Hai semuaaaaaa terima kasih buat saran sama kritiknya. Untuk yang menantikan konflik sabar yah hehehe. Yui masih pengen lihat masa indah dan bahagia Hongwon sama Mark. Semoga kalian nggak bosan yah.
Maaf kalau terlalu OOc dan juga buat typo yang ada dimaana-mana. Semua Chara dalam cerita ini bukan milik saya, mereka milik keluarga, agensi, dan Tuhan.
If You Don't Like Just Go Away. I Dedicated this for the reader especially you all HongMark Lovers
The Chara not mine but they belong to themselves, parents, agent, and God. This Stories Belong to me Byun14/Yui
.
.
Yui
.
Present
.
.
Day's Out
.
.
HongMark / YoungMark
Yang Hongwon / Lee Minhyung
YoungB / Mark Lee
BB
.
.
Bisa menghabiskan banyak waktu dengan sosok yang berharga dalam hidupmu merupakan kebahagiaan lain yang terkadang sulit untuk dijelaskan. Bahkan meski hanya melakukan hal kecil bersama terkadang bisa berarti besar. Dan mungkin ini juga yang dirasakan seorang Yang Hongwon atau YoungB setelah bisa menghabiskan waktu bersama Mark.
.
Janji itu sudah dibuat mungkin sejak sebulan yang lalu. Malam ini terasa begitu lama bagi seorang Yang Hongwon yang sedari tadi masih belum juga terlelap di kamarnya. Dia mendudukkan dirinya dan melirik jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 01.23 dan dia masih terjaga sedari tadi. Dia memang terbiasa untuk terjaga sampai larut, tapi dia ingin segera tidur kali ini. Namun, seolah tak mau diajak berkompromi matanya sedari tadi tak mau dipejamkan.
"apa yang terjadi padaku?" gumamnya seraya menatap langit-langit kamarnya menerawang. Dia meraih selimutnya sampai dagu dan diam termenung.
"aku harus tidur kalau tak ingin semua rencana besok menjadi kacau" gumamnya dan perlahan dia memejamkan matanya, beruntung setelah itu dia benar-benar terlelap.
.
.
Malam sudah hilang dan berganti dengan pagi. Matahari juga masih malu-malu untuk keluar karena ini masih terlalu pagi bagi sebagian orang. Jam masih menunjukkan pukul 05.49 dan seorang Mark Lee sudah terbangun dari tidurnya bahkan sebelum alarmnya berbunyi. Dia segera melompat dari tempat tidur dan pergi mencuci mukanya. Kini Mark menatap almarinya yang terdapat begitu banyak pakaian. Dia diam dan menopang tangannya di dagu mengamati pakaiannya dan berpikir baju apa yang pantas dikenakannya hari ini.
"merah?" gumamnya dan kemudian dia menggelengkan kepalanya
"biru? ini sudah terlalu mainstream" ucap Mark kembali menggelengkan kepalanya
"hitam? tidak itu terlalu panas" keluh Mark lagi
"putih jauh lebih baik, atau mungkin kuning?" celetuk Jaehyun yang tersenyum di belakang Mark
"benar juga" balas Mark seraya mebalas tersenyum pada Jaehyun yang juga masih tersenyum padanya. Sampai akhirnya Jaehyun sampai di ambang pintu otak Mark baru bekerja.
"sejak kapan Jae hyung bangun?" tanya Mark
"sejak kau membuka pintu almarimu" balas Jaehyun lalu mengedipkan sabelah matanya membuat Mark mendengus sebal.
.
.
Mark mengetukkan kakinya seraya menikmati musik yang didengarkannya. Dia sedang menunggu seseorang di loby gedung dormnya. Yah Mark sudah membuat janji untuk keluar karena dia hari ini mendapatkan jatah free bahkan di saat grupnya sedang mempersiapkan comeback. Ini sangat jarang dan dia sudah menantikannya sejak bulan kemarin. Mark mendengus sebal karena sudah menunggu 30 menit dan orang yang ditunggunya belum juga datang. Dia melirik jam di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 8.29.
"maaf menunggu lama" Mark mendongakkan kepalanya saat mendengar suara orang yang ditunggunya. Dia tersenyum dan menggeleng lalu menerjang orang tersebut melupakan rasa jengkelnya karena menunggu lama.
"iyah hyung memang lama, aku sampai bosan menunggu" ujar Mark dengan nada merajuk dan masih memeluk orang yang baru sampai tersebut
"ayo sebelum semakin siang" ajak orang tersebut segera melepas pelukkan Mark
"tumben tak sabar sekali?" heran Mark memicingkan matanya pada sosok tersebut
"karena kita tidak hanya berdua" Mata Mark menatap tak percaya mendengar jawaban yang diterimanya
"maksud Hongwon hyung?" tanya Mark memastikan
"kau akan segera tahu, ayo" tarik Hongwon segera membawa Mark keluar gedung. Mark menatap mobil hitam yang sudah terparkir di hadapannya kini.
"hai Markeu~~" sapa Lee Soorin yang duduk di kursi penumpang bagian depan melambaikan tangannya pada Mark
"Soorin hyung!" seru Mark karena terkejut, dia sunggug tak menyangka
"jadi hanya Soorin hyung yang disapa?" tanya sosok lain yang duduk di kursi penumpang bagian tengah
"Yonho!" seru Mark lebih keras lagi membuat semua yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya.
"ayo nanti keburu siang" ujar Hongwon dan meminta Mark segera naik ke mobil. Hongwon duduk di sebelah Mark yang diapit olehnya dan Yonho. Mark menutup mulutnya menemukan Byeongho dan Jaemin di kursi belakang. Setelah menyapa keduanya Mark melirik Hongwon yang duduk dengan tenang.
"apa hari ini kau sedang free?" tanya Soorin dan Mark menjawabnya dengan gumaman seraya menganggukkan kepalanya
"YoungB begitu senang sejak kemarin" ujar Byeongho membuat Mark tersenyum tipis. Hal itu membuat Yonho bersiul keras dan menyenggol lengan Mark untuk menggodanya.
"aku tidak tahu kalau kalian sudah sejauh ini" celetuk Jaemin membuat tawa Yonho, Soorin, dan Byeongho pecah sedang Hongwon hanya bisa menggeram rendah
"sungguh, aku kira YoungB akan berkencan dengan si gadis Moon" lanjut Jaemin yang sukses membuat Hongwon melirik bagaimana reaksi Mark setelah gadis Moon disebut
"mereka terlihat saling tertarik dan serasi bukan begitu?" tanya Byeongho dengan sengaja seraya tersenyum jahil
"yah mereka memang terlihat serasi saat bersama" sambung Mark dan Hongwon hanya bisa mengumpat karena teman-temannya malah memanasi Mark. Jaemin sejujurnya masih bingung apalagi saat melihat Yonho dan Byeongho melakukan h-five dan Soorin masih terkekeh.
"kita sampai!" seru Soorin dan semua mulai turun dari mobil.
"jadi yang benar YoungB sedang menjalin hubungan dengan siapa? Mark atau gadis Moon itu?" tanya Jaemin lagi membuat yang lain hanya menatap padanya jengah
"ada baiknya kau lebih memikirkan siapa yang menjalin hubungan denganmu saja Jaemin-ah" balas Hongwon seraya mengedipkan sebelah matanya. Mark yang melihat arah pandangan Hongwon mengernyitkan keningnya melirik Yonho yang melebarkan matanya.
"kurasa aku ketinggalan banyak hal menarik" ujar Mark seraya menunjukkan smirknya pada Yonho yang sedang berpura-pura tak mendengar
"hai semua!" sebuah sapaan dari seseorang membuat ke enam anak remaja itu segera menolehkan kepalanya. Hongwon mendengus sebal karena Mark yang bereaksi begitu cepat dengan membalik badannya untuk mengetahui siapa yang datang. Dia juga bisa melihat bagaimana kilat mata kekasihnya itu saat menatap orang yang menyapa mereka.
"Osshun!" sapa Byeongho dan menyambutnya dengan memberikan pelukan. Satu persatu memberikan salam pada Hamin dengan senyum mengembang tapi tidak dengan salah satu di antara mereka.
"kau semakin manis Mark" ujar Hamin sambil memberikan seringaiannya pada Hongwon yang menatapnya jengkel.
"aku kira akan ada perang dunia ketiga" kekeh Yonho membuat Hongwon mengalihkan pandangan padanya
.
Ketujuh pemuda yang sudah sampai di lotte world itu memulai penjelajahan mereka akan berbagi wahana yang tersedia. 5 jam sudah terlewatkan dengan menikmati beberapa wahana dan sedari tadi hanya ada satu orang yang terlihat terus menekuk wajahnya. Mark yang masih bercada dengan Hamin melirik Hongwon yang hanya diam. Dia memelankan langkahnya dan menyamakannya dengan langkah Hongwon.
"kenapa terlihat murung?" tanya Mark dengan lirih dan Hongwon hanya membalas dengan helaan napas. Mark yang melihat respon dari Hongwon hanya terkekeh dan dia segera mengaitkan jemarinya dengan milik Hongwon. Mark hanya menunjukkan senyumnya saat Hongwon menatapnya.
Ketujuh remaja itu kini memilih untuk makan siang sebelum melanjutkan acara bermain mereka. Mark sedikit terkejut saat menyadari kalau dirinya diapit oleh Hongwon dan Hamin. Dia menghela napas berat saat melihat Yonho dan Byeongho yang selalu saja menggodanya.
"just mind your own bussines" dengus Mark menatap tajam pada dua temannya yang sedari tadi terkekeh mengejeknya
"Mark mau mencoba ini?" tanya Hamin seraya menyodorkan daging ke hadapannya. Matanya melirik Hongwon yang mengalihkan pandangannya ke arah lain
"Mark tak baik menolak itikad baik orang" celetuk Jaemin membuat mau tak mau Mark menerima suapan dari Hamin.
"astaga kalian manis sekali" puji Soorin dengan mata berbinar kemudian melirik Hongwon dengan seringaian
"aku ke toilet dulu" pamit Hongwon dan segera beranjak meninggalkan meja
"kalian benar-benar merusak moodnya" keluh Mark membuat semua yang ada di meja hanya tertawa
"tenang saja dia hanya akan ngambek sebenatar saja" balas Byeongho dengan senyum lebarnya
"terserah, dan sejak kapan kalian menjalin hubungan tanpa aku tahu sama sekali?" tanya Mark dengan terang-terangan menunjuk Jaemin dan Yonho yang membuat Jaemin langsung tersedak makannya. Mark mengaduh keras saat merasakan seseorang menedang kakinya di bawah meja.
"itu menyakitkan Yonho!" seru Mark karena tendangan kaki Yonho benar-benar menyakitkan
"apa benar-benar sakit?" tanya Hamin menatap khawatir padanya
"ya, dia menendangku dengan sepenuh hati" dengus Mark menatap tajam Yonho yang malah mengejeknya
"jangan seperti itu" ujar Hamin berusaha melerai perang dingin Mark dan Yonho
"apa Hongwon tak pernah bercerita padamu?" tanya Soorin kemudian guna menarik perhatian Mark
"apa yang harus aku ceritakan?" tanya Hongwon menatap Soorin penuh tanya
"tentang mereka" jawab Byeongho menunjuk pada Yonho dan Jaemin
"mereka masih masa pendekatan" ujar Hongwon dengan singkat dan kembali duduk di kursinya
"benarkah? Aku tak percaya?" tanya Hamin memastikan dengan menatap curiga keduanya beserta senyum jahilnya
"itu kabar terakhir yang aku dengar" jawab Hongwon cuek
"jadi apa kami belum boleh tahu tentang kabar terakhir yang lebih baik?" tanya Soorin seraya menaik turunkan alisnya menggoda Yonho dan Jaemin
"apa yang kalian bicarakan itu?" ucap Jaemin seraya mengibaskan tangannya dan menggelengkan kepalanya
Setelah menggoda Yonho dan Jaemin mereka memilih melanjutkan acara jalan-jalan. Mereka bermain hingga hari semakin sore. Hongwon menarik tangan Mark menjauhi rombongan teman-temannya dan menjauhi mereka saat senja mulai datang. Mark yang ditarik hanya bisa menurut tanpa banyak protes karena dia sudah merasa lelah. Kepala Mark mendongak saat melihat bianglala yang ada di hadapannya.
.
"ayo" ajak Hongwon menarik tangan Mark memasuki bianglala setelah mengantri. Mark diam dan menatap pemandangan yang terlihat dari bianglala. Dia tersenyum bisa melihat begitu banyak pemandangan yang terhampar dari ketinggiannya di bianglala. Hongwon sendiri hanya bisa tersenyum melihat siluet Mark yang tersinari oleh sinar matahari sore yang indah.
"Mark" panggil Hongwon membuat Mark secara reflek langsung menolehkan kepalanya dan menatapnya. Kedua anak manusia itu seolah tenggelam dalam indahnya cinta anak remaja. Mark sendiri tak tahu sejak kapan jarak duduknya dengan Hongwon menjadi begitu dekat. Mata Mark terpejam saat merasakan bibir Hongwon mendarat pada miliknya. Hanya sebuah ciuman amatir yang Hongwon berikan. Dia tak berani melakukan hal lebih jauh dari ini. Karena ini sudah lebih dari cukup bagi Hongwon.
"kau benar-benar indah" ujar Hongwon tepat di hadapan bibir Mark membuatnya serasa di bawa terbang ke angkasa.
"hyung juga" balas Mark seraya memeluk Hongwon guna menyembunyikan wajahnya yang mulai terasa memanas
"tapi aku sungguh cemburu dengan Osshun" ucap Hongwon membuat senyum Mark terkembang
"aku tahu itu" balas Mark masih memeluk Hongwon
"dasar menyebalkan" Mark terkekeh mendengar degusan sebal Hongwon
"dan kau mencintaiku" ujar Mark menggoda Hongwon
"sangat" balas Hongwon mengeratkan pelukan mereka
.
Hongwon dan Mark mendatangi teman-temannya yang menatap sebal pada mereka berdua yang malah nyengir lebar. Mereka akhirnya memilih untuk mencari makan di luar bersama karena hari semakin petang. Mereka memasuki sebuah kedai makanan keluarga membuat beberapa pengunjung mengalihkan perhatiannya. Hongwon tersenyum melihat Mark yang semakin menenggelamkan kepalanya di balik tudung hoodienya. Mereka meminta tempat yang tak begitu ramai dan lebih sepi dari jangkauan pengunjung lain.
Mark membuka tudung hoodienya dan melirik Hongwon yang menahan tawanya. Dia sengaja menyikut lengan Hongwon karena tahu namja itu menahan tawa karena dirinya. Mark mendelik tajam saat Hongwon menatapnya dan kemudian tersenyum manis. Mark beruntung karena kali ini dia duduk di apit Hongwon dan Jaemin. Namun tetap saja menyebalkan karena Osshun duduk di hadapanya.
Acara makan mereka berakhir dan kini semua memilih untuk segera pulang. Memang belum begitu larut tapi mereka sudah begitu lelah karena bermain seharian. Soorin, Byeongho, Jaemin dan Yonho pulang bersama karena mereka satu arah. Mereka pergi duluan dan menyisakan Hongwon, Hamin dan Mark. Hongwon meraih tangan Mark dan menariknya meninggalkan Hamin yang ternyata secepat kilat menahan tangan Mark yang lain.
.
"ouch" rintih Mark karena terkejut. Hongwon menatap tajam pada Hamin yang kini menatap Mark
"tidakkah lebih baik kita pulang bersama?" tawar Hamin pada Mark yang hanya mengerjapkan matanya membuat namja tinggi di hadapannya ini harus menahan diri tak menerkamnya
"Mark akan pulang denganku" jawab Hongwon dengan cepat
"bukankah rumahmu cukup jauh dari dorm Mark?" tanya Hamin dengan nada heran mengalihkan pandangannya pada Hongwon seolah tengah menentangnya. Hal itu membuat Hongwon berusaha keras untuk tak terpancing dan melakukan kekerasan pada Hamin.
"aku sudah berjanji pada manajernya untuk mengantar Mark kembali dengan selamat" sanggah Hongwon berusaha memberikan alasan yang wajar
"benarkah itu?" tanya Hamin pada Mark yang masih menatap polos padanya, hingga remasan di tangannya membuat Mark sadar dan menganggukkan kepalanya
"baiklah kalau begitu jaga dia baik-baik Hongwon-ah" ujar Hamin seraya mengusak rambut Mark membuat Hongwon mati-matian untuk tak mematahkan tangan Hamin.
"sampai ketemu lagi" pamit Hamin seraya melambaikan tangannya yang hanya di balas oleh Mark
"dia benar-benar menyebalkan" dengus Hongwon setelah berpisah jalan dengan Hamin
"sepertinya aku tahu kenapa dia mendekatiku?" gumam Mark melirik Hongwon yang berjalan menarik tangannya
"tentu saja karena dia tertarik padamu" jawab Hongwon dengan nada ketus
"tidak" ucap Mark seraya menggelengkan kepalanya "dia menyukaimu" ujar Mark kemudian membuat Hongwon bereaksi dengan bodohnya
"Hamin? Menyukaiku?" tanya Hongwon dengan nada mengejek "itu tak mungkin Markeu" lanjut Hongwon dan segera menarik Mark untuk berjalan menyeimbanginya menuju halte bus terdekat
"sungguh, dia mendekatiku untuk menggodamu" kekeh Mark dengan pendiriannya
"apa aku belum cerita kalau Osshun selalu mencuri pandang padamu?" tanya Hongwon melirik Mark dari ujung matanya
"memandang belum tentu tertarik bukan?" balas Mark membuat Hongwon menghela napas lelah
"asal kau tahu, dia pernah memujimu dengan begitu berlebihan" ujar Hongwon dan menarik Mark untuk menaiki bus yang mereka tunggu
"bagaimana kalau dia mengatakan itu hanya untuk melihat reaksi dari hyung?" tanya Mark masih kekeh dengan pendapatnya kalau Hamin lebih tertarik pada Hongwon daripada dirinya
"sungguh kalau tak percaya tanyakan pada Soorin hyung dan Byeongho" balas Hongwon memutar bola matanya malas
"baiklah akan aku tanyakan nanti" ujar Mark dengan santainya dan mengikuti Hongwon memasuki bus yang mereka tunggu
"lagipula untuk apa yang lain selalu bertanya padamu untuk memilih YoungB atau Osshun" ucap Hongwon kemudian sambil mencari tempat duduk
"meminta pendapat" balas Mark dengan polosnya dan Hongwon memilih menyerah
"kenapa kau begitu menggemaskan" ucap Hongwon seraya mengapit hidung Mark karena gemas dengan jawaban yang Mark berikan. Hongwon dan Mark mengobrol banyak hal selagi menunggu bus yang mereka naiki sampai di tempat tujuan. Setelah 20 menit terlewat mereka kini sampai di tempat tujuan mereka.
.
.
"tidakkah ini masih terlalu ramai untuk bermain disini?" tanya Mark saat mengalihkan pandangannya ke sekeliling daerah sungai Han yang masih cukup ramai. Hongwon hanya tersenyum dan menarik tangan Mark supaya mereka berjalan beriringan. Dia ingin mengabaikan hal itu, karena selama mereka tak melakukan hal yang aneh-aneh pasti banyak orang menganggap mereka hanya teman.
"kapan kau akan ada libur lagi?" tanya Hongwon dan Mark hanya mengedikkan bahunya sebagai jawaban. Hongwon menarik tangan Mark untuk melihat jam berapa sekarang ini, masih pukul 22.10 dan wajar Sungai Han belum begitu sepi.
"nikmati saja dan jangan dijadikan beban sama seperti kita berteman" ujar Hongwon tersenyum pada Mark
"baiklah" balas Mark seraya tersenyum sampai mataya menghilang
"aku sungguh tak suka cara Hamin dekat denganmu" ucap Hongwon memulai lagi pembicaraan yang membuat Mark menunjukkan smirknya
"eihh hyung cemburu" goda Mark seraya memicingkan matanya
"tentu saja" balas Hongwon dengan cepat, membuat Mark batal menggodanya karena mendengar nada tak suka begitu kentara
"kami tak melakukan apa-apa" ujar Mark berusaha meyakinkan Hongwon
"memang tidak tapi, dia menunjukkan sekali rasa tertariknya" ucap Hongwon seraya menghela napas berat membuat Mark hanya bisa tersenyum
"kenapa begitu khawatir saat aku sudah menjadi milikmu?" tanya Mark kini melangkah lebih dulu dari Hongwon dan kemudian berbalik berjalan mundur menatap Hongwon
"entahlah, hanya merasa takut saja" jawab Hongwon dengan lirih tapi masih bisa didengar Mark
"hyung tidak percaya padaku?" tanya Mark kemudian
"bukan begitu" elak Hongwon
"lalu?"
"hanya saja ada ketakutan lain yang menghantuiku saat membayangkan dirimu pergi meninggalkanku" jawab Hongwon menatap tepat di manik Mark
"kau terlalu paranoid" balas Mark yang kini kembali berbalik berjalan lebih dulu
"sungguh" ujar Hongwon penuh dengan rasa kekhawatiran membuat Mark segera menghentikan langkahnya dan menatap tepat di manik Hongwon.
"dengarkan aku, semua yang sudah digariskan Tuhan tak akan pernah bisa kita tentang, tapi kita selalu bisa berusaha untuk memperbaiki hal itu, kalau memang suatu hari nanti kita harus berpisah jangan membebani dirimu apalagi sampai menyakiti dirimu sendiri" ujar Mark dengan panjangnya
"aku bahkan jauh lebih takut jika aku akan menyakiti orang lain" gumam Hongwon sambil menundukkan kepalanya. Dia takut akhirnya Mark yang terluka karenanya.
"dengarkan, dengan menyakiti orang lain tidak akan menyelesaikan masalah. Dan lagi kalau hyung menyakiti orang lain, makan bukan hanya orang itu yang terluka melainkan hyung juga sudah melukai diri hyung sendiri" balas Mark yang tak mengerti dengan kekhawatiran Hongwon yang terletak padanya dan bukannya orang lain
"kalau begitu jangan pergi" balas Hongwon dengan nada memohon
"bukankah aku masih disini?" tanya Mark menggoda Hongwon, meski sejujurnya dia juga hanya ingin menguatkan dirinya sendiri dan menyingkirkan kekhawatiran yang dirasakannya
"Mark~~" rengek Hongwon setelah mendengar respon dari Mark
"kalau Tuhan meminta kita berpisah bagaimana?" tanya Mark kemudian kembali berjalan menarik tangan Hongwon yang berjalan malas di belakangnya
"kenapa kau tak mau mengatakan iya?" balas Hongwon dengan kembali bertanya pada Mark akan permintaannya pada Mark untuk tidak pergi
"itulah sebabnya aku tak mau berjanji apapun selain akan memberikan cinta padamu. Karena hanya itu yang bisa aku berikan dan juga kalau kita berpisah hyung pasti akan menemukan yang lebih baik" jelas Mark kembali berbalik dan menatap Hongwon
"kalau aku tak mau berpisah darimu" balsa Hongwon dengan kepala batunya dan menarik Mark dalam dekapannya
"kau benar-benar egois dan keras kepala" dengus Mark sebal
"yah memang" balsa Hongwon dengan santainya memeluk Mark
"lepaskan, aku mulai sesak hyung" pinta Mark seraya mendorong tubuh Hongwon
"jangan berusaha pergi dariku" ujar Hongwon menatap penuh harap dan keyakinan di mata Mark
"kenapa hyung manja sekali" balas Mark berusaha mengalihkan pembicaraan. Dia tak berani memberikan janji apapun pada Hongwon. Bahkan untuk selalu ada di sisinya saja dia tak bisa.
"karena aku tak mau kehilangan" lirih Hongwon membuat Mark hanya bisa menatapnya
Chup
"yak!" seru Mark menatap tak percaya pada Hongwon yang malah tersenyum lebar
Duk
"aduhhh" rintih Hongwon setelah Mark menendang kakinya
"rasakan!" ejek Mark segera berjalan meninggalkan Hongwon yang masih mengaduh kesakitan. Namun, meski begitu senyumnya terkembang karena dia merasakan hal yang begitu berbeda saat bersama Mark. Mungkin yang dikatakan Mark memang benar dia tak bisa melawan garis takdir Tuhan, tapi dengan usaha dia pasti bisa mengubahnya.
.
.
Senyum Hongwon sedari tadi tak lepas dari bibirnya. Kini dia tengah mengantarkan Mark pulang ke dormnya. Tidak menggunakan kendaraan apapun karena mereka memilih untuk berjalan bersama. Ekor mata Hongwon melirik Mark yang menyenandungkan sebuah lagu membuat senyum Hongwon terkembang makin lebar saja. Dia meraih tangan Mark dan memasukkannya ke saku jaketnya.
"ini jauh lebih menyenangkan dari yang aku bayangkan" ujar Hongwon membuat Mark menghentikan senandungnya
"maksud hyung?" tanya Mark
"menikmati waktu denganmu sambil berjalan menikmati malam" jawab Hongwon seraya tersenyum
"berhentilah tersenyum seperti orang idiot" balas Mark dengan kejamnya karena sedari tadi Hongwon terus tersenyum
"aku sedang bahagia makanya aku terus tersenyum" cuek Hongwon dan masih dengan senyumnya yang mengembang
"tapi lama-lama itu mengerikan" dengus Mark yang diabaikan oleh Hongwon
"lain kali ayo pulang dengan jalan kaki lagi" ajak Hongwon dengan semangat
"tidak kalau aku sedang lelah" balas Mark sekenanya
"aku akan menggendongmu" usul Hongwon menatap penuh harap pada Mark
"aku berat jadi lebih baik tidak usah" tolak Mark, bukan karena itu sebenarnya. Hanya saja dia tak tahu kapan mereka bisa bertemu lagi
"tapi ini indah karena kita bisa menghabiskan lebih banyak waktu" balas Hongwon dengan nada kelewat bahagia
"dasar tukang gombal" ujar Mark dengan tersenyum melihat senyum Hongwon yang terus terkembang
"aku sunggung-sungguh" balas Hongwon seraya menatap Mark berusaha meyakinkannya
"ya ya ya terserah hyung saja" ucap Mark kemudian terkekeh
.
Hongwon menatap Mark yang kini tersenyum padanya. Mereka baru saja sampai sekitar 5 menit yang lalu. Mark memeluk Hongwon berusaha melepaskan semua beban rindunya. Hari ini benar-benar luar biasa karena mereka menghabiskan banyak waktu bersama, meski bersama yang lain juga. Setelah merasa cukup Mark melepaskan pelukkanya dan menatap Hongwon.
"terima kasih untuk hari ini" ucap Mark pada Hongwon yang masih dengan senyumnya dan Mark ingin bisa melihat senyum itu lebih sering lagi
"aku juga, bisa melihatmu tersenyum sepanjang hari membuat hariku begitu indah" balas Hongwon mengusak rambut Mark
"jangan mulai lagi" dengus Mark
"aku tak mulai apa-apa" balas Hongwon cuek
"terserah, tapi yang jelas istirahat dengan cukup, makan cukup, belajarlah dengan giat hyung sudah di tingkat akhir" nasihat Mark menatap teduh pada Hongwon
"iya aku akan belajar, kau juga makanlah dengan banyak dan istirahat yang cukup" balas Hongwon mengedipkan matanya pada Mark
"hati-hati saat pulang dan jangan keluyuran" ucap Mark mengingatkan lagi
"iyah sayang" balas Hongwon yang membuatnya mendapatkan pukulan sayang di lengannya
"jangan memanggilku begitu, dan salam untuk eomma dan appa" ucap Mark
"pasti, lekas istirahat dan jangan lupa mimpikan aku" balas Hongwon
"dasar narsis" dengus Mark
"sampai jumpa lagi" pamit Hongwon seraya melambaikan tangannya
"dahhh" balas Mark seraya melambaikan tangannya pada Hongwon yang berjalan menuju halte daripada naik taksi. Mark berbalik hendak masuk ke gedung dormnya sampai sebuah tangan menarik lengannya.
.
Chup
.
Mata Mark melebar saat merasakan sebuah bibir lain menempel di bibirnya. Dia mengumpati Hongwon dalam hati karena berani berbuat sejauh ini. Bukannya tak suka atau apa, hanya saja ini masih di tempat umum.
"Yang Hongwon menyebalkan!" seru Mark setelah Hongwon melepaskannya dan berlari menjauh sambil menunjukkan senyumnya dan melambaikan tangannya.
.
.
.
.
.
Big Thanks to: Yeseul Nam, Na Iqbaal, wakaTaeYu, Beside of You , Lee9900, junglaksita, leenatasha, NOREN UHUY, Tabifangirl, BlueBerry Jung, Min Milly, nacoco, xoxojung00, anisamanoban, nrlyukkeuri96 , BunnyDy , kiyo , Zxxd11 , wakaTaeYu , Mastaxxx , ryynn , KH , chittaphon27 , babu keluarga lee , wafertango , swagchicken ,
.
.
Maaf untuk penulisan yang masih amburadul. Cerita yang sudah mainstream. juga untuk typo yang beterbaran dimana-mana. Terimaksih untuk yang sudah mampir dan meninggalkan jejak di cerita ini. Untuk yang mau memberikan saran dan kritik sangat dipersilakan. Untuk penulisan yang masih berantaakan mohon dimaafkan yahhh Yui masih belajar kok untuk bisa menulis lebih baik lagi.
.
.
Thanks for everyone who has come, read, and leave coment.
kritik dan saran selalu diterima
Lovely Peace Kang Hye Hoon/Yui/Byun14
