Chapter 4: The reason
Sakura berdiri disana, seperti menunggu seseorang. Wajah imut dan rupawannya terlihat bingung dan sibuk menoleh ke-kanan dan kiri, mencari sesuatu. Seseorang. Ia menoleh kekiri, mata emeraldnya yang jernih melebar dengan kegembiraan, ia tersenyum ketika ia tidak lagi sendiri. Sasuke Uchiha berjalan mendekati sang gadis, kedua tangan disimpan dibelakang untuk menyembunyikan sepucuk mawar yang ia genggam. Mawar merahyang biasa disebut –sebut sebagai bunga cinta. Sasuke berjalan semakin dekat pada Sakura. Tidak sabar, mungkin, Sakura berjalan juga.
Dirasa jarak mereka sudah dekat, Sasuke menghentikan langkahnya, membiarkan Sakura yang menghampirinya. Ia mengeluarkan mawar ditangannya dan berlutut bagai seorang pangeran yang hendak melamar putrinya.
"Sakura Haruno, kupersembahkan mawar ini untukmu sebagai tanda cintaku. Aku, Sasuke Uchiha—dengan ini mengakui bahwa diriku-" Sasuke hendak menyatakan cintanya pada gadis pink itu, tapi-
..ternyata gadis pink itu melewatinya dengan acuh.
Seakan dunia berhenti, jam dan makhluk hidup semuanya terdiam. Sasuke Uchiha mematung atas apa yang dilakukan cinta pertamanya barusan. Jantungnya berdetak kencang, keringan mengalir deras, kepanikan mengusainya.
Ia merasakan firasat buruk.
Ia tahu apa yang ada dibelakangnya.
Tapi, jangan sampai itu benar-benar terjadi! Jangan sampai… pemuda itu..
Dengan gemetar dan komat-kamit dalam hati, Sasuke menoleh kebelakang secara pelan.
Disana ia melihat pujaan hatinya sedang memeluk seorang remaja berambut merah. Memiliki bola mata hijau tua dan tato 'AI' di jidat kanannya. Dia adalah rival cintanya, Sabaku no Gaara.
Tidak, Sakura… jangan!
Sakura menjinjitkan kakinya, wajahnya mendekati Gaara. Wajah Gaarapun mengikuti.
Kumohon! Jangan!
Mereka semakin dekat.
Ti-
Bibir mereka akhirnya saling menempel.
"TIIIIIIIIIIIIIIIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK!"
Sasuke bangun dari tidurnya. Ia melompat duduk dengan wajah gelisah dan pucat. Tubuhnya basah bermandikan keringat, apalagi wajahnya.
"Mim…hahh.. pi?" tanyanya dengan nafas tersengal-sengal.
Ia melihat sekeliling untuk memastikan. Belum yakin, ia mencubit pipinya sendiri. Suara 'aw!' yang ia beriakan menyakinkan dia.
"'Syukurlah.. tadi hanya mimpi." Sasuke bernafas lega. Kemudian wajahnya cepat berubah menjadi kesal. "Mimpi buruk brengsek! Membuatku jantungan saja! tentu saja itu hanya mimpi buruk! Aku tidak akan membiarkan scene mengerikan seperti tadi menjadi nyata! Persetan dengan Sabaku no Gaara! Sakura milikku!" Sasuke bertekad.
Dengan kasar ia membuka selimut yang melilit tubuhnya dan berjalan manuju kamar mandi. Setelah itu ia berpakaian biasa dan langsung pergi tanpa membereskan ranjangnya yang masih berantakan. Ia hendak melakukan kegiatan rutin setiap pagi bersama keluargnya, yaitu sarapan. Disepanjang perjalanan Sasuke mendumel kesal.
"Brengsek! Kenapa juga aku bisa memimpikan hal itu! Itu mimpi paling buruk sepanjang masa!"
Ia akhirnya sampai diruang makan, hanya tinggal belok tikungan kiri dan-
Triiiiiing!
Sasuke menutup matanya reflek, ada cahaya yang menyilauinya. Ia bersumpah ia melihat 'love-love' berterbangan. Penasaran, ia melangkahkan kakinya untuk belok.
TRRRRRRRRRRRIIIIINGGG!
Cahayanya semakin jelas terlihat, menyilaukan. Love-love berterbangan dengan sayap-sayap. Fugaku Uchiha yang duduk dikursi merasa silau juga, ia menyembunyikan wajahnya dengan Koran. Sementara Mikoto Uchiha senyum-senyum senang sambil makan, ia tidak merasa terganggu dengan cahaya silau sebab siap sedia dengan kacamata hitam yang dikenakannya. Lain dengan Shimura Sai, pemuda itu tampak tidak mempan dengan cahaya silau, ia makan dengan tenang. Sasuke menatap kearah silauan diruang makan, silau itu disebabkan oleh seorang pria bermarga Uchiha. Itachi Uchiha sang kakak Sasuke. Ia tersenyum menyilaukan, kegirangannya membuat efek fantastis. Pria itu saat ini sedang duduk dengan seorang gadis berambut pirang dan maja hijau. Cecil Alexander, gadis yang datang dari luar negeri ke jepang bersama Shimura Sai.
Saat insiden Hinata diculik Naruto, Itachi menemukan Cecil tersesat dari Sai. Itachi jatuh cinta pada gadis itu. Setelah Hinata menghilang, Cecil dikembalikan kepada Sai dan betapa kebetulannya bahwa dua orang itu adalah kenalan kakek mereka, Madara Uchiha. Dengan perintah Madara, Cecil dan Sai menetap dikediaman Uchiha. Oh, Itachi sangat bersyukur akan hal ini.
Semua orang sangat terkejut mengetahui Cecil seumuran dengan Itachi, melihat wajahnya yang baby face, pakaian lolitanya dan sikap polosnya, ia mengira Cecil 14 atau lima belas tahun. Ternyata 'don't judge book from cover' itu benar. Sementara Sai seumuran dengan Sasuke. Cecil dan Sai adalah anak yatim piatu yang diadopsi Madara dari panti asuhan tiga tahun lalu. Ia mengirimkan mereka berdua ke Jepang kini untuk membantu Sasuke atas kasus-kasus yang terjadi. Sai berbakat menjadi mata-mata atau assassin sedangkan Cecil mempunyai keahlian bisa melihat kebohongan seseorang, cocok untuk mengintrogasi musuh.
Itachi kini sedang makan dengan bahagia, ia bermesraan dengan gadis yang ia sukai walaupun gadis itu belum jadi pacarnya. Ia mencoba menyuapi Cecil, walaupun Cecil tidak mau tapi bukan Itachi namanya jika tidak punya siasat licik agar Cecil mau ia suapi. Cecil yang terlanjut polospun mudah masuk jebakan Itachi. Akhirnya mereka makan berdua dengan mesra secara saling suap-menyuapi.
Pemandangan itu benar-benar membuat Sasuke jengkel, ini bukan pertama kalinya. Sudah hampir dua minggu dua pendatang baru menetap dan Itachi selalu saja bermesraan karena dilanda mabuk cinta. Itu membuat Sasuke merasa kesal, biasanya ia yang selalu menjadi pemenang karena ia bebas bermain dengan gadis-gadis, lain dengan Itachi. Sekarang ia merasa seperti terkena karma yang ia buat sendiri. Fugaku setuju Itachi bersama Cecil karena gadis itu adopsi ayahnya, Madara. Tapi Sasuke tahu, itu karena Itachi benar-benar serius dengan Cecil kali ini dan mengancamnya dengan segara rekaman dan video memalukan Fugaku Uchiha selama hidupnya. Kapok dengan prank Itachi, mau tidak mau ia setuju.
Sasuke duduk dan makan dengan cepat, ia ingin meninggalkan dua sejoli disebelahnya dengan cepat.
Sekarang aku tahu kenapa aku bermimpi buruk tadi. Aku iri akan Itachi dan ingin cepat-cepat menjadikan Sakura milikku. Tapi dunia terlalu kejam karena aku mempunyai rival! Sial!
Dulu aku bisa mendapatkan gadis yang kumau dengan mudah, sekarang…?
Sebenarnya jika ia mau, ia bisa saja seperti dulu. Cewek-cewek masih menyukainya, tentu saja. Siapa yang bisa menolak keseksian Uchiha?! Tapi, Sasuke merasa aneh. Sejak ia bertemu Sakura ia menjadi bosan dan jijik berhubungan dengan cewek lain. Hasrat biraninya tidak pernah terpenuhi lagi. Ya, ia hanya ingin Sakura! Wow, maniak Sex Sasuke Uchiha sang dewa sex ini menolak sex! Ia telah tobat dengan wanita-wanita jalang. Cinta memang bisa bisa merubah seseorang.
Sialan! Pokoknya Sakura milikku! Tidak akan kuserahkan padamu, Sabaku no Gaara!
Brak!
Baru saja dua-tiga suap Sasuke sudah lepas dari kursinya.
"Aku sudah selesai." Ia pamit kepada keluarganya dan bergegas masuk kemobilnya hendak menuju kediaman Sabaku.
Aku akan mengajak Sakura kencan hari ini. Ia mengecek penampilannya di kaca mobil dan merasa tidak ada yang kurang darinya. Aku sempurna. Dengan percaya diri ia membuat mobilnya melaju kencang.
Sasuke telah sampai ke kediaman Sabaku, tanpa basa-basi ia menekan tombol bel. Pintu dibuka dan keluarlah wanita berambut pirang dengan 4 kunciran, ia berpakaian minim sebagai piyama. Sasuke bisa melihat seorang pria berambut hitam dengan hairstyle nanas dibelakangnnya, cowok itu seumuran dengan wanita yang membuka pintu. Pakaiannyapun minim, hanya boxer.
"Siapa?" Tanya wanita berkuncir 4 alias Sabaku no Temari.
"Selamat pagi, namaku Sasuke Uchiha. Aku teman sekelas Sakura, apa Sakura ada?" jawab Sasuke sopan.
Temari menguap ngantuk. "Sayang sekali dia dan Gaara pergi keluar barusan."
Jawaban Temari membuat Sasuke panic.
Pergi ke luar dengan si merah itu? Brengsek! Apa dia mendahuluiku dan berkencan dengan Sakura?
Tidak akan kubiarkan!
"Maaf, kira-kira mereka pergi ke mana ya?"
"Mereka bilang mau pergi ke Pemakaman Konoha untuk menghandiri dikuburkan ayah dan sahabat Sakura."
Sahabat Sakura pasti Hinata Hyuuga dan ayahnya adalah Hiashi Hyuuga. Jadi gadis mantan pemalu itu benar-benar seorang psikopat. Ia bahkan membunuh ayahnya sendiri. Sasuke memang tidak melihat kejadian penusukan Hinata pada ayahnya karena dirawat akibat luka tembak, tapi bukan Uchiha namanya jika ia minim akan informasi. Cinta pertama atau mainan si dobe, hmm… ah! Siapa peduli! Semua kefokusanku adalah menjadikan Sakura milikku sekarang! KageB unshin atau apapun! Aku juga tidak peduli!
Sasuke berterimakasih dan pamit pergi . Ia memasuki mobilnya lagi dan melaju menuju tempat yang diberitahukan Temari.
Kematian Hiashi Hyuuga telah diberitahukan kepada semua klan Hyuuga dan atasan mereka kemarin. Tanpa membuang waktu lagi pria itu dimakamkan. Pemakaman ditanah kuburan berlangsung ramai dengan isak tangis dari jumlah pelayat yang banyak. Berdiri dibarisan depan, Minato dan keluarganya berkumpul komplit, bahkan mantan ketua Uzumakipun, Kurama, juga hadir. Minato menatap makam Hiashi dengan penuh kesedihan dan penyesalan.
Jika tidak ada kau, klan Hyuuga tidak akan seperti ini!
Minato mengepalkan tangan kala memori-memori kembali berputar. Ia mengingat ucapan Hinata Hyuuga padanya.
Ini memang salahku.
Kekayaan, kekuasaan dan kejayaan. Semua hal kau berikan itu hanyalah rantai yang kau ciptakan pada klan Hyuuga, membuat kami melupakan apa yang paling penting dari sebuah klan. Kekeluargaan.
Aku.. semua yang dikatakannya benar. Aku tidak bisa menyangkal.
Kaulah yang menganggap remeh Akatsuki, kaulah yang memerintahkan Shizuka Hyuuga untuk menjalankan misi merebut kembali chip SEORANG DIRI!
Aku telah mengorban satu demi satu bidak, yaitu para anggota Hyuuga, bahkan sang queen tidak luput dari itu. Kini…
Mata azure miliknya menatap sendu kearah makam didepannya. Dia menutup kedua mata dengan cepat dan berpaling. Jika bisa, ia ingin lari dari kenyataan ini.
…sang King-pun telah tumbang. Akibat pemberontakan, revolusi dari anaknya sendiri, sang princess.
Minato menggigit bibirnya keras, tangannya mengepal hingga kuku jari melukai kulit dan membuatnya meneteskan cairan merah. Kulit bibirnyapun sobek sedikit, tertimpa darah disana. Ia geram, kesal dan frustasi. Perasaan bersalah semakin membuatnya tertekan. Ia berharap ia hancur, ia ingin menghilang dan lenyap dari muka bumi. Apalagi saat ia mengingat perkataan panjang dari Hinata ini:
Tahukah bagaimana perintahmu yang telah mengorbankan para anggota Hyuuga semena-mena hanya karena kepentingan sendiri? Tahukah apa yang kau sebut hadiah itu telah menghancurkan hal penting dari Hyuuga? Kekeluargaan! Tahukah bahwa kau telah mengutuk Hyuuga dengan rantai pembelengumu? Kau telah membuat klan Hyuuga menjadi robot yang tidak berharga selain melayanimu, Uzumaki!
Minato semakin merasa bersalah. Ia yakin kematian lebih baik dari ini.
Apa yang salah? Aku hanyalah Minato Namikaze, dulu… aku meninggalkan kampung halamanku untuk bertobat dari kebejatan dan perbuatan buruk. Bertemu Kushina justru semakin parah. Aku melakukan banyak perbuatan yang lebih buruk dari diriku yang dulu!
Aku masih tidak bisa melupakan Hokage yang kubunuh demi menyelamatkan Kushina dulu. Aku tahu aku memihak pihak yang salah, tapi rasa cintaku pada Kushina membuatku buta. Apakah cinta itu salah?
Kushina menyadari suaminya bermuka pucat seperti orang sakit, ia khawatir.
"Kau tidak apa-apa, Minato? Kau sakit?" ia menyentuh pundak Minato, tubuhnya merapat kesuaminya. Ia melihat Minato menggigil dan tubuhnya sangat rapuh seakan bisa jatuh kapan saja. Kushina siap menopang suaminya kapan saja. Tapi-
Minato justru menepisnya secara mengejutkan.
Tidak biasa, karena suaminya menepisnya dengan kasar.
Kushina bersumpah kala ia melihat suaminya melotot tajam padanya. Penuh akan kebencian.
Minato tersentak akan apa yang ia lakukan. Ia meminta maaf dengan panic. Otaknya belum bisa bekerja dengan normal karena frustasi. Ia hanya pamit dan berlari meninggalkan istrinya dengan cepat. Sangat cepat sehingga Kurama hanya membuka mulutnya tanpa mengucapkan kata-kata makian dan membentak akibat perbuatan Minato yang dianggapnya kasar pada putri tersayangnya. Menma dan Naruto hanya menatap ayahnya dengan kaget dan bingung.
Kushina terdiam menatap punggung Minato yang semakin menghilang. Rasa sakit didadanya meyakinkan dia bahwa ia mempunyai firasat buruk. Punggung suaminya itu… seakan terakhir kalinya akan dilihatnya. Sesuatu akan hilang, seseorang… hilang. Bagaikan damai sebelum badai besar datang.
Minato berlari menuju tempat parkir, ia mencuri sebuah mobil yang terlihat paling biasa diantara jejeran mobil mahal disana. Ia tida bisa mengemudikan mobilnya, mobil itu mudah dilacak oleh Uzumaki. Ia harus pergi tanpa terlacak siapapun. Ia harus menemukan gadis itu.
Ia akhirnya cukup oleh semua kegiatan hitam dan Uzumaki. Ia telah mencapai batasnya. Sudah dimantapkannnya untuk memajukan jadwal rencana yang dibuatnya sejak bertahun-tahun lalu. Tidak ada lagi bersantai!
Rencana ini sebenarnya akan kulakukan setelah Akatsuki musnah, tapi aku tidak mempunyai pilihan lagi. Aku harus meminimalkan dosa-dosa yang akan ku lakukan mulai hari ini!
Minato menggenggam stir mobil dengan erat.
Tidak apa jika Kushina akan membenciku.
Menma dan Naruto pasti akan membalas dendam dan membunuhku.
Ia mengingat keluarganya, para Uzumaki dan hari-hari indah bersama mereka. Semua itu hanya akan menjadi masa lalu. Kadang, walaupun apa yang kita lakukan adalah untuk kebaikan, itu juga mempunyai sebuah konsekuensi.
Minato tersenyum kecil, air mata mengalir dari kedua mata azure miliknya.
Good bye… my family.
Setelah menyeka air mata, Minato terfokus pada ingatannya, kemarin Naruto mengatakan sesuatu tentang Hinata. Tentang cara membangunkan gadis itu dari Akuma.
Alasan.
Minato tersenyum.
Membunuh Kurama Uzumaki bisa menjadi alasan yang bagus. Dengan itu yakuza Uzumaki akan hancur dan itu pula adalah kebebasan bagi klan Hyuuga.
Itu yang paling kau inginkan, kan? Hinata?
Mobil Minato melaju semakin jauh meninggalkan pemakaman.
DISCOUNTINUED
Hallo, semua peminat/pembaca/pe-review dll cerita ini dan Bloody Momento. Azure member kabar buruk karena cerita ini DISCOUNTINUED/ terbengkalai. Azureberharap mempublish buku dan niat Azure publish cerita disini adalah untuk mengasah kemampuan Azure dalam membuat cerita. Sayangnya Azure piker cerita ini kurang bagus. Banyak kesalahan dan ceritanya semakin ngawur. Maaaf! Jadi Azure pikir percuma dilanjutkan. Azure akan mempublish cerita baru/melanjutkan cerita2 lain. Maaf banget untuk yang suka cerita ini tapi Azure benar-benar dalam krisis ekonomi sekarang apalagi sudah lulus sekolah. Harus mengasihkan sesuatu untuk ekonomi, g bisa dikasih dari ortu lagi. Jadi, tolong maklum.
Jika tertarik melanjutkan cerita ini silahkan saja tapi izin dulu dengan cara PM Azure, ya! Ehehe
Makasih banyak untuk sem ceua yang menyukai BM dan WTP, good bye and see u again in another story.
Salam, Azure Shine.
