Halooow... Aku bawa chapter 4 setelah sekian lama stag.. Maap ya bagi yang udah nunggu, pasti udah belumut deh *siapa juga yang nunggu* hihi.. Baca aja dahh ya..

*aku emang selalu kagak pinter bikin pendahuluan epep.. Mianhae.. huhu..*

~*Rn*~

"Wookie.." panggil Sungmin pada Ryeowook yang sibuk menyusun buku-bukunya di rak. Sungmin sendiri sedang membaca komik sambil tiduran di kasurnya.

"Hm?" jawab Ryeowook yang masih sibuk sendiri.

"Kau.. em... kau pacaran dengan si Kyuhyun itu ya?"

DEG!

"A.. Aku?" tanyanya balik. "Ehm.." Wookie berpikir sejenak. "Ehm.. Iya.." dia teringat janji Kyuhyun untuk membuatnya melupakan Yesung. Berarti sekarang mereka memang pacaran, kan?

"Wookie.." panggil Sungmin dengan nada horor seolah-olah akan menangis. "Wookie jahaaatt... hiks..." Sungmin duduk di tempat tidurnya sambil meremas bantal dengan tangis yang dibuat-buat. Ryeowook hanya memutar bola matanya.

"Aduh hyung.. Aku kan 'Cuma' pacaran. Kok pake ditangisin segala sih.."

"Beda dong.." Sungmin menghentikan tangisan dibuat-buatnya. "Kau pacaran dengan Cho Kyuhyun. Namja aneh yang gak punya teman itu. Ih.. Dia itu berbahaya Wookie.. Kau tidak tau bagaimana buasnya dia di klub karate. Seolah-olah semua orang mau dihajarnya. Pacaran dengan orang begitu nanti badanmu bisa tambah kecil. Jangan-jangan dia Cuma mau main-main lagi.. Huwa.. Adikku Wookie.. Kau dalam masalah besar, nak.."

Wookie kemudian duduk di atas kasurnya yang ada di seberang kasur Sungmin, lalu menatap hyung-nya tajam.

"Hyung..." panggilnya. Sungmin menunjukkan tatapan menunggu. "Kau terlalu berlebihan.." tambahnya.

"YA! Kim Ryeowook! Aku bicara jujur.."

"Sudahlah hyung.. Urus saja pacar hyung, si namja babo itu.." kata Wookie sarkastis. Sungmin lalu memiringkan kepalanya pertanda tidak mengerti.

"Namja babo?" tanyanya. Matanya berkedip-kedip dan bibirnya mengerucut lucu.

"WOOKIE...! MINNIE..!" Eh?

"Itu namja babo-nya sudah datang. Sana gih temui dia.."

Sungmin agak membesarkan matanya *hingga terlihat imuuuut sekali*

"Wookie-yah.. Namja babo itu.. Yesung hyung?" tanyanya. Wookie mengangguk.

"Siapa lagi? Heh?" Sungmin menutup komiknya dan menatap adiknya yang masiiih aja sibuk.

"Jadi menurutmu dia babo ya? Menurutku kok biasa aja ya?" ah, ternyata Sungmin memang polos.

"RYEOWOKIIIEEEE... SUNGMINNIEEEEE..." tiba-tiba pintu kamar mereka menyeblak terbuka dan menampakkan sesosok namja tampan bermata sipit sambil membawa kantong plastik. Sungmin langsung tersenyum sumringah namun Ryeowook memalingkan wajahnya.

Tanpa dikomandoi, Yesung masuk ke dalam kamar itu dan berdiri tepat di space antara kasur Minnie dan Wookie.

"Es kriiimmm..." katanya sambil mengangkat kantong plastik yang ada di kedua tangannya. "Vanila untuk Ryeowookie... Dan stoberi untuk Sungminnie..."

"Waaah... Gomawo Yesungie Hyung.." Sungmin menerima bungkusan itu dengan senyum merekah, sedangkan Ryeowook berpura-pura tidak mendengar.

"Wookie?" tanya Yesung saat Wookie sibuk dengan buku-bukunya yang sebenarnya sudah tersusun dengan sangat rapi. "Ryeowookie, tidak mau es krim? Hyung belikan yang ada chocochipnya lho.."

"Eh, hyung.. Aku lupa kalau aku punya janji dengan Kyuhyunnie.." kata Ryeowook tiba-tiba. Yesung mengerutkan keningnya.

"Kyuhyunnie?" tanya Yesung menginginkan konfirmasi.

"Iya, hyung.. Kyuhyunnie itu pacarku.." jawab Ryeowook dengan tampang innocent.

PRANG!

Sesuatu tengah hancur, namun hanya Yesung yang bisa merasakan kehancuran itu.

"Aku pergi dulu ya, hyung.. Terimakasih atas es krimnya.. Makan saja berdua dengan Minnie hyung.. Aku takut Kyuhyunnie menunggu terlalu lama. Annyeong.." Ryeowook segera berlari ke luar tanpa menunggu jawaban dari kedua hyungnya. Tinggallah Minnie yang masih antusias dengan es krimnya dan Yesung yang hanya diam mematung.

'Wookie.. mencintai Kyuhyun?' tanya Yesung dalam hatinya.

"Hyung, kenapa memasang wajah seperti itu?" tanya Minnie, tapi Yesung masih tetap pada lamunannya. "Hyung.." panggil Minnie sekali lagi. "Hyung!" kali ini dengan sedikit goncangan di bahunya, dan itu sukses menyadarkan Yesung.

"Kenapa, Minnie?" tanyanya. Sungmin mengerucutkan bibirnya.

"Hyung itu yang kenapa. Tiba-tiba melamun." Sungmin membuka es krimnya lalu menyendoknya dengan wajah yang sumringah. Yesung duduk di kasur Ryeowook sambil memandang Minnie, namun pikirannya berada di tempat lain.

"Minnie-yah.." panggilnya.

"Hmm?" jawab Minnie sekenanya, hanya sebagai isyarat kalau dia mendengar panggilan Yesung.

"Apa Wookie.. menyukai Kyuhyun?" tanyanya. Sungmin kelihatan berpikir sebentar, lalu menggeleng.

"Tidak, atau tidak tau?" tanya Yesung meragukan jawaban Sungmin yang ambigu itu.

"Sepertinya tidak." Jawabnya mantap. Yesung memasang tampang yang seolah-olah bertanya 'kenapa'

"Aku tau adikku, hyung. Aku sudah bersamanya sejak dalam kandungan. Aku bisa membaca suasana hatinya hanya dengan melihat matanya. Dan dalam pandanganku, dia tidak menyukai Kyuhyun." Jawab Sungmin santai.

"Benarkah begitu?" tanya Yesung lagi. Sungmin mengangguk sambil terus-terusan menyendok es krimnya.

"Lalu kenapa dia pacaran dengan Kyuhyun?"

"Itu yang belum aku tau. Wookie belum cerita padaku, dan kalau aku bertanya, dia menjawab tanpa melihat mataku. Nah, dengan dia bersikap begitu saja aku sudah tau kalau dia bohong."

"Begitu ya..." kata Yesung. Dia lalu kembali larut dengan pikirannya sendiri.

"Hyung! Hoi Yesung hyung!" panggilan Minnie mengagetkan Yesung. "Es krimnya cair tuh.." kata Minnie melihat es krim yang dianggurkan Yesung dari tadi.

"Eh, ini taruh di kulkas saja, Minnie. Siapa tau nanti malam Wookie mau memakannya. Hmm.. Kita ke taman, mau tidak?" tanya Yesung. Sungmin berpikir sebentar, lalu mengangguk.

"Oke. Mungkin Wookie dan Kyuhyun juga ada di sana. Sekalian aku mau mengawasi namja aneh itu agar dia tidak mengganggu Wookie. Ayo hyung.." Sungmin segera menarik tangan Yesung lalu menuju taman setelah sebelumnya memasukkan es krim yang lumer itu ke dalam kulkas.

~*Rn*~

"Ryeowookie, ada apa tiba-tiba meneleponku? Kangen ya? Hehehe.." kata Kyuhyun saat baru tiba di kedai es krim, tempat Ryeowook menunggunya. Ryeowook hanya tersenyum menanggapinya. Dia masih merasa canggung bila berada di dekat Kyuhyun.

"Hm.. Kau suka es krim ya?" tanya Kyuhyun. Ryeowook lalu mengangguk. "Belum pesan, kan? Sini aku pesankan.." Kyuhyun sudah hampir pergi memesan, namun dia kembali lagi. "Hm.. Biar kutebak.. Pasti kau suka es krim stoberi dengan toping coklat. Hm?" Kyuhyun meminta konfirmasi.

"Aku suka vanila chocochip." Kata Ryeowook sambil tersenyum. Senyum Kyuhyun memudar sedikit.

"Eh? Biasanya cowok manis seperti kamu suka stroberi. Kamu tidak, ya. Hihi.. Yasudah, aku pesan dulu.."

'Yang disebutkan Kyuhyun itu kan kesukaan Minnie. Cowok manis seperti Minnie? Jadi, aku tidak manis, gitu? Pantas saja Yesung hyung suka Minnie. Ah..'

Ryeowook mengacak-acak rambutnya karena frustasi dengan pikirannya sendiri. Kyuhyun yang melihat itu dari jauh hanya tersenyum.

"Aigoo~ Cute sekali.. Pacarku.. hihi.." dia cengengesan sendiri sambil menunggu es krim pesanannya.

Setelah pesanannya selesai, Kyuhyun segera membawanya ke meja tempat Wookie menunggunya. Wookie lalu menyendok es krim itu dengan cepat sampai-sampai belepotan. Kyuhyun hanya memandangi Wookie, tidak memakan es krim coklat pesananya. Dia tertawa melihat tingkah pacarnya yang manis itu.

"Aigoo~ neomu kyeopta.." Kyuhyun segera mengulurkan tangannya untuk mengelap es krim yang melenceng ke sudut bibir Wookie. Wookie hanya menatap Kyuhyun heran, bahkan mungkin dia belum bisa mencerna apa yang sedang Kyuhyun lakukan padanya.

"Kyeopta..." Kyuhyun tersenyum melihat Wookie yang gelagapan karena gugup dipandangi oleh namja chigunya itu. Akhirnya dia juga tersenyum pada Kyuhyun karena menyadari tingkahnya yang seperti anak kecil itu.

Di sudut lain, ternyata Sungmin dan Yesung sedang memperhatikan mereka berdua dari meja yang letaknya agak tersembunyi. Sungmin duduk berseberangan dengan Yesung dengan dipisahkan oleh sebuah meja bulat. Dari tempat itu mereka bisa dengan leluasa melihat gerakan apa saja yang dibuat oleh Wookie dan Kyuhyun.

Sungminlah yang memaksa agar mereka memata-matai Kyuhyun dan Wookie. Alasannya, karena dia curiga kalau Kyuhyun akan mengapa-apakan Wookie. Dan sebagai hyung yang baik, Sungmin sudah siap sedia dengan jurus-jurus karatenya untuk membuat Kyuhyun babak belur.

Yesung setuju-setuju saja. Karena dia juga ingin tau apa yang dilakukan Wookie bersama Kyuhyun, orang yang dia kenal sejak lama. Ya. Yesung memang sudah mengenal Kyuhyun lumayan lama.

Dan saat Kyuhyun mengelap bibir Wookie tadi, kepingan-kepingan hati Yesung yang tadinya sudah patah, menjadi semakin hancur. Pandangan itu seolah-olah menghapus semua kemungkinannya untuk meraih kebahagiaan bersama namja yang paling dia cintai itu. Wookie sepertinya menikmati acaranya dengan Kyuhyun. Dan pikiran itu membuat Yesung sakit dan menderita.

Sungmin yang juga melihat adegan itu merasakan denyutan aneh di sudut hatinya. Hanya denyutan kecil, namun cukup mengganggu. Perlahan, tangannya berjalan ke dadanya, lalu mencengkeram kaos yang dia pakai. Dia memejamkan matanya, dan denyutan itu semakin terasa.

'Apa.. apa yang sedang aku rasakan ini? Kenapa ini.. Rasanya.. aneh sekali...'

Yesung kemudian menyadari gerakan aneh yang diciptakan Sungmin. Sungmin masih memejamkan matanya sambil meremas kaos bagian dadanya. Yesung mulai khawatir kalau-kalau penyakit Sungmin kambuh.

"Minnie-yah.. Ada apa?" tanya Yesung sambil menyentuh pundak Sungmin.

"Heh? Apa hyung?" Sungmin kaget lalu melepaskan tangan dari kaosnya. Alhasil, baju sebelah depannya agak kusut.

"Gwaencanha yo?" tanya Yesung lagi. Bukannya menjawab, Sungmin malah memiringkan kepala sambil melebarkan matanya. Yesung sedikit tersenyum melihat gerakan aegyo yang dilakukan Sungmin tanpa dia sadari itu.

"Memangnya aku kenapa?" tanyanya. Yesung lalu mengacak-acak rambut Sungmin karena tidak tahan dengan aegyo itu. Sungmin lalu mengerucutkan bibirnya karena kesal lantaran rambutnya kini kusut dan berantakan.

"Yaish.. Rambutku jadi kusut tau.." kata Sungmin sambil merapikan rambut hitam legamnya. Yesung tertawa melihatnya, lalu mengacaknya sekali lagi.

Dan ternyata, tempat itu bukanlah tempat yang tersembunyi seperti apa yang dikira Sungmin. Tempat mereka duduk ada tepat di arah jam satu-nya Ryeowook. Sialnya, Ryeowook bisa melihat apa yang mereka lakukan berdua.

'Ya Tuhan.. Apa belum cukup sakit hatiku? Kenapa aku harus melihatnya lagi? Ugh..'

Ryeowook memejamkan matanya, merasakan jantungnya ditusuk-tusuk saking sakitnya. Ini yang kesekian kalinya, tapi tetap saja rasa sakitnya sama dengan saat pertama kalinya. Sakit, sampai terasa sesak sekali. Ryeowook meremas kaos bagian depannya dengan tangan kiri.

Melihat itu, Kyuhyun segera meletakkan tangannya di atas tangan kanan Ryeowook yang sedang memegang sendok ek krim. Ryeowook segera membuka matanya, dan itu sukses membuat Kyuhyun agak kaget.

"Hei.. kenapa matamu merah? Ryeowookie gwaencanha?" tanya Kyuhyun khawatir. Ryeowook lalu menundukkan kepalanya.

"Hei.. Ryeowookie.. Ada apa?" Kyuhyun memindahkan kursinya ke dekat Ryeowook lalu mengangkat wajah Ryeowook dengan menarik pelan dagunya. Alangkah terkejutya Kyuhyun melihat mata Ryeowook berair.

"Ryeowookie.. Ada yang menyakitimu? Bilang saja padaku.." Kyuhyun lalu menghapus airmata yang mengalir di pipi Ryeowook dengan ibu jarinya. Ryeowook kemudian kembali menunduk dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Bahunya bergetar seiring dengan isak tangisnya yang terdengar pilu.

Kyuhyun kemudian membelai punggung Ryeowook, mencoba mentransfer kekuatan padanya. Dia lalu menarik Ryeowook ke pelukannya, membenamkan wajah Ryeowook di dadanya.

"Yesung hyung.. dan.. Minnie hyung.. hiks.. mereka.. Kyuhyun-ssi.. aku.." Ryeowook mencoba menjelaskan suasana hatinya di sela-sela tangis. Walaupun terbata-bata dan tidak jelas, namun dengan mendengar nama-nama yang disebutkan Ryeowook itu Kyuhyun sudah bisa menebak apa yang terjadi.

Karena setahu Kyuhyun, saat ini yang bisa membuat Ryeowook menangis sepilu itu adalah suasana hatinya yang masih sakit karena kenyataan bahwa orang yang dicintainya malah mencintai saudara kembarnya sendiri.

"Sssh.. Ne, nan arrayo.. Sssh.. uljimarayo.. Jangan menangis lagi ya.. Ada aku.. Ryeowookie masih punya aku, kan? Yah.. Walalupun tidak sama dengan dia, setidaknya aku ada untukmu.. Kamu boleh menangis sepuasnya di dadaku.. Tapi alangkah senangnya kalau.." Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menghapus airmata Ryeowook, "pipi ini tidak basah oleh airmata.." dia mengelus pipi Ryeowook, "dan di bibir ini.. Ada senyuman.." dia lalu membentuk bibir Ryeowook menjadi senyuman dengan menggunakan jari tangannya.

Mendapat perlakuan seperti itu, Ryeowook merasa tersentuh juga. Dia lalu menghapus lagi sisa-sisa airmata di matanya, lalu tersenyum pada Kyuhyun. Dipaksakan memang, namun tidak bisa dipungkiri kalau suasana hatinya sudah agak sedikit membaik.

"Kyuhyun-ssi, gomawo yo.."

"Eh? Bukannya sudah pernah kubilang, kalau panggil aku 'Kyu' saja. Aku kan namja chingumu, Ryeowookie.. Jangan pernah lupakan itu.. Arra?"

Wookie lalu menganggukkan kepalanya dengan sebuah gerakan yang sangat imut. Kyuhyun tertawa karenanya, lalu mencubit pipi Ryeowook pelan.

"Manis sekali.. hihi.." Ryeowook pun juga tersenyum karenanya.

"Aigoo.. Es krimnya lumer.." kata Kyuhyun melihat es krim di gelasnya sudah berbentuk cair seperti susu.

"Kyu.." panggil Ryeowook.

"Hm?"

"Aku mau es krim lagi.. Yang jumbo, ya.." pinta Ryeowook.

"Hah? Memangnya kamu bisa menghabiskan sebanyak itu? Aku saja tidak bisa, lho.. Lagian, nanti kamu bisa sakit.. Tidak baik makan es krim banyak-banyak.." kata Kyuhyun. Ryeowook langsung memasang mata berbintang-bintangnya. Siapapun nggak mungkin nggak luluh kalau jurus itu sudah keluar. Begitu juga Kyuhyun.

"Please Kyu.. Untuk mengembalikan mood-ku.." Kyuhyun berpikir sebentar, lalu berdecak.

"Ck, arasseo.. Tapi hanya sekali ini, oke?" Ryeowook mengangguk senang. "Aku pesankan dulu, ya.."

.

~Yesung POV~

Aku terus-terusan memperhatikan Wookie. Tiba-tiba dia memejamkan matanya sambil meremas kaos depannya. Persis dengan apa yang dilakukan Minnie barusan. Ada apa dengan mereka? Aku mengerti hampir semua bahasa tubuh mereka, namun yang satu ini aku benar-benar baru melihatnya untuk pertama kali.

Dia lalu menundukkan wajahnya. Nah, kalau yang ini berarti dia sedang menahan tangis. Tapi kenapa? Kenapa dia menangis? Apa yang dilakukan Kyuhyun padanya?

Kyuhyun langsung pindah ke sampingnya. Aku melihat Wookie menutup wajah dengan kedua tangannya. Itu berarti dia sedang menangis sekarang. Kyuhyun segera memeluknya. Panas sekali rasanya hatiku melihatnya.

"Hyung.. Wookie menangis.." kata Minnie yang juga memperhatikan adegan itu. Aku hanya mengangguk saja. Minnie sudah hampir berdiri dari tempat duduknya untuk melabrak Kyuhyun, namun aku menahannya.

"Adikku sedang menangis, hyung.. Dia terlihat sedih sekali.. Pasti si brengsek itu menyakitinya.." kata Minnie sarat emosi. Aku menarik tangannya agar dia duduk kembali. Dia hanya patuh, lalu kami melihat mereka kembali.

Sedih? Apa Minnie juga merasa sedih saat melakukan gerakan tubuh yang sama dengan Wookie tadi? Mereka sama-sama memejamkan mata dan meremas kaos bagian dada kiri. Sedih? Tapi kenapa Minnie bersedih hanya karena kami melihat Kyuhyun dan Wookie akrab begini?

"Hyung.. Jebal, aku harus menarik Wookie dari laki-laki aneh itu.." kata Minnie. Pasti dia sekarang sedang memasang tampang aegyo-nya agar aku memberi izin, tapi tidak bisa. Aku tidak melihat wajahnya, takut tidak tahan dengan wajah Minnie. Aku hanya terus-terusan memandangi Wookie dan Kyuhyun yang saat ini masih berpelukan.

"Jangan.. Duduk saja di sini.." Sesaat kemudian setelah Kyuhyun melepas pelukannya pada Wookie, dia kembali ke memesan sesuatu.

"Hyung.. Laki-laki aneh itu memberi Wookie es krim sebanyak itu? Nanti adikku sakit hyung.. Ayo kita ke sana.."

"Tidak usah, Minnie.. Ayo kita pulang saja." Aku menarik tangan Minnie, namun dia menolak.

"Minnie.. Kau tidak lihat sekarag Wookie sudah tersenyum? Lihatlah.. Dia kelihatan senang. Berarti kita tidak boleh mengganggunya. Ayo kita pulang saja.."

Daripada hatiku terus-terusan sakit di sini.. Daripada aku harus melihat orang yang aku sayangi berdua dengan laki-laki lain.. Huh..

"Ya sudah.." akhirnya Minnie mau menuruti kata-kataku untuk pulang. Kami pun segera menuju rumah Minnie. Semoga Kyuhyun memang bisa membahagiakan Wookie, bukan menjadikannya seperti pelampiasan saja.

~Yesung POV End~

~*Rn*~

Ryeowook berhenti memakan es krimnya. Sudah lama mereka duduk di kedai es krim itu. Ryeowook pun sudah menghabiskan satu cup kecil dan dua cup jumbo es krim. Mereka tetap duduk di sana karena cuaca yang tiba-tiba berubah drastis, dari panas menjadi hujan. Tidak mungkin mereka pulang hujan-hujanan. Jadi mereka memutuskan untuk menunggu di kedai itu sampai hujan berhenti.

"Bosan?" tanya Kyuhyun. Ryeowook mengangguk.

"Sudah tidak enak lagi." Kata Ryeowook. Dia mendorong cup jumbo es krimnya yang kedua.

"Mood-nya sudah kembali?" tanya Kyuhyun lagi. Ryeowook malah menggeleng.

"Kenapa?"

"Aku makan es krim terlalu banyak. Sekarang mau pulang saja."

"Hujan.." kata Kyuhyun.

"Tidak peduli." Ryeowook segera berdiri dari tempat duduknya dan langsung beranjak ke luar kedai es krim tersebut.

"Hei.. Tunggu.. Ryeowookie..Aishh.." Kyuhyun meninggalkan beberapa lembar uang di meja itu, lalu mengejar Ryeowook yang sudah berlarian di tengah hujan. Kyuhyun segera mengejarnya.

Kyuhyun menarik tangan Ryeowook ketika mereka sudah sejajar. Langkah Kyuhyun yang panjang membuatnya bisa mengejar Ryeowook dengan mudah.

"Ryeowookie, jangan hujan-hujanan begini. Nanti sakit.." kata Kyuhyun. Tapi Ryeowook tidak mendengarkan.

"Ayolah Kyuhyunnie.. Jarang sekali kan ada hujan seperti ini? Aku ingin main hujan.. Sekali saja.. Izinkan aku melupakan kesedihanku, Kyuhyunnie.. Jebal.." dan untuk kedua kalinya Kyuhyun merasa kalah telak dari Ryeowook. Dia melepas pegangannya pada tangan Ryeowook, dan setelah itu Ryeowook berlari sepanjang trotoar.

"Yaish.. YA! Jangan berlari begitu.. HEI!" mau tak mau, akhirnya Kyuhyun mengejar Ryeowook yang sudah berlari entah kemana.

.

.

Akhirnya setelah lelah bermain hujan, Ryeowook menyerah dan mau diantar pulang oleh Kyuhyun. Sepanjang perjalanan pulang, Ryeowook tidak henti-hentinya tertawa. Sepertinya memang dia senang, namun Kyuhyun meragukan hal itu.

Dia takut Ryeowook hanya pura-pura senang. Dia takut Ryeowook sengaja bermain hujan setelah makan es krim sebanyak itu. Dia takut Ryeowook sengaja melakukannya. Ya, menurutnya Ryeowook memang melakukannya dengan sengaja, entah untuk tujuan apa.

Setiba di depan pintu, Ryeowook menekan bel. Dia masih tertawa-tawa pada Kyuhyun sambil sesekali menceritakan potongan kejadian yang dia anggap lucu. Padahal muka Ryeowook sudah merah, dia takut Ryeowook akan sakit.

"Wookie, sudahlah.. Jangan tertawa lagi.. hei.." Kyuhyun kemudian menutup mulut Wookie dengan tangannya. Bersamaan dengan itu, Sungmin membuka pintunya. Dan dia kelihatan kaget melihat Kyuhyun sedang membekap mulut adiknya.

"OMONA! Apa yang kau lakukan pada adikku!" Sungmin segera menarik Ryeowook dari Kyuhyun. Ryeowook hanya bisa diam saja. Kyuhyun gelagapan karena tidak tau harus bagaimana menjelaskan kronologi peristiwa itu pada Sungmin. Dan Sungmin kini sedang menatap Kyuhyun dengan tatapan menelanjangi.

"Aku.. Aku tidak berbuat apa-apa kok.. Anou.. Itu.."

Sungmin berdiri di depan pintu dengan Ryeowook ada di belakangnya. Dia melipat tangannya di depan dada, dan pose itu seolah-olah tambah menyudutkan Kyuhyun.

'Aduh, aku kan tidak berbuat apa-apa. Kenapa jantungku jadi tidak beraturan begini? Aishh.. Masa aku takut dengan orang ini.. Ah, tidak mungkin..' Kyuhyun bicara pada dirinya sendiri.

"Hyung, sudahlah.. Biarkan Kyuhyunnie pulang.." kata Ryeowook.

"Masuk, Wookie.." suruh Sungmin. Ryewook lalu berdadah-dadah ria pada Kyuhyun dengan melemparkan tatapan semoga-selamat-dari-amukan-hyung-ku (?)

"Kau membawa adikku hujan-hujanan? Tidak pikir apa, kalau nanti dia bisa sakit?" omel Sungmin. Kyuhyun hanya garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Tidak tau harus membela dirinya bagaimana.

"HYUNG! AKU YANG MEMAKSA UNTUK MAIN HUJAN.. JANGAN MARAHI DIAAA..." terdengar teriakan Ryeowook dari dalam.

Kyuhyun lalu melemparkan tatapan tuh-kan-bukan-aku-yang-salah (?) pada Sungmin. Dia lalu membalas dengan tatapan kau-selamat-kali-ini-tapi-jangan-harap-lain-kali-juga.

"Hm.. Sungmin-sshi, aku pulang dulu.. Annyeong.." Kyuhyun segera pergi dari hadapan Sungmin.

'Aish.. Orang itu.. Ada yang aneh dengannya.. Rasanya aneh sekali saat berhadapan dengan dia.. Ah, lebih baik aku menghindarinya..' lagi-lagi Kyuhyun bicara pada dirinya sendiri.

Sedangkan di dalam kamarnya, Wookie langsung menghempaskan diri ke kasurnya tanpa mengganti baju terlebih dahulu.

"Wookie! Hei! Ganti bajumu sana! Mandi dulu, nanti sakit!" kata Sungmin ketus. Namun Ryeowook tidak bergeming. Dia tetap tidur di kasurnya.

"WOOKIE!" dan kini Sungmin berteriak. Dia lalu berjalan menuju Ryeowook untuk menarik adiknya ke kamar mandi. Tapi saat dia akan melakukan itu, dia merasakan tubuh Ryeowook dingin dan bergetar.

"Hei.. Wookie.." Sungmin mengguncang-guncangkan bahu Ryeowook, tapi dia tidak bergerak.

"Aish.. Anak ini benar-benar bandel.."

"Hyung.. Minnie hyung.. Dingin..." Ryeowook menekuk kakinya sampai dekat dengan dadanya.

"Tuh kan.. Kan salahmu sendiri.. Aish.." Sungmin membuka baju Ryeowook dan menggantinya dengan piyama yang kering. Dia lalu menyelimuti Ryeowook dengan berlapis-lapis selimut.

Sungmin pergi ke dapur dan membuatkan coklat panas untuk Ryeowook. Tak henti-hentinya dia mengomeli Kyuhyun karena sudah membuat adiknya sakit. Dia juga merasakan badannya sendiri agak panas. Biasanya memang begitu. Kalau Ryeowook sakit, badan Sungmin ikut-ikutan panas. Jika Sungmin yang sakit, Ryeowook juga ikut lemas.

Setelah selesai membuat coklat panas, Sungmin segera kembali ke kamarnya. Dia meletakkan coklat itu di meja dekat kasur Ryeowook. Sungmin membelai rambut Ryeowook dengan sayang. Tubuh adiknya masih menggigil, sekarang dingin tubuhnya sudah berubah jadi panas.

"Wookie.. Bangun sebentar.." mendengarnya, Ryeowook membuka sedikit matanya. Sungmin lalu sedikit mendudukkan Ryeowook. Dia duduk di belakang Ryeowook dan menyandarkan tubuh adiknya itu di tubuhnya hingga mereka sekarang seperti berpangkuan.

Sungmin lalu membantu Ryeowook untuk meminum coklat panasnya sedikit demi sedikit. Setelah habis, Sungmin memeluk tubuh yang lebih kecil darinya itu. Ryeowook bersandar di bahu Sungmin, dan Sungmin mengeratkan pelukannya.

"Hyung, mianhae.. Gara-gara aku pasti sekarang badan hyung ikut-ikutan panas.. Mianhae.." kata Ryeowook pelan.

"Ne, gwaencanha. Makanya, kalau melakukan sesuatu dipikir dulu. Kalau kau sakit, kita berdua repot. Jangan berbuat kekanak-kanakan seperti tadi lagi. Kita ini sudah SMA, bukan anak kecil lagi. Dan lagi, si laki-laki aneh itu, jangan mau diperalat olehnya. Kalau dia.." Sungmin lalu merasakan hembusan napas Wookie yang teratur. Yah, dia tertidur. Dan ocehan Sungmin yang tadi rupanya tidak dia dengar.

Sungmin lalu merebahkan tubuh adiknya di kasur, kemudian berbaring di sampingnya. Dia menyelimuti badan mereka berdua dengan selimut berlapis-lapis tadi. Sungmin melingkarkan tangannya di pinggang adiknya, seolah-olah melindungi. Sungmin sudah hampir tertidur saat dia mendengar Ryeowook memanggilnya..

"Hyung... hyung... " Sungmin membuka matanya. Kenapa Wookie memanggilnya?

"Yesungie hyung..."

Oh, ternyata bukan memanggilnya. Tapi... Yesung hyung?

TBC

Saatnya bales-bales ripiu..

Unkyuminmin: Iya nih, tokohnya pada dilema semua. Hihihi.. Ini udah lanjut, tapi maap yak, kelamaan ampe udah bejamur di laptop.. Tapi chap ini aku panjangin kok.. Jangan marah ya.. hihi

Sparkyuminnie: InsyaAllah kalo didoain tiap hari dia bisa sembuh say.. hihi.. Iya, aku juga selalu ada buat Umin.. *keenakan dong Uminnya* hehe.. Maap yah lama.. Nge-stag abis soalnya.. Chap depan semoga gak lama deh.. hehe..

LittleLiappe: Pilih dua-duanya bayarnya dobel.. hohoho.. Gak perlu pake uang, pake YunJae aja. *apaan tuh* hoehoehoe.. Iya mereka jadian tanpa sepersetujuan kita. Gantian aku yang dilema, Wookie diambil Kuyun.. hihi

CuraQnDC10: Tuh dia gak patuh tuh.. Mereka jadian.. Loh? Jadi intinya siapa nih kalo juga suka Kyuwook? Ikutan dilema nih kayaknya.. hihi..

Pipit-SungminniELFishy: Ayo kita bikin forumnyaaa.. hihi.. Dua-duanya namja, mereka kan manggil 'hyung'. Lagian, aku gak terlalu dapet feelnya kalo genderswitch. Forum apa ya namanya? Hihi..

MutyaHyukjae: Salam kenal.. RUN imnida ^^.. Kok Umin sih yang jahat.. Yang jahat itu si Kuyun loh *dendam kesumat datang kembali* hihi.. okey, udah lanjut nih buat kamu.. *gomballl* ^^

rHeitawoo: Bener-bener bunuh diri si Papa Ddangko kalo Wookie diambil. Di epep ini aja dia udah mewek keseringan. Hehe.. Kyuwook? Iya, keren.. Wookienya, Kuyunnya biasa ajah.. hehe *dendam* khuhuhuhu *ditendang sparkyu*

KYUyunJAE04: Di sini banyak juga loh..Kyu pokoknya sama Minnie! Kalo gak, jadi Uke! Ah, magnae banyak mintaknya nih.. Kapan-kapan dah..

Ayuarlyne: Iya tuh, terluka semua. Kan bersakit-sakit dahulu, chingu.. Baru nangis-nangis kemudian (?) *loh?*

Minnie Chagiy4: Kyuwook udah tuh.. Tapi Yemin? Hm.. Author masih belum relaaa.. Huhuhu *abaikan* Diprotes Kuyun juga nih lama-lama.. hehe..

Kim Ryesha: Gapapa kok.. Yang penting review dobel di chap ini *loh?* iya, mereka jadian.. Kalo Umin sukanya sama.. hm.. Sama siapa ya? Sama author kali.. hihi.. *kalo aku dilempar ke dorm B1A4* hehe

Ika-chiharu: Chap ini aku jga kasian sama dia.. Kasian terus nasipnya.. huhu.. Iya donkk.. pokonya Wookie kalau jadi uke siapapun aku suka.. hihi.. *toss dulu dah kita*

Sapphire Pearls: Iya tuh.. Biang keringat dianya. Hehe.. Wooh.. aku tambah bingung juga nih chingu.. Kalo gitu ntar Ddangkoma ama siapa dong pasangannya kalo ditinggal papanya.. *ganyambung*

StellaSJ: Iya, tapi dia lagi dipeluk ama author nih Uminnya.. hihi.. Iya, namja2 itu emang pabo semua. Cinta segiempat parah ini.. Akut.. Tapi aku kok ngerasa penderitaan Kuyun kagak ada ya? Iya kan? Padahal aku paling pengen bikin dia menderita loh.. Tapi apa daya.. *curcol*

Inha ELF SparkyuHyunBum: Iya, authornya aja sering salah paham ini sama karakternya.. Gak ngebingungin kan? Hehe.. 'Palli' itu artinya 'cepet' gitu deh.. Ini panjang kan? Hoho.. Kalau aku tinggalnya di Sawahlunto *tau gak?* Di Sumatera Barat.. Kalo kamu?

Dhikae: Sama, aku juga suka Yewook. Maklum lah, kagak diperatiin ama emak bapaknya.. Jadilah mereka sakit-sakitan kedua-duanya *miris banget nasipnya* *elus2 Min+Wook*

Richan: Ini aku apdet ya say.. Mian gak bisa tiap hari.. Pokoknya aku usahain cepet dah ya.. hihi..

Yennie kyu: Sabar chingu.. Cinta mereka harus diuji dulu.. hihi..

Ichigo: Wah.. aku demen nih kalo ripiunya panjang gini.. hehe.. Udah nambah setaun lagi nih saeng T.T.. Nambah tuwir.. Aigoo.. hihi.. ayo kita bunuh Kyu bersama *digetok sparkyu* di sini dia juga nyakitin Yesung tuh..*ngomporin*.. Wookie buta karena ketutupan Ddangkoma, saeng.. hihi.. Kalo Minnie kayaknya emang lagi telmi tuh.. Hehe.. Onnie manis? Ah.. gomballl... Emaknya onni aja bilah itu pitnah.. kekeke..

Choi Taenma: *TOSS!* Yah.. terlanjur banyakan KyuWook nih.. Tapi chap depan.. hm.. gimana yah? Kita tunggu setelah pesan-pesan berikut dah.. *apadeh..* hihi..

Jirania: Aduh.. Jadi tersanjung... *blush hard* khukhukhu.. Author jadi malu nih dikedipin.. hihi *ketawa2 genit*

Kuchiki Hirata: Ita yuh, dasar Wookie aja pabo, kagak nyadar.. *digetok Wook pake penggorengan*

Jung Tae-jin: Iya manisss banget.. hihi.. Yeppa norak? Digigit Ddangko lho entar.. hehe..

Ayuni Lee: KyuWook? Hm.. oke deh.. Kita tanya dulu ama pemerannya yah.. hehe.. Kamu ripiunya barengan.. hihi.. Makasih ya udah ripiu perchapter.. Aku seneng banget loh.. hehe.. Gapapa kok, walaupun komennya selebai author *hehe* tetep diterima..

Lee Hyesang: Oke.. oke.. oke.. Itu yang mau aku bilang juga.. khukhukhu *kagak kreatip nih author*

Yewook: Iya tuh.. Mereka aja kagak mau denger nasehat author supaya Wookie untuk author aja *dibekep* hehe

Fffiuhhh.. *elap-elap pake kain pel*

JEONGMAL GAMAPGO.. GAMSHAHAMNIDA YOROBUN.. Saya heeeepppiii banget baca ripiunya, sehepi hepi hepinya.. *apadeh..*

Kalo gitu, hm.. ripiu lagi dong.. khukhukhu..

SARANGHAMNIDA.. hohoho..