TITLE : MAGICALLY IN LOVED
AUTHOR : LEE EUN SAN
GENRE : ROMANCE, ACTION (maybe ^^)
LENGTH : CHAPTERED
MAIN CAST :
*Choi Siwon
*Kim Kibum
*Lee Donghae
*Lee Hyukjae or Eunhyuk
Disclaimers
Cerita ini terinspirasi dari sebuah novel karya karla m nazhar dengan judul hate, love and hocus pocus. Tapi epep ini milik aku. Thanks.
Jaksa choi atau siwon tampak begitu puas setelah melihat raut wajah kibum yang kesal. Ia memang sengaja mengganngu kibum tadi. Ia tahu kibum sedang mengincar tempat parkir itu, makanya ia segera memacu Gabriel untuk mengambil tempat incaran kibum
"hahahaha,,, asik juga mengganggu anak TK macam kau ternyata…." Kata siwon sambil tersenyum senang.
.
.
.
Chapter three…..
Sumpah serapah keluar beruntun dari bibir merah kibum. Sepanjang jalan menuju ruangannya tak pernah sekalipun ia berhenti menyumpahi pria bermarga Choi itu.
"hhh,, how can I meet such a trouble thing like him,,, oh,, god..!" keluh kibum kesal sambil menghembuskan nafasnya jengkel.
Tak lama berselang kibum sampai di ruangannya, kali ini ialah yang pertama datang karena memang dia sengaja melakukannya. Ia ingin mempersiapkan semua hal yang ia perlukan untuk menjerat targetnya.
"hhh,, everything is ready,, and now I just need to wait the fish come… it's fishing time…" katanya sambil menunjukan smirk andalannya.
Saat kibum sedang asik dengan segala persiapanya pintu ruanganya terbuka.
"ah,, jaksa Kim,, anda sudah datang,, " kata dong joon yang baru saja datang .
"ah,, iya, aku sengaja datang lebih awal,, tenag saja kau tidak terlambat… tidak usah panik begitu, masuklah.." kata kibum dengan senyuman mautnya.
Dong joon tampak sanggat terpesona dengan senyuman maut kibum yang terkenal.
"astaga,,cantik sekali,,,,," batinnya gugup.
"eh,, eum,, ne jaksa kim,, " balasnya kikuk.
Tak lama pintu kembali terbuka dan min younglah yang muncul.
"eh,, jaksa kim sudah datang,,,? Apa aku terlambat..? katanya mengoreksi dirinya.
"no, you're not. Please come in." jawab kibum
"ah,, begitu,,," min young menggaruk kepalanya pelan lalu duduk di kursinya.
"dong joon-ssi,, kemarin saat kau menyampaikan surat pemanggilan itu, bagaimana reaksi dari nyonya itu,,?" Tanya kibum pada dong joon yang sedang asik dengan komputernya.
"dia tampak sangat santai, jaksa kim. Seolah-olah dia memang tak bersalah. Tapi entahlah kurasa ada sesuatu yang salah padanya tapi aku sendiri masih belum tahu apa itu,," jawab dong joon jujur.
"really,,?" Jawab kibum santai.
Dong joon tampak kebingungan melihat sikap kibum yang terlihat sangat tenang.
"apa orang seperti dia bisa memecahkan kasus seperti ini….?" Batin dong joon ragu.
"anda terlihat santai jaksa kim,, apa anda sudah mengetahui sesuatu,,?" min young bertanya dengan wajah menyelidik.
"hahahah.. just wait and see,, guys,,,. You will know it soon…!
" be patient,, ne…."
Kibum sadar kedua anak buahnya itu sangat penasaran, tapi apa bagusnya membuka semuanya sekarang,eoh.. lebih seru jika mereka melihat sendiri tersangka itu mengakui segala kejahatanya tanpa paksaan.
Jam menujuk angka sepuluh lewat saat sosok yang sedari tadi ditunggu oleh ketiga pegawai kejaksaan itu muncul.
"selamat pagi nyonya baek ah jung,," sapa kibum ramah pada sosok perempuan paruh baya yang baru saja memasuki ruanganya itu.
wanita dengan stelan dress berpotongan sederhana namun tak menghilangkan kesan elegan dan berkelas itu masuk dengan langkah matab dan santai.
"selamat pagi juga jaksa kim.." jawabnya ramah.
"sit down, please…" kibum mempersilahkan wanita tadi duduk.
"ah,, thank you,, jaksa kim". Dia duduk di depan kibum dan tampak terlihat sangat tenang. Justru kedua asistennyalah yang terlihat gelisah.
"well, nyonya baek,, do you know why you have called to come to my office..?" Tanya kibum memulai aksinya.
"yes,I know. I've read your letter before." Jawab wanita itu dengan bahasa inggris yang fasih.
"really,, so, can you tell me.." pancing kibum.
Wanita itu menghembuskan nafasnya pelan sebelum mulai bicara.
"setahu saya, saya dipanggil kemari untuk menyelesaikan perkara pajak saya bukan..?" katanya
Kibum mengangguk pelan. "yes, madam. Jadi perkara pajak seperti apa yang sampai membawa anda kemari,eoh. Bukankah kalau pajak yang anda bayarkan sesuai maka anda tak perlu sampai kemari,bukan..?" kibum lagi lagi menanyakan pertanyaannya dengan mimik wajah tenang bahkan terkesan sedikit dingin.
"memang,, maka dari itu saya datang untuk menyelesaikan segala permasalahn ini, jaksa kim. Anda tentu sudah membaca berkas kasus saya bukan?" Tanya wanita itu balik mencoba menyerang kibum.
"yes, I did."
"jadi seharusnya anda sudah tahu tentang keadaan perusahaan milikku,bukan.? Lalu apakah perkara ini bisa segera selesai? masih banyak hal yang harus aku tangani selain hal ini." Katanya lagi-lagi dengan wajah tenagnya.
"sure,, this case will be solve soon. I just need your statement, madam." Jawab kibum lagi
"ah,, then what you are waiting for? Ask me now; I'm ready to answer your question…"
"Okay,, at first,, may I know what makes your company fall down, madam..?"
Wanita tadi menghembuskan nafasnya pelan "well…you know in business, we do anything like a gambler,, if we win we will get the money and when we lose it gone…"
"aku hanya sedang kurang beruntung dengan bisnisku makanya pemasukan yang ku terima juga otomatis berkurang. Sangat berkurang malah."
"really,,? But I heard that your company had won the big tender. It's from Asian company, I guess."
Wanita itu Nampak sedikit terkejut saat kibum mengetahui hal itu.
"ah,, yy,,yeah,, but... Bukankah dalam perjudian kita juga kadang menag,eoh. Tapi tender itu masih jauh dari cukup untuk menutup lobang di perusahaanku." Jawabnya setengah berfikir.
Kibum lagi-lagi hanya tersenyum sambil mengangguk seolah mengiyakan pernyataan wanita tadi.
"ya,, ya,, i think so. Tak mungkin kita kalah berkali-kali tanpa menang."
"hhmm,, well.. Let's take another question" kibum member jeda sebentar sebelum menanyai lagi wanita yang disapanya nyonya baek tadi.
"Do you know who the owner of the Crown Company is?"
Wanita itu lagi-lagi terkejut "ah,,, nn..nno… I don't know." Jawabnya
"really,,,,? Are you sure,,,?" kibum masih berusaha membuat wanita itu membuka mulutnya.
"ya,, bahkan aku baru dengar namanya sekarang." Wanita itu tampak mulai bergerak gelisah.
"but,, I heard the news that, It is yours,, is it true..?" meski nada bicara kibum terdengar sangat halus namun setiap pertanyaan yang terlontar dari mulutnya sanggup mengikis kepercayaan diri dari wanita itu sedikit demi sedikit. Tak seperti saat ia awal masuk tadi, wajah wanita itu sekarang sudah mulai memunculkan sorot kegelisahhan.
"ah,,, no..! It's not mine..! I just own the not else." Panik wanita itu
"oh,, really,,,? So who is Gong Ah jung, by the way,,,? It's similar with your name, right..?"
"hhhh...mwo,? bukankah banyak orang yang memakai nama itu, eoh,,? Kenapa kau hanya justru bertanya padaku,eoh?"
"memang, tapi wanita dengan nama gong ah jung yang menikah dengan tuan Gong jung hwan yang meninggal sekitar tujuh tahun yang lalu pasti hanya ada satu bukan,,?"
"ap,,apa maksudmu,,? Aku tak mengerti? Siapa yang menikah dengan pria itu? Aku tak pernah menikahinya?" sankalnya
"apakah aku mengatakan itu anda,,?"
Jleb!kata-kata kibum telak memukul wanita itu.
Pertanyaan kibum berhasil menjebak wanita itu. Tanpa ia sadari ia mengakuinya sendiri.
"eh,, eum,, kau yang bilang bahwa hanya ada satu wanita.. jadi,,,"
"jadi dia itu anda,,?" cecar kibum lagi.
"hhh,, apa kau bilang,,, oh astaga,,, kau,," wanita itu mulai tampak geram dan tak sabar menghadapi semua tekanan yang kibum berikan padanya.
"Ah,, atau aku harus memanggilmu Jung ah jung dulu baru anda mengakui pernikahan anda,,?"
Wanita itu tampak sangat terkejut saat kibum mengetahui rahasianya sampai sejauh itu.
"sudahlah nyonya sebaiknya anda menyerah, aku sudah tahu semuanya." Kata kibum tenag.
"hhh,, apa maksudmu,, apa yang harus aku akui,eoh,,?"kata wanita itu masih ngotot.
"hhh,, baiklah. Kau yang memaksaku untuk membeberkan semuanya."
Wanita itu mendengus kesal saat melihat wajah stoic kibum yang menurutnya sangat menyebalkan.
"hhh,, kau pasti bercanda anak muda.. baiklah,,,coba kau katakan apa yang kau tahu,,, aku ingin mendengarnya."
Kibum menghela nafas sejenak sebelum ia mulai bicara.
" baiklah, madam. Kau mau mulai dari yang mana…?" Tanya kibum
Wanita itu mencibir kesal kearah kibum "tskk,, mulai saja dari bagian yang kau sukai,.. aku ingin mendengarnya " kesal wanita itu
"baiklah,, aku akan muali dari awal kalau begitu."
"kasus awal anda adalah mengenai penyelewengan dana pajak perusahaan anda, namun setelah aku selidiki anda juga melakukan banyak penipuan dalam menjalankan perusaahan anda."
" sedang mengalami pailit,, namun anehnya perusahaan itu masih saja bisa berdiri kokoh meskipun terlilit banyak hutang dan jarang memenangkan tender. Kenapa..?"
Kibum memandang wanita itu sambil menyungingkan smirk akhas miliknya yang mengerikan.
"karena anda sengaja membuatnya seperti itu."
Mata wanita itu mebulat sempurna. "mwo…? Apa maksudmu jaksa? Apa kau fikir ada pengusaha yang sengaja membuat perusahaannya sendiri hancur,eoh? Hanya orang yang tak waras saja yang akan melakukannya!" teriaknya kesal.
"tenaglah, nyonya. Aku bahkan baru mulai. Kenapa kau sudah tampak kesal,eoh. Bukankah katamu kau tak bersalah? Jadi kenapa kau terlihat kebakaran jengot?" Tanya kibum balik
"ap,,ap,,apa.. siapa.. ? aku tidak begitu!
Kibum hanya mendengus " mulut anda memang menyangkal tapi sorot mata anda mengatakan sebaliknya. Baiklah bisa aku lanjutkan? Alasan mengapa perusahhan itu masih berdiri adalah karena semua tender yang perusahhan itu terima adalah proyek besar.
"hhh,, kau pasti sedang bermimpi? Apa kau fikir dengan menyelesaikan satu dua tender maka keadaan perusahaanku akan membaik,eoh. Dan lagi apa kau fikir tak ada perusahaan lain yang bisa mengalahkan perusaan milikku yang hampir bangkrut itu!" klatan amarah makin nampak di sorot mata wanita itu.
"tentu ada! tapi jika yang menang tender adalah juga perusahaan milikmu maka lain soal jadinya.
"apa maksudmu, jaksa kim. Tidakkah kau dengar kata-kataku tadi,eoh. Aku hanya punya . tidak yang lain. Sudahlah, Jangan berputar-putar. Cepat katakan apa maksudmu..!"
"calm down Madame,, biarkan aku menyelesaikan semua ucapannku dulu barulah nanti kau cerna sendiri benar atau tidak apa yang akan ku katakan."
"jadi bolehkah aku melanjutkannya,..?" tanya kibum
Wanita itu hanya diam.
"diam berarti setuju..." kata kibum menyimpulkan sendiri sikap wanita itu padanya.
" well...seperti kataku tadi, perusahaanmu masih kokoh berdiri karena ada perusahaan lain-lain yang menyokongmu. Tapi kenapa perusahhan itu masih saja menempel atau bekerja sama dengan perusahaanmu,eoh.. bukankah perusahaan itu sedang bermasalah..? tapi kenapa mereka masih bertahan?" kibum menjejeali otak wanita itu dengan pertanyaan panjang yang membingungkan.
"mungkin karena mereka masih percaya pada perusahaanku,,?" jawabnya.
" benarkah,,? Bukankah tadi kau mengatakan bahwa berbisnis itu layaknya kita main judi,eoh..? lalu apa menurut anda para penjudi itu akan tetap memasang taruhan pada target yang sudah barang tentu akan kalah,,? Kurasa tidak.."
"lalu kau fikir apa…?"
"anda ingin tahu jawabanku,,?"
"tsskk,, sudah jangan berlama-lama. Bicara denganmu membuat kepalaku pusing." Keluh wanita itu.
" hahahah,,, mianhae nyonya. Baiklah kalau begitu. Ahh,, allright,,, i will go to the point! Satu alasan mengapa perusahan-perusahaan itu masih setia padamu karena perusahaan-perusahhan itu juga adalah milikmu jadi tak ada alasan bagi pemilikknya untuk menarik diri dari perusahaan itu toh semua hasil yang didapat akan mengalir ke kantongmu."
"Karena perusahaan itu masih dalam sekala kecil maka jumlah pajak yang harus dibayarkan pada pemerintah juga otomatis kecil. Ditambah lagi kau membuat seolah-olah perusahaan besar milikmu terkesan sedang mengalami masalah sehingga kau bisa mengajukan penurunan pajak pada pemerintah, so,, kau akan mendapatkan keringann pajak yang sangat jauh dari yang semestinya kau bayarkan.
"hhhh,, kau ada-ada saja,, sudah aku katakana berkali-kali aku tak punya perusahaan lain selain ." wanita itu masih terlihat ngotot dengan pendapatnya.
"benarkah,, lalu siapa kiranya pemilik dari crown company, dan yang terakir ?
Raut wajah wanita tadi makin terlihat kacau setelah mendengar rentetan nama perusahhan yang kibum sebutkan.
"mm,,mmana ku tahu,,? Aku hanya mengikat kontrak dengan mereka tapi aku tak pernah bertemu langsung dengan pemiliknya." jawabnya bohong.
"benarkah,,? Itu malah lebih aneh lagi..? kenapa anda rela bekerja sama dengan sebuah perusahana yang bahkan pemiliknya saja anda tak kenal siapa..?"
Wajah panik wanita itu semakin kentara.. matanya mulai bergerak liar kesana kemari mencari objek lain selain mata kibum untuk ia pandang. Sungguh menatap mata sehitam arang milik kibum membuat bulu kuduk wanita itu meremang.
"well,, if you don't want to tell it just let me tell you then. Yang pertama crown company adalah milik dari gong ah jung yang pasti itu anda sebelum anda menikah lagi dengan tuan baek dan mengganti marga anda. Anda sengaja tak mengganti nama anda dalam kepemilikan perusahhan itu karena sejak awal anda memang sudah memiliki rencana ini.
" yang kedua . adalah sebuah perusahhan yang bergerak dalam bidang property dan developer. Pemiliknya adalah nyonya Nathalie Dowson. Anda ingin tahu dia siapa? Dia juga anda. Nathalie Dowson adalah nama putri anda yang kini tinggal di America. Anda sengaja menggunakannya namanya karena tak banyak orang yang tahu kalau semasa anda muda anda pernah menikah dengan seorang warga amerika dan memiliki seorang putri.
Dan yang terakhir, . adalah sebuah perusahhan dalam bidang desain interior. Kenapa ini juga milik anda karena pemiliknya juga ada kaitanya dengan anda. Pemiliknya adalah tuan jung woo hyun. Seorang yang dikabarkan tinggal di venesia. Tapi setelah aku selidiki perusahhan itu dan semua hal di baliknya kesimpulanku tertuju padamu. Kenapa..? karena jung woo hyun itu tak pernah ada di venesia, jung woo hyun adalah putramu sendiri yang masih berusia 10 tahun yang kini ada di busan bersama neneknya.
Wanita itu terhenyak kaget mendengar semua kata-kata kibum yang sangat tepat.
"apa ada hal lain yang kurang nyonya,,,?"
Wanita itu terlihat menyerah kalah.
"hhhh,,,, tak ada. Semua yang kau katakan memang benar."
Dong joon dan min young yang sedari tadi hanya memperhatikan terlihat sangat terkejut melihat analisi kibum yang sangat menakjubkan. Bagaimana bisa ia memecahkan kasus seperti ini hanya dalam waktu sehari?
"benarkah..?" Tanya kibum sambil tersenyum
"sayangnya ya,, tapi bolehkah aku tahu, bagaimana kau bisa sampai tahu semua itu?" Tanya wanita itu ingin tahu.
"sebenarnya mudah saja, kau hanya punya satu kesalahan yang kau ulang-ulang." Papar kibum
"maksudmu?"
"hhh,, kesalahanmu hanya terletak pada kepemilikan pada perusahaan itu. Dan lagi semua uang yang mengalir tertampung pada rekeningmu."
"rekeningku?" ulangnya.
"yes,, rekening dengan nama jung ah jung,,, sekarang coba kau fikir siapakah sosok jung ah jung yang memiliki saldo rekening di dalam tabunganya sampai ratusan juta won,eoh,,?"
"kau tahu di negeri ini mencari orang kaya ibarat mencari bulu kucing,, sangat mudah… tapi aku justru kesulitan mencari nama jung ah jung dalam deretan nama sosialita negeri ini. Lalu kenapa orang sekaya itu tak pernah Nampak di permukaan?"
Wanita itu tersenyum miris, sepertinya ia menyesali kecerobohannya. "ah,, ternyata begitu,,,"
Wanita itu terdiam sesaat. Fikiranya bergerilya kesana-kemai merutuki kecerdasan kibum dalam membongkar semua rencana yang telah ia bangun bertahun-tahun lamanya, bahkan yang lebih menyesakkan lagi akar permasalahannya justru timbul dari sebuah nama.. Ah,, ternyata ungkapan William Shakespeare katakan bahwa, " apalah arti sebuah nama" itu tak benar adanya. Nyatanya dia justru tersungkur karena sebuah nama.. yang mirisnya dalah namanya sendiri.
"so,, sampai bertemu di pengadilan nyonya baek ah jung." Kata kibum santai.
"hhhhh,,,," wanita itu hanya mendesah pelan sambil berlalu dari meja kibum
"madame,, " panggil kibum lagi.
"untuk seorang yang sedang dalam masa krisis penampilanmu juga terlalu mencolok." Kata kibum
Wanita itu tampak melihat penampilanya sendiri. "hhh,, benarkah,,,?" dia tersenyum singkat.
"Kurasa kau tahu mana barang bagus" katanya sebelum melanjutkan langkahnya dengan gontai.
Segera setelah wanita tadi pergi, dong joon dan min young berlari ke meja kibum guna melancarkan pertanyaan yang sedari tadi mereka pendam.
"astaga,,, aku hampir tak bisa bernafas saat anda memaparkan semuanya jaksa kim,," kata min young sambil mengelus dadanya.
"ah,, anda hebat sekali jaksa kim,, dari mana anda tahu segala semua itu,,?"
kibum hanya tersenyum
"kau lupa dengan sebuah teknologi yang dinamakan internet,eoh..! apapun yang aku mau cari bisa dengan mudah aku temukan lewat alat itu."
"benarkah,,? Tapi bahkan ini baru sehari setelah anda menerima berkas itu,, astaga anda membuatku tak bisa berfikir…?" dong joon menggeleng-gelengkan kepalanya frustasi.
"hahahahha,,,, kau jangan terlihat bingung begitu, dong joon-ssi. Biasa saja lah…"
"bagaiman bisa kami terlihat biasa jaksa kim,,,? Anda membuat kami hanya bisa ternganga seperti orang bodoh melihat anda bicara panjang lebar seperti tadi." Kali ini gilirang min young yang buka suara.
"sebenarnya aku juga sempat ragu awalnya tapi sesuai dari buku psikologi yang pernah aku baca, ada beberapa cara untuk melihat kejujuran dari mata dan gerak-gerik seseorang. Jadi saat tadi aku temukan dia terlihat mulai goyah maka aku mulai bertambah yakin pada dugaanku.
" oh iya tadi anda juga mengatakan bahwa untuk ukuran orang yang sdang mengalami masalah keuangan dia terlihat terlalu mencolok, kenapa bisa begitu jaksa kim?" Tanya min young lagi.
"aahh,, yang itu begini, kau lihat tadi dia datang dengan pakaian seperti apa bukan?"
Keduanya mengangguk. " lalu apa pendapat kalian?"
"biasa saja,," jawab dong joon
"ne,, tak ada yang terlihat mencolok menurutku," min young balas menjawab
Lagi-lagi kibum tersenyum misterius. "memang jika kalian hanya melihat sekilas kalian tak akan tahu tapi aku berdiri di depanya cukup lama, aku jadi punya waktu untuk memperhatikan semua tentangnya lebih detail."
"petama, kau lihat dress coklat miliknya? Apakah kalian tahu bahwa itu adalah keluaran chanel vintage yang hanya dibuat beberapa potong saja? Modelnya sangat khas Chanel dengan potongan retro yang sangat wanita sekali.
Keduanya kembali melongo, terutama min young
"bagaimana anda bisa tahu tentang hal itu, jaksa kim..? bukankah anda tak terlihat suka fashion..?eum maksudku,, anda …" min young tampak tak enak hati melanjutkan kata-katanya
"hahaha,,, kau benar,, aku memang tak suka tapi bukan berarti aku tak tahu bukan,,? Sebenarnya aku punya seorang sepupu yang sekarang sedang berada di china. Dia adalah seorang fashion holic sejati dan dia adalah pecinta branded thing. Dia selalu bercerita padaku tentang fashion apa yang sedang hot saat ini.
" dia juga yang menunjukan catalog chanel miliknya beberapa waktu yang lalu dan untungnya aku melihat baju itu. Baju yang tadi wanita itu pakai, Kalian ingin tahu berapa harganya,,,? Sepuluh juta won."
"bb,,benarkah,?" min young dan dong joon tergagap tak percaya.
"ya,, dan lagi anting yang dia gunakan itu adalah keluaran rumah pelelangan berlian ternama di rusia. Black dimond hanya diperjual belikan di pelelangan berkelas di dunia."
"waahh,, anda hebat sekali jaksa kim,,,, aku saja tak sampai sedetail itu melihatnya."
"aku mempelajari cara menilai orang dari jaksa Lee, dia sungguh mengesankan dalam hal menilai orang, aku bahkan masih belajar."
"baiklah,,, karena kasus kita sudah selesai,, bolehkah aku mentraktir kalian makan siang,,,? Aku lapar sekali,,," kata kibum sambil tersenyum cantik.
"wah,, kami mau,,," jawab keduanya kompak.
"okay,,, let's go….!"
TBC
Hahahahah….gimana kasus pertamanya kibum,,? Bagus gak..? pada pusing gak..? kalo iya ya sama… wkwkwkwkkwwkk…^o^v
Di chap ini aku sengaja belum munculin sibum momentnya dulu, soalnya aku mau konsen buat kibum ajah,, abang wonnie sabar ne,,,,# peluk abang kuda.
Sibum momentnya akan banyak muncul di chap selanjutnya. So buat para sibum shipper jangan lupa repiu biar next chapnya cepet kelar okkaii.,,,,,
Sampai jumpa di chapter depan,,,,,!
Sign
LeeEunSan
(EunhyukLegalWife)
