Chapter 4: Hountou ni?
Disclaimer: Fujimaki Tadatoshi
Pair: AOKAGA (Harem Kagami)
OOC, ABAL, TYPO BERTEBARAN, USAHAKAN KONSULTASI DENGAN GURU BP KALIAN JIKA INGIN MEMBACA FICT INI KARNA FICT INI BISA MERUSAK MORAL BANGSA.
Yup langsung aja
Enjoy~
Kriiiing...
"Hnnnh..."
Kagami mengerang...tidak tidak, Kagami bukan mengerang kenikmatan jadi jauhkanlah pikiran pikiran kotor kalian karna ini fict rated T.
Kriiiing...
Bunyi bel Kagami kembali terdengar. Kagami bangun dengan sedikit tidak rela dan melihat jam digitalnya. Pukul 05.00. Ayolah...siapa yang datang bertamu sepagi ini. Kagami mencoba berjalan kearah pintu apartementnya walau harus merayap rayap pada dinding disekitarnya karena kakinya masih sakit. Kagami membuka pintu rumahnya dan...
"Ohaiyou~."
"HUWAAAAAA GENDERUWOOOO."
Aomine langsung ngebekep mulut Kagami.
"Buset dah ini gw bukan genderuwo, ini pacarmu yang paling ganteng."
Kagami menyingkirkan tangan Aomine dari mulutnya.
"Buset dah tangan lo bau bangke lagian lo juga bukan pacar gw kali kita belom jadian. Lo mau ngapain dah pagi pagi begini, gangguin idup orang aja."
"Tck, aku kesini mau menjemputmu, kakimu pasti belum sembuh kan. Aku bawa sepeda nanti biar aku yang mengantarmu kesekolah dan mengantarmu pulang dengan selamat."
"Tidak usah, aku tidak mau merepotkanmu."
"Ayolah Kagami kumohon...aku tidak mau melihatmu kesakitan seperti ini."
Kagami menghela nafas.
"Baiklah aku mau mandi dulu."
"Yes..."
"Jangan kesenengan dulu, intinya kita belum jadian."
"Iya iya aku mengerti."
"Ngomong ngomong kau sudah makan?"
"Sudah, hush hush sana cepat mandi."
Kagami manyun mendengar Aomine yang mengusirnya layaknya sedang mengusir kucing kampung. Kagami berjalan kearah kamar mandi untuk mandi (reader: yaiyalah thor, masa ke kamar mandi mau selfie -_-). Aomine duduk di sofa ruang tamu Kagami dan mengambil smartphonenya.
"Nunggu Kagami mandi selfie dulu. Ganteng dikit cekrek."
Aomine menampilkan senyum najisnya ke arah kamera smartphonenya.
"Ganteng banyak cekrek, ganteng banget cekrek cekrek."
Aomine menampilkan seringaian biadabnya.
"Senyum bebek cekrek."
Aomine pose monyong monyong layaknya ikan koi yang kehabisan air.
"Salam hormat cekrek."
Aomine memasang pose hormat sambil memonyongkan bibirnya dan demi apapun dia terlihat sangat amat menjijikan.
"Yes upload."
Aomine meng-upload fotonya ke lain dan tak berapa lama kemudian handphonenya berdering menandakan ada notifikasi dari lainnya.
"Akashi belagu like this, Kuroko baper like this, Kise mandi kembang like this. Menatap masa depan."
Aomine tersenyum melihat notifikasi lainnya. Ternyata banyak juga yang me like fotonya, dirinya ini memang ganteng sekali *seketika author ngerukiah Aomine.*
Cekrek...terdengar pintu kamar mandi yang terbuka dan memperlihatkan pemandangan yang membuat kucing betina manapun langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Aomine melotot melihat Kagami yang hanya terbalut dengan handuk yang menutupi pingga hingga setengah pahanya. Kagami berjalan tertatih tatih menuju kamarnya.
"Kagami...perlu kubantu?"
"T-tidak tidak jangan mendekat kearahku."
"Oh...oke..."
Kagami meninggalkan Aomine yang pundungan di sofa ruang tamunya. Sebegitu menjijikannya kah Aomine sampai Kagami tak mau dekat dekat dengannya? 5 menit kemudian Kagami keluar dari kamarnya dan tentu saja tubuhnya sudah terbalut dengan seragam sekolahnya. Kagami membuat satu porsi sandwhitch untuk dirinya dan dua gelas coklat hangat untuk dirinya dan Aomine. Aomine membantu Kagami untuk membawa nampan berisi makanan mereka di meja makan. Setelah itu Kagami memakan sarapannya dengan tenang sambil mengecek smartphonenya. Seketika Kagami muntah saat melihat postingan Aomine di lain.
"Mi lo muntah kenapa? Lo hamil? Tapi kita belom nganu mi."
"GW JIJIK SAMA LO KAMVREEEET."
Dan di detik berikutnya Kagami melempar Aomine hingga ke gurun sahara. Oke lanjut~
"Aho, kau sudah belajar untuk ulangan hari ini kan?"
"Hn? Sudah sih."
"Sudah sih? Kau tidak belajar."
"Aku belajar. Tapi aku tidak yakin dengan ulangan hari ini."
"Loh? Memangnya kenapa?"
"Hari ini bahasa inggris. Aku tidak mengerti tentang yang beginian. Belajar pun rasanya percuma, tidak ada yang masuk ke otak."
Kagami menelan roti yang ada di dalam mulutnya.
"Jadi kau tidak punya kesempatan untuk menjadi pacarku dong yah?"
"Loh kok begitu?"
"Iya...kan perjanjiannya kalau kau berhasil mendapatkan nilai diatas rata rata untuk semua ulanganmu. Aku akan menjadi pacarmu yah tapi kalau ada satu nilai yang tidak mencapai rata rata perjanjiannya batal."
"Itu namanya curang, lagipula kan hanya satu nilai. Kan bisa diremedial."
"Hoh bisa remedial ya? Aku juga bisa loh menerima cinta Akechi-sen..."
BRAK...
Aomine menggebrak meja makan Kagami. Aomine terlihat sangat marah saat Kagami mengatakan kata kata itu.
"Habiskan makananmu, kita harus berangkat sekarang."
Kagami hanya mengangguk dan segera menghabiskan makanannya. Aomine membantu Kagami untuk berjalan keluar dari rumahnya.
"Maafkan aku Aomine."
"Maaf? Untuk apa? Harusnya aku yang minta maaf, tiba tiba saja aku membayangkan dirimu jika kau benar benar bersama Akechi. Tiba tiba saja emosi ku jadi naik."
"Ahaha begitu?"
Skip time~
Aomine memarkirkan sepedanya dan tiba tiba ia berpapasan dengan Hanamiya. Wajahnya terlihat dipenuhi dengan luka bewarna biru dan kepalanya dihiasi dengan perban. Aomine segera menggenggam tangan Kagami dan melewati Hanamiya begitu saja. Hanamiya terdiam...ia menampilkan seringaiannya.
"Aku tidak akan kalah...Kagami milikku."
Selama diperjalanan Aomine terus menggenggam tangan Kagami hingga mereka menjadi pusat perhatian orang orang disekitarnya. Kagami menghentikan langkahnya sesampainya ia di depan ruang UKS.
"Aomine kau duluan saja ke kelas, aku mau memeriksa keadaan kakiku dulu."
"Aku temani."
"Tidak usah, nanti kau terlambat."
"Tapi hari ini kan Akechi-sensei yang mengawas kelas kita."
"Ia tapi tak apa apa aku sendiri saja."
Aomine terdiam dan menatap Kagami dengan tatapan yang tak bisa diungkapkan dengan kata kata. Antara bingung dan kecewa. Aomine melepaskan pegangan tangannya dari Kagami. Meski hatinya tidak ikhlas untuk meninggalkan Kagami berdua dengan senseinya karena itu sama saja dengan memberikan Akechi ruang untuk lebih dekat dengan Kagami. Tapi kalau Aomine tetap menahan Kagami, itu sama saja ia egois dan memaksa Kagami untuk menyukainya. Aomine menghela nafas.
"Baiklah aku kekelas duluan. Jaa~"
Kagami mengetuk pintu ruang UKS dan segera masuk kedalam. Akechi sedang membereskan soal dan kertas jawaban.
"Ah? Ohaiyou Kagami-san."
"O-ohaiyou sensei?"
"Sensei?"
"S-sumimasen Akechi-san."
"Hmm ada perlu apa?"
"E-etto...kakiku..."
"Masih sakit?"
"Iya."
"Coba sini kuperiksa dulu."
Kagami berjalan kearah ranjang UKS dan membaringkan tubuhnya senyaman mungkin. Akechi mengambil botol kecil yang entah apa isinya.
"T-tunggu...itu bukan salep panu kan?"
"Fufufu tentu saja bukan, ini minyak."
"Oh...minyak urut?"
"Bukan, minyak kemiri."
Seketika Kagami segera mengkame kameha Akechi. Oke lanjut. Akechi mengoleskan minyak itu pada kaki Kagami.
"Akechi-san, kalau ada yang bisa kubantu katakan saja padaku."
Akechi berfikir sebentar.
"Oh ada, nanti istirahat kau langsung kesini saja, nanti kuberitahu tugasmu."
"Ah begitu...baiklah."
Wajah Kagami terlihat berbinar.
"Baiklah sepertinya kakimu sudah agak mendingan."
"Iya, kakiku tidak sesakit kemarin."
Hening Kagami menunduk, iya sama sekali tidak berani menatap wajah senseimya. Akechi mendekat kearah Kagami seketika keringat bercucuran dari dahi Kagami.
"Nee...Kagami."
"Ah i-iya Akechi-san."
"Tentang pertanyaanku yang kemarin..."
DEG...Padahal Kagami berharap Akechi melupakan masalah ini dan berusaha untuk menghindari pertanyaan ini tapi senseinya malah ingat. Melihat ekspresi Kagami yang terlihat panik Akechi tersenyum dan mengusap surai merah Kagami.
"Kau belum siap menjawabnya ya? Baiklah tidak apa apa, ah iya hari ini aku mendapat giliran untuk mengawas kelasmu, kebetulan sekali ya?."
"Kebetulan kenapa?"
"Tidak apa apa, ah iya sebentar lagi kelas dimulai. Kita harus segera kekelasmu."
"Baiklah."
Kagami mengangguk. Dan setelah itu seisi kelas Kagami dibuat terkejut saat Kagami dan Akechi masuk kedalam kelas. Akechi yang menggendong Kagami ala bridal style seketika membuat Aomine dan Kuroko di selimuti aura aura mengerikan. Tak butuh waktu lama untuk membuat gosip ini tersebar. Bahkan ada yang memotret kejadian ini dan menyebarkannya di internet. Kagami malu setengah mati dan terlebih ia sudah dicap sebagai "PACAR AKECHI." Akechi mendudukan Kagami di kursinya kemudian kembali ke meja guru untuk membagika soal dan kertas ulangan. Dan ulangan hari ini pun berjalan dengan lancar.
"Kagami."
Tiba tiba Mitobe dan Koganei menghampiri Kagami.
"Ah? Ada apa senpai."
"Hehehe kami mau mengucapkan selamat untukmu."
"Selamat? Selamat untuk apa?"
"Selamat karna kau sudah jadian dengan sensei...itu...aduh aku lupa siapa namanya..."
Mitobe menggerak gerakan tangannya. Entah artinya apa.
"Oh iya mitsuhide-sensei."
Wah ajaib sekali pemirsah Koganei bisa mengerti kode kode yang diberikan oleh Mitobe. Dua pasangan ini harus masuk ke keajaiban dunia yang ke-8.
"A-apa? Kami tidak jadian...sungguh."
"Ah sudahlah mengaku saja, kami tidak akan minta PJ kok, oh iya kita mau kekantin dulu jaa~"
"Ah tung..."
Belum sempat Kagami menyelesaikan kata katanya, Mitobe dan Koganei sudah ngeluyur ke arah kantin. Kagami segera berjalan keruang UKS untuk meluruskan ini semua. Kagami segera membuka ruang UKS.
"Sensei.."
Kagami terkejut saat melihat orang yang sedang terduduk di ruang UKS. Hanamiya Makoto tiba tiba menatapnya secara intens. Kagami menelan ludahnya dengan susah payah. Seketika ingatan tentang kemarin sore kembali terulang. Tiba-tiba Hanamiya menampilkan seringaian misteriusnya.
"Pacarmu sedang mengambil beberapa berkas di ruang guru."
Cukup mendengar suaranya saja sudah membuat Kagami merinding. Perasaannya mulai tidak enak, Kagami berniat segera pergi dari ruang UKS tetapi tiba tiba saja ia merasakan sesuatu menarik bahunya.
BRAK...
Hanamiya membanting dan segera mengunci pintu. Hanamiya mengunci pergerakan Kagami dengan cara memojokannya ke arah pintu dan menahan kedua tangan Kagami di sebelah kepalanya.
"LEPASKAN AKU BRENGSEK."
"Aku tidak percaya kau benar benar pacaran dengan orang itu."
"Apa maksudmu?"
"Selama ini...aku selalu memperhatikanmu. Tapi entah kenapa kau tidak pernah memperhatikan aku bahkan mungkin kau saja tidak sadar dengan keberadaanku."
Hanamiya mengeratkan cengkraman tangannya membuat Kagami mengerang kesakitan.
"Aku tidak akan membiarkan orang lain memilikimu, kau miliku dan aku tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu."
Hanamiya mengecup sebentar bibir Kagami dan melepaskan kunciannya pada tubuh Kagami. Kagami segera membuka pintu ruang UKS dan berlari menjauh. Kagami berlari ke arah atap sekolahnya. Syukurlah sedang tidak ada siapapun jadi dia bisa sendirian. Kagami merebahkan dirinya dan memperhatikan cerahnya awan hari ini. Entah kenapa keadaannya seperti ini. Kagami merasa sesikit tidak tenang. Hidupnya jadi seperti dikejar kejar seperti ini padahal seingatnya dia tidak pernah melakukan suatu kesalahan.
CEKREK...
Suara pintu atap terbuka menandakan ada orang lain yang datang. Kagami yang sedang menutup matanya merasakan angin yang berhembus hari ini. Tiba tiba Kagami merasakan ada seseorang yang duduk di sebelahnya.
"Kau...Kagami Taiga kan?"
Refleks Kagami membuka matanya dan melihat pria bersurai coklat di sebelahnya.
"Kenapa memangnya?"
Pria itu tersenyum.
"Ah tidak apa apa, memangnya salah jika aku ingin berkenalan denganmu?"
Pria itu mengulurkan tangannya.
"Ogiwara Shigehiro."
Kagami bangun dan membalas uluran tangan Ogiwara.
"Kagami Ta...AKH."
Krek...Ogiwara memelintir telapak tangan Kagami.
"Kau...mulai sekarang jauhi Kuroko."
"AKH...a-apa maksudmu, Kuroko itu temanku dan juga apa hubunganmu dengan Kuroko."
Krek...
"AKH...L-LEPASKAN AKU."
"Aku? Kau tidak perlu tahu apa hubunganku dengan Kuroko. Mulai sekarang jauhi dia atau ku preteli bagian tubuhmu satu satu."
Kagami tersenyum menantang.
"Hee? Kau menyukainya."
Krek...
"AKH."
"Begitulah, dan lihat saja kalau kau masih mendekatinya."
"Aku tidak takut denganmu lagipula bersainglah secara sehat."
Krek...
"AKH SAKIT."
Kagami mencoba menarik tangannya tapi cengkraman Ogiwara terlalu keras.
"Bersaing secara sehat? Kau saja bersaing tidak secara sehat. Kau bermesraan dengan senseimu itu di depan Kuroko memangnya aku tidak tau? Apa kau tidak mengerti perasaannya?"
"A-aku tidak menyukainya, kita hanya teman."
"Hoh begitu? Kalau kau masih mendekatinya..."
Krek...
"AKH."
"...Tangan ini akan benar benar pindah tempat."
Ogiwara melepaskan cengkraman tangannya dan langsung pergi meninggalkan Kagami. Kagami berdecih. Kakinya saja belum sembuh tapi sepertinya tangannya terkilir juga. Sepertinya gosip itu sudah menyebar ke seluruh sekolah. Bagaimana dengan Aomine. Kagami segera berlari ke kelasnya namun tiba tiba saja Kuroko muncul dihadapannya.
"Kagami-kun...syukurlah aku sudah mencarimu kemana mana."
"Ah...itu maaf sekarang aku sedang buru buru, aku duluan."
Kuroko memeluk lengan Kagami.
"Aku ingin bertanya sesuatu padamu."
"Bertanya apa? Cepat katakan."
"K-kau...apa benar kau dan Akechi-sensei..."
"Tidak, Sensei hanya membantuk berjalan sudah yah aku buru buru dah."
Kagami segera berlari dan segera mencari Aomine. Kagami memeriksa kearah kelas tapi sosok yang dicari cari tidak ada. Kagami berlari kearah Gym pun tidak ada. Kagami menyerah dan memutuskan untuk duduk di kantin.
Tuk...Tiba tiba semangkuk indomie+bakso (Kagami: "Etdah thor makanannya gk elit amat -_-."
Author: "Dananya kurang."
Akechi: "Itu benar. Honorku saja belum dibayar."
Kuroko: "Honorku juga belum dibayar selama 3 bulan."
Author: "Perasaan ini fanfict gk nyampe 3 bulan deh."
Kuroko: *diem*)
"Lo belom makan kan?"
"Ah Aomine...masalah aku dengan sen..."
"Ssshhh...sudahlah aku mengerti."
"Tapi aku tidak..."
"Iya aku tau..."
Aomine memotong motong baksonya.
"Kau kan sukanya denganku, jadi tidak mungkin kau jadian dengannya."
Aomine nyengir dan kembali fokus kepada bakso bakso mungilnya/? Kagami terdiam. Kagami menatap Aomine dengan pandangan serius.
"Ini semua harus diluruskan."
"Hah?"
Kagami menyerobot mangkuk bakso Aomine dan menyingkirkan mangkuk indomienya. Kagami berdiri keatas meja sehingga Kagami langsung menjadi pusat perhatian di kantin.
"O-oi Kagami, lo malu ma..."
"AOMINE DAIKI."
Aomine mingkem dan menatap Kagami.
"J-JADILAH PACARKU..."
Pesssh...seketika rona merah menyelimuti pipi Aomine. Terdengar sorak sorai dari Murid lain. Wajah Kagami sudah tak kalah memerah. Aomine segera menarik tangan Kagami dan menyeret Kagami ke halaman belakang sekolah.
"Lo apa apaan sih?"
"Loh memangnya kenapa?"
"Tck lo gila apa?"
"Seenggaknya mereka bakal ngira kita jadian kan?"
"Ya tapi gk gini juga caranya."
Kagami terdiam...ia menundukan kepalanya.
"Maafkan aku?"
Aomine segerap membawa Kagami kedalam pelukannya.
"A-aomine..."
"Kali ini...biarkan aku yang mengatakannya padamu, tak perlu orang lain untuk mengetahuinya. Cukup kau dan aku yang mengetahuinya. Kagami...aku mencintaimu."
"Aomine..."
"Kali ini aku benar benar serius, jadilah pacarku."
Kagami menenggelamkan wajahnya di bahu Aomine dan mengangguk. Aomine tersenyum dan mengeratkan pelukannya.
"Tapi...kalau aku menerimamu sekarang...kau tidak akan punya motivasi untuk belajar lagi kan?"
Aomine tertawa.
"Iya iya, aku akan tetap belajar."
Aomine menempelkan dahinya di dahi Kagami.
"Tapi kau tidak boleh dekat dekat lagi dengan Akechi."
Kagami tertawa.
"Aku tidak bisa menjauhinya karna aku harus tetap menyelesaikan hukumanku. Tapi aku akan menjaga jarak darinya."
Aomine nyengir dan mengecup hidung Kagami. Aomine menggenggam tangan Kagami dan mereka berdua segera kembali ke kelas.
BRAK...seorang pria bersurai kuning memukul pohon yang berada di dekatnya.
"Sialan...beraninya si dekil itu merebut Kagami dariku."
Brak...satu pukulan kembali mendarat di pohon malang itu. Seketika ia menamppilkan seringaiannya.
"Kalau aku tidak bisa bersaing dengan cara halus...itu artinya aku harus bermain dengan cara kotor."
To Be Continued~
HALOOO~ SAIAH BAWA UPDATE TERBARUUU \(*w*)/ GOMENE KALO CHAPTER INI HUMORNYA KURANG. JUJUR KAMIYA ITU PALING BINGUNG KALO MENGGABUNGKAN ANTARA HUMOR DAN ROMANCE. JADI KADANG HUMORNYA KEBANYAKAN ROMANCENYA KURANG KADANG ROMANCENYA KEBANYAKAN HUMORNYA KURANG -w-) DAN ENTAH KENAPA KAMIYA DENGAN SEENAK JIDATNYA NAMBAH NAMBAHIN KARAKTER YANG SUKA SAMA KAGAMI -w-) BTW TADINYA SIH KAMIYA BIKIN AOMINE SAINGANNYA SAMA KUROKO AJA TAPI ENTAH KENAPA SAINGAN AOMINE JADI MAKIN BANYAK GINI DAN ENTAH KENAPA MALAH JADI HAREM ._. DAN TERNYATA ADA JUGA YANG SUKA SAMA HAREM -w-) TAPI TIBA TIBA KAMIYA MIKIR KALO HAREM BERARTI SATU LUBANG BERJUTA BATANG/uapaaaa iniii/ OwO OKE ABAIKAN FIKIRAN MESUM AUTHOR AKHIR KATA...MIND TO REVIEW~ ~(*w*~) (~*w*)~
