The Sfera Power

Disclaimer : Naruto © Mashashi Kishimoto & Highschool DxD © Ichie Shibumi

Author : Namikaze Fansboy

Rated : T

Genre: Adventure/ Supernatural/ Family/ Other

Pair : [Naruto X Sakura], [Menma X Rias]

.

.

.


Chapter Sebelumnya...

"Sebenarnya ada apa denganmu Naruto? kenapa kau melakukan semua ini? kau bahkan membunuh gadis yang tak berdosa yang membuatku sampai dititik dimana aku tidak mengenalmu dan kau tahu aku mulai sekarang membencimu" Ucap Rias yang kini memandang Naruto dengan tajam, sedangkan Naruto yang mendengar itu terkejut yang kemudian membalas tatapan tajam dari Rias.

Blaaaar!

Naruto langsung menyentakkan perisainya yang lansung membuat Kiba terpental sampai kedepan Rias yang langsung dibantu oleh Akeno dan Koneko.

"Kau tau apa hah? kau datang-datang langsung marah-marah tak jelas dan peeragemu seenaknya saja menyerang tanpa tahu apa-apa. Dan terserah kau mau membeciku atau apa karena kau memang tidak akan pernah mengerti Rias" Ucap Naruto penuh emosi yang kemudian langsung melesat keudara menggunakan Hover Board meninggalkan kelompok Gremory yang masih berkutat dengan pemikiran masing-masing.


~XXX~ Chapter 4 : The Invitation ~XXX~

Blak!

Terdengar sebuah dentuman pintu keras yang terbuka kemudian menampilkan sosok pemuda bersurai pirang dengan warna pupil mata merah menyala, kemudian dengan cepat ia melempar tubuhnya ke sofa.

"Ada apa denganmu Naruto?" Tanya Shikamaru pada sang King yang mewakili yang lainnya.

"Mereka benar-benar tidak tahu terimakasih" Desis Naruto yang terlihat marah.

"Apa maksudmu Naru?" Tanya Sakura halus karena sama saja mencari gara-gara jika memancing amarah Naruto yang sekarang dalam Thunder Storm Mode.

"Gremory itu benar-benar membuatku naik pitam! Ia tidak tahu apa yang terjadi tiba-tiba langsung menghardikku padahal aku yang menolong Peeragenya dari serangan Malaikat jatuh" Jawab Naruto yang tercetak jelas dalam ucapannya ia sedang kesal dan kecewa.

"Lalu apa yang ingin kau lakukan Taichou?" Tanya Killua pada sang King.

"Kau jangan bertindak membahayakan Naruto, apalagi kekuatan sferamu masih belum sempurna jika kau ingim berbuat buruk pada Rias" Larang Sakura sedangkan Naruto sendiri hanya melongo mendengar asumsi Sakura.

"Kau terlalu berpikir jauh Sayang, walau aku marah aku tetap ingat dia adalah sahabatku dan kekasih adikku" Sanggah Naruto yang kini sudah dalam mode normal sedangkan Sakura sendiri malah tersipu mendengar panggilan sayang dari Naruto.

"Lantas apa yang ingin kau perbuat?" Tanya Sakura mengulang pertanyaan Killua.

"Aku hanya ingin melihat sampai mana kepercayaannya padaku" Jawabnya sambil menghela nafas.

"Kau benar-benar aneh Taichou" Ucap Tohka sambil menepuk jidatnya.

"Yah itulah Naruto, Mendokusei" Ucap Shikamaru malas.

"Sudahlah kawan tak perlu dipikirkan! Kalau begitu aku permisi mandi dulu" Ucap Naruto yang berlalu menuju kamar mandi meninggalkan peeragenya yang menatap aneh karena pulang marah-marah dan kini justru terkesan senang.

Sedangkan ditempat lain atau lebih tepatnya tempat bertemunya kelompok Gremory atau bisa disebut Occult Research Club nampak sedang membicarakan sesuatu hal yang terkesan penting.

"Jadi apa yang ingin kau sampaikan Buchou?" Tanya Akeno pada Rias selaku King.

"Sebenarnya ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan..."

"Pertama aku senang kita mendapat anggota keluarga baru" Ucap Rias dengan memandang Ashia.

"Kedua kejadian tadi membuatku merasa tidak enak pada Naruto padahal ia sudah membantu kalian tapi apa yang kulakukan" Ucap Rias yang nampak merasa bersalah.

"Sudahlah Buchou lagipula itu salahku karena tidak memberitahumu" Ucap Issei.

"Sudahlah yang tadi biarlah berlalu tapi aku harap Naruto mau memaafkanku" Ucap Issei yang mendapat anggukan dari Peeragenya.

"Lalu selanjutnya apa Buchou?" Tanya Issei tak sabar.

"Besok kita akan kedatangan tamu dari Underworld jadi kalian bersiaplah"

'Dan aku harus dapat membawa Naruto dan Peeragenya' Lanjut Rias dalam hati.

"Siapa Buchou?" Tanya Kiba merasa penasaran.

"Kalian akan tahu besok" Jawab Rias dengan tersenyum kearah Peeragenya, sedangkan Issei yang melihat senyum Rias langsung berfantasy sendiri yang lamgsung mendapat jitakan dari Koneko.

"Mesum dilarang disini" Issei langsung tundung mendengar ucapan Koneko.

"Baiklah karena informaainya sudah selesai maka kalian bisa kembali, untuk Ashia kau bisa tinggal bersama Issei" Ucap Rias yang mendapat anggukan dari yang lainnya.

Kini ruang klub hanya menyisakan Rias dan Akeno saja.

"Apa kau tidak apa Rias?" Tanya Akeno yang melihat Rias termenung menatap langit malam.

"Aku tak apa Akeno! Aku hanya memikirkan Naruto terutama perubahan sikapnya dan apa jadinya jika ia bertemu Menma" Ucap Rias pada Akeno.

"Aku tidak tahu tapi kita lihat saja nanti" Balas Akeno.

~XXX~The Sfera Power ~XXX~

Teng! Teng!

Terdengar sebuah lonceng berbunyi yang menandakan waktu belajar mengajar telah Usai.

"Ayo Shika Sakura-chan kita keluar" Ucap Naruto yang mengajak kedua rekannya untuk keluar, namun belum sampai ambang pintu Rias dan Akeno sudah menhadang jalan mereka.

"Apa mau kalian?" Tanya Naruto tajam terarah pada Rias dan Akeno.

"Aku hanya ingin minta maaf atas kesalah pahaman kemarin" Ucap Rias pada Naruto.

"A-..." Belum sempat Naruto membalas Sakura lebih dulu memotongnya.

"Itu hanya masalah kecil jadi tidak apakan Naru?" Tanya Sakura yang tersenyum manis pada Naruto.

"Ahh.. iya tak apa" Ucap Naruto gugup menyadari senyum kekasihnya yang seakan mengulitinya.

"Baguslah, kalau begitu sebagai permintaan maafku kaliam bisa datang keruang klubku setelah ini?" Tawar Rias.

"Tentu saja, setelah ini aku akan datang bersama yang lainnya" Jawab Sakura yang terasa mewakili Naruto.

"Kehadiran kalian akan kami tunggu" Ucap Rias yang langsung pamit permisi.

"Kenapa kau seenaknya saja memutuskan Sakura-chan? disini aku yang King" Ucap Naruto terdengar seperti rengekan.

"Sudahlah apa salahnya berteman kembali dengan teman lama" Jawab Sakura yang hanya dibalas helaan nafas oleh Naruto.

Sedangkan diruang Occult Research Club semuanya sudah berkumpul seperti apa yang diucapkan oleh Rias karena akan ada tamu dari dunia bawah.

"Apakah masih lama Buchou?" Tanya Issei pada Rias.

"Sabarlah Issei" Balasan dari sang King hanya membuat Issei menghela nafas.

Tok! Tok!

Terdengar ketukan pintu dan dengan cepat Rias mempersilahkan masuk yang kemudian menampakkan 8 sosok yang merupakan Naruto dan Peeragenya.

"Ternyata kalian datang juga" Ucap Rias senang.

"Tentu saja kami datang karena tidak mungkin kami menolak undangan" Jawab Sakura.

"Jadi mereka yang kita tunggu Buchou?" Tanya Issei.

"Bukan" Jawab Rias.

"Sebenarnya ada apa ini?" Tanya Naruto.

"Sebenarnya aku ing-..." Ucapan Rias terhenti karena tiba-tiba muncul lingkaran sihir putih dengan lambang Gremory, sedangkan Naruto yang melihat lingkaran sihir itu hanya menautkan alis karena ia tahu siapa pemilik lingkaran sihir itu.

"Selamat malam Rias Ojousama" Muncul sosok wanita bersurai putih dengan pakaian maid yang kemudian menyapa Rias.

"Selamat malam juga Grayfia-nee" Ucap Rias.

"Tsk... apa maksudnya ini Rias?" Tanya Naruto dengan berdesis membuat Rias dan Grayfia menoleh kearahnya.

"Na... Naruto Oujisama?" Ucap Grayfia terkejut melihat sosok Naruto.

"Lama tak bertemu Grayfia-nee" Ucap Naruto sambil menyeringai berjalan mendekati Rias dan Grayfia.

"Kemana saja kau selama ini? apa kau tidak tahu bahwa adikmu selama ini merindukanmu?" Tanya Grayfia tajam pada Naruto.

"Kemana aku pergi itu bukan urusanmu, lebih baik kau jelaskan apa maksud semua ini" Ucap Naruto tajam pada Rias, sedangkan Grayfia yang mendengar ucapan dingin Narutopun terhenyak.

"Bisa kau jelaskan Grayfia-nee?" Ujar Rias.

"Kedatanganku kemari adalah untuk mengundang para Iblis muda untuk mengikuti Rating Game antar iblis muda tahap 1 yang akan diadakan minggu depan dan berhubung Naruto Oujisama ada disini maka saya juga akan mengundang kalian" Ucap Grayfia menjelaskan.

"Aku menolak" Jawab Naruto tanpa pikir panjang yang kemudian berjalan menjauh ingin meninggalkan ruangan.

"Apa kau takut Naruto?" Tanya Rias dengan nada mengejek pada Naruto.

"Takut? takut pada siapa?" Tanya Naruto balik.

"Tentu saja dengan Menma! kau merasa kalah dari Menma maka kau menolak tantangan ini bukan?" Ucap Rias meremehkan.

Sring!

Dengan cepat Naruto sudah berdiri dihadapan Rias dengan iris mata merah menyala yang menatap iris blue green milik Rias.

"Jaga ucapanmu Nona" Geram Naruto sambil mengangkat dagu Rias yang membuat penghuni ruangan itu terhenyak kecuali Issei.

"Buchou" Teriak Issei tak terima akan perlakuan Naruto pada Rias dan langsung melesat kearah Naruto.

Bruak!

Tubuh Issei terpental membentur dinding kala dengan cepat Killua berdiri didepan Issei kemudian menendang tubuh Issei.

"Lebih baik kau tenang sebelum kau kubunuh" Ucap Killua dingin dan ia tidak menyadari bahwa Akeno memperhatikannya dengan senyum penuh arti.

"Kalau begitu tidak ada alasan untuk menolak bukan?" Pancing Rias.

"Fine. Aku akan ikut Rating Game itu dan beritahu kekasihmu itu bahwa aku tidak akan segan" Ucap Naruto sambil mengepalkan tangannya yang mengeluarkan percikan halilintar.

"Grayfia-nee titip pesan untuk Menma bahwa aku merindukannya dan aku tidak sabar bertemu dengannya di arena" Ucap Naruto datar yang dibalas anggukan oleh Grayfia.

"Hai... akan saya sampaikan Naruto Oujisama" Jawabnya.

"Dan jangan panggil aku dengan sebutan Oujisama karena namaku Naruto Namikaze bukan Naruto Phoenix-Gremory lagi" Ucapnya setelah itu.

"Ayo kawan kita keluar" Ucap Naruto pada Peeragenya yang kemudian langsung meninggalkan ruangan tersebut.

Setelah Naruto dan Peeragenya keluar nampak Rias tersenyum senang penuh kemenangan yang membuat yang lainnya menatap Rias aneh.

"Jadi ini rencanamu Rias Ojousama?" Tanya Grayfia pada Rias.

"Tentu saja Neesan karena tidak mungkin Naruto mau datang kedunia bawah kalau tidak dengan memancingnya seperti ini" Balas Rias tersenyum puas dengan hasil kerjanya.

"Hmmm... Kurasa Menma Oujisama dan Venelana-sama akan senamg mendengar berita ini" Ucap Grayfia ikut senang.

"Tapi sifat Naruto sedikit berubah karena ia tidak segan melawan bahkan termasuk diriku yang ia buat terluka dan aku merasakan keanehan dari setiap serangannya karena ia seperti dapat menggunakan kekuatan elemen semaunya." Ucap Rias kemudian yang membuat Grayfia terkejut karena tidak menyangka bahwa Naruto melakukan itu semua.

"Benarkah?"

"Ya, tapi kumohon jangan beritahu Menma karena aku tidak ingin terjadi apa-apa pada mereka, walau Naruto sering menyerang kami tapi dia juga membantu kami dan bisa aku pastikan kekuatan Naruto sekarang sudah sangat kuat karena dengan beberapa langkah saja ia dapat mengalahkanku" Ucap Rias memberi tahu.

"Baiklah, terimakasih kalau begitu aku pamit terlebih dahulu" Ucap Grayfia pamit.

~XXX~The Sfera Power ~XXX~

Sedangkan ditempat lain atau didunia bawah tempat dimana keluarga Phoenix tinggal nampak seorang pemuda surai merah darah sedang mengamati Peeragenya yang sedang berlatih.

"Menma" Panggil wanita tengah baya dengan surai senada dengan Menma.

"Ada apa Okaasama?" Tanya Menma.

"Apa yang kamu pikirkan? kenapa tidak ikut berlatih dengan Peeragemu?" Tanya Kushina pada Menma.

"Aku sedang tidak bersemangat untuk berlatih" Jawab Menma.

"Kau harus mempersiapkan diri untuk ujian tahap pertama, lagipula apa yang kau pikirkan ceritakan pada Okaasama" Pinta Kushina pada Menma.

"Naruto. Aku memikirkan Naruto" Kushina terdiam mendengar jawaban Menma.

"Selama ini tak sedetikpun aku lupa memikirkan Naruto, bagaimana kehidupannya selama ini, apakah ia memiliki teman atau tidak. Apa Okaasama tidak ada waktu memikirkan Naruto barang sedetikpun?" Tanya Menma yang kini sudah mulai berkaca-kaca.

"Okaasama disini hanya seorang menantu yang tidak bisa melawan keputusan para pimpinan keluarga Phoenix yang harus memprioritaskan dirimu karena dalam dirimu memiliki Dark Rune walaupun seperti itu aku selalu meminta pada Venelana-neesama untuk memberi perhatian pada Naruto karena Okaasama menyayangi Naruto" Balas Kushina dengan likuid bening sudah melesak kepipi mulusnya.

"Lalu kemana Okaasama saat Naruto pergi? apa ini yang disebut sayang?" Teriak Menma yang sudah tidak dapat menahan kesedihannya.

"Dulu hidupku berwarna karena ada Naruto-nii tapi itu semua berubah karena Naruto-nii meninggalkanku karena kalian mengabaikannya" Lanjut Menma.

"Maafkan Okaasama Menma, Okaasama tahu maka dari itu aku minta maaf" Pungkas Kushina, belum sempat Menma berucap tiba-tiba muncul lingkaran sihir berwarna putih yang kemudian menampakkan sosok Grayfia.

"Selamat malam Menma Oujisama dan Kushina-sama" Ucap Grayfia.

"Malam, ada apa Grayfia-nee?" Tanya Menma.

"Saya datang kemari untuk menyampaikan pesan" Jawab Grayfia.

"Dari siapa Grayfia-nee?" Tanya Menma penasaran.

"Dari Naruto Namikaze" Jawab Grayfia setengah hati sedangkan Menma dan Kushina yang mendengar itu terkejut dan senang.

"Naruto Namikaze? maksudmu Naruto-nii?" Tanya Menma heran yang dibalas anggukan oleh Grayfia.

"Naruto Namikaze? kenapa ia tidak memakai nama belakang Phoenix-Gremory?" Tanya Kushina.

"Entahlah Kushina-sama tapi ia berkata mulai sekarang Naruto Oujisama memakai nama Namikaze" Jawab Grayfia yang membuat mata Kushina membulat.

"Lalu apa pesan yang disampaikan Naru?" Tanya Menma tak sabar.

"Naruto Oujisama berpesan ia menunggu anda di arena Rating Game dan nanti ia tidak akan segan nantinya" Ucap Grayfia dengan pelan tapi dapat membuat keduanya terkejut.

"Kau harus berlatih Menma Oujisama karena kekuatan Naruto Oujisama sudah berkembang pesat bahkan ia dapat mengalahkan Rias dan Peeragenya yang notabennya salah satu Peeragenya memiliki Boostd Gear" Menma semakin terkejut karena kekuatan Naruto sekarang.

"Apa itu benar Grayfia?" Tanya Kushina pada Grayfia.

"Tentu saja Kushina-sama tapi sekarang Naruto Oujisama sedikit berubah" Jawab Grayfia.

"Berubah bagaimana?" Tanya Menma.

"Anda akan mengetahui nanti, kalau begitu saya permisi dulu" Ucap Grayfia yang kemudian menghilang dengan lingkaran sihir.

"Aku harus memastikan ini Okaasama, aku akan datang kedunia atas" Ucap Menma yang mendapat anggukan dari Kushina.

"Tapi ini masih malam" Larang Kushina.

"Tapi aku tetap harus memastikan" Menma tetap bersikeras

"Baiklah, kuharap kau Naruto mau kembali" Ucap Kushina.

"Semuanya kita akan naik kedunia atas" Ucap Menma pada Peeragenya.

"Hai Menma-sama" Ucap Peerage Menma setelah itu Menma dan Peeragenya menghilang dalam lingkaran sihir.

'Kuharap apa yang kucemaskan tidak terjadi' Batin Kushina yang melihat kepergian Menma.

~XXX~The Sfera Power ~XXX~

Sedangkan dimansion Gremory tampak dua pria berambut merah dan seorang perempuan berambut coklat yang nampak sedang berbincang namun perbincangan itu terhenti karena muncul lingkaran sihir berwarna putih yang menampilkan sosok Grayfia.

"Ada apa Grayfia kau nampak gelisah? apa yang terjadi?" Tanya Sirzech pada Queen sekaligus istrinya itu nampak gelisah.

"Sepertinya akan ada pertarungan antara dua saudara" Jawab Grayfia yang tidak dapat dimengerti oleh semuanya.

"Tolong jelaskan Grayfia kami tak mengerti" Ucap Lucius bingung.

"Naruto Oujisama ada di Kuoh" Jawab Grayfia.

"Apa!" Ketiganya langsung berteriak bersama tak menyangka Naruto berada di Kuoh.

"Lalu kenapa kau tidak mengajaknya kembali?" Tanya Venelana.

"Tapi Naruto Oujisama sepertinya menolak, bahkan kalau Rias Oujousama memancingnya untuk Rating Game ia tidak akan mau datang ke Underworld" jawab Grayfia pada Venelana.

"Apakah Naruto tak berkata apapun lagi?" Tanya Lucius.

"Ia hanya berpesan akan menunggu Menma Oujisamma du arena" Jawab Grayfia lagi.

"Kurasa memang akan terjadi pertarungan antara dua saudara" Sahut Sirzech.

"Kau benar Sirzech tapi apakah Naruto mampu mengalahkan Menma?" Ucap Lucius ragu.

"Kurasan Naruto Oujisama mampu karena ia bisa mengalahkan Rias Oujousama hanya beberapa langkah saja bahkan Sekiryuuteipun hanya menjadi angin lalu bagi Knight milik Naruto Oujisama" Balas Grayfia.

"Lalu apa kau mengundang Naruto ikut Rating Game?" Tanya Lucius yang dibalas anggukan oleh Grayfia.

"Kurasa ini akan menjadi pertarungan yang menegangkan sekaligus berbahaya" Ucapan Sirzech membuat Lucius bingung.

"Apa maksudmu Sirzech?" Tanya Lucius.

"Karena aku yakin Naruto akan mencoba kekuatan Dark Rune" Sontak saja ucapan Sirzech membuat ketiganya terkejut mengingat kekuatan Dark Rune.

"Kenapa kau berpikir seperti itu?" Tanya Venelana.

"Sebelum Naruto pergi dulu ia sempat meminta Evil pieces padaku dan aku bertanya untuk apa? dan ia menjawab untuk mencari keluarganya sendiri dan juga untuk mencari cara agar dapat mengalahkan kekuatan Dark Rune karena ia merasakan hal buruk akan terjadi" Jawab Sirzech.

"Mungkin Naruto ada benarnya mengingat kekuatan itu bersifat negatif dan ada kemungkinan mengancam kelangsungan di dunia bawah jika penggunanya dikuasai oleh Dark Rune itu sendiri." Sahut Lucius.

"Tapi bagaimana caranya? bukankah Dark Rune ibarat jantung bagi sang inang?" Tanya Venelana.

"Entahlah Dark Rune adalah kutukan sekaligus anugrah bagi kita para Iblis" Jawab Lucius.

"Dark Rune adalah kekuatan murni, dimasa lalu jauh sebelum Great War kekuatan Dark Rune hampir tak terhentikan karena kekuatan Dark Rune yang lepas kendali namun beruntung karena kekuatan Dark Rune dapat disegel kembali oleh para Maou terdahulu." Ucap Lucius menjelaskan.

"Lalu apa yang akan terjadi dengan Naruto dan Menma?" Tanya Venelana.

"Saat ini keluarga Phoenix sedang mencari cara agar Dark Rune dapat dikendalikan" Sahut Sirzech.

"Lalu bagaimana kemajuannya?" Tanya Venelana.

"Aku tak tahu tapi kemungkinan masih dalam tahap pengujian" Jawab Sirzech.

"Lalu bagaimana menurutmu sendiri kekuatan Naruto Grayfia?" Tanya Lucius.

"Aku tidak tahu kekuatan Naruto Oujisama karena aku tidak merasakan adanya tekanan sihir dalam kekuatan Naruto Oujisama tapi mengingat ia dapat mengalahkan Rias Oujisama pastilah kekuatannya diatas rata-rata dan Rias Oujisama juga bilang bahwa Naruto kemampuannya dapar memanipulasi elemen alam semaunya" Jawab Grayfia.

"Memanipulasi elemen?" Ucap ketiganya bersamaan.

"Ya aku tapi aku sendiri tidak tahu bagaimana kekuatannya karena aku sendiri belum melihatnya" Sahut Grayfia.

"Lalu apakah Menma sudah tahu berita ini?" Tanya Venelana.

"Tentu saja karena saya sudah memberitahu Menma sesuai dengan pesan yang disampaikan Naruto Oujisama" Jelas Grayfia.

"Lalu bagaimana reaksi dari Menma?" Tanya Sirzech.

"Menma Oujisama ingin mencari kepastian pesan itu dan naik kedunia atas sepertinya untuk mencari keberadaan Naruto Oujisama" Jawab Grayfia.

"Memang sepertinya akan terjadi pertarungan antara dua saudara seperti apa yang kau ucapkan Grayfia" Pungkas Sirzech.

"Lalu apa yang akan kita lakukan? tidak mungkin kita membiarkan semua ini bukan?" Ucap Venelana yang nampak cemas.

"Tentu saja tidak, kita akan naik kedunia atas!" Jawab Lucius karena dalam hatinya ia juga resah mengingat nasib kedua iblis yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.

"Tapi Okaasama lebih baik tetap disini biar aku dan Otousama yang urus masalah ini" Ucap Sirzech yang dengan berat hati harus dituruti oleh Venelana.

"Tapi aku harap jangan ada pertikaian diantata Naruto dan Menma" Ucap Venelana.

"Akupun berharap seperti" Balaa Lucius.

"Kalau begitu ayo kita berangkat Otousama sebelum terjadi apa-apa dengan mereka sekaligus menyapa para peserta Rating Game" Ucap Sirzech yang mendapat anggukan dari Lucius, kemudian keduanya menghilang dalam lingkaran sihir berwarna merah berlambang Gremory.

~XXX~The Sfera Power ~XXX~

Suasana malam di kota Kuoh memang layak untuk dinikmati seperti Naruto dan Peeraganya yang sedang jalan-jalan mengusir lelah akibat kejadian siang tadi.

"Ada taman lebih baik kita kesana guna mengusir penat" Saran Sakura yang langsung mendapat anggukan dari yang lainnya.

Tanpa menunggu apa-apa Naruto langsung menuju sebuah pohon rindang untuk mendudukkan tubuhnya dan dapat ia lihat Sang kekasih mendekat kearahnya.

"Ada apa denganmu Naruto? akhir ini kau mudah sekali uring-uringan?" Tanya Sakura.

"Entahlah aku juga tidak tahu, tapi aku selalu merasa kekuatan Thunder Storm selalu mengalir yang membuatku mudah sekali terpancing" Jawab Naruto lesu.

"Apa ini tandanya kekuatanmu akan mendekati Upgrade?" Tanya Sakura.

"Kurasa tidak, aku merasa kekuatan tingkat tiga berbeda dengan tingkat dua tapi mungkin saja apa yang kau ucapkan benar karena setiap apa yang berhubungan dengan Menma membuat kekuatanku bergejolak" Jawab jujur Naruto.

"Jika itu benar maka bagus tapi akan lebih baik berlatih meditasi untuk menahan emosimu. Kau tahu sendiri bagaimana jika kau terbakar amarah saat dalam Thunder Storm mode" Naruto lagi-lagi hanya dapat mengangguk merasa apa yang diucapkan Sakura benar.

"Kurasa aku memang harus mencoba apa yang kau sarankan Sakura-chan" Ucap Naruto kini mulai tersenyum.

Cup!

"Terimakasih" Ucapnya setelah mengecup bibir Sakura singkat dan sontak saja perbuatan dari kekasihnya ini membuat rona muncul di kedua pipinya.

"Ini sudah menjadi tugasku sebagai kekasih sekaligus Queenmu" Jawab Sakura tersenyum manis pada Naruto.

"Terimakasih karena sudah hadir dalam diriku" Balasnya tak mau kalah dengan Sakura dan tanpa dikomando keduanya mendekatkan wajah dan menyatukan bibir mereka lagi.

Cukup lama mereka berciuman namun ciuman itu harus terhenti karena tiba-tiba muncul lingkaran sihir berwarna merah api, melihat itu Naruto hanya tersenyum.

Wush!

Api besar keluar yang kemudian memunculkan sosok pemuda bersurai merah beriris Violet yang dibelakangnya berdiri 6 Peeragenya yang berdiri didepan Naruto dan Sakura yang dibelakangnya berdiri 4 Peeragenya.

"Sudah lama ya" Ucap Pemuda didepan Naruto dengan wajah tersenyum.

"Ya.. Sudah lama tak bertemu Menma" Balas Naruto tersenyum pada pemuda didepannya yang ia panggil Menma.

Dan kini takdir seperti mengolok keduanya yang berdiri berhadap-hadapan satu sama lain mencoba menyelami makna yang terkandung yang menentukannya sebagai kawan atau lawan.

~XXX~Tobe Continued ~XXX~


Yo semua pasti dah lama yang nunggu updatean Sfera Power? maaf ya Namikaze rada sibuk di Real World lagipula masih merampungkan kerjaan di fiction Naruto non Cross...

di chapter ini mulai di gambarkan konflik tapi masih rada tabu karena ini hanya intro saja dan kemungkinan chapter depan akan ada adegan Fightingnya dan yang kurasa seru adalah pertarungan Tohka Vs Ezra nantinya hehe... jadi gak sabar pengen cepet sampai bagian itu hehe...

Oh ya info lagi Fiction The Destiny Of Hearth akan mengalami perombakan jadi untuk fic itu kurasa tidak akan saya lanjut karena saya mau bongkar lagi tuh konsep hehe...

Dan satu lagi untuk yang Review sebelumnya terimakasih tapi berhubung saya ngetik lewat Docs To Go jadi mohon maaf gak bisa bales... jaa ne..

Dont Forget For

R

E

V

I

E

W