DISTANCE to a KISS

Inspired by YOSHINAGA Yuu

Naruto; character owner is Masashi Kishimoto

Written by Onime no Uchiha Hanabi-hime

STORY 3.5

~ Read, Review and Enjoy ~

BRUK!

"Wa!" Jeda beberapa detik. "Ah.." Sakura? Kenapa tubuhnya gemetar?

"Kamu kenapa?" Tanyaku agaknya khawatir dengan keadaan Sakura.

"Apa?" Sakura menatapku, sebentar, lalu merunduk.

"Ada apa?" Tanyaku lagi. Anak ini kenapa?

"Ah, nggak ada apa-apa," jawab Sakura dan kemudian berlalu pergi. Kenapa sih, dia?

"Sasuke!"

"Ya?" Aku mendongak, menatap ke atas tangga.

"Aku baru saja ngobrol sama Sakura," Ino?

"Ha?"

"Ternyata anaknya lumayan pendiam, ya?" Mengobrol?

DISTANCE to a KISS

"Sasuke!" Kiba melingkarkan lengannya di pundakku. "Bhu hu.." Tiba-tiba seringai jelek menghiasi wajahnya.

"Apa, sih?" Sahutku.

"Hei, Sasuke!" Kiba mendekatkan mulutnya ke sisi telingaku. "Ku dengar kamu jadian ya, sama Ino?" Bisik Kiba dengan jelas.

"Apa? Gosip apaan itu?" Sahutku mengelak.

"Aku dengar dari anak-anak perempuan hari ini, katanya Sasuke lagi naksir sama seseorang 'kan?"

Gosip apalagi ini? Murahan sekali. Aku mengenggak air putih dalam botol, setelah melepas pakaian seragamku dan menggantinya dengan kaos olahraga.

"Terus gosipnya bilang, anak yang kamu suka itu, Ino. Aku ngerti, sih. 'Kan waktu SMP kelas 2 aku juga sudah pernah dengar rumornya."

"Eh? Sasuke naksir sama cewek?!" Berlebihan sekali. Aku kan juga masih normal.

"Serius, nih? Kasih tahu, dong!"

"Sembarangan," sahutku singkat.

'Ah, nggak ada apa-apa.'

"Ooh, gitu? Aku mengerti sekarang," gumamku pelan.

"Apa?"

DISTANCE to a KISS

BUAK!

"Uwaaa!"

"Sakura, kamu nggak apa-apa?"

"Tadi suara benturannya keras sekali."

"Sakura, bangunlah!"

"Ayo berdiri! Pak guruu!"

Sakura? Ada apa dengan Sakura?!

"Wah, bawa ke UKS!"

"Oi! Sakura!" Panggilku di sisi Sakura. "Hei, Sakura!" Ulangku lagi.

GREP!

Tiba-tiba Sakura malah memelukku. Kenapa bocah ini? Apa boleh buat.

"A, aku akan bawa dia ke UKS," ucapku dan menggendong Sakura.

"Ya," jawab teman Sakura yang aku tak tahu siapa namanya.

"Enaknyaaa."

"Coba aku saja yang kena bola..."

Ada apa dengan pagutan Sakura ini? Seolah mengatakan..

Sasuke, kamu nggak boleh kemana-mana, ya...

DISTANCE to a KISS

SRET!

"Oh, sudah bangun?" Ucapku ketika Sakura membuka matanya.

"Eh? Sasuke? Ada apa? Kenapa?" Sakura terlihat kebingungan.

Dia nggak ingat? "Kepalamu kena bola tadi. Nggak apa-apa?" Tanyaku kemudian.

"Oh, iya" ucapnya. "Mmm.. Jangan-jangan kamu ya yang menggendongku kemari?" Tanya Sakura.

Aku hanya menjawab, "iya."

"Ma..makasih," ucap Sakura. "Tapi, kenapa Sasuke yang..?"

"Ha? Soalnya.. Kamu yang..?" Aku membuang mukaku, menggaruk belakang kepalaku yang, jujur saja tak gatal. Dia yang memelukku waktu itu kan? Makanya, apa boleh buat aku yang menggendongnya kemari.

"Hm?" Sakura memandangku meminta penjelasan.

"Nggak, nggak apa-apa kok" sergahku cepat sembari membuang muka. "Sudah, tidur lagi sana! Kamu 'kan baru kecelakaan," ucapku dan membaringkan tubuh Sakura perlahan.

"Oh, baiklah" sahut Sakura singkat.

"Aku kembali ke lapangan," ucapku. Kemudian tanpa kendali pikiran, aku mengelus kepala Sakura. Beberapa saat.

"Sasuke.." Tiba-tiba Sakura menggumamkan namaku.

"Ya?"

"Itu.. Aku.. Sudah dengar, soal kejadian waktu Sasuke masih SMP," ungkap Sakura.

"Oh" gumamku singkat.

Itu, rumor kalau kamu pacaran sama Ino.

"Sebenarnya nggak begitu, kok" ungkapku. Aku berusaha agar Sakura tidak usah memperdulikan rumor hubunganku dengan Ino waktu SMP dulu.

"...? Nggak begitu?"

"Makanya itu tidak ada hubungannya sama kamu," ungkapku semakin yakin. Aku tak mau Sakura berpikiran aneh-aneh tentang aku dan Ino.

"Tidak ada hubungannya? Maksudmu?" Tiba-tiba Sakura mulai berbicara dengan nada yang berbeda. "Jangan bicara begitu!" Sakura membentakku. "Kita 'kan sudah seperti keluarga!"

"Keluarga..?" Apa maksudnya? Kenapa jadi bawa-bawa keluarga? "Apa sih? Aku tidak ingin membicarakan ini denganmu. Aku itu, nggak pernah berpikir begitu" ucapku. Kenapa Sakura terlihat ingin menangis begitu? Apa aku salah berusaha menerangkan kalau Sakura tak perlu memikirkan hubunganku dengan Ino?

"Seandainya aku dan Sasuke bukan teman masa kecil, akan lebih baik," ucap Sakura merunduk.

"Kenapa ngomong begitu sih, kamu!" Kini giliran aku yang membentaknya.

"Kalian berdua, kenapa berbicara sekencang itu?" Tanya perawat UKS. "Murid laki-laki segera kembali ke kelasnya!" Tambah perawat itu.

Hening. Tak ada lagi yang memulai pembicaraan. Sakura berbaring, meringkuk di dalam selimut membelakangiku. Kalau begini.. Aku pergi saja.

SREEEK!

Apa sih? Yang ada di pikiran Sakura? Kenapa ia bicara begitu? Apa ia sebegitu tidak inginnya dekat denganku?

To be continue~

#Tentang Naruto#

Ini potongan singkatnya tentang Naruto.

Naruto Uzumaki, 15 tahun. Sebenarnya cowok ini punya intuisi yang kuat.

"Jangan tinggalkan aku berduaan saja, dong!"

BLAM!

'Dasar, padahal ada yang baik hati menjaganya.'

'Aku nggak tahu apa yang terjadi, tapi aura di antara mereka terlihat buruk. Susah juga.'

"Sengaja ditinggalkan berduaan?" Tanya pacar Naruto.

"Biarin. Mereka bodoh, kok."

KRIIING!

"Sakura nggak angkat telponnya tadi. Mandi, ya?"

'Jangan-jangan! Ah, nggak mungkin! Mereka berdua? Nggak mungkin, kan ya? Kelihatannya mereka saling berlawanan.'

"SAKURA!" Untuk berjaga-jaga, Naruto sengaja memanggil dengan keras. Dengan caranya ini, apapun yang terjadi di dalam, pasti sudah berhenti.

"Sasuke kamu tidur saja di atas tempat tidurku," tawar Naruto.

"Di lantai saja."

'Pasti nggak bisa tidur kalau kamar sebelahnya Sakura.'

Naruto ini berpura-pura tidak tahu. Padahal sebenarnya, dia yang paling bersemangat melihat Sasuke dan Sakura.