Hatsukoi/First Love
By: Yuuki Reiyan
Disclaimer: Masashi Kishimoto-sensei
Rate: M
Pairing: SasuNaru slight ItaKyuu, NejiGaa & KakaIru (little)
Warning: OOC, Yaoi, no lemon just lime, Typo (a lot), bad language
RnR please, Don't like Don't read
Reply Reviews:
InmaGination: Hahaha iya tema buat chap 3 emang 'this and that' :D Thanks for review :D
Lhiae932: Hahaha suka lemon yang panjang ya, yosh akan aku usahakan ya :D Thanks for review :D
michhazz: Oh iya ya, sankyuu udah membantu meralatnya :D Kebiasaan yang buruk ni sering menggunakan paduan kata yang salah, Thanks for review :D
Habibah794: Hahaha namanya juga bocah, dilarang tetap saja ngelanggar karena ada motto yang mengatakan 'Peraturan dibuat untuk dilanggar' :P Thanks for review :D
Kuma Akaryuu: Ohohoho jangan lewatkan Second, Third, dst ya :D Thanks for review :D
YuRhachan: Iya, mereka masih kecil, baru berumur 15 tahun kelas 3 smp udah berbuat yang nggak-nggak ckckck, Thanks for review :D
Retnoelf: Yupz, ketahuan tuh masalah numpuk dah ntar, Thanks for review :D
Thanks to for Follow and Favorite my story
And last...
"Let's story begin!"
.
.
.
Chapter 4
.
.
.
.
Keesokan paginya, Naruto berjalan memasuki kelasnya dengan tertatih, karena sakit di pinggangnya dan bokongnya, akhirnya dia mengerti alasan Gaara yang berjalan aneh kemarin. "Naruto daijobu desu ka?" tanya Gaara yang khawatir melihat Naruto. "Wah Sasuke ternyata kau bisa membuat Naruto seperti itu, dan lihat di lehernya banyak sekali tanda merah" kata Neji sambil memukul pundak Sasuke. "Neji, bisakah kau diam, atau kau kubunuh" kata Gaara sambil memberikan death glare nya pada Neji yang membuat Neji terdiam seribu bahasa. "Etto.. Daijobu desu" kata Naruto sambil duduk di kursi nya. "Naruto kalau kau kenapa-napa kasih tau aku ya, gomenasai kau jadi begini karna aku" kata Sasuke sambil membelai rambut Naruto mesra. "Ehem!" deheman Gaara yang menyadarkan Sasuke dan Naruto dari dunia mereka berdua.
.
.
.
Terlihat dua orang pria duduk bersama di sofa keluarga dan menghela napas. "Kau ada masalah apa Naru-chan? Kau kelihatan sakit" kata Kyuubi. "Hmm, tidak ada Kyuu-Nii aku hanya lelah" jawab Naruto. "Dobe, apa kau sudah makan? Aku membawakanmu bento" kata Sasuke yang muncul secara tiba-tiba. "Eh?! Maaf merepotkanmu teme, tapi kenapa kau tidak membelikanku ramen?" keluh Naruto sambil pout dan menerima bento dari Sasuke. "Hee.. aku masih tak menyangka ternyata kalian pacaran" kata Kyuubi sambil berpangku tangan. "Hehehe.. iya Kyuu-Nii" jawab Naruto malu dan membuka bento nya. Kyuubi yang melihat bento tiba-tiba menjadi eneg dan berlari keluar, tepatnya ke toilet yang ada di seberang ruangan. "Lho Kyuu kau kenapa?" kata Itachi yang baru datang heran. "Hueek!" suara muntah Kyuubi yang terdengar sampai ruang keluarga. "Kyuu, kau baik-baik saja?" tanya Itachi yang berada di belakang Kyuubi sambil mengelus punggung Kyuubi.
"Kyuubi-san kenapa ya?" gumam Sasuke. "Ntah" jawab Naruto sambil menaruh bento nya di atas meja. "Kyuu jangan-jangan kau hamil!" seru Itachi. "Hah?! Apa maksudmu keriput, bagaimana aku bisa hamil, ini hanya masuk angin biasa dan aku hanya eneg liat makanan" kata Kyuubi membela diri. "Tapi Kyuu, ketika kita bulan madu, apa kau lupa kita hampir setiap saat melakukan this and that, dan lagi aku mengeluarkannya di dalammu terus" jawab Itachi. "Keriput jangan pikir yang aneh-aneh! Ini juga karena kau yang membiarkan aku telanjang terus dan membiarkan angin malam masuk!" seru Kyuubi tidak mau kalah. "Tidak Kyuu, kau pasti hamil, ayo kita ke dokter kandungan sekarang" kata Itachi menarik Kyuubi. "Hah?! Aku baik-baik saja, kalau mau ke dokter biasa saja, kenapa harus ke dokter kandungan?!" seru Kyuubi sambil menepis tangan Itachi. Naruto dan Sasuke hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah kedua aniki mereka. "Dobe, kau tidak hamil juga kan?" kata Sasuke. "Tidak teme, aku yakin aku baik-baik saja meski kita bermain sampai beberapa ronde semalam" jawab Naruto sambil bersemu merah. "Benarkah syukurlah, kalau tidak Tou-san dan Kaa-san bisa membunuhku kerena telah melakukan this and that bersamamu" kata Sasuke. "I-Iya, etto... tapi apa kau yakin Kyuu-Nii.. hamil?".
.
.
.
"Kan aku sudah bilang, aku tidak hamil bodoh, kau ini memalukan sekali keriput!" kata Kyuubi yang masuk ke rumah sambil membanting pintu dengan marah serta malu. "Kyuu, maafkan aku, aku hanya berharap kau hamil saja Kyuu" kata Itachi menyusul Kyuubi. "Baka, kau kan tau aku ini pria, aku bagaimana mungkin bisa hamil?!" seru Kyuubi. "Kyuu, aku tau itu, maafkan aku Kyuu, aku mencintaimu Kyuu, aku menerimamu apa adanya" kata Itachi sambil memeluk Kyuubi. "Baka, aku tau itu tentu saja I.. tachi..." kata Kyuubi sambil memeluk balik Itachi. Ntah kenapa, Kyuubi selalu saja menyukai orang ini. "Kyuu.." bisik Itachi dan mencium bibir Kyuubi lembut. "Kyuu.. bagaimana kalau kita membuat anak lagi? Aku akan membuatmu hamil pasti" kata Itachi tiba-tiba dan langsung menggendong Kyuubi ala bridal style dan membawanya ke kamar mereka. "Aku membencimu keriput!" seru Kyuubi sebelum suaranya menjadi desahan yang keras.
"Sasu... hmm~" desah Naruto menikmati permainan Sasuke. "Naruto.. kau begitu ketat.." desah Sasuke sambil mengeluar masukan miliknya dengan cepat. "Sasuke.. daisuki.." desah Naruto sambil menarik Sasuke dan mencium bibirnya. Sasuke kaget akan perlakuan Naruto. Sasuke akhirnya hanya menikmati hal itu dan dia memutar balik keadaan, di biarkannya Naruto yang di atas menikmati dirinya. Naruto dengan cepat menaik turunkan tubuhnya, membuat milik Sasuke keluar masuk dengan cepat juga. "Naruto.. kenapa kau bernapsu sekali hari ini" kata Sasuke sambil menghisap dada Naruto dan membuat tanda merah di tubuh Naruto. "Aku.. juga tidak tau.. aku sangat menginginkan dirimu Sasuke... hanya untuk ku seorang…. ugh ahhhnnnnn~" desah Naruto dan menyemburkan cairan cintanya tepat ke dada Sasuke. "Sangat manis, cairanmu Naruto" kata Sasuke yang menjilati jarinya yang dia lumuri dengan cairan Naruto. "Hmm.. Sasuke.." desah Naruto lemas. "Tapi kau tau Naruto, kita belum selesai, masih cukup panjang permainan kita Naruto..." bisik Sasuke yang membuat Naruto bersemu merah. Seperti kata Sasuke, malam ini malam yang panjang untuk mereka.
.
.
.
"Naru-chan, kaa-san dan tou-san pulang!" seru Kushina dengan suara merdunya. "Hmp, paling dia masih tidur, ini hari minggu kan Kushina" kata Minato. "Kau ini, dasar tidak perhatian pada anak sendiri" sebal Kushina. "Anoo, Kushi-chan Minato-san.. maaf mengganggu, apa Sasuke ada di sini? Dia beberapa hari ini tidak pernah tidur di rumah" kata Mikoto yang muncul bersama Fugaku. "Eh?! Kami baru saja pulang dari perjalanan, kami tidak tau apa kah Sasuke-kun ada di sini atau tidak" jawab Kushina. "Hn, itu kan sepatu Sasuke dan Itachi?" gumam Fugaku yang menyadari sesuatu. " Ini sepatu milik Kyuubi juga" kata Minato. "Apa mungkin Itachi dan Kyuubi telah pulang dari bulan madu mereka?" kata Mikoto. "Ayo kita mengecek ke lantai dua" usul Kushina. "Baiklah ayo" kata Minato. "Lho, tou-san dan kaa-san? Juga bibi Kushina dan paman Minato" kata Itachi yang baru saja keluar kamar. "Kalian sudah pulang?" tanya Mikoto. "Iya kaa-san, maaf tidak memberitahu karena aku harus membujuk Kyuubi" jelas Itachi. "Kalian bertengkar?" tanya Fugaku. "Tidak tou-san bukan masalah besar" jawab Itachi. "Oh iya, apa kau melihat Sasuke-kun?" tanya Kushina. "Oh ototou, dia tidur sekamar dengan Naruto, mereka semalam sangat berisik sekali" jawab Itachi. "HAH?! SASUKE! NARUTO!" teriakan menggema dari Fugaku dan Minato yang seperti iblis.
.
.
.
.
.
Yakushima, di sebuah penginapan yang besar. Terlihat empat orang siswa yang membawa koper masing-masing di bawah kaki mereka. "Hmm aku sekamar dengan Sasuke, aku ingin bersama Gaara-chan" kata Neji. "Kenapa kita tidak bertukar kamar saja?" kata Sasuke mengusulkan. "Eh?! Aku tidak mau, aku pasti tidak akan bisa menikmati study tour ini, setiap malam aku yakin pasti Neji bakal men-rape aku" kata Gaara sambil bersemu. "Kalau aku.. tidak masalah" kata Naruto sambil tertunduk malu. "Wah, ini dia uke idaman semua orang, Gaara kau harus belajar dengan Naruto agar menjadi uke sejati" kata Neji. "Aho! Aku benci padamu Hyuga!" seru Gaara merasa sebal dan berjalan ke arah kamarnya sambil membawa kopernya sendirian meninggalkan Neji, Naruto dan Sasuke. "Gaara tunggu, maafkan aku" kata Neji merasa bersalah dan berlari mengejar Gaara.
"Gaara!" seru Neji begitu mereka sampai di depan kamar. "Apa lagi?" kata Gaara sambil memandang Neji dengan mata nya yang memerah menahan tangis. "Maafkan aku, harusnya aku tidak membandingkanmu dengan Naruto, maaf Gaara, yang aku cintai hanya kau, aku bahkan tidak bersungguh-sungguh mengatakan Naruto itu yang terbaik Gaara, hanya kau yang terbaik bagiku" jelas Neji sambil memeluk Gaara. Gaara memukul dada Neji, "Aku benci padamu.. kirai.. suki..." kata Gaara tidak jelas. "Baka, kau mencintaiku atau membenciku Gaara?" kata Neji sambil tersenyum melihat tingkah Gaara yang manis sekali. "Daisuki!" seru Gaara sambil bersemu merah sambil memeluk Neji semakin erat. "Yosh, tidak akan aku biarkan kau tidur malam ini" kata Neji dan menggendong Gaara masuk ke dalam kamar penginapan.
"Dobe, sepertinya kita sekamar" kata Sasuke sambil membawa kopernya dan Naruto ke kamar sebelah kamar NejiGaa. "I-Iya teme.." kata Naruto nervous. "Tidak apa-apa kan kalau aku menginginkan dirimu?" kata Sasuke. "Eh?! Boleh saja.." jawab Naruto pelan. "Kalau sekarang bagaimana? Suara Gaara dan Neji sangat mengganggu" kata Sasuke sambil memeluk pundak Naruto. "Hmm teme.. baiklah.." kata Naruto sambil bersemu merah sebelum Sasuke mencium bibirnya dan menidurkan nya di atas futon yang telah tersedia.
"Dua pasangan itu sangat gila dan nekat ya" komen Iruka yang melihat dari jauh apa yang dilakukan keempat muridnya di depan pintu kamar masing-masing. "Hmm.. apakah kau juga mau Iruka?" kata Kakashi sambil memeluk perut Iruka. Iruka yang berdiri dan Kakashi yang duduk, memudahkan Kakashi menarik Iruka duduk dipangkuannya. "Kakashi.. nanti ada yang lihat bagaimana" kata Iruka panik sambil mencoba melepaskan tangan Kakashi dari perutnya. "Tidak ada siapa pun di sini kan, atau kau ingin melakukannya di kamar kita?" kata Kakashi sambil mencium leher Iruka. " Hmm.. Kakashi.. Ahh~ Di-di kamar saja.." desah Iruka karena Kakashi menjilati lehernya. Kakashi tersenyum dan membawa Iruka ke kamar mereka memandu kasih.
.
.
.
Hari kedua, acara study tour. Sasuke berpose dengan Naruto di depan sebuah danau yang sangat indah, sedangkan Gaara dan Neji memotret Sasuke dan Naruto. Mereka menikmati semua perjalanan mereka, tak lupa semuanya mereka berempat abadikan dalam foto yang sangat berharga. "Orange Milk?" tawar Sasuke pada Naruto sambil menyodorkan sebuah kaleng minuman. NejiGaa saat ini sedang berfoto dan bermesraan ria. "Etto, arigatou teme" jawab Naruto sambil menerima minuman itu. "Kau nanti malam mau berendam dobe? Kalau tidak salah ada onsen di penginapan kita" kata Sasuke sambil duduk di samping Naruto. "Onsen? Hmm aku mau teme!" jawab Naruto semangat. "Tapi kita memakai onsennya ketika semua tertidur ya, aku ingin mencoba melakukannya di luar bersamamu" bisik Sasuke tepat di telinga Naruto.
"Gaara kau baik-baik saja? Kau terlihat tidak sehat" kata Neji sambil membawa Gaara duduk di kursi bersama SasuNaru. "Aku hanya kelelahan saja, ini semua kan gara-gara kau Neji!" seru Gaara. "Ada yang tidak enak badan atau lelah kah? Kalian bisa kembali ke bis untuk istirahat" kata Kakashi memberikan pengumuman. "Ayo Gaara kita kembali" kata Neji sambil membawa Gaara, Gaara hanya menurut dan mengikuti Neji. "Dobe, apa kau juga ingin kembali? Aku yakin kau pasti lelah, ditambah lagi kita semalam..." kata Sasuke yang membuat Naruto memerah seperti kepiting rebus. "Hmm teme, aku baik-baik saja kok" jawab Naruto semangat. "Hn, baiklah kalau begitu" jawab Sasuke.
"Etto, Kakashi-sensei dimana Iruka-sensei? Sejak pagi aku tidak melihatnya" kata Naruto pada Kakashi yang kini bersama mereka. "Hmm? Iruka? Dia sangat kelelahan, aku mungkin sudah berlebihan semalam" jawab Kakashi. "Hah? Maksud sensei?" kata Naruto bingung. "Mereka melakukan this and that dobe, sepertinya Kakashi-sensei melakukannya sampai kelewatan" jawab Sasuke yang tepat mengena bagi Kakashi. "Kalau saja, dia ada di sini pasti lebih menyenangkan" jawab Kakashi sambil menghela napas. "Hahaha semangat lah sensei kan ada kami disini!" kata Naruto menyemangati Kakashi yang membuat Kakashi merasa aneh.
"Teme, ayo kita juga berfoto dengan teman sekelas kita, lihat Kiba, Shikamaru, Shino, Sakura-chan, Ino dan Sai menunggu kita teme" kata Naruto sambil menyeret Sasuke untuk bergabung dalam foto bersama. Selain Naruto dan Sasuke, terlihat pria berambut coklat dengan tato taring di pipinya, pria berambut hitam dengan kacamata hitam dan jaket yang panjang menutupi wajahnya, pria berambut nanas yang kini menguap, pria berambut hitam berkulit pucat dan tersenyum ramah, gadis berambut pink panjang, dan gadis berambut purang pudar dengan gaya rambut di ikat dan pony yang cukup panjang. Ini lah teman sekelas Naruto dan Sasuke selain Gaara dan Neji, Inuzuka Kiba, Aburame Shino, Nara Shikamaru, Aburame Sai, Haruno Sakura, Yamanaka Ino. Tanpa mereka sadari mereka semua telah terikat oleh sesuatu yang bernama takdir. Semuanya terlihat bahagia sekarang ini tapi siapa yang kan tau beberapa tahun lagi, ntah apa yang kan terjadi pada mereka semua.
.
.
.
.
.
To Be Continue
Note: Setelah ini ada chapter special, kisah tiga hari mereka full di Yakushima, penasaran kan? Apakah SasuNaru bakalan lemon di onsen? Lihat saja nanti :D
RnR please, yours review always give me support! :)
