.
.
.
Kita skip sampai mama-nya Rin ke ruang makan bersama Rin...
"Wah Rin ! ibu sangat terkejut sekaligus bangga padamu!"kata ibunya Rin dengan senang
"Hahahaha...kenapa?" tanya Rin karena ia tak mengerti perkataan ibunya itu.
"Ibu bangga padamu karena akhirnya kau telah memilih butler yang istimewa.."senyum ibu Rin..
"Oooh...i..itu.."kata Rin pucat.
Flashback..
Setelah ibu Rin memasuki ruangan dengan butler yang terlihat dingin disebelahnya,yang pertama kali dilihat oleh ibu Rin yang elit itu adalah laki - laki yang berdiri tegak disamping pakaiannya berbeda dari pelayan lain.
"Rin,apakah ini butler pribadimu..?"tanya ibu Rin dengan lembut
"ah!..um yah..sepertinya.."jawab Rin agak ragu
Lalu ibu Rin menoleh kearah laki - laki yang berada di samping Rin.
"Siapa namamu?"tanya ibu Rin
"Len..madam"kata Len
"Apakah anda adalah Butler Pribadi Rin?"Tanya ibu Rin dengan senyumnya dan aura yang dingin.
"Dengan hormat saya berkata ya.."jawab Len sambil memberi hormat kepada ibu Rin.
"Apa kau yakin? jika anda berkata ya..akan aku tes dirimu selama 1 minggu ini,kita lihat berapa lama kamu akan bertahan"kata ibu Rin sambil menutup mulutnya dengan kipas yang dipegangnya. Lalu ibu Rin berjalan melewati Rin dan Len
Flashback End.
"Apa spesialnya coba..."kata Rin dalam hati.
"Oh iya Rin,bagaimana sekolah? "tanya ibu Rin
PPFFFTTT..! Rin memuntahkan minuman yang baru ia minum.
"eh...lumayan"kata Rin sambil mengelap mulutnya dengan tisu.
"Permisi nona Rin, biarkan aku yang membersihkan pakaian mu.."kata Len tiba - tiba sambil menarik kursi yang diduduki Rin
"Eh...?tak usah Len,aku bisa lakukan sendiri "kata Rin merasa terganggu.
"kumohon.."kata Len dengan wajah yang tidak bisa di tolak Rin.
"Ba...baiklah kalau kau bilang begitu."kata Rin sambil memalingkan wajah dengan wajah yang sedikit memerah.
Lalu Rin diajak Len untuk mengganti pakaiannya.
"Len, pastikan ia mengenakan pakaian yang kau pilih"Ucap ibu Rin setelah Len sampai pada pintu ruang makan.
Lalu Len membalikan badan kearah ibu Rin dan membungkukan badannya( memberi hormat gitu lho)
Setelah di ruang baju Rin..
"Apa - apaan tadi itu!? kok kamu bisa sopan banget sih? belajar dari mana?"Kata Rin ngomel - ngomel.
"Lho? bukannya malah bagus"kata Len senyum sekaligus heran.
"Yah..bagus sih..tapi aku heran kamu belajar dari mana..."kata Rin
"oh..sudah dari kecil aku diajarkan sopan santun tau. Orang tuaku adalah orang yang memiliki status derajat aku tak boleh melihat orang tuaku sendiri sejak mulai berumur 4 th. Di tempat tinggalku aku diajarkan banyak disana..."
"hm? Len tidak boleh melihat orang tuanya sejak berumur 4? PERATURAN MACAM APA ITU?!"Kata Rin dalam hati.
"O..oh iya Len, apa yang kau pelajari disana?"Tanya Rin
"Oh..ilmu beladiri,ilmu sihir,pelajaran yang kau pelajari,sopan santun,sikap hormat kepada yang lebih tinggi,(Author malas nulis # Plak)..."Ucap Len
"APA!? buat apa kamu belajar sebanyak itu? kalau aku jadi kamu, aku sudah tidak sanggup."kata Rin
"Karena, ada yang pernah memberi tahuku, bahwa kita tak tau mau jadi apa di masa depan nanti, jadi, apa salahnya kalau kita belajar sebanyak itu?bukannya menjadi lebih baik?"Kata Len.
"Bukankah itu berarti kau bisa segalanya?"Kata Rin asal ngomong.
"Yup..! tepatnya seperti itu"Kata Len dengan wajah innocent face nya.
"APA!..?"Kata Rin.
"Nah.. aku sudah memilih pakaianmu, silahkan dipakai.."Kata Len ambil memberikanya kepada Rin.
"Ok.."Kata Rin lalu ke ruang ganti pakaian.
Sesaat kemudian..
"APAAN INI!? kau bukan memberikan aku baju melainkan memberikanku sebuah kain berwarna ungu dan biru keungu - unguan?!"Teriak Rin sambil marah - marah.
"Tenang Rin, kalau kau kreatif, pasti kau tahu maksudku"Kata Len sambil mengambil gunting.
"Um..Len..apa yang mau kau lakukan? kau terlihat mengerikan saat membawa gunting itu dengan wajah tersenyum.."Kata Rin
"Tenang saja ku perlihatkan sesuatu yang menarik dari bahan daur ulang"Senyum Len.
Rin sedikit terkejut setelah mendengar perkataan Len. Lalu Len mengambil kain gorden yang dipegang Rin, lalu mengambil jepitan bermotif mawar dan menjepit kain itu pada bagian atas rok(sebatas pinggang) . Dengan teliti Len membuat lekukan - lekukan disetiap kain itu. Gaun Rin itu Double Lace(2 lapis), Lapisan diluarnya berwarna pink, lapisan bagian dalam berwarna kuning. Lapisan luar yang terkena air tumpahan itu adalah sebatas paha bagian Len memotong lapisan atas hingga tak ada bekas tumpahan( maksudku muncratan air )dan membuat lapisan atas yang sekarang menjadi pendek itu bergelombang. Lalu kain berwarna biru keungu - unguan yang panjang itu direkatkan kebagian atas baju Rin Sampai itu digunting Len sampai berbentuk seperti kelopak bunga yang mengitari gaun lapisan dalam Rin. Di dekat dada Rin, dipasang len sebuah pita mawar berwarna ungu yang cantik.
"Nah..! sudah selesai. silahkan dilihat dikaca."kata Len
"Wah! indahnya! aku tidak menyangka gaunku akan seindah ini dibuat olehmu..! "kata Rin terkesima
"Oh iya, aku ingin bertanya,kenapa kamu memakai gaun pesta pada saat makan bersama ibumu?Bukannya baju seperti ini kau pakai pada saat pesta penting?"Tanya Len
"Ah..itu jarang sekali mau menemuiku, jadi aku ingin memperlihatkan yang terbaik untuk ibu."Jawab Rin sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu,nona."Kata Len sambil membukakan pintu untuk Rin.
"Ada apa dengan nona?! panggil saja aku Rin seperti biasa !"Kata Rin kesal.
"Tapi,setelah pintu ini terbuka aku kembali lagi menjadi butlermu."Kata Len
"Baiklah, mari kita pergi,...nona.."Kata Len sambil tersenyum.
Sesampainya di ruang makan...
"Ah Akhirnya kalian datang juga! aku sudah menunggumu dari tadi kau tahu!"ucap ibu Rin
"Ah! gomenasai.."Ucap Rin.
"Hmm...darimana kau mendapat baju itu?perasaan aku belum pernah membelikanmu baju seperti itu"kata ibu Rin sedikit terkejut.
"Ah! baju ini dibuat oleh Len dari bahan - bahan yang ada..hehe"kata Rin
"Hm? membuat baju dalam 15 menit? kau tak salah?"Tanya ibu Rin
"Lebih tepatnya, saya hanya mengutak -atik serta menambah atau mengurangi pakaiannya saja."Kata Len sambil membungkukan badanya.
"Hmm.. -mu lebih bagus daripada pendesign bajuku di paris."Kata ibu Rin
"Ah..anda terlalu berlebihan"Kata Len.
"Hm..tes mu menjadi butler hari ini sempurana.."Kata ibu Rin sambil mengancungkan jempol.
"EH!?"kata Rin dan Len bersamaan
"Kan sudah kukatakan, aku akan mengetes mu selama seminggu , tunggu tes selanjutnya."kata ibu Rin sambil meninggalkan Ruang makan.
setelah ibu Rin keluar dari ruangan..
"Ternyata,sia - sia saja aku mengorbankan waktu hanya untuk mengutak -atik serta menambah atau mengurangi pakaian Rin.."Kata Len
"Ayo Len, kita balik ke kamar masing - masing!"kata Rin
"Aku ikut bersamamu!"kata Len
"Tidak usah! aku tak butuh ditemenin!"kata Rin
"Selama ibu-mu ada disini,aku akan menjadi butlermu"
"ARGH! baiklah..!"Kata Rin kesal.
Sesampainya dikamar Rin..
"Rin, boleh kubuka jendela kamarmu?"Tanya Len
"Terserah.."Jawab Rin.
Lalu Len membuka jendela Rin yang besar, dan melihat kearah bulan terang itu.
"Um..Len ,ada apa?"Tanya Rin bingung.
"Ah! ti..tidak apa- apa. aku hanya rindu pada rumahku."Kata Len
"Oo..tentang itu,kau masih hutang cerita padaku!"Kata Rin berdiri disebelah Len
"Aha! tentu "Kata len
"A..aku akan menyiapkan baju tidurmu.."Kata Len sambil hendak berjalan kearah lemari pakaian Rin
...
"Uh..KKYYAAAA!"
"Ah! Rin!"Teriak len
Len melihat seseorang laki - laki yang mirip dengannya,memakau baju yang hampir mirip dengan *shinigami( Malaikat pencabut nyawa ).
"Ah! ti..tidak mungkin..ka..kamu pasti.."Len tak bisa berkata - kata lgi
"Kita berjumpa lagi...Len.."
.
.
.
Apakah yang terjadi pada Rin? siapakah orang yang mirip shinigami itu?
Wait for chapter 5 ya minna! kutunggu review-nya!
