There's Christmas Cake although Today isn't Christmas Day

Chapter 4: Man Doesn't Understand What Girl's Talk is

.

Warning: OkiKagu. slight HijiMitsu, KonTae. 25 y.o!Okita Sougo. 21 y.o!Kagura. Quick typing as usual. Lack of description? Too quick/slow pace? OOC. Typo(s)? Cliche plot. Sex education? Pregnancy education? Biology! Censored words. (Rated T fic afterall?)

Disclaimer: Characters belong to Sorachi Hideaki. Shaun have the plot, nothing else. Don't get any profit from making this fic.

Keterangan: Sougo memanggil Hijikata dengan nama kecilnya (Mitsuba sudah menjadi Hijikata juga, benar?), Tae umurnya sama dengan Sougo, ya. (Berdasarkan wikia. Jadi, *coret*sebenarnya berarti Kondo itu pedo?*coret* mereka beda 10 tahun wkwk.) Mitsuba 30 mungkin? (Masih umur aman untuk kehamilan.)

.

Pada satu malam, entah apa yang membuat kepala Shinsengumi itu datang ke kediaman Hijikata. Ia segera menarik wakil kepala Shinsengumi dan kapten divisi satu itu ke ruang tamu. Membiarkan istri mereka serta kekasih Sougo di ruang makan. Tae kebetulan ikut karena berpikir ingin mengunjungi Mitsuba. Tetapi tidak menyangka akan menemukan Kagura juga berada di sana.

Kekasih adik Mitsuba itu meletakan tiga cangkir berisi teh sebelum duduk.

"Anego, apa kabar?" Sapa Kagura girang. "Shinpachi bilang belakangan kau sedang tidak enak badan, apakah kau sudah sehat?"

Mitsuba menutup mulutnya karena terkejut, "Apakah kau sudah baik-baik saja?" tanyanya dengan cemas.

Tae mengangguk, "Sebenarnya setelah diperiksakan, aku ..." kakak Shinpachi itu mendadak ragu untuk melanjutkannya. "Aku hamil." Lirihnya. Pernyataan itu menyebabkan kedua perempuan yang berada di depan Tae terkejut.

"Ha-ha-hamil, Anego?! Anego hamil anak Gorila?!"

"Kautahu, Kagura-chan. Kita harus berhenti mengejek Isao-san."

"Wah, selamat ya, Otae-chan! Kuharap bayinya sehat." Mitsuba memberikan senyuman lembut. Tanpa sadar, ia mengelus perutnya sendiri.

"Aneue juga hamil?" Pertanyaan polos calon adik iparnya benar-benar menusuk hati imajiner. Mitsuba menggeleng pelan. Tetapi, raut wajahnya menandakan ia ingin segera memiliki buah hati.

Suasana agak menjadi canggung, mengingat wanita kelahiran Mei itu menikah lebih dulu daripada pasangan Isao-Tae tetapi belum mendapat momongan. Pernah sekali ia mengandung, namun, dikarenakan tubuhnya yang lemah dan pembuahan yang tidak tepat waktu membuatnya kehilangan calon buah hati. (1)

Kagura berdehem, "Tenang, Aneue! Aneue hanya cukup memintanya melakukannya terus hingga mendapatkannya!" Sarannya dengan ambigu sambil menggenggam kedua tangan Mitsuba.

"Itu tidak membantu, Kagura-chan." Tegur Tae, "Kau harus tahu bahwa kehamilan dapat terjadi jika dilakukan di saat yang tepat dan cara yang tepat."

Tentu membicarakan hal ini akan merubah rated cerita ini, mari dibahas dengan ambigu.

Topik bahasan tersebut membuat wajah kakak Sougo itu memerah, tetapi, ia juga agak penasaran. Siapa tahu ia akan mendapatkan informasi penting, gadis berumur 21 tahun itu menatap balik wanita yang menegurnya, "Maksudnya, Anego? Bukankah semakin sering artinya semakin banyak sehingga semakin memperbesar kemungkinan? Bukankah caranya hanya satu?" jelasnya.

Mantan gadis kabaret itu menggeleng kepalanya, senyum belum hilang dari wajahnya, "Kalian tahu bukan kalau setiap perempuan memiliki masa suburnya? Seharusnya dilakukan di saat itu. Beberapa yang aku dengar dari yang lain, jika ingin mendapatkan anak laki-laki, pasangan tersebut harus melakukannya dengan *piiiip* karena katanya bibit laki-laki jauh lebih lemah dari perempuan, dengan melakukan itu dapat memperbesar kemungkinan ia sampai di indung telur dengan selamat." Mitsuba mengangguk mengerti, Kagura mengangguk ragu.

"Makan-makanan yang dimakan juga berpengaruh." Mitsuba kembali terkejut, "Jika ingin anakmu laki-laki, perbanyaklah makan daging. Jika perempuan, perbanyak makan sayuran. Sekian yang aku tahu. Semoga berhasil, Mitsuba-san."

"Ah, terima kasih, Otae-chan."

Gadis Yato itu termenung, sebegitu susahnya mendapatkan bayi? Tetapi ... "Bagaimana rasanya?"

Hening.

Mendadak meja makan dipukul dengan keras, "Ka-Ka-Kagura-chan!" Wajah kedua wanita yang sudah menikah itu bersemu merah. "Kau harus menikah dulu untuk mengetahuinya, oke?" Seru Tae. Teh yang sudah disediakan segera dihabiskan sebagai pelampiasan rasa malu mereka.

"Kagura-chan, sebaiknya kita mengganti topik saja," Mitsuba mengajukan sebuah saran yang bagus, Kagura mengangguk sambil meneguk tehnya, "bagaimana rasanya setelah sebulan menjadi kekasih Sou-chan?"

PFFT.

Nyaris. Nyaris Kagura menyemprot Anego dengan teh yang ada di mulutnya. Cepat-cepat ia segera menelannya, "Kenapa Aneue bertanya seperti itu? Rasanya tidak ada apa-apa! Aku dan Sadis, maksudku, Sougo baik-baik saja!" ia menjawabnya sambil menggerakan tangannya gelisah.

Setelah berkata seperti itu, sebuah lengan memeluk lehernya, "Heee ... Kaubohong, China." suara datar Sougo segera meralat jawaban kekasihnya. "Aneue. Sebenarnya kami sangat tidak cocok. Setiap bertemu hanya dapat bertengkar." Nadanya berubah sedikit saat memberikan jawabannya.

"ITU KARENA KAU YANG MEMULAINYA!" Kagura berusaha mengigit tangan yang berada di lehernya.

"Maafkan rapat mendadaknya agak lama, Otae-san, Para laki-laki ternyata sudah menyelesaikan rapat mereka, kalian sedang membicarakan apa?" tanya Isao sambil duduk di samping istrinya.

"Cara membuat anak." Jawab istrinya terus terang.

Gorila itu terdiam kemudian memegang tangan istrinya, "Otae-san. Mura mura shimasu. (2)" kemudian segera dihajar Tae. Kadang kelakuan bodohnya bisa menyulut emosi Tae.

"Oh, maafkan aku, Isao-san. Tapi, kaulupa bahwa aku sedang mengandung anakmu?" Gadis berambut coklat itu tersenyum manis. "Sebaiknya kita pulang, aku sudah merasa lelah ..." keluhnya.

Pasangan tersebut segera meminta izin pulang kemudian berjalan keluar dari kediaman Hijikata, sebenarnya diam-diam kepala Shinsengumi itu membawa pulang istrinya dengan menggendong ala pengantin baru dengan alasan agar Tae dan bayinya tidak kelelahan.

Setelah tamunya pulang, adik dari Mitsuba memasang pose berpikir dan menatap gadis Yato di samping kakaknya itu, "Oh, jadi kau sudah siap mengandung anakku, China?" tanyanya.

Kagura segera merinding dan langsung mengacungkan telunjuknya, "Siapa yang mau mengandung anak dari Sadis Mesum sepertimu?" sambil memeletkan lidahnya. Sepertinya ia lupa jika datang waktunya, ia tidak akan bermain sebagai kekasih adik kliennya melainkan langsung menjadi adik ipar.

Mitsuba tersenyum, sepertinya mereka memang sekalu bertengkar. "Apa Kagura-chan menyukai anak kecil?" Kagura yang tengah menjambak rambut coklat Sougo segera menatap si penanya lalu memberikan anggukan cepat. Wanita itu segera menepukan tangannya. "Bukankah itu bagus, Toushirou-kun? Jika kita punya anak nanti, kita bisa meminta Kagura-chan untuk menjaganya."

Wajah suaminya segera memerah saat membayangkan ia akan memiliki seorang anak hasil cinta mereka. Tapi, apakah anaknya dapat tumbuh dengan baik jika bergaul dengan adik iparnya sendiri?

Jangan-jangan malah dicuci otaknya untuk membunuh ayahnya sendiri.

Toushirou segera membuat catatan mental untuk menjauhkan anaknya dari Sougo.

"Ngomong-ngomong tentang anak kecil ..." Mitsuba segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kamarnya, saat kembali, di tangannya terdapat sebuah buku, album foto lebih tepatnya, "Kagura-chan ingin melihat Sou-chan saat masih kecil?"

Gadis berambut jingga itu segera berhenti menjambak rambut kekasihnya dan berlari kecil mendekati Mitsuba, Aku mau melihatnya, Aneue. Baru membuka halaman pertama, wajah Kagura segera cerah. "BOHONG!" Pekiknya, "I-INI SI SADIS?! Ya ampun dia lucu sekali. Ahaha, aku ingin mencubit pipinya!" Girang Kagura sambil tetap membalik halaman album foto itu.

Tak jauh dari sana, terdengar suara dengusan, "Tidak sampai pipimu dicubit balik olehnya." komentar pecinta mayones itu.

"Kauingin merasakannya lagi, Toushirou-san?" Adik iparnya segera memasang kuda-kuda untuk mencubit pipi wakil kepala Shinsengumi.

Setelah selesai melihat-lihat, mendadak kepala jingga itu berdiri, "Aku lupa! Hari ini ada klien yang menitipkan anaknya dan aku bagian jaga malamnya! Aku harus pulang. Maaf menganggu!" dengan lincah ia pergi ke pintu depan dan mengenakan sepatunya.

"Oi, China. Tunggu aku." Pangeran Sadis itu segera mengikuti kekasihnya keluar.

Setelah mereka berdua pergi, Mitsuba segera mendekati suaminya dan berjinjit, membisikan sesuatu. Mata biru Toushirou agak terbelalak, wajahnya sedikit memerah.

"Baiklah, mari kita coba."

Sedangkan, si adik ipar tanpa sadar memberikan privasi kepada kakaknya.

"Kenapa mendadak membicarakan tentang membuat anak?" tanyanya penasaran. Ia tahu ia belum memiliki keponakan dan belum ada tanda-tanda akan memilikinya. Ia akan menyalahkan pencinta mayones itu, yang dulunya sering sekali merokok. Mungkin karena itu kakak iparnya (kemungkinan) mandul.

"Anego hamil dan Aneue juga ingin memiliki anak. Aku baru tahu membuat anak sesulit itu." Kagura menghela napas. "Ngomong-ngomong ... Seharusnya kaubisa mencari perempuan yang lebih cocok menjadi ibu dari anakmu, Sadis. Setelah itu, pekerjaanku akan selesai." ucapnya sambil memainkan ujung rambutnya.

"Hm," Sougo berpikir sejenak, "aku sebenarnya juga tidak keberatan jika kau menjadi ibu dari anakku." Meski suara lawan bicaranya datar, Kagura tidak menyangka ia akan berkata seperti itu.

Mungkin jika ia menjadi ayah dari anakku ...

"TIDAK! PIKIRAN KONYOL APA ITU?!" Kagura berteriak di dalam kepalanya.

Mendengar, "Aku serius, China." membuat debaran jantungnya semakin intens, ia tidak berani mengangkat wajahnya yang pastinya memerah.

"Karena," Lanjutnya, "pasti anak kita akan hebat. Memiliki kekuatan ras Yato dan mewarisi kemampuan menggunakan pedang. Ia pasti akan menjadi orang yang dapat membunuh pamannya sendiri."

"ITU YANG KAUINGINKAN?! DASAR SADIS BODOH!" Perempuan Yorozuya itu segera memukul kekasihnya dan berlari meninggalkannya. Wajahnya masih memerah dan jantungnya masih terus berdetak lebih cepat.

Suara laki-laki yang terus memanggilnya ia abaikan. Ia bisa ditertawakan karena hal tersebut.

Kagura menyesal bisa berdebar karena Si Sadis Sialan ini.

.

o.o.o.o.o.o

.

(1) Salah satu pemyebab keguguran. Jika endometrium tidak tebal, janin tidak dapat tersokong dengan baik (cmiiw)

(2) Perlukah diterjemahkan? Terangsang.

Balas review anonim (Chapter kemarin banyak menarik anonim? /plok. Silahkan dilewati~)

- avisn: Saya terharu anda menunggu fic (abal) ini, hahaha. Terima kasih atas pujiannya dan review-nya. Percayalah selama Gintama belum tamat, saya akan tetap berkeliaran di fandom ini wkwk. Saya mengakui bahwa fic ini bisa jadi semi-hiatus, tapi, saya akan melanjutkannya. Mohon pengertiannya :) (Btw, ini plot abal, anda bisa menebak ceritanya hahaha.)

- Law'S: Syukurlah kalau semakin seru. Karena semua ini random sesuai dengan apa yang sedang dipikirkan. Terima kasih sudah mau membaca dan meninggalkan jejak!

- shoyo: Terima kasih atas pemberitahuannya, sudah membaca dan meninggalkan jejak hehehe :D

- ryugamine mikasa: Sebenarnya anda meninggalkan review di chapter 1 yang belum ada Sougo muncul wkwk 😄 Terima kasih sudah mau membaca dan meninggalkan jejak!

- Mimawarigumi: Sougo selalu keren kapanpun 😌 *ikut histeris* Terima kasih atas review-nya, maaf ya update-nya bakal lama.

- Namehisa: Terima kasih pujian dan review-nya :D Tetap dilanjutkan~!

- Lia: Baguslah jika anda menikmatinya! Maaf update-nya bakal lama. Terima kasih sudah meninggalkan jejak!

(Jikalau yang anonim di fic "You Knew About the Tragedy Yet Still Repeat it" membaca cerita ini juga)

- Ohmyno: Kebetulan dapat ide seperti itu hahaha! Yep, menikah legalnya 19 setahu saya (bagi perempuan di Indonesia /cmiiw/), tapi, tidak menutup kemungkinan habis SMA menikah (atau MB*). Ehem. Kagura tetap pergi sama Umibouzu dan Kamui. Jadi akan kembali dalam beberapa tahun lagi~ (Jadi mereka menikahnya bukan saat itu juga hahaha). Terima kasih sudah mau membaca dan meninggalkan jejak! Baguslah jika anda merasa terhibur!

- I'm Sadist too: Wah, makasih untuk pujiannya. Selamat datang kembali di fandom fic Gintama? Hehe. Maaf membuat anda harus menunggu lebih lama |||orz

.

A/N: Seputar chapter kali ini. Sebenarnya topik kehamilan itu seru (Saya masih muda. Tenang saja(?)) berhubung karena itu kisah setiap ibu, maafkan saya setting selalu saat makan malam. Rencana untuk chapter selanjutnya sih setting-nya berubah, tapi ... Waktu dan ide benar-benar tidak dapat bekerjasama. Mungkin update selanjutnya bulan depan (atau tahun depan? /dibakar.) Meskipun saya cinta untuk mengetik semua kisah(?) ini, tetapi, saya masih harus melanjutkan hidup /lebay/

Kuliah saya benar-benar harus dipersiapkan dari sekarang dan beberapa kegiatan organisasi yang krusial. Yah, maafkan saya. Wish me luck too, hahaha.

See you at OkiKagu month? OkiKagu week? OkiKagu day? (September, 1st-7th September, 5th September.)

Thankies for reading and have a nice day!

Shaun.

(Edit: Entah kenapa saat mengetik di komputer, tanda petiknya suka hilang -_- /lelah/)