semuanya sudah diisi dengan baik oleh Sungmin. Hanya saja mengerjakan tugas dan mendapatkan materi tambahan yang segunung, membuat namja manis itu merasa letih. Ia tidak bisa menahan rasa kantuknya lagi. Kyuhyun mengangkat tubuh berisi Sungmin, menghilangkan mantranya, lalu membawa Sungmin ke dalam Ovunque Armadio yang sudah dimantrai untuk sampai langsung ke depan pintu kamar asrama Sungmin. Setelah berpamitan dengan Leeteuk dan Kangin, Kyuhyun menghilang bersama Sungmin ke dalam ruang hampa—penghubung ruangan itu dan tujuan mereka.

"HOAAAM! Ada apa malam-malam?", tanya Yoochun, mengucek matanya yang masih enggan terbuka. Namja berjidat lebar itu membukakan pintu kamarnya dengan kondisi setengah saja. Ia membiarkan Kyuhyun—yang menggendong Sungmin ala bridal style—masuk ke dalam kamar.

Kyuhyun membaringkan tubuh Sungmin dengan pelan ke atas ranjang seakan tak ingin membiarkan pergerakannya menggoreskan tubuh porselen itu. CUP! Kyuhyun mengecup bibir Sungmin singkat. "Jaljayo, Sungminnie-ah! Sweet dream!", bisiknya di telinga Sungmin, berharap kata-katanya mengalun indah ke alam bawah sadar namja manis itu.

Kyuhyun melangkah turun dari ranjang Sungmin yang terletak di sisi atas kamar. Namja tampan ini memandang aneh ke arah Yoochun yang sedang memonyong-monyongkan bibirnya sambil memukul-mukul kepalanya pelan. "Ah! Cho Kyuhyun!", jeritnya sambil mengacungkan tangan ke udara, seakan mengetahui jawaban atas sebuah kuis. Kyuhyun tersentak kaget mendengar namanya disebut, namun ia masih tetap pada image dingin. Tanpa tersenyum ataupun berpamitan, Kyuhyun melenggang pergi dari dalam kamar itu.

BRAAAK! Suara pintu dibanting keras, menyadarkan Yoochun dari rasa herannya pada sosok Kyuhyun yang dingin. Ia memandang tubuh Sungmin yang terlelap dan pintu yang baru saja dibanting secara bergantian. "Mereka ada hubungan apa?", tanya Yoochun heran.

.

.

(O.O#)a…::TBC::… ("$.$)7

.

.


Sorry for late update!

Semoga ga kecewa

Sedikit glosarium:

Sungmin non riusciva a sentire la nostra conversazione = Sungmin tidak bisa mendengar pembicaraan kami

Prinz = Pangeran

schönen Prinzen = Pangeran Bijak

blut vermischt = Darah Campuran

Monster = Monster

Prinz Monster =Pangeran Monster

Dormire = tidur

Illusione… Illusioni andare a lavorare = ilusi bekerjalah

Thanks for reading!

Please be patient for this fanfict's update

See u next time ^^