Secret make a Love
Chapter 4
Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, and other cast.
Rate : T
Warning : GS, Typo(s), un-EYD, ide cerita pasaran, membosankan.
Disclaimer : Semua cast milik Tuhan dan keluarga serta ELF. Saya hanya meminjam nama dan karakternya saja.
Don't Like Don't Read
^^ Happy Reading ^^
Hari ini Sungmin begitu ceria, entah mengapa dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi nanti. Walaupun dirinya harus kembali ke apartemen sendiri karena Ryeowook meninggalkannya.
Bukan tanpa alasan Ryeowook pulang terlebih dahulu. Salahkan saja pada Sungmin yang harus menemui sang dosen dan mendapat banyak masukan di siang yang sangat panas serta membuat Ryeowook menunggu selama 1 jam lebih.
Kembali ke apartemen secepat mungkin adalah keinginan Ryowook saat itu.
Sungmin memilih untuk berjalan-jalan sejenak sebelum kembali keapartemen. Melihat-lihat siapa tau ada barang yang ingin dia beli dimall serta mampir sejenak ketaman kota untuk meringankan fikirannya akan tugas kuliah.
Berjalan-jalan ditaman sore hari adalah hal yang sudah biasa Sungmin lakukan jika merasa jenuh dengan aktifitas perkuliahannya.
Tanpa sadar ada yang menarik tangan Sungmin, dan membawanya keujung taman yang sepi. Sungmin sempat memberontak, namun apa daya. Kekuatan sang namja lebih besar darinya.
"Apa tidak bosan kau selalu memberitakan ku eoh." Ucap sang namja dengan kesalnya.
"Sebenarnya apa yang kamu inginkan Sungmin-ssi?!" namja itu mulai meninggikan suaranya.
"Appo." rengek Sungmin merasakan sakit di pergelangan tangannya karna digenggam terlalu keras.
"Sungmin kenapa kau selalu mengganggu hidupku eoh. Baru saja aku tenang kau tak memberitakanku. Mengapa tadi pagi ada berita yang sungguh aneh itu." Namja itu berbicara setajam mungkin.
"Sebenarnya apa yang kau bicarakan eoh? Aku tak mengerti." Ucap Sungmin kesal karena tak mengerti akan arah pembicaran itu.
"Aiisshh. Kau masih tak mengerti? Sebenarnya apa yang ada diotakmu eoh." Namja itu semakin kesal dan melepas masker yang dia gunakan. Serta memberikan sebuah deathglare yang menakutkan.
"Mwo? Oppa?" Sungmin terperanjat.
Bagaimana dia tidak merasa kaget, saat ini sang idola berada didepannya. Dengan jarak yang dekat.
Kyuhyun hanya menatap heran dengan yeoja yang ada didepannya. Dia sudah berkata panjang lebar, namun orang yang dihadapannya hanya membalas dengan satu kata –mwo- .
Sebenarnya apa yang ada di otak yeoja ini, apa dia tidak merasa takut seperti hyung hyungnya yang lain.
Dan ada apa dengan matanya itu, apa yang dia lakukan itu. Tiada henti mata itu berkedip.
"Apa yang kau lakukan eoh. Tak bisakah matamu itu berhenti untuk berkedip seperti itu." hardik Kyuhyun. "Aneh" lanjutnya kembali.
"Ini namanya aegyo oppa? Apa kau tidak tergoda dengan aegyo yang aku berikan eoh." ucap Sungmin manja seperti anak kecil.
"Aegyo? Aku kira yang namanya aegyo tidak seperti itu. Kau terlalu berlebihan." ucap Kyuhyun. "Dan aku sudah biasa mendapat aegyo yang lebih bagus dari itu." lanjutnya berbohong.
Dia memang sering mendapat aegyo dari para penggemar serta para artis yang dekat dengannya, namun tak pernah dia melihat aegyo seindah itu. Sungguh sangat menggoda.
Namun tak mungkin bagi Kyuhyun berterus terang dengan yeoja di depannya itu. Bisa hancur imagenya yang terkenal cool itu.
Dilain sisi Sungmin seketika itu diam membisu, ternyata jurus andalan yang dia miliki tak mempengaruhi sang idola.
"Apa itu, mengapa bibirnya seperti itu." gumam Kyuhyun dalam hati.
"Aaaiissshhh" racau Kyuhyun.
"Kenapa jadi membahas aegyomu itu. Sungmin-ssi ." lanjutnya.
"Ne" masih dengan mempoutkan bibirnya.
"Kenapa jadi kau yang cemberut eoh. Seharusnya aku yang marah akan artikel-artikel yang kau buat itu?"
"Mwo? Bagaimana kau tau jika artikel itu aku yang membuatnya." Sungmin bertanya dengan polosnya.
"Aiissh kau sebenarnya seorang mahasiswa atau anak sekolah dasar eoh?" rutuk Kyuhyun.
"Kau selalu memberikan nickname disetiap artikelmu. Dan itu mudah untukku melacaknya. Aku memiliki banyak rekan disana. Pabbo" lanjut Kyuhyun.
"Aku tidak bodoh tuan Cho Kyuhyun. Buktinya aku bisa masuk di universitas ternama" balas Sungmin.
"Kalau tidak bodoh, mengapa kau mudah sekali untuk di tipu." Kyuhyun mulai geram.
"Ditipu?nugu?" tanya Sungmin.
"Siapa lagi kalau bukan dirimu itu. Kau percaya saja akan surat yang ada dalam kotak itu." Kyuhyun mulai menjelaskan.
"Maksudmu oppa?" tanya Sungmin.
"Yaa, kau percaya saja dengan semua yang ada dalam kotak itu. Apa kau tidak merasa ada yang aneh?" Kyuhyun mulai menjelaskan.
"Semua yang ada dalam kotak itu memang tulisan yang aku buat. Namun itu bukan untukmu, itu hanya salah satu karya yang akan aku masukan dalam laguku nanti." Lanjutnya kembali.
Bagai mendengar petir dalam hujan, Sungmin merasa sakit di hatinya. Jadi semua ini tidak benar, semua itu hanyalah sebuah tipuan.
Tanpa terasa, cairan bening dimata Sungmin meluncur bebas dipipinya. Segera Sungmin meninggalkan tempat itu. Dirinya sudah merasa sangat malu pada sang idolanya.
"Hey Sungmin-ssi, mau kemana eoh? Kenapa kau meninggalkanku?" teriak Kyuhyun.
Tanpa memperdulikan sang idola, Sungmin lebih memlilih pergi dari tempat itu. Rasanya sudah tak ingin dia bertemu dengan sang namja.
Dan Kyuhyun pun ikut meninggalkan tempat itu pula. Walau dia mengambil arah yang berbeda, karna tak mungkin baginya untuk melewati jalan yang sama dengan Sungmin disana terlalu banyak orang.
~oOo~
"Mengapa tak ada hasil foto yang bagus," racau Yesung dalam hati.
Dirinya sibuk mengambil gambar, mencoba dengan gaya disana sini. Namun tetap saja tidak ada yang menarik menurutnya.
"Mungkin seperti ini saja." gumam Yesung.
Dan seperti kebiasan dirinya yang selalu memposting foto keakun sosial miliknya.
"Semoga dia melihat ini." harap Yesung.
~oOo~
Ryeowook masih sibuk dengan kegiatan memasaknya, sampai dirinya tak sadar akan kehadiran Sungmin.
"Ming, kau sudah pulang?" sapa Ryeowook.
Namun orang yang disapa hanya diam dan melewatinya begitu saja.
"Waeyo ming? Apa kau sedang ada masalah?" Wookie bertanya pada sang sahabat.
"Anniya Wookie, hanya lelah saja. Aku akan kekamar dahulu. Dan kau makan saja sendiri, aku sedang tak ingin makan." ucap Sungmin lalu memasuki kamarnya.
"Ada apa dengan anak itu. Aneh sekali, apa dia mendapat banyak tugas dari dosen Park itu." gumam Ryeowook.
Dirinya kemudian kembali sibuk memasak. Sesekali melihat handphone untuk membuka akun sosialnya.
"Ige mwoya?" Ryeowook terkejut dengan sebuah postingan di akun tersebut.
~aku rindu pemilik ini. RY~
Sebuah foto sang idola yang dia kagumi saat ini, berfoto dengan wajah murungnya menunjuk pada gelang yang dia pakai. Ditambah dengan sebuah kalimat yang membuat Ryeowook tak mengerti.
"Apa kau benar merindukanku oppa." tanya Ryeowook dalam hati.
Layaknya para fans lain yang mulai mereply postingan itu. Ryeowook pun ikut mereplynya.
Dan tanpa dia sadari sang idola mengiriminya sebuah pesan dalam akun sosialnya itu. Sejak kapan sang idolanya itu berteman dengan dirinya.
Tak memikirkan hal yang memusingkan itu, dirinya segera mematikan kompor yang masih menyala dan mulai sibuk dengan handphone yang ada ditangannya. Membalas pesan dari sang idola.
~Oppa ingin menghubungimu, tapi sulit untuk oppa mendapatkan informasi tentangmu. Maukah kau berbagi dengan oppa.~
Itulah pesan yang tertera dari sang idola, dan membuat wookie tersenyum tanpa henti. Bagaimana tidak, dia adalah wanita paling bahagia dan paling beruntung di dunia saat ini.
~Aku sangat senang berbagi dengan oppa.~
Dan secepat kilat aku membalas pesan itu. Tak mau kesempatan itu hilang.
Aksi balas membalas pesanpun berlanjut, bahkan ketika Ryeowook mempersiapkan makan malam diatas meja.
~oOo~
Plleetaaakkk...
Satu pukulan tepat mendarat di kepala Yesung.
"Appo Kyu. Kau ini kenapa eoh?" ucap Yesung sambil meringis kesakitan.
"Itu hanya sebagian kecil yang kau terima hyung. Harusnya kau mendapatkan lebih dari itu." ucap Kyuhyun tajam
"Wae? Memang aku berbuat apa Kyu." Yesung seolah-olah tak mengerti.
"Sudahlah hyung, jangan kau berpura-pura seperti itu. Kau sungguh menodai wajahmu itu." Kyuhyun mulai kesal.
"Kau kan hyung yang menukar isi kotak itu. Dan akhirnya membuat gempar karna surat yang tak jelas itu." lanjut Kyuhyun.
"Hahahaha. Kau sudah mengetahuinya eoh. Hhahahha," ejek Yesung.
"Yaak hyung. Kau sungguh. Membuat aku malu didepan yeoja itu."
"Mwo? Kau baru saja bertemu dengan Sungmin?" tanya Yesung.
"Ne, waeyo hyung? Kau tak terima eoh."
"Anni, anni.. hanya saja Wookie bercerita jika Sungmin terus murung setelah pulang dari kampus tadi." Yesung menjelaskan.
"Wookie? Nugu?" tanya Kyuhyun ingin tahu.
"Dia yeoja yang bersama Sungmin waktu itu, yang kau memberikan ini padaku." terang Yesung dan menunjukkan gelangnya itu.
"Omo. Aku melupakannya. Aaiisshh. Kau menggangguku saja Kyu." lanjut Yesung yang mulai sadar akan aktifitasnya bersama Wookie tertunda.
Bergegas dia menuju kamar karna tak mau diganggu dengan adanya Kyuhyun itu.
Dan Kyuhyun hanya duduk termenung, mencerna kata-kata sang hyung.
"Sungmin murung." gumam Kyuhyun. "Apa karena aku." lanjutnya kembali.
Mengingat pertemuannya dengan Sungmin tadi. Wajahnya memang tidak secantik para artis. Namun dia memiliki daya tarik tersendiri. Dengan aegyonya, serta polah tingkahnya yang seperti anak kecil.
Belum lagi ketika dia merasa kesal, dengan mempoutkan bibirnya itu. Sungguh menggoda.
"Aaiissshh. Apa yang kau pikirkan Kyu" rutuk Kyuhyun dalam hatinya.
Namun bayangan wajah Sungmin menjadi semakin nyata. Dengan aegyonya yang membuat dia tergoda namun harus menahannya.
"Lee Sungmin, kenapa kau selalu muncul di sini." racau Kyuhyun tak jelas dan tertidur.
~oOo~
Sudah hampir satu bulan ini tak pernah ada kabar dari Sungmin. Artikelnya pun tak pernah muncul lagi disurat kabar. Seperti menghilang setelah kejadian pertemuan itu.
Bahkan diacara fansign dia tak pernah terlihat, hanya sang sahabat yang rajin mengikuti acara itu. Seperti hari ini. Kyuhyun ingin bertanya akan keadaan Sungmin pada sang sahabat, namun yeoja itu hanya berdiri dibarisan Yesung.
Dan sama sekali tak mendekati barisan Kyuhyun. Bahkan setelah mendapat sign dari Yesung dia langsung pergi meninggalkan tempat itu.
"Apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa aku seperti ini." gumam Kyuhyun dalam hatinya.
"Apa yang kau fikirkan Kyu, kau terlihat seperti mencari seseorang tadi?" Yesung bertanya saat mereka didalam mobil kembali ke dorm setelah acara fansign.
"Kau mencari yeoja itu eoh?" lanjut Yesung.
"Anniya hyung, itu perasaanmu saja. Aku hanya merasa lelah." jawab Kyuhyun.
"Yakin kau hanya merasa lelah? Atau kau merindukan yeoja itu. Jika kau merindukan dia datanglah padanya." Yesung menasehati.
"Apa kau perlu alamatnya, aku memilikinya." lanjut Yesung.
"Sudahlah hyung, aku hanya merasa lelah." ucap Kyuhyun acuh.
"Aku lebih dahulu memiliki alamat itu kepala besar." gumam Kyuhyun kesal dalam hatinya.
~oOo~
Sebenarnya dia memang merindukan yeoja itu, merindukan akan wajah cantik itu dengan aegyonya serta bibir pink bershape m.
Berjalan menuju lantai 3, masih menggunakan maskernya. Dia tak mau tertangkap basah oleh para fans serta stalker yang selalu mencari informasi tentangnya.
Bahkan dia lebih berhati-hati kali ini, dia tidak menggunakan mobil miliknya. Karna sudah banyak yang mengerti akan mobil hyundai hitamnya itu.
Menekan bel dan menunggu sejenak sebelum sang pemilik apartemen membukakan pintu.
Dan begitu pintu itu terbuka, langsung saja seorang Cho Kyuhyun masuk tanpa permisi. Dan sang pemilik hanya bisa berteriak-teriak tak jelas.
"Yaak. Siapa kau? Berani masuk saja dan duduk disitu." Ryeowook kesal melihat kelakuan sang tamu.
Kyuhyun kemudian membuka masker serta topi yang dia pakai untuk penyamarannya.
"Dimana Sungmin, apa dia berada disini?" tanyanya tanpa sopan santun.
"Omo? Oppa, kenapa kau datang kemari?" Ryeowook balik bertanya.
"Kenapa kau bertanya kembali padaku, jawab saja pertanyaanku dahulu." masih dengan tampang evilnya.
"Eeummpp. Kau memang pantas dikatakan namja evil. Tampangmu saja sungguh sangat menyebalkan seperti itu." hardik Ryeowook.
"Dia berada dikamarnya, akhir-akhir ini dia hanya sibuk belajar serta melamun. Dan itu semua karnamu." Ryeowook mulai kesal.
"Ini bukan karnaku, tapi karna si kepala besar yang kau puja-puja itu." jawab Kyuhyun lantang. "Dimana kamar Sungmin?" lanjutnya.
"Disana." Ryeowook menunjuk pada salah satu kamar di apartemen itu.
Walau Kyuhyun baru bertemu dengan Ryeowook beberapa kali, namun dia sudah merasa nyaman dengan yeoja ini. Bahkan tak segan-segan untuk mengajak yeoja ini berdebat.
Dan penyebab semua itu itu adalah sang hyung, yang tiada henti bercerita akan yeoja ini di dorm. Membuat Kyuhyun sudah sedikit mengerti akan sifat yeoja sahabat Sungmin ini.
Mengetuk pintu itu sejenak, namun tak mendengar ada sebuah jawaban dari sang penghuni kamar.
Tanpa meminta ijin terlebih dahulu, Kyuhyun langsung saja membuka pintu kamar itu. Dan melihat kedalam ruangan.
Dilihatnya seorang yeoja yang duduk diatas ranjang, menghadap kesebuah banner dikamar itu. Yaa banner dengan berbagai coretan serta gambar yang hampir semuanya sama.
Tanpa Sungmin sadari, Kyuhyun sudah berdiri disampingnya. Dan ikut duduk diatas ranjang Sungmin.
"Apa yang kau perbuat dengan fotoku itu, kenapa penuh dengan coretan serta gambar tak jelas itu." Kyuhyun membuka percakapan.
"Euummpp. Hanya memberi sebuah karya kecilku." jawab Sungmin tanpa sadar jika Kyuhyun disampingnya.
"Yaa, karya kecil yang indah. Sepertimu Lee Sungmin."
"Ne." jawab Sungmin singkat dan melihat kesamping.
"Mwo? Oppa, mengapa kau disini? Sejak kapan kau berada disini?" lanjut Sungmin yang merasa kaget akan kehadiran Kyuhyun.
"Sejak kau hanya melamun dan memperhatikanku." Jawab kyuhyun.
"Memperhatikanmu?" tanya Sungmin masih dengan wajah polosnya.
"Yaa, memperhatikanku didalam foto itu." Kyuhyun mencoba untuk meledek, namun Sungmin sama sekali tak berreaksi.
"Minnie, maafkan aku." Kata-kata tulus itu meluncur dari mulut Kyuhyun.
"Untuk?" jawab Sungmin singkat.
"Untuk kata-kataku yang mungkin menyakitimu saat itu."
"Anniyo oppa, aku saja yang salah paham. Dan aku saja yang begitu bodoh. Tak bisa membedakan akan sebuah kebenaran dan sebuah kebohongan."
"Anniyo Minnie, memang saat itu kata-kata dalam surat itu hanya sebuah tulisanku yang tak memiliki arti. Namun saat ini aku menyadarinya, kalau ternyata tulisan ku itu memang untukmu Minnie."
"Mana mungkin oppa itu untukku, sedangkan tulisan itu saja sudah kau buat sebelum bertemu denganku."
"Memang tulisan itu aku buat sebelum bertemu denganmu, namun tanpa aku sadari itulah ungkapan perasaanku saat ini." tutur Kyuhyun.
"Sudahlah oppa, kau tak perlu berbohong hanya untuk menyenangkan hatiku."
"Anniya Minnie, ini memang perasaan yang aku miliki saat ini, untukmu." Kyuhyun mencoba menjelaskan.
Menarik dagu Sungmin untuk melihat kearahnya, melihat sejenak wajah yeoja yang entah mengapa begitu menarik hatinya, walau memang belum 100persen.
Wajah yang ceria yang selalu dia lihat walau harus dalam keadaan bersembunyi itu entah hilang kemana.
Atau memang kejadian itu membuatnya dia merasakan sakit dan malu. Mengingat surat itu bukanlah surat cinta yang seperti Sungmin fikirkan.
Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sungmin, dan mencium sekilas dahi yeoja itu.
"Mungkin kau masih tidak percaya akan semua ini, namun aku tidak akan memaksamu." ucap Kyuhyun mulai berdiri dan meninggalkan Sungmin dikamar itu.
~ TBC ~
Annyeong chingudeul..
Akhirnya bisa update juga,,
Maaf untuk cerita yang mulai membosankan serta kekurangan yang bertebaran di fic ini. Harap maklum..
Saya seorang newbie yang masih dalam proses belajar. *ngeless
Terima kasih buat chingudeul yang mau mampir serta memberikan reviewnya.
Semoga semakin baik untuk chapter selanjutnya. *bow
Big Thanks to :
TifyTiffanyLee : PaboGirl : prfvckgyu : dirakyu : vitaminsparkyu1123 : Ai Rin Lee : Luvori19 : dewi. : Heldamagnae
Jangan lupa review lagi ne..
Gomawo..
Lee chaRaa
