Author : FishyMonkey

Judul : Strawberry

Cast : Lee Hyukjae, Lee Donghae, and other

Genre : Romance #may be?

Rated : T

Warning : this is Yaoi, Boys Love, if you don't like don't read okey?


Authot POV

"Jinjayo!?" teriak Donghae terlihat tertarik dengan adanya ikan dan udang disana. Mungkin dia ingin bernostalgia sedikit dengan keluarga airnya.

"Ne..! mau mencarinya?" tanya Hyukjae dan di balas anggukan oleh Donghae. Hyukjae merogoh saku celananya mengambil ponselnya dan menaruhnya diatas sendal yang sudah dia lepas.

"Taruh ponselmu disini. Takutnya nanti basah dan rusak." Ucap Hyukjae dan Donghae segera melakukan apa yang diperintah Hyukjae. Dengan susah payah Hyukjae berdiri mengingat kakinya yang masih sakit. Sesekali dia meringis menahan sakit saat berjalanmenuju tepi. Donghae yang melihat Hyukjae maringis kesakitan, segera menghampirinya dan memegang kedua bahu Hyukjae.

"Gwenchana Hae, ini sudah tak sesakit tadi."

"Tapi—"

"Lihat, itu ikan!"

"Mana!?"

"Itu di belakang batu..!"

"Batu yang mana!?"

"Itu yang itu!"

"Mana-mana?"

Hyukjae yang mulai frustasi karena Donghae terus bertanya dimana ikan itu, segera berjalan menuju air dan ... HAP... ikan itu tertangkap Hyukjae. Merasa dirinya terangkat dan tidak mendapat pasokan udara yang cukup, ikan itu mulai menggerak-gerakkan tubuhnya secara liar di genggaman Hyukjae. Membuat air-air yang menempel itu menyiprat ke wajah Hyukjae. Mau tak mau dia harus memejamkan matanya agar air itu tak masuk ke matanya.

Karena tidak tega, Hyukjae segera melepas ikan itu dan membuka matanya. Matanya terbuka lebar saat melihat wajah Donghae yang hanya berjarak 15cm di depan wajahnya. Jangan lupakan tatapan yang tidak dapat dimengerti oleh Hyukjae sendiri. Cukup lama mereka dalam posisi seperti itu. Hingga akhirnya Donghae membuka suara terlebih dahulu.

"Kenapa kau lepas ikannya?" ucap Donghae sambil mendekatkan tubuhnya.

"Eh? Kau mau ikan itu mati karena terlalu lama di udara?!" melihat Donghae yang semakin mendekatkan tubuhnya, Hyukjae segera memundurkan langkahnya. Semakin dia mundur, semakin Donghae memajukan tubuhnya. Terus seperti itu hingga akhirnya Hyukjae terjatuh dan tubuhnya basah. Mungkin ini hari sialnya dimana dia terjatuh dua kali berturut-turut.

"Kyaaaa, Lee Donghae! Kau membuatku basah!" teriak Hyukjae yang masih terduduk.

"Siapa suruh mundur-mundur dan tak melihat jalan?"

"Arrrggghh, itu salahmu yang mendekatiku!" teriak Hyukjae sambil menyipratkan air pada Donghae.

"Ahh, Hyukkie.. hentikan.. sudah cukup.. nanti aku jadi basah.. Hyukkie cukup cukup.."

"Tidak, kau juga harus basah sama sepertiku!"

"Hyukkie, sudah cukup..."

"Tidak!"

"HYUKKIE...!"

Mendenger Donghae yang meneriaki namanya, Hyukjae segera menghentikan kegiatannya. Di palingkan wajahnya ke arah lain sambil terus mengerucutkan bibirnya, tanda dia lagi kesal saat ini. Donghae yang melihat Hyukjae dalam mood yg buruk, berniat untuk meminta maaf.

"Hyukkie, mi—"

"Hyukkie mau pulang." Ucap Hyukjae dan segera berdiri dan berjalan menuju tepi dengan terseok-seok karena kakinya bertambah sakit karena jatuh tadi. Donghae dengan setia mengekori Hyukjae yang sekarang telah menggunakan sendalnya.

Hyukjae mengangkat bajunya setinggi pinngang, berniat untuk melepaskan bajunya. Donghae yang melihat Hyukjae, segera menahan tangan Hyukjae agar namja manis itu tidak melepas bajunya.

"Hey, apa yang mau kau lakukan?"

"Kenapa? Kalau terus menggunakan baju ini, aku bisa masuk angin." Ucap Hyukjae sambil tetap mengerucutkan bibirnya dan setelah itu melepaskan bajunya. Dan sekarang terekspos sudah kulit putih susu yang mulus tanpa ada noda sedikitpun. Bagaikan melihat bidadari yang jatuh dari surga, Donghae hanya menatap Hyukjae tanpa sepatah katapun. Mungkin dia sudah dapat menyandang predikat sebagai orang mesum. Kalau Donghae tidak dapat menahan nafsunya, author yakin sehabis ini Hyukjae tidak dapat berjalan dengan normal –bukan karena kakinya sakit. Tapi tempat yg lain yg sakit—

Hyukjae segera meremas bajunya agar bajunya tidak terlalu basah seperti tadi. Setelah itu, dialihkan pandangannya menuju Donghae yang masih menatapnya. Merasa ada yang aneh dengan namja tampan yang masih berdiri mematung di depannya ini, Hyukjae memutuskan untuk memanggil namanya. Sekali, duakali, tigakali, namun namja tampan bernama Donghae itu tetap tidak sadarkan diri. Hyukjae segera menepuk-nepuk pipi Donghae, berharap namja itu kembali ke alam sadar. Tapi hasilnya nihil. Akhirnya Hyukjae memutuskan untuk mencubit pinggang Donghae. Membuat Donghae terlonjak kaget dan mengerjapkan matanya.

"Ya! Pakai bajumu!"

"Aniya, aku tidak mau!"

"Hyukkie, cepat pakai bajunya kumohon~"

"Aniya aku tidak mau. Karena Hae sudah buat Hyukkie jatuh dan akhirnya basah dan juga karena kondisi kaki Hyukkie yang tambah sakit, Hae harus gendong Hyukkie sampai kawasan villa!"

"Mwo?! Apa-apaan itu!?"

"Oh, jadi begitu. Nanti Hyukkie mau lapor sama eomma Hae~!" mendengar kata 'eomma' yang keluar dari bibir sexy Hyukjae, sekerika membuat Donghae bertekuk lutut. Bukannya menolak, si manusia ikan itu segera menjongkokkan tubuhnya dihadapan Hyukjae dan membuat Hyukjae tersenyum dengan penuh kemenangan.

Tenpa berbicara sepatah katapun, Hyukjae tau maksud Donghae. Dengan sigap Hyukjae melingkarkan kakinya di pinggang Donghae dan tangannya di leher Donghae.

Merasa Hyukjae sudah diatas gendongannya, Donghae segera berdiri dan melangkah kembali ke kawasan villa. Hyukjae sesekali mengeratkan pelukannya saat dia merasa tubuhnya merosot sedikit demi sedikit.

"Hatchii~!"

"Tuhkan, sudah ku bilang pakai bajunya. Aish jinja, jadinya flu kan."

"Dingin~~" ucap Hyukjae sambil mempererat pelukannya. Kalian pasti ingat ini di pegunungan kan? Otmatis udara akan lebih dingin. Di tambah lagi kondisi Hyukjae yang tak menggunakan baju itu. Poor Hyukjae~

Mendengar Hyukjae yang merintih kedinginan, Donghae segera mempercepat langkahnya. Hyukjae menutup matanya secara perlahan. Setelah itu terdengar dengkuran halus dari bibir Hyukjae. Donghae tersenyum saat mengetahui Hyukjae telah tertidur di gendongannya.

Setelah sampai di depan villa yang keluarganya sewa, Donghae segera mengetuk pintu membuat eommanya keluar. Alih-alih menyuruh Donghae masuk, dia malah manahan Donghae menyuruhnya memberitahu apa yang sebetulnya terjadi. Tidak mau berlama-lama di luar, Donghae segera menjelaskan dengan satu tarikan nafas. Mendengar penjelasan dari anak semata wayangnya, segera menyuruh Donghae masuk dan menyuruh Donghae untuk mengganti pakaian Hyukjae dengan pakainnya untuk sementara. Sepertinya ini rejekinya untuk melihat tubuh indah milik Lee Hyukjae. Karena ini FF rated T, jadi author gak bisa jelasin bagaimana bentuk tubuh Hyukjae seutuhnya. Silahkan bayangkan sendiri okeh?

Setelah mengganti baju Hyukjae dan tentu juga bajunya, Donghae langsung membaringkan tubuh kurus itu ke atas ranjangnya. Yang author tidak habis fikir, kenapa Hyukjae tidak bangun saat digantikan pakaiannya #plakk

Donghae segera merebahkan tubuhnya di samping Hyukjae. Di tatapnya wajah malaikat yang sedang tertidur pulas itu. Sungguh benar-benar polos. Tanpa Donghae sadari, Hyukjae membalik tubuhnya dan memeluk tubuhnya erat. Seketika tubuh atletis itu menegang. Setelah beberapa menit, Donghae memberanikan diri untuk mengelus lengan Hyukjae yang melingkar di pinggangnya. Di hadapkan tubuhnya hingga berhadapan dengan Hyukjae. Di tatapnya wajah Hyukjae, mencoba mencari kekurangan di wajah manis namja yang tengah memeluknya. Namun nihil. Wajah namja manis bernama Lee Hyukjae itu terlalu sempurna. Donghae tidak dapat mencari celah di wajah Hyukjae. Mata bulatnya, hidung mancungnya, bibir tebal yang kissable, rahang tegasnya. Itu benar-benar sempurna. Pria kelahiran 4 April itu terlalu cantik untuk ukuran pria. Donghae tersenyum dalam diam. Perlahan dia memajamkan matanya dan menyusul Hyukjae di alam mimpi.

.

.

.

TBC/END

.

.

.

Chapter 3 out..! bagaimana? Pendek yah? Abis author lg gk mood ngetiknya.

Hhhh, ini FF terakhir sebelum HIATUS. Bakal balik lagi dengan karya-karya aneh bin ajaib milik FishyMonkey setelah UN telah selesai #galau mendadak

Jangan malu-malu buat review, author gak bakal gigit kok~~ #cium atu2