Polysitemia
©Blue Exorcist Kazue Kato
Story by me
Warning: Au, no Exorcist Life, Vampire!Yukio
Yukio Pov
Dia terbangun dengan wajah ketakutan tanpa dia sadari luka dilehernya terbuk.
"Apa yang kau lakukan menjauh dariku". Katanya hendak berlari.
"Rin tenanglah aku tidak akan menyakitimu" Kataku.
"Tidak menjauh jauh dari kuu". Katanya dan aku memegangi tangannya.
Susah payah aku menenagkannya dia tetap saja berontak hingga kesabaranku habis aku mendorongnya keranjang dengan memegangi tangannya saat itulah tanpa sengaja dia melihat warna mataku yang berubah saat itu dia baru diam
"Dengar aku tidak akan melakukan apapun asal kau mau dengarkan aku". Kataku melepaskan tangannya.
Kulihat dia sedikit meringsut diranjangnya dia kelihatannya masih sangat ketakutan dengan inisiatif aku memberikan segelas air.
"MInumlah ini dulu". Kataku dia menatapku ragu dengan air yang kuberikan.
"Percayalah ini bukan apa-apa". Kataku dan dia menurutiku.
Tak lama hening dan akhirnya dia mulai bicara.
"A-anda apa yang, semalam itu apa?". Tanyanya.
Jujur saja sangat sulit bagiku menjelaskannya karena baru pertama kalinya ada seseorang yang tahu identitasku.
"Begini soal semalam aku minta maaf dan jika yang kau pikirkan malam itu, iya memang benar". Kataku.
"A-anda seorang Va-vampir". Katanya sedikit tebata-bata dengan nada kecil diakhir kata.
Aku menganguk dan kulihat dia semakin memucat dan beringsut lebih jauh lagi.
"Aku berjanji kepadamu aku tidak akan menyakitimu". Kataku.
"Kalau aku boleh Tanya kau bilang kau tak akan menyakitiku lalu yang semalam itu?". Tanyanya.
"Maafkan aku, malam kemarin aku telah mencapai batas jadi tanpa sengaja aku menyerangmu". Kataku menyesal.
"Sejak kapan kau menjadi sosok itu?". Tanyanya namun saat itu dia terlihat menyesal menanyakannya kelihatannya dia hanya menyeletuk.
"Kurasa sejak aku kecil". Kataku.
"Maafkan aku telah menanyakannya". Katanya menyesal.
"Tak apa". Kataku.
"Kalau boleh aku ingin pulang". Katanya.
"Tunggu aku ingin kau sarapan dulu aku telah menyiapkannya". Kataku.
Aku menuntunnya kedapur untunglah dia sudah tidak terlalu ketakutan lagi kami makan bersama walau agak canggung saat itu dia memperhatikanku.
"Euh Okumura Sensei apa kau bisa makan?". Katanya melihatku sedang makan dan aku tersenyum.
"Ya, aku bisa makan hanya saja darah adalah komsumsi yang paling utama". Kataku.
"Oh begitu, lalu anda dapat darimana?". Tanyanya.
"Aku selalu membelinya dipasar gelap walaupun itu illegal". Kataku.
Saat itu dia terlihat kasihan padaku.
"Lalu apa yang terjadi jika anda tidak minum darah?". Tanyanya kelihatanya rasa takutnya hilang.
"Aku akan merasa sangat sakit". Kataku.
"Itulah sebabnya anda tanpa sengaja menyerangku". Tanyanya lagi.
"Entahlah aku punya banyak persediaan dan aku sudah meminum banyak tapi entah kenapa saat melihat kau mimisan didepanku aku tak bisa tahan lagi". Kataku
"Maaf jika itu menggangumu, karena bertanya banyak sekali tentang itu". Kata Rin.
"Oh tidak apa aku memang sangat ingin sekali menceritakannya pada seseorang tapi belum ada yang tepat untuk ku ajak bicara". Kataku.
"Oh iya, kulihat kau selalu mimisan apa kau sakit? aku khawatir perbuatanku kemarin memperburuk keadaanmu". Kataku menyesal.
"Oh, sebenarnya aku punya semacam kelainan darah langka namanya Polystemia jadi aku mempunyai Volume sel darah merah yang berlebihan sehingga harus selalu kubuang soal yang kemarin itu kau sedikit membantuku soalnya memang sudah saatnya aku mengurangi darahku walaupun dengan cara yang menyakitkan". Kata Rin dan aku menjadi semakin diam.
"Okumura sensei maafkan aku apa menyinggungmu". Tanyanya panic.
"Tidak baru pertama kalinya aku bisa senyaman ini mengatakan rahasia seperti ini". Kataku tersenyum tulus.
Tiba-tiba wajahnya terlihat ketakutan lagi apa aku membuatnya ketakutan lagi.
"Oh ya boleh kutanya sesuatu lagi?". Katanya
"Iya a-apa". Kataku jadi terputus putus.
"Aku tidak seperti anda kan?". Tanya polos.
Hahaha
Akun tertawa mendengarnya mungkin dia pikir ini seperti difilm-film tapi sebenrnya tidak seperti itu.
"Hanase-kun kurasa kau terpengaruh apa yang kau tonton atau kau baca itu semua tidak mungkin". Kataku.
"Lalu anda sendiri itu apa". Katanya aku menjadi diam.
"Soal itu sulit menjelaskannya aku tidak bisa mengatakannya dan juga aku jamin kau tidak akan apa-apa". Kataku tersenyum manis dan dia mengangguk percaya.
"Baiklah Okumura sensei aku tidak akan menanyakan hal itu lagi". Katanya.
"Soal lukamu aku minta maaf". Kataku.
"Tidak apa-apa aku sudah melupakannya aku mengerti kondisimu". Katanya
-Skip Time-
Rin Pov
Aku baru saja mengalami hal yang diluar akal sehat aku semalam bertemu dengan sosok yan…..dan siapa yang sangka dosenku sendiri adalah Vamp, sudahlah yang penting dia tidak jahat dan aku berjanji akan merahasiakannya dari siapapun.
Waktu menujukan jam 11 siang aku baru saja sampai kerumahku dan langung beristirahat dikamarku menggosok perban yang menutup leherku yang masih sakit tapi ini tak seberapa daripada saat penyakitnya kambuh dan tak lama aku tertidur.
Yukio Pov
Dia baru saja pulang dan aku mengatakan sebagian rahasiaku ada ketakuatan setelah dia pulang namun dia kelihatan bisa dipercaya hal lain yang lebih kutakutkan adalah aku takut menjadi menggatung pada darahnya kuharap jangan sampai terjadi cukup satu kali saja.
-Di Kampus-
Hari ini aku melihatnya begitu dekat dengan dua temannya Hikaru dan Shiori dan dia terlihat sangat bahagia aku mencoba bersikap biasa saja terutama saat mengajar dan saat tertentu tanpa orang sadari aku selalu menaruh pandang pada Rin sesekali dia juga melihatku dan tersenyum aku jadi semakin memperhatikannya dengan hati-hati tanpa disadari orang.
Author Pov
Rin bersama Shiori dan hikaru sibuk mendiskusikan tentang kerja kelompok yang harus dikumpulkan tiga hari lagi namun saat itu shiori terlihat heran melihat perban dilehernya.
"Rin-kun kenapa lehermu dipeban". Kata Shiori.
"Oh ya aku baru menyadarinya". Kata Hikaru.
"Oh ini kurasa aku tanpa sengaja saat jatuh". Kata Rin beralasan.
"Oh benarkah kurasa aneh kalau dileher". Kata Hikaru.
"Aku jatuh ditangga dan leherku tergores pegangan tangga". Kata Rin mencoba meyakinkan.
Shiori terlihat sedikit berpikir dan Hikaru malah menggoda Rin.
"Ah jangan-jangan kau…..". Kata Hikaru belum selesai dan Rin mulai takut Hikaru menyadarinya.
"Kau memiliki Kiss mark ya". Kata Hikaru yang ternyata salah tebak dan malah membuat kesal Rin.
"Dasar kau mesum bisakah kau jangan bicara yang tidak-tidak". Kata Rin menjitak kepala Hikaru.
"Sudahlah jangan dipikirkan Rin dia memang selalu suka bercanda". Kata Shiori.
Dan Shiori sebenarnya masih memikirkannya dan saat itu dia melihat Yukio untuk sekilas yang kebetulan Yukio sedang berbalik badan berjalan menuju ruang Dosen.
Author Note
Hai para Reader tercinta terima kasih sudah menunggu ff yang anti mainstream ini (hehe author kepedean) dan berdasarka jumlah review ff ini sudah 20 review untuk 2 chapter padahal baru prolog dan juga chapter 1 author sebenarnya ingin buat ini lebih panjang lagi tapi waktu author hanya sedikitdan juga author masih hutang update chapter lainnya jadi buat kalian yang harap cepat dan panjang author minta maaf karena suasah mencari waktu apalagi author banyak deadline kampus.
Jadi terima kasih atas dukungan kalian untun Fandom ini dan terima kasih atas saran dan komentarnya dan tolong jangan kalian mengkomentar dengan hinaan cukup dengan katakana kekurangannya saja bagi yang gak suka ff saya silahkah jangan baca. Jangan juga di Plagiat Ok terima kasih atas perhatiannya. Sampai jumpa ^_^
Dan Soal yang nanya apa saya punya akun wattpad saya memang punya tapi baru diisi satu chapter ff dan belum saya masukan ff saya yang lainnya tapi akan saya masukan kok dan nama akun saya adalah Shin Minrin ( ShinMinrin976). Sekali lagi Terima kasih atas dukungannya ya ^_^
