EXO (EXtra Ordinary)
.Sexotoys Present.
Cast : Member EXO
Pairing : Official Couple—lebih fokus ke Kaisoo—
Slight : KrisLu, JongMin (Jongin-Taemin)
Genre : Fantasy, Romance
Disclaimer : Member EXO punya Tuhan YME, keluarga, serta fansnya. Alur cerita dan Chanyeol (?) mutlak milik author.
Summary : Kyungsoo, murid pindahan dari Busan masuk ke dalam EXO—sebuah perkumpulan dari anak-anak 'luar biasa' di SM High School—membuatnya merasakan 'flavour of love'. Bad summary! Kaisoo Area! IT'S YAOI! BOY X BOY! BL! SHONEN AI!
.
.
IF YOU DON'T LIKE
.
.
PLEASE DON'T READ!
.
.
DON'T BE PLAGIARISM!
Sexotoys Present
.xxx.
Ketujuh member EXO mengelilingi sebuah ranjang. Sejak setengah jam yang lalu, Kai menggenggam tangan mungil dan tak melepasnya barang sedetikpun. Sang empu tangan masih terkulai lemas akibat insiden beberapa saat yang lalu.
Gempa dengan kekuatan 2.3 skala richter itu mengguncang sekitar perumahan dengan titik episentrum di apartement yang ditinggali Kyungsoo. Bukan gempa yang terlalu besar, tapi karena titik pusatnya tepat dibawah apartement dengan 13 tingkat itu, jadilah semuanya rubuh.
Kyungsoo sempat dilarikan kerumah sakit. Kakinya patah karena tertimpah runtuhan tembok. Belum lagi luka-luka memar disekujur tubuhnya. Tapi Jongin bersikeras membawanya pulang. Ia yakin Lay akan lebih bisa mengobati Kyungsoo dengan cepat.
Seluruh member menghela nafas berat, dugaan mereka tentang penyebab gempa di Busan itu ada sangkut pautnya dengan Kyungsoo makin terbukti. Kris terlihat memijat keningnya, rupanya Kyungsoo tidak bisa mengendalikan kekuatannya jika emosi. Itu sangat membahayakan.
"Hyung, istirahatlah. Kyungie bersamaku."
Seluruh member bergegas keluar kamar, mereka mengerti bahwa Kai ingin berdua saja dengan Kyungsoo. Selepas keadaan sepi, Kai merangkak keatas ranjang. Mendudukkan badannya dengan kepala ranjang sebagai sandaran. Tangannya menelusuri tiap lekuk wajah Kyungsoo. Menikmati betapa indahnya wajah dihadapannya ini.
Bibirnya mengecup kening kyungsoo lama. "Aku mengasihimu—"
Bibir itu beralih ke kedua pipi Kyungsoo. "Aku menyayangimu—"
Dengan lancangnya bibir itu mengecup dan melumat sebentar bibir ranum Kyungsoo. "Aku mencintaimu."
Mata Kyungsoo mengerjap. Merasa terusik saat benda lembab menyentuh bibirnya dan melumat. Perlahan, mata itu terbuka lebar. Menatap ruangan yang tak dikenalnya. Tak ada siapapun. Tak ada apapun yang bisa dituduh sebagai pengganggu tidur lelapnya. Penganggu yang dengan lancang melumat bibirnya.
Apa?
Melumat bibir?
Bibirnya?
Bibir Kyungsoo?
.
.
.
"ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEEE!"
.
.
.
Dilain tempat, Kai dimarahi habis-habisan karena berteleportasi ke kamar KrisLu saat mereka sedang asik bercumbu.
"Kim Jong In, sudah kubilang saat berteleportasi itu pikirkan tempatnya! Bagaimana kalau kau masuk kekamar mandi, eoh?!" Kris memijat keningnya malas. Ini bukan pertama atau kedua kalinya Kai muncul dengan tidak elitnya.
"Maafkan aku, Ge. Tadi Kyungsoo bangun, karena aku takut ketahuan jadi aku langsung menghilang." Kris terbelalak. Apa yang dilakukan anak mesum ini?
"ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEEE!"
Kris dan kai, serta seluruh member terlonjak kaget saat suara Kyungsoo melengking dengan keras. "Kim Jong In! Apa yang kau lakukan!" jitakan keras mendarat dikening Kai dengan manisnya. Pelakunya? Tentu saja sang dduijang, kris.
.
.
.
Pagi hari tampak tak mendukung, awan altostratus tampak menggantung di langit. Kyungsoo sempat bingung saat ia bangun dan mendapati ruangan yang berbeda dari kamar tidurnya diapartemen lalu. Kamar ini elegan, didominasi warna hitam dan putih. Belum lagi balkon yang langsung memperlihatkan taman.
Semilir angin terasa tak bersahabat menyentuh kulit, tak urung membuat Kyungsoo beranjak. Ia masih mengurung diri dari semalam. Lagi-lagi kekuatan sialannya itu merugikan orang banyak. Bahkan ia membuat orang-orang dilarikan kerumah sakit.
Suara kenop pintu terputar menyapa pendengaran Kyungsoo. Membuatnya ingin segera menghilang kalau saja ia punya kekuatan teleportasi. Disibaknya kaos putih biru itu keatas. Memperlihatkan bagaimana tanda yang selama lebih dari dua puluh tahun ia simpan.
"Kyungsoo-ah." Sapaan hangat itu ia terima.
"Joonmyeon-hyung." Helaan nafas berat itu keluar dari hidung Kyungsoo. Menandakan sang pemilik terlalu memikirkan suatu hal hingga pusing.
"Ayo kita turun. Yixing sudah masak." Keduanya beranjak dari kamar yang berada dilantai dua itu.
Dimeja makan, semua member tampak menunggu Kyungsoo dan Suho. Senyum hangat pagi hari Kyungsoo dapat dari 'keluarga' barunya. Lagi, Kyungsoo merasa sesuatu mendesak hingga ia ingin menghancurkan muka bumi ini. Ia merindukan keluarganya. Sangat. Dimana ia selalu mendapatkan senyum hangat orang tuanya.
"Kris-ge—" Suho yang memang menggenggam tangan Kyungsoo sejak mereka berada dikamar tadi. Menerima gelagat aneh yang mulai merayapi Kyungsoo. Kris bangkit, lari menghampiri keduanya.
Semua mata terbelalak saat Kris menarik Kyungsoo kedalam dekapannya. Tak terkecuali Luhan dan Jongin.
"Tenanglah—Kyungie, tenanglah—" Kyungsoo menangis. Terisak dalam sakitnya hati. Semua terdiam menatap pelukan Kyungsoo pada Kris yang diliputi amarah. Terlihat jelas laki-laki manis itu mengendalikan emosinya yang memuncak. Kemeja Kris berhasil ia robek saat tangannya terlalu erat menggenggam.
Kyungsoo terengah. Emosinya mulai stabil. Jika terus-terusan anak ini mendapat tekanan karena merindukan orang tuanya, maka siapapun yang ada didekatnya akan hancur. Bukan perkara sulit kalau Luhan menghapus ingatannya. Tapi itu akan berdampak buruk untuk kedepannya. Mungkin Kyungsoo yang nanti bukan Kyungsoo yang sekarang.
.
.
Lay menyuapi Kyungsoo yang masih saja mengelak tidak mau makan. Sifat manjanya sekarang mulai kelihatan. Semua itu berakhir saat Jongin berjanji akan mengajaknya pergi ke kedai eskrim jika ia mau makan. Jadilah makanan satu piring beserta lauk yang seharusnya untuk jatah nanti siang habis ditelan seorang Do Kyungsoo.
.
.
"Lu, kau mau kemana?" Kris menghampiri Luhan yang bersiap-siap didalam kamar. Laki-laki kelahiran Kanada itu memeluk pinggang Luhan dengan erat. "Kau mau berkencan dengan siapa, hm? Kau berselingkuh dariku?" mereka berdua terkekeh dengan hidung yang saling menempel. Luhan diam saja saat Kris menciumnya. Melumat bibir plumnya.
Ciuman itu terlepas saat Luhan mendorong pelan pundak Kris. "K-kris... aku harus pergi." Kris menautkan alis tebalnya. Membuat Luhan merasa terpojok. "Aku ingin beli bubble tea." Lanjutnya.
"Akan kutemani. Kajja kita per—"
"Kris aku ingin sendiri." Luhan terbelalak dengan ucapannya. Sungguh, ia tidak tahu kenapa ia berpikiran pergi sendiri dan berharap siapa tahu ketemu dengan—
Oh Sehun.
Kris terlihat menimbang keputusannya. Agak aneh memang Luhan bersikap seperti ini. Tidak biasanya ia akan diam saja saat Kris menciumnya. Tidak biasanya juga ia menolak jika Kris mengantarkannya ketempat Jong dae. "Baiklah, sepertinya aku juga harus bertemu Ketua."
Luhan menghela napas, setidaknya Kris tidak bertanya yang aneh-aneh padanya.
Dilain tempat, Baekhyun terdiam didepan sebuah pintu bertuliskan—
KrisLu's Room.
.
.
.
Suho, Lay, Kyungsoo, dan Jongin berada di depan televisi diruang keluarga. Sedangkan Chanyeol dan Baekhyun ada dikamarnya. Luhan dan Kris telah pergi ketujuan masing-masing.
"Kyungie, bersiap-siaplah. Ayo kita berangkat." Kyungsoo dengan semangat berlari kekamarnya dengan Jongin. Apapun keadaannya asalkan ada yoghurt atau eskrim strawberry mood Kyungsoo akan membaik dengan cepat.
Kyungsoo membuka sebuah lemari bercat putih dengan aksen kaca dibagian pinggirnya. Matanya terbelalak saat banyak baju-baju seukurannya berasa didalam sana. Ini bukan baju-baju murah. Melainkan bermerk!
Kyungsoo meraih kertas putih yang tak sengaja ia senggol. Bukan, itu bukan kertas melainkan sebuah poto. Kyungsoo tersenyum miris. Bukankah sudah jelas apa hubungan mereka? Seharusnya kau jangan terlalu berharap, Do Kyungsoo.
Kyungsoo meletakkan poto Jongin dan seseorang yang diingatnya bernama Taemin. Sepertinya mereka benar-benar spesial. Terbukti dengan Taemin yang mencium pipi Jongin dalam poto itu.
Kyungsoo menuruni tangga. Tidak harus menghancurkan acaranya berbelanja eskrim, cukup melupakan perasaanya pada Jongin. Lagipula ia ke Seoul untuk memperbaiki kondisinya yang 'dilempar' oleh sang Ibu. Bukannya untuk mencari pacar atau apapun itu.
"Baiklah, aku segera kesana—" samar-samar Kyungsoo mendengar suara Jongin. Jadi Jongin akan pergi? Lalu bagaimana dengan janjinya yang menemani Kyungsoo?
"Kyungie—" perasaan tidak enak saat Kyungsoo berhadapan dengan Jongin mulai terasa. "Aku tidak bisa menepati Janjiku. Taemin-hyung memintaku menemaninya di rumah." Seperti tertohok ribuan tombak, Kyungsoo tersenyum. Miris. Bagaimana perasaanmu saat begitu bahagianya kau karena orang yang kau sukai mengajakmu jalan-jalan, tapi tiba-tiba membatalkannya demi orang lain? Ah tidak, bukan orang lain. Taemin jelas-jelas bukan orang lain untuk Jongin. Melainkan orang 'spesial'.
Kau benar-benar sialan, Jongin. "Tak apa, Jongin." Kau sudah berjanji padaku! "Mungkin Taemin lebih membutuhkanmu."
Lain dimulut lain dihati. Keadaan Kyungsoo yang memaksakan senyumnya membuat Lay iba. Ia tahu persis bagaimana saat orang yang disukainya membuatnya kecewa tapi ia harus tetap bilang tidak-apa-apa.
"Kai, kau sudah berjanji pada Kyungsoo. Lagipula memangnya Minho tidak ada dirumah?" Suho mulai angkat bicara. Hei! Lihat saja bagaimana senyum Kyungsoo yang benar-benar menyayat hati terpampang jelas dihadapannya.
"Minho-hyung sedang pergi ke luar negeri. Taemin kesepian. Maaf, aku berjanji akan mengajak Kyungsoo jalan-jalan nanti saat aku ada waktu." Mata Kyungsoo memerah. Saat ia ada waktu? Sebegitu pentingnya-kah Taemin hingga membuatnya rela menghabiskan waktunya? Sadarlah Do Kyungsoo. Kau bahkan tak ada pentingnya dibandingkan dengan taemin.
"Kyungie, tak apa kan? Aku janji akan menyisakan waktuku untukmu."
Menyisahkan? Jadi kau memberiku sisa? Demi Taemin-mu itu?
Kyungsoo mengangguk pelan, menghindari airmata yang bisa saja menetes saat ia terlalu keras menganggukkan kepalanya.
Jongin pergi. Benar-benar pergi.
.
.
.
Luhan mengerucutkan bibirnya saat melihat toko Bubble tea Jongdae tutup. Ia duduk disalah satu kursi kayu. Entahlah ia hanya sedekar berharap bertemu dengan Sehun lagi. Ia benar-benar merasa nyam—
"Hei!" Luhan membulatkan matanya saat melihat orang yang ditunggunya datang. Oh Sehun datang! "Kau kesini juga? Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu."
"Iya, aku kesini berniat untuk—"
Bertemu denganmu...
"—membeli bubble tea."
"Ah, kukira untuk bertemu denganku." Sehun tertawa dengan leluconnya sendiri. Senyum di wajah Luhan luntur seketika. Kau benar, Oh sehun. "Ah maaf, aku hanya bercanda. Toko Bubble tea-nya tutup, bagaimana kalau kita ke tempat lain?" dan tawaran itu disanggupi oleh Luhan, menghantarkan mereka ke taman bermain.
Keduanya tertawa saat melihat bayangan Luhan dicermin yang menggunakan bando rusa pilihan Sehun. Sedangkan Sehun sendiri menggunakan bando serigala.
"Hei , bayi rusa. Ayo kita selca dulu." Sehun mengeluarkan Iphone 4S miliknya. Mencari keberadaan kamera, dan keduanya berselca ria.
Luhan menarik Sehun kearah permainan berhadiahkan boneka. Caranya cukup gampang, hanya perlu melempar anak panah kecil hingga masuk ketitik hitam ditengah bidikan. Sehun mencoba peruntungannya hingga 2 kali dan selalu gagal. Anak panah hanya tersisa satu. Sehun mengambil ancang-ancang, ia bukan orang handal dalam membidik mangsa. Jadi, tak apakan kalau sedikit menggunakan intrik?
Sehun membidik, melajukan anak panah itu dengan kecepatan melebihi mobil balap dibantu dengan 'angin'-nya. Luhan berteriak girang mendapatkan boneka rusa pilihannya. Tidak memperhatikan bahwa Aerokinesis berada didekatnya.
.
.
.
Hari-hari berjalan seperti biasa. Biasa yang kumaksud adalah kesibukkan Luhan dan Jongin. Mereka tetap sibuk dengan kegiatan masing-masing. Luhan selalu saja menolak saat kris akan menemaninya pergi, dan Jongin tetap saja menghabiskan waktunya dengan Taemin.
Kris dipanggil oleh Ketua, padahal baru kemarin ia menemuinya. Setelan kemeja dengan Celana jeans Hitam, tak lupa kacamata hitam yang digunakan Kris tak memberi kesan sedikitpun bahwa ia anak SMA tingkat akhir.
Kris memasuki sebuah mansion megah. Saat pintu bergaya elegan itu terbuka, menampakkan isinya yang hanya didominan dengan warna putih. Sangat bertolak belakang dengan bagian luarnya.
Kris duduk santai disalah satu sofa putih bersih, meraih sebuah apel lalu memakannya. Derap langkah mulai terdengar menyambut sosok manusia dengan setelan putih-putihnya. Benar-benar terlihat bahwa dia seorang profesor.
"Ah, Ketua. Ada apa memanggilku kemari?"
"Berhentilah sekolah. Kau tahu bahwa disana otak kalian akan terprogram sendiri, kan?" Kris tersedak pelan. Memandang sang Ketua dengan tatapan aneh.
"Ayolah, Ketua. Aku bosan jika harus dirumah terus. Lagipula semuanya belum terkumpul, kan? Kami masih mencari empat lagi." Kris mulai tampak bernegosiasi. "Kau tahu Suho ketua Osis, kan? Setidaknya berikan ia kompensasi sampai lulus nanti. Menjadi pemimpin adalah impiannya. Dan lagi, aku belum memberi tahu D.O masalah ini. Ia tidak tahu apa-apa."
"Kau belum memberi tahu bocah itu?"
"Dia masih menutupi kekuatannya dari kami. Aku mana mau menunjukkan kekuatanku padanya. Tapi nama pemberianmu untuk Kyungsoo sangat cocok. Kalau 'D.O' itu ditulis dalam abjad akan terlihat seperti matanya. Bulat." Sang Ketua menghela napas berat. Kris selalu saja bertingkah seenaknya kalau bertemu dengannya. Lihat saja kelakuan anak itu yang kini tertawa terbahak-bahak.
"Kris, jangan ulur waktu lagi." Kris terdiam mendengar suara lirih dari Ketua-nya. "Baiklah, akan kuberi kompensasi sampai kalian yang berada ditingkat tiga, Lulus. Setelah itu suruh mereka berhenti sekolah." Kris mengangguk paham.
"Kris, dengarkan aku. Apa yang kau cari selama ini ada didekatmu. Semua akan berjalan mendekatimu. Tugasmu adalah menyingkirkan batu-batu itu agar mereka tidak tersakiti."
.
.
.
"Kau berubah, Baby Lu." Kris menghela napas memandangi punggung Luhan yang tengah tertidur membelakanginya. Ia baru saja ingin menceritakan keluh kesahnya pada Luhan, tapi kekasihnya itu berkata ingin istirahat. Luhan yang hampir seminggu ini tampak menjauhinya membuat Kris pusing bukan main. Tadi pagi ia mendapatkan kabar bahwa Ibunya akan mengunjungi rumah Ayahnya dan bertemu Kris. Ibu yang sudah kabur dengan Pria lain dan meninggalkannya dengan seseorang yang selama ini ia anggap Ayah.
Laki-laki yang selama ini ia anggap Ayah adalah seseorang yang menyelamatkannya dari jalanan. Saat ia lontang-lantung dulu. Kris menghela napas. Ia ingin membakar sang Ibu, tapi tak dipungkiri ia begitu merindukan sosok malaikat yang melahirkannya itu.
Masalah dari sang Ketua yang meminta mereka berhenti sekolah, kecurigaannya saat melihat Luhan pulang dengan membawa boneka rusa serta bando yang bertengger dikepalanya, juga kabar bahwa sang Ibunda akan menampakkan dirinya membuat kepala Kris seakan mau pecah.
Belum lagi masih 4 power yang belum Kris temukan. Menjadi ketua EXO bukan perkara yang mudah. Suho yang notabene punya jiwa kepemimpinan langsung menolak saat Ketua memberikan jabatan itu padanya. Ia tahu bahwa ini sangat berat. Menghadapi ancaman-ancaman diluar sana yang akan menghancurkan power mereka benar-benar sulit. Perkara yang paling sulit adalah saat rasa cinta membubarkan semuanya.
"Sehun-ah!"
Demi bulgogi-yang-benar-benar-lezat, Jantung Kris seakan melonjak didalam sana saat Luhan mengigau menyerukan sebuah nama yang sangat-sangat tidak asing di telinganya.
TBC!
Apa hubungan antara Kris dan Sehun?
Preview Chapter 5:
"Dia temanku."
"i fell in love with you—"
"AKU MENEMUKAN CRYOKINESIS!"
.xxx.
Balasan Chapter 3:
- Sihyun Jung : kalau author mah disuruh sekamar ama Kyungsoo juga mau walaupun gempa mengancam wkwkkw. iya itu Jongin :D akan di usahakan secepatnya kalu tugas-tugas author ga menghadang :) maklum masih sekolah -_- gomawo udah review^^
- ajib4ff : haha, masalah itu jadi tugas uri Dduijang^^ iya tuh Kai ngaku-ngaku aja kkk~ gomawo udah review^^
- Kaisoo Fujoshi SNH : iya kerjaan emak Kyungsoo haha. itu Kkamjong aja yang ngaku-ngaku -_- nembak aja belom. gomawo udah review^^
- Brigitta Bukan Brigittiw : nah iya chingu :) seperti itulah alasan member EXO. takut merasa terugikan kalau ada orang luar yang mengetahui kekuatan mereka. gomawo udah review^^
- Kim Hyunshi : iya nih kilat, demi reader tercinta :* wkwkwk bukan chingu, itu si Kkamjong saking paniknya sampe ngaku-ngaku. maaf kalau membingungkan. gomawo udah review^^
- MinSeulELFSparFishy : iya official couple :) untuk cast lainnya akan muncul seiring waktu berjalan (?) gomawo udah review^^
- AmeliaShim : gwenchana chingu :) ikutin terus FF ini ya^^ gomaow udah review^^
- sfsclouds : ini ngomong-ngomong komen kamu paling panjang loh dari chapter 1 hahah XD lafya chingu :*
semoga tebakan kamu bener ya :P diusahakan secepatnya ya beb{} doain aja tugas ga numpuk dari guru^^ gomawo udah review^^
- Lee kaisoo : iya^^ nanti mereka akan author munculkan seiring waktu berjalan(?). gomawo udah review^^
- 12wolf : maksudnya? mian author kurang ngerti pertanyaan kamu jadi bingung mau jawab apa^^ btw, gomawo udah review^^
- kim soo jong : gwenchana chingu :) begitulah, tidak ada hubungan yang semulus paha Baekhyun #lupakan. sis sis? yang mana ya? btw, gomawo udah review^^
- fzhdryn : adaw terharu :3 (?) wkwk btw, gomawo udah review^^
- Kazuma B'tomat : terimakasih atas kritiknya^^ diusahan chapter depan diperbaiki :) gomawo udah review^^
- pembacaff : ini udah update :) gomawo udah review^^
- BunnyPoro : akan diusahakan untuk HunHan momentnya ya chingu :) gomawo udah review^^
- Jaylyn Rui : iya begitulah. mereka belum menyadari. jawaban dari pertanyaan kamu akan terjawab seiring waktu berjalan :) gomawo udah review^^
- : seperti itu lah :) untuk tao dan xiumin akan muncul nanti pada waktunya.
Maaf banget kalo banyak kekurangan di chapter ini. Author lagi kebanyakan tugas. Semoga ga menyecewakan ya
Gomawo udah review^^ yang ini review lagi ya!
