Sebelumnya ada beberapa pertanyaan yang aku baca di review temen-temen semua. jadi aku coba jawan dulu ya pertanyaannya ^_^
Q : Kenapa sih banyak Author yang nama Siwon di FF YunJae nya ?
A : Molla ~~~ kalau aku pribadi sih, emang suka sama Siwon. dan dia punya aura Same yang kuat. Jadi aku butuh same yang auranya bisa nandingin aura same-nya Yunho. Tapi disini, aku cuma minjem nama siwon oppa aja kok ... *Mianhae Oppa ~~~
Q : Kok rambutnya Jae disini pendek sih? Kan biasanya Roker rambutnya panjang ?
A : hmmm ... karena Jae masih Sekolah, jadi rambutnya ga boleh panjang deh. dan aku juga ga bisa bayangin Jae rambutnya panjang soalnya. ^^
Q : Kok bisa sih Changmin di pasangin sama Yoochun ?
A :Bisa dong. kan aku yang buat ceritanya. Hahahaha. Pada ga bisa ngebayangin ya YooMin couple. hihihii ... aku juga sebenernya ga bisa bayangin. Cuma aku seneng bikin pair buat couple yang acak-acakan, selain YunJae. aku suka masangin Couple sesuka aku. Jadi harap maklum yaa ^^
.
Title : My Beautiful Rocker
Cast : JaeJoong Kim, Yunho Jung
Other Cast : Changmin Shim, Yoochun Park, Junsu Kim
Rating : General | PG13
Genre : Romance
Author : Zee
~My Beautiful Rocker~
CHAP 4
.
.
.
10 Years Later.
Namja berambut hitam legam yang di tata kaku dengan poni bagian depan yang agak menjorok ke kanan menutupi hampir seluruh mata kanannya, baru saja tiba di apartemennya. Tubuhnya terasa pegal-pegal, tas ransel di punggungnya dan terlebih bahu kanannya yang sedari tadi dibebani dengan satu tas besar berisi gitar listrik yang sudah beberapa tahun ini menemaninya berkarya.
Begitu sampai di apartemen. disofa ruang tengahnya seorang namja jangkung yang wajahnya hanya berubah sedikit sejak 10 tahun lalu tampak sedang mengotak-atik pad nya yang berwarna silver.
"Hyung,kau sudah pulang " Kata suara tenor itu menyambut JaeJoong.
JaeJoong meletakkan tas ransel dan tas gitarnya di salah satu sofa, lalu dia beranjak ke dapur mengambil bir kalengan dan kembali lagi ke ruang tengah. Menghempaskan tubuh lelahnya di atas sofa nyamannya.
"Tumben kau masih ada disini ? Yoochun tidak menunggumu ? " Tanya JaeJoong setelah menelan beberapa teguk minuman di kalengnya. Changmin menggeleng. Dia mengunci padnya dan meletakkannya diatas meja.
"Ada tawaran bagus , hyung. Aku sengaja menunggumu untuk membicarakannya. Bayarannya bisa membantumu untuk membuat studiomu sendiri " Kata Changmin
JaeJoong mulai serius. ditegakkan tubuhnya, ditaruh kaleng minuman itu di tas meja, lalu mereka kembali terlibat pembicaraan.
"Apa ? Kau tahukan aku tidak bisa terlibat dengan beberapa kontrak, karena harus menyelesaikan tugas akhirku" Tanya JaeJoong, Changmin mengangguk.
"Oleh karena itu, aku ingin cepat-cepat membicarakannya. Kontrak itu tidak begitu mengikatmu, kecuali pinalti yang harus kau bayar jika kau melanggar kontrak. Namun selebihnya, menurutku ini malah justru menguntungkan. Sangat menguntungkan malah. Jadwal Kerjanya bisa disesuaikan dengan jadwalmu. Dan Hey .. salary nya benar-benar bisa mewujudkan keinginanmu untuk membuat studio yang kau inginkan di apartemen sebelah "
JaeJoong tampak tertarik.
"Masalahnya, aku tidak yakin kau mau melakukannya atau tidak "
"Memangnya apa pekerjaannya ? " Tanya JaeJoong
"Model untuk katalog pakaian pria "
"Mwo ? "
Baiklah. Kenapa JaeJoong terkejut, karena ... Hey , siapa yang mau memakai dirinya yang notabene nya adalah seorang rocker yang baru mau sampai di puncak popularitas namun harus berhenti sejenak karena harus mengurus dan menyelesaikan tugas akhir kuliahnya. Parahnya lagi, wajah ... err .. baiklah wajahnya tentu saja mendukung jika semua makeup dan aksesoris ghotic yang menyeramkan itu lepas dari dirinya, siapa yang mau mengontraknya untuk menjadi model pakaian pria jika mereka tahu penampilannya.
"Tema majalah mereka adalah metamorfosis, dan mereka menganggap kau cocok untuk tema tersebut. Seorang rocker yang bisa berubah penampilannya menjadi casual, dandy, bussiness man, dan lain-lain ... mereka bilang, selama ini image mu sangat menyeramkan. Mereka ingin menampakkan sisi lain dari dirimu. Dan pasti produk mereka akan laris. Itulah sebabnya mereka berani membayarmu mahal, hyung "
"Hm "
JaeJoong seperti tengah menimbang. Changmin yang menjabat sebagai manajer JaeJoong selama lebih dari 4 tahun sejak debut hyungnya itu menunggu dengan santai.
"Benar-benar tidak akan mengganggu jadwal kuliahku ? " Tanya JaeJoong, tentu dia tidak ingin kuliahnya terganggu karena setelah lima tahun sejak dia lulus sekolah , dia harus mengumpulkan uang dulu untuk biaya kuliahnya, dan dia tidak ingin pengorbanannya itu sia-sia karena pekerjaan. Sebelum dia harus menyelesaikan tugas akhirnya, dia masih memiliki banyak waktu luang di sela jadwal kuliahnya, jadi dia bisa melakukan berbagai pekerjaan. Tapi mahasiswa tingkat akhir yang mengambil jurusan Music Modern ini harus berpikir keras ketika ingin mengambil pekerjaan di sela mengerjakan tugas akhirnya.
"Mereka yang menyesuaikan jadwalnya. Lagipula katalog tersebut akan terbit 2 bulan lagi, jadi kau punya banyak waktu untuk melakukan sesi pemotretan dan gambar untuk iklan "
"Eh ? Iklan juga ? "
Changmin mengangguk. JaeJoong kembali menimbang. Dia tidak pernah membintangi iklan sebelumnya.
"Memang berapa bayarannya ? "
Changmin meraih padnya dan menyalakannya. dia menyentuh-nyentuh benda datar itu sebentar lalu menyerahkannya pada JaeJoong. JaeJoong mengamati deretan angka yang tertera di layar tersebut
"MWO ? "
Dan sontak terperangah dengan jumlah yang tertera di sana.
"Bagaimana ? itu cukup untuk membuat studiomu sendiri bukan ? "
"Ini sih lebih dari cukup "
JaeJoong mengembalikan pad yang biasa Changmin gunakan untuk mengatur jadwal kegiatan JaeJoong tersebut.
"jadi bagaimana ? " Tanya Changmin lagi
JaeJoong kembali berpikir.
"Yah ... kau yang lebh tahu jadwalku, Min. Selama itu tidak mengganggu kuliahku. Aku setuju saja "
"Hm ... baiklah kalau begitu. Besok setelah kau bertemu dengan dosen pembimbingmu, aku akan menjemputmu di kampus. Kita akan taken kontrak dengan perusahaan tersebut "
JaeJoong mengangguk. Changmin beranjak berdiri dari tempatnya
"Kau istirahatlah , Hyung. Chunnie sudah menungguku. Jalja "
"Nee ... "
~My Beautiful Rokcer~
.
.
Seperti janjinya. Changmin menjemput JaeJoong di kampusnya dengan mengenakan audi R8 kebanggaanya hadiah dari sang kekasih ketika setahun yang lalu Yoochun dan Changmin resmi bertunangan.
"Min~ah, kenapa kau tidak mencari pekerjaan lain yang lebih baik daripada menjadi manajerku. Pekerjaanku sedang sepi, aku tak bisa membayarmu banyak hampir setahun belakangan ini "
Kata JaeJoong terheran-heran. Yup, memang benar, selama ini Changmin dengan setia menjadi manajer dari seorang Kim JaeJoong walau penghasilannya kecil, karena JaeJoong memang belum menjadi penyanyi rock yang terkenal
"Aku tidak butuh banyak uang , Hyung. Si jidat lebar itu sudah memberikan aku lebih dari cukup. Dia akan memberikan apapun yang aku mau. jadi untuk apalagi aku mencari uang? Aku senang menjadi manajermu. Artinya aku bisa menjagamu juga kan "
"Aigo ... "
JaeJoong hanya bisa menggelengkan kepalanya karena jawaban santai dari Changmin.
"Malang sekali hidup sahabatku itu " sindir JaeJoong
"Hahaha, itu sudah resikonya, Hyung. DIa ingin menjadi same kan, dia yang ingin ada di atasku. artinya dia harus memenuhi semua kebutuhanku. dia adalah 'kepala keluarga' tentu saja dia harus bertanggung jawab atas hidupku " Kata Changmin enteng, semakin membuat JaeJoong menggelengkan kepalanya menanggapi ucapan Changmin yang sedikit frontal.
Changmin memarkirkan mobilnya di basment sebuah gedung yang bernama 'Bolero'. Ya siapapun tahu Bolero adalah nama merk busana besar yang terkenal tidak hanya di dalam negeri saja. Pasaran Asia sudah di kuasai dan merambah ke Amerika saat ini.
"Bolero , Min ? "
Kagum JaeJoong setelah mereka di dalam lift
"nee, semalam aku belum meberi tahu ya ? "
JaeJoong mengangguk. Mereka tiba di lantai 7, seorang yeoja berpakaian casual namun tampak modis mengantarkan mereka ke sebuah ruang pertemuan yang tidak terlalu besar. Changmin dan JaeJoong menunggu diruangan tersebut, tak lama seorang namja dan yeoja memasuki ruangan tersebut
"Kim Junsu ? " JaeJoong kaget melihat namja yang kini duduk di depannya, dia menoleh pada Changmin yang sedang menggaruk tengkuknya
"Semalam aku belum bilang juga ya, Hyung " Tawanya dengan wajah innocent
"Lama tak bertemu, JaeJoong Hyung " namja yang dulu selalu membentak dan adu mulut dengannya itu sekarang ada di hadapannya, bersikap lembut dan dewasa.
"Ah, nee .. " balas JaeJoong seadanya. Dia tak mengira bahwa Junsu adalah seorang CEO di perusahaan fasion sebesar Bolero. Aigo ... sepertinya teman-teman satu angkatannya dahulu sudah menjadi orang-orang yang sukses.
Mereka membahas serius tentang kontrak yang akan mereka tanda tangani. Dengan teliti JaeJoong membaca isi dari surat kontrak tersebut. Tak ada yang memberatkan dirinya, dia sangat senang karena akhirnya ada kontrak yang tidak membuat lehernya tercekik karena harus menyesuaikan jadwalnya.
Dia hanya agak mengerenyitkan dahinya ketika melihat nominal penalti yang harus dibayarkan jika dia melanggar kontrak tersebut dan mangkir dari perusahaan. Seluruh kekayaannya yang tidak seberapa jika di kumpulkan bahkan tidak akan cukup untuk membayarnya. Wajar saja sih mengingat sebesar apa perusahaan yang memintanya menjadi seorang model tersebut.
Setelah menandatangani kontrak. Junsu mengajak mereka untuk makan siang bersama. Changmin tentu tidak akan menolak ajakan dari sepupu kekasihnya tersebut. Apalagi menolak ajakan makan , makanan gratis. Mau tak mau JaeJoong pun ikut bersama mereka. Ya ... hitung-hitung merayakan penandatanganan kontrak mereka.
"Junsu~ah , apa sebenarnya alasanmu memakai JaeJoong hyung sebagai model ?" Tanya Changmin. Pertemuan sebelumnya antara Changmin dan Junsu ketika perusahaan fasion tersebut menawarkan pekerjaan dengan JaeJoong memang sudah di jabarkan alasan mengapa JaeJoong dipilih sebagai model mereka, alasan secara profesional. Tapi sepertinya Junsu memiliki alasan yang lebih personal mengenai hal tersebut.
"Bukankah kau sudah tahu alasannya ?" Sahut Junsu
"Hm ... aku rasa ada alasan khusus lain, selain yang kemarin kau katakan padaku " Kata Changmin menyelidik
Junsu tersenyum penuh arti pada JaeJoong yang dibalas oleh tatapan bingung olehnya
"Entahlah. Presidir kami yang memilih JaeJoong hyung. Mungkin dia sangat menyukai JaeJoong hyung. "
JaeJoong menaikkan alisnya.
Presidir Bolero ? Nugu ?
JaeJoong bahkan baru pertama kali ini terlibat kerja sama dengan perusahan fasion yang tergabung dalam YJ Group tersebut, dan dia sama sekali tidak mengenal orang yang bekerja disana - kecuali Junsu yang baru dia tahu adalah seorang CEO di Bolero- apalagi presidirnya.
Lagi-lagi Junsu tersenyum melihat raut kebingungan yang dipancarkan dari JaeJoong. Banyak yang berubah dari seorang Kim JaeJoong yang dilihat oleh Junsu. Namja cantik yang dandannya sudah kembali menjadi ghotic tersebut tidak banyak bicara seperti dulu yang begitu cerewet. Penampilannya lebih seram, mungkin karena sekarang dia sudah tidak sekolah hingga dia bisa memakai apapun yang dia suka. Dan perangainya menjadi tenang, tidak meledak-ledak lagi, padahal dulu dia kerap kali adu mulut dengan namja di hadapannya tersebut, sekarang JaeJoong hanya bicara jika ditanya, dan hanya menanggapi obrolan mereka dengan senyuman tipis saja.
"Nugu ? Presidir Bolero benar-benar misterius bukan ? Selama ini kau terus yang mewakili perusahaan " Tanya Changmin
"Nee ... karena presidir memang menangani cabang perusahaan di Amerika yang baru saja dikembangkannya. Jadi sementara Pusat di serahkan padaku. Owh ya, dua hari lagi pemotretan pertama JaeJoong hyung, aku akan mengirimkan konsepnya via e-mail jadi JaeJoong hyung bisa mempelaharinya dulu, dan sepertinya Presidir akan datang melihatnya pemotretan perdana secara langsung"
"Wah ... wah ... sepertinya presidirmu itu benar-benar menyukai JaeJoong hyung "
Junsu hanya menanggapi dengan kekehan kecil seraya mengangguk cepat, sementara si objek yang di bicarakan melanjutan makannya, tidak tertarik dengan pembicaraan tersebut.
~My Beautiful Rocker~
.
.
Mobil Audi hitam itu melesat di jalanan kota Seoul di pagi hari minggu musim dingin bersalju. Sesekali namja cantik yang duduk disamping pengemudi menguap, dia baru tidur 3 jam setelah semalam suntuk mengerjakan tugas akhirnya.
"Kau sudah mempelajari Konsepnya, Hyung ? " Tanya Changmin
"Hm ... yeah, masih belum yang aneh-aneh. Masih gayaku saja " Jawab JaeJoong lalu menguap lagi, Changmin mengangguk mengerti.
"Nanti sampai di tempat pemotretan , kau ku tinggal ya Hyung. Omonim memintaku untuk menemaninya belanja , tidak akan lama, mungkin sebelum jam makan siang aku sudah kembali "
JaeJoong mengangguk malas.
"Haaah. Aku tidak percaya akhirnya kau akan menikah juga dengan si mantan playboy itu "
JaeJoong mengerti belanja apa yang di maksud oleh Changmin pasti mempersiapkan kebutuhan untuk pernikahan Changmin dan Yoochun yang akan di adakan dua bulan lagi, dan omonim ? siapa lagi kalau bukan omonimnya Yoochun. Sejak memutuskan untuk membeberkan hubungannya dengan Yoochun, Changmin diusir dari keluarganya. Bumonimnya bahkan tidak mau mengakuinya sebagai anaknya.
Miris
Tapi Yoochun dan keluarganya menerimanya dengan baik. Setahun pertama sejak pengusirannya, Changmin tinggal bersama JaeJoong. Kejadian tersebut terjadi ketika Changmin sudah ada di tingkah 2 di universitas. Changmin sampai harus berhenti kuliah selama satu tahun karena tidak memiliki biaya kuliah. Mereka sama-sama bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Tapi kemudian orang tua Yoochun menginginkan Changmin untuk tinggal bersama mereka, hingga akhirnya Changmin memasuki universitas dengan biaya dari keluarga Yoochun setelah satu tahun cuti.
Changmin tidak takut sama sekali ketika tentangan datang dari keluarganya. Dia benar-benar mempertahankan cintanya dan memilih untuk bersama orang yang dicintainya. JaeJoong jadi mengingat seseorang di masa lalunya.
Seandainya orang itu juga memeliki keberanian yang sama dengan Changmin. Seandainya orang itu lebih memilih dirinya daripada keluarganya, seandainya orang itu berani keluar dari 'lingkaran' yang selama ini di buat oleh orang-orang disekitarnya, mungkin JaeJoong tidak akan merasa seperti sekarang ini. Sendirian.
JaeJoong naik ke lantai 7 sementara Changmin langsung pergi setelah menurunkan JaeJoong di depan gedung Bolero.
"JaeJoong hyung "
JaeJoong menoleh ke sumber suara dan melihat Junsu sedang melambaikan tangan kearahnya, dibalas dengan senyuman oleh JaeJoong.
"Mari, aku akan memperkenalkan team yang akan bekerja sama denganmu " Ajak Junsu, JaeJoong mengangguk dan mengikuti Junsu kembali menaiki Lift dan turun ke lantai 3 gedung berlantai 9 tersebut. JaeJoong di perkenalkan dengan beberapa orang yang akan bekerja sama dengannya dalam pemotretan untuk katalog majalah fasion tersebut.
Ada dua orang model lagi selain dirinya. Seorang model bertubuh ramping berkulit sawo matang bernama SooYoung dan seorang lelaki bertubuh kekar bernama Siwon. Keduanya memangdang JaeJoong dengan tatapan yang meremehkan. Yah ... JaeJoong akui dia memang baru dalam hal ini, jadi wajar saja kalau kedua model yang sudah sering malang melintang di dunia permodelan seperti ini meragukan kemampuannya.
"Nah, semuanya perkenalkan ini adalah Song JiHyo Noona, dia adalah pemimpin untuk proyek kali ini, jika ada kesulitan selihakan menghubunginya "
"Annyeong haseyo " ketiga model itu membungkuk memberi hormat
"Annyeong " balas yeoja yang berperawakan tidak terlalu tinggi tersebut seraya tersenyum ramah.
Setelah itu JiHyo menjelaskan detail yang harus di lakukan oleh ketiga model tersebut. Sementara Junsu sudah meninggalkan ruangan yang penuh dengan berbagai macam orang dengan spesialisnya masing-masing.
"Kita akan mulai setelah presidir datang " Kata JiHyo
"Presidir Bolero akan datang , Eonnie ? " Tanya SooYoung antausias
"Nee " jawab JiHyo
"Jinjja , Kyaa~~~ akhirnya aku bisa bertemu dengannya " SooYoung histeris membuat telinga JaeJoong berdengung karena dia tepat berada di sebelah gadis yang bahkan tingginya sama dengannya itu.
Tak lama kemudian suasanya ruangan menjadi agak riuh. Para yeoja disana memekik dan berbisik-bisik agak keras sambil melihat ke arah pintu masuk ruangan besar yang menjadi studio di perusahaan tersebut.
Seorang namja mengenakan kemeja berwarna babyblue yang dibalut dengan Jas berwarna hitam pekat berjalan masuk dengan elegannya. Sedangkan satu orang namja yang mereka kenal sebagai CEO perusahaan, Kim Junsu berjalan disebelahnya. Namja itu hanya tersenyum tipis membalas sapaan orang-orang yang bekerja untuknya.
Manik bulat itu semakin membulat. Menajamkan penglihatannya berkali-kali menatap objek yang ditangkap oleh retina matanya. Dia terpaku, bahkan ketika SooYoung melonjak-lonjak dan sedikit menjerit tertahan karena melihat namja yang datang tersebut, JaeJoong seakan tidak terganggu. Namja berwajah kecil itu semakin dekat, namun tidak membuat JaeJoong memalingkan wajahnya sedikitpun. Dia terlalu terkejut.
"Ah ... Presidir, anda sudah datang " JiHyo menyapa namja tersebut terlebih dahulu ketika namja itu sampai dihadapan mereka.
"Aish, Noona, jangan bicara formal padaku " protes sang presidir yang hanya di tanggapi oleh kekehan kecil dari JiHyo.
Lalu SooYoong yang tidak bisa menyembunyikan rasa tertarik dan senangnya dan Siwon yang tetap dengan wajah stoicnya itu memberi salam pada namja yang mereka baru tahu sekarang adalah presidir dari Bolero.
"Kau tidak memberi salam padaku, JaeJoonggie chagy ... "
cup
Sebuah kecupan singkat didaratkan bibir hati itu di atas bibir Cherry milik JaeJoong, membuat sipemilik membelalakkan mata bulat yang dihiasi dengan eyeliner tebal tersebut. Tak hanya JaeJoong yang kaget, tapi hampir semua orang yang ada di sana kaget melihat pemandangan tersebut, kecuali Junsu dan Jihyo. Bahkan wajah SooYoung yang tadinya antusias berubah menjadi pucat.
Namja itu menggeser Siwon yang berdiri disamping kanan JaeJoong, dan menggantikan posisinya disana. Dengan tangan kekarnya, direngkuhnya pinggang ramping JaeJoong, membawa namja cantik berbalut aksen reocker itu semakin mendekat kearahnya.
Sementara JaeJoong ?
Owh . Rupanya namja itu masih terbengong-bengong saking shocknya melihat kehadiran namja tersebut, dan karena ciuman mendadak dari orang yang 10 tahun lalu menghilang begitu saja dari hadapannya.
Namja itu sudah mulai mendengarkan penjelasan dari Jihyo mengenai konsep yang sebenarnya di usulkan oleh sang presidir. Lalu sang presidir berbincang dengan SooYoung dan Siwon yang menjadi model, mencoba lebih akrab dengan para modelnya tersebut.
"Chagya, kenapa kau diam saja, eum ? " Suara baritone itu terdengar sangat dekat di telinga JaeJoong, membuat JaeJoong bergidig dan sadar dari shocknya yang telah berlangsung lama tersebut.
"Mi-mian, aku ke toilet dulu " Segera JaeJoong menepis kasar lengan yang sedaritadi bertengger kokoh di pinggangnya, lalu berjalan cepat meninggalkan ruang tersebut. Seringai aneh dari sang presidir mengiringi kepergian JaeJoong.
~ My Beautiful Rocker~
.
.
Sore itu Changmin dan Yoochun ada di apartemen JaeJoong. Sepulang dari pemotretan itu, Changmin memang sengaja menyuruh Yoochun , tunangannya untuk datang ke sana. Changmin dan Yoochun duduk santai bersandar berdekatan dengan tangan kiri Yoochun yang merangkul bahu Changmin. Sementara di depannya ada seorang namja cantik yang sedang berjalan mondar-mandir, menceritakan kejadian ketika hari perdana pemotretannya dengan bersulut-sulut.
"Kalian tahu, tadi dia menciumku di depan banyak orang. Dia pikir dia siapa bisa seenaknya saja memperlakukanku seperti itu. Dulu dia meninggalkanku dan sekarang tiba-tiba datang sebagai seorang presidir. Lalu bersikap seenaknya. Bahkan ketika aku di toilet dia menghampiriku dan kembali menciumku. Dia bilang dia ingin membalasku karena dulu aku sering seenaknya padanya. Dia mau membalas semua perlakuanku, dia berkata dengan entengnya. Dan apa kalian tahu bagaimana seringainya ketika aku mengatakan ingin berhenti dari kontrak itu, dia mengancam dengan denda pinalti yang harus aku bayar. Sial. Dan sepanjang pemotretan pandangan matanya tidak pernah lepas dariku. Dia seenaknya saja menyentuh dan merangkulku. Waktu Changmin menjemputku, ketika aku berpamitan pulang pada staf dan yang lainnya, dia kembali menciumku 'Istirahat yang cukup nee, nae sarang. Sampai jumpa besok' What the ... Shit ... "
JaeJoong mengusap kasar bibirnya yang masih bisa merasakan sensi dari bibir hati milik sang presidir. Yoochun terkekeh pelan
"Apa yang kau tertawakan Park Yoochun "
"Aniyo, aku hanya merasa lucu. Sudah lama aku tidak melihatmu meledak-ledak seperti ini, Hyung. aku hanya err- senang "
"Mwo ? Kau senang ? Kau senang melihatku menderita Park Yoochun. Sahabat macam apa kau ini " JaeJoong tambah meledak
"Aigo ... aigo ... sepertinya rocker kita jadi sensitif sekali "
Ucapan Yoochun di amini oleh Changmin dengan mengangguk setuju.
"Daritadi di mobil kupingku sudah sakit Chunnie, mendengarnya mengoceh tidak jelas "
"Diam kau Shim Changmin, kau pasti sudah tahu kan soal ini "
"Molla, aku tidak tahu. Aku hanya tahu Junsu dan tidak mengenal presidirnya. Sudah kukatakan berkali-kali bukan " bantah Changmin yang sedaritadi di tuduh oleh JaeJoong
JaeJoong menghempaskan dirinya di sofa sebelah kanan pasangan tersebut.
"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang ? " Tanya Yoochun
JaeJoong mengatur nafasnya sejenak
"Molla " Jawab JaeJoong ketus
"Kau ingin membatalkan kontraknya, hyung ? " Tanya Changmin
"Itu tidak mungkin, aku tidak punya uang untuk membayar dendanya " Jawab JaeJoong lalu mendesah pasrah.
"Ya sudah kalau begitu jalani saja. Toh hanya satu bulan lebih saja sampai kontrak itu selesai bukan ? Setelah itu kau bisa menjauh darinya " Saran Yoochun
"yeah ... semoga "
JaeJoong memejamkan matanya, tak yakin pada dirinya sendiri. Apakah dia benar-benar bisa bertahan? Atau apakah nanti ketika kontrak sudah selesai dia bisa menjauh dari Yunho. Rasanya lelah sekali, dan dengan cepatnya dia terlelap. Membuat sepasang kekasih itu menggelengkan kepalanya. Padahal namja cantik itu baru saja marah-marah dan sekarang hanya dalam hitungan detik, sudah tertidur pulas di sofa.
"Aku akan memindahkannya ke kamar "
Changmin yang memiliki badan lebih tinggi dari kedua hyungnya dan memiliki badan yang hm ... tidak lebih kekar dari JaeJoong sebenarnya, dengan mudahnya mengangkat JaeJoong dan memindahkan JaeJoong ke kamarnya.
"Apa Jae hyung akan baik-baik saja, Chunnie ? " Tanya Changmin yang sudah berada di sebelah kekasihnya lagi
"Aku harap begitu " Kata Yoochun, dipeluknya namja jangkung disampingnya. Tidak bisa dipungkiri dia juga khwatir pada namja cantiknya itu. Dia teringat kejadian sepuluh tahun yang lalu. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri betapa hancurnya sahabatnya itu, dan dia tentu tidak ingin sahabatnya itu kembali terluka
"Apa menurutmu Jae hyung masih mencintainya, Chunnie ? " Tanya Changmin lagi
"Selalu , Min. Tapi tertutupi oleh lukanya. 10 tahun bukan waktu yang singkat bukan? "
Changmin mendesah pelan
"Hm, aku hanya tidak ingin melihatnya seperti dulu "
"Nado. Dia pasti akan baik-baik saja "
Digapainya bongkahan pipi tirus namja jangkung tersebut, hingga tatapan mata mereka bertemu. Mereka pergi dari apartemen JaeJoong setelah saling membagi ketenangan dan kehangatan dalam ciuman mereka.
.
.
Tarik Bang Changmin
.
.
~ Te Be Ce ~
Gomawo buat yang sudah bersedia mampir dan baca terlebih meninggalkan review nya buat aku
*bow
*cipok basah
Thanks to :
NaraYuuki | vea | SkyBer13 | Jung Yunki | rara | hyukkie-chan | Kim Gi Joon
Nony | riana | YuyaLoveSungmin | Sirius | Miss Bawell | hunhanshipper | VoldeMIN vs KYUtie
trililililili | Kyuhyuk07 | selena kim | BlaueFEE | chidorasen | redyna90 | MyDecember
rachmayanti88 | de | shipper | arriedonghae | tiikka | cassieyunjae |Andre choi
Himawari Ezuki | jennychan | -uknowme2309- | Joongie | BaekRen | KID
RuuGa Rahayu | jung jaema | yunjaeforevereverafter | magnaemax.
Bambaya | AfreyJ | Jirania | Shikawa | Kim Vinansia | meyy-chaan | Sora Hwang
Qhia503 | chidorasen
